Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2. Akhir Bahagia Keluarga Anggara ~End


__ADS_3

Beberapa tahun telah berlalu .


Di sebuah pusat perbelanjaan yang berada di tengah-tengah kota nampak ke tiga wanita yang kini sudah menjadi seorang ibu itu tengah asyik berbelanja ,dan mereka yang tak lain adalah Ana, Dista ,dan juga Nabila yang tengah sibuk berbelanja kebutuhan keluarga .


Karna hari ini hari weekend,hari satu hal yang paling menyenangkan yang dimana para suami mereka libur kerja ,dan dimana mereka bisa pergi berbelanja sepuasnya tanpa membawa anak .


Dengan anak-anak mereka yang sudah pada mulai aktifnya ,hari ini adalah hari kesenangan ketiga wanita yang sudah menjadi ibu itu ,dan mereka menyerahkan anak-anak nya pada sang suami dan menggantikan tugas mereka untuk menjaga anak ,tidak ada salahnya bukan? jika libur satu hari anak-anak nya biar besama Daddy ,papa, dan juga papinya dulu .


"Nabila sini , disini baju nya bagus-bagus !? dan cantik pula ?! ini cocok untuk Anjani yang umur 5 tahun " ucap Dista yang sibuk memilih pakaian untuk anak-anak nya .


"Dista kamu kenapa lagi-lagi harus menunjuk baju sih ,sudah berapa baju yang aku beli tadi untuk Anjani ,huh ?! tapi aku suka ......Ehh harganya kenapa begitu wow sekali ..." ucap Nabila yang kini tengah melihat note harganya yang berada di kerah baju .


"Oh ya ampun Nabila ?! ada apa dengan harganya ,suami mu kaya ,punya restoran ,punya perusahaan ,tidak akan habis uang untuk beli baju sebanyak apapun ." ucap Dista dengan menatap Nabila jengah .


"Bukan seperti itu ,aku gak suka beli baju yang mahal ,serasa mubajir aja gitu ,aku lebih baik cari baju yang harga nya di atas rata-rata saja dan terlihat bagus ." ucap Nabila yang dimana membuat dista tak menghiraukan nya .


"Gak ada berubahnya sih kaya dulu ." cibir Dista yang berjalan sambil mencari pakaian untuk Armand dan Arnold .


Ana yang mendengar kedua sahabatnya hanya geleng kepala dengan obrolan mereka ,dia sudah tahu betul sama sosok Nabila ,dari dulu memang satu sahabatnya itu selalu hemat uang .


"Sudah kalian gak perlu berisik di tempat umum ,aku terakhir kalian berdua ,beli lah sesuka kalian apapun itu ," ucap ana yang masih melihat celetohan kedua sahabatnya mengenai soal harga .


"Benarkah ?! wahh dari dulu kamu selalu begitu an ... ini baru nyonya Erland ." ucap Nabila yang kini memeluk ana ,dari keramaian itu ,yang dimana membuat Dista dan ana geleng kepala .


"Sudah kaya juga masih saja hemat ,Nabila ...Nabila "batin ana dan dista..


Dista dan Nabila pun kini melanjutkan memilih pakaian untuk anak-anak nya ,ana menggelengkan kepalanya melihat kedua sahabatnya itu yang kegirangan dapat teraktiran dari nya ,ana tersenyum bahagia ,ternyata dia kini bersama dengan kedua temannya itu seperti di masa sekolah dulu .


Ana melihat kedua sahabatnya itu dengan menampilkan senyuman dan melihat sahabatnya satu persatu ,kedua teman nya memiliki krakter yang berbeda ,Nabila yang berhemat dengan uang ,dan Dista yang santai hanya biasa-biasa saja di karnakan Dista memang terlahir dari keluarga berada .


.


.


.


Di sisi lain .


Ketiga para pria itu tengah pusing saat mereka melihat tingkah anak-anak nya ,ketiga pria itu lagi-lagi harus menghela napasnya berat saat melihat apa yang di lakukan oleh anak-anak nya itu ,Erland dan Bryan melihat anak kecil yang kini tengah berantem membuatnya harus berdiri dari santai nya .


" Daddy kak Jani melebut boneka Ayu ,hingga kaki boneka ayu copot dan tinggal satu ," ucap anak perempuan yang bernama Ayudia .


