Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2. Erland Mendatangi Radit .


__ADS_3

Ada nya baby Armand dan baby Arnold membuat keluarga kecil Dimas dan Dista semakin harmonis ,kebahagiaan menyertai setiap detik ke menit ,cinta dan kasih sayang orang terdekat membuat hari-hari menjadi berwarna ,Key Claudia yang di beri kabar tentang kelahiran cicitnya langsung meninggalkan London untuk menemui cicit-cicitnya .


Walau key sedikit merasa aneh dengan kelahiran cicitnya itu yang baru 8 bulan ,tapi wanita paruh baya itu tidak ingin berfikir lebih ,dalam pikirannya dia berpikir mungkin Dista salah dalam menghitung kandungannya ,yah! wanita paruh baya itu tidak tahu tentang kejadian-kejadian yang menimpah di mansion dan pada cucu dan cucu menantunya ,Karna Erland pria itu yang memerintahkan untuk tidak memberi tahu wanita paruh baya itu .


Setelah di rawat intensif satu Minggu akhirnya Dimas bisa bernapas lega ,karna Dista mulai membaik dengan kesehatannya begitu pun dengan dirinya ,Dimas lagi-lagi bernapas lega ,dirinya bisa Melawati hari-hari yang membuat dirinya sedikit demi sedikit pulih ,semua itu karna doa-doa dari semua orang yang dia sayangi .


Dimas pun tidak membiarkan dan melupakan makanan sehat untuk ibu baru melahirkan ,makanan sehat dan istirahat yang cukup membuat kondisi dista cepat membaik ,Dista lebih menurut dengan perkataan suaminya ,Karna ada putra-putra yang harus dia berikan kasih sayang ,Dista sudah dua hari ini tidak memangku putra-putranya , di karenakan putranya sudah lebih pulang bersama ana dan Erland .


Saat ini Dista dan Dimas masih berada di rumah sakit dan akan bersiap pulang ,Dista melihat wajah tampan suaminya ,Dista merasa bersyukur kesehatan suaminya pun kini mulai membaik ,begitu juga dengan dirinya ,Dimas yang merasa di tatap langsung melihat ke arah istrinya .


"Kenapa ." tanya Dimas membelai wajah sang istri .


"Aku hari ini ingin cepat pulang ." jawab Dista .


"Tentu !! tapi aku minta sama kamu ,kamu harus tetap sehat ya ... " ucap Dimas dengan mencium kening Dista .


"Iya kak ... setelah itu aku akan menjadi ibu baik dan istri yang slalu bisa di andalkan ?!aku janji ." ucap Dista dengan menatap suaminya .


Dimas diam dan melihat istrinya ,Lalu Dimas menggelengkan kepalanya dengan menatap istrinya itu dengan mesra .


"Itu tidak perlu !! yang aku mau kamu sehat selalu untukku dan juga buat anak-anak kita ," ucap Dimas dengan mengelus rambut Dista dengan penuh kasih sayang .


Dista tersenyum setalah mendengar perkataan Dimas ,siapa yang tidak mau di cintai sebesar itu ,tak terasa air matanya pun terjatuh tanpa permisi ,dan hal itu di lihat oleh pria yang ada di depannya .


"Kenapa menangis .hmmm." tanya Dimas .


"Gapapa kak !! aku hanya bahagia aja ." jawab Dista dengan memeluk Dimas .


Dimas membalas pelukan istrinya itu dengan penuh kasih sayang ,kini keduanya melepaskan pelukannya ,Dista menatap suaminya itu dengan tersenyum ,begitu juga dengan Dimas yang kini menatap wajah cantik natural istrinya ,dia benar-benar bahagia dengan semua yang sudah dia lewati bersama istrinya,duka ,penderitaan ,dan kesedihan, kini sudah terganti kan lagi.


