
Dua hari telah berlalu .
Hari ini hari Minggu ,Dimas keluar tanpa mengajak Dista ,bahkan pria itu menghabiskan waktunya hanya untuk memilih gaun tanpa membawa Dista ,Karna pria itu tahu size baju istrinya itu .
Dimas pulang tepat pukul 4 sore ,dia keluar dari mobil dan membawa kotak besar yang berisi gaun ,dia membawanya dengan tersenyum ,langkah demi langkah dia pun sampai dimana Kini dirinya berada di ambang pintu kamarnya.
Dimas masuk dan melihat Dista yang kini tengah duduk di meja rias ,Dista yang tengah bercermin langsung mengalihkan pandangannya pada pria itu .
"Kak sudah pulang ." ucap Dista dengan di angguki Dimas .
Dimas membawa kotak besar itu dan menghampiri Dista dengan berdehem ,Dista yang melihat Dimas membawa kotak besar mengerutkan keningnya .
"Ini , kau lihatlah ." ucap Dimas memberikan kotak itu .
Dista pun menerimanya dan melihat pria itu ,Dista tidak tahu apa isi dalam kotak besar tersebut , Dista pun mencoba untuk membukanya dan melihatnya.
"Ini gaun yang sangat cantik ... tapi untuk apa ." ucap Dista .
"Untuk apa ?! ya untukmu .." jawab Dimas .
"Apa kau lupa akan hal tempo hari aku katakan ,!! aku akan membawa mu ke acara amal malam nanti." ucap Dimas .
"Emm ...aku gak lupa kok kak ... !! tapi kakak gak perlu repot membawa gaun untuk acara malam ,bahkan aku juga sudah menyiapkan nya kok ." jawab Dista .
" Aku menyiapkan nya karna ingin melihat istriku memakai gaun yang aku pilih , kamu tidak bisa menolak ,nanti malam kau harus pakai gaun itu ." ucap Dimas .
"Lihatlah dulu gaunnya dengan benar !! kau pasti akan suka ,aku yakin gaun itu cocok di tubuh kecilmu itu ." ucap Dimas .
Dista hanya menganggukkan kepalanya dan mencoba melihat gaun itu ,Dista terkejut saat melihat gaun itu ,bahkan tadi dia hanya melihat dari model lipatan kerahnya saja .
"I_ini terlalu kemewahan ..aku ...
Dista terkejut saat Dimas melangkah ke arahnya dan mendekati Dista dengan mendekatkan wajahnya .
"Aku sengaja memilihkan gaun itu untuk mu ,tidak ada penolakan ,aku ingin kamu malam ini memakai gaun itu ." ucap Dimas menatap wajah Dista .
"Eu .. emm...emm.." jawab Dista dan mundur beberapa langkah .
Dista memegang perutnya yang serasa tidak nyaman ,Dimas yang melihatnya pun memperhatikan Dista .
"Kenapa ." tanya Dimas .
"A....aku ke kamar mandi dulu kak ." jawab Dista langsung jalan ke arah kamar mandi .
Dimas hanya melihat kepergian gadis itu dengan tersenyum tipis ,kini matanya melihat ke arah kotak baju yang dia berikan pada Dista ,Dimas menghela napasnya dan merogoh ponsel di sakunya untuk mengrimkan pesan pada Steven untuk berterima kasih pada tante Rengganis ,karna telah memilihkan gaun .
Selang beberapa menit ,Dimas melihat Dista yang kini tengah keluar dari kamar mandi dengan raut wajah di tekuk , Dista langsung meringkuk di ranjang dengan memegang perutnya tanpa memperdulikan Dimas .
Dimas yang melihat Dista tidur mengerutkan keningnya ,kini Dimas melangkah mengahmpiri dista .
"Kamu kenapa Dista !! apa kamu mengantuk ,!! apa kau tidak akan mencoba gaun itu dulu untuk menjajalnya ." ucap Dimas .
Dista hanya menggelengkan kepalanya menahan rasa sakit di perut ,Dimas di buat heran dengan istrinya itu ,kenapa tiba-tiba Dista menjadi murung .