Erland melihat boneka yang di pegang oleh putri nya yang kini sudah menginjak 3 tahun itu ,dan kini dia melihat anak perempuan yang umur nya sudah 5 tahun itu tengah memegang kaki boneka milik Ayudia .


"Iya gapapa ayu ?! nanti Daddy beli lagi yang lebih bagus ya .." ucap Erland menenangkan masalah yang telah terjadi antara kedua anak perempuan itu .


"Tapi boneka itu kecukaan ayu dad ,ayu gak mau ganti yang lain ,itu hadiah dali omah ,tapi ka Anjani melebut boneka ku hingga kaki nya copot " ucap nya yang kini sudah mengeluarkan air mata .


Bryan yang melihat ayu anak dari sahabatnya itu menghela napasnya saat dia melihat ayu tengah menangis karna boneka nya di rebut oleh putrinya ,Anjani melihat papinya melangkah ke arahnya sedikit takut dan menunduk .


"Pap ....Aku bukan bermaksud merebut boneka ayu ?! Anjani cuma mau bermain jadi ibu dari boneka itu ,dan ayu jadi Kakak dari boneka itu ,Jani gak bermaksud merebutnya ,hanya saja tadi ayu keras kepala ingin menjadi ibu dari boneka itu ,dan Jani ... masa Jani di bilang adiknya dari boneka itu ,sementara Jani kan lebih tua ketimbang ayu pih ." ucap Anjani yang kini menundukan kepalanya .


Dimas yang melihat putri dari bryan hanya tersenyum saja ,pria itu kini tengah menonton pertunjukan dimana sang Ayah yang sedang menenangkan putri-putri nya .


"Kak Jani sudah merucak boneka ku dad ." ucap ayudia dengan Isak tangisnya dan membuang boneka itu ,yang dimana membuat dimas sang om di buat gemes dengan keponakannya itu .


Erland dan Bryan menghela napasnya ,Erland langsung menggendong ayu ke tempat duduk dimana tadi dirinya duduk ,sementara Bryan ,dia berjongkok melihat sang putrinya yang kini tengah menunduk .


"Anjani ?! minta maaf sama ayu ,dia masih kecil dari kamu, dan belum mengerti apa-apa ,jadi kamu harus mengalah ya ?! dan minta maaf, jangan menyalahkan satu sama lain ." ucap Bryan .


Anjani masih saja menunduk dan tidak melihat ke arah papinya ,Bryan melihat putri nya menunduk teringat akan hal Nabila yang sering menunduk jika sudah berhadapan dengannya di kala dimana dirinya belum menikahi Nabila .


"Putriku benar-benar gen Nabila ,"


"Iya pih , Anjani akan minta maaf " ucap Anjani yang masih saja menunduk .


"Grils !! papi di sini sayang ?! bukan di bawah sana ,lihat papi ." ucap Bryan yang dimana membuat Anjani melihat papinya .


"Minta maaf sama ayu ,nanti papi beliin ice cream coklat rasa almond kesukaan mu ." bisik Bryan pada putrinya dengan membelai wajah sang putri.


"Tapi pih ,boneka ayu rusak sama Anjani ,gimana kalau dia minta ganti sama Anjani ." ucap Anjani menatap sang papi .


"Nanti papi beli dan akan menggantikannya ?! sekarang minta maaf dulu gih ." ucap Bryan dengan di angguki Anjani .


Ayudia masih saja menangis di pangkuan Erland ,Erland memberhentikan putrinya dengan mengelus rambut panjang nya itu dengan sayang .


"Ayu ?! berhenti menangis ?! bukanya kamu bilang tidak akan cengeng ,tapi kenapa menangis hemm ... soal boneka biar nanti papi belikan lagi yang sama seperti ini ya ." ucap Erland.


Erland melihat langkah Anjani yang menghampiri dirinya dan juga ayu dengan membawa boneka di tangannya ,Erland sudah pasti tau anak itu pasti akan meminta maaf .


"Ayu ?! kak Jani minta maaf ya ?! ka jani gak sengaja mematahkan kaki boneka ini ,dan ini bonekanya ,kakinya sudah kakak pasang ," ucap Anjani dengan memberikan boneka ayu .


Dan akhirnya anak perempuan berumur tiga tahun itu berhenti menangis saat melihat boneka nya yang sekarang kakinya sudah terpasang lagi ,anak kecil itu menatap sang Daddy dan Erland pun menganggukkan kepalanya tanda untuk memaafkan nya ,dan akhirnya Ayudia juga memaafkannya .


