Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Pertemuan keluarga .


__ADS_3

*


*


*


Di tempat lain ,tepatnya di restoran bintang lima , seorang pria paruh baya dan gadis cantik kini tengah menunggu seseorang yang tak lain adalah Key sahabat dari istrinya itu , Dista yang tidak tahu apa-apa hanya ikut saja dengan apa yang di katakan papinya dan juga sang kakek .


"Pi... sebenarnya kita nunggu siapa sih ..." ucap Dista .


"Nunggu seseorang nak .. sabar dulu ya...." jawab sang mami


Kaisam hanya diam saja tanpa menjawab rengekan Dista yang bertanya itu , Dista hanya menganggukkan kepalanya sambil memainkan ponsel .


"Aku ke toilet dulu ..Pi...mi ..." ucap Dista dengan di angguki mereka .


Dista pun melangkah ke arah dimana toilet berada ,selang beberapa menit orang yang di tunggu-tunggu mereka sampai dan kini mereka tengah menghampiri ke empat orang itu .


"Tua Bangka !! maaf .. aku telat sedikit .. ma'lum .. anak itu sungguh keras kepala." ucap wanita paruh baya itu .


Kaisam mengangguk mengerti ,kini pandangannya melirik ke satu wanita cantik yang tengah menggendong bayi , begitu juga dengan Rahma ,dia melihat wanita yang kini tengah berdiri sambil menggendong bayi .


"Ana ..." ucap Rahma .


"Tante .. om. kakek ." jawab ana ..


"Kau sudah menjadi ibu saja semakin cantik !! sini biar Kenzie bersama nenek ." ucap Rahma berdiri dari duduknya .


Belum apa-apa , Kenzie sudah menangis saat Rahma menghampirinya ,Rahma begitu terkejut saat bayi gembul itu menangis .


"Sayang kenapa menangis !! dia nenek Rahma , maminya aunty dita sayang ." ucap ana menenangkan Kenzie .


"Ahh ..ana .. Tante tidak bermaksud untuk menangisi Kenzie ." ucap Rahma .


"Tidak apa Tante , Kenzie memang seperti ini kalau sama orang baru ... hus...hus ... sayang berhenti menangis oke .. kalau Ken tidak berhenti , mommy tidak akan memberi asi untukmu ." ucap ana pada Kenzie .


Ke empat orang itu tertawa saat ana mengatakan itu pada putranya , kini ana membawa Kenzie ke arah permainan yang ada di restoran itu , Abian melihat-lihat ke arah lain ,tapi dia tidak melihat pria yang akan menjadi menantunya itu .


"Omah .. apa kalian kesini hanya bertiga ," ucap Rahma .


"Kita kesini sama Dimas dan juga Erland , biasalah ... Dimas dan Erland ada pertemuan dengan sahabatnya di luar , kemungkinan sebentar lagi juga dia kesini ... ?! ehh .. tuh mereka lagi jalan kesini ." ucap omah .


Dista yang kini berjalan ke arah mereka tidak sengaja menabrak Dimas , karna barusan Dista tengah melihat ponselnya tanpa melihat orang di depannya .


"Maaf ..ma....?! kamu ..."Ucap Dista yang kini mendongkakkan kepalanya .


Dimas tidak menghiraukan Dista dia berjalan ke ruang VIP yang sudah di beri tahu oleh sang omah . , Erland yang kini berdiri tengah memikirkan sesuatu .


"Ini tidak kebetulan bukan !! kenapa ada gadis ini di sini ......oh tidak apa omah sengaja ingin makan di restoran Bryan untuk pertemuan keluarga ."


Dimas terkejut saat omahnya kini tengah berkumpul dengan keluarga abraham , Dimas tidak mungkin memasang wajah jutek di depan mereka .


"Selamat malam om ..Tante dan juga kakek " ucap Dimas .


"Malam nak ..duduklah." Jawab Kaisam .