"Apa kau tidak menyukai gaunnya , kalau gitu biar aku pesankan gaun yang la...
"Kak ... kamu kenapa bawel banget sih .. ?! kakak gak perlu repot-repot untuk memesan gaun lagi , dan lagi aku malam ini tidak jadi menemani mu ke acara itu ," sewot Dista .
Dimas terkejut saat dia mendengar nada ketus Dista , gadis itu tidak seperti biasanya ,bahkan tiba-tiba berubah .
"Kenapa ,?! bukannya kamu mengatakan iya untuk ikut denganku ." ucap Dimas .
"Kak !! kenapa kau berkata kenapa !! pokonya aku tidak bisa menemani mu dan tidak bisa pergi ." Jawab Dista dengan kesal karna menahan rasa sakit .
Dimas menghela napasnya ,bahkan dia melihat Dista yang terpejam ,dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya itu ,bahkan nada suara Dista berubah dan sedikit marah-marah menjawab pertanyaan Dimas .
Dimas melangkah keluar untuk pergi ke ruang kerjanya ,dia ingin mencari tahu dengan setiap tingkah istrinya yang tiba-tiba berubah ,dengan penasarannya Dimas membuka laptopnya dan dia pun mencari tentang perubahan sifat seorang wanita yang berubah-ubah .
Di saat Dimas akan memulai ,dering ponselnya berbunyi di karnakan ada yang menelponnya ,Dimas melihat nama panggilan itu dan menerimanya.
"Hallo ."
"Dim aku sudah mengirimkan email padamu dan.....
"Ada yang ingin aku katakan dan butuh bantuan jawaban mu..." jawab Dimas memotong ucapan Bryan.
"Apaan ...!! tumben sekali kau ingin mengatakan sesuatu ,biasnya kau hanya sendiri melakukannya .. sungguh tidak menarik sekali ... dan aku tidak ingin menjawabnya ." decak Bryan di balik telpon
"Anggap saja itu pekerjaan dadakan untuk mu ." jawab Dimas .
"Tidak " ucap Bryan .
"Akan ku naikan gaji mu jika kau tau jawaban yang akan ku katakan ." ucap Dimas .
"Baiklah !! aku akan menjawab pertanyaan mu ,apapun itu ?! dan sekarang katakan saja ,apa yang akan kau katakan padaku ."
"Apa kau tahu ,kenapa wanita tiba-tiba marah dan bahkan memberikan wajah kusut ,bahkan dari ucapannya saja pun ketus " ucap Dimas .
Bryan yang di sebrang sana mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Dimas ,dengan helaan napasnya ,Bryan hanya geleng kepala .
"Jangan bilang CEO besar seperti mu tidak tahu akan hal itu ." jawab Bryan.
"Jelaskan yang jelas ,kalau tidak ku tarik lagi untuk menaikan gaji mu ." ucap Dimas .
"Yah ! kau benar-benar sungguh tidak tahu itu kenapa ,bahkan kau bertanya padaku ." jawab Bryan .
Dimas tidak menjawab pertanyaan Bryan dia hanya memikirkan perkataan nya saja ,dia tidak mengerti dengan apa yang di maksud Bryan.
"Maksudmu !! tidak tahu apa ." ucap Dimas .
"Tamu bulanannya datang ." jawab Bryan dengan menghela napasnya .
"Bryan !! Dista tidak mempunyai tamu bulanan ,bahkan tidak ada tamu datang ke mansion ." ucap Dimas dengan nada kesal .
Bryan tercengang saat Dimas mengatakan itu ,Bryan yang di sebrang sana menahan tawanya ,saking tidak tahan dia pun menertawakan Dimas .
"Dimas .!! Kau benar-benar tidak tahu ,apa sedang mengerjai ku ." ucap Bryan dengan tawanya.
"Wanita yang tiba-tiba marah ,terus panik bahkan di sentuh saja ngamuk ,bahkan itu hanya untuk beberapa hari ,tidak akan selamanya wanita seperti itu ." ucap Bryan lagi .
