Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Buku diary & rasa cemburu .


__ADS_3

Keesokan harinya .


waktu berlalu begitu cepat, hari ini Nabila tengah berada di restoran , tepat pukul 13.00 Nabila memulai aktivitasnya menjadi pelayan .


Dengan semangatnya gadis cantik itu bersemangat memulai pekerjaannya, di karnakan hari ini hari dimana karyawan mendapatkan gaji .


Dengan waktu lima jam yang di lakukan oleh Nabila , mau sedikit apapun uang hasil kerja nya itu tetap dia syukuri ,meski pendapatan tidak seperti yang lainnya , tapi dia tetap semangat .


Dan waktu pun berlalu begitu cepat ,Nabila melihat jam yang ada di pergelangan tangannya , sudah menunjukan pukul 15.00 .


"Sialan ."


Nabila di kejutkan dengan suara seseorang pelayan lainnya di restoran itu , dengan cepat Nabila pun bertanya ada apa ,hingga pria yang ada di sampingnya itu memasang wajah di tekuk .


"Ada apa ." tanya Nabila .


"Karyawan yang bagian sip pagi , harus lembur jam 10 malam , hari gajian kok enek banget yah ... matahin semangat aja ." ucap pria tersebut .


"Lembur !! " jawab Nabila dengan di angguki pria tersebut .


Jika Nabila lembur , kemungkinan dia tidak bisa kerja di bar , tapi kenapa tiba-tiba ,tidak biasanya mendapatkan lembur di setiap gajian.


"Kak Nabila , itu tandanya kakak harus ikut lembur juga dong kaya kita ,"ucap gadis yang tiba-tiba nongol .


Nabila hanya menghela nafasnya panjang, benar ! dia pasti akan ikut lembur juga.


"Ya udah yuk ,,, kita mulai kerja lagi ,kita harus semangat ,kan hari ini gajian ..siapa tau bulan depan uang nya bertambah karna hasil kerja lembur !!! ayo semangat ." ucap Nabila dengan di angguki ke dua orang itu .


Kini mereka pun berkutat kembali ke depan untuk membereskan meja , di saat Nabila berkutat dengan pekerjaan nya , dia di panggil oleh salah satu yang kerja di restoran tersebut .


"Nabila , aku minta tolong dong !! bisa gak kamu antarkan makanan ke lantai atas meja nomor 121 , aku sekarang benar-benar repot ." ucap nya ,dengan cepat Nabila pun menganggukkan kepalanya.


Kini Nabila pun melangkah ke arah lantai dua dengan membawa nampan tersebut , dengan semangatnya Nabila mengantarkannya, kini dia pun mencari-cari dan melihat nomor 121, dengan cepat Nabila pun berjalan ke arah meja tersebut .


"Silahkan tuan ,ini pesanan anda ." ucap Nabila


"Nabila ." ucap pria itu mendongkakan kepalanya .


"Kak dobier , ..hehe hai kak ." ucap Nabila cengar cengir .


"Nabila kamu ... kamu .,


"Iya kak ...aku kerja di sini juga .. " ucap Nabila


Pria tersebut kaget setelah apa yang dia lihat ,gadis itu ternyata kerja di tempat tersebut , dia tidak mengerti dengan gadis tak putus asa itu ,dan tidak pernah berubah ,dia masih tetap gadis dulu yang suka mandiri .


"aku kembali kerja ya kak ..selamat menikmati .." ucap Nabila tersenyum


"Nabila tunggu ." ucap pria itu menahan tangan Nabila


Tanpa mereka sadari ,ada seseorang yang merhatikan nya di balik anak tangga ,dia melihat Nabila tengah di tahan oleh pria yang sama dengan foto yang Irsan kirim , kini dia melangkah ke arah meja tersebut dengan perasaan tak tertentu .


"Waktu jam kerja ,di larang pacaran !! kembali bekerja ." ucap Bryan dan berlalu pergi melangkah ke ruangannya .