Kini mereka pun untuk siap pergi meninggalkan rumah sakit itu ,di luar sana pak Urip tengah menunggu tuan dan nyonya nya itu ,Dimas menggendong Dista di area jalan yang akan keluar ,Dista menolak dengan apa yang di lakukan suaminya itu ,Karana dia takut Dimas belum pulih dengan keadaan tubuhnya ,tapi pria itu tidak menghiraukan perkataan sang istri,dia terus saja membawa Dista melangkah ke arah mobil .


Melihat keromantisan yang di perlihatkan si tuan muda nya ,membuat para suster dan para dokter yang melihatnya repleks langsung membalikan tubuhnya ,mereka takut akan hal tatapan pria itu yang terkadang langsung berubah seketika , Dimas dan Dista pun kini sudah pergi dan meninggalkan rumah sakit itu .


.


.


.


Waktu pun berputar dengan cepat ,sesuai dengan rencana jika malam ini Erland dan yang lainnya akan memulai permainan mereka,dan saat ini Erland berada di kediaman Radit sepupu dari Dimas dan yang tak lain adalah musuh bagi dirinya ,sebelumnya Erland dan Irsan sudah melumpuhkan stengah dari anak buah Radit yang berada di halaman luas kediaman Radit , sisa nya kini Erland akan turun tangan untuk Radit dan tak lupa juga Irsan dan Roy yang ikut membantu Erland untuk membasmi hama pengganggu .


Seseorang pria paruh baya kini tengah menghampiri Erland yang sudah berani membuat rusuh di tempat kediamannya ,Dave sang kakak dari Renata istri dari Willy tengah menahan amarahnya setelah dia melihat anak buahnya di luar sudah di lumpuhkan oleh Erland.


"Seperti biasa !! kau memang sangat ahli dalam masalah berkelahi Erland ,dan kau berani menginjakan kaki mu dan membuat rusuh di daerah kekuasan Ku ,dan kau hanya anak kecil yang sok berkuasa ," ucap Dave dengan tatapan tajamnya .


"Aku tidak ingin banyak basa basi , dimana keponakan tersayang mu itu ,aku kesini hanya untuk bertemu dengan nya ,dan ...ohh aku ingin bermain-main dengan keponakan mu Dave Sanjaya ." ucap Erland tersenyum kecut dengan duduk santai .


"Kau ...." ucap Dave terhenti saat kini dirinya tengah di tahan oleh Radit .


Radit menatap Erland dengan tatapan tajamnya ,tapi tidak dengan Erland ,pria itu begitu santai nya ,Radit semakin menatap Erland dengan tatapan membunuhnya .


"Ada apa kau kemari ." ucap Radit .


"Ada apa !! tentu untuk bermain-main dengan mu ,sepupuku ." jawab Erland dengan tersenyum mengejek .


"Kau bukan sepupuku !! kau hanyalah anak haram yang terlahir dari Helena Wulandari pelacur itu ." jawab Radit dengan mengejek Erland .


"Kau tahu apa tentang ibuku !! aku sendiri pun tidak tahu tentang ibuku ,kenapa kau begitu mengetahui kalau ibu ku adalah seorang pelacur ,dan kau itu adalah anak kemarin sore yang tidak mengerti apa-apa ." jawab Erland santai .

__ADS_1


Pria paruh baya yang tak lain adalah Dave terkejut dengan perkataan Radit yang menyebut nama Helena Wulandari ,kini tatapannya mengarah ke arah Erland yang kini tengah duduk dengan wajah dinginnya .


"Helena Wulandari ,dia ... dia putra Helena dan juga Kenan !! HW'GROUP ... jadi perusahaan yang dia miliki itu ....... "


Dave menggepalkan tangannya ,saat kini Erland tengah berbagi obrolan dengan keponakannya ,masa lalu dulu dengan Kenan belum juga dia selesaikan ,tidak di sangka Erland adalah anak dari Helena .


