
*Flashback*
*
*
Kehidupan yang Dimas rasakan tidaklah berguna lagi ,dia harus berbaring dan merepotkan orang-orang di sekitar nya ,Dimas melihat Roy yang kini tak jauh dari nya .
"Roy ... apa yang Erland lakukan di setiap hari nya ,?! bahkan aku lihat dia juga tidak mementingkan kantor ku , " lirih Dimas .
"Tuan Erland selalu menyelidiki nona Sahara ,tuan Erland bersikeras dengan dirinya bahwa nona Sahara belum lah meninggal ,?! soal perusahaan, tuan Erland hanya datang dimana rapat penting saja ,"
Dimas diam dan mencerna perkataan Roy , dia memikirkan Erland yang selalu menyelidiki Sahara yang dikatakan sudah meninggal , Dimas berpikir kegigihan adik nya tidak pernah salah ,dia hanya memilih jalan lurus ,tetap lurus ,Dimas pun berpikir apa benar Sahara masih hidup ,bahkan Erland sendiri mencari tahu hanya untuk mempertahankan hidup nya untuk mencari wanita itu .
"Erland selalu mencari tahu apapun itu , ?! tapi kenapa dia bersikeras bahwa Sahara masih hidup , tapi tiga tahun lalu berita dimana Sahara sudah meninggal itu kenyataan, dan jelas mobil yang aku berikan padanya sudah hancur Karna terpental ke laut."
"jika memang Sahara masih hidup ,lalu tiga hari dalam pencarian jenazah wanita yang sudah hancur wajah nya itu siapa .?! tapi aku mengenal pakaian yang di pakai Sahara di waktu keberangkatan dia untuk pemotretan ,Dan jelas itu Sahara ." gumam Dimas pelan
Roy dan dokter Will hanya mendengarkan lirihan Dimas ,Dimas semakin larut dalam pikiran nya ,jika pun Sahara masih hidup dia akan lebih senang bahwa kekasih nya itu masih ada ,tapi Dimas berpikir keras jika masih hidup kenapa Sahara tidak menemui dirinya setelah tiga tahun lama nya dimana dia di nyatakan mati.
"Roy ?! bisakah kau kebawah untuk menyuruh bi Ani buatkan aku bubur blewah ,aku ingin memakan bubur itu ." ucap nya tanpa melihat ke arah Roy .
"Baik tuan ." ucap Roy dan berlalu pergi .
Setelah kepergian Roy ,Dimas melihat ke arah dokter Wilson ,mungkin dengan dokter Wilson dia berharap bisa meminta tolong padanya .
"Dokter Will ." gumam Dimas .
"Iya tuan ." jawab dokter wil.
"Bisakah aku minta tolong sesuatu , " ucap Dimas melihat ke arah dokter Wilson .
"Silahkan tuan ,apapun itu akan saya bantu ." jawab dokter Wilson menatap Dimas .
"Bisakah kau mencari seseorang yang ahli dalam pencarian ," ucap Dimas dengan menghela napas nya panjang .
"Maksud anda ." jawab dokter wil tak mengerti .
"Saya butuh seseorang yang jeli dalam pencarian orang lebih dari polisi ,?! aku harus mencari tahu kematian Sahara di jembatan jalan Suramadu itu yang sebenarnya ,?! bisakah dokter membantu saya , saya tahu dokter wilson punya saudara jauh yang bergabung dengan mafia ."ucap Dimas dengan melihat ke arah dokter wil .
Dokter Wilson terkejut dengan perkataan Dimas ,dimas menyuruh nya untuk mencari seseorang dengan kasus pasca kecelakaan sahara ,
"Tapi tuan ,?! kenapa tidak tuan Roy saja ,tuan Roy adalah tangan kanan keluarga Anggara. " ucap dokter Wilson .
"Aku tidak ingin orang mansion tahu ,?! bisakah anda membantu saya mencarikan seseorang untuk meneliti jalan jembatan Suramadu pasca kecelakaan sahara ." ucap Dimas dengan menatap dokter wil penuh harap .