Dimas hanya mengangguk kan kepalanya , kini dia pandangannya mengarah ke arah omah .


"Omah ini ?! pasti sengaja merengek ingin makan malam di sini , kenapa omah begitu keras kepala sekali ,dia melakukan ini karna pastii .... akhh ..shiiittt .."


"Dista sini duduk sayang .' ucap sang omah .


"Eu ..eumm ..hu'um ." ucap Dista yang kini duduk juga .


"Omah .. dimana istriku ." ucap Erland yang tiba-tiba datang .


"Haaa .. ana ... dimana dia .. apa ana di sini ." ucap Dista dengan di angguki omah .


"Kamu cari saja di permainan ,ana berada di sana untuk menenangkan Kenzie ." ujar omah pada Erland.


"Ah .. Erland aku ikuuu....


"Adista ... kamu tetap disini ." ucap Abian .


"Tapi Pi ... aku pengen ketemu ana dan juga Ken.." jawab Dista .


"Duduk .." jawab Abian .


Dista pun terpaksa duduk dengan wajah di tekuk, Kaisam melihat Dista yang jemberut dengan cepat membuka suaranya .


"Jadi gimana dis .... kamu sudah siap kan .", ucap kaisam .


"Siap apa ." jawab Dista .


"Menikah ..Minggu ini ..." ucap Abian menimpali .


" Apa me_menikah .", kaget Dista .


"Tapi Pi......


Dista melihat ke arah omah ,wanita paruh baya itu ,jika dia menolak pasti wanita paruh baya itu akan kecewa ,pernikahan di usia muda bukanlah keinginan dista, dan tidak ada dalam mimpinya untuk cepat-cepat menikah ,bahkan Dista tidak terpikirkan sama sekali ,dia hanya ingin menikmati masa-masa mudanya lebih panjang ,tapi tak di sangka ..dia harus menikah di usia muda .


"Ba_baik ... aku siap ." pasrah Dista .


Dimas terkejut dengan apa yang di katakan Dista ,bagaimana bisa gadis itu langsung mengatakannya dan siap , Dimas yang melihat omah tersenyum bahagia membuat dirinya tidak bisa menolak juga , karna semua itu adalah keinginan sang omah , Dista yang melihat Dimas diam saja memaki-maki pria itu .


"Pria itu bahkan hanya diam saja , dari tadi tidak membuka suara , huh. . apa dia benar-benar ingin menikah denganku ."


"Ta_tapi Pi ... Dista gak mau pake acara-acara mewah .." ucap Dista .


"Maksudmu ." Jawab Abian .


"Yah .. nikahnya gak perlu acara mewah meriah. . Dista ...


"Bukannya akan lebih bagus di mewah kan..


"Enggak .. aku ... aku ingin biasa-biasa aja ... eu ... kalian boleh ngundang. ..tapi ... cukup rekan-rekan kerja kalian saja .. Dista gak ...


"Baiklah papi setuju dengan apa yang di ucapkan kamu ..benarkan ayah ." ucap Abian dengan di angguki Kaisam .

__ADS_1


Omah pun mengangguk setuju ,hanya mengundang rekan kerja saja ,itu tidak masalah bagi wanita paruh baya itu ,dengan begitu cucunya itu sebentar lagi akan melepaskan masa jomblo nya


Rahma sang mami dari Dista mengerti dengan keinginan sang putrinya,karna Dista bukanlah gadis yang suka kemewahan , kini Rahma menatap Dimas yang kini mengobrol dengan Abian.


"Sepertinya dia memang pria yang baik ,awalnya aku benar-benar takut akan anak itu , "


Dista hanya menghela napasnya panjang saat maminya menggenggam tangan putrinya ,Dista menampilkan senyumannya dan mengisyaratkan ,bahwa dia baik-baik saja, kini pandangan Dista beralih ke arah ana yang berjalan ke arah mereka dengan membawa Kenzie.