"Hey kalian jangan asal campluk kelereng ku ,kembalikan gak ." ucap Kenzie marah menatap kedua anak laki-laki kembar .


Seketika ketiga pria yang sudah menjadi ayah itu melihat ke arah asal suara yang dimana anak-anaknya berantem dengan kakak adik sepupu itu ,Erland dan Dimas saling tatap saat melihat putra-putra nya berantem.

__ADS_1


"Ada apa lagi ini ,Armand apa yang terjadi pada pakaian mu " ucap sang papa yang tak lain adalah Dimas .


"Pah ... Kenzie duluan yang menyiram aku dengan air keran itu ." ucap Armand yang kini tengah mengibas-ngibaskan bajunya yang tengah basah .


"Panggil aku kakak ,aku lebih tua dari kalian ." ucap Kenzie dengan amarahnya .


"Wlee... kau bukan kakakku wlee..." ejek Arnold .


"Kenzie ." ucap Erland menghela napasnya ,baru saja dia menenangkan putri nya sekarang dia melihat anak sulungnya yang berantem dengan keponakannya .


"Dad ...?!mereka duluan " ucap Kenzie menunjuk ke arah dua bocah yang di bawah usianya .


Dimas menatap kedua putranya yang kini tengah menatap nya dengan wajah santainya .


"Pah ? dia sungguh pelit ,cuman pinjam kelereng satu aja gak di kasih ,ya udah sama kita di ambil aja ." ucap Armand yang kini usiannya menginjak 5 tahun stengah .


Baru saja Dimas akan menjawab putra nya itu ,tapi dia terpotong oleh anak kedua nya itu yang tak lain adalah Arnold .


"Benar pah , tadi kan pinjam tapi dia pelit gak kasih kita pinjam ,ya udah kita ambil satu-satu kelerengnya ." ucap Arnold yang kini tengah menatap sinis ke arah Kenzie .


"Kembalikan gak kelereng ku hey bocah .." ucap Kenzie .


"Kamu juga tak kalah bocah nya ,bocah baru gede tiga langkah dari tangga .' ucap anak kembar itu serempak .


"Kembalikan gak .. " ucap Kenzie lagi .


"Gak ada ,?! kelerengnya masuk ke lubang got ," ucap Armand sewot .


"Kalian yaa....." ucap Kenzie terhenti Karana Erland menahan tangan putra sulung nya itu .


"Sudahlah ,kelereng mu masih banyak di gudang ,cuman dua saja harus marah ,cepat masuk sana ganti baju basah mu ,mommy bentar lagi pulang ,jika dia tahu pasti akan menjewer telinga mu. " ucap Erland menatap putranya .


"Iya dad .." ucap Kenzie dengan wajah melasnya .


Sementara kedua anak kembar itu tengah cekikikan menertawakan Kenzie yang tengah di suruh ganti baju ,Dimas yang melihat kedua putra nya tengah tertawa menatap nya dengan tatapan dingin.


"Kalian juga ganti baju sana ." ucap Dimas yang dimana kedua anak itu seketika langsung berhenti dari tawanya.


"Pahhh ....." ucap kedua bocah itu serentak ..


"Apa ?! kalian ingin di marahin sama mama kalian ." ucap Dimas


Kedua bocah itu mengikuti Kenzie yang masuk ke dalam dengan baju yang basah Karna saling siram bersama Kenzie hanya karna kelereng , Bryan yang melihat drama ke tiga bocah sepupuan itu hanya geleng kepala ,Dimas dan Erland saling pandang saat setelah melihat putra-putra nya itu .


"Kenzie galak ,dan tegas sepertiku , dan ayu sedikit-sedikit menangis kaya Anatasya ,"batin Erland .


"Umur Anjani sudah 5 tahun ,aku ingin memiliki anak lagi ,tapi aku takut terulang lagi dimana Nabila melahirkan Anjani "


Bryan masih trauma dengan kejadian yang beberapa tahun yang lalu yang dimana istrinya koma saat melahirkan ,dia tidak ingin lagi membuat istrinya menanggung rasa sakit lagi ,di saat Bryan melamun dia di kejut kan oleh seseorang yang menepuk pundaknya


"Mas .... " panggil nabila yang dimana kini bryan mengalihkan pandangannya pada sang istri .


"Sayang , sudah selesai belanjanya ," ucap Bryan dengan di angguki Nabila .


