Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Wisuda.


__ADS_3

Hari-hari telah terganti dan berganti bulan , saat ini kandungan ana sudah memasuki 8 bulan , wanita yang akan menjadi seorang ibu itu tengah sibuk sedari kemarin membantu untuk mempersiapkan perlengkapan wisuda untuk sahabatnya .


Erland hanya bisa menganggukkan kepalanya untuk mengijinkan ana ,mau tak mau dia mengiyakannya.


Dengan mengingat permintaan istrinya itu di hari kemarin dia hanya bisa menghela nafasnya untuk selalu ketat menjaga sang istri , kini pun ana tengah sibuk membuat kan kado wisuda dan membuat buket untuk Nabila besok di hari kelulusannya .


Erland melihat sang istri tengah sibuk membuat buket bunga di teras belakang bersama para pelayan ,dia hanya menghela nafasnya panjang di saat dia melihat istrinya di sibukan membuat buket, melihat istrinya tersenyum dia pun ikut tersenyum .


Di saat dia akan menghampiri ana ,pundaknya tengah di tahan oleh sang omah .


"Erland ,Bryan dan Steven sudah datang !! dia berada di ruang tamu" ucap sang omah .


Erland pun hanya menganggukkan kepalanya dan melihat ke arah ana ,wanita paruh baya itu melihat pandangan Erland ke arah sang istri hanya menggelengkan kepalanya .


"Kau tak perlu khawatir ,istrimu itu ada di mansion ,bukan di luar mansion , dia tidak akan hilang ,sana cepat samperin Bryan , omah akan menghampiri ana ." ucap omah dengan menepuk pundak Erland .


Omah melangkah pergi ke arah teras belakang dimana ana berada ,Erland pun hanya tersenyum dan mengangguk ,kini dia melangkah menghampiri sahabatnya itu .


Di saat dia membuka pintu ruangan kerjanya ,lemparan sandal ke punggungnya mengurungkan niatnya membuka pintu itu ,Erland melihat ke belakang yang barusan tengah melemparkan sandal ke punggungnya .


"Kau .... "


Bryan hanya cekikikan melihat Ekspresi Erland yang tadinya senyam-senyum jadi berubah jadi ekspresi menakutkan .


"Kenapa kau senyam-senyum sendiri ,apa kau kerasukan setan ." celetuk Steven .


"Ck .." Erland hanya berdecak dan berlalu masuk ke ruangan kerjanya .


Kini kedua pria itu pun mengikuti Erland masuk ke ruang kerjanya ,Erland meminta berkas kerja samanya dengan Daddy Steven untuk di tanda tangani ,sementara Bryan dia hanya memainkan ponselnya .


"Apa Dimas ada kabar .!! sampai kapan dia akan hidup di kota orang ,apa dia itu tidak merindukan kantornya , ohh ... apa perusahaan itu di serahkan padamu sepenuhnya ." ucap Steven .


"Hemmm....."


Bryan dan Steven hanya saling pandang saat Erland hanya memberikan jawaban deheman saja .


"Kakakku akan pulang dua hari lagi ,kenapa, ada apa ,apa kalian merindukan kakakku ," ucap Erland .


"Cih .. menggelikan sekali ." ucap serentak bryan dan Steven .


"Ngomong-ngomong !! dimana istrimu aku tidak melihatnya ." ucap Steven .


"Oh jadi kau kesini hanya untuk mencari istriku ," jawab Erland menatap tajam pada Steven .


"Wow ... wow ... santai !! aku hanya menanyakan istrimu saja ,bukan untuk apa-apa ,aku tanya itu ?! biasanya kau selalu nempel dengan istrimu da...


"Istriku sedang sibuk membuat buket bunga di belakang , untuk acara wisuda ." jawab Erland .


"Siapa yang wisuda ,apa istrimu kuliah lag...


Bryan memberhentikan ucapannya saat Steven dan Erland melihat ke arah Bryan , Bryan yang di tatap kedua sahabatnya pun merasa heran.


"Kenapa ." ucap Bryan


Steven dan Erland hanya menggelengkan kepalanya dan menatap Bryan yang kini tengah berada di sofa melanjutkan main game di ponselnya , Erland dan Steven kini saling pandang dan menganggukkan kepalanya .


"Steven apa kau sudah mengabari Tania untuk datang ke acara wisuda teman istriku ." ucap Erland menatap Steven .


Steven terkejut dengan apa yang di katakan Erland ,Erland hanya mengedipkan matanya untuk tidak terkejut ,Steven yang melihat Erland berkedip pun mengerti .