"Dista ..." ucap ana berjalan melihat ke arah Dista


"Aaaa ana ...Sini ... biar Ken sama aunty Dita ," ucap Dista yang kini mengambil Kenzie dari tangan ana .


"Hey .. kamu sekarang jagoan ya .. sudah tidak nangis lagi di gendong oleh ku... hmmm ... " gemes Dista .


Omah melihat Dista yang menggendong Kenzie tersenyum senang ,bahkan wanita paruh baya itu penuh harap jika Dimas sudah menikah mereka pasti akan mempunyai anak dan juga menambah cicit .


"Dengan begitu ,, Kenzie ada temannya !! haha dengan begitu aku akan menambah cicit ...hihi ...dan mansion akan ramai oleh anak-anak kecil ."


"Dista .. sudah sini Ken nya , kamu makan dulu aja ,soalnya makanannya sudah siap tuh ... " ucap ana .


"Tidak apa an .... kamu aja tuh yang makan ,kamu kan menyusui Ken ..harus banyak makan ,gapapa ... Ken biar aku yang gendong ." jawab Dista .


"Sayang !! yang di katakan temanmu benar ,kamu harus banyak makan ," timpal Erland .


"Tapi mas ... aku sudah makan tadi di rumah ,kamu kan tahu sendiri ,semenjak aku menyusui aku sering kelaparan ,jadi sekarang aku gak mungkin makan lagi mas ." jawab ana.


"Iya ... justru itu makanlah sedikit ya ... " ucap Erland .


"Aku masih kenyang mas ... kamu aja yang makan ya ... " ucap ana berdiri dari kursinya dan menghampiri Dista .


"Kakak ipar ... kau lebih baik makan ... biar Kenzie sekarang aku yang gendong .." ucap ana .


Dista terkejut saat ana memanggilnya kakak ipar ,seketika kini wajahnya masam setelah dia mendengar kata kakak ipar .


"Dista kamu kenapa ." ucap ana .


"An .... aku tidak ada keinginan untuk menjadi kakak ipar mu ...hiks .... aku hanya ingin menjadi sahabatmu saja selamanya ." ucap Dista


Ana menggelengkan kepalanya saat melihat raut wajah Dista ,ana tahu keinginan Sahabatnya itu ,dalam mimpinya Dista hanya ingin menjadi desainer ,dan tidak ingin nikah di usia muda .


"Dis .. aku tahu ... tapi mau gimana lagi .. jodoh sudah tuhan yang Atur ,kamu tidak mungkin menolak yang sudah di takdirkan oleh tuhan ,bukankah jika kamu menikah kita akan semakin dekat dan kumpul di mansion ..." jawab ana .


"Dis.... kak Dimas orang nya baik kok ,hanya saja sikap yang sekarang mungkin kamu tidak menyukainya ,tapi sebenarnya kak Dimas hangat kok orangnya ,bahkan dia sangat penyayang ." ucap ana lagi .


"Sekarang kamu makan dulu gih .... " ucap ana kembali .


"Aku tidak lapar an ... " jawab Dista .


Dista mencerna perkataan ana , kata demi kata yang di lontarkan ana membuatnya kini mengalihkan pandangannya pada pria yang akan menjadi suaminya itu .. Dista tertegun saat dia melihat Dimas tengah tersenyum ke arah sang kakek di saat waktu sedang makan , dia pungkiri dan memuji ketampanan pria itu .


"baru pertama kali ini aku melihat dia senyum , dia memang tampan ,!! tapi ...... bukannya menikah itu harus saling mencintai ... tapi aku tidak mencintainya , "


Dista langsung mengalihkan pandangannya ke arah ana di saat Dimas melihat ke arahnya , Dista lebih mundur lagi ke arah lain ,agar dirinya tidak terlihat oleh pria itu ..