Dokter wil berpikir dan melihat ke arah pria muda yang tengah berbaring itu ,tidak ada salah nya jika dia membantu nya untuk mengetahui Sahara dari kekasih nya itu pasca kecelakaan .
"Baik tuan , saya akan membantu anda mencarikan orang untuk meneliti setiap jalan yang dulu nona Sahara telusuri ." jawab dokter Wilson .
Dimas hanya mengangguk kan kepalanya ,tanpa menjawab jawaban dokter Wilson , dokter Wilson melihat Dimas dengan mata yang seperti memikirkan sesuatu .
"Tuan Dimas ,kapan saya akan secepat nya lakukan dengan apa yang anda katakan ."ucap dokter wil
"Jika tidak keberatan ,sekarang juga boleh dokter Will ,aku ingin sesegera tahu dengan semua ini ,?! dengan Erland yang keras kepala selalu menyelidiki Sahara membuatku penasaran akan hal kecelakaan itu ." ucap nya tanpa melihat ke arah dokter wil.
"Dokter wil tak perlu khawatir ,disini saya masih ada dokter Leon yang mengurus nya ," ucap Dimas kembali .
"Baik tuan ,kalau begitu apakah saya bisa gerak sekarang ." ucap dokter wil.
"Tunggu !! sebelum bertindak saya ingin mengatakan sesuatu ?! jika sudah meneliti jalan jembatan itu ,jangan dulu memberi tahu saya ,terus selidiki setiap penyelidikan sampai benar-benar kalau Sahara masih hidup ,jika sudah menemukan nya baru saya akan menyuruh nya untuk datang ke mansion .",ucap Dimas tanpa melihat ke arah dokter Wilson.
"Gimana jika nona Sahara memang benar-benar meninggal tuan ." ucap Wil menatap dimas yang menatap nya .
"Cari tahu saja dulu ,jika memang benar meninggal ,aku akan menyuruh Erland untuk berhenti mencari Sahara ataupun menyelidiki nya ." ucap Dimas dengan memenjam kan mata nya .
"Dokter bisa bergerak sekarang ,?! dan ingat dengan perkataan ku tadi ,?! satu lagi dokter wil ,jangan sampai ada yang curiga dengan apa yang aku lakukan ." ucap Dimas kembali membuka mata nya .
Dokter wil hanya menganggukkan kepalanya dan berlalu pergi , Dimas memejamkan mata nya lagi dengan menghela napas nya berat .
"Sahara ,?! aku merindukan mu ,?! jika memang kau masih hidup lalu kenapa kau tak menemui ku ,tiga tahun lalu aku melihat mu yang sudah bengkak karna mengambang di air dengan tidak bernyawa ,dengan tak percaya nya adikku ,dia mencari tahu tentang mu masih hidup atau enggak ,bahkan yang membuatku penasaran akan hal kejadian kecelakaan itu ,dan kini aku sampai bertekad mencari tahu kejadian kecelakaan Mu."
Tiga tahun lama nya hati Dimas selalu kesepian tanpa wanita itu, hari-hari yang dia lewati ,tersenyum ,tertawa itu semua hanya dari luar ,tapi tidak dengan hatinya ,dia rapuh setelah di tinggalkan wanita itu ,sampai kejadian pasca kebakaran yang membuat dirinya pun tidak ingin hidup dan memilih mati mengikuti kekasih nya itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seminggu telah berlalu orang suruhan dokter wil pun mendapatkan hasil kebenaran pasca kecelakaan itu dan kini pun orang tersebut menemui jejak Sahara , setelah menemukan Sahara orang tersebut menghubungi dokter wil ,dokter wil pun terkejut saat apa yang di katakan orang tersebut ,Dokter Wil pergi dari rumah sakit untuk memberitahu pada Dimas ke mansion Anggara , setiba nya di sana dokter wil menghela napas nya dengan berat .
Dimas yang baru saja di ganti perban oleh dokter Leon melihat ke arah dokter wil yang tengah berjalan menghampiri nya ,beruntung saat ini di kamar perawatan tidak ada kepala pelayan ,Roy ,dan juga Erland ,ini kesempatan dokter wil untuk bilang yang sebenarnya .
