Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Satu daun mendapatkan ciuman.


__ADS_3

Bryan pun sampai di vila dan segera membuka pintu itu ,Bryan masuk untuk mencari-cari Nabila ,dia tadi melihat Nabila melangkah ke arah ruang tamu ,bukan ke kamar ,kini dia melangkah ke arah ruang tamu tapi tidak ada Nabila ,


"apa dia tidur di kamar tamu !! tapi baguslah ,aku bisa menunggunya di sini ."


Bryan melangkah ke arah sofa dan duduk ,di saat dia duduk matanya tak sengaja melihat ke arah kaca halaman belakang ,bahkan dia melihat punggung gadis yang berpakaian putih itu , kini Bryan berdiri dan melangkah dimana gadis itu berada .


Bryan melihat Nabila tengah tidur dengan memegang buku di tangannya ,kini pandangan matanya melihat ke arah rambut yang terpasang jepitan yang dia kasih pada gadis itu .


"Cepat banget tidurnya ?! kalau tadi aku gak ikut sama mereka ,pasti kamu gak bakalan nyaman ?! malah mungkin kamu gak bisa tidur ." gumam Bryan .


Kini Bryan menyentuh rambut yang menghalangi wajah Nabila dan menyibakkan nya ,di saat dia menyibakkan rambut nabila ,angin sepoi-sepoi telah berhembus ,bahkan pohon yang berdaun-daun kecil berterbangan mengarah ke arah meja , tepatnya ke arah mereka , Bryan melihat daun hijau kekuningan itu yang kini nyangkut di rambut Nabila dan berniat akan membuangnya .


Di saat dia akan membuangnya ,Nabila menggerakkan tubuh dan tangannya ,tapi tidak berlangsung lama ,Nabila pun terdiam dan tidur kembali ,Bryan yang tadinya akan membuang daun itu dia urungkan ,tapi dia malah membungkukkan tubuhnya dan mencium daun itu yang nyangkut di rambut Nabila


Awalnya Bryan ingin memindahkan Nabila ,tapi dia takut membangunkan gadis itu ,Bryan melihat gadis itu memakai pakaian tangan pendek ,suasana di Hongkong sangatlah dingin .. kini dia membuka jaket yang dia pakai dan menutupi punggung gadis itu untuk menyelimuti Nabila .


Bryan tersenyum dan melangkah pergi ke arah dapur ,dia mengambil air untuk minum dan melangkah ke arah sofa ruang tamu ,bahkan dia juga menyandarkan punggungnya dengan memejamkan matanya .


10 menit berlalu , keadaan vila itu sunyi ,Bryan dan nabila sama-sama tertidur di tempat yang berbeda ,Erland yang kini baru pulang dengan ana membuka pintu masuk itu ,Erland yang melangkah ke arah kamar melihat Bryan tengah tertidur .


"Perasaan beberapa jam yang lalu dia ikut yang lainnya ."


"Bryan .. hey .. kenapa kau tidur di sini ...kau tidak ikut dengan yang lain." ucap Erland membangunkan Bryan.


Bryan membuka matanya perlahan , dia pun mendengar ucapan Erland ,tapi yang dia lihat bukanlah Erland ,melainkan gadis yang ada di taman belakang itu yang tepat mengarah ke arahnya.


"Kau bukannya iku..


"Enggak ." jawab Bryan yang masih melihat ke arah balik kaca tepatnya melihat punggung Nabila .


"Bukannya Nabila juga tidak ikut ,dimana dia ." ucap ana .


"Sayang istirahatlah ... tidurkan dulu Kenzie , dan malam kau tak perlu ikut lagi keluar ." ucap Erland dengan di angguki ana .


Ana pun melangkah ke arah kamarnya dengan menggendong baby Kenzie yang tertidur ,selang beberapa menit suara cempreng Tania,membuat kedua pria yang berada di ruang tamu mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk .


"Erland kau sudah sampai aja ,, mentang-mentang memakai mobil .cih ..." ucap Irsan .


"Eh Nabila di mana ,apa dia masih tidur ." ucap Dista .


Niken yang tak sengaja melihat ke arah kaca besar melihat seseorang di taman belakang yang tengah duduk ,tepatnya tengah tertidur .


"Itu .,.


