Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Rencana omah .


__ADS_3

Setelah selesai mandi keduanya tengah siap dengan pakaiannya masing-masing, ana berjalan melangkah ke arah suaminya yang kini memakai dasi dan membantunya memasangkan ,


Erland tersenyum saat melihat istrinya membantu memasangkan dasi dengan serius ,pertanyaan satu jam yang lalu belum terjawab oleh istrinya itu .


"Jadi ..." ucap Erland .


"Jadi apa ." jawab ana .


"Gimana ,apa kamu siap punya anak banyak dari aku ." ucap Erland .


"Hemm ... jika sudah di takdirkan untuk punya anak banyak ,ya aku siap-siap aja mas .." jawab ana .


"Jangan terlalu berpikiran dulu untuk mempunyai anak banyak ,anak yang ada di perutku aja belum lahir mas ." ucap ana kembali .


"Emmm ... tapi aku ingin banyak ." rengek Erland.


Ana menghela napasnya berat ,suami yang ada di depannya itu kenapa jadi manja ,ana tidak menghiraukan rengekan suaminya itu ,dia melangkah mengambil jaz untuk di pakaikan ke suaminya .


"Sayang ."


"Hemmmmm..."


Erland tidak menjawab, setelah ana memakaikan Jaznya ana menatap wajah suaminya itu .


Cup ..


Ana kembali melihat suaminya setelah mencium ,melihat suaminya yang masih diam aja , dia pun Kembali mencium pria itu .


Cup ...


Kini Erland menarik pinggang ana pelan dan ******* bibir ana dengan lembut , ana yang melihat mata suaminya terpejam membalas ciumannya ,kini ana pun memejamkan matanya ,di saat dia memejamkan matanya ,Erland membuka matanya dengan masih ******* bibir ana ,hingga beberapa menit kemudian keduanya melepaskan ciuman itu ,Erland menatap wajah cantik istrinya dengan mesra.


"Kau menggodaku Anatasya ."


"Sudah akh , aku gak akan menggoda mu lagi ,?! ayo sarapan .." ucap ana menarik tangan Erland


"Tapi aku sudah sarapan sayang ," ucap Erland berhenti dari langkahnya .


"Haahh ....!! Sara...


Erland menarik tangan ana dalam dekapannya , lagi-lagi Erland membungkam bibir ana penuh cinta .


"Ini sarapanku ." ucap erland melepaskan ciumannya .


Ana menarik tangan suaminya untuk segera keluar dari kamar ..


"Mas jangan begini terus ,ayo kita kelu....


Ana terkejut saat dirinya membuka pintu kamar ada dua orang di ambang pintu yang entah tau sedang apa ,dan semenjak kapan ada di depan pintu kamar ,Karna saat ini Erland dan ana sudah pindah ke kamar yang ada di bawah .


"Apa kau belum kenyang sarapannya ." ucap omah dengan di angguki Dimas .


"Ohh .. belum dong !! omah dan kak Dimas mau lihat adegan sarapan ku secara live .." ucap Erland dengan menarik tangan ana .


"Mass .... "


"Dasar bucin .!! apa kalian tidak dengar kakakmu ini dari tadi ketuk pintu " ucap Dimas berdecak dan berbalik berjalan meninggalkan dua pasutri itu .


"Ayo sarapan ?! kakakmu dari tadi nunggu kalian untuk sarapan ." ucap omah dengan cekikikan .


"Kenapa omah cekikikan begitu , " ucap Erland.


"Tidak apa-apa ..ayo cucu menantu ." ucap omah dengan di angguki ana .


Kini mereka sampai dimeja makan untuk sarapan ,Dimas dan Sahara sudah terlebih dahulu makan ,ana menyiapkan sarapannya untuk suaminya itu .


Sahara melihat ana yang tersenyum melayani Erland , beberapa hari yang lalu apa yang dia lakukannya itu gagal , kenapa melihat ana baik-baik saja membuatnya tidak mengerti dengan obat yang sudah dia campurkan pada sarapan ana .