"Tuan saya akan memberi tahu tentang Nona Sahara ." ucap dokter wil dengan deru nafas nya yang tercekat .
"Apa mereka menemukan nya , apa benar Sahara masih hidup ." ucap Dimas dengan tak sabar nya .
"Lebih baik anda berbicara dengan orang yang saya suruh ,hanya mereka yang tahu detail sebenarnya ." ucap dokter wil .
"Baik ,kau suruh kedua orang itu untuk datang ke mansion dengan menyamar dokter , kalau tidak satu orang pun cukup untuk menjelaskan nya ," ucap Dimas dengan di angguki dokter Wilson .
Dokter wil pun hanya menganggukkan kepalanya , dan berlalu pergi .
"Sahara kau masih hidup ,?! lalu kenapa tidak menemui ku, Apa benar orang suruhan dokter wil menemukan Sahara dengan jelas dan tidak salah orang ."
Dimas memikirkan berita dimana pasca kecelakaan sahara di jalan jembatan menuju Surabaya itu ,dan dia memikirkan orang suruhan dokter wil dengan apa yang mereka ketahui , dua jam lebih Dimas masih menunggu kedatangan dokter wil dengan orang suruhan nya tersebut .
Di bawah ruangan mansion ,Erland yang akan pergi melihat dokter wil bersama dokter lain yang tidak di kenali nya sedang melangkah , di saat mereka melangkah Erland memanggil nya .
"Dokter Wilson ,kenapa anda membawa dokter lagi ," ucap Erland yang memberhentikan langkah mereka .
"Dokter ini menggantikan dokter Leon untuk malam ini ,karna dokter Leon besok pagi ada acara ulang tahun anak nya ," ucap dokter wil dengan tubuh gemetar saat Erland menatap nya .
Erland diam sejenak menatap dokter yang bersama dokter Wilson itu ,setelah itu dia hanya menganggukkan kepalanya .
"Baiklah ... apapun yang kalian bisa jangan sampai kakakku dengan kondisi memburuk ,tolong perlihatkan terus perkembangan nya ." ucap Erland berbalik dan melangkah berlalu pergi
__ADS_1
Dokter Wilson bernapas lega saat Erland kini tengah pergi ,kini dia pun menganggukkan kepalanya melihat ke arah orang yang ada di samping nya untuk melangkah ke lantai atas .
Tak butuh waktu lama dokter wil dan orang itu pun kini tengah masuk ke ruang rawat Dimas, sebelum dia mengatakan semua nya ,dokter wil memerintahkan nya untuk ganti baju steril .
"Selamat malam tuan Dimas Anggara ." ucap orang tersebut dengan di jawab senyuman Dimas .
"Apa benar anda menemukan nya , jika begitu tolong katakan semua nya ." ucap Dimas dengan perasaan tak menentu.
Orang tersebut melihat ke arah dokter wil dengan anggukan kepala ,dia pun mengeluarkan ponsel dan juga sebuah foto ,Dimas memenjam kan mata nya untuk siap mendengarkan perkataan orang tersebut .
"Kenapa hati aku tidak tenang ?! Dimas ,seharus nya kau senang mendengar Sahara masih hidup "
"Katakan saja !! saya akan baik-baik saja"ucap Dimas menghela napas nya berat dengan di angguki orang tersebut .
"Nona Sahara di tiga tahun yang lalu memang mengalami kecelakaan saat perjalanan untuk pemotretan, ?! dan mobil yang dia pakainya tertabrak oleh bus yang mengalami rem blong hingga mobil nona Sahara terpental 80 km ,di lihat dari cctv jalan jembatan Suramadu itu mobil nona Sahara tertabrak lagi dengan sebuah mobil jep yang melaju kencang hingga membuat mobil tersebut terpental kembali ke tembok jembatan itu hingga mengakibatkan kecelakaan 6 mobil, dan yang lebih parah nya hanya mobil nona Sahara lah yang mengalami kerusakan hingga membuat orang yang membawa mobil terkena pecahan luka di wajah dan tertimpa oleh kepala mobil jep terse...
