
Sementara di mansion ,untuk kedua kalinya lagi-lagi ana tidak melihat suami nya itu di saat dia bangun , tapi dia tidak berfikir jauh ,dia tahu keadaan suami nya itu yang harus di rawat selalu , kini ana berjalan ke arah kamar mandi untuk membersih kan diri ,tak butuh waktu lama ana selesai mandi ,dan keluar menuju ruang ganti ,setelah itu dia mempersiapkan diri di cermin , ana mengingat kejadian semalam ,dimana dia masih mengingat keadaan di mansion Anggara itu cukup aneh , apalagi para pelayan..
"Sudah lah ,aku tidak ingin memikirkan hal yang membuat ku mogok di otak ."
Kini ana melangkah ke ke bawah ,dia melihat BI Ani yang tengah menyiapkan sarapan untuk Dimas , mata ana melihat ke kursi meja makan yang selalu di tempati Erland ,kursi itu masih kosong dan dia tidak melihat Erland sedari kemarin.
"Kemana dia ,aku tidak melihat nya dari kemarin ,apa yang tengah di lakukan di luar sana oleh nya , ?? Akhhh .... tidak ana ... kau tidak boleh memikirkan dia .,? tapi .. aku .....
Ana berjalan dengan wajah sedih nya ,ya di saat dirinya tidak melihat pria yang selalu membuat nya ribut seperti Tom dan jeri itu menjadi sedih Karna tidak melihat nya , dia sadari ,dia merindukan sosok pria itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat lain ,Irsan tengah di buat frustasi
oleh rengekan Sahara yang selalu menyebut Bryan sahabat nya itu , satu hari ini Irsan tidak ada waktu bersenang-senang seperti biasa ,karna dia harus mengurus wanita yang tengah berbaring lemah itu .
"Sialan Erland ,aku sudah membawa anak buah ku untuk berjaga-jaga ,tapi dia menyuruh ku untuk menjaga wanita ular ini ,"
Di saat Irsan akan melangkah untuk menelpon Stevan , tiba-tiba dia terkejut pintu yang tengah terbuka dan melihat sosok dua pria dingin itu melihat ke arah nya dengan tatapan tajam .
"Mati aku ,? bisa-bisa si datar dua itu akan membunuh ku dengan tatapan tajam nya itu ,ini semua Karana wanita brengsek itu untuk memaksa ku menelpon mereka, ? uhh sial , kenapa aku bodoh sekali kalah sama wanita itu ."
Bryan melangkah ke arah Irsan dan menarik dasi yang terpakai Di leher nya, Irsan yang di tarik itu pun terkejut terhadap Bryan.
"Dasar idiot ....aku akan membunuh mu Irsan ." ucap bryan dengan amarah nya .
Sahara yang mendengar keributan itu membuka mata nya dengan sayu ,karna keadaan dirinya tidak lah baik , dia terkejut mendengar suara pria yang dia cintai nya itu ada di depan nya yang sekarang berhadapan dengan Irsan , dia melihat Bryan yang menarik dasi Irsan dengan ke adaan marah ,Sahara pun bangkit dan menghampiri Bryan dari belakang dan memeluk nya .
"Bryan ,? aku yang memaksa nya untuk menelpon mu , jangan hajar dia ,? jika kau mau menghajar nya ,hajar lah aku ... pukul lah aku ..."
"Bryan peluk aku ,aku sangat merindukan mu ,aku janji aku akan tanggung semua kesalahan ku ,aku akan terima semua apa yang akan kau lakukan , bahkan dulu pun kau menyiksa ku yang hampir akan mati ,sekarang aku mohon padamu ,tolong peluk aku , aku hanya merindukan mu Bryan ,"
"Aku tidak menginginkanmu memaafkan aku , tapi tolong hargai aku dan pertimbangkan fakta ,bahwa aku mencintai mu , aku tahu kau sangat membenci ku ,tapi aku mohon padamu ,tolong peluk lah aku sebentar saja ."
Bryan tidak menjawab pertanyaan wanita yang tengah memeluk nya dari belakang itu ,dia sedang mencerna perkataan demi perkataan yang Sahara lontarkan .
"Menghargai perasaan mu ,? cihh ..bahkan kau takk menghargai Dimas yang tulus mencintai mu ,yang menyayangi mu ,tapi kau malah mencintai pria lain ,yang tak lain adalah aku ,sahabat Dimas sendiri .? cinta drama mu hanya haus akan hal harta untuk Dimas ,wanita seperti mu tidak pantas untuk di hargai ,? sialan , sekarang aku harus terjebak dalam pelukan wanita ini ,? tapi aku lakukan semua ini untuk Dimas ."
Sahara melepaskan pelukan nya dari bryan ,dia berbalik menghadap bryan dan menatap pria itu , Bahkan pria itu tidak menghiraukan tatapan dari Sahara ,dia memasangkan wajah dingin nya melihat ke arah lurus .
"Bryan."
Di saat Sahara melihat Bryan , tiba-tiba tangan Bryan mencengkram pipi Sahara dengan kuat .