Dista yang melihat Nabila di meja belakang ,langsung melangkah ke taman belakang dan menghampiri Nabila yang tengah tertidur , seketika Dista terdiam saat melihat jaket yang di kenakan Nabila ,dia tahu jaket itu milik Bryan.


" Nabila !! ... Nabila bangun ..." ucap Dista .


"Hemmm ....


Nabila membuka matanya ,kini dia membenarkan posisi duduknya ,di saat dia sudah duduk dengan benar ,dia mencium aroma parfum dan melihat jaket yang dia kenakan .


"Ehh .. bukannya ini jaket bryan ."


"Nabila kenapa masih melamun ,ayo mandi segarkan tubuhmu ,kau tau tidak nanti malam kita akan jalan-jalan lagi ,malam ini kau harus ikut ," ucap Dista semangat .


"Aku ke dalam dulu ya .. cepat mandi gih ." ucap Dista kembali dan berlalu pergi.


Nabila hanya menghembuskan napasnya saat Dista berlalu pergi ,kenapa sahabatnya itu begitu semangat untuk bermain lagi ,Nabila yang sekarang benar-benar masih mengantuk tidak ada semangat untuk bermain ,Nabila mencari-cari buku yang tadi dia baca sebelum tidur ,bahkan sekarang sudah tidak ada .


"Aku tadi membaca buku tentang impian ,dan aku rasanya ingin menghirup udara segar di luaran sana ,dengan begitu aku pasti bisa ikut main dengan yang lainnya ."


Nabila masih saja betah di meja tersebut ,kini dia menangkup pipinya sebelah sembari memejamkan matanya ,tanpa sengaja tangannya menyentuh sesuatu di rambutnya ,tepatnya di sela-sela telinga , Nabila pun mengambil daun itu dan menatapnya .


"Daun yang sangat mungil dan kau pasti salah satu daun yang gugur dan tinggal di rambut ku ." ucap Nabila tersenyum .


Cup_____


Nabila mencium daun itu dengan tersenyum , tanpa Nabila sadari ada orang yang tengah memperhatikannya ,Bryan terkejut saat Nabila mencium daun itu ,dia ingat dimana dirinya tadi mencium daun itu di waktu Nabila tertidur .


"Ciuman itu ... ciuman gak langsung !! dia ... dia mencium daun itu juga ."


Bryan berjalan menghampiri Nabila dengan jantung berdebar ,nabila yang melihat Bryan menghampirinya ,langsung menggenggam daun itu .


"Eu... tuan .. makasih jaketnya ." ucap Nabila


Tapi di saat dia akan melepaskan jaket itu ,Bryan mendekat ke arah Nabila dan duduk di samping gadis itu ,pria itu tertawa kecil yang melihat Nabila saat ini .


"Tuan .. kenapa ketawa ." tanya Nabila .


"Enggak ..senang aja ." jawab Bryan dengan tersenyum.


"Haha .. tuan ini jaket anda .. terima kasih atas jaketnya ." ucap nabila yang kini melepaskan jaket .


"Emm ... mandilah ..?! kita akan keluar beberapa jam lagi ," ucap Bryan .


Nabila hanya mengangguk kan kepalnya dan berdiri dari duduknya ,di saat dia akan melangkah ,tangannya di tahan oleh Bryan .


"Tuan .....


Bryan tidak menjawab , dia hanya menggenggam tangan Nabila tanpa melihat gadis itu ,dia hanya menggenggam tangan Nabila dengan erat ,di saat genggaman itu longgar ,Nabila berusaha lepas dari tangan Bryan , tapi Bryan menggenggam tangan Nabila kembali dengan erat .


"Tuan .. aku ...


"Sebentar ,aku hanya ingin menggenggam tangan mu sebentar saja ." ucap Bryan .


Stelah beberapa menit kemudian , genggaman itu di lepaskan dan Nabila pun berlari meninggalkan Bryan ,Nabila berlari ke arah kamar yang sudah tadi Dista siapkan ,dia menyentuh dadanya yang kian berdetak dan terdengar oleh dirinya , Nabila pun kini menggenggam tangannya yang tadi di genggam oleh Bryan , Nabila melihat Niken yang kini keluar dari kamar mandi ,dengan cepat dia pun menghilangkan rasa perasaan nya yang kini serasa panas .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam pun tiba .


Kini mereka pun telah berada di salah satu wisata yang berada di Hongkong ,tepatnya berada di festival lampion yang sering di lakukan oleh orang-orang Hongkong setiap satu tahun sekali .