Dimas yang melihat Dista mundur mengerutkan keningnya , kini pandangannya beralih ke arah kaki Dista yang terus mundur saja ,Dimas terkejut saat Dista mundur ke arah tangga , dengan cepat Dimas berdiri menghampiri gadis itu .


Dista yang melihat Dimas berjalan menghampirinya semakin mundur ke belakang , ana yang serius memainkan mainan untuk Kenzie tidak sadar bahwa Dista kini tengah mundur di samping nya .


"Aaaaaaaaaaa....


Dengan cepat Dimas menahan pinggang gadis itu , Dista terkejut dengan apa yang dia lihat ,dia merutuki kebodohan nya yang tadi mundur ,tapi dia beruntung saat Dimas menahannya , Dista menatap wajah pria itu dengan menelan ludahnya kasar ,


Mata mereka saling bertemu ,Dimas yang kini melihat wajah gadis itu hanya bisa menelan salipnya nya dengan kasar , lagi-lagi Dimas harus melihat mata gadis itu yang mengerjapakan matanya , Dista dan Dimas masih saja saling pandang dengan keadaan yang sekarang ini Dimas menahan pinggang Dista .


Cekrek ...


Seketika Dimas dan Dista langsung tersadar saat Erland memotret mereka .


"Ekhemmm ... sayang !! kamu kenapa berdiri di sini hemm ... bukannya tadi aku menyuruhmu makan ... jika kau disini nanti Kenzie melihat pemandangan yang seharusnya dia tidak lihat dengan umur Kenzie saat ini ..." cibir Erland


"Mas kamu ngomong apa sih ..."jawab ana .


"Udah ayo kembali , yang lain sudah pada selesai makan..." ucap Erland merangkul pundak ana .


"Tapi mas dis...


"Udah ayo sayang " ucap Erland menahan ana agar tidak melihat ke belakang.


Erland tersenyum tipis dan melihat ke arah belakang dengan mengedipkan mata ke arah kakaknya ,Dimas yang melihat Erland tersenyum menyeringai hanya bisa berdecak ,bahkan pria yang tak lain adalah adiknya itu mendapat kan foto dirinya .


Kini Dimas melihat ke arah Dista yang melihat Erland dan ana , serasa di lihatin, Dista pun langsung melihat ke arah pria di samping nya yang sedang melihatnya ..


Deg. ...


Dengan cepat Dista mengalihkan pandangannya lagi ke depan ,serasa canggung. ?! kini dia pun berlari ke arah dimana keluarganya berada, Dimas tersenyum tipis saat melihat Dista berlari .


"Menggemaskan sekali "


Kini Dimas pun melangkah ke arah keluarganya ,acara pertemuan dan makan-makan pun selesai ,kedua keluarga itu kini tengah siap-siap untuk kembali pulang , Kaisam mengajak Dista untuk pulang ,tapi dengan cepat sang omah melarangnya .


"Biar Dimas yang mengantarkan nya .." tahan omah pada kakek tua itu .


Kaisam hanya mengangguk kan kepalanya , Dista yang mendengar itu seketika jantungnya berdetak sangat kencang ,saat dia mendengar perkataan omah ..


"Ada apa denganku ,, kenapa jantungku berdetak sangat kencang , tidak seperti biasanya ,"


Dista yang kini berdiri tepat di samping Dimas membuat dirinya benar-benar tidak nyaman , kenapa perasaannya sekarang membuat dirinya benar-benar ingin menghindari pria itu , karna saat ini jantung nya benar-benar terpacu di saat dia mendengar perkataan wanita paruh baya itu .


"Dimas !! antarkan pulang Dista ... omah bisa pulang dengan Erland ." ucapnya dengan di angguki Dimas .


Omah hanya tersenyum tipis dan melangkah meninggalkan kedua orang yang masih tersisa itu , omah tahu Dimas belum bisa menerima Dista ,maka dari itu dia sengaja mendekatkan cucunya itu dengan Dista agar lebih terbiasa dan saling menerima ...