"Lihat lah ,wajah cantik mu berkurang ,Karna dengan kejahatan mu itu ? apa kau lupa ,Bryan lebih suka sama putri baik dan juga senyum manis ." ucap Bryan dengan menatap tajam Sahara .
Kini Bryan melepaskan cengkraman itu di wajah Sahara ,dia mendatangi Sahara hanya untuk menenangkan nya demi Dimas .
"Sahara menurut lah ,dengan keadaan mu yang seperti ini ,kau butuh tenaga ,? aku datang kesini hanya untukmu ,apapun yang telah di siap kan teman ku ,dan apapun makanan yang di sediakan di samping ranjang itu kau harus memakan nya ,." ucap Bryan menatap Sahara dengan menahan amarah nya .
__ADS_1
"Tangan wanita ini yang tadi memelukku penuh dengan darah Monalisa , bagaimana bisa aku bekerja keras merayu nya dengan seperti ini .? Menjijikan ."
"Bryan ,kau masih belum memelukku ." ucap Sahara yang tengah menunggu Bryan di hadapan nya ,
Bryan menggepal kan tangan nya ,bagaimana bisa wanita yang ada di depan nya itu sungguh murahan, kini Bryan pun terpaksa memeluk wanita itu dengan keadaan menahan amarah nya .
"Apa kau puas sekarang ." ucap Bryan yang memeluk nya dengan sangat kencang .
"Uhh ... Bryan i_ini sangat kuat ,a_ku tidak bisa bernafas."
Bryan melepaskan pelukan itu ,di saat dia akan menghindar dari Sahara ,dada bidang Bryan di sentuh oleh Sahara .
"Bryan ,aku tidak mendengarkan detak jantung mu ,apa kau sedikitpun tak mencintai ku ." ucap Sahara yang tengah meraba dada Bryan .
Bryan yang tengah di perlakukan oleh Sahara layak nya pelacur membuat rahang nya mengeras .
"Sahara ,jika kau tidak mendengarkan perkataan ku barusan ,aku tidak akan segan-segan membunuh mu sekarang juga ." ucap Bryan yang mencekik leher Sahara .
"Ba_baik Bryan ,a_ku akan memakan makanan itu ,t_tapi aku mohon kau jangan pergi ." ucap Sahara dengan tercekat .
Kini Sahara pun berjalan ke arah ranjang di mana dia duduk dan menghadap ke meja kecil yang di penuhi makanan , Irsan dan Erland hanya melihat pertunjukan wanita itu ,Bryan yang melihat itu pun merasakan sakit hati nya ,dia merasa bersalah pada sahabat nya itu ,,dia sakit hati mengingat Dimas sahabat nya itu ,demi orang yang di cintai nya ,apapun yang di inginkan wanita itu ,dia melakukan semua keinginan Sahara di waktu dulu .
"Dim ... andaikan dia menghargai perasaan mu ,kau pasti akan lebih beruntung mendapat kan nya ,tapi hidupmu ,kebaikan mu ,ketulusan mu ,di hancurkan berkeping-keping oleh wanita ini , maafkan aku dim ,aku sahabat yang telah menghancurkan mu ,andaikan aku tidak di sisimu ,mungkin wanita ini tidak akan bisa bertemu dengan ku dan mengganggu ku ,hingga kehidupan mu hancur Karna selisih aku dan juga wanita ular ini ,aku harap setelah dia berada di keluarga Anggara ,kau sesegera mungkin bisa melakukan oprasi ,jika kau sembuh kau harus berhadapan dengan wanita ini di keluarga anggara untuk lebih lama , agar kau tahu kebusukan wanita ini yang sesungguh nya ,kami melakukan ini untuk mu ,? Bahkan dulu kau tak pernah mendengarkan ku untuk percaya ,tapi kau lebih peduli ,melindungi ,dan memaafkan nya, aku harap dengan dia di sisi mu lebih lama , sedikit-sedikit pasti kau akan mencium kebusukan nya ."
Erland dan Irsan yang tengah menonton itu pun rasa nya meledak-ledak dengan wanita itu ,apalagi Erland yang tengah menahan amarah nya .
Sahara telah memakan makanan yang sudah di siapkan Irsan itu sudah habis , Bryan yang melihatnya pun berbalik dan akan melangkah ke luar ,di saat dia melangkah ,langkah nya terhenti saat Sahara memanggil nya .
"Bryan kau mau kemana ," ucap Sahara berdiri dari duduk nya menghampiri Bryan ,.
Kini Sahara menghadap ke arah Bryan ,Sahara berjinjit dan mencium bibir Bryan, Bryan yang di perlakukan seperti itu oleh Sahara dia langsung mencengkram leher Sahara .
"Berani nya kau menyentuhku wanita pelacur ." ucap Bryan yang tengah mencengkram Sahara .
Irsan dan yang melihat Bryan seperti itu terkejut ,tidak dengan Erland ,pria itu melihat pertunjukan yang ada di depan mata nya dengan santai .
"Bryan ,tunggu ... kau jangan melakukan itu ,jangan sampai dia mati , pikirkan kan Dimas ," ucap Irsan yang tengah meneriaki nya .
