
Hari-hari telah telah terganti ... hari telah terganti Minggu ,Minggu ke Minggu terganti bulan .
Pagi ini Dimas bangun terlebih dahulu ,pertama yang dia lihat wajah imut sang istri ,Dimas menyibakkan rambut Dista yang menghalangi wajahnya ,pemandangan pagi yang sangat menyejukkan matanya melihat bidadari terlelap di sampingnya..
Dimas membelai wajah istrinya dengan lembut ,Dista yang merasakan pipinya di sentuh membuka kedua matanya dan melihat wajah tampan Dimas yang tengah menatapnya dengan penuh cinta .
Tapi tiba-tiba ,Dista merasakan bergejolak di dalam perutnya ,rasanya mual yang sangat teramat sangat dan tak bisa menahannya ,dengan cepat Dista turun meninggalkan suaminya yang sedari menatap nya ,Dimas yang melihat Dista berlari cepat ke arah kamar mandi membuatnya heran .
Uueekk.... Uueekk....
Dimas yang mendengar muntahan dari sang istri dengan cepat turun dari ranjangnya dan berlari ke arah Dista yang berada di kamar mandi .
"Sayang ,kamu kenapa ." ucap Dimas mendekati Dista .
"Kak .. kepala aku pusing dan mual ." ucap Dista dengan memijat pelipisnya .
Lagi-lagi Dista kembali merasakan mual dan memuntahkan isi perutnya, membuat Dimas yang ada di sampingnya memijat tengkuk Dista dengan pelan.
Setelah di rasa mual nya hilang ,Dista mencuci mulutnya dan berbalik melihat Dimas ,Dimas yang melihat wajah istrinya pucat menjadi khawatir .
"Sayang ?! wajah mu pucat kita ke dokter ya ." ucap Dimas cemas .
"Aku gapapa kok kak , mungkin cuman masuk angin saja " ucap Dista keluar dari kamar mandi dengan di bantu Dimas .
"Ini pasti kamu kemarin gak sarapan pagi ,dan malam pun kamu gak makan, akhirnya jadi begini kan ." ucap Dimas cemas.
"Aku gak nafsu makan kak ," jawab Dista lemas.
"Berbaringlah dulu ,aku akan memanggil bi Ani untuk membuat air jahe hangat ." ucap Dimas dengan di angguki Dista
Dimas membantu Dista membaringkannya di ranjang ,Dimas yang melihat wajah pucat istrinya semakin khawatir akan keadaan Dista ,Dimas keluar memanggil bi Ani untuk membuat air jahe hangat untuk sang istri ,lalu Dimas Kembali masuk dan melihat Dista yang memejamkan matanya .
Tak butuh waktu lama ,pelayan lain kini tengah mengetuk pintu kamar mereka,Dimas pun berjalan ke arah pintu tersebut untuk mengambil air jahe hangat itu ,lalu dia memberikannya pada Dista untuk segera meminum nya .
"Gimana ?! apa sudah lebih baik ." ucap Dimas cemas .
Dista hanya mengangguk kan kepalanya tanda membenarkan ucapan Dimas ,namun wajah pucat nya masih terlihat dan rasa pusing nya masih terasa oleh Dista .
"Kita ke dokter sekarang " ucap Dimas bangkit dari duduknya untuk mengganti baju .
"Kak aku gapapa ,mungkin aku cuman masuk angin aja ,nanti juga hilang ." ucap Dista menahan tangan Dimas .
"ini hanya masuk angin biasa ,kakak mending sekarang mandi ,terus siap ke kantor ,sekarang aku agak sedikit membaik ,aku mau nyiapin pakaian kantormu." ucap Dista akan bangkit dari tidurnya .
"Sayang !! udah jangan bangun ? berbaringlah ,pakaian ku biar aku yang siapkan sendiri ." jawab Dimas menahan tubuh Dista .
Dimas melihat wajah pucat istrinya itu dengan menghela napasnya panjang ,pria itu khawatir akan hal keadaan istrinya sekarang .
"Aku khawatir ,wajah mu sangat pucat ,sebaiknya kita ke dokter ,dan aku tidak ingin di bantah lagi yang kedua kalinya ,"ucap Dimas dengan nada tegas di karnakan dia begitu khawarir akan hal istrinya .