"Ayo pulang !! aku antarkan ." ucap Dimas


Dista hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Dimas , sesampainya di parkiran Dista tidak melihat keluarga nya lagi Karna mereka sudah pulang terlebih dahulu beberapa menit yang lalu .


Dimas si pria itu ,dia hanya menampilkan wajah dingin saja , jangan di tanya pria itu sama seperti Dista ,yang saat ini perasaannya pun tak terkendali ,hanya saja dia tidak ingin memperlihatkan ke guguppan nya .


"Itu .... kita menikah tidak perlu undang perundang seperti yang kau katakan tadi di depan keluarga , apalagi untuk mengundang rekan kerja !! kita cukup menikah di depan penghulu saja ." ucap Dimas dingin .

__ADS_1


"Yang penting omah ku senang, dan itu tidak perlu ada resepsi atau undangan semacamnya." ucapnya kembali tanpa melihat ke arah Dista .


Dista terkejut dengan ucapan pria itu , dalam pikiran Dista ,apa pria itu tidak ingin menikah dengannya , bukan seperti itu .,jelas .Yah ! Dista pun tidak ingin menikah di usia nya masih muda , tapi kenapa Dista serasa nyut di hati , di saat pria itu berkata seperti tadi .


"Apa dia tidak ingin memperkenalkan aku pada orang lain , bahkan tadi dia bilang ?! menikah hanya di depan penghulu saja ,tanpa mengundang ."


"Eummm ..." jawab Dista .


"Aku akan bilang pada omah ,tidak untuk mengundang siapapun .. aku yakin bahkan dia juga pasti setuju .. bukankah kau akan lebih senang jika pernikahan ini secara diam-diam tanpa orang tahu ." ucap Dimas .


Bukan apa-apa yang di lakukan Dimas itu, dan perkataan barusan yang dia lontarkan karna memang tidak ingin melakukan resepsi atau pun siap undangan , baginya ini sangatlah terlalu cepat , meskipun bisa di atur dengan cepat oleh orang lain , tapi dia tidak ingin mengadakan acara pernikahan dadakan , dalam pikirnya lebih baik menikah hanya wali orang tua dan keluarga saja yang tahu .


Tak butuh waktu lama , kini mereka sampai di halaman keluarga Abraham ,Dista pun bersiap akan turun dari mobil .


"Bilang pada om dan Tante , aku tidak bisa mampir , ada pekerjaan yang harus aku lakukan ." ucap dimas dengan di angguki Dista .


Kini Dimas pun melajukan mobilnya kembali dan langsung pergi dengan membawa mobil kecepatan sedang, dia memikirkan pernikahan yang 4 hari lagi akan di lakukan , Dimas menghela napasnya berat saat mengingat itu , bahkan Minggu kemarin dia pun menolak pernikahan itu ,baginya dia pun butuh waktu , tapi tidak di sangka , omahnya membuat perjanjian dengan keluarga Abraham untuk menentukan pernikahan itu .


Sesampainya nya di mansion ,Dimas langsung turun dengan memijat pelipisnya ,dia melangkah terus melangkah menuju ke arah kamarnya , di saat dia akan membuka pintu kamar , omahnya memanggil pria itu yang kini tengah berjalan ke arahnya .


"Dimas ... ikut omah !! ayo duduk dulu ." ucap omah berjalan ke arah sofa .


Dimas hanya mengangguk kan kepalanya dan mengikuti wanita paruh baya itu ke arah sofa ruang tamu .


"Ada apa omah ." tanya Dimas yang kini tengah duduk .


"Dimas .. kamu harus segera urus untuk siapkan undangan pada Bryan , omah tidak akan mengijinkan kamu untuk ke kantor dulu ,karna tiga hari lagi kamu menikah , dan kamu harus ....


