
*
*
*
Di tempat lain .
Tepatnya di sebuah rumah, di kota Sai Kung, orang-orang yang di suruh wanita paruh baya itu telah mengikuti ide nya yang tak lain adalah kelompok pemuda-pemuda somplak , mereka mengikuti apa yang di inginkan Key si wanita paruh baya , kekonyolan yang di buat wanita paruh baya itu membuat Nabila yang tidak tahu apa-apa tidak mengerti , bahkan kedua sahabatnya Erland pun berada di Hongkong terlebih dahulu , nabila bertanya-tanya pada sahabatnya yang tak lain adalah Anatasya .
"Ana .... bukannya ini bulan madu pengantin baru itu ,, kenapa kita juga kumpul begini ,bulan madu tuh kan berdua ." ucap Nabila .
"Syuutt bila .... nanti juga kamu akan tahu ." jawab ana yang kini memaikan pakaian baby Ken .
"Bulan madu ,kok banyakan begini .. aneh banget,,, liburan kali ..,di bilang liburan juga sangatlah aneh. ."
Nabila tidak ngerti dengan apa yang di maksud Ana, awalnya Nabila senang , tapi dia sedih saat ponselnya hilang entah di mana , dalam pikirnya ponselnya itu di simpan di tas disaat penerbangan ,tapi di saat turun dia mencari-cari ponselnya , yang membuat Nabila galau mungkin dia tidak bisa membalas pesan dari pria itu.
Nabila tidak mengatakan pada siapapun ponselnya dimana ,dia hanya diam saja tanpa bertanya ,ana yang melirik Nabila duduk dengan wajah di tekuk ,tersenyum smirk ,di dalam hatinya tertawa senang sudah mengerjai sahabatnya itu , Nabila tidak tahu ,ponselnya ana yang sita .
"An ... bukannya kamu bilang di_dia i_ikut .. kok aku hanya melihat tuan Irsan dan tuan Steve..........
"Ayo-ayo kita siap-siap , !!! Sayang ... apa kau sudah menggantikan popok Ken .."Teriak Erland .
"Sudah ," jawab ana .
"Ayo kita siap-siap ,pak Li sudah menyiapkan mobilnya ." jawab Erland yang kini mengambil alih Kenzo dari tangan ana
"Bila .. ayo .!" ujar ana .
"An kita mau kemana lagi , bukannya ini udah sampai ya .." ucap Nabila heran.
"Kita ke vila dimana br...euh maksudku ke vila Brata milik keluarga Anggara , disini hanya untuk jadi penginapan orang-orang sini saja , jadi sekarang kita pindah tempat ,ayo ." ujar ana asal.
"Hampir saja .. nih mulut keseleo ."
"Oh gitu , hmmm .." jawab Nabila berdiri .
Nabila celingak-celinguk mencari seseorang , bahkan kedua sahabatnya Bryan sudah memasuki mobil ,tapi Nabila tidak melihatnya , kini pandangannya melihat ke arah ana , bahkan ibu muda itu bilang bahwa Bryan pun ikut ,tapi Nabila tidak melihatnya sama sekali , Nabila melihat Irsan dan Steven tengah bercanda gurau .
"Biasanya dia suka nempel sama kedua pria itu ."
Bukan hanya Nabila yang mencari Bryan , tapi kedua pria yang tak lain adalah Steven dan Irsan mencari sahabat tumpul nya itu tidak terlihat .
"Hey .. apa Bryan tidak ikut kesini juga , aku baru engeuh dengan kembaran mu Erland ." celetuk Irsan dengan celingak celinguk
"CK .... Bryan sudah ada di vila ... ayo cepat naik ..mau mencari dia di sini sampai kapan , dan gak akan bakalan nongol ." ucap Erland berdecak .
Nabila yang mendengar Erland bahwa Bryan sudah berada di vila terkejut ,dalam pikirannya ,apa Bryan pergi terlebih dahulu .
"Dia di vila ."
"Oi ... itu tandanya Dimas si hati salju sudah ada di vila dong ." celetuk Steven .
"Aku tidak tahu !! kemungkinan begitu ." jawab Erland ketus .
