
*
*
*
Selama satu bulan ini Bryan dan baby grils nya selalu melihat Nabila yang koma di ruang intensive tepat nya di ruang VIP ,kondisi Nabila masih saja tidak ada perubahan sedikitpun ,hari ini tidak hanya Bryan yang datang ,para sahabat istrinya pun sering-sering melihat keadaan Nabila ,sesosok wanita yang kini sudah menjadi ibu itu tengah melihat Nabila yang terbaring di tempat tidur rumah sakit ,dia mengingat akan hal dirinya beberapa bulan lalu ,yang mungkin orang-orang pun menunggu kesadarannya .
Tapi dia begitu beruntung tidak membuat semua orang menunggu lama akan hal keadaannya Dimana dia di nyatakan kritis ,wanita itu hanya bisa berdoa untuk sahabatnya agar cepat segera pulih dan cepat segera bangun .
Bayi mungil yang sering kali menangis itu harus bergilir tangan menggendongnya silih berganti ,mereka tahu bayi mungil itu merindukan sosok seorang ibu yang mungkin butuh pelukan atau pun kasih sayang ,bayi mungil itu kini berada di tangan ana setelah di pangkuan tania.
"Oeekkk...!!
"Oeekkk ...!!
Bryan yang mendengar tangisan putrinya langsung melangkah ke arah ana untuk mengambil putrinya ,Bryan memerintahkan pelayan mansion untuk mengambil susu formula yang di bawa tadi di mansion untuk memberikannya pada putrinya .
Kondisi Nabila yang belum juga tidak ada perubahan membuat Bryan lagi-lagi harus menahan tangis ,kini pandangannya ke arah bayi yang dia Gendong ,Bryan memang sengaja membawa baby Anjani untuk bertemu ibunya .
Yah! Bryan sudah memberikan nama putrinya adalah Anjani Putri Cole Pradita .
Bryan melangkah dengan menggendong baby Anjani untuk masuk ke ruang rawat Nabila ,setiap malam Bryan selalu tidur di rumah sakit dan menemani istrinya .
Untuk baby Anjani putrinya selalu bersama omah ,wanita paruh baya itu sengaja meminta Bryan untuk menetapkan baby Anjani di mansion ,tak hanya itu Bu Ratih juga sesekali menengok baby Anjani ke mansion ,bryan sempat menolak tapi keinginan wanita paruh baya itu kekeh agar penjagaan baby Anjani selalu dalam penjagaan baik ,bahkan wanita paruh baya itu sudah mencari dua pengasuh untuk berjaga siang dan malam .
Dengan begitu Bryan pun hanya bisa menganggukkan kepalanya ,dan soal asi, Bryan memutuskan untuk memberikan susu formula pada putrinya .
Ceklek .....
Bryan membuka pintu ruangan rawat Nabila ,dia melangkah ke arah istrinya bersama baby Anjani ,Bryan berusaha menampilkan senyumannya di depan sang istri .
"Pagi sayang " seperti biasa Bryan selalu menyapa sang istri .
Bryan menghela napasnya panjang ,dia menatap wajah pucat sang istri yang satu bulan ini masih dengan terbaring di ranjang rumah sakit ,kini pandangannya ke arah baby Anjani yang ada di gendongannya dengan tersenyum manis .
"Lihat baby grils !! mami mu hobi sekali tidur ,?! bilang pada mami ,anjani kangen mami ." ucap Bryan dengan meniru ucapan anaknya .
Bryan mengajak ngobrol anak dan istrinya ,Bryan berharap dengan obrolan itu Nabila bisa mendengarkannya ,walau pun itu tidak mungkin yang dimana membuat Nabila akan sadar .
Bryan menatap Nabila dengan tatapan sendunya ,dia sudah satu bulan ini berharap istrinya itu sadar ,setiap hari Bryan pulang pergi melihat istrinya dengan baby Anjani .
"Oeekkkk"
Baby Anjani kini mulai menangis ,Bryan yang menggendongnya pun berusaha agar membuat putri nya tenang dan tidak menangis lagi ,bahkan pria itu kini tengah menimang-nimang putrinya memberikan ketenangan agar putrinya berhenti menangis .