"Aku beneran gapapa kak ?! istirahat aja sudah cukup kak ,kakak sekarang mandi ya ,, kak dimas kan mau ke kantor, aku beneran kak gapapa ,kakak jangan melihat ku seperti itu " ucap Dista yang melihat wajah suaminya diam dengan menatap istrinya sendu .
"Kak .. aku hanya ingin tidur aja ?! aku janji nanti siang aku gak akan memperlihatkan wajah pucat lagi dan akan sembuh dan lagi aku tidak akan membuat kak Dimas khawatir lagi ." ucap Dista mengacungkan dua jari nya V.
"Hemm ... aku akan menemani mu ." ucap Dimas tegas .
"kak ... kakak sebaiknya ke kantor ,aku gapapa ?! beneran deh ,aku hanya ingin istirahat dan tidur , bukannya hari ini kakak ada rapat penting ,pergi lah mandi dan siap-siap ." ucap Dista .
Dimas tidak menjawab ucapan sang istri ,dia masih melihat wajah pucat istrinya itu ,dengan lama berpikir akhirnya Dimas menganggukkan kepalanya .
"Aku akan panggil Bi Ani untuk menemani mu ,jika tidak aku akan memanggil ana untuk menemani mu di sini sama Kenzie ." ucap Dimas .
"Kak ... jangan ?! jangan merepotkan mereka ?! aku ingin tidur aja ,jika mereka menemaniku ,aku pasti tidak akan bisa tidur ." ucap Dista manja .
"Hemm .. ya sudah ,kalau itu mau mu ... istirahatlah ,jika ingin tidur ,tidurlah .. aku akan mandi dan siap-siap untuk ke kantor ." ucap Dimas dengan di angguki Dista
Dimas beranjak ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri ,Dista melihat punggung suaminya itu melangkah ke arah kamar mandi memberikan senyuman tipis setelah itu Dista pun memejamkan matanya .
Tak butuh waktu lama ,Dimas pun kini selesai mandi ,dia keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya tertidur dengan wajah yang masih pucat ,kini dirinya melangkah untuk mengambil pakaiannya dan berjalan ke arah ruang ganti .
Setelah selesai semuanya Dimas melangkah menghampiri Dista dengan sembari memakai jam di tangannya ,Dimas duduk di ranjang melihat istrinya yang terlelap tidur .
Sebelum dia beranjak ,Dimas mencium kening istrinya begitu lama ,setelah itu dia membenarkan selimut untuk istrinya dan beranjak pergi meninggalkan Dista
Dimas berangkat ke kantor ,sebelum pergi dia memerintahkan bi Ani untuk melihat istrinya nanti .
"Nanti tolong antarkan sarapan untuk istriku ,kalau terjadi apa-apa hubungi saya ." ucap Dimas dengan di angguki bi Ani .
"Kak ... ada apa dengan Dista ." ucap ana yang beranjak dari kursi meja makan .
"Tidak apa-apa .. dia hanya belum bangun aja ." ucap Dimas melangkah pergi ke luar .
Erland yang melihat Dimas tidak semangat di pagi hari ini membuatnya heran .
"Kak .. apa kau tidak sarapan dulu ."ucap Erland .
"Tidak !! Erland ,apa omah ada kabar .." ucap Dimas .
"Tidak !! ku kira omah mengabari mu" jawab Erland .
Dimas hanya diam dan berbalik melangkah tanpa menjawab Erland , Erland yang masih di meja makan mengerutkan keningnya ,dan tak berpikir panjang ,kini Erland berdiri dari duduknya dan akan berangkat ke kantor juga ,setelah itu dia pun pamit pada ana.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di apartemen .
Nabila kini tengah berkutat menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya ,dia menyiapkan roti pakai selai kacang yang berada di meja makan ,yang di lakukan Nabila hanya itu yang dia bisa ,sesekali Nabila menghela napasnya berat Karna ke bodohan nya yang tidak bisa memasak .
Bryan berjalan ke arah meja makan dan melihat istrinya tengah di meja makan dengan sembari memegang roti di tangannya , Bryan tersenyum dan meraih tangan Nabila ,Nabila Tercengang saat melihat Bryan menyantap roti yang ada di tangannya .
"M_mas ... kenapa kamu memakan roti ku ." ucap Nabila ...
"Aku ingin memakan roti yang bekas gigitan mu ." ucap Bryan dengan nada yang tengah mengunyah .
Nabila hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya saja ,kini dia memberikan segelas susu putih pada suaminya.