Lagi-lagi Erland terkejut dengan perkataan Irsan yang menyebut nama kakak nya ,karna kebencian Erland pada Sahara membuat nya tidak perduli apapun yang terjadi pada wanita itu ,kini dia melihat dengan sadar apa yang tengah di lakukan Bryan pada wanita itu .
"Bryan ," ucap Erland mengisyaratkan agar Bryan berhenti melakukan nya .
Bryan pun melepaskan nya dan pergi ke luar dari tempat itu , kini dia menatap Erland sahabat nya itu .
"Aku akan balik , wanita ini kaya nya sudah kenyang dan sudah puas melahap bibir ku ,Erland kau tak perlu menyiksa nya lagi ,sudah cukup aku tambah penyiksaan nya, sekarang kita hanya pikirkan Dimas ." ucap Bryan berjalan ke luar .
Erland melihat Sahara yang tengah tersenyum itu ,dia sudah puas mendapatkan nya , meski tidak bisa memiliki pria yang dia cintai itu ,setidak nya dia sudah bertemu dengan Bryan, Erland tengah melihat wanita yang tengah tersenyum itu layak nya orang gila.
"Benar .?! yang penting sekarang adalah kesembuhan kakakku , jika dia mati ,kakakku tidak akan bisa melakukan oprasi ."
__ADS_1
Kini Erland berjalan menghampiri Irsan dan menyuruh nya untuk mengikuti nya keluar .
"Jaga dia ,jangan sampai lolos .? dia wanita cerdik , aku bisa saja tadi membiarkan Bryan membunuh nya ,,tapi membunuh mu kapan saja jika dia lolos dari tempat ini ." ucap Erland yang tengah menyalakan roko nya .
"Sialan kau ,? cara wanita itu bertindak dengan detik pertama ,dia adalah manusia, berikutnya dia seperti Monster, kau jangan menakuti ku erland ,cukup sudah dengan wanita itu ,aku sudah ingin pergi dari sini ."
"Bahkan mulut wanita itu beracun , sayang sekali kekhawatiran ku , tidak heran jika Dimas tertipu dengan rayuan nya ."
Erland tidak menghiraukan nya , dia pergi meninggalkan Irsan ,dia melangkah ke arah mobil untuk kembali ke mansion, tak butuh waktu lama ,Erland pun sampai di halaman mansion ,dia masuk dan di sambut oleh para pelayan ,tapi Erland tidak menghiraukan nya ,dia berjalan ke ruang tamu dan duduk di kursi dengan memikir kan yang telah terjadi di hari ini , dalam sekejap tiba-tiba dia memikirkan ana yang melintas di pikiran nya .
"Anatasya ,? jika aku memikirkan nya dengan hati-hati, itu sebenarnya nama yang cukup gila ,dia begitu polos , baik ,dan pendiam , tapi sesekali dia suka menjadi anak kucing dan terkadang dia berubah seperti macan betina di saat berhadapan dengan ku ,hemmmm ??? dia juga wangi ."
Erland memikirkan dimana dirinya bersama ana yang selalu beradu mulut mengingat nya ,perasaan yang tadi tidak baik dalam pikiran nya kini berubah menjadi bahagia dan tersenyum disaat mengingat istrinya itu , sudah sepuluh menit Erland duduk di ruang tamu kini dirinya berdiri melangkah untuk ke atas ,di saat di melangkah ,dia melihat ana yang akan ke dapur.
Erland mengikuti istri nya itu dan bersembunyi di balik dinding tembok ,di saat ana ke luar dari arah dapur ,ana di bungkam oleh tangan Erland dari belakang ...
"Mmmmm....mmmm..."
"Erland , ?apa yang akan dia lakukan ."
Kini Erland membalikan tubuh ana menahan tengkuk nya dan langsung ******* bibir ana, beruntung para pelayan sudah masuk ke kamar nya masing-masing, ana mendorong tubuh Erland dengan kuat dan menahan amarah nya .
"Erland apa yang kau lakukan , lagi-lagi kau berbuat semau mu ,ini area dapur , kau bajingan tidak tahu malu ." ucap ana dengan amarah nya.
"Erland pikirkan dengan keadaan kakak mu ,kau tidak boleh memperlakukan itu padaku , ? Erland ,apa kakak mu tahu kau begitu padaku ." ucap ana lagi dengan amarah nya
"Kau di serahkan oleh kakakku untuk ku ,jadi bagaimana menurut mu ."ucap Erland enteng.
"Apa maksud nya , apakah mereka berdua .. ingin ... ingin....? ahhh ... sungguh gilaa ...
Di saat ana berpikir dan mencerna perkataan Erland , tiba-tiba ana di angkat oleh Erland layak nya membawa karung berisi beras.
.
.
.
.
.
.
hai readers ... .
aku tak perduli kalian mau berkomentar apapun 😁 bersabar lah untuk jadi orang penasaran dan geregetan , ! ? mau seru atau tidak nya itu hak kalian ,suka atau tidak nya itu terserah kalian.
jangan lupa tinggal kan jejak nya atuuh ... nih hadiah nya aja masih sepiwww Bae ....😁😁😁😁😜😜😜
__ADS_1