
Di dalam perjalanan erland menginjakan gas mobil nya dengan kencang ,dan itu yang membuat ana ketakutan , dan berteriak.
"Erland ,jangan menyetir dengan sangat secepat itu ,kau membuat ku takut ,gimana kalau kita kecelakaan ,Erland pelan kan mobil mu." ucap ana berteriak karna ketakutan.
"percuma aku berteriak , pria ini tidak akan memperdulikan ku ,aku tidak ingin bertengkar dengan nya lagi ,lebih baik melihat pemandangan saja ."
Erland melirik ana yang tengah menghadap jendela ,wajah gadis itu terlihat nyata di balik kaca itu ,
"Kenapa kau begitu berani ,di saat menghadang ku dari sup panas itu , besar sekali nyali mu ,apa kau tidak takut jika sampai sup itu tumpah ke muka mu ,jika sampai muka mu melepuh aku akan mengembalikan mu ke keluarga Pratama ." ucap Erland dengan mengejek ana.
Ana mendengar perkataan Erland membuat nya kesal ,bagaimana pun dia telah menyesal telah melindungi punggung pria itu .
"Apa peduli mu , jika pun sup itu menimpah pada muka ku ,itu tidak akan pernah perduli dalam hidup ku , jika pun muka ku melepuh ,maka akan lebih cocok aku dengan kakakmu , dan kau sebagai adik ipar tidak perlu khawatir akan hal itu, untuk pulangkan aku ke keluarga Pratama." ucap ana dengan menahan amarah nya .
Erland yang mendengar perkataan ana membuat nya marah ,kenapa gadis yang ada di samping nya itu selalu menganggap dirinya adalah kakak iparnya.
"Sial ,kenapa gadis ini selalu menganggap ku adik iparnya , aku saat itu menikah menggunakan nama kakakku , tapi tidak menyangka masih ada wanita yang menerima pria cacat seperti ku yang berperan sebagai kakakku, di saat dia menganggap ku adik ipar ,kenapa aku merasa kesal sekali ."
"Katakan ,apa tujuan mu menikahi kakak ku ,tidak perlu membuat alasan yang di buat-buat untuk penipu ku dan juga kakak ku ."
"Menipu ,bahkan kau menganggap ku penipu , kau tidak perlu tahu Erland ,cukup kakak mu yang tahu dan aku telah menjelaskan nya pada Dimas, aku menikah dan menjadi istri Dimas karna ingin menjadi istri yang baik ,dan aku menerima pernikahan itu Karana membayar hutang balas Budi ku pada paman ,"
"Cukup Erland , kau tak perlu tahu apa maksud ku menerima pernikahan itu dengan kakak mu , cukup dia yang tahu ," ucap ana dengan menundukkan kepalanya .
Erland tidak menjawab pertanyaan ana ,dia ingat gadis itu pernah bercerita ,di mana dia tidur satu ranjang dengan ana, Erland mengalihkan pembicaraan ke luka yang ada di punggung ana.
"Apa punggung mu masih panas, ."
"Apa dia mengkhawatirkan ku , memang benar punggung ku masih terasa nyut-nyutan dan panas , tapi itu tidak masalah jika pun melepuh juga aku tidak perduli , mungkin aku sama Dimas di nyatakan cocok."
__ADS_1
"Tidak ,sudah agak mendingan ," ucap ana bohong
" Lebih baik kau tak perlu memakai baju ,kau akan semakin terluka jika kau menggunakan baju ," ucap Erland menggoda ana ..
"Ka_kau , brengsek tidak tahu malu ." ucap ana dengan nada meninggi .
"aku suka menggoda dirinya ,bahkan aku terhibur telah menggoda gadis ini ,cukup menggemaskan ."
Mereka sampai di mansion Anggara ,Erland turun terlebih dahulu dari ana ,di saat Erland membuka pintu untuk ana ,dia menggendong ana layak nya membawa karung di atas pundak nya .
"Aaaaaaa..."
