Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Ciuman pertama .


__ADS_3

Keesokan harinya ,Dimas sudah bersiap untuk pergi kantor ,sebelum berangkat dia menyempatkan untuk pergi ke kamar omahnya , omah yang melihat Dimas melangkah ke hadapannya tersenyum .


"Omah ... sore ini aku gak bisa mengantarkan omah ke rumah sakit ,kemungkinan bi Ani yang akan menemani omah ,bi Ani akan menjaga omah dengan baik ," ucap dimas .


"Dimas kau tak perlu khawatir ,omah hanya pemeriksaan rutin Saja ,?! Dimas ,kamu tahu sendiri gimana kondisi omah ,yang penting kau cepat-cepat membawa calon istri untuk mu ,?! dengarkan omah , kamu sudah tidak muda lagi ,omah selalu berharap kamu segera memliki keluarga dan meliha ...


"Omah ...?! aku harus berangkat kantor ,ingat untuk minum obat ." ucap Dimas berbalik melangkah tanpa melihat ke arah omah .


Wanita paruh baya itu hanya menghela napasnya berat ,Dimas yang melangkah pun tidak ingin mendengar omahnya terus meminta dirinya menikah dan menikah ,kini dia sudah berada di mobil dengan menghela napasnya .


Selang beberapa menit ,dimas pun sudah meninggalkan halaman mansion ,saat ini pria itu memijat pelipisnya yang memikirkan rengekan sang omah .


Tiga puluh menit di perjalanan ,Dimas pun sampai di perusahaan nya ,sebelum dia turun dia diam di mobil dengan beberapa menit sembari memejamkan matanya ,di saat dia membuka mata ,dia melihat seorang gadis yang sedang buru-buru jalan ke arah pintu masuk .


Dimas pun kini keluar dan berjalan ,Dimas melihat bryan yang baru turun dari mobil kini tengah menunggunya di ambang pintu ,Dimas pun melangkah terus dengan di ikuti Bryan di belakangnya .


Di saat mereka masuk,Dimas melihat gadis yang tengah berhenti di tengah-tengah perjalanan mereka yang sedang mencari sesuatu di dalam tasnya , Dimas dan Bryan melihat petugas gudang mendorong troli besi yang berisi tumpukan kardus ke arah gadis itu ..


"Hey awas .." ucap Bryan dan dimas .


Gadis itu masih saja mencari-cari sesuatu dan entah tidak tahu mencari apa ,bahkan gadis itu tidak menghiraukan teriakan kedua pria itu ,gadis itu hanya berdecak dan hanya melambaikan tangannya saja .


Dimas melihat troli besi dus itu semakin mendekat ,karna yang mendorong troli itu tidak tahu di depannya ada seseorang ,petugas gudang itu terus mendorong ke arah gadis itu .


"Heii awas...." ucap Dimas dengan suara meninggi langsung menghampiri Dista di belakang .


Dista yang melihat dus itu seketika terkejut dan membalikan tubuhnya ,dia melihat Dimas yang kini ada di hadapannya ,di saat dia akan mundur , tiba-tiba heel yang dia pakai dista tidak bisa di kendalikan ,hingga Dista refleks menarik dasi yang di kenakan Dimas .


Dimas terkejut di saat gadis itu menarik dasi nya ,tanpa di sadari dus yang tadi akan jatuh pada Dista kini terkena punggung Dimas ,hingga akhirnya mereka terdorong ke lantai .


"Aaaa.........mmmmm...."


Bryan dan yang lainnya melihat CEO yang kini tengah berciuman ,bukan berciuman tapi itu musibah dan terjadinya ciuman yang tak di sengaja , Dimas dan Dista saling membuka matanya lebar-lebar saat mereka kini telah terdampar di lantai ,Dista masih mencengkram dasi Dimas dan tangan kirinya mencengkram otot Dimas .


Dimas dengan cepat berdiri dan menjauh dari tubuh gadis itu ,hingga kini kedua nya berdiri ,Dimas menyentuh bibirnya yang sudah ternodai , bahkan Dista pun segera bangun dari tidurnya dan menyentuh bibir nya .


"Ciuman ku di ambil pria aneh ."