"Kenapa bengong ," tanya Nabila .


"Gak ... gak bengong kok ,aku hanya mengingat mu saja ." cap Bryan yang dimana membuat Nabila berkerut .


"Eummm ... kenapa mengingat ku ?! " tanya Nabila lagi .


"Enggak ... enggak sayang ?! udah ayo masuk ." ucap Bryan .


"Tapi belanjaan ku masih di mobil ." ucap Nabila .


"Iya nanti aku pindahkan ke mobil kita , udah masuk duluan ,biar aku yang mindahin sekarang sama pak urip ." ucap Bryan dengan di angguki Nabila.


"Mami ....." panggil anak kecil yang kini berlari ke arah pintu masuk .


Nabila yang kini berada di ambang pintu melihat anak kecil yang tengah berlari ke arah nya ,siapa lagi kalau bukan Anjani Putri Cole Pradita sang putri nya .


"Sayang !! jangan lari-lari , ?! Anjani enggak nakal kan di mansion ," ucap Nabila yang kini berjongkok dan mengelus putrinya .


Anjani menggelengkan kepalanya ,dia kini menarik tangan Nabila untuk ikut ke ruangan salah satu tempat , Nabila terheran kenapa putrinya menarik nya ,dista yang tengah di dapur terheran melihat Anjani yang menarik tangannya .


"Mami ... aku ingin menari " ucap Anjani terhenti saat sudah sampai di ruangan tersebut .


"Menari " ucap Nabila menaikan alis nya sebelah dengan di angguki Anjani ,


Tanpa menunggu jawaban ,Anjani melangkah ke depan ,tentu saja dia langsung di gandeng oleh ana yang kini mengajak Anjani untuk menari .


Nabila terkejut saat melihat putrinya kini tengah menari dengan ana dan mengikuti ana untuk menari ,seseorang anak kecil laki-laki yang kini melangkah mengikuti Daddy ke ruang tari ,melihat gadis putri dari teman Daddy nya tengah menari .


"Cih .... "


Erland yang melihat Kenzie berdecak langsung mengalihkan pandangannya ke arah sang putra .


"Jangan menertawakan nya Ken ?! nanti kamu suka Loh .." ucap Erland .

__ADS_1


Kenzie melangkah untuk duduk dan melihat gerakan mommy nya yang kini tengah menari ,ana memang pandai menari dulu di waktu SMA bersama Nabila ,Bryan yang kini baru masuk terkejut melihat putri nya tengah menari bersama ana ,hal itu membuat dirinya teringat akan hal Nabila yang suka menari di klub ,kini pandangan nya beralih ke arah Nabila yang tengah melihat sang putri ,


Bryan menghampiri istrinya yang tengah serius melihat sang putri dengan tersenyum ,dengan sengaja Bryan mendekatkan wajahnya dan berbisik ke telinga Nabila .


"Tambah anak yu ." bisik Bryan yang dimana membuat Nabila menjadi merah merona .


Di saat Nabila menatap Bryan seketika anak kecil tengah berlari dan memisahkan kedua pasutri itu ,yang dimana Erland tertawa melihat gadis kecil telah memisahkan Nabila dan Bryan .


"Kakak ...!!


"Kakak .. hiks .... !!


Kenzie langsung melihat bocah kecil tiga tahun tengah memanggilnya yang kini tengah berlari ke arah Kenzie , siapa lagi kalau bukan adiknya yang tak lain adalah Ayudia Anggelina Anggara .


Kenzie menghela napasnya panjang ,saat ini adiknya tengah mendongakkan kepalanya ke arah Kenzie ,Kenzie terkadang suka tidak mengerti dengan sikap sang adik yang selalu merengek dan manja padanya .


"Kakak kenapa kakak ninggalin ayu " ucap bocah kecil itu dengan nada tangisnya .


"Stop not spoiling me anymore ayu ." ucap Kenzie dengan bahasa yang dia keluarkan dan tentu saja membuat orang-orang itu mengalihkan pandangannya ke arah Kenzie .


Tak hanya itu ,bocah yang tadi nangis berhenti dan menatap sang kakak nya itu ,


"Kak Ken bicala apalagi , dali tadi ngomong nya aneh gitu ,"ucapnya dengan masih melihat ke arah Kenzie yang dimana membuat Kenzie gemes melihat adiknya itu .