"Omah cukup ?! .. aku akan menikah dengan Dista ... tapi aku tidak akan mengundang siapapun , ini terlalu cepat omah , bahkan Bryan selama ini selalu membantu pekerjaan ku yang lain , aku gak mungkin meminta bantuan lagi sama dia , meskipun Roy ikut membantu ,tapi aku tidak suka dengan acara-acara yang mendadak , jika omah bersi keras untuk itu , lebih baik aku tidak menikah , tapi jika omah setuju dengan apa yang aku katakan ,itu akan lebih baik .. ?! tapi jika omah terus memaksa dan mendesak ku , aku gak bisa omah ." ucap Dimas berdiri dan pergi meninggalkan sang omah .


"Maafkan aku omah ,, aku tidak bermaksud untuk berkata seperti itu , "


Dimas melangkah tanpa melihat ke arah sang omah , baginya omah selalu mendesaknya , Wanita paruh baya itu menghela napasnya panjang , dengan suara Dimas seperti itu ,dia juga tidak mungkin memaksakan lagi keinginannya itu .


" Aku selalu menekan Dimas , ya sudahlah biarkan keinginan nya seperti apa , yang penting aku tidak khawatir lagi atas dirinya yang sendiri terus , ?! dengan begitu aku bisa mengatakannya pada keluarga Abraham."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi telah tiba ...


Kedua pasutri yang masih nyenyak dalam tidurnya Telah di bangunkan oleh sang putra , ana langsung membuka kedua matanya dan juga langsung melihat ke arah Box bayi ..


Eaa... eaa .. ( anggap aja suara bayi 🤪)


Ana turun dari ranjang dan berjalan ke arah box bayi ,yang menjadi tempat tidur sang putranya itu , di lihatnya tangan mungil bayi yang di angkat-angkatnya ke atas membuat ana tersenyum pada sang putra .


"Cup ...cup sayang , kok nangis sih anak mommy ." ucap ana mencium pipi gembul sang putra .


Kenzie pun tersenyum saat ana mencium pipi gembul nya ,yang mana ana menjadi terkekeh saat melihat putra nya tersenyum dan langsung menggendong nya .


"Mau mandi ya sayang ,Kenzie mandi pagi ya biar kebiasaan nantinya ?!,uhh anak mommy belum juga mandi udah tampan aja ,apalagi udah mandi." ucap ana sembari melepaskan pakaian baby Kenzie .


"Sayang !!! Kenzie mau mandi ,kamu bangun dulu ,tolong siapin air anget di bak mandi baby .." titah ana membangunkan Erland .


"Hemm .." dehem Erland dengan suara serak nya .


Erland turun dari ranjang dan melangkah malas ke arah kamar mandi ,dan pria itu sesekali menguap , hal ini pun sudah menjadi rutinitas nya di pagi hari dan menjadi seorang Daddy , bahkan ana memang suka memandikan putra nya sendiri ,Erland sang suami menyuruh ana untuk mencari baby sitter ,tapi ana menolak ,alasannya dia tidak ingin memliki baby sitter karna apa ?! karna ana tidak mau nantinya baby Kenzie lebih dekat dengan orang lain ketimbang dengan dirinya .


Maka dari itu ana selalu mengurusi keperluan baby Kenzie sendiri ,meski kadang-kadang ana pun sering meminta bantuan pada suaminya dan juga para pelayan yang ada di mansion .


Erland sudah menyiapkan air mandi untuk putranya itu ,kini Erland melihat jam yang ada di nakas sudah jam 06.00 pagi , kini dia melangkah ke arah luar untuk mengambil air minum ,sementara ana dia langsung melangkah ke arah kamar mandi untuk memandikan Kenzie .


Ana memasang pelampung bebek di leher baby Kenzie ,setelah itu Kenzie pun di biarkan di bak mandi kecilnya sendiri , kaki mungil yang kini tengah bergerak-gerak di dalam air ,membuat Kenzie tersenyum , ana yang melihat sang putranya tersenyum ikut tersenyum .