Mereka yang kini tengah berada di tengah-tengah kerumunan orang-orang membuat jalanan nya macet ,Tania yang kini berada paling depan berdecak kesal .


"Aduh ... kenapa banyak orang sekali ,aduh ramainya kebangetan ini ." ucap Tania .


Dimas yang berada di tengah-tengah dengan Dista melihat-lihat teman-teman yang lain ,dan berbalik melihat steven dan Irsan ,begitu juga Nabila dan juga bryan .


"Hey kalian , jangan sampai terpisah ," ucap Dimas .


Irsan yang kini melangkah maju kedepan mendahului Niken dan Tania .


"Hey .. ke arah sini jika kita ingin melihat lampu lampion ,ikuti aku ." ucap Irsan


"Ya ampun. .. banyak orang banget sih di sini ." ucap Roy .


"Iya ... bahkan kita tidak bisa melihat lampion ." timpal Tania .


Dimas yang kini berjalan terus mengarah ke depan langsung melihat ke arah samping ,kini dia melihat Tania dan juga Niken yang bersama dengan Steven roy ,Tania yang celingak celinguk ,tidak melihat Dista dan juga Nabila .


"Ngomong-ngomong .. dimana Nabila dan Dista ." ucap Tania berhenti dari langkahnya nya .


"Nabila dan Dista menghilang ." ucap Irsan .


Dimas dan Bryan langsung terkejut saat Dista dan Nabila di nyatakan menghilang , bahkan tadi Dista berada di samping Dimas ,begitu juga Nabila berada di samping Bryan .


"Sial ... dimana gadis itu ." decak Dimas .


Dimas celingak celinguk mencari Dista dan melangkah ke arah dimana banyak kerumunan orang-orang ,Bryan yang kini di belakang memberhentikan langkah nya ,dan melihat ke setiap kerumunan orang-orang tersebut .


'Di mana gadis ceroboh itu ,"

__ADS_1


Bryan khawatir saat kehilangan gadis itu ,padahal beberapa menit yang lalu masih di sampingnya .


"Berbalik sebentar saja ,langsung menghilang ."


Bryan menulusuri orang-orang tersebut ,dia tidak menemukan Nabila ,kini dia berbalik ke belakang ,betapa terkejutnya bahwa gadis itu kini benar-benar sudah jauh darinya ,kini Bryan dengan cepat melangkah menghampiri gadis itu.


Nabila yang kini berada di tengah-tengah orang ,membuat kepalnya pusing ,dia celingak celinguk mencari teman yang lainnya ,bahkan dia pun tidak melihat Bryan .


"Rame banget ?! berbalik kebelakang sebentar saja semuanya menghilang ,?! bahkan Bryan pun aku tidak tahu di mana , jelas-jelas tadi dia di sebelahku ." gumam Nabila .


Kini Nabila melangkah satu langkah ke arah kanan ,di saat dia baru melangkah dua langkah Bryan dengan cepat menahan tangan Nabila .


"Kelenci kecil ." ucap Bryan yang kini menahan Nabila .


"Jangan jauh-jauh ." ucapnya kembali .


Nabila melihat wajah pria itu , bahkan Nabila melihat jelas wajah pria itu dengan rambut yang terbawa angin malam .


"Tu_tuan..


"Tiba-tiba aku tersadar ,tak peduli kapanpun ,dimana pun !! kamu selalu ada untukku ."


"Ayo ." ucap Bryan yang kini menarik tangan Nabila.


"Dengar ya !! aku bukannya mau cari kesempatan ,aku cuman takut nanti kamu hilang di negri orang ,terus semua orang akan khawatir begitu juga denganku ." ucap Bryan tanpa melihat ke arah Nabila .


"Tuan ...kamu ....


"Kali ini ikuti aku baik-baik ,jangan sampai menghilang lagi ." ucap Bryan yang kini melihat Nabila yang berada di belakangnya .


"Emm .. iya ." jawab Nabila .


"Ayo kita lihat lampion yang paling bagus di tempat lain ,di sini terlalu banyak orang ,kita kesana ." ucap Bryan dengan di angguki Nabila .


Nabila melihat tangan pria itu yang menggenggam tangan Nabila menariknya dengan lembut ,kini pandangannya melihat ke arah punggung pria yang tinggi itu dan melihat ke pundaknya .