"Sayang !! dia merindukan mu , kau tahu ?! Anjani begitu ingin di gendong oleh maminya ." ucap Bryan
Tidak ada respon ,tentu saja ? di Karnakan nabila masih tertidur di brankas pasiennya ,setiap hari dia datang ke rumah sakit dan berceletoh sendiri tanpa Nabila jawab ,terkadang perawat yang melihat Nabila setiap hari untuk mengecek perkembangannya sudah menjadi hal biasa di saat perawat itu melihat Bryan seperti orang gila dan berbicara dengan orang yang setengah mati ,pikir perawat .
"Tuan "
Tidak ada jawaban dari Bryan ,pria itu masih keadaan memangku bayi dengan menatap istrinya ,perawat itu memanggilnya dengan satu kali lagi ,untuk menyadarkan Bryan .
"Tuan saya menyiapkan box bayi di perintahkan nyonya key ,jika nanti bayi nya tidur silahkan di tidurkan di box bayi ini ." ucap perawat tersebut .
Bryan hanya melirik box bayi itu ,lalu tak lama dia pun menganggukkan kepalanya ,Bryan melihat baby Anjani dengan tersenyum tipis, lalu pandangannya ke arah Nabila .
"Mami cepat bangun dong ." ucap Bryan kembali , tapi nihil Nabila tetap saja tidak bangun.
Kini Bryan melangkah ke arah box bayi yang sudah di siapkan oleh perawat ,sebelum menidurkan putrinya , Bryan memberikan sebuah kecupan hangat ke pipi putrinya .
"Mimpiin mami grils , dan bilang pada mami agar cepat sembuh dan bangun dari tidurnya ." gumam Bryan pada putrinya
Baby Anjani menggeliatkan tubuhnya seolah paham akan hal ucapan papinya ,Bryan tersenyum tipis dan langsung menidurkan putrinya di box bayi itu dan kembali lagi ke brankas sang istri .
Bryan duduk di kursi dan menggenggam tangan nabila ,dan setelah itu dia pun memberikan kecupan di tangan sang istri ,Bryan mengingat dimana perkataan Dimas di bulan lalu rasa tak tenang kini menyerang pada dirinya ,kini dia baru tahu posisi Dimas di waktu itu .
"Cepat bangun sayang !! aku dan Anjani menunggumu ." ucap Bryan sambil memberikan kecupan lembut pada tangan istrinya .
__ADS_1
Kini padangan Bryan beralih ke arah wajah sang istri yang nampak pucat ,Bryan akan menunggu Nabila sampai kapan pun ,sekalipun itu lama .
Tak terasa hari pun sudah sore Bryan akhirnya memilih pulang ,karna tidak baik untuk bayi dengan suasana di rumah sakit ,setelah mengantarkan putrinya Bryan akan kembali lagi malamnya ke rumah sakit ,tentunya untuk menemani sang istri
Soal pekerjaan dia meminta cuti pada Dimas untuk tidak kembali ke kantor ,karna sekarang dia hanya akan pokus pada istri dan putrinya , karna waktu sudah menunjukkan pukul malam ,Bryan pun sudah siap untuk pergi ke rumah sakit ,sebelum menyempatkan pergi ke rumah sakit ,Bryan mampir ke toko roti yang selalu istri nya beli .
Sesampainya di toko itu ,Bryan hanya menatap nya dari arah mobil tanpa keluar ,dia mengingat dimana dirinya pernah memesan roti parian rasa baru untuk wanita itu ,dari pandangannya dan bayangannya Nabila serasa tengah berdiri di depan toko itu ,tapi itu hanyalah bayangan saja .
Mengingat istrinya yang belum sadar ,membuat Bryan merindukan sosok wanita itu ,sosok wanita yang sering manja ,yang sering jemberut ,yang sedikit-sedikit cemburu ,dan tentu nya yang sering melakukan hal dimana wanita itu punya hobi membuka kancing kemeja dirinya ,tidak ingin berlarut dalam pikiran ,Bryan langsung turun dari mobil untuk menuju toko roti itu .
Sesudah memesan roti ,Bryan langsung kembali ke mobilnya dan melajukan mobilnya untuk ke rumah sakit ,dan tak butuh waktu lama Bryan pun sampai dimana dia di rumah sakit .
