Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Wasiat Dimas .


__ADS_3

Langkah ana pun sampai di depan pintu di mana Dimas di rawat ,ana mengetuk pintu itu dan tak lama pintu itu terbuka, dokter Leon terkejut kenapa nyonya muda nya bisa sampai di depan pintu rawat dimas, ana terheran-heran kenapa dokter terkejut setelah kedatangan nya itu .


"Nyonya ." ujar dokter Leon dengan keterkejutan nya .


" Dokter ,kenapa kau terkejut aku datang kesini ,aku hanya ingin melihat suami ku ."


"Nyonya mohon maaf ,tuan Dimas akhir-akhir ini harus selalu berada dalam ruangan steril ."


"Aku harus memberikan alasan apalagi pada nyonya ana ,kami sebagai dokter sudah berusaha sebisa kami untuk bisa membuat alasan ,karna tuan Erland menyuruh kami untuk melarang nyonya masuk ke ruangan ini ."


" Dokter Leon , aku juga akan pakai baju steril ,bisa kan ,? aku mohon ,aku hanya ingin melihat suami ku , kenapa kalian melarang ku ,aku ini adalah istri nya ,istri dari tuan Dimas yang kalian rawat itu ." ucap ana dengan sedih .


Dokter Leon tertegun melihat nyonya dari istri tuan erland bisa mengatakan hal yang membuat dirinya sedih, tapi dokter Leon tidak bisa berbuat apa-apa untuk nyonya nya ini , dia hanyalah dokter yang di perintahkan untuk merawat Dimas dan juga untuk melarang nyonya Anggara masuk ke ruangan Dimas .


" Aku lihat ,nyonya ana orang yang baik ?bahkan dia mengkhawatirkan tuan Dimas, tapi kenapa tuan Erland menilai nya dia wanita Jahat."


"Maaf nyonya ,keadaan tuan Dimas saat ini tidak bisa di ganggu oleh siapapun ,terkecuali para dokter yang merawat nya ." ucap dokter Leon dengan menghela napas nya berat.


Ana hanya menganggukkan kepala nya tanda mengeri, dia begitu kecewa kenapa semua orang di kediaman Anggara begitu aneh terhadap dirinya .


"Aku mengerti ,kalian hanya di perintah kan seseorang untuk melarang ku bertemu dengan suami ku ? tapi kenapa , kenapa kalian begitu tega terhadap ku ,aku istri nya Dimas, aku berhak melihat keadaan nya ,?lalu untuk apa aku diam di keluarga Anggara hanya seperti ini saja."


Tanpa ana sadari sedari tadi Erland mengikuti dirinya pergi ke lantai atas ,dia marah ,kenapa gadis itu membohongi nya ,hanya karna alasan untuk menggambil air minum untuk nya , di saat ana turun dari tangga ,dia di kaget kan dengan suara dari Roy yang tiba-tiba datang .


"Nyonya ana ,di mana tuan Erland ." ucap Roy dengan tergesa-gesa.


"Dia lagi di ruang tamu ?ada apa Roy , kenapa kau begitu resah , apa terjadi sesuatu ." tanya ana penuh tanda tanya .


Roy tidak menjawab perkataan ana ,dia melangkah pergi ke kamar tamu untuk menemui Erland, ana yang melihat nya terheran-heran dan membuang napas nya panjang .


"Kenapa dia terburu-buru, bahkan dia tidak menjawab pertanyaan ku ,apa ada terjadi sesuatu ."


Langkah Roy terhenti saat melihat Erland jalan dari arah dinding yang berada di samping nya itu .

__ADS_1


"Tuan Erland ,gawat ,"


"Ada apa ,kenapa kau tergesa-gesa begitu ,ayo pergi ke ruangan ku ."


"Tuan Dimas membuat surat wasiat untuk anda ,"ucap Roy dengan menelan salipnya dengan kasar .


"Apa yang terjadi ,surat wasiat kakakku ada di tangan ku ,ini pasti bukan dari nya ," ucap Erland tak percaya


"Itu jelas dari tuan Dimas tuan , dia mengatakan jika kau tidak ingin menerima perusahaan DA'GROUP dari tuan Dimas ,dia lebih baik memberikan nya kepada tuan Willy ,Karna dia berkata tidak ingin hidup lebih lama lagi jika keadaan nya seperti itu ."


"Aku tidak mengerti dengan wasiat kak Dimas ini ,dia begitu bodoh ,bahkan Willy Anggara adalah dalang dari kebakaran itu , Bahakan dia tidak hanya itu yang di lakukan nya , bahkan dia ingin membunuh kakakku , dan itu sudah dia rencanakan dari awal ," ucap Erland dengan penuh amarah .


"Menurut saya tuan Dimas melakukan ini karna ingin melindungi anda tuan .",


"Tidak di sangka kakak melakukan semua itu demi aku ,kalau begitu aku tidak akan membiarkan Willy Anggara mengambil hak Dari kakakku ,jika aku menerima DA'GROUP itu tidaklah mudah ,semua akan menjadi Masalah jika aku yang mengambil alih perusahaan itu ."