"Tunggu !!! orang yang membawa mobil ,maksud mu orang yang bersama sahara." ucap Dimas memotong ucapan pria itu .
"Betul , ?! nona Sahara pergi ke Surabaya bersama seseorang wanita yang membawa mobil nya ,?! dan saya melihat jembatan tersebut terpasang 10 cctv di setiap sudut perjalanan ,saya mendatangi selaku pengelola orang yang memasang cctv itu ,,, ke 7 dan 8 cctv yang dimana terlihat jelas pasca kecelakaan itu membuat mobil yang nona Sahara pakai jatuh ke dalam lautan ."
"Tunggu ?! apa kau benar melihat rekaman cctv itu bahwa Sahara bersama wanita ,?! aku masih ingat Sahara pergi hanya sendiri ke Surabaya ." ucap Dimas memberhentikan perkataan pria tersebut .
"Anda betul ,nona Sahara dari rumah hanya berangkat sendiri ,tapi saya menemukan rekaman cctv di jalan lain ,bahwa nona Sahara sempat berhenti menunggu wanita ,yang kemungkinan itu adalah kolega kerja nya !! sebelum saya meneliti jembatan tersebut ,saya menelusuri cctv setiap jalan dimana nona Sahara akan berangkat ke pemotretan ," ucap pria tersebut berhenti berkata karna menghela napas nya terlebih dahulu .
"Lanjutkan " ucap Dimas dengan tak sabar .
"Dalam pencarian satu dua hari tersebut , tim SAR tidak menemukan nona Sahara ,mereka hanya menemukan mobil yang sudah hancur tanpa menemukan nona Sahara, dengan ketiga kali nya pencarian itu pun berlanjut ,di ke esokan harinya ,dalam beberapa orang tim penyelamat pun menemukan seorang wanita yang mengembang dengan keadaan sudah tidak jelas dan wajah terluka , dan di nyatakan bahwa itu adalah nona Sahara ...
"Jadi betul Sahara sudah meninggal ..
"Tuan .. tenang dulu !! kita dengarkan dia ,bukankah Anda ingin mengetahui nya dengan rinci ." ucap dokter wil yang menenangkan Dimas .
"Dalam rekaman cctv tersebut sebelum pasca kecelakaan , nona Sahara memang memakai gaun selutut berwana orens ,!! awal nya saya berhenti melihat rekaman cctv tersebut , tapi saya melihat rekaman cctv di tempat lain yang tersorot ke dasar lautan itu di tengah malam ,cctv itu memperlihatkan bahwa ada seseorang pria yang membawa wanita yang berpakaian persis dengan nona Sahara pakai ,.
"Maksud anda ," sercah Dimas .
"Di lihat dari cctv, yang di bawa oleh pria itu adalah nona Sahara dan menggantikan pakaian nya dengan wanita yang membawa mobil nona Sahara tersebut , Dan nona Sahara di tolong oleh pria itu , dan saat ini nona Sahara memang masih hidup .
"Benarkah, di mana dia sekarang apa kau menemukan nya ." ucap Dimas dengan tak sabar nya .
"Tuan sabar dulu .. ?! apakah anda ingin mengetahui nya dengan berlanjut ." ucap orang tersebut dengan di angguki Dimas .
"Dan nona Sahara terlibat kasus kebakaran yang anda alami beberapa bulan lalu dan bersekongkol dengan pria paruh baya dan bekerja sama dengan perusahaan lain nya ,untuk menghancurkan perusahaan cabang yang anda tepati di beberapa bulan lalu ,dan kemungkinan orang tersebut hanya mengincar anda untuk membunuh CEO DA'GROUP yang tak lain adalah and...
"Tidak ... tidak ... saya tidak percaya itu ,Sahara tidak mungkin melakukan itu .. kau ... kau pasti salah ." ucap Dimas dengan tak percaya nya .
Dokter Wilson terkejut dengan dimana Dimas sekaget itu dengan kondisi yang tidak baik .