Langkah demi langkah ,kini kakinya sampai dimana ruangan istrinya itu berada ,di saat dia masuk dia melihat perawat tengah menunggu Nabila ,setelah kedatangan Bryan ,perawat itupun pergi dengan membungkukkan kepalanya .
Bryan melangkah ke arah kursi untuk menghampiri sang istri ,dia tersenyum dan melihat ke arah kantong roti gulung kesukaan Nabila .
" Sayang !! bangunlah ,kamu tahu tidak aku membawa apa ?! aku membawa roti gulung rasa coklat almond kesukaan kamu sayang. " ucap Bryan berdiri yang kini mendekatkan roti gulung itu ke arah Nabila .
Dan lagi-lagi Bryan tidak mendapatkan jawaban dari sang istri ,tapi dia tidak akan pernah menyerah untuk selalu mengajak ngobrol pada istrinya, di saat dia akan duduk Kembali suara ketukan pintu di luar sana mengalihkan pandangannya ,tapi Bryan hanya diam dan mengacuhkannya .
Tok....
Tok....
Lagi-lagi pintu itu di ketukan oleh seseorang di luar sana ,dan Bryan pun mengalihkan pandangannya lagi ke arah pintu itu .
"Masuk"
"Tuan Bryan !! dokter Glen ingin bertemu dengan anda. " ucap perawat .
"Hemm ..."
Bryan berdiri dari duduknya untuk pergi menemui dokter ,dan sebelum itu dia mencium kening istrinya terlebih dahulu .
"Aku ke ruang dokter dulu sayang !! nanti aku akan kembali lagi ." bisik Bryan .
"Tolong jaga istri saya sus " ucap Bryan lagi pada perawat itu .
Bryan sampai dimana ruangan dokter itu berada ,dan Dimana itu pun membuat dokter itu menyuruh Bryan untuk duduk dan akan menjelaskan kondisi Nabila .
"Jelaskan ," ucap Bryan dingin .
"Nyonya Nabila sudah satu bulan satu Minggu tuan belum sadar ,kondisinya masih sama ,kami sebagai para pihak medis tidak bisa memberikan harapan lebih tu___________" ucap dokter terhenti saat Bryan memotongnya .
"Beraninya kalian ?! dengar, banyak orang-orang yang koma lebih lama dari pada istriku ,orang lain bisa bertahan koma di rumah sakit satu tahun ,sementara istriku baru satu bulan ,bahkan kalian sudah mau merenggut istriku ,dan saya tidak akan membiarkan kalian merenggut nyawa istriku ,berapa pun harga nya akan aku bayar pada kalian ,lakukan yang terbaik untuk istriku sembuh dan bangun kembali ,berapa pun itu aku akan bayar pada kalian " ucap Bryan dengan suara meninggi .
"Tuan ini tidak ada sangkutannya dengan uang !! tapi ini menyangkut kondisi nyonya Nabila semakin melemah dan saya rasa tidak ada harapan lebih untuk nyonya Nabila hidup ,dan harapan untuk bangun pun sangat kecil. " ujar dokter .
Bryan bangkit dari duduknya dan menggebrak meja dokter tersebut ,dia menatap tajam dokter yang ada di depannya itu ,sungguh demi apapun perasaan nya kini ingin langsung membunuh dokter yang ada di depannya itu ,para dokter lainnya terkejut saat mendengar suara Bryan menggelegar kan ruangan itu .
"Kau bukan tuhan !! sampai kapan pun saya akan menunggu istriku untuk bangun ,dan saya tidak akan membiarkan kalian merenggut istriku selain tuhan ,camkan itu ." ucap Bryan dengan menendang kursi dan berlalu pergi .
Sesampainya di ruangan istrinya Bryan langsung memeluk istrinya yang berbaring itu ,mencium mata ,kening ,kedua pipinya ,dagu, hingga terkahir dia mencium bibir Nabila .
Emosinya benar-benar meluap ,ini kedua kalinya dokter berniat untuk mencabut alat-alat yang menempel di tubuh istrinya, tapi itu tidak akan Bryan biarkan para dokter itu main pihak sendiri ,Bryan tahu tanpa alat bantu medis mungkin Nabila sudah pergi meninggalkan nya ,tapi dia begitu memiliki harapan besar ,yaitu istrinya akan kembali lagi .