"Ah ... ah...haha ... aku tidak perlu mengabari Tania ,dia dari kemarin update di Instagram membuat kado untuk Nabila ." ucap Steven dengan kikuk .


Bryan yang mendengar nama gadis ceroboh itu langsung memberhentikan mainnya dan melihat ke arah Steven dan Erland yang kini berada di meja kerja Erland .


"Wisuda , "


"Stev ... kau temani aku untuk memberikan selamat untuk gadis itu , itung-itung kau temani Tania untuk memberikan selamat padanya ,aku mengkhawatirkan gadis itu ,karna dia tidak mempunyai keluarga ,hanya orang-orang pantilah yang datang padanya ,kebetulan istriku juga mau hadir kesa....


"Tentu ... aku juga akan menyuruh Irsan untuk memberikan selamat pada gadis itu ,kau kan tahu sendiri dia itu bosnya Nabila ,haha .. mana mungkin kan dia juga tidak memberikan selamat ." ucap Steven dengan menaikan alisnya ke atas .


"Itu pasti ,aku pasti akan memberi tahu Ir...san..


Erland dan Steven melihat ke arah Bryan yang kini tengah berjalan ke arah luar ,Steven dan Erland langsung mengikuti bryan dan kini mereka berdua melihatnya di ambang pintu , mereka melihat Bryan tengah berjalan ke arah dapur dan entah mau apa .


"Erland ,apa si kunyuk itu tidak menyukai gadis itu ,kenapa dia begitu cuek saja saat kita melakukan drama obrolan tadi ." ucap stev .


"Aku tidak tahu ,lebih baik kita besok datang ke acara wisuda Nabila , kira-kira Bryan mau datang tidak ,!! Hem ..aku tidak yakin kalau dia tidak mempunyai perasaan sama gadis itu ."jawab Erland.


"Kau benar !! mana mungkin dia bertahan menjomblo terus Karna di tinggal si Mona .?? ehh .. dia kembali .. kembali .." ucap Steven .


Kini mereka berdua pun Kembali lagi ke meja tadi dengan cepat-cepat ,mereka berdua benar-benar seperti mata-mata yang sedang mengintai penjahat .


Bryan pun duduk dengan memainkan gamenya kembali dan masih menunjukan ekspresi tadi ,Steven dan Erland hanya menghela nafasnya panjang ,dan kini mereka pun lebih memilih kerja dan berdiskusi perusahaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari yang di tunggu-tunggu Nabila pun tiba ,hari dimana dia akan wisuda ,sudah 4 tahun lamanya Nabila menjadi seorang mahasiswi di universitas Xxxxx akhirnya dia lulus , meski tidak menjadi lulusan terbaik ,tapi Nabila juga bisa mendapatkan nilai terbaik ,dan membanggakan orang yang sudah merawat dia di waktu kecil .


"Nak ..selamat ya akhirnya kamu lulus sayang ." ucap Bu Ratih .


"Iya Bu ,ini semua berkat doa ibu ." ucap Nabila tersenyum dan memeluk Bu Ratih


Pak Darmanto pun juga tersenyum ,kini dia juga ikut memeluk Nabila yang sudah dia anggap anak sendiri .


"Kamu sekarang sudah besar dan akhirnya kamu lulus dari kuliah mu , bapak bangga sama kamu nak ." ucap pak Darmanto .


"Terima kasih pak ,bila janji akan menjadi gadis yang lebih baik lagi ,dengan bimbingan bapak yang sabar ngadepin sikap bila yang keras kepala , maafkan aku ya pak yang kerasa kepala ini "ucap Nabila dengan berkaca-kaca .


"Iya nak tidak apa-apa ,ayo kita foto bersama buat kenang-kenangan nanti ." ucap pak Darmanto dengan di angguki Nabila .

__ADS_1


Di saat mau foto-foto ,ana dan juga Erland datang dengan membawa bunga yang sangat di sukai oleh Nabila .


"Duhh sahabat ku yang cempreng ini akhirnya lulus juga ,aku sangat bahagia ,akhirnya kamu bisa mewujudkan keinginanmu untuk kuliah dan sekarang lulus bil ..." ucap ana memeluk sahabatnya .


"Anatasya ,makasih ya udah nyempetin datang di hari kelulusan ku !! dan terima kasih udah bantuin ak..


"Syutt ..sudah ,jangan berterima kasih ,!! bahkan kau juga sering membantu ku ,yang terpenting sekarang kau sudah lulus ,aku ikut bahagia bil , " ucap ana Melepaskan pelukannya dari Nabila .


"Tapi ana ,andaikan kau masih kuliah ..