Kini mereka pun pergi dari rumah penginapan itu utuk menuju ke vila , dimana Dimas dan Dista berada ,di perjalanan kedua pria itu selalu berceletoh apalagi Irsan yang telah melihat pemandangan di luar , bukan pemandangan yang mereka lihat , tapi wanita-wanita China yang dia lihat , Steven dan Erland hanya geleng kepala dengan berisiknya Irsan .
10 menit perjalanan mereka sampai dimana vila itu berada ,kini mereka turun dan melihat-lihat vila besar itu ,Nabila yang baru turun heboh seketika .
"Wow !! orang kaya beda , vila nya gede banget ,ana kau beruntung banget menikah dengan keluarga Anggara , vila nya sangat bagus lagi ." ucap Nabila heboh .
"Terima kasih ." jawab Erland .
"Sayang !! kau jangan membawa berat-berat biar aku saja ." ucap Erland yang kini menyeret koper .
Kini mereka pun berjalan ke arah pintu vila tersebut , Irsan celingak celinguk melihat ke adaan ,dari kiri ke kanan ,tapi vila itu sepi seperti tidak berpenghuni .
"Kok sepi ya ... apa Dimas tidak jadi bulan madu ." celetuk Irsan .
Semua orang tidak mendengarkan ucapan Irsan ,Erland kini menekan tombol bel vila itu , tidak mungkin kakaknya itu tidak jadi berangkat , bahkan sang omahnya begitu ngotot ,hingga jurus andalan dramanya berhasil membuat Dimas luluh.
Lima menit mereka menunggu pintu itu kebuka membuat Erland berdecak ,kini dia mengambil Ken dari tangan ana yang sedari tadi berdiri , bagi Erland lima menit begitu lama , di saat Steven membatu Erland untuk pencet bel , seketika pintu di buka oleh seseorang, orang itu terkejut saat melihat mereka yang tengah melihatnya .
"Ka_kalian ." ucap Dista kaget .
"Hai ... kakak ipar ." ucap Irsan melambaikan tangannya .
"Dista !! kamu gak akan memberi kita masuk nih , dari tadi loh .. kita berdiri " ucap Nabila dengan di angguki semuanya .
"Oh .. i_ya ...ya .. ayo masuk ,masuk ." jawab Dista masih dengan pikiran terheran .
"Kok bisa mereka ada di sini , ana dan juga ...
"Kakak ipar ... dimana kak Dimas .." ucap Erland.
"Ohh si beruang kutub juga , dimana dia ,tidak terlihat hidung mancungnya ." celetuk Steven .
"Eu ... kak Dimas lagi ada urusan penting dan sekarang keluar sama kak Bryan ." jawab Dista .
Erland dan mereka hanya manggut-manggut saja , Nabila terkejut saat mendengar Dista bahwa Bryan keluar ,itu tandanya benar ,pria itu ikut juga ,tapi Nabila tiba-tiba termenung di saat mendengar Bryan berada di vila dengan satu wanita , meski dia tahu Dista bersama Dimas , tapi hatinya kenapa nyut rasanya .
"Mereka satu atap ."
Nabila menggelengkan kepalanya dan tidak ingin berfikiran jauh ,Dista yang melihat Nabila menggelengkan kepalanya terheran .
"Bila .." tepuk dista .
"Ah .. iya ." jawab nya
"Kamu kenapa ." tanya Dista ,Nabila hanya geleng kepala .
Dista senang ,di saat melihat sahabat-sahabatnya tengah berada di mana dia berada ,dengan begitu dia tidak akan kesepian di vila tersebut ,Dista mengajak mereka untuk beristirahat ,para wanita itu mengikuti langkah Dista untuk pergi ke peristirahatan .
"Aku senang !! akhirnya kalian datang ,aku kira aku bakal sendiri disini. " ucap Dista .
"Tentu !! aku tidak menyangka bisa liburan gratis tanpa buang duit ." jawab Nabila terkekeh.
Para wanita terkekeh saat mereka mendengar jawaban dari Nabila , Dista pun menyuruh mereka untuk istirahat, kini dia melangkah ke luar untuk menyiapkan minuman untuk mereka ,di saat Dista keluar ,dia terkejut melihat para lelaki kini tengah selonjoran di kursi ruang tamu , Dista yang melangkah ke dapur di kaget kan oleh Roy yang tengah membawa minuman .
"Nyonya !! maaf saya mengagetkan anda ." ucap Roy .
"Hais ... ngapain panggil nyonya sih ." gumam Dista berjalan ke arah dapur tanpa menghiraukan Roy .