Nabila terkejut dan melihat ke arah belakang ,Refleks Nabila langsung melepaskan tangannya dari dobier , dia di kagetkan dengan suara pria yang barusan tengah berbicara di belakangnya ,


"Maaf kak , aku akan kembali bekerja !! itu bos aku ,kalau ada yang ingin di bicarakan kirim pesan aja padaku ."ucap Nabila langsung melangkah kembali ke lantai bawah .


Pria tersebut hanya menganggukkan kepalanya ,dan mengerti , sementara di bawah sana Nabila sudah jengkel dengan pria yang sudah membuat nya jengkel .


"Dasar plizzer , ehh tumben sekali pria itu ada di sini ., !! aduh ... kamu ini bodoh bila ,.. ya jelaslah dia disini ... big boos gitu ..!!" decak Nabila.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu sudah menunjukan pukul 17.15 sore para pelayan restoran yang tak lain adalah karyawan kini tengah siap-siap untuk pulang ,bagi Meraka yang bekerja sip siang tengah happy ,karna lemburnya di undur .


Nabila pun ikut senang ,setelah dengar dari para pekerja lain bahwa mereka tidak jadi lembur,Kini Nabila pun tengah siap-siap untuk pulang dan melangkah untuk ke arah luar dan tengah siap menunggu gojek langganannya , di saat dia melangkah telponnya berdering tanda ada yang telpon.


Nabila melihat nomor yang tak di kenal itu ,dan menerima telpon tersebut .


"Hallo ... maaf dengan siapa ." ucap Nabila .


"Keruangan ku ,?! sekarang ."ucapnya dan langsung mematikan telpon .


Nabila terkejut setelah mendengar suara pria menjengkelkan itu ,dia melihat kembali nomor yang tadi menelponnya .


"Ini ..ini .. tidak mungkin si mata ikan itu kan , !! jika iyaa ... dapat nomor ponselku dari mana ,huh ... bodo amat !! aku tidak perduli ,menyuruh keruangannya ,cih .. yang ada dia mengucapkan perkataan pedas dan menghina ku , lebih baik aku pergi ." ucap Nabila melanjutkan langkah nya .


Di saat dia sudah di ambang pintu luar , manajer restoran memanggilnya .


"Nabila ... kamu di panggil oleh tuan Bryan ke ruangannya , cepat .! " ucap manajer .


"Tapi pak , ini sudah jadwal saya pulang ,,


"Lebih baik kau pergi ke ruangannya saja ,siapa tahu kau dapat bonus gaji , itung-itung tambah uang hasil gajimu tadi ." ucap nya enteng


"Tidak pak !! saya mau pulang ,dan saya juga mau ker


Sleebbb...


Nabila kaget ,saat pintu kaca itu bersuara ,kini dia pun melihat ke arah pintu luar ,dan pintu itu sudah tertutup rapat ,dia melangkah ke arah pintu tersebut dengan mencoba-coba menggeser nya ,tapi nihil pintu itu tidak bisa di buka.


"Pak ... ijinkan saya pulang !! saya tidak mungkin lembur sendiri , teman-teman saya aja sudah pul..


"Nabila ,di sini kamu masih banyak teman yang kerja bagian sip malam ,dan teman kamu yang sudah pulang ,emang itu udah waktunya pulang ,dan kamu ,,, masuk kerja hanya di siang hari ,bahkan sekarang kamu meminta pulang kerja dengan sama seperti mereka, sekarang cepat pergi ke ruang tuan Bryan." ucap si manajer.


Nabila menggepalkan tangannya ,dia tahu si pria sialan itu yang sudah merencanakan itu semua .


"Brengsek ... brengsek .."


"Baik ... dimana ruangannya ." ucap Nabila ketus .


Manajer itu pun melangkah ke arah tangga dengan di ikuti Nabila di belakangnya, tak butuh waktu lama ,mereka pun sampai di lantai dua ,di saat akan melangkah ke arah ruang kerja Bryan , tiba-tiba manajer itu berhenti karna melihat pemilik restoran tersebut .


"Tuan , saya sudah membawa na..


"Hemmmm .." jawab Bryan.


