
Ana pagi ini berada di panti asuhan ,dia melihat anak-anak sedang bermain ria bersama , dia berpikir dimana dia hidup ,kini harus terganti dengan begitu saja berstatus istri dari tuan Muda Anggara, dimana dia yang seharus nya masih kuliah kini urungkan untuk tidak melanjutkan nya ,karna ana berpikir setelah melihat kondisi Dimas begitu buruk, dia berniat tidak melanjutkan kuliah nya, dan hanya akan fokus merawat suami nya , tapi apa yang dia dapat kan setelah menjadi istri dari tuan muda Anggara, hanyalah skenario yang tidak ada dalam hidup nya .
"Kak ana , kak ana kenapa melamun di situ Aya masuk ka ana , " ucap anak-anak yang membuyar kan lamunan ana .
"Ehh , kakak tidak melamun kok ,kakak lagi liatin kalian sedang bermain ." ucap ana , di saat ana akan berjongkok dan mengambil bola ,dia di kaget kan dengan suara cempreng seseorang yang dia kenali .
"Anatasya, " ucap nya dengan nada cempreng nya
"Nabila ," .
"Apa? kau punya hutang cerita padaku , katakan ? apa yang membuat mu tidak melanjutkan kuliah ,hah.."ucap Nabila dengan gaya tangan di pinggang .
"Aku belum sempat cerita padamu , nanti jika ada waktu aku ceritakan semua nya ,gimana kuliah mu bil ."
"Hahh, kau tak perlu bertanya tentang soal kuliah itu , kau tahu hari-hari ku di kampus rasa nya seperti kuburan ."
Ana mengerutkan kening nya, apa maksud dari perkataan sahabat nya itu, dia hanya memperhatikan Nabila , tanpa menjawab pertanyaan nya , ana mengingat kehidupan Nabila lebih memperihatinkan di banding dengan hidup nya ,
"Kau tahu ana , aku kesepian di sana tanpa sahabat ku ini , dan aku sering kesini untuk melihat mu , tapi aku bilang ke Bu Ratih , kau sudah jarang ke sini , huhhh bahkan aku tidak berani untuk bermain ke keluarga Pratama itu ," ucap Nabila dengan bergelayut di tangan ana .
"Ana ceritakan padaku , apa yang terjadi pada dirimu ,huh semenjak aku hidup mandiri dari panti asuhan ,hingga aku ngekost ,kau bahkan gak pernah main lagi ke tempat ku ," ucap Nabila dengan lirih.
"Kau masih sama ya ,tak pernah berubah masih saja nyerocos ,gak ada waktu buat aku ngomong ," ..
"Ana , kau pikir aku ini power rangger pink apa mesti harus berubah segala, aku ya tetep aku ,gak akan berubah , ? ana aku hari ini berniat untuk membawa anak-anak untuk main , mumpung di sini ada kamu ,gimana kalau kita ajak anak-anak untuk main ."
__ADS_1
Ana hanya cengengesan setelah apa yang sahabat nya itu katakan "baiklah ,aku setuju ? eh ngomong-ngomong apa kamu gak kerja , "
"Aku ijin untuk hari ini ana ,niat nya ya aku mau kesini ,sudah lama setelah aku hidup mandiri ,aku gak pernah bertemu dengan Bu Ratih , "
Ana hanya melihat sahabat nya itu dengan tatapan sendu , Nabila selalu ceria dari luar, padahal dia suka jago membunyikan kesedihan nya , kini Ana , Nabila ,dan anak-anak ijin pada Bu Ratih untuk membawa anak-anak panti bermain .
"Kalian berdua perempuan , ibu akan minta Ayus ikut kalian juga , sekalian untuk jaga anak-anak," ucap Bu Ratih yang di angguki ana dan bila.
Kini mereka bermain di permainan anak-anak, semenjak di perjalanan ana hanya memperhatikan anak-anak panti .
"Keuangan dan dukungan dari panti itu hanya dari masyarakat, bantuan itu hanya uang dan juga peralatan anak-anak belajar ,dan yang banyak membutuhkan itu hanya untuk pengobatan anak-anak saja ,banyak anak-anak yang di kirim ke panti yang memiliki penyakit ,aku kasihan dengan Bu Ratih dan juga pak Darmanto harus mengurus anak-anak panti dengan berjiwa besar ,selama aku menikah aku masih bisa membantu nya lewat black card yang Erland kasih waktu itu ." gumam ana .