Air mata jatuh ke wajah sang istri ,Bryan menangis tanpa suara ,dia tidak sanggup jika harus kehilangan istrinya yang sudah menjadi bagian dari dalam hidupnya ,cukup satu kali dia di tinggal pergi oleh wanita di masa lalunya ,tapi tidak dengan sekarang ,Bryan mempertahankan Nabila untuk berada di sisi nya .
"Aku mencintai mu , aku merindukan mu ,ku mohon bangun sayang ,aku mohon ,Nabila ... ,!! kamu sudah tidur begitu lama ,apa kamu tidak ingin melihat putri mu ,apa kamu akan membiarkan aku seperti ini terus Nabila , ? Nabila ,aku merindukan mu ,sangat .. sangat merindukan mu ." ucap Bryan dengan tangisnya .
Tanpa Bryan sadari di sisi mata nabila mengalir cairan bening ,bahkan Nabila bisa mendengar Isak tangis suaminya ,tapi entah kenapa sulit baginya untuk membuka kedua matanya maupun untuk membuka mulutnya, begitu pun dengan tubuh nya ,rasa yang di rasakan Nabila seperti orang lumpuh yang tak bisa ngapa-ngapain .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu pun berlalu begitu cepat ,sudah dua bulan ini Nabila masih saja belum ada perkembangan ,Bryan masih tetap sama ,setiap harinya mendatangi rumah sakit untuk menemani istrinya .
Tak hanya itu ,penampilan pria itu seperti bukan Bryan pada umumnya ,perubahan nya begitu memperihatinkan ,rambutnya gondrong ,dan tak hanya itu bulu-bulu yang bermunculan di dagu nya pun sudah hampir terlihat ,sampai di atas bibir pun sudah terlihat jelas .
Dia benar-benar terlihat seperti bapak-bapak beranak 5 ,semua orang-orang terdekatnya begitu memperihatinkan dengan Bryan yang kini banyak perubahannya ,omah begitu kasihan melihat Bryan yang kini selalu banyak termenung akan hal Nabila yang belum kunjung bangun juga .
__ADS_1
Omah mengalihkan pandangannya ke arah pintu yang kini telah terbuka ,dan yang datang itu adalah sahabat-sahabatnya Bryan siapa lagi kalau sekumpulan pria-pria beruang kutub .
"Kalian ." ucap omah .
"Iya kami ?! kami kesini hanya ingin melihat bryan yang tiba-tiba menjadi bapak-bapak ." celetuk Irsan .
Yah! Karna Irsan baru tahu dengan apa yang terjadi ,karna sebulan lalu dia pergi ke luar negri dan tidak tahu menahu kabar dengan apa yang telah terjadi pada Bryan .
"Yah ! aku juga melihat Bryan yang mulus dan tampan itu sekarang berubah menjadi bapak-bapak ." sambung Steven .
Omah hanya menggelengkan kepalanya ,omah sengaja menyuruh mereka untuk datang dan menghibur Bryan anak angkat nya itu .
"Lakukan apapun yang akan kalian lakukan dan hibur dia ,Erland dan juga kalian omah minta hibur lah Bryan " Ucap omah .
"Siap madam" sahut Irsan dan Steven .
Sudah dua hari ini wanita paruh baya itu berada di kediaman Bryan dan juga Nabila , kini dia berniat untuk menjenguk Nabila di rumah sakit untuk menggantikan Bu Ratih serta pak darmanto ,awalnya hari ini ana yang akan menjenguk Nabila ,Karna Erland melarangnya ana pun urungkan niatnya dan itupun omah yang menjadi menjenguk nabila .
Ketiga pria itu masuk ke rumah dan melangkah ke arah kamar ,ketiga pria itu masuk ke arah kamar baby Anjani yang dimana Bryan berada ,Irsan dan Steven terkejut dengan penampilan Bryan saat ini ,tidak dengan Erland dia sudah sering bolak-balik ke rumah sakit untuk menemani Bryan yang hampir gila itu .
"Busett deh ... kau terlihat lebih tua ketimbang bapak-bapak ." ucap Irsan dengan menggoda Bryan .
"Irsan !! coba kau perhatikan wajahnya ?! heyy ... kemana wajah tampan mu itu ,kenapa kau akan hampir brewokan ,astoge bahkan aku pikir tadi aku melihat bapak-bapak anak 10 bukan anak satu ." ucap Steven menimpali .