Bryan pun langsung membalikan tubuhnya dan melihat ke arah belakang ,kini dia mengisyaratkan manajer itu untuk pergi , manajer tersebut menganggukkan kepalanya dan berlalu pergi meninggalkan Nabila .

__ADS_1


"Tu_tua. .


"Kamu lembur hari ini ." ucap Bryan dingin .


"Apa !! ... lembur .. tapi tuan kenapa bi...


"Bersihkan ruangan saya ,karna sudah beberapa bulan saya tidak kesini ,dan kebetulan sekali ruangan saya berantakan ." ucap Bryan enteng .


"Enggak tuan ,saya harus pergi maaf tidak bisa ." ucap Nabila berbalik .


Nabila berjalan ke arah pintu untuk keluar ,di saat dia akan keluar ..pintu kaca tersebut tiba-tiba terkunci , lalu Nabila kembali melihat Bryan yang kini tengah duduk santai .


"Jika kau ingin keluar ,maka bersihkan dulu ruangan ku ,jika sudah selesai ,aku akan membuka pintu itu dan mengijinkan mu pulang ." ucap Bryan dingin...


"Tuan !! suruh tukang pembersih saja yang ...


"Jiika kau masih menolak dan memaksa ingin keluar ,aku tidak akan membuka pintu sampai pag..


"Stop .!? " ucap Nabila dengan menahan amarahnya .


"Oke .. silahkan kau masuk ke ruangan ku ,oh jangan lupa bawa sapu dan juga...


"Mengerti....mengerti ....." ucap Nabila dengan nada kesalnya .


"Brengsek ."


Kini Nabila melangkah ke arah pintu ruangan Bryan ,semetara pria itu tengah tersenyum senang sudah mengerjai gadis itu ,di saat Nabila membuka pintu tersebut dia terkejut saat melihat ruangan pria itu .


"Ruangan mu ini ." ucap Nabila tak percaya .


Nabila melihat ke arah ruangan Bryan yang begitu berantakan dia melihat ke seluruh ruangan tersebut ,buang sampah sembarangan ,dan switer milik pria itu naruh nya pun sembarangan , bekas makan pop mie pun berantakan di meja kerja pria tersebut .


"Tidak menyangka !! pria tampan sepertinya jorok sekali ., tapi kenapa waktu itu restoran ini harus di tatap di lap dengan harus bersih , tapi ...


"Kau melihat apa ,?! cepat bersihkan ruanganku ." ucap Bryan yang kini di samping Nabila .


"Mulai sekarang ." ucap Bryan kembali .


"Mulai ." jawab Nabila .


"Cepat kerjakan ,saya tunggu di kursi itu ,jika sudah selesai saya akan membuka pint....


"Pergi sana ,dan tunggu sampai aku selesai .." ucap Nabila dengan suara cempreng nya dengan menahan amarah.


Bryan tersenyum smirk, dan kembali duduk di kursi panjang yang berada di lantai dua itu , dia menyandarkan punggungnya dengan memejamkan matanya .


Satu jam lebih Nabila pun merapihkan ruangan tersebut ,jendela yang terbuka membuat angin malam masuk ke dalam ruangan itu ,Nabila melihat ke arah pintu yang terbuka ,dengan penasarannya dia pun melangkah ke arah pintu .


"Wahh .... indah banget ," ucap Nabila yang melihat bunga-bunga yang tumbuh serba warna hijau dan juga putih .


Nabila celingak-celinguk sebentar melihat ke taman kecil tersebut ,dia melangkah satu langkah untuk menyentuh bunga tersebut ,Nabila melihat pas bunga warna putih dengan tertulis nama


"Bryan .C. ..... !! apa dia menyukai warna hijau dan putih .." gumam Nabila .


Kini Nabila beranjak dari taman tersebut Kembali ke dalam dan melanjutkan ruangan pria itu , angin malam yang sepoi-sepoi masuk ke arah jendela yang terbuka ,Nabila membereskan tumpukan buku yang ada di meja dan merapihkannya ke arah rak kecil yang entah itu rak apa .


