
Erland mengusap sisa air mata itu di pelupuk mata nya ana , dia merasa ada rasa menyesal karna telah mengerjai istri nya itu , kenapa gadis yang selama ini ia permainkan ,menangisi pria cacat yang ia peran kan.
Erland menarik dagu ana untuk bisa melihat gadis yang ada di hadapan nya itu.
Dia melihat mata manik itu dengan jelas ada kesedihan yang terpancar kan oleh gadis itu .
"Ana kau menganggap ku sebagai suami karna hal apa , apa karna kasihan melihat ku seperti ini ,apa karna hanya perusahaan paman mu itu ,kau menganggap ku suami ,dan kau kenapa menerima ku yang cacat ini ,jika itu wanita lain yang menikah dengan ku ,mereka menolak ku dengan mentah-mentah dan menghina ku , tapi tidak dengan mu ,yang menerima ku " ucap nya dengan menatap wajah ana .
"Aku menganggap kamu adalah suami ku ,suami yang harus di taati dan di patuhi ,meskipun hari di mana aku pertama datang ke mansion ini dan lari dari hadapan mu dan belum siap untuk bertemu dengan mu ,mungkin itu hal yang membuat ku bersalah ,aku menganggap mu adalah suami ,"SUAMIKU" satu-satunya yang harus memenuhi tanggung jawab ku sebagi istri untuk merawat mu ,dan aku menerima mu itu sudah takdir ku untuk menikah dengan mu ." ucap ana dengan lantang di hadapan suami nya itu , ya ana sedang berusaha menerima Dimas sebagai suami nya .
Erland terkejut dengan perkataan ana yang membuat nya diam , apa benar yang di katakan itu ,bahwa dia menganggap nya sebagai suami ,suami yang akan dia rawat dengan penuh luka bakar nya itu dan menjaga nya ,tapi gimana jika gadis itu tahu yang sebenar nya ,semua yang sudah Erland lakukan pada gadis itu ,bahkan gadis itu tidak tahu bahwa suami nya adalah Erland ,dirinya sendiri .
"Apa kau tidak terpaksa menerima pernikahan itu dengan ku , apa Erik memaksa mu ." ucap Erland terus menyelidiki ana.
"Tidak-tidak, paman ku tidak memaksa ku , hanya saja aku yang menerima itu ,karna paman sudah membesar kan ku selama dua puluh tahun lama nya, jadi aku membantu nya untuk membalas Budi pada nya ."
"Dimas ,percaya lah aku akan menjadi istri yang baik buat kamu ,dan untuk merawat nya , jadi ijin kan aku untuk melakukan nya dari sekarang ,aku ingin menggantikan hari itu ,di mana aku pergi meninggal kan mu yang tidak merawat mu dengan kesehatan mu yang seperti ini ." ucap ana dengan serius menatap wajah suami nya, tapi ketika ana melihat mata suami nya ,dia merasa kenal dengan tatapan itu ,tatapan itu seperti tatapan Erland , tapi ana tidak lah berpikir panjang lebih , karna Dimas dan Erland saudara, bahkan ana belum sempat tahu Dimas yang sebenernya yang tidak keadaan cacat .
"Baiklah ,jika kau menganggap ku suami dan mematuhi suami mu ini ,maka lakukan lah apa yang harus di lakukan oleh sepasang suami istri ,dan kau harus mematuhi ku ,apa yang aku perintah kan , bukan kah kau ingin menjadi istri yang baik, Anatasya ,kau sekarang adalah istri ku ,selama aku jadi suami mu ,aku belum pernah meminta hak ku sebagai suami mu ,maka kau harus memahami apa yang aku katakan dan harus kau patuhi ." ucap Erland dengan sedikit melengkung kan bibir nya .
Ana terkejut ,apa yang di katakan suami nya itu, dia mengerti apa maksud dari perkataan nya , ana bingung harus bagaimana ,dia belum siap melakukan hal itu ,tapi dia sudah mengatakan akan menjadi istri yang baik untuk nya ,tapi bukan hal itu yang akan dia lakukan, dia tahu melakukan hal nya sepasang suami istri itu emang kewajiban nya.
__ADS_1
"Dimas ,A_aku ..
"Jangan memanggil ku Dimas ," ucap Erland dingin.
"La_lalu aku harus panggil kau apa ,namu mu adalah Dimas ,"
"Panggil aku ,suami ku ."
"Su_suami ku ." ucap ana dengan menelan salip nya kasar .
"Kenapa kau kaku begitu ,bukan kah kau menganggap ku suami , kenapa di saat aku menyuruh mu untuk memanggil itu ,kau gelagapan seperti itu ."
"Ahh bukan seperti itu dim,, eh maksud ku suami ku ,aku belum terbiasa saja untuk memanggil itu , baiklah aku akan berusaha memanggil mu suami ku ." .
"Gimana apa kau mau melayani ku di ranjang " ucap Erland enteng .
"Suami ku , ituu..e_emmm...aku belum siap melakukan itu ." ucap ana menundukan kepala nya
"Kenapa , apa kau jijik dengan tubuh ku ini," ucap Erland dengan tatapan dingin nya .
"Bukan-bukan ... aku hanya belum siap saja jika menyangkut hal itu ."
__ADS_1
"Aku tidak akan memaksa mu ," ucap Erland dengan tatapan dingin nya .
"Ya Tuhan , apa aku salah jika menolak begitu, aku belum siap untuk melakukan itu ,tapi kenapa dengan Dimas, dia begitu enteng bicara tengtang soal ranjang ,keadaan dia kan begitu tidak baik , tapi kenapa dia ingin melakukan itu." batin ana
"Apa kau akan di samping ku selama nya ,apapun yang terjadi dan apapun masalah nya , kau akan hidup dengan ku sampai mati ."
Ana diam tidak menjawab pertanyaan Erland , bukan berarti dia tidak ingin menjawab ,dia hanya butuh waktu akan hal itu.
Erland pun tidak harus menunggu jawaban dari ana ,dia tidak ingin memaksa jawaban yang di lontarkan gadis itu.
"Aku tidak akan memaksa mu untuk bicara , sekarang berdirilah dan bantu aku untuk mengambil kan air minum yang ada di nakas dekat ranjang ." ucap Erland yang di angguki ana dan berjalan menuju nakas itu.
"apa benar gadis ini ,gadis baik ,gadis polos ,dengan apa yang di katakan Dimas, Bryan dan juga pelayan-pelayan di sini ,aku masih belum tahu , tapi dia dari keluarga Pratama, aku harus menyelidiki dia yang sebenar nya." gumam Erland.
Kini ana sudah kembali dengan air minum yang ia bawa untuk di berikan ke Erland .
"Sekarang kau adalah istri ku ,istri dari tuan muda Anggara , dan kau bukan lah nona lagi melainkan nyonya , nyonya Anggara." ucap erland yang di angguki ana
"Dim..eh suami ku ,aku akan menyuapi mu koktail ini , ini akan keburu dingin jika tidak segera di makan ." ucap ana yang akan menyuapi suaminya .
Kini ana menyuapi suami nya itu dengan telaten ,dan tanpa mereka sadari koktail yang ana suapi itu habis di makan oleh Erland. .
__ADS_1
"Ah sial, wanita ini lembut sekali berbicara seperti itu ,dan dia begitu serius merawat ku dengan hanya begini saja ,tapi yang dia lakukan itu bukan untuk ku , tapi untuk kakakku Dimas." Batin Erland.