Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
AKU SUAMI MU .


__ADS_3

Kini Frans tengah menunggu orang yang membuka pintu ,di saat dia memencet bel lagi ,pintu di buka oleh pelayan.


"Permisi , apa Anatasya tinggal di sini ,saya adalah teman nya ana." ucap Frans .


Salah satu pelayan yang membuka pintu untuk frans terkejut dengan apa yang di katakan pria yang berhadapan dengan nya .


"Kenapa pemuda ini berani kesini, gimana jika tuan Erland tahu ."


"Maaf ,nyonya ana sedang pergi bersama tuan Erland, ada perlu apa ya ." ucap salah satu pelayan mansion .


Frans terkejut dengan perkataan pelayan itu ,dia tidak menjawab pertanyaan pelayan itu yang bertanya ada apa dia datang ,Frans terkejut bahwa ana sedang tidak berada di mansion itu ,itu berarti ana benar-benar tinggal di tempat itu ,dia mengingat perkataan Vika yang tadi sebelum dia ke keluarga Anggara .


"Apa Vika mengatakan yang sejujurnya ,bahwa ana benar-benar sudah menikah dengan Dimas Anggara , tapi siapa Erland itu ,bukan kah kata Vika dia menikah bersama Dimas Anggara ."


"Kalau begitu , saya tidak akan ganggu lagi ,permisi ." ucap Frans yang tengah undur diri ,dengan perasaan yang sulit di jelaskan.


"Kenapa pelayan itu bicara nya gelagapan , ? pasti ada yang di sembunyikan ,dan ana, aku terlambat untuk memiliki nya ."


Kini Frans melangkah kembali ,sebelum sampai di dekat mobil nya ,dia melihat-lihat area halaman mansion Anggara ,termasuk bangunan tinggi itu , di saat Frans akan melangkah ke arah mobil nya ,? di atas sana ada yang memperhatikan nya ,ana terkejut melihat seseorang yang ia kenali dari arah jendela .


"Kaca ini terlalu tebal ,kenapa aku merasa kenal dengan orang itu ,? Frans .. iya? kenapa dia berada di sini ,apa yang di lakukan nya di Sini, apa dia sedang mencari ku ,kapan dia pulang dari Swiss., haruskah aku meminta tolong pada nya ,tapi kaca ini terlalu tebal ,? apa yang harus aku lakukan ,dia adalah pria baik ,jika aku meminta tolong pada nya ,aku tidak ingin dia terbawa masalah karna aku .


Di saat Frans akan membuka pintu mobil tiba-tiba ana langsung memanggil dan menggedor jendela itu .


"Frans .... Frans.... ? ehh ... jendela ini bisa di buka ." ucap ana yang tengah melebarkan kaca jendela itu .


"Frans .... !?.


Di saat Frans sudah membuka pintu nya ,dia melihat teriakan seseorang yang dia kenali ,kini dia melihat-lihat ke atas di mana asal suara itu ,Frans melihat ana seperti sedang menangis.


"Kenapa ana seperti di kurung ,bukankah tadi pelayan bilang sedang pergi ."


"Ana ... apa kau baik-baik saja ," ucap Frans teriak dari bawah .


"Ssssttttt .... Frans aku baik-baik saja ... tolong pelan kan suara mu ," ucap ana yang tengah menaruh telunjuk ke bibir nya .


"Frans sebaiknya kau kembali ," ucap ana lagi dengan khawatir nya ,karna takut Erland keburu datang .


Di saat ana bilang itu ,Erland pun datang ke halaman mansion itu ,dan tengah bersejajar dengan mobil nya Frans , ana yang melihat mobil Erland terkejut ,Erland yang tengah melihat ana di jendela melihat pria itu ,kini Erland turun dari mobil dan menghampiri Frans dengan wajah di penuhi amarah nya .


"apa dia Frans itu ,ohh jadi begitu , berani sekali membawa buket bunga dan menggoda istri ku , ?waktu yang tepat sekali ,keadaan ku sedang kesal dan ingin memukul orang ,kini dia yang datang sendiri ."