Kini dia punya ide , barang-barang tidak berguna dan semacam kertas-kertas Nabila memasukannya ke dalam lemari tersebut ,dengan susah payahnya Nabila memasukan kain itu


"Huh .. akhirnya kain itu bisa masuk dengan selamat di lemari ini ."gumam Nabila


Kini Nabila melangkah lagi ke arah bawah meja yang berserakan buku dan mengambilnya dengan di tumpuk untuk di bawa ke rak buku , di saat dia melangkah ,Nabila mendengar sesuatu dari arah meja besar pria itu .


Srekk ... srekk..srekk....


"Suara apa itu ." gumam Nabila .


Kini Nabila berjalan ke arah rak untuk menyimpan buku tersebut ,setelah itu dia melihat ke arah meja pria itu untuk melihat asal suara tadi .


"Ohh .. buku ternyata ?! jendelanya harus di tutup ,karna itulah buku ini bersuara karna ang....


Nabila melihat buku yang terkibar oleh angin itu ada sebuah foto di dalamnya , dengan penasarannya Nabila melihat buku itu dan membukanya .


"Ini kan dia.. tapi siapa wanita ini !? cantik sekali , apa wanita ini pacarnya , "


Nabila memperhatikan foto tersebut ,tentunya melihat ke arah Bryan yang tersenyum manis di foto dengan seorang wanita ,Nabila bingung dengan perasaannya di saat pria itu dengan wanita ,meskipun rasa jengkel dengan pria itu ,tapi kenapa hatinya tidak bisa menerima di saat dia bersama wanita lain .


"Entah kenapa ,di setiap dia bersama wanita ,perasaanku benar-benar sakit,"


"Sulit bagiku untuk mengatakan ,bahwa aku cemburu "


"Nabila , kamu hanya bisa cemburu sama seseorang yang mungkin tidak mencintaimu ."


"Perasaan mu tersakiti hanya karna cemburu pada pria yang tak bisa di miliki olehmu sendiri ."


"Gadis ceroboh !! apa yang kau lakukan ." ucap Bryan merebut foto tersebut.


"Aku ... a..


"Kau di sini cuman hanya untuk bersihin ruangan ku ,bukan membuka barang-barang pribadiku ." ucap Bryan


Beberapa detik lalu ke menit ,di ruangan itu ada dua orang sedang berdebat hanya karna foto ,bukan berdebat melainkan ke emosian Bryan ,Nabila yang tadi melihat Bryan dengan tatapan tajamnya hanya bisa menunduk .


Angin yang tadinya berhembus kedalam ruangan itu hilang seketika di saat Bryan masuk dan mengambil foto itu ,tidak ada suara ,tiada angin lagi ,suasana pun jadi hening seketika .


"I_itu .. tuan .!! apa itu kekasih anda .." ucap Nabila memberanikan diri bicara .


"Coba tebak pake otak bodoh mu itu ,jika benar aku Akan ...


"Apa itu pacar anda tuan ." ucap Nabila.


Bryan tidak menjawab pertanyaan Nabila ,yang di katakan Nabila benar adanya ,dia adalah pacarnya di waktu dulu ,tapi tidak dengan sekarang .


Bryan melihat ke arah gadis yang tengah duduk di lantai itu ,kini dia berjongkok dan menatap Nabila .


"Mau aku kasih tahu gak ,soal wanita yang bersamaku , aku kasih tahu ya ..,....


Tapi tiba-tiba dia terhenti berbicara saat dia melihat Nabila sepertinya ingin lebih tahu tentang asmara cinta dirinya dan juga Mona , Bryan menatap wajah gadis itu dengan sangat dalam ,Nabila yang di tatap pria itu pun memalingkan wajahnya .


Bryan tersenyum smirk ,dia mengeluarkan ponselnya dari saku jaznya dan mendekati Nabila ,tanpa sadar dia pun meraih pundak Nabila ,

__ADS_1


Cekrek ...


Bryan memotret dirinya dan Nabila ,jangan di tanya gadis itu terkejut saat pria itu merangkul pundaknya , Nabila yang saat ini pipinya tengah merona menghindari pria tersebut .