"Minumlah dulu sebelum berangkat , maafkan aku ?! hanya ini yang bisa aku lakukan untuk melayani mu , tapi aku janji aku akan belajar menjadi istri baik dan melayani mu ." ucap Nabila .
"Aku bersyukur kok ,dengan begini saja kamu mau melayani ku ,!! tapi bukan itu yang ingin aku mau kamu untuk melayani ku ?! kamu cukup layani aku di ranjang saja sayang ." ucap Bryan dengan menggoda Nabila ,yang dimana membuat Nabila refleks mencubit perut suaminya itu .
"Kenapa jadi mesum gitu sih ." gumam Nabila .
"Sayang ,aku mendengarnya ?! Mesum sama istri itu halal sayang " ucap Bryan
"Ya...terserah kamu aja deh , asal jangan mesum sama wanita lain ." ucap Nabila melangkah ke arah dapur.
Bryan melihat istrinya yang melangkah ke arah dapur ,seketika dia pun melangkah cepat mengikuti istrinya dan manarik tubuh Nabila memeluk nya dari belakang ,Nabila terkejut saat ini Bryan tengah memeluknya .
"Tiba-tiba aku tidak ingin pergi ke kantor dan tidak ingin meninggalkan istriku di sini sendirian ."ucap Bryan dengan masih memeluk Nabila
"Kalau gitu .. ijinkan aku kembali untuk bekerja lagi di kantor kak Dimas ,dengan begitu kamu akan sering bertemu dengan ku ." ucap Nabila .
"Tidak !! aku tidak mengijinkan istriku untuk bekerja lagi ,aku akan mengurung istriku di rumah dan tidak akan mengijinkan mu untuk bekerja lagi ." jawab Bryan manja dengan sembari mencium pipi Nabila .
"Mas !! lepasin aku... kamu tidak boleh manja ,,ini sudah siang kamu harus pergi ke kantor ,dan lagi kamu itu sekertaris perusahaan Anggara , bekerja lah dengan baik , nanti kamu dapat amukan dari kak Dimas jika telat , setelah nanti pulang ,kamu akan melihat ku kembali ." ucap Nabila melihat ke arah wajah suaminya .
Bryan melihat wajah istrinya dengan menganggukkan kepalanya ,dengan keadaan masih berpelukan Bryan menyodorkan pipinya ke arah Nabila memberikan kode agar mencium dirinya ,Nabila mengerutkan keningnya saat Bryan meminta untuk di cium .
Bukannya di cium ,Nabila malah melepaskan pelukan Bryan dan menunjukan jam, Bryan yang melihat itu hanya mengerucutkan bibirnya karna tidak mendapatkan ciumannya ,dengan cepat Bryan berbalik dan melangkah ke arah meja untuk minum ,setelah minum dia melangkah untuk siap berangkat .
Nabila yang melihat ekspresi suaminya berubah hanya geleng kepala , Nabila menaruh gelas di meja makan dan berlari kecil ke arah Bryan , dengan cepat Nabila mencium pipi suaminya itu ,yang dimana membuat Bryan terkejut dia langsung melihat ke arah istrinya yang tersenyum manis padanya .
Tidak tahan dengan senyumannya ,Bryan langsung menahan tengkuk Nabila dan membungkamnya dengan berjalan ke arah sofa ruang tamu , Nabila menahan Bryan dan menghindar dari ciumannya .
"Mas i_ini sudah si.....
Bryan membaringkan Nabila ke arah sofa dan menahannya dengan bibir yang kini tengah membungkam bibir Nabila , Nabila tidak bisa menolak dengan apa yang di lakukan suaminya itu ,Nabila pun membalas ciuman suaminya dengan mengalungkan tangannya ke leher Bryan .
Setelah di rasa kehabisan napas ,Bryan melepaskan tautan itu dan menatap wajah Nabila , Nabila pun sama halnya menatap Bryan yang kini tengah menatapnya dengan sendu.
"Emm ... yaah !! aku sudah mendapatkannya ... setelah pulang nanti ,aku akan mendapatkan semuanya ,bukan hanya ini Saja, tapi semuanya " ucap Bryan mengelus bibir Nabila .
Cup ....
Bryan mengecup bibir Nabila dengan singkat , dan menarik tangan Nabila untuk bangun dari tidurnya , Nabila membantu merapihkan Jaz Bryan yang sedikit acak-acakan karna pemanasan singkat barusan.