Dista menyiapkan minuman untuk sahabat-sahabat nya tepat nya untuk para wanita yang kini tengah santai di ruangan lain ,dengan senang hati Dista pun kini berjalan dengan membawa minuman .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain , Dimas berdecak saat mendapatkan pesan dari sang omah ,dia terkejut saat melihat isi pesan itu ,dia tidak habis pikir dengan omahnya itu ,bahkan dia yang menyuruh untuk bulan madu ,tapi kenapa segerombolan itu pun berada di negri yang sama ,Dimas pun menghela napasnya panjang ,dia berfikir dengan kedatangannya mereka ,dengan begitu mereka bisa menjadi teman Dista di saat dia ke luar .
"Bryan kita mampir dulu ke supermarket ." ucap Dimas .
"Mau ngapain ." jawab Bryan .
"Belanja keperluan makan ,di vila banyak kurcaci ." ucap Dimas .
"Kurcaci , maksudmu ." jawab Bryan heran .
"Jangan banyak bicara ,kau tahu sendiri di vila gak menyiapkan apa-apa kau turuti saja apa kataku ." jawab Dimas .
"Ya... ya... siap tuan ." jawab Bryan .
"Ngapain kau kesini sih ,, aku selalu repot jika sudah dengannya ,kenapa gak kau saja yang pergi kesini ,sialan ."
Kini mereka berdua pun turun dan berbelanja keperluan untuk makan ,Bryan masih tidak mengerti dengan ucapan kurcaci yang di maksud Dimas , 20 menit mereka memilih bahan-bahan untuk makan siang ini telah selesai .
__ADS_1
Dimas yang melihat Bryan menggaruk tengkuknya ,menyuruh Bryan dengan cepat menyalakan mobilnya segera ,Bryan pun hanya mengangguk kan kepalanya dengan cepat .
"Kau tahu siapa kurcaci itu ." ucap Dimas .
"Mana ku tahu ,kau yang mengatakannya ,kenapa bertanya padaku ,"
Bryan hanya geleng kepala menjawab Dimas ,dia tidak ingin bertanya ataupun menjawab pria yang stengah berubah itu .
"Erland , Steven ,Irsan ,dan juga para wanita tentunya , oh Nabila juga ada di sana ." ucap Dimas .
Bryan mengerutkan keningnya melihat Dimas di kaca spion ,pria yang ada di belakangnya itu tidak sedang bercanda bukan ,,Dimas yang melihat Bryan tidak menjawab mengulangi satu kalimat lagi .
"Kalau kau tak percaya ,aku sudah mendapatkan foto gadis itu dari Dista dan akan mengirimnya padamu ..." ucap Dimas kembali .
Bryan pun percaya atau tidaknya pada ucapan pria itu ,dalam pikirannya tidak mungkin Erland berada di negri yang sama termasuk yang lainnya ,apalagi Nabila .
"Ehem ... mmm... hemm .. jangan di buat-buat kau pasti bercanda ,mana ...
Ting ...
Dimas menyuruh Bryan untuk melihat pesan darinya ,dengan cepat Bryan melihat pesan dari Dimas sebuah foto yang saat ini dia tekan.
Ckiiiittt ...,
Bryan terkejut saat melihat foto itu hingga dia memberhentikan mobilnya secara mendadak ,Dimas yang berada di belakang berdecak kesal dengan apa yang barusan Bryan lakukan.
"Bryan !! kau ingin celaka mendadak ya ." ucap Dimas dengan nada kesal .
Bryan tidak menjawab pria yang ada di belakangnya ,dia langsung menyalakan mobilnya dengan hati berbinar ,tapi Bryan terheran ,kenapa mereka bisa berada di negri yang sama.
Tak butuh waktu lama ,Dimas dan Bryan pun sampai dimana mereka berhenti tepatnya di vila, Bryan membantu Dimas membawa belanjaan yang tadi mereka beli , sesampainya di pintu, Dimas membuka pintu dengan melihat kurcaci pria tengah santai bermain game .
Steven yang tahu Dimas dan Bryan di ambang pintu tidak menghiraukannya ,Dimas berdecak kesal saat melihat bekas makanan berantakan di lantai .
"Hey kalian .... bantu bawakan ini ." ucap Dimas dengan suara meninggi .