"Dimas ... !! aku kasih kode agar kamu paham ,wanita yang bersuami istri itu pasti akan paham kamu yang sebagai suami ... jika kau tidak mendapat jatah malam 7 hari itu tandanya wanita sedang kedatangan tamunya .. kau pasti akan paham apa maksud ku ini ." ucap Bryan kembali .
Dimas langsung mengerti dengan yang di ucapkan oleh Bryan ,kini dia paham dengan apa yang di alami Dista ,dengan cepat Dimas mematikan telpon Bryan dan beranjak dari ruang kerjanya .
Dengan cepat Dimas melangkah ke arah kamarnya untuk melihat keadaan dista ,di saat dia di kamar ,Dista masih berbaring dengan wajah pucat .
__ADS_1
"Dista ." panggil Dimas .
"Kak ... aku tidak ingin bicara dengan mu , aku benar-benar tidak ada tenaga !! sudah ku bilang ,aku tidak bisa ikut malam ini dengan mu ." ucap Dista .
"Apa perlu bantuan ,agar rasa sakit di perut mu menghilang ." ucap Dimas berjongkok melihat Dista yang pucat .
"Apa yang akan kakak lakukan dan gimana caranya " jawab Dista .
"Hemmm ... aku akan membantumu dan merawat mu seperti kau merawat ku saat sakit perutku ." ucap Dimas .
"Kamu tunggu sebentar ya ." ucap Dimas lagi .
Dimas kembali lagi keluar dan meninggalkan dista ,Dista yang melihat Dimas berjalan dengan cepat hanya menghela napasnya berat dengan menahan rasa sakit di perut .
Tak butuh waktu lama Dimas pun kembali dengan membawa nampan di tangannya ,Dimas menaruh nampan di atas nakas dan memberikan ramuan jahe hangat yang di beri gula untuk Dista .
"Ayo ..!! di minum dulu ." ucap Dimas .
Dista pun hanya mengangguk dan perlahan bangun dari tidurnya ,meminum ramuan jahe yang sudah Dimas siapkan.
"Aku tidak tahu ,apa obat untuk penyeri yang kau alami sekarang !! aku hanya tahu ini di internet saja dan membuatnya ! tapi aku harap ini bisa meredakan sakit akut mu ." ucap Dimas .
Dista meminum ramuan jahe itu dengan habis ,setelah itu Dimas memberikan aspirin pada istrinya itu ,setelah semuanya di lakukan ,Dimas meremas handuk kecil yang sudah di sediakan di wadah yang berisi air hangat .
"Kak .. aku gak demam ." tanya Dista .
"Aku akan mengompres perutmu ." jawab Dimas .
"Ta....tapi ... aku bisa sendiri ." ucap Dista .
"Dista ,!! buang rasa gengsi mu itu !! aku suamimu ,bahkan aku juga sudah melihat semua tubuhmu ,biarkan aku yang melakukannya ." jawab Dimas manarik baju Dista sedikit ke atas .
Dista hanya membiarkan apa yang di lakukan oleh suaminya itu ,dia melihat wajah tampan Dimas yang kini tengah serius merawatnya , ternyata dari tampang wajah dinginnya pria itu memiliki sisi perhatiannya dan juga peduli apa yang saat ini Dista rasakan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam pun tiba .
Bryan kini tengah menunggu Nabila di salon yang dia datangi satu jam yang lalu ,dia melihat jam yang ada di tangan kekarnya menunggu Nabila yang kini tengah di rubah penampilannya oleh pekerja Salon, kini dia melihat ponselnya yang barusan bergetar .
Bryan yang kini tengah serius dengan ponselnya ,di kaget kan dengan suara Nabila saat memanggil namanya .
"Bryan ." panggil Nabila .
Bryan mengalihkan pandangannya ke arah asal suara ,dia terkejut saat melihat penampilan nabila malam ini ,Bryan yang masih melihat gadis itu membuat Nabila heran ,apa ada yang salah dari penampilan dirinya .pikir Nabila .
"Bryan !! kenapa ?! apa penampilan ku sangat jelek ." ucap nabila .
"Tidak !? kau sangat cantik , sangat cantik." jawab Bryan berjalan menghampiri Nabila .
