
Erland yang kini berada di ruang oprasi tengah menunggu Dimas untuk sadar ,sudah dua puluh menit Erland tengah menunggu kakak nya untuk sadar ,di saat Erland tengah duduk menutup mata nya , tiba-tiba Dimas sadar dan membuka mata nya dengan pelan.
"Aku seperti di rumah sakit, aku ...aku masih hidup."
Dimas membuka mata nya dengan perlahan , samar-samar dia melihat langit-langit rumah sakit dan dia melihat Erland yang tengah duduk di kursi ,Bryan yang baru membuka mata nya melihat Dimas tengah sadar langsung berdiri dari sofa nya untuk menghampiri Dimas .
"Dim... Dimas ,gimana keadaan mu ." ucap Bryan seraya menghampiri Dimas .
Erland mendengar Bryan mengatakan Dimas membuat dirinya bangun dan melihat ke arah Dimas ,Erland langsung berdiri melihat kakak nya tersebut
"Kakak ... syukur lahh kau sadar kembali ."
Dimas tidak menjawab pertanyaan Bryan dan juga Erland ,dia masih memikirkan kejadian yang dia lakukan dimana dia melukai dirinya sendiri , kini dirinya tengah melihat Erland dan menatap nya .
"Erland ,aku mendengar suara Sahara, ? apa aku hanya mimpi ." ucap Dimas yang masih sedikit linglung .
"Tidak ... kau tidak mimpi ,Sahara memang masih hidup ,dia berada di rumah sakit ini ,bahkan dia juga menjaga mu seharian lebih ." ucap Erland langsung menatap Bryan untuk menyuruh membawa Sahara kesini .
Bryan pun terpaksa harus keluar untuk membawa Sahara ke hadapan sahabat nya itu .
"A_apa maksud mu ,sa_sahara masih hidup ,Erland apa kau bercanda ,Erland kau pasti bercanda padaku .. " ucap Dimas dengan keterkejutan nya .
"Kak tenang dulu ,kau jangan bergerak ..aku akan panggilkan dokter dulu terlebih dahulu ,sebelum kau bertemu dengan Sahara ." ucap Erland yang akan melangkah
"Tidak Erland ,jangan.? ....
Dimas terkejut saat melihat Sahara berada di ruangan itu ,Erland yang akan melangkah pun terhenti saat melihat wanita yang tengah berdiri tak jauh dari nya ,Dimas yang melihat Sahara menghampiri nya langsung menutupi dirinya di balik selimut ,
"Dimas kenapa kau bersembunyi dari ku , aku ,aku sudah melihat kau di ruang rawat , jadi tak perlu bersembunyi dari ku .",ucap Sahara melangkah lebih dekat lagi .
"Tapi dengan kondisi ku sekarang ini ......
"Dimas ...kau harus segera sembuh .. aku membutuhkan mu ." ucap Sahara yang tengah berjongkok di brankas Dimas .
Dimas terkejut setelah melihat Sahara seperti itu dengan keadaan menangis , Dimas melihat Erland yang tengah berjalan keluar dan pergi dari ruangan tersebut , Erland berdiri di ambang pintu dengan berpikir .
"Apa itu yang di namakan cinta ,tapi Sahara mencintai kakak ku hanyalah palsu , dia melakukan itu pasti karna Bryan."
Kini Erland pun berjalan pergi ke arah ruangan di mana ana berada bersama bi Ani , sementara di ruangan lain Dimas masih saja terkejut melihat wanita yang dulu dia cintai nya masih hidup .
"Sahara .. jangan menangis , kenapa kau menangis , " ucap Dimas menatap sahara ..
"Aku .. aku ...
"Aku tahu ,kau meninggalkan ku ... ?? tapi aku tidak pernah menyalahkan mu , aku tidak menyalahkan orang lain.", ucap Dimas dengan tersenyum tipis .
Sahara merasa aneh dengan sikap Dimas , pria yang berhadapan dengan nya seperti bukan Dimas yang dulu , bahkan dirinya sudah pergi tiga tahun lama nya tapi tidak ada reaksi rasa rindu pada dirinya .
