Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Hamil.


__ADS_3

Di sisi lain ,ana masih mengingat perkataan Erland yang menyebutkan wanita Dimas ,meski dia tahu wanita Dimas itu adalah Sahara ,tapi dia tetap membuat hati nya tidak nyaman .


"Enggk ana ,?! Erland hanya ingin membawa Sahara untuk Dimas ,jangan berburuk sangka dulu ." gumam ana .


Di saat ana penuh dengan berfikir ,bi Ani mengetuk pintu dan memberikan susu jahe hangat dan juga kue kacang kesukaan nya .


"Nyonya saya membawa cemilan kesukaan anda ." ucap bi Ani yang menaruh nampan di atas nakas.


"Makasih bi .." ucap ana yang kini telah mengambil gelas berisi susu jahe hangat itu ,bi Ani pun menganggukan kepala nya dan berlalu pergi .


Ana mengambil kue kacang itu dan memakan nya ,di saat dia memakan nya lagi-lagi mual menghantam dirinya dan lari ke arah kamar mandi .


"Aku ini kenapa sih....?! tunggu ... datang bulan ku sudah terlewat ,?! apa aku ... tidak...tidak ... sewaktu bulan lalu aku minum pil itu ,aku tidak mungkin hamil kan ,dan aku melakukan itu baru-baru beberapa kali di saat aku kembali kesini ,,?!


Ana terus berpikir dan Kembali ke arah ranjang dan membawa kue kacang itu ke balkon , sesampai nya di balkon dia memakan kue kacang lagi ,tapi lagi-lagi kue kacang itu membuat nya mual kembali ,ana terus saja berpikir mengenai pil yang dia minum waktu bulan lalu, dia pun merasakan mual yang di awali di kota B .


"Apa pil itu tidak cocok .?! "Gumam ana berpikir keras .


"Aku harus ke toko yang ada di depan untuk membeli sesuatu ,jika pun aku hamil tidak apa-apa ,dengan senang hati ,?! andai waktu itu aku tahu yang sebenarnya aku tidak akan meminum pil itu ."


Ana bersiap untuk pergi , sebelum ke bawah dia mengambil kue kacang yang ada di balkon untuk di bawa kembali ke bawah ,di saat dia melangkah ,suara klakson mobil yang dia kenali membuat dia memberhentikan langkah nya dan melihat mobil tersebut .


"Itukan mobil yang suka di bawa Roy ,, tumben sekali Roy pulang ,apa dia meninggalkan Dimas di rumah sakit ,?! apa Erland ada di sana ." gumam ana yang kini melanjutkan langkah nya untuk ke bawah .


Sementara di bawah sana ,Sahara turun dari mobil yang kini telah melangkah ke arah pintu masuk mansion dengan tersenyum senang .


"Aku kembali ?!,hampir enam tahun ini aku Baru kembali untuk berkunjung ke mansion ini ,akhir yang aku inginkan sebentar lagi akan terwujud ." gumam Sahara kecil .


Di saat dia melangkah ,dia memberhentikan langkah nya dan melihat ke arah belakang ,dan melihat ke salah satu gerasi mobil dan melihat mobil yang tertara di arah sana ,dia tidak melihat mobil Erland yang tadi sore di pake pria itu .


"Rupanya adik kesayangan dimas itu belum pulang ,?! Erland tinggal di sini ,itu berarti istri yang masih bocah itu juga di sini.?! ini kesempatan ku ."


Kini Sahara masuk ke dalam tanpa menghiraukan Roy yang kini berjalan ke arah nya ,Roy yang melihat Sahara ke arah gerasi mobil dan tersenyum licik membuat dirinya heran dan mengerutkan kening nya .


"Ada apa dengan wanita itu.?! dia bahkan langsung berjalan ke arah pintu masuk ..?! benar-benar wanita tidak tahu malu ."


Sahara melangkah ke arah ruang tamu itu dan melihat para pelayan, lalu Sahara melangkah ke ruang kerja Dimas tanpa berbicara kepada mereka dan tidak tahu malu nya ,di saat dia masuk Sahara tertegun saat melihat foto dirinya dan Dimas lima tahun yang lalu ,Sahara tersenyum kecut..


"Aku tidak menyangka ?! ternyata kamu masih menyimpan foto kita Dimas "


kini dia melangkah ke luar kembali untuk mencari kepala pelayan yang tak lain adalah bi Ani .


Sahara tidak menemukan bi Ani ,dia hanya menemukan pelayan yang lain nya tanpa memperdulikan Sahara .