"Syutt jangan katakan itu lagi ,itu memang keinginanku untuk berhenti ,karna aku waktu itu berniat untuk merawat suamiku kak Dimas .." ucap ana melihat ke arah Erland dengan cekikikan .


"Sayang suamimu ini loh ..bukan kak Dimas ." ucap Erland dengan wajah di tekuk .


Nabila dan juga ana cekikikan melihat ekspresi Erland saat ini, kini Nabila memberhentikan tawanya dan melihat ke arah Erland .


"Tuan terima kasih sudah nyempetin datang ,"ucap Nabila .


"Tentu saja aku datang , Karna ini adalah hari istimewa nya sahabat istriku , bukankah begitu sayang ." ucap Erland mencium kening ana .


"Mas ...!! kebiasaan deh ...malu sama bu Ratih dan pak Darmanto, apalagi orang-orang , udah mas aku ingin menyapa dulu Bu Ratih ." bisik ana mencubit lengan suaminya .


Nabila hanya geleng kepala dengan tingkah suami sahabatnya itu ,Nabila melihat ke arah ana dengan memakai topi dan juga kacamata ,dia paham dan mengerti dengan kondisi ana yang sekarang .


"Anatasya ,gimana kabar mu dan juga cucu ibu ." ucap Bu Ratih memeluk ana .


"Baik Bu ..ibu gimana. ' ucap ana membalas pelukan Bu ratih ..


"Syukurlah .. alhamdulilah ibu baik ." ucap nya dengan tersenyum .


Bu Ratih mengajak ana untuk duduk ,dan mereka pun bercengkrama dengan di iringi tawa ,sementara nabila dia sedang berselfe dengan sahabat-sahabat yang lainnya, Erland yang kini sedang ngobrol dengan pak Darmanto melihat istrinya yang bersama bu Ratih pun tengah menyudahi obrolannya .


Di saat erland akan melangkah ke arah ana ,Nabila dan seseorang gadis telah menghampiri ana , Erland pun mengurungkan niatnya untuk tidak menghampiri sang istri .


"Ana " ucap Dista yang kini menepuk pundak ana.


Ana pun berbalik dan melihat ke arah belakang ,dia langsung berdiri dan memeluk sahabatnya itu .


"Ana aku merindukanmu ,gimana kabarmu ,Ohh iya ,makasih bunga nya ."ucap Dista pelan dan melepaskan pelukan ana .


"Ya beginilah ,kau lihat tidak aku gimana ?! iya sama-sama " jawab ana .


Dista pun mengerti ,kehidupan ana dulu dengan sekarang jauh lebih berbeda ,kini matanya melihat ke arah perut buncit ana yang sudah membesar .


"Ehh ,kandungannya udah berapa bulan sekarang ,." tanya Dista mengelus perut ana


"8 Bu...


"Ana ... aku butuh penjelasan ,?! nanti ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi ,bahkan kau tau-tau menikah dan sekarang hamil ,waktu itu aku sempat tidak percaya saat kau mempunyai suami penuh dengan luka bakar ." bisik Dista .


"Iya nanti aku ceritakan ," jawab ana .


"Kalian jangan memeluk istriku erat seperti itu , di dalam sana ada anakku ?! sayang ayo , " ucap Erland menarik tangan ana .


"Eh bila ..ana .. aku ke teman-teman yang lainnya dulu ya.. nanti sambung lagi .." ucap Dista dengan di angguki ana dan Nabila .


Dista pun melangkah pergi meninggal kan sahabatnya , sementara Ana, dia melihat suaminya dengan geram ,dan mengerucutkan bibirnya .


"Mas .. kamu itu keterlaluan ta ...


"Ekheemmm ... " dehem ketiga orang tersebut.


"Hai Nabila , wah .. kau sangat cantik hari ini ." ucap Tania yang kini berjalan ke arah Nabila .


"Selamat ya atas kelulusannya ." ucap Tania memeluk Tania .


"Ka_kalian ...


"Iya ..kami datang untuk mengucapkan selamat padamu , nih bunga kebahagiaan untukmu ." ucap Steven dan juga Irsan .


"Te_terima kasih ..."


Nabila berkaca-kaca ,dia melihat ke arah ana yang tengah tersenyum padanya ,lalu dia pun melihat ke arah Tania yang tengah tersenyum ,dia pun melihat ke arah Irsan yang ikut tersenyum juga .


"Tuan Irsan terima kasih ." ucap Nabila dengan tersenyum tipis .


"Jangan panggil aku tua..


"Nabila ..." panggil seseorang .


Nabila melihat ke arah asal suara ,dia melihat seorang pria tampan yang tengah tersenyum padanya ,dengan membawa buket bunga mawar ,dan juga buket coklat kesukaan gadis itu .