"Kau rupanya memiliki putra dari Kenan Helena ,tak ku sangka !! musuh adik ipar ku adalah putra dari Kenan musuhku dulu yang sudah mengambil mu dari ku ,tidak heran wajah bocah sialan ini mirip dengan Kenan dan juga dirimu ,, " gumam Dave dengan menggepalkan tangannya .


Dave hanya diam dengan menggepalkan tangannya saat ini Erland dan Radit tengah beradu mulut dengan tatapan Yang sama-sama mencengkram .


"Apa tujuanmu kemari Erland " ucap Radit yang sudah tersulut emosi oleh perkataan Erland .


"Sudah ku bilang !! aku akan bermain-main dengan mu Radit Coy Anggara ,tepatnya aku kesini untuk menebus penderitaan kakakku yang kau lakukan padanya ,oh .... tentunya aku akan mengha..." ucap Erland terhenti karna saat ini Radit tengah melayangkan tangannya ke arah wajah Erland ,tapi dengan cepat Erland menghindar dari duduk nya ,dan menendang punggung Radit dari belakang .


Di malam yang sudah di sebut malam larut itu kini tampak pertempuran antara anak buah Erland dan juga anak buah Radit yang saling menyerang ,acara babak belur sudah mulai terlihat dari wajah anak buahnya Radit ,dan sepertinya mereka lupa bahwa anak buah erland tidak bisa di spelekan mengingat akan hal Irsan putra dari mantan king mafia ,dan tentu saja mereka ahli dalam bidang melumpuhkan musuh .


Di situ sisi Roy tengah melawan dengan beberapa ilmu bela diri yang di milikinya ,namun saat dia sudah melumpuhkan beberapa orang di depannya , tiba-tiba saja dia mendapatkan serangan mendadak dari belakang yang membuat tubuhnya ambruk .


Roy mengusap kepalanya yang mendapatkan pukulan dari tongkat pemukul besi ,sakit tentu itu sakit yang di rasakan oleh Roy saat ini , sampai-sampai dia melihat darah di telapak tangannya yang dimana membuat Roy membola matanya .


"Sialan !! jika bukan karna Tania hamil ,si Steven bajingan itu tidak akan di gantikan oleh ku ,ayo Roy ..kau harus bangkit ,kau tak boleh lemah dan jangan sampai mati oleh para hama itu !! kau harus berjuang hidup untuk Niken , ukhh ... ahh sial ... "


"Sialan kau bajingan " Roy bangun dan langsung menghajar pria yang membawa tongkat itu dengan ganas dan wajah itu sekarang benar-benar membuat wajahnya babak belur karna serangan dari Roy .


"Steven ,Bryan !! akh sial ... aku yang harus turun tangan dengan membunuh hama itu ,?! kau harus membayar ku mahal setelah aku memperlihatkan luka di kepala ini ,kalian berdua benar-benar menguras tenaga ku yang tidak ahli dalam berkelahi ."


Tak jauh dari tempat Roy ,terlihat Irsan sedang bermain dengan para anak buah Radit ,dan tak butuh waktu lama bagi seorang Irsan dia pasti cepat mengalahkan musuhnya bahkan dia tidak nampak luka sedikit pun ,pria itu masih terlihat tampan dengan pakaian yang hanya sedikit kusut dan noda darah di tangannya bekas menghajar pria yang berani menendang tengkuknya .


"Jika kau ingin mati ,Seharusnya kau harus berpikir terlebih dahulu jika ingin melawanku ,?! tapi yang ingin kalian inginkan adalah mati dari tanganku ." ucap Irsan menatap tajam ke arah anak buah Radit yang kini sudah terkulay lemah tak berdaya .


Semua anak buah perlawanan dari Irsan sudah di katakan tidak baik-baik saja ,ada yang bonyok ,bahkan ada yang patah dari tangannya ,dan itupun membuat Irsan melangkah mengahmpiri Erland yang kini tengah mengalahkan Radit .


Dugh .....


Satu tendangan berhasil Erland layangkan ke arah perut Radit yang dimana pria itu meringis kesakitan.