"Aku merasa !! aku ingin membatalkan kepergian ini ." ucap Bryan menatap wajah Nabila .
"Kenapa di batalkan " ucap Nabila heran .
"Aku tidak ingin kamu di lihat orang lain !! aku hanya ingin cuma aku yang melihat mu ,!! hanya aku yang melihat mu saja ." ucap Bryan membelai wajah Nabila .
"Tapi berhubung acara malam ini harus membawa pasangan !! aku harus tetap membawa mu dan menemani ku dansa malam ini ." ucap Bryan yang tidak lepas dari pandangan Nabila .
"Da_dansa .." jawab Nabila terbata dan di angguki Bryan .
"A...aku tidak bisa Bryan !! aku tidak bisa dansa !! eu... kalau gitu aku tidak jadi iku ..
Bryan yang melihat bibir Nabila membuat dirinya tergoda oleh bibir mungil itu ,telunjuk Bryan yang masih menempel di bibir Nabila kini beralih menjadi menyentuh dagu Nabila ,dengan ibu jari menahan bibir gadis itu ,Bryan pun mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Nabila yang terhalang oleh ibu jarinya .
"Bryan ... " dorong Nabila .
"Kenapa ," jawab nya .
"Jangan lakukan itu lagi , aku gak mau, itu terlalu cepat bagiku ." ucap Nabila .
"Memangnya kenapa sayang ku !! bukannya kita pernah beberapa kali seperti itu ,?! bahkan aku barusan tidak begitu mencium mu ,aku hanya mencium ibu jariku saja ." ucap Bryan.
Nabila tidak menjawab Bryan, dia hanya memalingkan wajahnya Karna Malu ,Nabila mengingat dimana dirinya tak sengaja ciuman di mansion Karna ulah ana yang meminta membuatkan seblak ,bahkan dimana dirinya di Jerman ,pria itu mengecup bibirnya, Bryan tersenyum tipis dan menarik tangan Nabila berjalan ke arah dimana mobilnya berada .
"Aku .... aku deg-degan sampai-sampai lupa berbalik ,jantungku berdetak kencang seperti mau copot ,?! kalau di ingat-ingat ,aku hanya mengingat angin malam yang sepoi-sepoi yang begitu lembut ."
Bryan memasangkan sabuk pengaman pada Nabila dengan tersenyum mengingat kejadian beberapa menit yang lalu ,Bryan benar-benar gemas melihat wajah merona nya Nabila ,dengan beberapa jam yang akan datang tepatnya selesai acara malam ini ,dia sudah berniat akan membawa Nabila ke suatu tempat untuk melamarnya .
Tak butuh waktu lama ,Bryan kini sampai dimana acara itu di selenggarakan ,di saat Bryan akan turun Nabila menahan tangan Bryan .
"Kenapa " tanya Bryan .
"Kalau aku masuk !! mereka akan bertanya-tanya aku ini siapa kamu ." ucap Nabila .
" Aku tidak perduli !! aku akan mengatakannya pada orang yang bertanya ! bahwa kau adalah kekasihku ." jawab Bryan tersenyum .
Bryan turun terlebih dahulu ,dan membuka pintu untuk Nabila ,bahkan pria itu mengulurkan tangannya ,Nabila yang melihat itu hanya tersenyum dan menerima tangan Bryan.
Semua orang terkejut saat pria yang tak lain adalah sekertaris dari CEO anggara membawa seorang wanita cantik ,bahkan wanita-wanita yang sudah berdatangan terkejut melihat Bryan tengah tersenyum ke arah gadis itu .
"Bukan kah itu adalah sekertaris yang cukup di kenal dingin ,ini baru pertama kalinya melihat dia tersenyum ." ucap seorang pria .
"Betul !! siapa wanita cantik yang ada di sampingnya itu ,apa dia kekasihnya ." ucap yang lainnya .
Orang-orang melihat ke arah Bryan yang kini berjalan masuk bersama Nabila ,bahkan para media pun tertarik untuk memotret kedua pasutri itu ,Nabila benar-benar gugup saat media itu berlari ke arah dirinya yang kini berjalan ,Bryan yang merasakan tangan Nabila bergetar menggenggamnya .
