Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Perasaan yang tak tentu.


__ADS_3

Hari sudah menjelang malam, ana menyiapkan makan malam di bantu dengan para pelayan di mansion Anggara .


"Bi Ani , malam ini aku ingin menyiapkan nya untuk suami ku , aku takut si brengsek itu menghalangi ku lagi ." ucap ana mendumel .


Bi Ani terkejut kenapa nyonya muda nya memanggil suami nya pria brengsek , yang tak lain itu adalah tuan muda Erland


"Tapi nyo,..


"Tidak perlu kau lakukan itu untuk kakakku, biarkan aku saja yang mengantarkan makanan itu untuk nya ,kakakku sedang tidak ingin di ganggu oleh siapa pun, terkecuali aku ." ucap Erland yang memotong ucapan bi Ani ,dan menatap ana tajam .


"Erland kenapa kau selalu membual di saat aku ingin mengantarkan nya pada suami ku sendiri ,aku tahu kau orang rumah ini , tapi setidak nya kau hargai aku sebagai kakak ipar mu .".ucap ana dengan amarah nya .


"Dengar baik-baik gadis bodoh , aku sama sekali tak menganggap pernikahan mu dan kakak ku , dan aku tak ingin dengar akan hal itu ,dan kau bukan kakak ipar ku , dan ingat lain kali kau harus patuhi apa yang kakak ku katakan , dan jangan selalu membuat onar kepada kakak ku dengan sikap mu yang gagu itu ." ucap Erland dengan tatapan sinis.


"Apa kau bilang , aku pembuat onar ,Erland kau yang seharus nya pembuat onar dan selalu mencari masalah dengan ku ,tolong tunjukan rasa sopan mu terhadap ku ." ucap ana dengan marah nya dan berlalu pergi dari hadapan erland


"Cih .. kenapa gadis ini hanya bisa marah-marah di depan ku, kemarin malam dia lemah lembut terhadap Dimas , tapi kenapa berhadapan dengan ku dia berubah menjadi macan betina,


"Bahkan gadis ini bersikap seperti layak nya anak kucing di hadapan aku yang berperan sebagai Dimas ." gumam Erland


Tanpa mereka sadari ,dari tadi Dimas melihat mereka lewat cctv, Dimas menghela nafas nya berat, melihat tingkah Erland terhadap istri nya membuat nya tidak bisa berkutik.


"Erland ,kapan kau akan mengakui sebagai suami nya , kau jangan terjerat dengan berperan seperti diriku , seakan-akan gadis itu menganggap mu adalah aku ,kau sadar Erland dia istri mu ,kau telah menipu nya ,gimana jika nanti dia tahu yang sebenar nya ." gumam Dimas dengan tatapan sendu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Oh tidak aku sungguh lapar sekali , gara-gara pria brengsek itu tenaga ku habis karna marah-marah." ucap ana yang memegang perut nya karna menahan rasa lapar , tidak bisa diam ,ana langsung melangkah kan kaki nya untuk ke bawah ..


Ana melihat seluruh penjuru ruang mansion itu , sudah tidak ada penghuni nya


,dia akan melewati dapur dengan mengendap endap ,tanpa ana sadari di hadapan nya ada seseorang yang telah mengagetkan nya .


"apa yang kau lakukan gadis bodoh , kau seperi maling berjalan seperti itu ."


Ana terlonjak kaget ,saat dia menabrak dada bidang pria itu ,ana marah ,kesal, dia di bilang seperti Maling, tapi itu memang salah nya karna berjalan dengan cara yang bodoh .


Ana tidak menjawab pria itu ,dia melewati nya pergi ke dapur tanpa berbicara ,kini ana berjalan menuju meja makan untuk makan karna perut nya sudah minta untuk di isi, tapi dia tidak melihat pria yang sudah membuat nya kaget tadi ..


"Menyebalkan sekali ," ucap ana yang sembari melahap makanan nya .