"Baik .. jika anda tidak percaya saya akan menunjukan foto ini ,foto ini adalah foto rekaman cctv yang terlihat jelas dimana dia sedang berdiskusi dengan orang tersebut, dan saya sekarang pun tahu dimana jejak nona Sahara , dia sekarang berada di tangan tuan Erland Anggara adik dari tuan , !! sebelum saya berlanjut untuk mengatakan nya mohon anda tenangkan diri anda ,jika pun anda ingin mengetahui semua nya ." ucap pria tersebut dengan di angguki Dimas .
"Baik ?! dengarkan rekaman suara ini dengan jelas oleh tuan Dimas ," ucap pria itu yang kini telah menekan rekaman suara .
[[ Kau wanita gila ,apa kau tidak punya perasaan sama sekali bisa menghancurkan Dimas hingga seperti itu ,Karana hanya demi harta ?! cinta apa yang kau miliki terhadap kakak dari sahabat ku .]]
[[ Hahaha ... kau benar ?! aku gila .. aku gila pada Dimas karna harta ,!! kau tahu tuan baskara ,aku sama sekali tidak mencintai pria lembek seperti Dimas ,dia hanya ku jadikan perisai untuk menopang hidup ku saja ,aku ... aku sama sekali tidak mencintai pria itu ]]
[[ Hahaha ... kau tahu tuan baskara !! dia adalah pria bodoh yang gampang aku rayu , AKU TIDAK SUKA DENGAN PRIA LEMBEK seperti nya ]]
[[ Cih .. bukan kah itu kebalikan nya ,yang bodoh itu adalah kamu ,jika kau ingin harta kau tinggal membalas cinta dari Dimas yang mencintaimu dengan tulus wanita monster , ]]
Pria itu mematikan rekaman suara itu ,Dimas yang mendengar ya pun menggepalkan tangan dengan kuat hingga mengakibat kan luka bakar itu keluar cairan nanah .
"Aku tidak percaya ,kau melakukan itu Sahara ,?! dan itu .. itu suara Irsan dan juga Sahara ,"
"Kenapa dia bisa dengan Irsan dan kau mendapatkan rekaman itu dari mana ." ucap Dimas dengan memenjam kan mata nya dengan kuat .
"Bukan kah saya di perintahkan anda untuk menyelidiki Sahara Sampai dia ketemu ," ucap nya dengan menghela napas nya panjang .
"Karna tuan baskara lah yang mendapatkan nona Sahara bersama tuan Zhou , dan saat ini dia di tahan oleh tuan Erland hanya untuk menyeret nya pada anda ,tapi sebelum itu tuan Erland ingin memberi pelajaran terhadap nona Sahara sebelum di bawa ke hadapan anda,,?? dan apakah anda percaya tuan Dimas ,"
"Sebenarnya saya ingin mengatakan satu tentang nona Sahara lagi ,jika anda ingin mendengar nya saya akan katakan , jika tidak saya...
"Katakan ." ucap Dimas dengan menahan amarah nya .
"Nona Sahara mencintai sahabat anda ,dan nona Sahara juga terlibat menabrak adik nya sendiri dengan tabrak lari
Deggg....
"Mencintai sahabat saya ,dan menabrak adik nya , apa maksud anda .."ucap Dimas dengan membuka mata nya langsung
"Nona Sahara mencintai sekertaris anda yang bernama Bryan ,bahkan sampai merenggut kematian seorang adik nya hanya untuk mendapatkan cinta dari sahabat anda , jika anda tidak percaya ,saya pun juga punya rekaman tuan Bryan dengan nona Sahara yang ...
"Tekan .. saya ingin mendengarkan nya ." ucap Dimas dengan suara yang tidak bisa di artikan .
Pria tersebut pun menekan tombol rekam itu ,Dimas semakin sakit saat mendengar suara Sahara berharap dimas mati ,dan dia juga mendengar sahara menangis karna hanya ingin bertemu dengan Bryan dan merindukan pria itu dan yang lebih jijik nya lagi Sahara ingin memeluk sahabat nya itu yang tak lain adalah Bryan .