"Erland kau brengsek ,keparat ,kau dan Dimas sudah menghancurkan orang tua ku ,dan sekarang yang kau lakukan mau membunuhku juga dan menghancurkan ku hah ..." ucap radit dengan amarah sembari menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya .


Erland berjongkok dan menarik dagu Radit dengan tatapan tajam nya .


"Seharusnya kau lebih baik diam dan tak ikut campur tangan untuk membuat kekacauan lagi ,dulu paman Willy dan Tante Renata yang sudah membunuh papa ,mama,dan ibu ku ..kalian yang lebih-lebih menghancurkan keluarga ku ketimbang kalian yang masih hidup ,dan kau ... kau ingin turun tangan juga ,tapi sekarang kau punya rasa takut .. takut di hancurkan dan takut di bunuh olehku ..!! jika bukan Karana kakakku yang takut akan hal pertumpahan darah ,kalian semua sudah mati oleh tangannya ,kehancuran yang di alami di keluarga mu itu adalah ulahnya sendiri ,kau mestinya sudah tahu ,dia juga yang akan membunuh kakak ku dengan secara keji oleh api sialan itu , dan kau tahu .... kau tak jauh beda dengan ayah mu ,untuk diam-diam membunuh kakakku " ucap Erland dengan tatapan tajamnya .


Radit diam dan mencerna perkataan Erland ,yah ! dia lakukan itu untuk meneruskan keinginan Willy sang ayah untuk menghancurkan Dimas ,saat ini dirinya menggepalkan tangannya dan akan bangkit untuk melawan Erland yang tengah berjalan membelakangi Radit ,


"Erland kau harus ma.............!!!!


Dorr .....


Dorr.....


Suara pistol itu mengenai punggung Radit yang dimana Dave salah sasaran ,pria paruh baya itu akan menembak Erland ,tapi yang dia tembak adalah keponakannya sendiri ,Dave terkejut dengan apa yang dia lihat ,keponakannya kini tengah terdampar di bawah ,pria paruh baya itu masih saja memegang pistolnya ,kini pandangannya ke arah Erland dengan tatapan tajamnya .


"Kau bocah sialan......" ucap Dave yang kini mengulurkan tangannya akan menembak Erland .


"Kau harus mati untuk membayar kepona............!!!


Dor....


Dor....

__ADS_1


Dor ..


Dave tewas di tempat dengan tiga tembakan dan itupun Irsan layangkan pada pria itu tepat di jantungnya ,kini pandangan Irsan melihat ke arah Radit yang masih menggerakkan tangannya untuk mengambil pestol di sakunya ,irsan yang melihat itu langsung mengangkat tangannya ,di saat dia akan menembaknya Erland menahan Irsan .


"Jangan bunuh dia ... biarkan dia hidup ..." ucap erland .


"Erland brengsek !! apa maksud mu ,bukankah kau ingin membalas dendam kan pada nya " ucap Irsan meninggi .


"Kau benar !! aku ingin membalas dendam !! tapi kematiannya bukan dari tanganku .. biar kan pihak kepolisian lah yang akan menentukan kematiannya ,aku akan menyeret dia ke penjara dengan hukuman mati .." ucap Erland berbalik .


Irsan melihat Radit yang kini tengah di tahan oleh anak buahnya ,setelah itu dia pun ikut berbalik dan mengikuti Erland ,,begitu pula dengan Roy dia mengikuti pria itu keluar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi pun menyapa .


Sinar matahari sudah nampak terbit di atas langit yang biru ,tapi hal itu tidak membuat kedua pasangan yang kini masih betah di dalam selimut tebalnya ,kedua insan itu baru saja menyelesaikan aksi panasnya di pagi hari.