Kini ana dan juga Nabila sedang mempersiap kan peralatan anak-anak untuk mereka jual ,di area bermain anak-anak.
Ana melihat kotak amal yang jumlah nya tidak banyak ,
"coba aja yang datang dan membeli barang ini orang kaya, kali-kali ke gitu ,hemm,pasti akan sangat beruntung jika orang kaya yang memborong barang ini," ucap nabila menimpali
"Nabila kau terlalu banyak berkhayal ,mana ada orang kaya membeli barang murahan seperti ini ,orang biasa yang membeli nya aja udah bersyukur banget ,jika pun ada orang kaya yang menyumbangkan nya dalam jumlah yang sangat besar ,itu bisa keberuntungan buat panti ,donasi kecil dari kita-kita ini sudah lah lupakan saja ,." ucap Ayus
Ana yang melihat teman nya merenung menghampiri Nabila ." Bila kau jangan bilang seperti itu , kita gak boleh mengeluh ,dan kau jangan memandang orang kaya dan berpikir terhadap mereka , orang kaya juga dapat uang tidak langsung jatuh dari langit " ucap ana yang memberikan minuman pada Nabila .
Ciiiiiiitttttttt ......
suara mobil mahal yang tiba-tiba berhenti di area permainan itu membuyar kan mereka , termasuk Nabila ,yang mengharap kan orang kaya yang memborong barang yang mereka jual dari panti ,Nabila melihat mobil itu maju sedikit ke arah depan ...
__ADS_1
"Yeeeeeaaayyy orang kaya akhir nya datang , " ucap Nabila begitu girang nya , di saat kaca mobil itu di buka Nabila terkejut yang membawa mobil itu pria tampan .
"wah apa ini pangeran yang di turunkan tuhan , dia jantan ,mapan ,dan juga tampan ,"
"Tuan , maukah anda membeli ,buku dan gambar-gambar ini , kita mengumpul kan uang untuk perawatan anak-anak panti ."
Erland tidak menghiraukan perkataan Nabila , tapi dia melihat ana yang mengobrol dengan pria lain .
"gadis itu berani sekali keluar rumah tanpa ijin dari ku , bahkan dia tersenyum manis di depan pria lain , bahkan di depan ku dia tidak pernah memperlihat kan senyuman itu ,bahkan dia selalu mengamuk kaya macan betina jika berhadapan dengan ku ."
"Hey kamu kemari, " ucap Erland yang manggil Nabila
"Kenapa tuan ,apa anda akan membeli barang-barang kami ini ," ucap Nabila begitu antusias .
"Tolong panggil gadis itu kemari ,ada hal penting yang harus saya bicarakan dengan gadis itu ."
"Tapi tuan, apa anda kenal dengan teman saya ," ucap Nabila dengan penasaran nya terhadap pria yang ada di dalam mobil itu.
"Aku ingin beli barang yang kalian jual dengan di layani gadis itu, dan sekarang kau panggil teman mu itu untuk bicara dengan ku ."
"Apa pria ini kenal dengan ana , kenapa dari tatapan nya selalu ke ana ,bahkan dari tatapan mata nya sungguh tajam menatap ana .,gawat jangan bilang pria ini pria jahat ."
"Cepat kau panggil gadis itu ,kau tenang saja barang-barang itu akan aku beli semua nya ,sekarang kau panggil gadis itu kemari ," ucap Erland dengan memberikan uang satu gepok ke tangan ana , ana begitu terkejut apa yang ada di tangan nya itu ,dia langsung berjalan ke arah ana untuk menyuruh nya menghampiri Erland .
Ana terkejut melihat Nabila menghampiri mobil mewah itu, dia tidak tahu siapa orang yang ada di dalam mobil itu ,karna orang yang ada di dalam mobil mewah itu tidak kelihatan ,karna di depan kaca mobil itu ada tubuh Nabila yang menghalangi nya ., di saat Nabila berjalan menghampiri ana dan Ayus ..ana terkejut siapa yang ada di dalam mobil itu ,ana bersembunyi di balik punggung Ayus agar tidak kelihatan oleh Erland .
__ADS_1
"Ngapain Erland kesini ,dia tahu dari mana aku ada di sini ,apa yang sudah di katakan nya pada Nabila ,kenapa mereka tadi lama sekali ,bahkan Nabila juga berdiri di depan kaca mobil itu lama , apalagi yang ingin dia lakukan padaku , apa dia akan mempermalukan aku di depan teman-teman ku ,