"Dimas ..aku_??? cepatlah sembuh ,aku sangat membutuhkan mu ." ucap Sahara memegang tangan Dimas .
Dimas terkejut dengan apa yang dia lihat , Dimas melihat mata wanita yang kini telah menangis di hadapan nya ,dalam hati nya dia sangat merindukan sosok wanita yang tengah menangis itu .
"Bagaimana pun keburukan mu yang kau lakukan padaku ,aku tetap mencintaimu ,meski sekalipun kau membunuh ku pun aku akan tetap masih mencintai mu ., aku tidak perduli di hati mu ada aku atau tidak , tapi di hatiku tetap ada kamu ,sekalipun kau mencintai orang lain ,tapi di hatiku tidak akan tergantikan oleh siapapun ."
"Sahara. . berhenti menangis ..aku berjanji, akan sembuh .. ?? aku dengar kau menjaga ku seharian lebih di ruang rawat ku , kau jangan membuang-buang air mata ini , karna air mata ini begitu berharga bagiku , karna kau sudah menjaga ku seharian ini, istirahatlah ." ucap Dimas yang tengah menghapus air mata Sahara .
"Sahara ,aku mencintai mu selama lima tahun lebih ini dan sekarang aku melihat mu menangis ,apa air mata ini benar-benar air mata mu ."
__ADS_1
"Dimas kau baru bangun , seharus nya kau di periksa dulu oleh dokter ,aku panggilkan dokter ya .." ucap Sahara yang di angguki Dimas .
Disaat Sahara melangkah ,dokter asing tengah masuk untuk memeriksa kondisi Dimas, Sahara kembali berbalik ke arah Dimas .
"Dimas .. aku akan kembali lagi nanti ,kau harus di periksa dulu , semoga kau sehat selalu ." ucap Sahara memegang tangan Dimas .
"Iya .." ucap Dimas menatap sahara .
Kini Sahara pun tengah melangkah keluar ,di saat Sahara keluar ..dia mengibas-ngibaskan tangan nya yang tadi tengah memegang tangan Dimas ..
"Ihhhh ... rasa nya aku ingin cepat-cepat mandi ,, ?? tapii tunggu ,kenapa sikap dia agak sedikit aneh , apa karna kebakaran itu , ? aku tidak perduli ... aku harus cepat-cepat bujuk dia untuk oprasi ,? tapi kejadian itu .....
Sahara memikirkan di mana dirinya ikut andil dalam kebakaran itu , dia melihat pintu ruang oprasi itu dengan melangkah ke belakang ,di hati nya ada rasa sedikit menyesal setelah apa yang di lakukan nya, apalagi di saat Sahara melihat tatapan Dimas ,pria itu tidak sehangat waktu dulu pada dirinya .
Sahara melanjutkan jalan nya ke arah di mana dia masuk ke ruang rawat yang dia tepati ,dia melihat Irsan tengah duduk santai bersama Bryan ,Bryan yang melihat Sahara kembali kini dia berdiri menatap Irsan .
"Urus dia .."ucap Bryan pada Irsan ,Kini dia melangkah ke luar tanpa melihat ke arah Sahara .
Irsan yang melihat Bryan pergi langsung menatap Sahara yang tengah menundukan kepala nya ,Sahara yang di tatap oleh Irsan dia melihat nya dengan sinis pada Irsan ,Irsan terkejut dengan tatapan yang di berikan oleh Sahara .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain Erland yang baru saja masuk melihat ana yang tengah tertidur di sofa di temani bi Ani ,bi Ani yang melihat Erland akan berbicara di tahan oleh Erland dengan telunjuk di bibirnya , bi Ani yang paham pun diam dan duduk kembali .
"Bi Ani ikut pulang lah dengan saya ,saya akan mengantarkan ana ke mansion ," ucap Erland pelan.
"Tidak tuan ,saya akan disini menunggu tuan dimas, lebih baik anda pulang lah dan bersihkan diri anda ,nanti saya akan kembali setelah saya melihat kondisi tuan Dimas ." ucap bi Ani .