Erland berpikir sejenak , bagaimana cara nya agar Dimas tidak memberikan semua itu kepada Willy ,dia berpikiran jika menyangkut Sahara ,pasti Dimas akan membatalkan semua yang dia rencanakan itu .


"Roy ,jika kakak ku tahu akan hal nya Sahara masih hidup ,apa dia akan tetap menyerahkan DA'GROUP pada si tua itu ,jika Sahara masih hidup dan memberitahukan pada kak Dimas, apa dia akan terus terpuruk seperti itu , aku yakin Roy jika satu alasan dari wanita itu ,dia akan kembali semangat untuk hidup." ucap Erland dengan menatap Roy dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kita harus percaya demi kakak ku ? cih , bahkan wanita itu sedang bersembunyi dari kita, aku tidak tahu alasan nya ,kenapa wanita itu menyembunyikan identitas nya dengan di kabar kan sudah mati." ucap Erland dengan menahan amarah nya .


"Jika begitu ini adalah berita bagus ,dan berita buruk juga untuk tuan Dimas ."


"Maksud mu ."


"Anda juga tahu tuan dimas mencintai nona Sahara ,dan tuan Dimas pasti akan senang tentang semua ini ,tapi gimana jika nona Sahara datang dan melihat keadaan tuan Dimas seperti sekarang ,saya tidak yakin dengan nona Sahara yang akan menerima tuan Dimas ,"


"Kau tak perlu khawatir tentang itu ,jika kakak ku tahu bahwa wanita itu masih hidup dia pasti bersedia untuk operasi ,tapi jika wanita itu menolak kakak ku ,aku akan mengikat dia dan menyiksa nya ." ucap Erland dengan menahan amarah nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bugggg...

__ADS_1


Ana yang tengah duduk di kursi di kaget kan dengan sebuah buku tebal bertumpukan di hadapan nya , ana melihat ke belakang siapa yang menaruh buku itu dengan bertumpuk, siapa lagi kalau bukan si brengsek Erland yang datang.


"Kapan kau masuk ,kenapa tiba-tiba memberikan buku tebal ini dengan secara tidak sopan padaku ." ucap ana dengan amarah nya .


"Baca dan pelajari ? kau harus melihat nya ,itu adalah dokumen dan berkas penting , besok kau akan ikut dengan kakakku ke perusahan untuk rapat ."


"Kenapa mesti aku ,aku gak ngerti semua dengan berkas ini ." ucap ana dengan membuka berkas-berkas yang dia lihat .


"Bukan kah kau ingin bersama kakak ku ,ini kesempatan mu untuk berada di sisi kakak ku , "ucap Erland dengan tersenyum jahil.


"Tapi Erland ,aku tidak mengerti dengan semua ini ,kakak mu membutuh kan kamu dengan masalah perusahaan, aku mana mengerti hal yang begini ." ucap ana yang masih membuka berkas itu .


Erland tersenyum jahil setelah apa yang dia dengar dari mulut gadis yang ada di hadapan nya .


"Sebenarnya dari sisi ini, yang membutuhkan itu siapa ?, kamu yang membutuhkan ku ,apa kakakku yang membutuhkan ku ." ucap Erland dengan tersenyum jahil di hadapan ana .


"Tentu saja kau ,kau kan adiknya ,jelas dia membutuhkan mu ,aku tidak mengerti hal seperti ini ." ucap ana dengan memalingkan wajah nya malu .


" kenapa dia ngomong dekat banget sih dengan ni muka ,ini jantung ngapain coba harus mompa begini ,"


"Aku hanya anak haram dari keluarga Anggara, jadi aku tidak bisa melakukan ini , aku bisa saja melakukan nya ,tapi dengan cara ku sendiri dengan mengikuti alur kak Dimas ."


"Aku tidak perduli dengan ahli waris dari keluarga Anggara, dengan tidak kepedulian ku ,itu bukan berarti DA'GROUP jatuh ke tangan Willy ." gumam Erland kecil


"Erland ,aku mohon kamu datang ya ,dan bantu aku ,aku tidak mengerti hal ini ."


"Tentu saja aku datang ,tapi dengan berperan kakakku ."


"Kalau kau ingin aku menemani mu ,kamu harus membiarkan aku tidur di kamar mu ." ucap Erland dengan enteng.


Ana yang mendengar perkataan dari mulut pria yang ada di depan nya itu marah ,bagaimana bisa seorang adik ipar berbicara seperti itu .


"Erland brengsek, keluar sekarang juga ? kau tidak tahu malu terhadap aku yang istri dari kakak mu ,pergi dari hadapan ku sekarang juga ,keluar dari kamar ini ." ucap ana dengan amarah nya .

__ADS_1


Erland tidak menyangka gadis yang tak lain adalah istri nya itu sungguh menggemaskan ,bahkan baru saja gadis itu meminta untuk di temani ke perusahaan dengan wajah manis nya , tapi tiba-tiba marah seperti macan betina yang akan menerkam sang pelakor.


__ADS_2