Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Menjadi korban penipuan Erland.


__ADS_3

Pagi pun tiba , ana bangun dari tidur nya dengan mengucek mata nya, dia meraba hanpone nya di atas nakas ,ana terkejut di saat jam yang terpanggang di layar ponsel nya sudah menunjukan pukul delapan .


"Ahh tidakk , gara-gara aku menghapal tulisan yang ada di berkas semalam membuat ku kesiangan , aku telat ." ucap ana langsung lari ke arah kamar mandi .


Ana kupat kepot di kamar mandi ,dia hanya cuci muka tanpa dia mandi terlebih dahulu ,dia tidak perduli akan hal itu ?, kini ana bersiap untuk memakai baju yang sudah di siap kan bi Ani semalam, kini ana berjalan dengan tergesa-gesa untuk kebawah dan menemui suami nya, di saat ana turun para Pelayan terkejut melihat penampilan ana pagi ini , termasuk Erland ,Bryan dan juga Roy .


"Wah nyonya kau sangat cantik sekali ." ucap bi Ani membuyarkan ketiga pria yang cengo melihat penampilan ana.


"Maaf aku kesiangan ,apa kalian menunggu ku ." ucap ana ngos-ngosan.


Erland yang melihat penampilan ana hanya diam dan memperhatikan nya ,


""Kenapa gadis ini berpenampilan rapih sekali, cuman hanya dari pakaian rapih saja ,dia terlihat cantik , bahkan dia tidak memakai make up pun tetap cantik,, ahh sial ."


Kini ana menghampiri Erland yang tengah duduk di kursi roda nya ,Erland berusaha tenang ,sebisa mungkin dia bisa berakting seperti Dimas .


"Dimas ,maaf kau membuatku menunggu lama ," ucap ana dengan memegang tangan Erland.


Tanpa sadar ana memegang kepala Erland dengan pelan ,Erland yang merasakan itu terkejut dengan apa yang di lakukan oleh ana.


"Heyy gadis bodoh jangan memegang rambut ku ,Roy ,Bryan tolong singkirkan tangan gadis ini dari kepala ku , ayo cepat ,"


"Ah nyonya ana ini waktu nya sudah mepet kita harus segera sampai berangkat agar kita Samapi pada tujuan ," ucap Bryan yang buru-buru mencari alasan untuk membatu Erland .


"Cih ..kalau bukan karna tatapan tajam mu itu yang akan membunuh ku ,aku memberikan alasan yang sepantas nya ,dan kau tahu aku salah satu yang ikut akting jadi korban penipuan mu "


Bryan berdecak kesal dengan sahabat nya itu ,kenapa harus memberikan tatapan tajam seperti yang barusan dia lihat .?


"Erland sialan ,? dia yang melakukan nya , dia yang repot sendiri , dasar batu , bahkan kau merepotkan kami ,"

__ADS_1


Roy yang melihat itu sungguh lega ,akhir nya Bryan segera cepat untuk menghentikan ana melepaskan kepala Erland .


"Hampir saja ,jika tidak ? rambut palsu tuan erland akan copot jika di tekan oleh nyonya ana ? tapi tunggu ,ini kan kelakuan tuan Erland sendiri ,tapi kenapa kita yang was-was."


Ana tidak menghiraukan perkataan Bryan ,dia menatap tangan Erland dan memegang nya ,ana melihat nya dengan tatapan sendu .


"Banyak yang bilang ,dulu dia adalah pria tampan dan berwibawa ,sayang sekali kenapa harus nasib seperti ini ,"


"Dimas ,apakah kau sekarang lebih baik ,kenapa kau mau pergi ke perusahaan, kenapa tidak di wakil kan Erland saja ,dan Bahkan di sini juga ada sekertaris mu ,kenapa harus dirimu yang melakukan nya ." ucap ana dengan khawatir akan kesehatan suami nya itu .


Erland terkejut dengan apa yang di katakan oleh ana ,tapi dia tidak memperdulikan itu ,dia melakukan nya ada alasan lain .,tapi saat ini Erland begitu kesal terhadap gadis yang berdiri di samping nya itu .


"Jangan panggil aku Dimas ,panggil aku suami ku .?" ucap Erland dengan menahan amarah nya .


