
Seseorang gadis sedang bergelut dengan tangan nya di pagi hari di dapur , dia sedang memasak, sebelum dia berangkat kuliah dia harus membuat sarapan untuk keluarga Pratama ,
Meski demikian paman nya sudah mengetahui hal yang di lakukan ana ,tapi dia suka melakukan nya .
"Akhir nya selesai juga " gumam ana.
" Iya Non, kalau gitu bibi siap kan ke meja makan ya non."
"Iya Bi , aku juga mau ke atas untuk siap-siap." ucap ana yang di angguki Arum.
Bi Arum menatap ana dengan tatapan sendu ,dia kasihan terhadap nona muda nya anak pertama dari Yudha ,dia di tinggal kan di saat masih bayi , dia hidup dengan paman nya di perlakukan layak nya pembantu oleh nyonya di rumah ini .
"Non ,semoga non ana bisa mendapatkan kebahagiaan di luar sana nanti ."..gumam Arum
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Hallo ,
" Iya maaf ini dengan siapa , ada yang bisa saya bantu ."
"Saya sekertaris tuan Dimas Anggara ,apa kah tuan erik ada waktu luang untuk bertemu di kafe Xxxxx ...
"Baik tuan Bryan ,saya akan tanyakan hal ini kepada tuan Erik untuk pertemuan anda dengan tuan kami ,"..
" Baiklah , terima kasih ,"ucap Bryan menutup telpon nya..
Bryan mempersiap kan berkas yang harus ia bawa untuk di tanda tangani oleh perusahaan YE' Group..
Di sisi lain , Erik dan juga Nolan bersiap untuk pergi menemui tuan Bryan di kafe Xxxx,
Dia tidak bisa berharap lebih ,kerja sama nya di terima atau tidak , dia harus menghargai nya untuk datang ke kafe tersebut .
"Nolan , apa perusahaan DA'Group menerima kerja sama dengan kita ."
"Saya tidak tahu tuan, yang saya tahu tuan Bryan mengatakan untuk anda datang ke kafe Xxxx... tapi semoga ajah perusahaan mereka menerima kerja sama kita."
__ADS_1
"Ya semoga aja ."
Erik menarik napas nya , jika memang perusahaan itu menerima kerja sama nya , apa yang mereka lihat dari perusahaan dia yang tidak seberapa ini..
Setelah kakak nya meninggal dunia , dia berjuang sendiri tanpa bantuan dari kakak nya ,semenjak Yudha meninggal ,perusahaan terkadang selaluu hampir bermasalah tanpa bantuan dari Nolan.
"Semoga kau tenang di sana , maaf kan aku ,aku tidak bisa menjaga perusahaan dengan baik."batin Erik.
Tak berapa lama pun mereka sudah sampai di kafe yang di janjikan Bryan.
dan Bryan pun sudah menunggu di ruang VIP khusus untuk pertemuan penting .
"Silah kan masuk tuan ,tuan Bryan sudah menunggu di ruang VIP," ucap seseorang yang telah mengantarkan Erik dan Nolan..
"Baik terima kasih ." ucap Erik.
Sampai di dalam Erik dan Nolan bertemu dengan Bryan yang sudah menunggu .
" Selamat malam tuan Bryan , maaf kami terlambat ." ucap Nolan sang sekertaris Erik
"Ya tidak masalah, sekarang langsung ke inti nya saja."
"Iya tuan Bryan , tidak apa-apa saya juga mengerti keadaan tuan Dimas." ucap Erik
"Tuan Dimas menerima kerja sama anda dan perusahaan kami tuan Erik."
"Tapi tuan Dimas sebelum kerja sama ini di tanda tangani , tuan Dimas meminta satu syarat kepada anda ..
"Syarat ... syarat apa tuan , apapun itu saya akan menerima syarat nya ,agar perusahaan saya baik-baik saja ." ucap Erik tanpa berpikir lebih jauh.
"Baik lah , jika memang anda menerima syarat itu saya akan memperjelas sekarang juga, seblum kontrak kerja sama ini anda tanda tangani .." ucap Bryan yang di angguki Erik.
Bryan menarik nafas nya dengan berat , sebenar nya dia masih ragu untuk mengatakan syarat itu terhadap pria paruh baya yang ada di depan nya itu , tapi apa boleh buat perjanjian ini sudah di sepakati oleh Dimas dengan satu syarat.
"Tuan Dimas meminta satu syarat agar tuan Erik memberikan salah satu putri anda untuk di jadikan istri nya , jika anda setuju dengan syarat itu , silahkan tanda tangani kontrak kerja sama anda dengan perusahaan kami ." ucap Bryan sambil memberikan maf di hadapan Erik..
__ADS_1
Erik terkejut dengan syarat yang di berikan Dimas kepada nya ,Dimas seseorang CEO yang humor nya cacat karna seluruh tubuh nya terbakar beberapa bulan yang lalu ,
Erik tidak menyangka pria lumpuh seperti Dimas ingin memiliki istri ,dan dia meminta salah satu putri nya untuk menjadi istri nya.
"Bagaimana tuan Erik , apa anda menerima syarat itu , jika anda tidak menerima nya saya akan batal kan perjanjian kontrak dengan perusahaan anda ,dan anda tak perlu tanda tangan perjanjian ini.." ucap Bryan tengah mengambil maf yang ada di depan Erik ..
" Tunggu ... saya setuju dengan syarat itu ." ucap Erik yang masih ragu ..
" Baiklah , silahkan tanda tangani ." ucap Bryan
Mau tak mau Erik harus melepaskan salah satu putri nya untuk menikah dengan Dimas Anggara.
" Baiklah tuan Erik , soal perjanjian kita sudah selesai , kalau begitu saya permisi ." ucap Bryan berlalu pergi ..
Nolan melihat raut wajah Erik, bagaimana bisa tuan nya tanda Tangani perjanjian itu cuman hanya dengan satu syarat , agar salah satu putri nya menikahi dimas Anggara yang penuh luka bakar , apa putri dari tuan nya akan mau menikah dengan pria yang sudah tidak ber rupa jelas.
" Tuan ,.apa anda tidak apa-apa.."
"Saya tidak apa-apa Nolan , ayo antarkan saya pulang ."ucap Erik dengan sendu
...----------------...
"Erland kau sudah berjanji padaku untuk menikah ,aku lega setelah kamu mau menerima perkataan ku yang satu itu ..
"Hemmmm..."
"Setelah nikah nanti ,kau harus memperlakukan istri mu dengan baik ."
" Emmmm..."
" Jawab pertanyaan ku dengan benar bocah sialan ,apa kau mendengar kan ku ."
" Aku mendengar nya , bisa tidak kau tak perlu banyak bicara , aku tidak ingin terjadi yang kedua kali nya kau kumat karna banyak bicara."
" Persiap kan dirimu untuk menikah nanti."
__ADS_1
Erland tidak menjawab pertanyaan Dimas, dia hanya tersenyum kecut ,di dalam hati nya dia menyembunyikan rencana sebelum semua nya terjadi ..
beruntung dia sudah mengancam Bryan untuk menggantikan nama itu dengan nama dimas di saat dia akan menjadi suami salah satu dari putri erik, bukan maksud jahat yang dia rencanakan , dia hanya ingin tahu gimana reaksi putri-putri dari Pratama itu.