"Heh ..di mana kepala pelayan kalian ..." ucap Sahara tanpa memberikan jawaban oleh pelayan tersebut .


Bi Ani yang baru saja muncul dari arah lift ,melihat Sahara yang tengah berbicara kepada pelayan yang lain ,kini bi Ani pun menghampiri Sahara.


"Mohon maaf nona saya terlambat untuk menyambut kedatangan anda kesini ,saya sedang membereskan kamar untuk anda yang berada di lantai atas ." ucap bi Ani membungkukkan kepalanya .


"Apa ?! lantai atas ... tidak .? aku tidak ingin di lantai atas ... biar nanti aku lihat-lihat dulu kamar yang cocok untuk ku ,sekarang tolong ambilkan minum untukku ." ucap Sahara memerintah bi Ani .


Roy yang melihat itu menggepalkan tangan nya melihat sikap Sahara terhadap orang yang lebih tua ,Ana yang melangkah dari tangga panjang itu tertegun setelah melihat wanita yang Minggu lalu mencengkram leher dan menjambak rambut dirinya


Ana lebih kaget lagi melihat tempramen wanita tersebut dengan berbicara tidak sopan pada bi Ani ,kini ana melangkahkan kaki nya sedikit cepat dari tangga itu untuk turun ke bawah .


"Ambilkan aku minum ,apa kau ini budeg hah," ucap Sahara meneriaki bi Ani .


"Nona ..?! pelayan yang lain akan membawakan nya untuk anda ,mohon anda untuk istirahat dan duduk dulu ." ucap bi Ani .


"Aku tidak menyuruh yang lain ,tapi aku menyuruh mu, bukan mere...."


"Bisakah kau berbicara sopan pada bibi ku ,kenapa kau begitu lancang meneriaki orang yang lebih tua , apa kau tidak pernah di ajarkan sopan santun oleh orang tua mu ." ucap ana yang tiba-tiba muncul dan memotong ucapan Sahara .


"Gadis kecil ,?! ternyata kau berani juga ya , bahkan waktu di rumah sakit kau begitu polos , di saat aku menahan mu ," ucap Sahara menghampiri ana .

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kau adalah istri Erland ,?! kau belum tahu ya seperti apa Erland terhadap wanita , biar ku beri tahu dia itu dari dulu seorang playboy dan suka bermain wanita di klub ." bisik Sahara ke telinga ana .


Degg......


Ana terkejut saat Sahara mengatakan tentang Erland , dia tidak tahu kehidupan Erland yang sesungguh nya , ana berusaha tenang dan tidak ingin berburuk sangka pada suami nya itu .


"Mungkin yang menurut kau playboy itu di masa lalu nya ,tapi tidak dengan sekarang dia adalah suami ku ,dan sudah mempunyai istri yaitu aku ." ucap ana menjawab pertanyaan Sahara dengan kaki gemetar .


"Haha .. kau begitu percaya diri sekali .?! aku katakan sekali lagi padamu ,dia memang suami mu ,,tapi Erland begitu suka bermain wanita dan sesuka hati menyentuh nya ." ucap Sahara dengan tersenyum menyeringai melihat ke arah ana.


"Oh tunggu ,pria seperti Erland pastinya banyak wanita yang mengincar dan ."


"Sahara .....apa yang kau katakan pada istriku ." ucap Erland yang berada di ambang pintu .


Sahara dan ana terkejut saat mendengar suara Erland yang meninggi ,termasuk Roy yang kini ada di depan Erland yang berdiri membelakangi nya pun ikut terlonjak kaget ,Erland menghampiri Sahara dan akan menghampiri nya dengan mencengkram wajah Sahara di depan ana .


"Apa yang kau katakan pada istri ku ," ucap Erland menatap tajam pada Sahara .


Ana yang melihat Sahara meringis kesakitan karna Erland langsung melangkah maju ke hadapan erland dan juga Sahara .


"E_erland ,kau jangan melakukan itu .?! lepaskan dia ,dia kesakitan ." ucap ana menahan tangan Erland


Erland pun melepaskan cengkraman itu dari wajah Sahara menatap nya dengan tajam , Sahara tersenyum kecut ke arah Erland yang ada di hadapan nya itu .


"Erland ,?! jika kau menyakiti aku lagi aku akan bilang pada kakak mu apa yang kau lakukan itu padaku " ucap Sahara yang kini berjalan ke arah kamar yang yang bersejajar yang tak jauh dari ruang tamu tersebut , di saat dia melangkah ..langkah nya terhenti dan melihat ana .