Ana bahagia memiliki putra yang sangat aktif seperti kenzie , ini adalah pengalaman nya pertama mengurus anak ,bahkan ana menyukai status nya yang sekarang menjadi seorang ibu .


Seorang ibu muda , sungguh membuat nya bahagia , bahkan semenjak menikah dia sudah berhenti dari kuliah nya hanya untuk mengurus suami ,dan kini dia memiliki buah hati yang justru lebih pokus akan hal itu ,bagi ana kehadiran Erland dan Kenzie adalah anugrah dalam kehidupannya., maka dari itu ana tidak ingin melewatkan hal kecil apapun bersama suami dan putranya .


Setelah selesai mandi ana memakaikan pakaian untuk sang putra ,ana tersenyum melihat putranya semakin hari semakin gembul dan membuat dirinya gemes akan hal putranya.,pertumbuhan baby Kenzie sangat cepat ,dan itu membuat Erland dan ana senang .


Setelah beres memakaikan pakaian Kenzie ,ana langsung memberikan asi untuk sang putra , Erland yang baru masuk melihat putranya yang tengah di susui oleh ana mencium pipi gembul sang putra .


"Anak Daddy tambah hari tambah tampan aja , pipinya gembul banget sih hemm ." ucap Erland mencium pipi putranya dengan gemas .


"Mas .. kamu jangan cium-cium .. kamu belum mandi ,sanah mandi dulu ,gak malu apa kalah sama anak sendiri ," ucap ana yang sedikit kesal karna Erland menciumnya dengan keadaan belum mandi .


Meski tak bisa di pungkiri ,


jika ketampanan yang di miliki baby Kenzie adalah gen dari suaminya ,ana mengakui meski belum mandi pun Erland memang terlihat tampan dan mempesona .


Erland yang di katai belum mandi mengerucutkan bibirnya dan menampilkan wajah kesalnya ,yang mana menjadi ana tertawa dan gemes melihat suaminya seperti itu ,dengan cepat ana langsung mencium pipi suaminya dengan singkat .


Cup....


"Udah sana mandi mas ,ini sudah siang ?! kamu kan mau ke kantor .. setelah ini aku juga akan menyiapkan pakaianmu ." ucap ana .


"Mandi bareng sayang !! bukannya kamu juga belum mandi ." ucap Erland dengan manja .


Ana menggelengkan kepalanya ,kenapa suaminya itu benar-benar tidak tahu malu di depan anaknya juga .


"Pergi atau enggak gak ada jatah sebulan ini ." ucap ana dengan wajah kesal .


Erland langsung berdiri dan melangkah ke arah kamar mandi ,mana bisa Erland puasa apalagi sebulan , sungguh itu waktu yang sangat lama .


"Bisa-bisa aku jadi pria solo di dunia jika hal itu terjadi ."


Dengan berat hati erland pun menuruti sang istri pemilik hatinya untuk mandi ,dia tidak ingin membuat istrinya kesal ,apalagi menyangkut jatah malamnya tidak akan di berikan padanya .


Ana melihat suaminya yang melangkah ke arah kamar mandi dengan tersenyum ,kini dirinya melihat Kenzie yang tengah nete membuatnya tersenyum lagi .


"Anak mommy lama banget nete nya kaya Daddy ." ucap ana sambil tersenyum .


"Benar-benar gen Daddy nya ." ucap ana kembali melihat Kenzie .


Hidup memang tidak selalu menceritakan kebahagiaan ,ada pula hidup yang harus di jalani ,kehidupan yang ana lalui dari Lika liku itu sudah ana lewati ,sekarang ana memiliki suami yang dia cintai nya ,yang dulu dia anggap seorang adik ipar ,tapi sekarang terbukti , semua rasa sakit yang pernah menyerap dalam hidupnya ,kini tergantikan dengan sejuta kebahagiaan .


*


*

__ADS_1


*


_________


__ADS_2