"Kak dobier ." ucap Nabila .


"Selamat ya atas kelulusan mu ." ucap dobier memberikan buket tersebut .


Nabila menganggukkan kepalanya dan menerima buket tersebut ,Nabila benar-benar bersyukur teman-teman dan orang-orang terdekat menghadiri hari kelulusannya ,dia tidak bermimpi dan berharap mereka datang , tapi seketika Nabila termenung , dia melihat ke arah Irsan ,Erland dan juga Steven ,tapi dia tidak melihat teman mereka yang tak lain adalah Bryan .


"Nabila ,kenapa kamu berharap pada pria galak itu ,dia tidak mungkin datang memberikan selamat padamu ."


Sementara di sisi lain ,Erland dan Irsan saling pandang dan langsung melihat ke arah bunga mawar yang di berikan oleh pria itu pada Nabila ,sementara Steven dia sudah kumat Kamit memaki sahabatnya yang tak lain adalah Bryan .


"Tau rasa ya ..!! cih .. si kunyuk itu bahkan so tidak perduli pada gadis ini ,akhh percuma juga kita sudah cari ide konyol ." batin Steven


"Andai pria si hati salju itu ada, ini akan menjadi lebih menarik .!! haha .. lebih baik aku potret dan kirim pada si Bryan salju itu ." "batin Irsan .


"Bryan sialan ?! bahkan aku sudah membuat drama obrolan dengan Steven ,tapi dia cuek bebek , sialan !! kayanya usaha ku gagal untuk menghilangkan kejombloan nya itu ." gumam Erland kecil .


"Mas kamu ngomong apa ." ucap ana .

__ADS_1


"Enggak-enggak sayang ,gak kok ." jawab Erland .


Ana melihat dobier sedang mengobrol dengan Nabila , dia mau menghampiri pria itu tidaklah mungkin , karna saat ini dia tengah memakai topi dan kacamata dengan kondisi sedang hamil ,dia pun tidak mungkin membuat suaminya itu marah karna jika dirinya menghampiri pria itu .


Tanpa mereka sadari , Bryan tengah memperhatikan mereka di pintu gerbang yang kini tengah kumpul di dekat gadis ceroboh itu ,tentunya dia melihat ke arah Nabila yang kini tersenyum berada di dekat pria yang sama di tempo hari , Bryan melihat bunga yang dia pegang dengan tersenyum kecut ,tanpa sadar bunga itu pun terlepas dari tangannya hingga jatuh .


"Akhir-akhir ini ,kenapa aku selalu aneh ya ,,, bikin kesal .",


Bryan melihat Nabila masuk entah mau kemana ,entah kenapa naluri pikirannya dan kakinya ingin mengikuti jalan gadis itu ,kini dia menyelinap dari jalan belakang untuk menemui gadis itu .


Bryan mengikuti Nabila ,dari arah jalan belakang ,sesampainya di dalam dia mencari-cari gadis itu ,dia celingak celinguk dia area tempat tersebut ,tapi dia tetap tidak menemukan Nabila , tapi kini matanya tertuju pada gadis yang dia cari tengah mengobrol mungkin dengan sahabatnya .


Kini Bryan pun masuk ke arah jendela yang terbuka ,di saat dia masuk beruntung tempat itu di skat oleh gorden dan tidak ada siapapun , Bryan berdiri di balik gorden itu mendengar percakapan nabila dengan temannya .


10 menit Bryan di ruangan itu ,berasa temannya Nabila sudah pergi ,Bryan langsung membuka gorden itu dan menarik pundak Nabila ,Nabila terkejut dengan seseorang yang sudah menahan pundaknya itu .


"Ada apa ini ,siapa "


Nabila meraih gorden untuk di tarik ,tapi sayangnya tangan kiri Nabila tengah di cengkram oleh Bryan , kini Nabila pun melayangkan tangan kanannya untuk memberi pelajaran pada orang yang telah menyentuh pundaknya.


"Kamu shio kucing galak ya , mau langsung cakar aja ," ucap Bryan menahan tangan Nabila .


Nabila terkejut saat mendengar pria itu ,kini dia pun membuka gorden yang tengah menghalangi dirinya .


"Tu_tuan ....


"Apa dia juga datang !! tapi kenapa bisa berada di sini ."


"Kenapa kau selalu galak padaku , bah...


"Apa ?! aku galak padamu , .....


"Jelas-jelas dia yang galak ."


"Kenapa anda di sini tuan ." ucap Nabila ketus .


"Tentunya untuk menyebarkan foto mu dan aku waktu Minggu lalu ." ucap Bryan bohong .