"Ka_kamu yang nama nya Dimas , ." ucap Frans yang tengah melihat Erland .


Erland tidak menjawab pertanyaan Frans ,dia menghampiri Frans dengan tatapan dingin nya ,sementara ana sudah khawatir apa yang akan terjadi .


"Tidak , ? Frans cepat pergi ,aku mohon ? kau jangan berhadapan dengan Erland ." ucap ana yang tengah berteriak ,


kedua nya tidak mendengar kan ana ,mereka saling tatap ,Erland yang melihat Frans dengan tatapan tajam dan tangan menggepal nya sudah tidak kuat menahan amarah nya .


Buaaaakkkkk .....


Erland tiba-tiba menghajar Frans , dengan tersungkur ke bawah ,ana yang melihat itu berteriak ke arah bawah .


"Tidak ...? Frans ,,,, ku mohon cepat pergi dari sini ." ucap ana berteriak nangis .


Di saat Frans kembali bangkit , lagi-lagi Erland menghajar nya dengan menendang perut Frans , lagi-lagi ana terkejut melihat nya ,dia berteriak minta tolong pada bi Ani dan juga Roy di arah pintu yang ada lubang persegi nya.

__ADS_1


"Bi Ani , Roy tolong lah teman ku ,dia akan terbunuh sama Erland ." ucap ana berteriak dari balik pintu,


Para pelayan terkejut dengan teriakan ana yang di lantai atas ,Roy dan bi Ani terkejut dengan kata yang di lontarkan ana ,kini mereka berdua berlari menghampiri dua orang yang tengah berkelahi ,pak Jarwo dan pak Urip pun tengah memisah kan dua pria itu , Frans mengusap darah yang ada di bibir nya dan menatap erland dengan heran .


"Ada apa dengan orang ini ,kenapa menghajar ku ., ? tunggu ,dia bukan Dimas ,bukan kah Dimas cacat seperti apa yang di katakan Vika ."


"Tuan Anggara ,tindakan mu mengurung Anatasya itu ilegal ,ini adalah pelanggaran hak asasi manusia .? ." ucap Frans yang tengah mengusap darah di bibir nya.


Erland akan menghajar Frans kembali ,tapi tiba-tiba Roy dan bi Ani tengah menahan nya .


"Tuan Erland hentikan ," ucap serempak bi Ani dan Roy , kini Frans pun tengah pergi dari halaman mansion itu .


Ana tidak sanggup untuk melihat lagi ,dia menundukkan kepalanya dan bersandar di dinding kamar itu , di saat ana berdiri lagi dia melihat di bawah Frans sudah naik mobil nya dan berlalu pergi ,


"Ana ,aku akan kembali untuk menolong mu ."


Ana yang melihat Frans pergi dari halaman mansion lega , dia khawatir akan kejadian lagi seperti apa yang barusan dia lihat


" akhirnya dia pulang ,? Frans maafkan aku ."ucap ana dengan tangis nya .


Ana menangis ,meratapi nasib nya , dia hidup sudah bersuami layak nya tak punya suami , di saat detik kesalahan Erland yang adik dari Dimas membuat nya terlalu lemah untuk di hadapi ,Erland yang kini tengah berjalan ke ruang Dimas dan mengambil bubur yang ada di tangan bi Ani .,Dimas yang melihat Erland menatap nya dengan penuh amarah .


"Kesalahan apa yang istrimu lakukan hingga mengurung nya seperti itu ,dia istrimu , bukan tahanan ,kau sudah kelewatan Erland ." ucap Dimas dengan keadaan terbatuk-batuk


"Jika kau tidak bisa bicara lagi ,maka berhentilah berbicara ." ujar Erland menggambil mangkuk bubur itu .


"Kau belum menjawab ku ,apa salah istrimu erland ." ucap Dimas dengan marah nya .


"Ayo di makan bubur nya ,jika kau marah-marah terus seperti ini ,tenaga mu akan habis ." ucap Erland mengalihkan pembicaraan .