"Aku tidak ingin melepaskan genggaman ini ."


Selang beberapa menit berjalan ,akhirnya mereka sampai dimana mereka berada ,Nabila tercengang melihat pemandangan yang sangat indah dengan di penuhi lampion ,Bryan pun melepaskan tangan Nabila dan berjalan ke arah pagar pendek dan melihat-lihat lampion yang bersejajaran .


"Ini tempatnya ?! di sini lebih sepi di banding tempat yang tadi ,bahkan disini terlihat jelas melihat lampion ." ucap Bryan .


"Tuan !! kenapa anda sangat pintar mencari pemandangan yang sangat indah ." ucap Nabila .


"Tentu saja ." jawabnya .


"Tuan !! kenapa anda tidak memberi tahu yang lainnya ,mereka pasti leluasa melihat lampion di sini ." ucap Nabila .


"Aku hanya ingin bersama mu berdua saja ,tanpa mereka Nabila , kenapa kamu berharap mereka ada disini ."


"Eh .. kenapa ada banyak buku dan pena di sini , buku nya imut sekali ,berbentuk hati lagi ." ucap Nabila .


"Itu buku cinta , banyak pasangan yang mampir kesini untuk menulis perasaan di hati dan juga di masa depan ,jika sudah di tulis bisa di pasang di lampion dan di terbangkan ,?! dan ini namanya gapura cinta ,gak tau semenjak kapan ada gapura di sini ." ujar Bryan .


"Tuan bagaimana anda bisa tahu tempat ini ,dan ...


"Aku tahu di waktu beberapa tahun lalu ,mengurus perusahaan Dimas disini , makannya aku tahu ." jawab Bryan .


"Oh .. anda kesini bersama kekasih anda ya pastinya ." ucap Nabila .


"Tidak .." jawab Bryan .


"Hanya kamu !! hanya kamu yang aku bawa kesini ."


"Wahh ... tuan !! ada lampion yang terbang ,indah sekali kalau di terbangkan di malam hari ,cahaya lilin yang di dalamnya memberikan sinar di kegelapan malam ." ucap Nabila berbinar .


Bryan melihat kesamping ,tepatnya melihat ke arah Nabila ,gadis itu bahkan tersenyum mekar dengan menatap ke atas yang tengah melihat lampion terbang ,dengan gemasnya ,Bryan mencubit hidung gadis itu .


"Kamu cuman lihat terbang saja udah semangat gitu !! kamu gak pingin nyobain nyalain dan menerbangkan lampion itu ." ucap Bryan.


"Baiklah ... aku akan coba ."ucap Nabila antusias


Kini Nabila berfikir untuk menuliskan tentang apa yang ada dipikirannya ,nabila pun kini menulis dan sembari memikirkan apa yang dia pikirkan .


"Kebahagiaan untuk diriku sendiri dan juga untuk orang-orang yang aku sayangi ,begitu pun orang yang aku cintai "


Kini Nabila melipatkan kertas berbentuk love itu dengan tersenyum ,Bryan yang melihat Nabila tersenyum membuatnya heran .


"Nabila , apa dalam impian dan masa depanmu ada aku ." ucap Bryan.


".................... Te_tentu saja ada ....ehh maksud ku .. eum itu ...


"Hemm .. baiklah !! giliran aku yang menulis ." ucap Bryan yang kini mengambil kertas love satu lembar itu .


Dia pun menulis apa yang ada dalam pikirannya ,tidak ada orang lain dan tidak ada keluarga ,jadi dia tidak mungkin menulis dalam hal itu ,hal yang ada di dalam pikirannya itu hanya satu ,dia ingin hidup bersama dengan gadis yang dia cintai ,Bryan tersenyum saat menulis nama dirinya dan juga Nabila ,dengan cepat pria itu melipatkan kertas tersebut .


"Tuan ..anda menulis apa ." ucap Nabila .


"Rahasia !! impianku ku tulis untuk seseorang ." jawab Bryan.


"Ayo kita terbangkan lampion ini ." ucap Bryan yang kini menaruh kertas itu di sela-sela bambu lampu lampion .


Kini lampion pun Meraka terbangkan ,Bryan tersenyum ke arah Nabila ,begitu juga Nabila ,kini pandangannya ke arah lampion yang mereka tadi terbangkan .