"Jangan takut !! ada aku ." ucap bryan dengan di angguki Nabila .
Bryan dan Nabila menghampiri Mikha yang tengah berdiri yang saat ini melihat ke arahnya .
"Selamat malam tuan ." ucap Mikha yang melihat tangan Nabila yang di genggam oleh Bryan .
"Hemm ... apa tuan Anggara belum datang ." ucap Bryan celingak celinguk .
"Belum tuan !! kemungkinan sebentar lagi ." ucap Mikha .
Bryan hanya mengangguk dan langsung beralih pandangannya ke arah Nabila , Bryan masih menggenggam tangan Nabila agar tidak lepas ,Bahkan pria itu tidak ingin lepas pandangannya pada gadis cantik yang kini dia tahan itu .
Selang beberapa menit ,para media kini tengah berlarian saat seseorang tengah berjalan ke arah pintu masuk ,mereka menyambut Dimas CEO dari perusahan besar mensponsori acara amal malam ini,
Semua orang bertanya-tanya ,, CEO yang kini tengah berjalan dengan wajah dinginnya hanya berjalan sendiri tanpa di dampingi pendamping ,yah! mereka mengira bahwa Dimas masih seorang diri ,tapi kenyataanya dia sudah beristri ,hanya saja mereka tidak tahu ,bahwa CEO tampan itu sudah menikah .
Dimas melihat Bryan yang kini bersama Mikha dan juga Nabila , bahkan dia melangkah menghampiri ketiga orang itu, Bryan celingak-celinguk mencari seseorang , bukan hanya Bryan ,tapi Nabila juga celingak-celinguk mencari Dista ,dan hanya melihat Dimas sendiri .
"Dimana nyonya Dista ." bisik Bryan pada Dimas .
__ADS_1
"Dia sedang sakit !! dan tidak bisa menemani ku malam ini .." gumam Dimas .
"Dimas ?! semua orang di sini membawa pasangannya masing-masing ,,CEO besar seperti mu kenapa tidak membawa istrimu ." bisik bryan .
Nabila yang mendengar Dista sakit terkejut ,dengan cepat dia bertanya pada Dimas dengan apa yang sudah terjadi pada sahabatnya itu , Dimas yang melihat nabila penasaran pun menceritakannya .
Nabila bernapas lega, bahwa sahabatnya itu hanyalah sakit perut menstruasi , tapi Nabila seketika melihat Dimas yang datang sendiri tanpa pendamping ,Nabila yang melihat-lihat orang membawa pasangnya ,tapi tidak dengan Dimas ,Nabila berinisiatif pergi untuk menelpon ana .
"Bryan !! aku mau ambil minum dulu ya ." ucap Nabila .
"Biar aku saja !! kamu di sini aja ." jawab Bryan .
"Gak ...enggak ... biar aku saja sendiri ." ucap Nabila menahan Bryan .
"Ya udah ..!! jangan jauh-jauh .. kau harus lihat aku terus .." ucap Bryan dengan di angguki Nabila .
Nabila pun melangkah ke arah dimana dia akan menelpon ana , nabila menunggu jawaban dari ana ,selang beberapa detik ,ana pun menerima telpon Nabila , Nabila yang kini menelpon ana menceritakan Dimas yang datang ke acara amal hanya sendiri tanpa pasangan ,sedangkan yang lain membawa pasangannya , ana yang mendengarkan perkataan Nabila tercengang bahwa Dista tidak ikut ke acara amal itu ,Dengan cepat ana pun mengatakan akan membantu Dista untuk memaksanya datang ke acara amal itu , bahkan Nabila pun langsung mematikan Telponnya .
Nabila melangkah ke arah dimana Bryan tadi berada ,di saat Nabila melangkah seseorang pria tengah menahan tangannya ,yang dimana membuat Nabila kaget .
"K_kaau ....
"Hay nona ,kita bertemu lagi ." ucap Martin .
"Maaf ... " ucap Nabila menepis tangan pria itu .