"Gadis kecil ,?! pria yang sudah menjadi suami mu ini bukan hanya playboy ,,tapi pria yang kejam ." ucap Sahara memberhentikan langkah nya melihat Erland dengan tersenyum kecut .


"Wanita sialan diam di tempat ,aku akan memberikan pelajaran untuk wanita seperti mu yang asal bicara .." ucap Erland menghampiri Sahara dengan amarah nya.


"Berhenti .... ?! cukup Erland ... aku sudah cukup mendengar nya dari dia ,dan aku tidak ingin mendengar nya lagi , bisakah kau tidak menyentuh dia lagi ,bukankah kau bilang dia adalah wanita nya kakak mu ." ucap ana menundukan kepala nya tanpa melihat ke belakang .


Erland memberhentikan langkah nya dan berjalan kembali ke arah ana ,kini dia memeluk ana langsung dengan erat .


"Ana ... jangan percaya dengan ucapan wanita itu ,?! percaya padaku ,aku tidak seperti apa yang di katakan sahara ." ucap Erland yang kini memeluk ana .


"Apa aku harus percaya dengan perkataan orang lain yang baru aku kenal,?! apa aku harus percaya dengan perkataan suami ku sendiri ,yang tidak tahu kehidupan aslinya ."


"Anatasya ,?! apa kau percaya padaku ." ucap Erland melepaskan pelukan nya dan memegang kedua pipi ana .


"Erland aku ingin istirahat aku lelah ," ucap ana melepaskan tangan Erland dan berjalan ke arah tangga .


Di saat ana melangkah beberapa langkah ,seluruh ruangan terlihat menjadi dua bayangan di mata nya ,ana memegang kepala nya yang kini tengah pusing ,Erland melihat jalan ana tak seimbang langsung berjalan melangkah menghampiri ana ,ana yang sudah tidak tahan membuat dirinya tak sadarkan diri ,beruntung Erland langsung menahan tubuh kecil istrinya itu .


"Sayang ... ?! ana ... ana bangun ..." ucap Erland menepuk pipi ana dengan khawatir.


Erland menatap tajam Sahara yang kini tersenyum tipis tanpa memperdulikan tatapan tajam Erland .


"Jika terjadi sesuatu pada istriku ,?! kau akan tahu akibat nya ." ucap Erland yang kini menggendong ana .


"Roy cepat panggil dokter Leon untuk kemari secepatnya untuk memeriksa istri ku ." ucap Erland yang di angguki Roy


Erland membawa ana ke kamar tamu yang dulu sering di pakai ana ,dia membaringkan ana dengan pelan dan melihat wajah istri nya yang begitu pucat .


"Sahara ,?! jika ana tidak ada di samping ku .. aku akan mencekik mu hingga mati ."


Tak butuh waktu lama dokter Leon pun kini telah sampai di mansion dan mengikuti Roy ke salah satu kamar tamu .


"Ada apa dengan nyonya ana tuan ." ucap dokter Leon yang kini akan memeriksa ana .


"Dokter apa yang akan kau lakukan ,jangan menyentuh istri ku ." ucap Erland menahan tangan dokter Leon .


Dokter pun mengerutkan kening nya dan kini dia pun mengerti dan tersenyum ke arah Erland .


"Tuan .. jika saya tidak menyentuhnya lalu gimana saya akan memeriksa nya , tuan Erland tak perlu khawatir ,saya akan memakai sarung tangan jika anda tidak mengijinkan nya ," ucap dokter Leon dengan terkekeh .

__ADS_1


Erland pun mengangguk kan kepalanya ,dokter Leon pun memeriksa denyut jantung ,laju pernafasan dan suhu tubuh nya , dokter Leon juga memeriksa fisik perut ana ,dokter Leon tersenyum setelah memeriksa nya .


"Tuan Erland ,apa anda tahu kapan terakhir datang bulan nya nyonya ana ." ucap dokter Leon dengan tersenyum .


Erland mengerutkan kening nya ,dia berpikir dengan perkataan dokter yang ada di depan nya itu ,Erland mengingat dimana ana datang bulan di waktu perta dia ingin meminta hak nya .


"Saya tidak mengingat nya dokter " ucap Erland dingin.


"Yang jelas dua bulan lalu aku mengingat nya dia datang bulan ,?! lalu apa maksud perkataan dokter Leon...kenapa menanyakan itu ."