"Aku berangkat dulu , jangan keluar tanpa ijin dariku dan tunggu aku kembali ." ucap Bryan membelai Nabila .
"Eumm .. hu'um hati-hati di jalan ."jawab Nabila .
Nabila mencium tangan suaminya dan Bryan pun mencium kening Nabila ,setelah itu Bryan pun keluar dan pergi berangkat meninggalkan istrinya .
Bryan kini sudah berada di mobil dan melihat ke arah jam yang ada di tangan kekarnya ,mungkin dia akan telat lima menit jika dirinya sampai di perusahaan .
Dengan waktu 20 menit ,Bryan pun kini sampai di perusahaan ,dia turun dan melangkah masuk ,para pekerja membungkukkan kepalanya pada sekertaris perusahaan itu , kini Bryan melangkah ke arah lift untuk ke ruangannya yang berada di atas ,sebelum ke ruangannya dia melihat pintu ruangan Dimas belum juga ke buka .
"Apa dia belum datang " gumam Bryan .
Bryan melihat Mikha yang keluar dari ruangan meeting memanggilnya .
"Mikha .."
"Oh tuan Bryan selamat pagi ?! apa ada yang bisa saya bantu " ucap Mikha .
"Apa tuan Dimas belum datang " ucap Bryan.
"Belum tuan ," jawab Mikha dengan di angguki Bryan .
Bryan pun melangkah ke ruangannya ,dia kini duduk di kursi kerjanya dan memeriksa data laporan untuk di serahkan pada Dimas nanti .
.
.
.
10 Menit berlalu , Dimas pun sampai di kantor dan masuk ke ruangannya ,pria itu melepaskan jaz dan menaruhnya di kursi kerjanya ,setelah itu dia melihat ponselnya dan melihat pesan Bryan ,dengan cepat Dimas memanggil Bryan untuk segera ke ruangannya .
Tak butuh waktu lama ,Bryan pun masuk tanpa mengetuk pintu ,karna di tangannya membawa berkas untuk di berikan pada Dimas ..
"Ekhemm ...
Dimas mendongkakkan kepalanya melihat orang yang berdehem , lalu dia kembali pokus dengan berkas di depannya .
__ADS_1
"Kenapa wajahmu tidak semangat sekali hari ini ." ucap Bryan .
"Tiap hari aku begini " jawab Dimas .
Yang di katakan Bryan memanglah benar , Dimas memanglah tidak semangat ,karna dia selalu mengingat istrinya , kini pandangannya melihat ke arah Bryan yang memeriksa berkas di tangannya
"Bryan !! apa kau masih tinggal di apartemen " ucap Dimas .
"Hemm .. kenapa ." jawab Bryan tanpa melihat ke arah Dimas .
"Bukankah Erland memberi hadiah rumah pernikahanmu ,kenapa kau tidak menempatinya saja, kenapa masih menempati apartemen ." ucap Dimas .
"Aku sudah membeli rumah sendiri ,tapi itu untuk hadiah istriku ,dan aku akan pindah dan menempati rumah itu di hari ulang tahun Nabila yang seminggu lagi ." jawab Bryan .
"Soal rumah dari Erland ,,aku sudah menyuruh orang untuk mengurusnya ,kelak rumah itu akan aku berikan pada anak ku saat dia besar nanti ." jawab Bryan lagi .
"Cih ... hasil juga belum ?! sudah berharap soal anak untuk memberikan rumah ." ucap Dimas .
"Tapi itu untuk menjaga-jaga ,, dan aku sedang memproses " jawab Bryan enteng ..
Dimas tidak menjawab pertanyaan Bryan lagi ,dalam hatinya dimas pun sedang menunggu kabarnya Dista untuk hamil ,dan dia pun ingin memiliki seorang anak ,Bryan yang melihat Dimas hanya diam saja ,langsung memberikan berkas yang sudah dia periksa Kembali dan memberikan berkas di tangannya ke meja kerja pria itu .
"Jam 10 ada rapat bersama pak Nurman dan lihat berkas ini ,aku akan kembali ke ruangan ku ." ucap Bryan .
"Hemmm .." jawab Dimas berdehem .
Bryan berhenti dari langkah nya dan melihat ke arah Dimas .
"Aku hampir lupa ?! Kau tumben telat ke kan ..