.


Sahara melihat ke arah Dimas ,dia tak sengaja melihat ke arah wanita paruh baya yang ada di sampingnya itu , kini pandangannya ke arah leher paruh baya itu , dengan cepat Sahara membalikan kepalanya dan melanjutkan makannya .


"Kalung itu ... kenapa bisa ada di lehernya ,?! aku tidak salah lihat kan ."


Sahara mengingat kalung itu sudah dia jual ,tapi kenapa sekarang ada di leher wanita paruh baya yang ada di sampingnya itu, Sahara pun berpikir keras dengan apa yang barusan dia lihat .


Selang beberapa menit mereka telah selesai dengan sarapannya , Erland melihat ana membantu pelayan menghampiri istrinya itu .


"Sayang jangan lakukan itu , biar pelayan saja ." ucap Erland menahan tangan ana


"Mas aku cuma ban..


"Pelayan ,jika kalian melihat istriku seperti ini kalian jangan diam saj..


"Mas ... kamu keterlaluan dan berlebihan ,kamu jangan marahin mereka aku hanya ing...

__ADS_1


"Sayang .. maaf .. maafkan aku ... aku cuman tidak ingin kamu melakukan itu ." ucap Erland menatap mata ana ...


"Mereka gak salah ,aku cuma membawa piring kotor itu ,tapi kau sudah meneriakinya .."


"Iya ..iya .. lain kali jangan di ulangi lagi ya .." ucap Erland menghapus tetesan bening yang ada di pelupuk mata istrinya .


"Hemm .. ayo kamu harus berangkat ,nanti telat ." gumam ana berbalik meninggalkan suaminya itu


Erland mengikuti langkah istrinya yang kini menuju keluar , sesampainya di depan ana memberhentikan langkahnya .


Erland berjongkok, dia mengelus-elus perut ana dan menciumnya , kini dia berdiri dan mencium kening istrinya itu .


"Aku berangkat dulu ya , " ucapnya dengan di angguki ana .


"Mass jangan ngebut , " ucap ana kembali dengan di angguki Erland .


Orang-orang yang melihat keromantisan mereka menjadi salting , pelayan yang sudah menyiram bunga jadi kelimpungan dan menyalakan keran kembali untuk menyiram bunga itu lagi untuk menjaga matanya agar pura-pura tidak melihat .


Begitu juga Dimas dan omah yang tak sengaja melihat mereka di depan pintu , tidak dengan Roy dan bi Ani ,dia sudah biasa terciduk dengan kedua orang itu ,


Setelah keberangkatan Erland ,Dimas dan omah pura-pura tidak melihat keromantisan mereka ,di saat ana masuk kedua orang itu pura-pura melihat majalah yang ada di tangannya .


"Omah majalahnya kebalik ." ucap ana


"Eh .. hehe iya .. aduh pantesan omah agak sedikit aneh membacanya , ternyata kebalik yah , maklum sayang omah sudah tua ."ucap nya tersenyum kikuk .


Sementara Dimas ,dia santai saja melihat ponselnya tanpa menghiraukan perkataan sang omah ,ana yang melihat kedua orang itu serasa aneh ,tak berpikir panjang lebar ,ana melangkah ke kamarnya dengan masih melihat ke arah belakang ,setelah itu dia membalikan pandangannya ke arah pintu kamarnya .


Kini kedua orang di ruang tamu itu cekikikan setelah kepergian ana ,wanita paruh baya itu seketika berhenti dari tawanya ,dia melihat Sahara yang menghampiri Dimas .


Wanita paruh baya itu pun berdiri untuk pergi meninggalkan Dimas dan juga Sahara ,di saat dia melangkah ,dia ingat akan hal sesuatu , pandangannya beralih pada para pelayan ,lalu melihat Dimas dan sahara yang tengah tertawa, pandangan wanita paruh baya itu tiba-tiba melihat ke arah bi Ani .