"Lebih baik anda bawa nyonya ana ke dokter kandungan yang bis..."


"Dokter ,?! apa maksud mu .. apakah terjadi sesuatu pada istriku ." ucap Erland memotong ucapan dokter dengan khawatir


"Tuan Erland tenang dulu ,kemungkinan nyonya ana sedang hamil ,lebih baik anda membawa nya ke dokter kandungan biar di perjelas dengan baik ,karna saya dengan soal kehamilan hanya memahami sedi.."


"Hamill ..." ucap Erland terkejut .


"Ya ...lebih baik anda membawa nyonya ana ke dokter kandungan, ?! apa nyonya ana sering mual-mual dan morning sickness ,jika pun anda melihat gejala seperti itu pada nyonya ,kemungkinan nyonya ana hamil tuan ,?! kalau begitu saya permisi ." ucap dokter Leon yang di mana membuat Erland masih diam mematung .


Bi Ani sudah tersenyum senang setelah mendengar perkataan dokter tersebut ,sementara Erland dia masih terkejut sekaligus senang bahwa ana hamil , Erland mengingat dimana dirinya merampas pil kontrasepsi waktu itu dengan sangat marah pada ana ,dan dimana itu pun bi Ani yang berusaha menenangkan Erland untuk tetap tenang dan memberitahukan pada dirinya bahwa pil tersebut di ganti dengan vitamin yang serupa dengan pil .


Di saat erland mencium kening ana ,ana membuka mata nya perlahan ,dan melihat Erland yang kini tengah tersenyum pada nya ,ana masih saja mengingat perkataan Sahara di waktu beberapa menit yang lalu ,namun iba-tiba ana menangis dan hal itu membuat Erland menjadi khawatir .


"Sa_sayang ken.."


"Bisakah kau tinggalkan aku sebentar ,aku ingin sendiri ." ucap ana memotong ucapan Erland .


"Anatasya, ?! apa kau masih mengingat perkataan wanita gila itu ,?! apa kau tidak percaya dengan suamimu ini ,?! ana dengarkan aku , hanya kau satu-satunya wanita yang pernah aku sentuh ,dan hanya kau wanita yang satu-satunya aku cintai ,aku belum pernah mencintai seorang wanita selain dirimu ,?! jadi percayalah padaku ," ucap Erland menatap ana .


Ana melihat kedua mata Erland ,dan dia mencerna perkataan Erland yang barusan Erland katakan .


"Dari pandangan mata nya memberikan kejujuran ,tapi kenapa perkataan Sahara membuat ku terngiang-ngiang."


"Ana meskipun banyak wanita di luaran sana yang tergoda padaku ,tapi aku tidak pernah tergoda dengan rayuan mereka percayalah pada ku, aku tidak per.."


"Syuuttt ... sudah ?! aku percaya " ucap ana tersenyum dengan menahan bibir Erland dengan telunjuk nya.


Erland tersenyum dan memeluk ana ,,Erland lebih senang lagi bahwa saat ini ana tengah mengandung benih nya ,Erland menyentuh bagian perut ana di mana dirinya kini tengah mengelus-elus perut ana ,ana melihat tangan Erland mengelus perut nya terheran-heran .


"Aku berharap anak yang di kandung ana laki-laki,, Jika pun perempuan aku ingin dia lebih mirip dengan ana !? hai baby ... sehat-sehat terus di dalam sanah ,Daddy menunggu kelahiran mu ,"


"Sayang tunggu ya ,,aku akan menemui bi Ani sebentar." ucap Erland mencium kening ana dan berbalik untuk keluar ,di saat Erland akan melangkah kemeja putih yang di pakai nya di tarik kecil oleh ana.


"Jangan kemana-mana, aku ingin di temani oleh mu ,aku .. aku tidak ingin jauh-jauh "ucap ana dengan malu-malu .


Erland tersenyum lalu menganggukan kepala nya dan membaringkan tubuh nya di samping ana ,Erland memeluk ana tanpa berbicara dan Erland terus menerus tak terhenti mencium kening ana ,kebahagiaan dan keinginan mempunyai anak dengan istrinya itu terwujud kan .


.


.


.


#


"Selamat pagi .... tetap semangat untuk hari ini ,dimana hari kemerdekaan Indonesia Dirgahayu RI yang ke 77 tahun...๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ#17,AGUSTUS,2022


.


.


.


Visual Erland aku ganti dengan yang ini ...

__ADS_1



__ADS_2