"Baiklah,, !? bi Ani tolong sampaikan pada Roy jagalah ketat untuk kakakku di sana ,aku tidak ingin Sahara melakukan hal lain lagi ," ucap Erland yang kini telah menggendong ana dari tidur nya .
bi Ani hanya menganggukkan kepalanya ,dia melihat kepergian erland bersama ana ,dia melangkah ke arah dimana dia harus ke arah ruang tunggu Dimas berada .
Di sisi lain Erland sampai di halaman mansion Anggara, dia melihat ke arah samping di mana ana yang masih tidur dengan nyenyak nya ,Erland tersenyum tipis lalu dia turun dan berlari kecil untuk membuka pintu mobil dan membopong ana .
Tak butuh waktu lama ,Erland tengah berada di dalam ruangan mansion , para pelayan terkejut nyonya muda nya telah kembali bersama suami nya ,mereka tersenyum bahagia melihat tuan nya bisa memperlihatkan senyuman nya untuk pertama kali nya , mereka sudah tahu kabar nyonya ana yang telah tahu bahwa Erland suami nya .
Erland membawa ana ke kamar pengantin mereka yang ada di lantai dua ,Erland membaringkan tubuh ana ,Erland tidak mengerti dengan istri nya itu ,kenapa dengan begitu banyak gerak pun istri nya itu tidak juga bangun.
"Ana apa kau tidak akan bangun , jika kau tidak bangun juga aku akan melakukan hal lebih terhadap mu , " ucap Erland dengan tersenyum jahil nya .
dengan ucapan nya barusan ,ana masih saja tidak membuka mata nya, Erland mengerut kan kening nya ,kini dia telah memegang kening ana dia berpikir takut istri nya itu tengah sakit .
"Ada apa dengan istri ku ,apa dia kelelahan sampai tidur nyenyak seperti ini ,"
Di saat Erland akan menyelimuti ana , tiba-tiba ana membuka mata nya dan dia melihat Erland ,dia melihat ke sekeliling ruangan ,dia sadar dia berada di mansion Anggara.
"Erland kenapa kita ada di sini ." ucap ana yang kini melihat Erland menyelimuti nya .
Erland melihat ke asal suara ,dan tersenyum melihat istri nya sudah terbangun.
"Apa aku membangunkan mu ." ucap Erland yang kini telah memegang wajah ana .
ana tidak menjawab pertanyaan Erland ,dia berpikir kapan terakhir dia tidur di rumah sakit ,pas bangun tiba-tiba ada di mansion .
"Entah kenapa aku ngantuk banget ,padahal ini masih sore ,bahkan aku tidak ingin bangun dan masih ngantuk ."
"Tidurlah jika masih ngantuk ." ucap Erland membelai wajah ana dan berdiri .
__ADS_1
Di saat Erland akan melangkah tiba-tiba tangan nya di tahan oleh ana ,Erland yang melihat ana menahan nya tersenyum .
"Kenapa .hmmm..." ucap Erland yang duduk kembali .
"K_kau mau kemana ,bisakah kau menemani ku sebentar saja ." ucap ana dengan malu-malu
"Tapi aku belum mandi ,nanti aku akan menemani mu jika sudah mandi ." ucap Erland tersenyum dan akan melangkah .
Lagi-lagi ana menahan tangan Erland ,Erland yang melihat ana dari tatapan nya benar-benar seperti anak kecil yang minta sesuatu .
"Dengan senang hati ... aku akan menemani mu ." ucap Erland yang kini naik ke atas ranjang .
Ana yang malu-malu langsung menelusupkan kepala nya di dada bidang Erland ,entah kenapa dia benar-benar ingin memeluk pria itu ,Erland yang terheran dengan sikap istrinya mengerutkan kening nya ,Erland membalas pelukan sang istri dengan tersenyum tipis ,tanpa terasa mereka pun tengah tertidur di sore hari dengan masih berpelukan .
tiga puluh menit kemudian Erland bangun dari tidur nya ,dia melihat ana yang memeluk nya ,Erland melepaskan pelukan nya pelan agar tidak membangun kan istrinya ,Erland melihat wajah ayu istri nya dengan tersenyum dan mencium bibir ranum ana dengan pelan .