"Baiklah rencana akan di mulai dari sekarang "


"Bi Ani ... tolong kumpulkan pelayan di ruang tamu samping .." panggil wanita paruh baya itu .


Bi Ani yang tengah berjalan seketika diam ,untuk apa nyonya mengumpulkan pelayan di ruangan tamu ,bi Ani hanya mengangguk patuh dengan apa yang di perintahkan nyonya besarnya itu .


Dimas dan Sahara yang tengah mengobrol teralihkan pandangannya pada wanita paruh baya itu .


"Omah ,, ada apa .?! " tanya Dimas.


"Roy ... ikut saya ke ruang tamu sebelah ." ucap wanita paruh baya itu .


Dimas dan Sahara yang heran akan hal wanita paruh baya itu, kini dia mengikuti kemana paruh baya itu melangkah , Dimas melihat paruh baya itu tengah duduk di sofa, para pelayan pun sudah terkumpul berdiri termasuk bi Ani yang ikut berdiri di samping para pelayan lain.


"Saya akan tanya pada kalian , ?! siapa di antara kalian yang menemukan kalungku berliontin bunga mawar seperti yang aku pakai ini , kalung itu kalung couple yang di buat oleh design khusus ," ucapnya yang menatap para pelayan itu .


Degggg..


Sahara seketika kaget saat wanita paruh baya itu menanyakan kalung yang di maksudnya , tapi Sahara berusaha tenang ,Karana wanita paruh baya itu hanya menanyakannya ke para pelayan di mansion .


"Kami tidak melihatnya nyonya " serempak pelayan itu .


Dimas mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan wanita paruh baya itu , kalung couple yang membuatnya bingung akan hal ucapan wanita paruh baya itu .


"Omah ..


"Jika kalian tidak mengakuinya saya akan periksa kamar kalian masing-masing dan Roy yang akan memeriksanya ,jika kalian tid ...


"Omah ,semenjak kapan kau kehilangan kalung ."tanya Dimas .


"Satu bulan lalu ,dimana omah dua hari di mansion ,Dimas omah lupa dimana kalung itu ,omah sudah cari-cari di kamar omah tapi tidak omah temukan ," ucap omah melihat ke arah Dimas .


Dimas melihat ke arah para pelayan ,lalu melihat pandangannya ke arah wanita paruh baya itu, lalu kembali menatap para pelayan .


"Dari kalian yang bergantian setiap harinya membereskan kamar nyonya besar ,apa kalian sama sekali tidak menemukan kalung itu ." ucap Dimas


"Tidak tuan , kami tidak menemukan apapun di kamar nyonya besar ,jika pun kami melihatnya ,kamu tidak berani melakukan perbuatan yang tidak baik itu ." ucap pelayan serentak .


Dimas melihat para pelayan itu dengan teliti ,dari pandangannya pelayan itu mengatakan yang sejujurnya .


Wanita paruh baya itu mengedipkan matanya ke arah Roy untuk segera bereaksi ,Roy yang melihatnya pun mengerti .


"Ahh nyonya besar ,kenapa anda tidak melihat cctv saja ,di kamar anda terpasang cctv ,kemungkinan bisa terlihat anda menaruh kalung itu dimana ,jika pun ada yang mengambilnya akan kelihatan siapa orangnya ." ucap Roy .


Sahara terkejut setelah mendengar perkataan Roy ,dia sudah gemetar di samping Dimas ,dia tidak tahu bahwa di kamar wanita paruh baya itu ada cctvnya .


"Cctv "


"Apa ?! Roy kau memasang cctv di kamarku ,kau tidak melihat reka....Ohh Roy kau terlalu lancang ,gimana jika aku telanjang akan memakai baju tersorot kamera cctv itu ,," ucapnya wanita paruh baya itu .