"Oh iya tuan ... aku belum mengembalikan syal mu yang wakt ...


"Nabila ?! bisakah kamu tidak memanggilku tuan ," ucap Bryan .


"Terus aku harus panggil ap ..


"Terserah !! asal aku bisa enak mendengarnya ,asalkan jangan tuan ." ucap Bryan .


Nabila tidak tahu harus memanggil panggilan apa pada pria yang ada di sampingnya itu ,dia mengingat Dista yang awalnya panggil Dimas adalah tuan ,terus memanggil namanya ,dan terakhir saat ini Dista memanggil suaminya itu adalah kakak .


"K_Kakak ... kak Bryan ." gumam Nabila .


"Nabila ...aku bukan kakakmu !! aku tahu umur ku terpaut jauh denganmu ,tapi aku merasa geli saat di panggil kakak olehmu , dan kamu bukan adikku ." ucap Bryan .


"La_lalu aku panggil apa ." ucap Nabila .


Bryan mengingat dimana dia menemui Nabila di panti saat dirinya pulang di kota B. ,gadis itu memanggilnya nama dirinya ,bahkan terasa menggoda saat gadis itu memanggil nama dirinya .


"Panggil aku Bryan ." ucap Bryan .


"Tapi.... .


"Bukannya kau di luar sana ,memanggilku namaku .. "BRYAN" " ucap Bryan menatap Nabila .


"B_bryan ."


"Sekali lagi , belum jelas ," ucap Bryan.


"Bryan ." ucap Nabila menunduk .


Bryan menghela napasnya berat ,dia melihat Nabila yang kini memanggil namanya tengah menunduk , kini Bryan menarik dagu Nabila hingga ke arah wajahnya .


"Nabila aku disini .. bukan di bawah sana ,kau memanggilku di tanah bawah itu ,?! dan aku tidak ada di sana ,tapi di sini ." ucap Bryan menatap mata gadis itu .


"Panggil aku namaku .." ucap Bryan lagi .


"Bryan ." ucap Nabila


Bryan pun melepaskan tangannya yang kini tengah menyentuh dagu Nabila dengan tersenyum ,dengan cepat dia menarik tangan Nabila dan meninggalkan tempat itu .

__ADS_1


"Ayo pulang !! kita sambil cari yang lain ." ucap Bryan .


"Bryan !! seseorang yang ada dalam impian mu ,apa itu aku ? perasaan ku untukmu ,di lubuk hatiku ,semua kebahagian ku ,datang dari dirimu .... "


Nabila hanya mengangguk patuh , lagi-lagi Bryan menggenggam tangan Nabila ,yang dimana membuat gadis itu serasa merasakan hangat dari telapak tangan pria itu .


.


.


.


Disisi lain.


Dimas masih saja mencari Dista yang tadi hilang di keramaian belum ketemu juga ,bahkan dia sudah mencari-cari gadis itu di setiap kerumunan orang-orang , kini dia menelpon gadis itu Kembali ,tapi lagi-lagi dista tidak mengangkatnya ,


"CK .... kemana perginya gadis ini ." ucap Dimas .


Kini dia menekan dan memanggil gadis itu lagi ,Dimas berasa lega saat gadis itu mengangkat telponnya ,tapi dia terkejut yang menerima telpon itu bukanlah Dista melainkan Nabila , Dimas terkejut saat teman-teman yang lainnya sudah berada di vila bahkan Nabila bilang ,Dista tidak membawa ponsel ,bahkan sedari tadi dia mencari gadis itu ,Dimas sudah panik saat ini dimana dia belum menemukan Dista .


"Tuan ." ucap Roy .


"Roy .. apa kau menemukan istriku ." ucap Dimas .


"Tidak tuan !! bahkan saya sudah mencari dan melihat ke loteng sana untuk melihat keramaian ini di atas ,tapi saya tidak menemukan nyonya Dista ." ucap Roy ikut panik ..


Seketika Dimas ingat , gadis itu pernah berkata ingin ke taman salju indah itu di saat sepulang dari tempat lampion , kini dia melangkah dimana taman itu berada .


"Roy kau kembalilah ke vila , biar aku sendiri yang mencari istriku ." ucap Dimas dengan di angguki Roy .


"Roy !! ingat ,kau jangan memberi tahu omah tentang ini ." ucap Dimas kembali dengan di angguki Roy .