"Cukup ." ucap Dimas datar .
"Apa kau tahu kehidupan Sahara sebelum di tahan adikku ." ucap Dimas kembali .
"Yah saya tahu ,kehidupan nona Sahara semakin meningkat Karana bergabung dengan seorang pria yang menolong nya ..?! dan nona Sahara pun berkerja menjual obat-obatan terlarang bisa di katakan nona Sahara adalah pengedar narkoba ."
"Baik ... saya cukup mendengar nya ," ucap Dimas dengan nada yang tercekat .
"Sahara aku tidak percaya ,ke luguan mu ,ke polosan mu ,bahkan cintamu padaku hanya sandiwara , Kau menerima cintaku hanya demi harta ,!! apa yang semua aku berikan padamu itu tidaklah cukup , ? apa sedikitpun kau tidak mencintaiku , Lebih baik aku anggap kau mati ,"
"Baik tuan , apa anda akan berlanjut untuk menyelidiki ." ucap pria itu .
Dimas tidak menjawab perkataan pria itu pikiran nya sudah tak tentu arah .
"Bisakah kalian meninggalkan saya sendiri ." ucap Dimas memejamkan mata nya
Dokter Wilson mengisyaratkan untuk segera keluar ,dan meninggalkan Dimas sendiri ,setelah keluar ,dokter Wilson berkata pada pria itu untuk terus melanjutkan penyelidikan dengan di angguki pria tersebut , sementara Dimas dia tidak percaya dengan semua yang dia tahu sebenarnya .
__ADS_1
"bahkan aku tidak pernah mendengarkan sedikit pun perkataan Bryan dan juga Erland dulu ,bahkan omah ku sampai pergi meninggalkan mansion hanya karna dia tidak menyukai Sahara ,?! bodoh kau Dimas ... ?! dan sekarang .. luka ku seperti ini untuk apa aku juga hidup ,lebih baik mati saja ."
Dimas mengingat dimana Bryan mengatakan jika Sahara bukanlah wanita baik-baik ,dan Bryan pun pernah berkata jika Sahara mencintai pria lain yang mungkin Bryan sendiri ,tapi dirinya menghiraukan perkataan sahabat nya itu dengan tidak percaya nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dua hari telah berlalu ,Dimas masih tidak percaya dengan kebodohan yang dia alami dengan kisah cinta nya ,dalam kondisi nya sekarang membuat semakin tak berdaya , di saat Dimas memejamkan mata nya dia di kaget kan dengan kedatangan Roy yang membuyarkan pikiran nya itu .
"Tuan muda ..!! nyonya ana pergi meninggalkan mansion ." ucap Roy dengan napas yang tercekat .
"Apa yang terjadi ." jawab Dimas kaget .
"Nyonya ana sudah mengetahui penyamaran tuan Erland ,nyonya ana marah dan pergi meninggalkan mansion." jawab Roy kembali dengan deru napas yang tercekat .
Dimas tidak menjawab pertanyaan Roy ,dia semakin sakit saat dia mengetahui Anatasya pergi meninggalkan mansion ,baru saja dua hari ini dia mendapatkan kabar tentang Sahara ,sekarang Anatasya yang pergi meninggalkan adiknya .
"Biarkanlah Roy ,aku bersyukur Anatasya pergi ,aku bersyukur Karna dia bebas dari penderitaan Erland ,ini semua salah ku Karna menikahkan Erland dengan paksaan ." ucap Dimas melihat ke arah Roy .
Kini pandangan nya ke arah dokter Wilson yang tengah memasukan peralatan medis .
"Apa kalian bisa pergi meninggalkan saya sendiri , saya ingin tidur dan tak ingin mendengar gerakan seseorang ." lirih Dimas dengan di angguki Roy dan dokter wil .
Mereka pun pergi dari ruang tersebut , Dimas menatap langit-langit kamar dengan tatapan sendu, perasaan nya sekarang benar-benar penuh penyesalan .