Roy mengerutkan keningnya ,kenapa wanita paruh baya itu berbicara tidak sejalur , bahkan dia tidak berani membuka rekaman cctv yang ada di kamar nyonya besarnya itu .


"Nyonya besar ,, apa yang anda katakan ,bukannya anda yang menyuruh saya untuk memasang cctv di bulan lalu ,?! nyonya apa anda akan membawa saya dalam masalah ini ."

__ADS_1


"Roy kenapa kau diam , ?! jika kau memasang cctv di kamarku .. aku ingin lihat sekarang ."


"Ah hah... iya-iya nyonya besar ,saya akan membawa komputer itu untuk melihat rekaman cctv itu ." ucap Roy gelapan .


Kini Roy pun melangkah ke luar untuk pergi ke ruang kerjanya untuk mengambil komputer ., selang beberapa menit dia sampai dan mendorong meja yang di atasnya ada komputer , untuk di bawa ke ruang tamu samping .


"Nyonya besar , kenapa anda harus menyangkut saya ,bukannya anda yang merencanakan ini ,kenapa gak langsung di ponsel anda saja lihatnya ,"gumamnya .


Roy pun mendorong meja itu menuju ruang dimana tadi dia ikut berkumpul ,tak butuh waktu lama ,Roy kini tengah menyalakan komputer nya ,wanita yang berada di samping Dimas sudah tegang bukan main , bukan hanya Sahara yang tegang , tapi para pelayan pun tegang , Sahara yang sudah merasakan panas ingin segera pergi dari tempatnya sekarang .


"Dim_Dimas .. aku ke kamarku dulu ya ." ucap Sahara..


Di saat Sahara akan melangkah ,Dimas menarik tangan Sahara dan menggenggamnya .


"Temani aku ." ucap Diman dengan tersenyum .


Sahara tidak bisa menghindar lagi jika sudah bersama Dimas ,apalagi pria itu menahan nya ,


"Sialan ,Sahara kau bodoh ,?! di mansion ini terpasang cctv bahkan kau tidak menyadarinya ,bahkan pria ini menahan ku di sini "


Roy kini telah mulai memegang mouse untuk membuka file dan melihat rekaman cctv yang di perintahkan nyonya besarnya itu ,dari rekaman tersebut terlihat dari satu Minggu lalu hanya ada BI Ani dan juga nyonya besarnya itu , lalu Roy melihat rekaman cctv yang sudah tersimpan di bulan lalu dan kini dia memperlihatkan rekaman itu .


Detik ,menit ,telah berjalan , mereka melihat ke arah komputer itu dengan seksama ,Roy melihat Sahara yang tengah berada di samping ranjang dan mengambil ponsel nyonya besarnya itu ,dan tak terduga Sahara melihat kalung itu hingga memasukan nya ke dalam saku .


Dimas yang melihatnya tidak percaya ,apa yang di lakukan Sahara selama tinggal di mansion sudah sejauh ini , pasalnya di mansion hanyalah kamar yang tidak di pasang cctv ,kini dirinya melepaskan Sahara dan melihat ke arahnya .


"Sahara ,bagaimana mungkin kau bisa masuk sembarangan dan melakukan itu, kau mengambil milik barang omah.." ucap Dimas dingin melihat ke arah Sahara .


"Di_dimas .. aku ,,aku tidak masuk ke kamar omah ,tapi waktu itu aku di suruh omah untuk mengambil ponsel omah dan itu...


"Dan apa ?! ,jika memang omah menyuruhmu mengambil ponselnya ,lalu kenapa kau sembarangan mengambil barang omah ," ucap Dimas menatap wanita itu dingin .


"Aku .. ak..


"Sudahlah Dimas ,omah memang menyuruh Sahara ke kamar untuk mengambil ponsel ,tapiiiiiii........ omah juga tidak menyangka Sahara mengambil kalung omah ." ucap nya kini melihat ke arah Sahara .