"Kau tidak dengar dengan teriakan ku hahh,di depan mu ada dus yang akan lewat ,bahkan kau berhenti di tengah perjalanan ." ucap Dimas menatap gadis itu dengan kesal .


Dimas langsung melihat ke arah cctv ,bahkan cctv itu jelas tersorot ke arah mereka ,para karyawan pun terkejut melihat suasana yang mereka lakukan tadi .


" Kau tahu tidak di sini ada banyak kamera inframerah , tadi kau menarik ku dengan sekuat tenaga hingga mengaki...


"Maaf tuan ,aku tadi tidak sengaja , aku... aku ..


"Heyy kalian ..kenapa membawa itu dari arah sini ..." ucap Dimas dengan menahan amarahnya .


"Maaf tuan kam ...


"Bryan kau ke lantai 10 untuk melihat adegan barusan ,cepat bereskan bencana barusan itu ,dan kalian ngapain berdiri di situ ,Bryan kau juga kenapa bengong ,urus mereka ." ucap Dimas berteriak .


Bryan pun seketika kaget dengan perkataan dimas .. dengan cepat Bryan langsung melihat ke arah karyawan yang kini habis menonton pertunjukan tadi .


"Hey ... hey ... kalian cepat-cepat ke ruang kerja ,jika dari kalian ada yang memotret tuan kalian ,kalian akan di keluarkan di perusahaan ini , cepat Kembali ,jika di antara kalian yang memotret keadaan tadi cepat hapus segera ." ucap Bryan yang bertepuk tangan untuk membuyarkan mereka .


Dimas berjalan dan membenarkan dasinya dengan menahan amarahnya ,Bryan pun langsung pergi ke lantai yang di sebut Dimas ,ini kesempatan Bryan untuk mengirimkan video cctv itu pada wanita paruh baya ,yang tak lain adalah omah .


Dengan cepat Bryan pun mengambil video itu dan mengirimkannya ke wanita paruh baya ,dengan begitu dia pun kini berjalan ke ruangannya untuk mengambil berkas kertas kontrak yang di minta Dimas .


"Dimas ini sudah menemukan gadis kah ,, ahh shiittt .... kenapa aku tidak ingat ,apa jangan-jangan........ Bryan kau jadi bodoh begini ,tapi lebih cepat lebih baik."


Bryan mengingat dimana dista ingin bertemu dengan Dimas dengan perkataan yang membuat dia tidak mengerti .


"Jadi yang di maksud pekerjaan masih berlaku itu ......."


Bryan mengerti ,dengan cepat dia membawa surat itu ke ruangan Dimas ,tapi yang membuatnya tidak mengerti kenapa Dimas menyuruhnya untuk membuat surat kontrak itu ,dengan pesan yang sudah di kirim Dimas untuk mengisi isi kontrak tersebut .


"Ck .. kenapa gak di isi sendiri coba ,aku semalam pusing dengan isi-isi pesan nya ." decak Bryan melangkah ke ruangan Dimas .


Bryan sampai di ruangan Dimas dan berdiri di ambang pintu ,dia melihat pria itu tengah melihat berkas-berkas di tangannya .


"Kenapa gak masuk ." ucap Dimas .


Dengan cepat Bryan berjalan menghampiri meja Dimas dan memberikan surat kontrak itu .


"Eu .. itu .. kau membuat itu berarti sudah mendapatkan seorang gadi..


"Aku menyuruhmu membuatnya itu berarti ....' jawab Dimas .


Bryan hanya menganggukkan kepalanya ,dia begitu bodoh ,bahkan Dimas menyuruhnya untuk menyiapkan surat kontrak itu di beberapa hari yang lalu ,dimana dirinya membawa wanita-wanita untuk Dimas .


"Aku Kembali ." ucap Bryan dengan di angguki Dimas .


Dimas melihat surat kontrak itu dan membacanya ,dengan cepat dia menaruh kembali di meja kebesarannya ,kini dia berdiri dan melangkah ke arah jendela besar dan melihat keramaian di bawah .


.