Steven dan Irsan langsung terlonjak kaget saat Dimas mengeluarkan suara dengan nada toa, dengan cepat kedua pria itu membantu dan tidak takut dengan teriakan Dimas, Irsan mengambil kantong belanjaan di tangan Bryan dan juga Dimas .
"Kalian belanja apaan ,banyak banget , apa makanan yang bisa di makan langsung kalian beli juga ." ucap Irsan .
Dimas tidak menjawab pertanyaan pria itu , apalagi Bryan ,pria itu celingak-celinguk mencari para wanita ,tepatnya mencari Nabila , tapi dia tidak ingin menunjukan dirinya terlebih dahulu , dia lebih memilih melangkah ke kamarnya untuk membersihkan diri terlebih dahulu .
Dimas melangkah ke arah dimana Dista berada ,dimas melihat Dista yang tengah tertawa bersama para sahabatnya , tak tersadar dia pun melengkungkan senyumannya , Tania yang melihat Dimas di ambang pintu membuka suaranya .
"Tuan muda sudah pulang tuh ... sambut dong nyonya ,udah Semar mesem lihatin istri ." celetuk Tania .
Seketika Dista berbalik dan melihat Dimas di ambang pintu , kini dia berdiri dan menghampiri Dimas .
"Kak .. kau sudah pulang ." tanya Dista .
"Hem .... !! kalian para wanita bisakah menyiapkan makan malam , kami para lelaki mau beberes di teras belakang untuk menyiapkan meja ." ucap Dimas .
"Kalian pasti lapar , mungkin kalian bisa menyiapkan makan siang , aku tahu di antara kalian ada yang jago masak ." ucap Dimas kembali .
"Emm .. mereka pada jago kok kak .. hanya aku saja .. he ,, " ucap Dista tersenyum kikuk .
"Hemmm ... ikut aku ." ucap Dimas menarik tangan Dista .
Ke empat wanita itu saling pandang ,di saat Dimas menarik tangan Dista , oh bukan hanya mereka , Steven dan Irsan serta Roy yang baru saja ke luar dari dapur melihat kedua pasutri itu , bukan Irsan namanya jika dia tidak asal ceplos .
"Pulang kerja langsung tarik istri , Hem ...Hem...hem.. sudah belah duren kah ,?! tidak mungkin belum belah duren , bahkan Dimas barusan begitu agresif menarik tangan is...
Dugh ....
Erland memukul pundak Irsan , yang dimana pria itu meringis kesakitan , dia melihat ke arah belakang dan membuatnya geram saat Erland menatapnya dengan tajam .
"Kau ....
"Bukan aku yang memukul ... kau lihat sendiri aku sedang menggendong ken..." ucap Erland .
Ken yang di gendong Erland menertawakan perdebatan antara Daddy nya dan juga Irsan , Irsan yang melihat ken tertawa membuatnya ingin mencubit pipi bocah itu .
"Mas ... aku mau masak dulu sama yang lainnya , gapapa kan aku titip Ken sama kamu dulu ." ucap ana .
"Tentu kakak ipar ....
"Ayo para cowok , ikut aku pindahkan meja dan kursi ke halaman belakang , kita makan siang di halaman belakang Saja ." ucap Dimas .
" Kalau begitu aku dan ana yang menyiapkan makanannya ," ucap Tania .
"Oke ,tolong ya ... pokonya para wanita di dapur saja. " ucap Dimas .
Para lelaki pun melangkah mengikuti Dimas untuk membantu memindahkan meja ,Kini para wanita pun masuk dan menyiapkan pokok-pokok yang akan di masak ,Nabila terkagum saat masuk ke arah dapur yang sanga luas itu .
"Wahh ... dapur ini luas banget ... bahkan ini seukuran rumah kontrakan ku ." celetuk Nabila .
"Haha .. awalnya aku juga seperti itu ,Nabila kita yang tidak bisa masak ,lebih baik bagian cuci sayuran saja ,dan kau ambil wadah , biar ana dan kak Niken serta kak Tantan yang masak ." ucap Dista dengan di kasih cap jempol oleh para wanita itu .
Selang beberapa menit ,mereka pun kini tengah berkutat ,Tanpa mereka sadari di ambang pintu dapur ada seseorang pria yang kini telah melihat para wanita-wanita tengah di dapur ,pria itu yang tak lain adalah Bryan .