"Ini semua salahku , aku yang sudah menyakiti Anatasya karna pernikahan itu dan terjerat dalam permainan Erland , Anatasya maafkan saya ... maff ."
Dimas memenjam kan matanya dan ingin melupakan ke jadian itu ,tanpa sadar dirinya pun tertidur dari tidur nya ,.
Satu jam berlalu ,Erland tengah di halaman mansion yang baru datang mencari ana ,dia membanting kan pintu mobil nya Karna amarah yang dia pendam , pria itu mencari ana di setiap jalan ,dia marah di saat ana bersama pria yang tak lain adalah Frans , kini dirinya melangkah ke arah tangga untuk melihat dimas ,di saat sampai di atas Erland menatap kakak nya itu yang memejamkan matanya .
"Kakak.."
Kini Erland berbaring di samping Dimas dengan perasaan yang tak menentu ,pikiran nya tertuju pada Anatasya yang berstatus istrinya itu ,dia sadar ,itu memang kesalahan nya karna sudah membuat permainan dalam pernikahannya, tak terasa dia pun ikut tertidur di brankas dimas ,
Sepuluh menit berlalu ,Dimas membuka matanya ,dia terkejut saat melihat Erland di samping nya .
"Erland ,?! dia masih mengerutkan kening nya di saat tidur ,... ini semua salahku , keributan dirinya dengan Anatasya beberapa jam yang lalu membuat ana meninggalkan mansion ,tapi begitu juga tidak apa-apa ...bagus jika Anatasya pergi dan kabur dari penderitaan ,aku sungguh telah menganiaya dirinya ."
"Erland bangun ." gumam Dimas .
Erland yang mendengar pun bangun dari tidur nya melihat Dimas ..
"Kakak kau bangun ." ucap Erland dengan bangun dari tidur nya .
"Erland kau berhasil membuat Anastasya marah padamu dan pergi ?! kau pikir aku tidak dengar apa-apa ." ucap Dimas menatap Erland .
"Kak sudah ?! jangan membahas wanita itu ,?! lagi pula dalam beberapa hari dia pasti akan Kembali, atas kemauannya sendiri ." ucap Erland dengan acuh .
"Jika dia pergi ya sudah biarkan dia pergi ,bahkan kau tak mencintai nya ,maka lepaskanlah .." ucap Dimas lirih .
Erland terkejut dengan perkataan Dimas ,dalam hatinya dia tidak tahu semenjak kapan mempunyai rasa pada wanita yang sudah menjadi istrinya itu ,hanya saja dia terlalu egois untuk mengungkapkan nya .
"Tapi aku tidak tahan dengan dia pergi begitu saja dengan pria lain , dia istriku ." ucap Erland dengan menahan amarah nya .
"Lupakan saja ?! aku tidak ingin berdebat dengan mu Erland ,apa kau masih ingat yang jualan tokoyaki di sebrang perusahaan mu , aku rasa aku ingin makan itu ,Erland pergi dan belikan untukku ." ucap Dimas dengan tersenyum.
"Tokoyaki ,?! tidak ..kau tidak boleh makan makanan itu ," tolak Erland .
"Kalau gitu aku tidak ingin makan apapun ,sekarang kau pergi tidak perlu pedulikan ku ." ucap Dimas memalingkan wajah nya .
"Baiklah ?! aku akan meminta pak Urip membelikan nya untukmu ." ucap Erland yang akan menghubungi pak Urip .
"Lupakan saja ?! aku sudah tidak menginginkan nya lagi ,lagi pula kau tidak akan membiarkan ku memakannya ." ucap Dimas tanpa melihat ke arah Erland .
"Dan juga jika kau menyuruh pak Urip untuk membeli nya ,kecepatan dalam berkendara tidak secepat dirimu ." ucap nya kembali .
"Ah .. iya ..iya ..?! baiklah tuan muda ,aku akan membelinya untukmu ." ucap erland dengan membungkukkan kepalanya dan berlalu pergi .
Dimas memalingkan wajah nya kembali melihat Erland sudah pergi.