"Erland ,lepaskan aku ,apa yang kau lakukan ,lepaskan aku ,ahhh Erland kepala ku pusing ,turun kan aku ." ucap ana dengan memukul punggung Erland dengan berteriak .
Pak Jarwo dan pak Urip melihat nya pun tidak bisa menahan tawa ,tuan dan nyonya nya kini ada kemajuan dalam pernikahan mereka .
Di saat pintu masuk terbuka ,para pelayan terkejut kedatangan tuan Erland dan nyonya muda nya ,termasuk bi Ani yang melihat mereka tersenyum merekah..
Erland tidak menjawab ocehan ana ,dia terus berjalan menuju lift .
"kelihatan nya ada kemajuan antara tuan muda dan nyonya muda ."
bi Ani yang melihat mereka seperti layak nya sepasang kekasih hanya tersenyum bahagia.
"Bi Ani tolongin saya bi ,kepala saya pusing bi Ani ." ucap ana memohon kepada bi Ani yang tengah tersenyum .
"Lihat , mereka hanya tertawa melihat mu yang di perlakukan seperti ini oleh adiknya Dimas, mereka benar-benar membiarkan ku di tindas oleh pria bajingan ini , saat itu aku seharusnya tidak perlu melindungi mu , biar kan saja dia terkana sup panas itu, sekarang jadi nya begini ,aku yang jadi korban tindasan dia ."
Di saat ana dan Erland akan masuk kamar mereka ,Erland melewati ruang rawat Dimas , ini kesempatan ana untuk berteriak .
__ADS_1
"Dimas tolong aku ,adik mu selalu bertindak tidak sopan pada ku, bahkan dia tidak menghargai mu sebagai kakak nya ,Dimas tolong aku ." teriak ana yang melewati ruang Dimas .
"Heyy gadis bodoh ,kenpa kau berteriak pada kakakku hah...apa kau gila ." ucap Erland dengan menahan amarah nya.
"Gadis bodoh ini berusaha meminta tolong pada kakakku ."
"Erland tolong turunkan aku ,kepala ku sungguh pusing ." ucap ana yang menahan kepala nya .
"Tunggu sampai kamar ,aku akan menuruni mu ,kau diam dan jangan berteriak ,kuping ku hampir pecah oleh teriakan mu itu ,"
Kini Erland sampai di kamar mereka ,Erland menurunkan ana di tempat tidur ,dia berjalan ke arah laci yang ada di bawah tempat tidur untuk mengambil salep .
ana bergeser dan menjauh dari Erland ,dia takut apa yang akan di lakukan oleh pria itu .
"Apa yang kau pikirkan itu hah ,otak mu sudah di penuhi dengan tingkat ke mesuman , aku cuma hanya akan mengoles kan salep ini ke punggung mu ," ucap Erland dengan tatapan tajam nya .
"Aku akan menyuruh bi Ani yang melakukan nya ,biarkan salep itu di situ ,dan pergilah ." ucap ana dengan marah nya
"Jika aku tidak ingin pergi ."
Ana benar-benar kesal di buat nya ,Erland tidak tahu malu nya ingin mengoleskan salep itu ke punggung ana .
" pria bajingan , dia benar-benar menggoda kakak iparnya sendiri ,apa dia kekurangan wanita hingga berbuat itu padaku ,ini tidak pantas ,antara kakak ipar dan adik ipar bersentuhan seperti yang akan di lakukan Erland, bahkan pelayan-pelayan di sini membiarkan apa yang di lakukan pria brengsek ini ."
Ana terpaksa membuka kemeja yang dia pakai itu ,jika dia mengelak pria yang ada di samping nya itu tidak akan melepaskan nya .
Erland yang melihat leher jenjang ana putih membuat nya menelan salip nya dengan kasar ,bahkan di saat seperti itu ana hanya memakai baju Daleman saja
Ana tertegun saat Erland mengoles kan salep ke punggung nya
__ADS_1
"Tidak ku sangka ,dia mengoleskan nya padaku dengan sangat lembut , jika seperti ini dia memperlakukan ku dengan lembut dan hati-hati aku merasa di sayangi ."