"Nona ... nona .. apa kalian butuh bantuan ." ucap Bryan di arah belakang mereka .
Semua wanita yang berada di dapur itu mengalihkan pandangannya ke arah belakang , nabila terkejut saat mendengar suara Bryan , refleks dia yang bercanda dengan Dista ikut mengalihkan pandangannya juga .
"Telat !! kita sudah nyiapin segalanya ..tinggal masak ." ucap Tania .
"Kalau begitu ,biar aku yang memasak ." jawab Bryan yang kini melihat ke arah Nabila .
Tania melihat pandangan Bryan yang tengah melihat ke arah Nabila tersenyum jahil ,begitu juga ana ... Tania yang berada di dekat Niken menyenggol kan tangannya ,Niken yang tidak mengerti hanya cengo saja .
"Ah .. haha ... kalau begitu kita serahkan padamu Bryan ,aku tadi lupa mau beresin koper ku yang belum di bereskan ,betulkan nike...." ucap Tania .
"Sudah ayo Nike... kita ke kamar terlebih dahulu ... bye-bye ." tarik Tania pada Niken .
"Baiklah !! karna kamu jago masak juga !! aku serahkan padamu Bryan ,oh .. aku juga harus keluar dari dapur ini ,karna aku belum memberikan asi untuk Ken ." ucap ana melangkah pergi ..
Dista mengerti dengan para wanita yang telah pergi dari area dapur itu ,dia paham dengan situasi sekarang ini ,karna di dapur sekarang hanya tinggal Dista dan Nabila ,dengan cepat Dista memberi alasan pada Nabila .
"Eu ... Nabila kalau gitu aku juga mau bantu-bantu siapkan piring untuk makan malam di meja yang sudah di siapkan para pria tadi ." ucap Dista melangkah .
"Aaaa ... Dista aku ikutt .." ucap Nabila .
"Kamu gak boleh ikut !! harus bantu aku .. " ucap Bryan menahan Nabila .
"Kenapa harus ak...
"Nyonya Dista !! silahkan anda menyiapkan piring di halaman belakang untuk makan siang kita .." ucap Bryan.
"Oh ___ o_oke " jawab Dista berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Nabila .
"Ayo bantu aku " ucap Bryan .
"Tapi ..ini tinggal ma_masak ." jawab Dista .
"Tidak apa-apa ,kamu bantu aku Do'a saja ,agar masaknya cepat selesai ." jawab Bryan .
"Hemm .. " ucap Nabila hanya dehem saja .
Bryan berkutat memasak dengan di dampingi Nabila ,tidak ada rasa grogi ataupun apa ,justru pria itu sangat senang bisa dekat dengan gadis itu di sampingnya ,dengan penuh semangat Bryan memasak dengan serius ,tidak dengan Nabila ,dia tidak bisa berbuat apa-apa ,jangan di tanya gadis itu benar kaku dan merasakan detak jantung nya yang berdetak hebat .
"A..aku ... aku .. ke depan aja ya ." ucap Nabila .
Bryan melepaskan spatula di tangannya dan mengecilkan api ,kini dia meraih tangan Nabila dan menatap gadis itu .
"Kenapa kamu seperti takut padaku .. Nabila aku tidak akan memakan mu , temani aku di sini sebentar , masak pun sebentar lagi selesai .." ucap Bryan yang kini menatap Nabila .
__ADS_1
"Hemm , bisakah ." ucap Bryan lagi dengan di angguki Nabila .
"Kenapa kamu tidak membalas pesanku ." ucap Bryan .
"Ponsel ku hilang ,maaf gak bisa balas ." ucap Nabila .
"Hilang !! kok bisa .. kamu lupa naro kali ." jawab Bryan .
"E_enggak kok .. aku .. aku tidak tahu hilang nya d..
"Emm .. ya gapapa, asalkan jangan orangnya yang hilang !! kau tahu ,aku menunggu balasan dari kamu ,tapi sekarang aku senang !! kamu berada disini .." ucap Bryan .
Deg ....
Nabila lagi-lagi berdetak saat Bryan mengatakan dengan apa yang dia ucapkan barusan .
"Dia senang aku ada di sini ,bahkan dia menunggu balasan dari aku ,"
"Gimana dong !! hatiku rasanya meluap-luap nih ."