"Aku mampir sarapan di restoran mu ."jawab Dimas langsung .
Bryan mengerutkan keningnya tidak biasa nya pagi-pagi sekali Dimas sarapan di luar ,bahkan Bryan pun tadi mengingat Dimas hari ini tidak bersemangat .
"Apa kau ada masalah dengan istrimu " ucap Bryan melangkah kembali ke arah Dimas.
"Oh apa jangan-jangan ,?! kau tidak di beri jatah oleh ..
Bugh...
Dimas melempar berkas ke arah Bryan dan mengenai kepala Bryan ,yang dimana membuat pria itu meringis .
"Aww.... " ringis Bryan dengan sembari memungut berkas di bawahnya.
"Santai dong ah ... kenapa sih , benar ya gak dapat jatah sampai-sampai....
"Bryan !! bukan kah kau akan kembali ke ruangan mu ,,minggat sanah ." ucap Dimas dengan nada sedikit tinggi .
"Ya .. siap tuan ku ... saya akan segera minggat ... " ucap Bryan menaruh berkas itu dan berbalik melangkah pergi .
Dimas Kembali pokus dengan pekerjaan nya ,baru stengah berkas yang dia kerjakan dan masih ada banyak lagi pekerjaan ,kini dia membuka maf biru yang di berikan oleh Bryan ,dia melihat dan membacanya .
.
.
.
Di mansion .
Dista masih betah dengan tidurnya dan tidak ingin bangun ,sarapan yang di bawa oleh bi Ani pun belum dia sentuh ,tapi seketika bangun, rasa mual dan pusingnya menyerang lagi dan masih belum juga hilang , Dista serasa lemas dan tidak ada tenaga ,setelah memuntahkan cairan itu , Dista Kembali membaringkan tubuhnya di ranjang dengan memejamkan matanya .
Dista mendengar pintu terbuka ,tapi dia enggan membuka matanya dan tidak ingin melihat , salah satu dari pelayan yang ada di mansion melihat nyonya nya itu , dista pun terpaksa membuka matanya dan melihat pelayan yang telah membawa sarapan baru untuk Dista .
"Nyonya !! anda sudah bangun ?! makan dulu ya nyonya , sarapan yang ini saya akan bawa kembali dan di gantikan dengan yang baru ,karna bi Ani menyuruh saya untuk menganti sarapan baru untuk anda " ucap pelayan tersebut .
Dista hanya menggelengkan kepalanya dengan langsung memejamkan matanya ,jangankan untuk makan untuk membuka matanya Saja terasa berat karna serasa pusing di kepalanya .
"Tapi nyonya !! tuan Dimas memerintahkan kami agar anda segera makan " ucap pelayan tersebut.
"Saya tidak mau !! saya tidak berselera ,dan saya hanya ingin tidur saja mba Ida ." jawab Dista dengan meringkuk di ranjangnya .
Mba Ida pelayan terebut terus membujuk ,namun nihil Dista benar-benar kekeuh ingin tidur dan menyuruhnya pergi meninggalkannya , pelayan tersebut pun hanya bisa berkata sedemikian pada bi Ani kepala pelayan tersebut ,bi Ani seketika mengingat perkataan ana , sakit yang di alami dista dengan ke adaan nya yang sekarang bukan sakit biasa ,dengan tersenyum senang bi Ani langsung menelpon tuannya itu ,
"Ya hallo " jawab Dimas di sebrang sana .
"Maaf tuan muda ?! nyonya Dista sama sekali tidak ingin makan ,bahkan saya dan nyonya ana sudah membujuk nya ,tapi nyonya Dista tidak ingin makan dan hanya ingin memilih tidur saja ." ucap bi Ani .
"Baiklah !! aku akan pulang sekarang " ucap Dimas mematikan telponnya .
Dimas langsung memanggil Bryan dengan cepat.
"Bryan Kau handle rapat dengan tuan Nurman ,aku akan pulang ,Dista sedang sakit ." ucap Dimas langsung mematikan telponnya ,tanpa menunggu jawaban dari Bryan .
Dimas langsung pergi dari ruangannya dengan tergesa-gesa , dia tambah khawatir dengan istrinya yang tidak berselera makan, sapa'an para pekerja pun Dimas hiraukan ,dia lebih pokus dengan jalannya menuju parkiran untuk segera pulang .
.
.
.
__ADS_1