Keduanya masih sibuk saling memeluk di balik selimut tebal itu ,tak henti-hentinya Bryan menghujani ciuman di tubuh polos istrinya itu ,terutama pada perut nya ,dia terus mengelus perut buncit sang istri ,seolah perut istrinya itu adalah mainan barunya dan itu pun membuat Bryan tidak pernah bosan mengeluskan perut buncit istrinya .


"Mas jangan di pegang terus ,aku geli ." ucap Nabila yang kini berusaha menyingkirkan tangan Bryan .


"Aku menyukainya !! dengan perut buncit mu ini terlihat begitu seksi " ucap Bryan yang masih mengelus perut istrinya.


Nabila kegelian tangan suaminya itu bukan hanya mengelus perutnya saja, tapi bagian-bagian tubuh yang lainnya yang dimana membuat Nabila menggeliat


"Mas ,aku lelah !! kata Nabila dengan menahan tangan Bryan agar tidak terus menerus membuatnya terangsang kembali .


Cup ....


Bryan mencium kening Nabila dengan tersenyum dan melihat wajah istrinya .


"Maaf ... aku sudah membuatmu kelelahan " ucap Bryan menatap wajah cantik istrinya .


Jarak di antara keduanya memang kini begitu sangat dekat dengan wajahnya masing-masing ,tubuh polos nya kembali bersentuhan ,Bryan mendengarkan detak jantung Nabila yang berdetak ,begitu pun juga Nabila yang dimana dua juga mendengar detak jantung suaminya,Nabila menatap wajah suaminya dengan lekat-lekat .


"Dia begitu sangat tampan !! aku harap putriku mirip dengannya ,"


Nabila memuji ketampanan yang di miliki suaminya, Bryan tersenyum tipis melihat kedua netra istrinya itu ,Nabila kini sedikit mendorong tubuh suaminya itu .


"Aku mau mandi dulu ,?! mas bisakah kau memandikanku ." pinta Nabila merubah posisinya dari tiduran kini menjadi duduk .


"Tentu saja !! apapun yang ingin kau lakukan untuk menyuruhku ,aku akan siap permaisuri ku ," ucap Bryan dengan senyumannya .


Pria itu malah bersemangat Dimana istrinya menyuruhnya memandikannya ,perut buncitnya itu adalah hal yang menyenangkan ,dan dimana itu membuat Bryan bersemangat untuk memainkan perut buncit istrinya itu ,mencoba berkomunikasi dengan calon anaknya yang masih berumur 7 bulan .


Bryan membawa tubuh polos istrinya ke kamar mandi ,mendudukkan Nabila di bathtub yang sudah ia isi dengan air hangat ,Bryan meneteskan beberapa tetes sabun aroma bunga Jasmine ke dalam bathtub .


Nabila tersenyum manis dia selalu di perlakukan manis oleh suaminya itu , dia benar-benar beruntung mempunyai suami yang pengertian ,perhatian dan juga bersikap lembut dan manis padanya .


"Terima kasih mas " ucap Nabila dengan di angguki Bryan .


Bryan kini masuk ke dalam bathtub ,dia duduk saling berhadapan dengan istrinya ,Nabila bukan kaget main saat suaminya kini berada di bathtub juga .


"Mas kenapa ikut masuk ." ucap Nabila dengan wajah kagetnya .


"Tentu saja untuk memandikan mu sayang ,dan aku akan memandikan perut buncit mu yang seksi ini ." jawab Bryan dengan senyuman menggoda yang dimana membuat Nabila terengap-engap.


"Mas ... jangan lakukan itu ,aku geli ... jangan lakukan itu lagi ." pekik Nabila kaget ,saat Bryan mengelus perut buncitnya .

__ADS_1


jelas itu membuat Bryan tidak menghiraukan Nabila ,dia juga menyentuhnya dengan secara lembut ,yang dimana membuat Nabila jadi diam dan menggigit bibir bawahnya ,Bryan yang melihat istrinya diam tersenyum tipis dan tak lupa dia juga sesekali mencium bibir mungil istrinya itu .


__ADS_2