Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Palang merah.


__ADS_3

"Monaaaaa......"


Bulir keringat yang ada di kening Bryan membuat dirinya membasahi tubuh nya , dari bangun nya dia langsung duduk dan melihat ke arah nakas ,jam sudah mengarah kan pukul empat pagi ,


dia mengingat di mana dia melihat fhoto seorang wanita yang telah meninggal kan nya ,kini terbawa mimpi di mana kenangan masa lalu itu seperti terulang kembali .


"Mona aku merindukan mu , ?aku terpuruk di saat Erland bilang kalau dia akan mencari Sahara Karana Dimas , di saat wanita itu hadir kembali dan cuman hanya nama nya Saja ,aku sudah muak dan tak ingin mengingat masa lalu mu dulu ,dia yang telah membunuh mu , ?sudah lima tahun lama nya, kau meninggalkan aku untuk selamanya Mona ,bahkan tiga tahun ini wanita itu pergi entah kemana dia menghilang seperti di telan bumi ,"


Semenjak dua tahun yang lalu ,Sahara meminta Dimas untuk membantu dirinya yang ingin menjadi model , tak di sangka Dimas pun menuruti apapun yang di inginkan wanita itu ,dengan bantuan dari Dimas wanita itu telah menjadi apa yang telah dia ingin kan ,Tapi di saat perjalan menuju di mana dia harus melakukan Syuting iklan ,kecelakaan mobil di jembatan laut membuat nya jatuh Karna terpental dengan mobil yang lain ,


Akhir dari kecelakaan itu ,tim SAR tidak menemukan Sahara ,hanya mobil yang tenggelam yang mereka temui, dan di situlah dimana Dimas terpuruk seorang diri ,tidak ada yang bisa menggantikan Sahara di dalam hati nya .


Dan saat ini pun dimana Dimas dengan keadaaan kondisi yang memperihatinkan , di saat di mana Sahara di nyatakan mati membuat nya tidak ingin bertahan dari hidup nya , yang membuat nya selalu bertahan sampai sekarang karna desakan dari Erland ,untuk berusaha menyembuhkan Dimas .


Bryan terkejut dimana Erland bilang bahwa wanita yang telah membunuh kekasih nya itu masih hidup ,dan terlebih lagi Erland akan mencari wanita itu untuk kembali dengan Dimas ,Bryan tidak bisa berbuat apa-apa untuk sahabat nya ,dia juga ingin melihat Dimas sembuh jika sudah bertemu dengan pujaan hati nya , walau pun itu berat bagi nya jika harus wanita itu kembali .


"Erland aku harap kau bisa membantu ku untuk menghancurkan kan wanita itu ,tanpa harus membalas dendam ku untuk Mona , karna aku tidak bisa untuk melakukan nya "


Bryan berpikir kenapa sahara tidak tahu diri nya sebagai wanita ,setelah apa yang telah dulu ia lakukan terhadap adik nya ,bahkan dia tidak tahu malu nya di depan Bryan terus menggoda ,Bryan mengingat dimana wanita itu hampir terbunuh oleh Bryan ,di saat Bryan hampir membunuh nya dia mengingat perkataan Mona yang tak boleh menyakiti nya .


Bahkan wanita itu tidak tahu diri , di mana dia menginginkan sesuatu harus melibat kan Dimas dan mendapatkan separuh kekayaan Dimas , bahkan setetes ucapan yang Bryan lakukan untuk Dimas ,tidak mempercayai dirinya ,kesalahan satu kali saja ,Dimas tetap memaafkan wanita yang tidak tahu diri itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah kamar yang begitu luas , seorang gadis yang tengah mondar mandir mencari pembalut di setiap laci yang ada di bawah kasur , membuat nya uring-uringan..


Ana begitu gelisah di saat pertama dirinya datang bulan tidak mempersiap kan pembalut ,kini dia mondar-mandir dari tadi hanya untuk mencari sebuah pembalut membuat nya pusing .


"Oh tidak ,kenapa aku begitu bodoh ? aku harus minta tolong sama bi Ani ."

__ADS_1


Kini ana melangkah kan kaki nya untuk melangkah ke arah tangga dan mencari bi Ani untuk meminta bantuan untuk membelikan pembalut


"bi Ani .... bi ani...." teriak ana yang memanggil bi Ani .


Di saat ana sampai lantai bawah dia melihat Erland yang sedang makan ,dan melihat ana dengan tatapan tajam nya .


"Apa-apaan pria ini ,melihat ku seperti Melihat musuh saja ,ada apa dengan nya ,seperti nya keadaan nya tidak begitu baik-baik saja ,berasal dari mana aura membenci itu , huhh menakutkan sekali ."


Saat ini Erland begitu kesal dengan ana ,pasal nya pria itu semalam akan mendapat kan hak nya ,tapi sial nya pria itu di hadang oleh tamu palang merah .