Erland berjalan ke arah di mana ana berada , dia membuka pintu itu dan melihat ana menyembunyikan kepala di lutut nya ,Erland melihat makanan yang belum di sentuh sama sekali sama ana.


"Dia tidak makan sama sekali ,? Ana kenapa kau gak menyadari juga ,dengan Atas sikap ku itu ,jika kau tidak membuat kesalahan aku tidak akan membiarkan mu seperti ini ,?


"Kenapa gak di makan ." ucap Erland berjongkok .


"Aku bisa menghemat makanan untuk keluarga Anggara ," ucap ana menundukkan kepalanya tanpa melihat Erland


"Keluarga Anggara tidak akan kekurangan makanan ,seperti yang kamu bilang hemat itu , ayo a_buka mulut mu ." ucap Erland yang tengah menyodorkan sendok .


"Erland sungguh akan menyuapi ku ,bersikap manis setelah berkelahi ,aku tidak akan terkecoh dengan kelembutan dia .


"Aku tidak mau memakan makanan keluarga Anggara , bawa saja pergi sanah " ucap ana dengan nada tinggi nya .


Erland tidak menjawab pertanyaan ana ,dia malah memakan makanan yang tadi nya akan di suapi ke ana ,memakan nya dengan begitu santai , ana yang melihat Erland tidak memperdulikan ucapan nya di buat kesal kembali .


"Aku tidak perduli di kurung oleh mu ,tapi kenapa kau harus memukul orang lain ,hanya karna dia teman ku ." ucap ana dengan amarah nya .


Erland menaruh mangkuk yang ada di tangan nya dan mengangkat dagu ana dengan menahan emosi nya .


"Jika aku bilang cemburu ... apa kau akan percaya dengan perkataan ku Anatasya ." ucap Erland dengan menatap mata manik ana.


"Anatasya , dengar kan aku ...? dengarkan aku baik-baik ,aku memukul nya karna aku marah ... aku marah ,Karana cemburu .... ? Anatasya dengar kan aku ,lihat aku ...lihat bibir ku ,dan dengarkan perkataan ku ,, "Aku ini adalah suami mu , AKU SUAMI MU ." ucap nya lagi dengan menatap mata ana


"Bohong ,?! ini hanya alasan mu yang di buat-buat dan kegilaan yang ada pada dirimu sudah kembali Erland ,." ucap ana dengan marah mendorong erland


"Pria ini sudah gila , ? aku adalah istri Dimas ,apa yang membuat nya cemburu ,dengan bicara ngelantur ."

__ADS_1


Erland berdiri dan tidak menjawab pertanyaan ana, dia baru saja mengatakan yang sesungguhnya ,ke jujuran nya belum semua dia lontarkan .


"Baiklah ,jika kau tak percaya .? aku tidak akan mengatakan nya lagi ,cukup kali ini saja ,dan jika nanti kau tahu kebenaran nya dari orang lain ,aku harap kau mencari ku ."


"Ayo keluar ,dan ikut makan bersama ku ." ucap Erland yang melangkah ke luar ,tapi ana masih diam dari duduk nya .


"Ohh , mau begitu .? ya sudah jika kau tidak ingin keluar.. pintu ini akan aku kunci kembali ." ucap nya lagi dengan memainkan kunci pintu itu dan melangkah ...


"Tunggu ..?aku akan ke luar ." ucap ana berlari melewati erland ,di saat dia sampai pintu keluar ... tiba-tiba dia merasakan pusing di kepala nya, ana diam di tempat dan memegang kepalanya .


" Duh kepala ku ,pusing sekali ."


Erland yang melihat ana gemetaran dan sempoyangan langsung menahan ana dari belakang.