.


waktu berlalu begitu cepat ,kini waktu sudah menunjukan pukul 15.40 , wanita paruh baya kini tengah berada di ruang VIP ,tepat nya di kantor Dimas ,Wanita paruh baya itu tengah melihat tablet yang berada di tasnya ,Wanita paruh baya itu terkejut saat melihat rekaman video yang di kirim oleh Bryan .


"Ini yang aku tunggu-tunggu, ?! aku hanya ingin melihat Dimas mempunyai pacar dan berkeluarga ,juga memberi cicit ,dengan begitu kenzie cicit ku ada temannya ," ucapnya dengan tersenyum.


"Bi Ani ?! lihat ... bahkan cucuku berani mencium gadis di kantornya sendiri ." ucapnya dengan girang .


"Iya nyonya !! kau benar , mungkin sebentar lagi apa yang anda inginkan akan tercapai ." jawab bi Ani .


Kini wanita paruh baya itu melihat gadis yang ada di video itu dengan membereskan layarnya ,dia terkejut saat melihat gadis itu .


"Ehh .. dia ...!! ini kan .."


Seketika dia tersenyum ,dia tidak menyangka gadis yang di cium oleh dimas adalah gadis yang dia harapkan untuk menjadi istri cucunya .


"Mereka berjodoh ... "


"Omah. . bi Ani , kenapa kalian mampir di sini ,kenapa tidak langsung pulang ,kondisi omah tidak baik ." ucap Dimas


"Dimas ... lihat ..." ucap omah dengan tersenyum mekar .


Dimas mengerutkan keningnya ,dan mengambil tablet itu melihat dan membesarkan layar tersebut , dia terkejut kenapa omahnya mendapatkan video itu .


"O_omah ... itu bukan aku .. eu ...kaya nya itu editan ." ucap Dimas .


"Dimas bagaimana bisa kau tidak mengenali dirimu sendiri "jawab omah .


"Aku ... aku dan dia hanya ...

__ADS_1


"Hanya apa ... kau tahu tidak ,omah menyuruh Bryan untuk mengawasi mu ,dan .. dan itu hasilnya , kau mencium gadis di kantor mu sendiri ." jawab omah .


"Hais... lagi-lagi Bryan si pengkhianat itu ." gumam Dimas .


"Dimas apa maksudmu hah , kau jangan menyalahkan Bryan ,omah yang menyuruhnya untuk mengawasi mu ." jawab omah


"Bi Ani bawa omah pulang ,, omah kesini mau apa sih .. hanya mau minta video itu ." ucap Dimas .


"Bocah sialan , bahkan ka....uhukk...uhukk .


"Sudah ku bilang ... omah tuh perlu banyak istirahat, gak begini terus ?! bi Ani cepat bawa pulang ." ucap Dimas .


Kini terpaksa Dimas pun mengantarkan omah ke parkiran,dan tak butuh waktu lama Dimas pun sampai dimana parkiran berada .


" Bi Ani kembali lah .. tolong hati-hati di jalan ." ucap Dimas dengan di angguki bi Ani ,Dimas pun kembali dengan helaan nafasnya berat ,


.


.


.


Jam pun sudah menunjukan pukul 16.00 sore , di ruangan lain Dista kini tengah membuat sketsa seni , di saat dia berdiri dari kursinya ,ketua departemen memanggilnya .


"Dista ... kamu di panggil untuk pergi ke ruang CEO ." ucapnya .


Dista seketika langsung terkejut ,dia pasti tahu dia di panggil oleh orang itu untuk pergi dengannya ke mansion ,Dista pun hanya mengangguk pasrah dan berdiri dari kursinya .


Tak butuh waktu lama ,dista tengah sampai di ruang pria itu ,dan melihat Dimas berada di meja kebesarannya .


"Kesini...Baca dulu , setelah itu tanda tangan ."ucap dimas .


Dista hanya menganggukkan kepalanya ,dan membaca kontrak itu ,Dista membacanya dengan hati-hati ,di saat hampir selesai dia terkejut saat melihat tulisan terakhir .


"Kontrak pihak Dimas Anggara ."


"Kontrak pihak Dita Adista Abraham ."


"Tuan ...jika anda meminta hari Minggu untuk mengikuti aturan seperti yang anda minta .. saya gak bis...


"Emmm .... baik ?! sehabis pulang kantor kau ikut dengan ku ." ucap Dimas .