Bryan menatap Erland, sudah pasti tahu dari tatapan sahabat nya itu untuk segera pergi ke perusahaan .


" Nyonya waktu nya kita berangkat ,ini hampir terlambat ,mari ?" ucap Bryan


Ana hanya menganggukkan kepalanya, di saat ana melangkah ,ana melihat ke arah atas , dia mencari seseorang yang selama ini selalu bikin masalah dalam hidup nya .


"Suami ku, apa kita gak menunggu dulu Erland ," ucap ana yang masih melihat ke arah atas.


"Tidak perlu menunggu dia ,ayo pergi , kita hampir terlambat ," ucap Erland dengan memegang pergelangan tangan ana, ana masih diam menunggu Erland , dengan berjalan sangat pelan ,sementara Erland sendiri sudah naik mobil


"meskipun kulit palsu ini membuat ku gak nyaman dan gerah ,tapi tidak mengecewakan hasil kerja keras ku ,dan gadis bodoh ini lumayan penurut hari ini ,,? gadis bodoh ,kau bahkan begitu penurut di saat kau berhadapan dengan ku yang berperan sebagai kakakku." gumam Erland kecil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Braaaakkkkk...

__ADS_1


Suara gebrakan meja yang di lakukan oleh Willy Anggara membuat semua orang terkejut , mereka sudah berdiskusi tentang perusahan yang mereka bicarakan, Willy yang kesal membuat nya benar-benar muak dengan semua itu .


"Bagaimana mungkin ,pria cacat ini bisa datang ke perusahaan untuk mengadakan rapat ini "


"Aku Dimas Anggara, walau pun tubuh dan wajah ku sudah rusak ,tapi otak ku masih berfungsi , dan kalian para kerja DA'GROUP gajih tahunan kalian akan di tambahkan seperti yang sudah pernah aku janjikan "


"Kedatangan ku kali ini ,hanya untuk dua hal ,? pertama meyakinkan kalian para pekerja DA'GROUP ,kedua ,menentukan penggantian tanggung jawab manajer untuk tingkat menengah ke atas ." ucap Erland yang dengan begitu lantang


Para pekerja sungguh senang dan tenang akan hal berita perusahaan DA'GROUP yang akan jatuh ke tangan Willy Anggara ,akhirnya di batalkan , akhir dari berkat Erland mereka menjadi tenang di perusahaan DA'GROUP.


Erland menatap gadis yang ada di samping nya itu untuk menyuruh nya membacakan perjanjian nya, tanpa pikir panjang ana langsung membaca nya .


"Stabilitas perusahaan adalah hal yang paling penting saat ini ,untuk meyakinkan tuan Willy Anggara, Erland dari adik Dimas Anggara telah menyerah kan dapartemen padanya ,dan menunjuk street keuangan ,dan keuntungan perusahaan adalah hal yang paling di perhatikan oleh para pemegang saham , perusahaan yang telah di pegang oleh Dimas Anggara sudah cukup untuk melindungi pewaris pertama ,yaitu Dimas Anggara , dan bukan tuan Willy Anggara ." ucap ana dengan lantang di depan para pemegang saham.


Kini rapat pun selesai ,ana merasa lega dengan apa yang di ucapkan nya itu , kini mereka masuk mobil dan akan kembali ke mansion, ana melihat suami nya menutup kan mata nya dengan bersandar di kursi mobil .


"Dimas ." ucap ana dengan menatap suami nya itu .


Erland yang di panggil Dimas rahang nya mengeras, dan ingin sekali marah ,tapi dia tahan amarah nya itu.


"Panggil aku ,suami ku ." ucap Erland dingin .


"Su_suami ku ,kau benar-benar hebat hari ini , kau bisa mengalah kan paman mu itu , aku takjub sekali ." ucap ana gelagapan


Ana benar-benar takut dengan tatapan suami nya itu ,dia tidak bisa bedakan seperti apa suami nya itu dulu sebelum terjadi nya kebakaran itu .


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


*Yang baik dan cantik jarinya tolong tekan like ,vote ,dan komen nya dong ☺️☺️

__ADS_1


Karna tiga nama itu ,kalian akan menentukan cerita karya pertama aku ini bagus atau tidak nya , tapi dengan like , vote ,dan komen kalian lah yang akan membuat author baru ini semangat untuk update 😁😁😁*


__ADS_2