Bryan mengacuhkan perkataan kedua sahabatnya itu ,tapi tidak dengan Erland pria itu hanya tersenyum miring dan menggelengkan kepalanya mendengar ucapan kedua pria somplak itu ,Bryan tidak memperdulikan ketiga sahabatnya itu ,pandangannya melihat ke arah baby Anjani ,setelah itu dia melangkah ke luar menuruni anak tangga .
Ketiga pria itu paham akan hal yang di alami oleh Bryan ,ketiganya berjalan mengikuti Bryan dan mereka juga melihat Bryan yang telah menyuruh pengasuh untuk menjaga baby Anjani.
Bryan terkejut di saat dia berbalik melihat ketiga sahabatnya itu tengah berdiri dengan tangan di lipatkan di dada masing-masing .
"Kalian kenapa lagi ?! aku bukan hantu dan bukan untuk di tonton seperti itu ." ucap Bryan yang kini duduk di sofa .
"Tentu saja untuk mengganggu mu ,agar kau tidak kebanyakan melamun ,jika tidak kau akan di sambet hantu di siang bolong ." serempak ketiga pria itu .
Bryan menghela napasnya ,dia benar-benar tidak ingin berkata-kata lebar di depan ketiga sahabatnya itu .
"Gimana kondisi istrimu ,aku terlambat mendengar kabar tentang istrimu ,apalagi kau yang tiba-tiba berubah menjadi bapak-bapak tua ." ucap Irsan asal .
"Masih koma ." jawab Bryan singkat .
"Kau begitu sangat mencintainya ." ucap Steven menimpali dengan ucapan bodohnya itu .
Irsan dan Erland saling pandang ,omong kosong apa yang dikatakan pria di tengah-tengah mereka itu .
"CK .... omong kosong apa yang kau katakan itu stev ,yah jelaslah dia itu mencintai Nabila ... dia sekarang jadi raja bucin seperti ku layak nya aku dan ana ." ucap Erland enteng.
"Dia adalah hidupku ,matahariku ?! aku tidak bisa hidup tanpanya ,dan dia segala-galanya dalam hidupku ." ucap Bryan dengan menyandarkan punggungnya ke sofa .
Ketiga pria itu saling lirik dan menatap pria yang kini tengah terpejam ,seketika Steven tertawa kecil Menertawakan Bryan .
"Kau tak bisa hidup tanpa Nabila !! hey Bryan lihat penampilanmu ,kau sama sekali bukan seperti Bryan sahabat kita ,kau seperti mayat hidup bergentayangan ." ucap Steven dengan gelak tawanya .
"Itu sebabnya stev dia seperti itu ,di sampingnya dan di setiap malam nya sekarang tidak ada guling hidup lagi ... ohh tentu nya dia itu tengah puasa hampir tiga bulan ,makannya jiwa mudanya kini sudah kebalik jadi bapak-bapak "ucap Irsan menimpali .
"Apanya yang muda ,dia sudah tua ," celetuk Steven .
"Oh kalau begitu !! dia sekarang bukan seperti bapak-bapak ,melainkan seperti kakek-kakek." sambung Irsan .
Bryan yang memejamkan matanya langsung membuka kedua matanya dan melihat kedua pria somplak itu .
"Jika kalian kesini hanya untuk mengganggu dan mengejek ku ,maka pergilah dari sini dan enyahlah ." ucap Bryan dengan kesalnya .
"Oh irs !! kau lihat ,dia mengusir kita ,yang benar saja ?! Bryan ayolah ?! kita kesini hanya untuk menghiburmu ,kita tahu kau tengah galau hampir gila Karna istrimu masih koma ,bukankah kau bilang setelah istrimu lahir akan kembali ke perusahaan mu dan mundur jadi sekertaris ,putri mu butuh semangat dari mu ,kau juga perlu semangat ." ucap Steven .
Irsan dan Erland mengangguk dan memberikan acungan jempol ,mereka hanya ingin Bryan kembali bersemangat lagi ,meski itu sulit ,tapi mereka begitu prihatin pada Bryan yang kini hanya banyak diam .
.
.
__ADS_1
.