"Tuan apa maksudmu ,kena..


"Nabila ... rupanya kau di sini ,ayo ...kita keluar dan foto .... ehh tuan..." ucap Dista yang kini melihat ke arah Bryan .


Bryan tidak menjawab pertanyaan Dista , dia kini melihat Nabila yang hanya menundukkan kepalanya , Awalnya Nabila senang ,saat melihat pria itu hadir ,tapi itu semua kebalikannya ,pria itu datang bukan untuk memberikan selamat ,melainkan akan menyebarkan foto waktu Minggu lalu , kini Nabila berbalik di ruangan itu dan tidak ingin melihat pria itu , dia tidak perduli dengan apa yang akan di lakukan oleh Bryan tentang foto itu .


Di saat Nabila berbalik ,Bryan melihat jepit rambut kelenci yang terpasang di sela-sela telinga Nabila ..


Glek ...


Bryan menelan ludahnya dengan kasar, dia melihat jepit rambut itu selalu di pakai oleh Nabila , Bryan tidak tahu perasaan Nabila seperti apa saat ini , gadis itu tengah mencengkram topi toga kuliahnya dengan erat , kini Nabila pun mengikuti langkah Dista untuk pergi meninggalkan pria yang sudah membuatnya lagi-lagi bikin perasaannya berubah.


"Heii ...."panggil Bryan .


Nabila memberhentikan langkahnya tanpa melihat ke arah Bryan.


"Ada apa lagi tuan !! jika tuan ingin menyebarkan foto itu silahkan, aku tidak perduli ... jika tuan datang kesini hanya untuk mencari keributan denga...


"Jepitan itu kamu pakai terus ." ucap Bryan tanpa memperdulikan perkataan Nabila barusan ..


"Tentu saja " jawab Nabila singkat .


"Tentu saja aku memakai pemberian mu , meskipun yang memberinya selalu menjengkelkan ,tapi aku menghargai pemberian dari mu dan menyukai jepitan ini ."


"Sebenarnya aku mau bilang selamat atas kelulusan mu dan hari ini.. kau terlihat sangat can....


"Hai kak dobier ... ini .. kita disini .." panggil Dista melambaikan tangannya .


Bryan yang mendengar nama pria yang di sebut oleh dista membuat hatinya merasakan kesal , dia tidak mengerti kenapa dengan perasaannya akhir-akhir ini .


"Aku ini mau ngapain sih , bahkan aku mencari dan mengikuti gadis ceroboh itu ."


Bryan melihat pria yang kini tengah berjalan menghampiri Nabila , lagi-lagi dia merasakan kesal dalam hatinya saat pria lain muncul di hadapan gadis itu , kini dia berbalik masuk dan menyandarkan punggungnya di balik tembok .


"Nabila .. rupanya kau disini ?! maafkan aku , kita kaya nya gak jadi foto bareng , aku ada urusan mendadak , sekali lagi selamat ya ,atas kelulusannya ," ucap dobier tersenyum


"Nabila , sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu , ?! di karnakan hari ini aku sibuk , bisakah besok sore kita bertemu di taman ," ucap dobier penuh harap .


Nabila tidak menjawab pria itu , dalam pikirannya dia sekarang tidak begitu baik ,kini dia berbalik ke arah belakang ,dia tidak melihat Bryan yang tadi berdiri di ruangan itu .


"Emm ... baik kak .. aku akan kesana ." ucap Nabila yang kini pandangannya masih ke arah belakang .


"Baiklah !! aku akan menunggumu di sana , aku pergi dulu ya ." ucap dobier dengan di angguki Nabila dan pria itu pun berlalu pergi .


Dista yang ada di sisi Nabila memikirkan perkataan pria itu .


"Nabila .. jangan-jangan .....


"Jangan-jangan apa ?! " jawab Nabila .


"Dia minta ketemu di taman , ?! jangan bilang di mau mengatakan cinta .." ucap Dista dengan menggoda Nabila .


"Tidak mungkin , pria seperti kak dobier banyak yang berminat padanya , dia tidak mungkin mengatakan cinta , udah yuk ahh .. " ucap Nabila .


Kini mereka pun pergi melangkah dengan cepat , tanpa Nabila sadari Bryan masih di dalam ruangan itu dan mendengarkan perkataan mereka , rasa gemuruh di dalam hatinya lagi-lagi kesal ,saat Nabila akan menemui pria itu, apalagi dia mendengar perkataan Dista yang menusuk ulu hatinya .


"Ngapain aku sembunyi sih ?! sebenarnya aku ini kenapa ."


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2