
Hari sudah pagi ,ana bangun dari tidur nya di kamar itu ,dengan kejadian semalam membuat nya lelah dan tidur dengan nyenyak, kini ana melangkah kan kaki nya ke kamar mandi untuk membersihkan diri ,dia berpikir untuk mengganti baju ,tapi dia tidak mungkin akan masuk ke kamar itu, yang karna di dalam kamar itu ada si pria brengsek .
"huuhh, aku tidak perduli dengan baju ini ,lebih baik di pakai kembali dari pada aku harus ganti baju masuk ke dalam kamar itu ."
Setelah menyelesaikan ritual mandi nya ,ana bersiap untuk ke bawah ,dia berniat untuk membuat bubur untuk Dimas, di saat di bawah ana tidak melihat para pelayan ,termasuk bi Ani dan juga Roy ,
"Pada kemana orang-orang, kenapa tidak ada satu pun , ?haahh aku tidak perduli pada mereka itu ,toh mereka itu kurcaci nya si pria brengsek itu , lebih baik aku membuat bubur untuk suami ku ." gumam ana
Kini ana berkutat dengan apa yang dia lakukan di dapur ,setelah selesai ana membawa bubur itu ke ruangan di mana Dimas di rawat , ana berjalan lewat tangga ,karna menurut nya lewat tangga itu sudah itung-itung olahraga pagi , di saat ana sampai di depan pintu ruang rawat Dimas ,dia di halangi oleh kedua orang yang tak lain adalah Erland dan juga Roy ,Erland menatap ana dengan tatapan tajam, ana hanya menghela napas panjang setelah apa yang dia lihat di depan nya .
"Lagi-lagi aku tidak di perbolehkan untuk mengantarkan makanan ini ,apa salah nya aku ,yang ingin mengantarkan bubur ini untuk suami ku sendiri ,kenapa mereka selalu menghalangi aku ,bahkan Erland ,selalu saja dia."
"Nyonya lebih baik anda tidak perlu repot-repot untuk membuat kan bubur ,bi Ani sudah membuat kan bubur nya tadi, anda kembali ke bawah untuk membawa bubur itu kembali ." ucap Roy yang menolak ana untuk masuk ke ruangan.
"Roy apa maksud mu melarang ku untuk masuk membawakan sarapan untuk suami ku sendiri ,apa salah jika aku membawa ini untuk nya ,kenapa kalian selalu menghalangi jalan ku untuk bertemu Dimas,." Ucap ana dengan marah .
"Kau jangan membatah apa yang di katakan oleh Roy ,yang di katakan nya benar ,kau tak perlu repot-repot untuk membuat bubur itu ,karna kau sudah kalah langkah dengan bi Ani yang membuat nya duluan , lebih baik kau kembali ke bawah ." ucap Erland menatap sinis ana.
__ADS_1
Ana menundukan kepala nya ,setelah mendengar perkataan Erland ,bahkan dirinya berpikir ,dia tinggal di keluarga Anggara merasa tidak di hargai , bahkan dia mempunyai suami ,layak nya tak punya suami ,kini ana berjalan kembali menuruni tangga dengan pikiran yang tak tentu .
"Aku adalah istri Dimas, tapi kenapa mereka tidak menghargai ketulusan ku yang ingin merawat suami ku sendiri ,aku tidak mengerti ,kenapa mereka melarang ku untuk masuk , sementara mereka bisa masuk untuk melihat nya ,tapi kenapa dengan aku yang istri nya ini ,tidak di perbolehkan masuk ."
Kini ana menaruh mangkuk yang berisi bubur itu dan duduk ,dia masih memikirkan kehidupan nya ,yang tidak adil dalam hidup nya .
"Bahkan aku memasak bubur ini dengan semangat ,tapi tidak di sentuh sama sekali oleh suami ku sendiri ,Karna jalan yang selalu di halangi ,apa mereka tidak menganggap ku sebagai istri nya Dimas, kenapa mereka selalu saja waspada padaku terhadap suami ku sendiri , aku hanya ingin menjadi istri yang baik buat Dimas , tapi apa yang aku dapat kan ,mereka mengucilkan ku ."
Ana tidak sadar , bahwaa di belakang nya di ikuti seseorang .
"Sayang sekali bubur ini ,lebih baik aku makan jika tidak ada yang makan ,." ucap ana yang menghadapi mangkuk bubur itu , tapi tiba-tiba di saat ana akan melahap nya , mangkuk itu di ambil seseorang dan memakan nya , Ana terkejut dengan apa yang dia lihat ,mangkuk yang berisi bubur itu habis seketika oleh pria yang ada di samping nya .
"Omong kosong apa yang kau katakan itu Erland, ya jelas lah aku memasak bubur itu hambar untuk orang sakit, kau pikir bubur itu untukmu , dan kau seenak nya menghabisi bubur itu yang ada di hadapan ku ."
"Kenapa kau diam ,kemarin malam mulut mu sudah seperti macan yang menerkam daging ,."
Ana tercengang dengan ucapan erland dia mengingat kejadian itu ,dimana dia menggigit Erland sampai berdarah .
__ADS_1
"Apa dia mengingat kejadian malam waktu di mana aku menggigit nya ,,kamu memang pantas mendapatkan balasan gigitan dari macan betina seperti ku , huh sekarang aku tidak ingin memperdulikan nya , lebih baik aku diam ."
Ana berjalan menuju ke atas , dia tidak ingin meladeni Erland yang ada di samping nya itu , dia bingung harus melakukan apa di mansion itu.
Erland yang menatap kepergian ana pun hanya melihat punggung gadis itu tanpa mencegah nya , dia merasa bersalah setelah apa yang di lakukan nya .
"Apa yang harus aku lakukan , aku diam di sini ,hanya begini saja mengurus suami pun tidak ,jadi pelayan pun tidak , aku harus apa ,bete sekali , lebih baik aku pergi ke panti agar aku bisa punya hiburan dengan anak-anak, aku akan pergi tanpa ijin dari mereka ,toh aku ini hanya orang asing yang tak di hargai ." ucap ana lirih ,
kini ana bersiap-siap untuk mengganti baju saja ,dan mengoleskan sedikit bedak agar tidak terlihat pucat ,ana berjalan ke arah luar untuk menunggu gojek online yang sudah menjadi langganan dia .
"Nyonya ana , nyonya mau kemana ,apa saya perlu antar," ucap pak Urip sang supir .
Ana menatap pria paru baya itu, dia mengingat di mana malam kemarin dia meminta tolong padanya untuk membatu Erland ,merasa masih kecewa .
"Tidak perlu pak Urip ,pak Urip tidak perlu repot-repot untuk mengantar saya ,dan anda tidak perlu tahu saya mau kemana itu tidak penting bagi anda ,"
"Ngapain bertanya padaku untuk pergi kemana ,dan repot-repot ingin mengantarkan ku , aku ini di sini tidak di hargai oleh kalian, ngapain mesti bertanya ,lebih baik diam dan anggap saja tidak melihat ku lewat , " batin ana dengan kesal .
__ADS_1
"Tinggal di rumah juga tidak bisa merawat suami ku sendiri ,lebih baik aku pergi happy bersama anak panti ." gumam ana..
gojek online pun sudah tiba di hadapan ana ,ana pergi bersama gojek itu ,tanpa ana sadari dari tadi dia di perhatikan oleh pria yang sudah memperhatikan nya, yang tak lain adalah Erland .