"Hah .. tua..


"Kita sudah sepakat Dari kemarin ,kau bahkan sudah mengatakan "Iya" padaku ,maka tidak bis...


"Tapi tuan ..sa_saya belum siap ." ucap Dista .


"Siap atau tidak ,pokonya kamu harus siap ,bukannya kau ingin memperkenalkan ku dengan keluarga mu ." ucap Dimas .


"Ingat !! kita tidak akan memiliki hubungan yang nyata , hubungan cinta juga tidak akan bisa terjadi ,antara aku dan kamu ." ucap Dimas .


"Jika kamu ada permintaan lain ,silahkan katakan ?! aku akan melakukannya ." ucap Dimas kembali .


"Jika kamu melanggar kontrak yang sudah tertulis ,aku berhak memberhentikan kerja sama kita ." ucap Dimas lagi .


Dista memikirkan tentang kenyataan yang akan di jodohkan oleh kakeknya dengan pria tua yang beda jauh dengan umurnya ,dengan begitu Dista pun , kini dia menghela nafasnya panjang ,mau tak mau dia pun setuju dan mentanda tangani kontrak tesebut .


"Dengan begitu Dimas Anggara bisa membantu ku dari perjodohan itu ."


"Aku mengerti ...sepulang dari kantor kau ikut dengan ku ,ingat !! untuk menjadi pacar layaknya pacaran asli di depan omah ku ." ucap Dimas .


"Tapi tuan ,Eu...itu ... sampai kapan kerja sama kita ini berakhir dan berapa lama saya jadi pacar kontrak anda." ucap Dista .


"Sesuai kontrak yang tertulis ,sampai dimana omah ku sembuh dari penyakitnya ."jawab Dimas .


"Baik , saya setuju ." ucap Dista.


"Baik ,mari kita tulis data kita masing-masing da...


"Tu_tuan apalagi yang anda minta untuk saya tulis ." Jawab Dista .


Dimas berdecak dan berdiri memberikan notebook besar di hadapan gadis itu ,kini dia pun kembali duduk dan mengisi data dirinya sendiri ,Dista yang tidak mengerti membuat dirinya bingung sendiri .


"Apa kontrak harus mengisi data sendiri , apa-apaan pria ini ."


"Ayo mulai tul...


"Tunggu dulu tuan ,apa yang harus saya tulis ,"Jawab Dista .


"Nama , tanggal lahir ,jenis kelamin ,zodiak, favorit makan ,dan sebagainya .." ucap Dimas .


"Hey tuan ,kontrak macam apaan itu , ?! tuan lebih baik anda katakan dengan jelas ,kita tak perlu menulis beginian " jawab Dista .


"Meskipun aku sudah mentanda tangani kontrak dengan mu ,tapi kurang paham satu sama lain , Karna malam ini kau harus ikut denganku ." ucap dimas .


"Tuan ,saya pasti ikut dengan anda ,tapi bisakah tidak menulis data-dat...


"Aku menyuruhmu untuk menulis data pribadi ,agar omah ku tah...


"Baik-baik saya akan tulis ." jawab Dista .


"Kontrak apaan ini , "


Kini Dista pun menulis data dirinya , dengan melangkah ke arah sofa , di saat dia mau melangkah dia di berhentikan dengan suara Dimas .


"Diam di kursi mu ." ucap Dimas .


"Tuan ,saya hanya ingin duduk di sofa sana." ucap Dista yang kini melanjutkan langkahnya .


Dimas hanya menghembuskan napasnya dan menganggukkan kepalanya ,Dimas pun menulis data nya begitu juga Dista ,Dista bingung sendiri ,dia menulis Keseharian dia setiap hari serta makanan favoritnya.,


"Akh tidak..tidak ... semua makanan itu favorit ku ,tapi hanya telur saja yang membuat ku membenci tai ayam itu "


Dista hanya menggelengkan kepalanya ,Karna pusing memikirkan favorit makanannya , Dimas yang melihat Dista memukul-mukul kepalanya hanya menghembuskan napasnya dan melanjutkan menulis data.


30 menit berfikir akhirnya Dista menyelesaikan menulisnya ,dengan tersenyum dia menulis makanan favorit dan juga zodiaknya .