"Perut mu kosong ,dan belum makan sedari tadi ,dan kau masih punya tenaga untuk berlari , nanti akan aku suruh bi Ani menyiapkan makanan lagi untuk mu ." ucap Erland langsung menggendong ana


Kini erland sampai di meja makan dan memanggil bi Ani untuk menyiap kan makanan ,dan entah kenapa ana tiba-tiba lapar dan ingin makan banyak , di saat bi Ani sudah menyiapkan nya ,ana langsung makan dan menghabiskan makanan itu ,Erland yang melihat ana makan dan menghabisi nya membuat kening nya berkerut .


Ana mengunyah makanan nya dengan menatap erland tak suka dan tidak senang, Erland yang di lihat nya pun menatap ana .


"Kenapa .? apa kau tak senang melihat ku memukul pria culun itu ,? dia datang kesini membawa bunga mawar, ? gimana aku tidak memukul nya ." ucap Erland dengan nada kesal nya .


"Erland kau ingin aku mengikuti aturan di keluarga ini , tapi gimana dengan mu ? semua apa yang kau lakukan padaku ,bahkan kau tak sopan dan tidak menghormati ku sebagai kak.....


"Apa yang aku lakukan semua itu adalah hak dan sah ku Anatasya ." ucap Erland dan memotong ucapan ana .


"Kau pisikopatt gila , kau membuat aturan dengan semau mu bajingan gila ." ucap ana dengan manahan amarah nya .


Para pelayan lagi-lagi harus mendengarkan dua pasutri itu beradu mulut di meja makan , Erland melanjutkan makan ,dan tidak menghiraukan perkataan ana


"Kau hanya di kurung oleh ku dengan satu hari ,tapi kau sudah merasa tidak manusiawi ,? dulu setelah kepergian papa ku ke luar negri ,aku selalu di kurung mama sambung ku di tempat itu berhari-hari saat aku umur enam tahun ,sampai tidak makan" ucap Erland mengingat kejadian dulu .


Ana terdiam , pasal nya ana sudah tahu dari bi Ani cerita tentang pria itu waktu di kurung, kini dia memikirkan dirinya dan menatap Erland dengan tatapan sendu.


" Bi Ani pernah cerita padaku tentang nya , tapi bagaimana dengan ku yang pernah di kurung oleh keluarga Pratama dulu di saat paman pergi ke luar negri ,aku bahkan di beri makan setiap hari dengan baik dan baju hangat , ? tapi kenapa ibu sambung nya dia memperlakukan nya seperti itu ."


"Alasan nya karna aku hanyalah anak papa ku yang di lahirkan dari wanita lain ,dan membuat nya membenci ku hingga mengurung ku ." ucap Erland masih mengingat kejadian dulu .


"La_lalu gimana dengan Dimas ,apa dia juga tidak peduli ." ucap ana melihat Erland .


"Waktu itu dia berumur delapan tahun ,dia sungguh perduli padaku ,dia diam-diam pergi ke kamar kosong itu untuk memberikan makanan untuk ku ,dulu aku tidak suka dengan kakak ku ,di mana aku menumpah kan makanan itu ke wajah nya , bahkan waktu itu sup yang sangat panas aku lempar semua pada nya ,hingga wajah kakak ku memerah .? aku pikir dia akan mengatakan nya pada yang lain ,tapi dia hanya bilang bahwa dia ceroboh telah membawa sup itu dengan tidak hati-hati, "ucap Erland mengingat masa kecil nya bersama Dimas .


"Dia memberikan masa kecil yang baik padaku ,tapi sekarang aku tidak bisa membiarkan dia hidup yang tidak normal , dan aku berusaha sebisa aku untuk memaksa nya oprasi dengan membawa wanita sialan itu ."


Ana mencerna perkataan Erland ,dia melihat ekspresi Erland dengan wajah dingin nya dan memegang gelas itu dengan kuat ,ana melihat wajah erland penuh dengan kebencian dan dendam.


"Dimas benar-benar kakak yang baik ,? tapi kenapa dirinya tidak pernah menghargai aku sebagai kakak ipar nya ."


.


.


.


.


Yang baik ... kasih like ,komen ,dan vote nya dunk.....😁😁 yang bae.

__ADS_1


__ADS_2