"Kenapa Anatasya aneh sekali ,biasanya dia selalu menolak ku dan marah-marah seperti macan betina ,?ah sudah lah itu kan waktu aku yang belum di ketahui sebagai suami nya ."
"Aku mencintai mu ." gumam Erland mencium bibir ana kembali .
Kini Erland turun dari ranjang dan akan membersihkan diri ,tak butuh waktu lama Erland selesai mandi dan memakai pakaian nya ,Erland berniat akan pergi ke rumah sakit untuk melihat kakak nya ,di saat sudah siap Erland menatap istri nya yang masih tidur nyenyak ,kini dia berjalan ke arah ranjang dan mencium kening ana .
Kini erland melangkah ke bawah dan meminta salah satu pelayan untuk melayani istri nya jika ana sudah bangun dari tidur nya .
"Jika istriku bangun ,tolong nanti sampaikan pada nya aku ke rumah sakit malam ini ,dan tolong layani dia dengan baik ," ucap Erland yang di angguki pelayan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain Dimas dan dokter Wilson tengah berbincang mengenai seseorang yang tengah ia bicarakan .
"Dokter wil ,apa kau yakin orang yang kau suruh itu benar-benar sungguh dengan perkataan nya ." ucap Dimas tanpa melihat ke arah dokter Wilson .
"Iya benar tuan ,bukan kah anda pernah mendengarkan rekaman dan foto nya ," ucap dokter wil yang di angguki Dimas.
"Jangan sampai Erland dan bryan tahu, bahwa aku juga menyuruh orang untuk menyelidiki dengan apa yang dia selidiki ." ucap Dimas lagi tanpa melihat ke arah dokter Wilson.
"Baik tuan ,? bahkan sejauh ini tuan Erland berusaha agar Anda cepat pulih seperti sebelum nya ,bahkan nona Sahara sekarang sudah hadir di kehidupan anda kembali ,jika nona Sahara kembali ,apa anda bersedia untuk oprasi." ucap dokter Wilson
Dimas tidak menjawab pertanyaan dokter wil ,dia memikirkan kondisi yang sekarang ini dan kembali nya Sahara ,di awal memang Dimas semangat untuk operasi ,tapi semenjak tahu perihal yang membuat nya terkejut membuat dirinya menjadi plin-plan ,
"Aku akan membuat mu jatuh cinta padaku Sahara ,demi apapun cintaku padamu ,aku akan melakukan apapun untuk bisa mengejar cintaku ,"
Di saat Dimas akan menjawab Erland datang membuka pintu tersebut untuk masuk melihat Dimas .
"Erland ."..
"Kak kau harus siap untuk oprasi, tiga hari lagi kau harus ke Amerika untu....
"Erland ,kau datang-datang hanya untuk mengatakan itu saja ,aku tidak ingin di oprasi .." ucap Dimas menolak .
Erland dan dokter Wilson terkejut dengan apa yang di katakan Dimas, hal yang membuat nya berusaha untuk menyeret Sahara tidak sesuai untuk keinginan Dimas .
"Aku gak mau di oprasi di Amerika Erland ,cukup di sini saja ." ucap Dimas dengan senyum merekah nya .
Erland yang tadi nya terkejut kini menghela napasnya panjang ,dan bahkan dia melihat kakak nya itu tersenyum kembali dengan memperlihatkan gigi nya .
"Erland ,kau jangan mengurung Sahara dan memerintahkan nya pada Irsan ,lepaskan dia ... dan Roy akan membawa Sahara untuk tinggal di mansion anggara ,"
__ADS_1
Erland lagi-lagi terkejut saat Dimas mengucapkan Sahara untuk tinggal di kediaman keluarga Anggara, tidak ada cara lain lagi yang bisa dia lakukan untuk keinginan dimas, Karna dia ingin yang terbaik untuk Dimas agar cepat-cepat pulih kembali.