Tanpa mereka sadari..di balik pintu sana ada yang tengah mengintip mereka berdua ,Dista dan juga Tania silih berganti mengintip mereka di luar sanah .
"Cih ... mereka berdua lambat banget sih ." decak Tania .
"Eh kak Tania juga mendukung kak Bryan dan nabila juga ." ucap Dista .
"Tentu saja !! bahkan bulan lalu aku pernah menunggu mereka berdua untuk jadian ,tapi apa yang aku lihat ,mereka hanya kikuk-kikuk saja ,yang satu malu-malu kucing ,yang satu ...
"Oi .. kalian lagi ...
"Syuuuuuuttttt .... kenapa berisik banget sih ." decak Tania pada irsan
Irsan pun diam di saat Tania mencubit tangannya ,dia pun melihat di balik pintu dapur yang sedikit terbuka , bahkan Irsan berdecak melihat sahabatnya yang tengah berduaan di dapur .
"Cih .. mereka itu kapan akan bocornya coba ...huh aku tidak tertarik pada mereka yang belum membocorkan perasaannya ." decak Irsan berlalu pergi
Kedua wanita yang tengah mengintip itu tidak menghiraukan perkataan Irsan ,mereka lebih pokus melihat Bryan dan juga Nabila .
"Kenapa Nabila selalu panik sih kalau sudah ketemu dengan kak Bryan ." gumam Dista .
Dimas yang sedari tadi masuk untuk pergi mengambil minum melihat Dista dan Tania tengah berada di ambang pintu dapur, bahkan dia mendengar celetohan Dista dan juga Tania .
"Aku bisa jelas lihat ,kalau Bryan memang menyukainya , tapi aku gak bisa lihat jelas pada Nabila yang mencintai Bryan atau enggaknya , kalian sedang berusaha juga menjodohkan mereka ." ucap Dimas ketus .
"Kak d_dimas ." kaget Dista .
"Aku cuma lagi berbicara dari hati ke hati ,aku bisa merasakan bahwa ada tempat yang spesial untuk kak Bryan di hari Nabila , aku haraf dia bisa lebih jujur menyatakan perasaanya supaya mereka lebih bahagia ,hehe ... jadi aku ingin tahu perkembangan mereka aja kak .hehehe. " ucap Dista dengan di angguki Tania .
Dimas tidak menjawab ucapan Dista ,dia melihat gadis itu yang tersenyum ,Dimas berpikir ,bahkan sebelum kedatangan mereka Dista lebih banyak diam ,jadi sekarang dia mengerti senyuman itu Karna dia melihat pertunjukan yang membuatnya tersenyum.
"Dua-duanya gak ada harapan .. CK...CK..CK ... " decak Tania .
"Hoh ... yang di katakan kak Tantan benar juga ." timpal Dista .
Dimas hanya menggelengkan kepalanya ,dan melangkah pergi dimana kamarnya berada , dia tidak ingin ikut campur dalam sekumpulan para wanita itu .
Tania dan juga Dista masih saja di ambang pintu tengah bergumam , di saat mereka akan mengintip lagi , tiba-tiba pintu terbuka lebar karna tengah di buka oleh bryan, Nabila melihat Dista dan Tania satu persatu .
"Hahaha ... kalian udah beres ya ,he .. tadinya kita mau lihat-lihat dan me_membantu , ah iya kan Distaaaaaaaa...." ucap Tania menarik baju Dista ,dengan cepat dista pun mengangguk .
"Kalau gitu , tolong bawakan makanan yang sudah siap di sana untuk di bawa ke belakang ." ucap Bryan dengan di angguki Tania .
Kini mereka pun tengah berkumpul di meja makan dan menikmati makan siangnya ,Dimas yang melihat Dista makan begitu lahap mengerutkan keningnya .
"Pelan-pelan saja , gak ada yang mau nyuri makananmu kok ." ucap Dimas memberikan air ke hadapan Dista .
"Hehe ... abisan makan siangnya begitu enak ." jawab Dista .
Yang lain sedang asyik makan pun langsung melihat ke arah Dimas ,bahkan mereka menganggap Dimas mungkin sudah menerima Dista sepenuhnya sebagai istri , perhatian seperi itu sudah termasuk peduli bukan ,pikir mereka .