"Sahara !! jawab aku ... kenapa kau mengambil kalung omah , ?! lalu ,apa kalung itu masih ada padamu ,jika masih ada kembalikan pada omah ku" ucap Dimas


"Dimas sudah ,?! mungkin Sahara menyukai kalung itu , ?! baiklah ... Roy sekarang kau boleh bereskan semuanya , dan kalian boleh kembali bekerja ." ucap wanita paruh baya itu pada pelayan .


"Dimas , omah sudah me....


"Sahara !! kau belum menjawab pertanyaan ku , kenapa kamu bisa lakukan itu , lalu .. dimana kalung itu dan kembalikan pada omah. " desak Dimas .


"Ka_kalung itu .. su_sudah aku jual ."


"Jual ... ?! itu tandanya menghasilkan uang ...?! Sahara apa kartu black card yang aku berikan padamu itu tidak cukup ,aku memberikan kartu itu untuk mu apapun yang kau mau ,kau bisa memakainya dengan kartu itu ," ucap Dimas dingin .


"Dimas ,aku .. aku awalnya hanya menyukai kalung itu ,dan gak niat menjualnya ,tapi ..


"Sudahlah ,?! omah ... berapa harga kalung itu aku akan menggantinya ,katakan berapapun Harganya aku akan kembalikan ," ucap Dimas yang masih melihat ke arah Sahara dengan tatapan dinginnya .


"Dimas ... ?! sudahlah ,jika memang itu sudah Sahara jual gapapa ,kau tak perlu mengganti....


"Roy ... ikut aku keruangan ku ." ucap Dimas melangkah dengan di ikuti Roy .


Kini tinggallah omah dan juga Sahara di ruangan itu , wanita paruh baya itu tersenyum menyeringai ke arah Sahara , Sahara yang melihatnya pun menahan amarah pada wanita paruh baya itu .


"omah sengaja kan melakukan itu padaku , " ucap Sahara .


"Apa ?! sengaja ... jika pun tidak di sengaja , kau pasti akan mengambilnya bukan .. " ucap wanita paruh baya itu .


"Sekarang gimana, jika Dimas sudah tahu kelakuanmu seperti itu ,apa kau bisa merengek lagi .." ucapnya dengan tertawa kecil .


Wanita paruh baya itu pergi meninggalkan Sahara yang berada di ruangan itu , dia menggepalkan tangannya dan berpikir .


"Tidak !! Dimas .. Dimas pasti membenciku ,tidak bisa di biarkan ,aku harus mencari cara agar Dimas tidak membenci ku Karana kalung itu ."


Kini Sahara berjalan pergi meninggalkan ruangan itu ,dia melihat ke seisi ruangan dia tidak sadar bahwa ruangan itu sudah terpasang cctv tersembunyi .


'Akh sialan ... kenapa kau bodoh sekali Sahara ....."


Kini dia melangkah ke arah dimana Dimas berada ,di saat dia akan melangkah , tiba-tiba Dimas muncul dari ruang kerjanya dan berpasan dengan Sahara .


"Dim...dimas "


"Dimas ,aku memang salah ,maafkan aku Karana sudah lancang menjual kalung itu ,aku ...


"Sudah , ?! lain kali kau jangan lakukan itu lagi .." ucapnya yang kini menangkup wajah Sahara .


Sahara langsung memeluk pria itu ,dia menangis dengan kesalahannya ,dia takut sampai Dimas mengusirnya ,kesempatan yang dia inginkan akan sia-sia jika pria itu membuangnya begitu saja .


"Sahara hari ini aku bisa saja memaafkan mu dengan sandiwara ku ini , ?! tidak lama lagi aku akan memberi peringatan dan menjebak mu ."


Dalam hatinya ,Dimas sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi ,wanita yang ada di pelukannya kini tengah mengeluarkan air mata palsu .

__ADS_1


__ADS_2