"Zodiak _ Virgo "


"Dita Adista ."


"Hehe ."


Dista melihat ke arah meja pria itu ,dan pria itu tengah menyandarkan punggungnya dengan memejamkan matanya, Dista berjalan menghampiri pria yang tengah tertidur itu .


Dengan mengendap-endap ,Dista duduk di kursi tepatnya depan Dimas dan memperhatikan pria itu .

__ADS_1


"Si pria tembok ini tampan juga ."


"Sudah cukup melihatnya ." ucap Dimas yang kini masih memejamkan matanya .


Dista terkejut saat dirinya mendengar suara pria itu yang mengagetkannya ,Dimas pun langsung membuka kedua matanya melihat Dista ,Dista yang di tatap menjadi gagap .


"Apa kamu sudah selesai dengan mengisi data mu ." ucap Dimas kembali dengan di angguki Dista .


"Sini aku lihat ." ucap Dimas .


Dista pun memberikan selembar kertas polos yang sudah dia tulis ,Dimas pun langsung merebut itu dari tangan Dista dengan tatapan dinginnya dan melihat isi tulisan itu .


"Hobi pribadi hanya mendengarkan musik dangdut ,dan makanan favorit mu ,permen lollipop ,semur jengkol .." Dimas membacanya dengan mengerutkan keningnya .


"Gadis ini ,suka makanan yang sederhana ,dan apa ini .... semur jengkol ,?! ya_yanh benar saja , apalagi ini dia bahkan hobi pribadi senang mendengarkan musik dangdut ?! "


"Pribadi lain, makanan semuanya terfavorit banget ,lobster ,brownies ,teh manis ,dan hobi terakhir Suka tidur .. "


"Kepribadian yang paling di benci adalah ,membenci masak ," ucap Dimas selesai membaca dan langsung melihat gadis di depannya itu .


"Bagaimana bisa kau suka makan berbau begi...


"Ah tuan ,,, aku sama sahabat-sahabat ku sering pergi makan di warung nasi biasa ,jadi itu hal makanan favorit saya banget tuan , oh bahkan rasa makanan pun kalah dengan restoran lainnya ." jelas Dista .


"I_itu .. apa saya menulis terlalu berlebihan tuan ." ucap Dista Kembali .


Dimas tidak menjawab pertanyaan Dista ,dia melihat gadis itu dengan mengerutkan keningnya ,Dista yang di tatap oleh dimas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .


"Itu tu_tuan... kalau begitu perlihatkanlah data pribadi anda padaku ." ucap Dista .


Dista merentangkan tangannya untuk mengambil data pribadi pria itu ,tanpa menjawab pun Dimas memberikan data tersebut ,Dista mengambilnya dan duduk di kursi nya kembali dan membaca setiap tulisan .


Lembaran demi lembaran Dista membaca dan menganggukkan kepalanya ,di saat dia membuka kembali , lagi-lagi lembaran selanjutnya masih saja tertulis dengan kepribadian pria itu .


"Tuan ... kenapa anda banyak sekali ." ucap dista .


"Tuan ... kau ... kau seorang bos ..tapi kepribadian mu, bahkan hobi anda banyak sekali ....


"Aku adalah CEO Anggara yang normal ,semua hobi dan kebiasaan ku ya ?! waktu di kantor...!? ingat ...kau harus menghafal kan itu ." jawab Dimas


"Apa ?! tapi tuan di dalam kontrak tidak tertulis ,aku harus melakukan itu" ucap Dista berdiri dengan menahan kekesalannya .


Dimas meliahat Dista dan berdiri menghampiri gadis itu .


"Tujuanku mentanda tangani Kontrak denganmu adalah ,demi membuat omah ku senang ,bahkan kau juga begitu bukan untuk menghindari perjodohan dengan yang di lakukan oleh keluarga mu ." ucap Dimas yang kini menghampiri Dista lebih dekat .


Dista mundur saat Dimas semakin dekat ,bahkan dia meremas rok yang dia pakai saat pria itu menghampirinya .


"Jika kau tidak bisa menghafalnya ,maka kerja sama kita di batalkan , dan jika di ketahui oleh omah ku kita hanya pacaran sandiwara ...