"Kalau kamu berani berkata lagi tentang wanita yang ada di foto tadi , foto ini akan aku sebarkan di kampus mu , bahwa gadis ceroboh dan bodoh seperti mu sedang berma....


"Tuan !! apa maksud anda ... baik-baik saya tidak akan bertanya lagi , saya mohon tuan ,hapus foto itu ." ucap Nabila memohon .


Bryan tidak mendengarkan Nabila ,dia berdiri begitu saja , Nabila pun berdiri untuk mengambil ponsel di tangan pria tersebut .


"Tuan saya mohon hapus foto itu ," ucap Nabila berjinjit untuk mengambil ponsel Bryan untuk menghapus foto .


Bryan terus saja menjauhkan ponselnya yang akan di rebut oleh Nabila , Bryan mundur kebelakang , dengan tangan di atas untuk menghindar dari tangan Nabila yang akan merebut ponselnya tersebut .


"Tuan saya mohon hapus foto itu ."jinjit Nabila .


"Coba saja ,jika kamu bisa hapus foto ini dan bisa ambil ponselku ." ucap Bryan yang kini kian mundur .


Di saat Bryan terus melangkah mundur, dia tidak sadar bahwa di belakangnya ada sofa dan akhirnya dia terpentok ke sofa itu dan terduduk ,hingga Nabila pun ikut terbawa dan duduk di atas paha Bryan ,karna Nabila sedari tadi menahan kerah Jaz pria itu untuk berusaha mengambil ponsel .


Deg ... deg ... deg ...


Bryan menatap wajah gadis itu dan menelan salipnya dengan kasar , lagi-lagi jantungnya berdetak kembali di saat bertemu dengan mata gadis itu ,Nabila yang tak sadar pun bertemu dengan mata pria itu , dengan cepat Nabila menyingkir dari tubuh pria itu .


"A_aku .... ahh tuan !! ini buku diary pacarmu kah .", ucap Nabila menghilangkan kecanggungan setelah apa yang terjadi barusan .


Bryan seketika langsung melihat buku itu di tangan Nabila , kemarahannya mulai meliputi dirinya ,Nabila yang melihat Bryan berubah ekpresi kembali membuatnya takut dan bergetar ,sehingga buku diary tersebut jatuh ke lantai .


"Apa kau membuka buku itu .. apa kau membacanya ." tanya Bryan dingin dan maju menghampiri Nabila .


"Ti..


"Keluar ... " ucap Bryan dingin .


Kini Bryan berjongkok mengambil buku tersebut dan menaruhnya di dada bidangnya dengan perasaan yang tak menentu , dia tidak ingin mengingat kenangan bersama kekasih nya dulu ,jika dia mengingat itu dia terlalu pahit dan sakit dimana kekasih nya terkapar di jalan dengan berlumuran darah .


"Aku bilang keluar.." ucapnya dengan nada tinggi .


Nabila lagi-lagi terkejut dengan suara pria itu , hingga Nabila meremas roknya dengan kuat , Nabila pun mundur ke belakang dan menjauh dari pria itu , Nabila pun lari keluar dengan mata berkaca-kaca karna takut.


Bryan masih berjongkok dan menggenggam buku itu dengan pikiran kalut , jika dia membuka dan membaca diary itu ,dia akan kembali rapuh ,karna dirinya tidak bisa menjaga kekasihnya ,hingga saat ini dia menyalahkan dirinya sendiri .


Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam , Nabila yang kini tengah berada di luar tidak tahu harus pulang pakai apa , dia menunggu taksi belum juga menemukannya , mau pesan gojek tas dan ponselnya di dalam ruangan Bryan, karna saking takutnya dengan ekspresi pria itu ,Nabila pergi tanpa membawa tasnya .


Stengah jam berjalan untuk kembali pulang dia sudah merasakan kakinya kram dan berhenti sejenak , dia mengingat ekpresi Bryan yang menakutkan membuat dirinya tiba-tiba menangis .