Di saat ana selesai makan , ana berdiri dan akan melangkah untuk mencuci piring bekas nya ,tapi tiba-tiba tangan nya di cengkram seseorang ,


Di saat ana akan mengomel , Erland memberikan kartu black card


"Ambil ini untuk biaya pengobatan anak panti yang kau katakan tempo hari ,terserah kau mau ambil berapa pun aku tak perduli ,dan sekarang itu sudah menjadi hak mu ."


Ana diam tidak menerima kartu yang ada di tangan nya Erland , dia masih memikirkan perkataan Erland barusan.


"Ambil , aku bilang ambil , bukan kah kau membutuh kan uang itu untuk biaya rumah sakit." ucap Erland dengan menatap ana.


"jadi dia masih ingat dengan uang itu ,apa dia juga ingat dengan apa yang dia lakukan padaku ." batin ana,

__ADS_1


"Aku akan memberikan mu black card itu ,dan ingat kau jangan pernah pinjam ke siapapun lagi ,Termasuk keluarga Pratama."


Deg..


Ana terkejut ,kenapa pria ini bisa tahu bahwa dia meminjam uang ke keluarga Pratama ,bahkan dia tidak tahu apa-apa akan hal itu.


"Dan ku ingat kan sekali lagi ,kau jangan pernah mengemis apapun lagi di keluarga Pratama , jika kau melakukan nya lagi ,itu berarti kau telah mempermalukan keluarga Anggara ,dan ambilah ini ,apa kau tidak lihat dari tadi aku hanya menyodorkan ini ke hadapan mu ,tanpa kau ambil ." ucap Erland dengan menatap tajam ana.


Ana mengambil kartu black card itu dengan tangan gemetar , dia menatap Erland dengan tatapan yang sulit di artikan ,jantung nya berdegup sangat kencang saat ini .


" Kau bisa menggunakan uang itu ,apapun yang akan kau beli, kau jangan menggap diriku memberi itu dengan sejumlah uang yang tidak sedikit ,anggap saja itu tanggung jawab dari kakak ku untuk menafkahi mu ."


"Aku tidak akan mengambil uang banyak dari kartu mu ini ,aku cuman hanya mengambil sedikit untuk membantu anak-anak panti ." ucap ana yang berlalu pergi dari hadapan erland, dia tidak sanggup untuk melihat wajah pria itu , jika tidak jantung nya kini berdetak sangat kencang.


"Hey jantung ,bisa tidak kau kerja sama dengan ku ,kau jangan bersembunyi di dalam sana cuma hanya untuk berdetak saja ,kau juga harus tahu perasaan ku sekarang di hadapan pria itu


kenapa jantung ku ,ada apa ini , kenapa perasaanku tak tertentu begini ." gumam ana yang menekan ke arah jantung nya .


Erland hanya menatap kepergian ana dari hadapan nya , dia tersenyum tipis mengingat ana yang gemetaran karna berhadapan dengan dirinya.


"Imut sekali ." gumam Erland melengkungkan bibir nya.


Pagi pun telah tiba ,dimana seorang ana yang sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan , termasuk untuk suami nya sendiri .


"Aku akan bikin sop yang seperti waktu itu untuk dia ,kata bi Ani Dimas sangat menyukai nya " gumam ana dengan semangat.

__ADS_1


"Tapi di saat Erland bilang ,bahwa Dimas tidak ingin di ganggu oleh siapapun aku jadi gak bisa mengantarkan makanan ini , tapi kenapa Dimas tidak ingin di ganggu ,apa aku juga termasuk orang yang tak ingin di ganggu nya ,tapi kan orang-orang di sini hanya ada pelayan ,Roy, dokter ,aku dan juga Erland ,tapi mereka masuk begitu saja ke ruangan Dimas , apa Dimas hanya tidak ingin di ganggu oleh ku saja.


Apa karna Dimas marah ,di saat aku menolak di ranjang nya waktu lusa kemarin.


__ADS_2