Kenzie tersnyum ke arah ayu dan mengacak-acak rambut adiknya itu ,entah kenapa gadis kecil itu selalu manja padanya ,Kenzie mengingat beberapa menit yang lalu ,adiknya itu menyuruhnya mengambilkan cemilan dan belum beberapa menit pun bocah kecil itu menyuruhnya membeli coklat dengan nada manjanya .


"Kak ....


"Hemmm "


"Kakak jangan ngomong aneh lagi ,ayu tidak mengelti, kakak tadi ngomong apa ." ucap bocah kecil itu .


"Berhenti untuk tidak manja lagi sama aku ?! kau mengerti sekarang .hmm.." Jawab Kenzie .


"Sudah jangan menangis lagi , maafin kakak ya ?! kakak tadi ninggalin kamu di ruang samping sendirian ," ucap Kenzie menangkup pipi adiknya itu .


"Kak ... ayu haus " ucap ayu yang dimana membuat Kenzie melepaskan tangannya di wajah gadis kecil itu .


"Aku tadi udah nangis ? bahkan tengolokan kan ku kering ,aku butuh ail minum kak ." ucap ayu dengan manjanya .


Belum juga beberapa menit ,bocah itu sudah menampilkan manjanya di depan kakak nya itu .


"Suruh siapa menangis ." ketus Kenzie mengambil air untuk sang adiknya itu .


Kenzie melangkah ke luar untuk mengambil air minum untuk sang adik dengan menghela napasnya panjang .


"Kalau bukan adikku ,, sudah aku buang ke sungai Ciliwung."


Adik perempuan nya itu benar-benar sedang menguji kesabarannya ,Kenzie tidak sadar bahwa kedua orang tuanya tengah memperhatikan kedua anaknya itu sedari tadi ,tak hanya mereka Bryan dan Nabila yang melihat itu melongo dengan tingkah ayu begitu pula dengan Kenzie .


"Mas ?! apa kau mendengarnya ." ucap ana .


"Mendengar apa ?! " jawab Erland .


"Ken berbicara bahasa ..." ucap ana berhenti karna terpotong oleh Erland .


"Emm ... dia cerdas seperti aku kecil ,dia memang gen ku..." ucap Erland dengan sombongnya .


Kebahagian Erland membuatnya tak bisa terbendung ,kehadiran Ana wanita yang kakak nya pilih membuatnya tidak menyangka ,gadis dulu yang dia anggap so polos itu sudah membuat dirinya bahagia , istrinya itu memberikan keluarga sepasang anak laki-laki dan perempuan ,Erland menghampiri istrinya dengan tersenyum ke arah ana .


Bryan yang melihat kedua pasutri itu sudah hal biasa ,dengan cepat dia mengambil Anjani untuk tidak melihat keuwuan mereka ,Nabila pun dengan cepat segera menutup mata putrinya .


Erland memandang wajah ana dan membelainya dengan lembut ,istrinya itu sampai saat ini pun masih terlihat cantik dan masih sama seperti dulu ,seperti anak kecil ,wajahnya yang cantik,dan mulus yang dimana sebutir debu pun tidak berani menempel di wajah cantik nya itu .


"Aku mencintaimu Anatasya !! sekarang ,besok ,lusa seterusnya dan selamanya ." ucap Erland menahan tengkuk ana dan mencium nya .


Dimas yang baru datang dengan Dista begitu terharu melihat kemesraan adiknya dan adik iparnya itu ,dia menatap Dista yang kini memegang tangannya dengan tersenyum .


"Aku juga mencintaimu Dita Adista Abraham ." ucap Dimas mencium kening Dista .


Tak jauh dari Dimas dan Dista ,Bryan pun sama Nabila saling berpelukan ,dan langsung berjongkok membawa putrinya ke dalam pelukannya .


.


.


End ......


🌹


🌹


Terima kasih banyak untuk kakak-kakak readers yang sudah berkenan membaca novel ku yang hanya butiran debu ini ,


Maaf jika penulisan nya masih banyak typo ,ma'lum author masih baru dan kaku ,karna author baru belajar menulis dan baru 3 bulan mengenal dunia novel ,jadi mohon maaf kalau tulisannya masih belepotan .


Suffort dari kalian sangat berarti dan sangat-sangat berterima kasih untuk karya ku yang hanya butiran debu Saja, *TERIMA KASIH*

__ADS_1


Jika berkenan jangan lupa mampir ke novel ku "Suamiku Dewa Penolong ku"


__ADS_2