Selang beberapa menit ,makan malam pun kini tengah selesai ,Dimas menyuruh para lelaki giliran untuk mencuci piring , karna tadi wanita-wanita yang telah memasak , Dimas tidak tahu ,bahwa yang masak itu adalah Bryan , tapi mau gimana lagi mereka pun menuruti apa kata ketua mereka .
Roy yang memperhatikan Dimas dan Dista langsung mengabari pada nyonya besarnya itu ,bahwa hubungan mereka ada kemajuan ,Dimas yang melihat Irsan cuci piring dengan sembari mengobrol langsung menegurnya .
"Cepatlah !! siang ini ada acara di daerah sini ,kalian mau ikut gak ,kita berangkat sekarang .", ucap Dimas ketus .
"Oh ..iya di jalan kesini ada jalan taman yang sangat indah , eu .. itu boleh kah ..
"Hemmmm..." dehem Dimas melihat ke arah Dista .
"Kenapa gadis ini semangat sekali , apa belum pernah liburan ke negri orang ."
"Boleh juga !! gak jauh dari sini kok ." celetuk Niken .
"Aku tidak ikut dengan kalian , aku mau keluar pake mobil di sini ,dan mengajak istri dan anakku keliling di daerah sini ." ucap Erland .
Mereka hanya bodo amat dengan perkataan Erland ,kedua pasutri yang sudah menjadi orang tua itu hanya geleng kepala ,saat melihat keromantisan mereka berdua.
"Huaaaammm....
Bryan melihat Nabila yang tengah menguap ,bahkan Bryan melihat mata gadis itu terlihat sangat ngantuk , kini dia melangkah menghampiri dan mendekat di belakang Nabila .
"Apa kamu kekurangan tidur ,sampai di jam segini sudah ngantuk ." ucap Bryan .
"Waktu aku di pesawat gak bisa tidur dan gak nyaman ,bahkan waktu istirahat tadi di penginapan gak bisa juga ,barusan habis makan aku jadi ngantuk ." jawab Nabila .
"Kalau gitu istirahat lah, kalau kamu ikut sekarang ,pasti gak akan ada tenaga ." ucap Dimas .
"Oke .. kalian boleh pergi bermain saja ,aku tetap di sini dan menjaga vila ." jawab Nabila .
"Bila .. kalau gitu aku temani kamu ." ucap Dista .
"Eh .. gak usah ,bahkan tadi kamu udah semangat ingin main ke taman ,udah gih .. aku gapapa kok ." jawab Nabila .
"Kalau begitu tunggu apa lagi ,ayo kita berangkat ." celetuk Steven .
"Bila ... kalau gitu kita berangkat ya .." ucap Dista .
"Iya .. kalian hati-hati ya.. " ucap Nabila .
Bryan melihat Nabila tengah berjalan ke arah ruang tamu dengan perasaan khawatir ,kini dia pun menutup pintu dan mengikuti yang lainnya .
Nabila yang tadinya berniat untuk tidur tak sengaja melihat buku di meja makan tadi bekas makan siang mereka ,dia melihat-lihat dan berpikir dan tidak tahu buku itu milik siapa ,kini Nabila pun membacanya di meja makan tadi ,Karna tidak kuat dengan kantuknya Nabila pun tertidur di meja makan itu ,dengan buku yang masih di pegang .
.
.
Di perjalanan sana ,pria yang kini mengikuti yang lainnya dari belakang membuatnya terpikirkan akan hal gadis yang di tinggal di vila ,Bryan mengkhawatirkan Nabila yang kini sendiri di vila ,kini dirinya memberhentikan langkahnya dan melihat teman-temannya.
"Kalian ...."
Mereka pun melihat ke arah belakang di mana Bryan berada ,dengan terheran mereka hanya melihat Bryan tanpa membuka suara .
"Aku kembali ke vila ?! aku takut terjadi apa-apa kalau dia di tinggal di vila sendirian ." ucap Bryan
Steven dan Irsan langsung mengacungkan jempolnya pada Bryan dengan sebutan "MANTAP"
"Lalu ,kenapa kamu ikut keluar ." ucap Dimas .
Bryan tidak menghiraukan perkataan Dimas ,Kini dia berbalik dan berlari kecil untuk kembali ke vila ,dia khawatir jika Nabila berada di vila sendiri ,bahkan semuanya pun ikut keluar bermain dan meninggalkannya di vila itu .
*
*
__ADS_1
*