Kini Roy dan Dimas pun pergi ke jalan yang berbeda , Dimas menelusuri jalan ke arah dimana taman salju itu berada , sesampainya di sana ,Dimas mencari-cari gadis yang sudah menjadi istrinya itu ,Dimas mendengar suara seseorang tertawa ,tapi dia kini mencari asal suara itu , Dimas hanya melihat orang bersama pasangannya saja tanpa melihat Dista , Dimas berjalan melangkah dan terus mencari asal suara tertawa itu , pandangan Dimas kini melihat ke arah pria paruh baya yang entah jualan apa.


Kini pandangannya pun beralih pada gadis yang tengah berjongkok dengan memainkan air , Dimas tidak tahu apa yang di lakukan gadis itu ,hingga membuat Dista tertawa , kini dia pun menghampiri gadis itu , Dimas terkejut saat melihat Dista memainkan jaringan kecil untuk menangkap ikan tersebut .


"Kenapa dia seperti bocah saja memainkan ikan ."


"Hey ikan mungil... kau susah sekali aku tangkap " ucap Dista yang kini berusaha menangkap ikan tersebut.


"Sini .. biar aku yang melakukannya ." ucap Dimas mengambil jaringan tersebut dari tangan Dista .


"Kak ....


"Diam ... " jawab Dimas langsung


Dista melihat pria itu yang kini tengah berjongkok untuk mengambil ikan yang berwarna biru itu ,Dimas mendapatkan ikan itu dan memberikan pada pedagangnya untuk segera di siapkan .


Dista terkejut saat Dimas berbicara dengan pedagang itu dengan berbahasa daerah itu ,ikan pun kini sudah di masukan dalam botol kecil dan memberikannya pada Dista .


"Ayo pulang ." ucap Dimas yang kini tengah melangkah .


"Kak tunggu ...


"Dita adista ... kau tahu tidak !! dari tadi aku mencari mu di area orang kerumunan itu ,kau membuatku pusing ,?! jika omah tahu akan kehilanganmu , nanti aku yang akan di omeli olehnya ." ucap Dimas berhenti dari langkahnya .


"Kak ... maffin aku ?! sebenarnya ta_tadi aku ... aku mencari yang lainnya, termasuk kakak ..aku tidak tahu kenapa aku tiba di sini dan ...


"Sudah ayo pulang .. ikuti aku .." ketus Dimas .


Dista hanya mengerucutkan bibirnya dan mengikuti langkah Dimas , bahkan Dista memaki-maki pria itu dengan kaki menendang batu kecil ,di saat Dista melangkah lagi , tiba-tiba hak heels yang dia pakai patah.


"Akhhh " pekik Dista .


Dimas yang melangkah di depan langsung terhenti saat mendengar suara Dista ,dia pun memberhentikan langkahnya dan melihat Dista .


"Ada apa ." tanya Dimas .


Dista langsung berdiri tegak dan melihat ke arah Dimas dengan tersenyum ,dan saat ini kakinya tengah di angkat sedikit agar pria itu tidak melihat,bahwa heels yang dia pakai haknya patah ..


"Eu . tidak apa ?! kak Dimas jalan aja ,aku mengikuti mu kok ,dan gak akan menghilang lagi " jawab Dista .


Dimas pun berbalik dan melanjutkan langkahnya ,Dista yang sudah melihat Dimas melangkah ,melihat heels nya Kembali ,dista pun kini berjongkok dan mengambil heels yang sudah tidak ada haknya itu .


Dista tidak sadar bahwa Dimas berhenti dan memperhatikan Dista ,kini pria itu pun melangkah menghampiri Dista dengan tatapan dinginnya , sesampainya di dekat Dista ,Dimas langsung membuang heels yang ada di tangan Dista dan langsung menggendong nya .


"Kak Dimas ..


"Jika tidak ingin pulang tanpa alas kaki ,maka diam dan jangan bergerak ." ucap Dimas .


"Tapi heels ku .. kenapa kau buang ." ucap Dista .


"Biarkan saja !! apa kau mau Kembali ke vila dengan kaki terpincang Karna heels tinggi sebelah ." ucap Dimas


"Nanti akan aku belikan heels lagi untukmu , dan sekarang diam dan jangan banyak bicara ." ucap Dimas melihat ke Dista dengan sembari berjalan .


"Kak .. turunkan aku .. aku bisa...