"Berteriak di pagi hari ,membuat telinga ku hancur ."


Di saat ana akan melangkah kembali ke atas ,bi Ani tiba-tiba bersuara .


" Nyonya mohon maaf tadi saya lagi di belakang , ada apa ? apa ada yang bisa saya bantu ."


"Bi Ani aku mau minta tolong ,bi Ani bisa beliin aku pembalut gak , aku benar tidak mempersiapkan tanggal di waktu aku haid ." ucap ana berbisik ..


"Haih ... pasangan ini benar-benar merepotkan orang saja , pantesan tuan Erland aura wajah nya seperti awan mendung yang akan hujan , ternyata tuan Erland tidak mendapatkan jatah pertamanya , kemungkinan mereka tidak melakukan nya ."


Ana yang melihat Bi Ani menghela nafas nya terheran-heran ,kenapa bi Ani seperti memikirkan seseuatu yang membuat ana bingung .


"Bi Ani ,tidak bisa ya ,tak apa,? aku bisa keluar sendiri kok ." ucap ana tersenyum .


" Baik nyonya ,anda tenang saja ? nanti saya yang akan membeli kan nya untuk anda ." ujar nya dengan melangkah ke dapur .


Di saat bi Ani akan keluar dan bersiap-siap untuk membeli apa yang nyonya nya pinta , tiba-tiba hujan yang sangat deras .


"Kenap hujan tiba-tiba sekali ,besar pula, ? aku udah merepot kan bi Ani , gimana ini ."

__ADS_1


"Bi Ani biarkan aku aja yang membelinya , ini sangat hujan deras ,tidak baik untuk anda keluar ,."


"Tidak bisa nyonya ,gimana jiga nyonya kehujanan ,nanti anda bisa flu dan sakit ,jika anda yang keluar ,nanti tuan muda Erland marah sama saya ." ucap bi Ani yang menolak ana .


Ana mengerutkan kening nya ,kenapa bi Ani takut sekali dengan tuan nya itu ,apa salah nya jika dia yang menggantikan bi Ani keluar .


" kenapa si brengsek itu harus memarahi mu ,apa salah nya, kenapa mesti marah coba ,dia pikir dia siapa .huh.".


" Nyonya anda tenang saja ,saya akan pake mantel dan juga payung lagian tidak jauh dari sini kok di depan ujung sana ada toko kecil , saya akan berjalan ke sana ."


Di saat bi Ani akan keluar tiba-tiba angin kencang dan hujan deras menghadang ke arah pintu itu .


" Ahk , bi Ani jangan deh ?.ini hujan nya besar sekali ,? aku yang akan keluar sendiri untuk menunggu hujan reda ." ucap ana yang berjalan menutup pintu itu .


" Oh tidak ,ini pintu atau batu ,kenapa berat sekali , ini harus tenaga pria yang harus mendorong nya ."


Di saat ana akan menutup pintu nya , tiba-tiba Erland dari belakang dan memegang gagang pintu itu untuk membantu ana menutup pintu .


"Gadis bodoh , tenaga mu itu kecil dan untuk mendorong pintu saja kau tak bisa , hanya sebuah pintu saja ,kau tidak bisa menutup nya kembali, sia-sia sekali umur mu yang dua puluh tahun ini hanya memiliki badan kecil dan tak bertenaga ." ucap Erland yang masih tampang aura kesal nya .


"Hey pria tembok , bukan aku yang kecil , hanya saja pintu nya terlalu tinggi dan berat ,kau yang bisa tutup pintu itu karna tenaga mu sangat kuat ,ketimbang aku yang tenaga nya kurang cocok untuk menggeser yang berat-berat.


Kini ana berjalan ke arah bi Ani ,dengan sambil memegang perut nya menahan sakit .


"Bi Ani lupakan lah yang tadi ,aku akan menahan nya ,dan jika hujan itu Reda aku yang akan membeli nya sendiri ." ucap ana yang tengah duduk di kursi menahan rasa sakit nya ."


"Kenapa pagi-pagi begini hujan ,ah menyebal kan sekali ,aduh ni perut kenapa sakit pula ,semalam gak terlalu begitu sakit ,kenapa nyut-nyutan begini , terlebih nya lagi pria brengsek itu bikin ulah lagi dari cara bicara nya , emang tembok datar.


Di saat ana meringis kesakitan ,Erland melihat ana yang menahan sakit karna palang merah itu , kini dia berjalan ke arah nakas yang ada di ruang tamu untuk mengambil sebuah kertas dan juga pena, kini dia berjalan lagi ke arah ana yang tengah duduk di kursi dan memberikan kertas itu ,

__ADS_1


Ana yang melihat itu pun kaget ,kenapa pria itu memberikan sebuah kertas dan pena.


__ADS_2