"Dia sungguh kejam dengan hanya tatapan dan suaranya doang , kenapa dia mesti marah , aku ... aku takut ...bahkan aku belum sempat baca buku itu , apa ada kenangan buruk yang membuat dia seperti itu ."


Nabila kini melanjutkan jalannya dengan celingak celinguk dengan merengkuh pundaknya karna kedinginan , Sementara di sisi lain ,pria yang kini masih berjongkok seketika pandangannya teralihkan pada tas selempang berwarna hitam milik gadis yang tadi dia usir .


Kini pandangannya melihat ke arah jam yang berada di dinding ,dia mengingat ,dia telah mengerjai dan menyuruh gadis itu membersihkan ruangannya beberapa jam ,kini dia melihat kembali tas Nabila dan berdiri ke arah tas Nabila yang berada sofa .


"Sial .. ponselnya pun di sini .", ucap Bryan yang kini tengah membuka tas Nabila .


Dengan cepat Bryan pergi dari ruangannya untuk mencari gadis itu , ada rasa bersalah karna sudah menakuti gadis itu dari satu jam yang lalu .


Di jalan .


Nabila masih berjalan untuk menulusuri jalanan dengan Isak tangisnya ,dia tidak sadar pria yang ada di depannya menghampiri Nabila yang tengah menunduk .


"Hai gadis manis , kenapa berjalan sendirian di sini ." ucap pria yang kini memberhentikan jalan Nabila .


"Si_siapa kalian ." jawab Nabila dengan mundur .


Di saat dia mundur ,dengan cepat pria itu pun ke arah belakang nabila .


"Mau pergi kemana cantik ," ucap pria yang ada di belakang Nabila .


"Jangan mendekat ,jika kalian mendekat aku akan panggilkan polisi ." ucap Nabila ...


"Alah bacot ,,, ayo kita tangkap gadis ini ." ucapnya dengan manarik tangan Nabila


"Haha.. gadis manis ,ayo kita bersenang-senang dulu ," ucap pria itu


"Tidak lepaskan aku ."ucap Nabila menendang kepemilikan kedua pria itu .


Kini Nabila pun pergi dan berlari dari kedua pria itu , dengan cepat pria itu menangkap Nabila kembali .


"Lepas..!! tolo..Mmmmmftt...


"Tolong ... siapapun tolong aku .."


Nabila di bungkam mulutnya dengan tangan pria itu ,di saat pria itu menyeret Nabila ,satu pria yang ada di belakangnya sudah terkapar lemas.


Dughh....


Pria yang menahan Nabila tadi pun kini sudah terkapar di samping Nabila, Nabila benar-benar takut hingga dia menundukan kepalanya


"Kurang ajar .!! siapa ka...


Dughh ...dughh...


"Berani kau menyentuhnya ,aku akan menghabisi mu ." ucap Bryan dengan mencengkram baju pria tadi dan menghempaskan kembali dengan kasar .


Kini Bryan melangkah ke arah Nabila yang menunduk dengan Isak tangisnya ,Nabila yang mendengar suara yang ia kenali mendongkakan kepalanya .


"Tu_tuan .. kamu kenapa .


"Merepotkan ." ucap Bryan langsung menggendong Nabila .


"Lepas ,!! turunkan aku pria brengsek ,le..


"Diam .." jawab Bryan .


Kini Bryan pun memasuki Nabila ke mobil ,setelah itu diapun masuk dan menyalakan mobilnya untuk mengantarkan pulang gadis itu


Di perjalanan pun tidak ada suara dari keduanya hanya ada deruman mobil yang bersuara ,Nabila hanya menunduk dan meremas roknya dengan menahan rasa takutnya pada pria yang ada di sampingnya itu .


15 menit perjalanan mobil yang mereka tumpangi pun sampai di depan rumah Nabila ,bryan langsung memberikan tas Nabila tanpa berbicara ,Nabila pun langsung turun dan membanting pintu mobil dengan keras tanpa mengucapkan terima kasih ,rasa takutnya masih meliputi dirinya akan hal pria itu .

__ADS_1


__ADS_2