"Semua orang memperlakukan aku seperti orang normal ,tapi kebenaran tidak dapat di ubah ,aku bisa saja mati dengan tak berguna seperti ini ,"
Dimas menatap foto dirinya dengan sahara yang ada di samping nya , dia sungguh kecewa dengan apa yang sebenarnya.
"Sebentar lagi aku akan bebas, aku tidak akan lagi menderita kesakitan, dan aku tidak perlu menderita karna cinta ,meskipun masih ada yang ingin aku ceritakan pada adikku ,"
Dimas melihat ke ara samping ,dia melihat gunting bekas menggunting perban ,Dimas berusaha merentangkan tangan nya ,tapi gunting tersebut tidak dia capai ,kini dia melihat ke arah kiri , dia melihat piring buah yang ada pisau nya ,kini tangan kiri pun merentangkan tangan nya untuk mengambil pisau itu .
"Erland kau harus hidup dengan baik dan bahagia ."
Kini Dimas melukai tangan sendiri dengan menahan rasa sakit itu , rasa sakit itu tidak sebanding dengan luka di hati yang dia rasakan , kini dirinya menjatuhkan pisau itu di samping nya ,dia berusaha menutupi tangan yang sudah berlumuran darah itu , di saat dia sudah menutupi tangan itu ,Roy masuk melihat ke adaan nya .
"Tuan muda, bagaimana perasaan mu ,apa kau lapar ,bi Ani akan secepatnya membawa bubur untuk anda ." ucap Roy yang kini duduk di kursi .
"Tidak lapar Roy ,kau sudah bekerja keras untukku ." ucap Dimas tersenyum.
"Jangan berkata seperti itu ,saya sudah mengikuti anda sejak saya kecil dan ini adalah berkah bagiku ." jawab Roy tersenyum.
"Roy ?! jika Anatasya tidak bisa bersama Erland maka bantulah mereka bercerai ,bagaimana pun juga itu adalah salahku ,,aku akan memberi nya ganti rugi untuk 50% saham dan rumah atas namaku untuk Anatasya ,tapi jika Anatasya hamil , aku akan memberikan segalanya atas nama ku ." ucap Dimas dengan suara lemas nya .
Roy terkejut dengan perkataan Dimas ,pasal nya mereka berdua tidak mungkin bisa cerai begitu saja ,Roy sudah tahu dari gelagat Erland ,bahwa pasangan itu saling mencintai ,hanya saja tidak bisa mengungkapkan nya .
"Uhuk...uhukk.."
"Tuan berhenti jangan berbicara lagi ,kami akan membatu nya agar nyonya ana kembali lagi ." ucap Roy dengan khawatir .
"Tidak perlu Roy ,?! dia sudah menderita karna Erland ,kita terlalu banyak menyiksanya ,, Roy jangan sampai Erland mencari Anatasya lagi ,aku takut dia akan mengurung nya lagi ," ucap Dimas dengan nada lemas nya .
"Baik..baikk....bisakah anda jangan bicara lagi ,anda terlalu banyak bicara dan mengakibatkan anda jadi batuk seperti itu ." ucap Roy dengan watir .
"Baiklah , aku tidak akan bicara lagi ,?! aku ingin melanjutkan tidurku , apa kau bisa pergi meninggalkan ku ." ucap Dimas dengan di angguki Roy .
Roy pun keluar dengan perasaan watir pada tuan nya itu ,Dimas yang melihat Roy sudah keluar memejamkan mata nya .
__ADS_1
"Akhirnya aku tidak bisa merasakan sakit lagi ."
Dimas tidak sadarkan diri ,selang beberapa menit dokter wil melihat kondisi Dimas ,dia melihat kondisi Dimas tidak stabil ,dokter Wilson pun mengambil tangan Dimas untuk menekan denyut jantung nya ,tapi dengan apa yang dia lihat brankas itu sudah banyak berlumuran darah ,kini dirinya memanggil dokter Leon dan Roy untuk secepatnya membawa Dimas ke rumah sakit ,Erland yang di kabari nya pun langsung menumpahkan tokoyaki itu Karna kekagetannya .