Dugh....


Dista terkejut saat dia langsung terduduk di kursi ,Karna pria itu mendekatinya ,bahkan pria itu mendekatkan wajahnya ,hingga Dista semakin takut dengan pria itu yang kini sungguh dekat dengan wajahnya .


"Ingat ?! jika kamu tidak bisa menghapal semua ini ,maka apa yang kita sepakati ,di batalkan ,dan kau akan menikah dengan pria tua yang kau katakan itu ." ucap Dimas yang semakin dekat dengan wajah Dista dan menahan kursi itu .


Kedua insan itu tengah bertemu dengan matanya masing-masing ,Dista mengedipkan kedua matanya dengan cepat ,dengan tangan menahan kursi itu untuk sedikit mundur .


Dimas menelan salipnya dengan kasar saat Dista mengedip-ngedipkan matanya, seketika dia kaget saat Dista mundur dengan kursi itu dan mengambil data Dimas yang ada di meja ,dengan cepat Dista pergi keluar ,Dimas melengkungkan bibirnya saat melihat Dista keluar dengan tergesa-gesa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tepat pukul 17.30 ,Dista sudah menunggu Dimas , dengan cepat Dimas pun kini tengah berjalan dan melihat Dista yang sudah berdiri .


"Ayo ... " ajak Dimas .


Tapi Dista masih saja diam dan tak bergeming,Dimas yang sudah masuk mobil melihat Dista yang masih saja berdiri membuat dirinya berdecak kesal ,terpaksa dia menghampiri gadis itu lagi dan menariknya .


"Tuan , itu ...itu .. saya harus bersikap gimana di depan omah anda ." ucap Dista .


"Layak nya pacar ... kau pasti mengerti ." Jawa Dimas .


Dista pun mengerti dan menganggukkan kepalanya mengerti ,Dista menghela napasnya panjang saat dia mendengar perkataan pria itu .


Tak butuh waktu lama ,mereka pun sampai di halaman di mansion Anggara , Dimas turun dan membuka pintu untuk Dista .


"Ayo turun ,kita lakukan sekarang di depan omah ?! ingat kau harus bersikap padaku layaknya pacar ." ucap Dimas dengan di angguki Dista .


Kini mereka pun jalan ke arah pintu masuk dengan Dimas menggenggam tangan Dista , Dista yang di genggam lembut oleh pria itu melihat langkah Dimas dan tangan pria itu .


"Dia ...


"Dista ...." panggil seseorang yang kini tengah menggendong bayi .


Dista pun seketika melihat ke arah asal suara dan melihatnya ,Dista terkejut melihat ana tengah berjalan menghampirinya ,ana seketika berhenti ,tangan Dista di genggam oleh Dimas ,seketika dista melepaskan tangannya dari dimas dan berlari ke arah ana .


"Anaaaaaa.........


"Aku merindukan mu , ahh ... ini ... haha ini pasti Kenzie ..hallo sayang .. ini aunty Dita ..." ucap nya mengambil Kenzie .


Ana mengerutkan keningnya ,kenapa Dista tiba-tiba ada di mansion dengan Dimas ,kini pandangannya mengarah ke arah Dimas yang berdiri melihat mereka , bahkan Dista sendiri pun tidak menyadar ,dengan situasi yang kini ana melihat ke arahnya .


"Di_dista kau sama kak dim...


"Hey ... kau sudah menangisi keponakanku ," ucap Dimas pada Dista .


"Kembalikan keponakan ku pada ibunya ,?! ana .. aku tidak tahu kalau dia adalah sahabatmu ." ucap Dimas menarik tangan Dista


"A_ana ... aku


"Dia pacarku .." ucap Dimas menarik tangan Dista ..


"Aaaa ..tua...


Dimas seketika melototkan matanya saat Dista memanggilnya Tuan ...


"Ah tu_ Dimas ... bisak


"Ikut aku ..."Ucap Dimas menarik tangan Dista .


Ana seketika tercengang saat Dimas menarik tangan dista hingga kenzie yang menangis di biarkan , Erland yang baru saja keluar dari kamar melihat ana hanya mematung tanpa memperdulikan Kenzie .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2