"Aku bilang diam Adista ,apa kau ingin aku membuang mu ke dasar danau jembatan itu ." ucap Dimas .


Dista pun langsung terdiam dan melihat wajah dingin pria itu ,bahkan Dista berpikir dengan apa yang di lakukan pria itu ,karna dia takut tubuhnya berat saat di gendong oleh Dimas


"Kak turunkan aku !! aku berat ,jika kau menggendongku sampai vila kau pasti keram ." ucap Dista .


Dimas tidak menghiraukan perkataan Dista ,dia terus saja lurus ke arah jalan ,baginya gadis yang kini sudah jadi istrinya itu sungguh bawel.


Dengan berjalan kaki 20 menit , akhirnya Dista dan Dimas pun sampai vila ,Roy yang kini sedari tadi menunggu tuan dan nyonya nya itu di depan ,terkejut saat melihat dari ke jauhan bahwa tuannya itu tengah menggendong Dista , dengan tersenyum jahil ,Roy pun menyempatkan untuk memotret nya dan mengirimkan pada nyonya besarnya itu .


"Tuan" ucap Roy .


"Roy buka pintu ,kau tidak lihat aku menggendong gadis bodoh ini ." ucap Dimas .


Dengan cepat Roy pun membuka pintu tersebut dengan lebar-lebar ,Roy menghela napasnya panjang saat Dimas sudah memasuki vila ,Erland terkejut melihat Dimas yang tengah menggendong Dista ,Dista mengisyaratkan pada Dimas untuk menuruninya .


Dimas mengerti dan langsung menurunkan gadis itu ,dengan cepat dia menyuruh Dista membersihkan diri ,ke empat pria yang kini memperhatikan Dimas hanya cengo saja ,di saat mereka melihat Dimas , tiba-tiba Dimas melihat ke arah mereka yang tengah melihatnya ,dengan cepat mereka pura-pura memakan cemilan yang berada di tangannya itu .


Tapi seketika ke empat pria itu saling pandang saat Dista dan Dimas berbeda langkah ,mereka sudah khawatir dengan apa yang tadi dia lihat ,kini bahkan mereka baru sadar .


Erland kini melihat Roy yang tengah masuk ,Roy yang di tatap oleh Erland membuat alisnya naik sebelah ,Irsan pun kini tengah mengetuk-ngetuk dagunya dengan berfikir .


"Kenapa mereka berbeda kamar "


"Roy apa kau sadar ," ucap Erland .


"Apanya ." jawab Roy .


"Kak Dimas sama kakak ipar berbeda kamar ." ucap Erland .


"Apa , anda tidak salah lihat kan tuan ." jawab Roy .


"Tidak !! mereka yang saksinya ." ucap Erland dengan di angguki ketiga pria itu.


"Gawat !! kalau sampai mereka pisah kamar ,kita tidak akan bisa membuat dunia surga buat mereka ." celetuk Irsan .


"Jika sampai omah tahu ,kalau kita belum melakukannya ,kita yang akan di hukum ." ucap Steven .


"Roy !! kau beri tahu omah ,bahwa kakakku disini tidak bulan madu ,tapi pisah kamar ." ucap Erland .


Roy melangkah ke arah taman belakang dan langsung menghubungi nyonya besarnya itu ,setelah menghubunginya dia pun kembali ke arah dimana dirinya tadi di ruang tamu ,Roy memijat pelipisnya saat omahnya itu menyuruh para pemuda itu untuk berpikir agar Dimas tidur satu ranjang, Roy pun menceritakan itu pada Erland ,bahwa omah menyuruh mereka untuk berpikir .


"Kita harus membuat rencana !! eh .. apa para wanita masih di dapur ." ucap Irsan .


"Mereka tengah di dapur ,apa yang akan kau lakukan Irsan," ucap Erland .

__ADS_1


"Aku akan melakukan sesuatu ,agar dimas satu kamar dengan kakak ipar , lihat saja !! semua itu serahkan padaku . " ucap Irsan .


Irsan dengan percaya dirinya tersenyum jahil ,ke empat pria itu hanya memperhatikan Irsan yang tengah senyam-senyum sendiri ,Erland berpikir dengan apa yang akan di rencanakan oleh sahabatnya itu ,tapi Erland yakin hanya Irsan lah yang suka banyak ide mesum .


__ADS_2