Nabila melangkah ke arah Bryan dan langsung memegang tangan kekar pria itu ,Bryan yang melihat Nabila menundukan kepalanya mengerutkan keningnya .
"Nabila !! kamu kenapa " tanya Bryan .
"Gapapa kok ." jawab Nabila tersenyum .
Martin yang di arah sana melihat gadis itu tengah di sisi Bryan mengerutkan keningnya ,kini pandangan nya melihat ke arah Dimas yang berdiri di dekat Bryan ,Martin pun menghampiri Dimas serta Bryan dan Mikha .
"Tuan Anggara ." ucap Martin .
"Hemm ... " jawab Dimas .
Martin mencari-cari seseorang yang tak lain adalah Dista ,kini pandangannya melihat ke arah Dimas yang tak membawa pasangan .
"Dimana pacar anda tuan Anggara " ucap Martin .
Dimas tidak menjawab pria itu ,Martin Yanga melihat Dimas hanya diam saja tersenyum kecut .
"Apa yang anda katakan itu semuanya hanya candaan , bahwa nona Dista bukanlah pacar anda atupun istri , jika memang pacar anda ,dia pasti mendampingi Anda di sini ." ucap Martin .
Bryan yang mendengar ucapan Martin langsung maju melangkah ke arah Martin ,di saat dia melangkah Dimas menahannya .
"Itu bukan urusanmu ,tuan Martin " ucap Dimas .
Di saat suasana yang sudah menegangkan dari tatapan Dimas dan martin MC di panggung sudah memerintahkan untuk bersiap-siap untuk melakukan dansa ,Martin dan Dimas melihat ke arah MC ,kini Martin undur diri pada Dimas yang kini tengah menatapnya dengan dingin .
"Baiklah !! kalau begitu saya akan pergi menyapa yang lain ,selamat malam tuan Anggara ." ucap Martin dengan di angguki Dimas .
"Para tamu yang terhormat ,kita akan melakukan tarian untuk para pasangan di acara lelang malam ini ,dan para tamu yang terhormat ,silahkan membawa pasangan untuk dansa ke panggung ,bahkan kami disini sudah mengundang sponsor perusahaan terbesar malam ini ,CEO Anggara group , tuan Dimas Adelard Anggara .( Di sponsori oleh perusahaan DA'GROUP dari kota xxxx ..untuk memimpin lelang di malam ini ,mari kita beri tepuk tangan buat tuan Dimas Anggara ."
Dimas hanya diam dengan wajah dinginnya dan memberikan anggukan kecil ,dan bertepuk tangan dengan di ikuti para tamu tersebut , kini pandangan Dimas melihat ke arah Bryan yang kini bersama Nabila ,Bryan hanya cuek dan tak memperdulikan Dimas , Dimas yang melihat orang-orang bersama pasangannya hanya menghela napasnya berat ,Mc yang di atas panggung pun mengeluarkan suaranya kembali dan melihat ke arah Dimas .
"Tuan Dimas ,, apakah anda sudah siap, karna perusahan anda yang sudah mensponsori acara ini ."
"Mohon maaf ...kalian langsung saja ,!! pasangan ku hari ini tidak bisa menemani " ucap Dimas .
"Kata siapa tidak menemani ." ucap ana yang kini berada di ambang pintu masuk bersama Dista .
Dimas terkejut saat mendengar suara adik iparnya itu ,bahkan dia membalikan tubuhnya dan melihat ke arah pintu masuk ,Dimas terkejut saat Dista yang kini berjalan dengan tersenyum .
Dimas melihat ke arah Erland dan juga Steven serta Roy yang kini tengah bersama pasangannya masing-masing ,Ketiga pasangan itu pun masuk dengan mengikuti Dista yang berjalan ke arah Dimas ,Nabila yang melihat itu tersenyum ,akhirnya Dista datang dan menemani Dimas malam ini .
"Aku datang dan akan menemani mu ." ucap Dista .
"Kenapa kamu datang !! bukannya kamu sedang sakit ." jawab Dimas khawatir .
"Aku sudah sembuh ,karna sudah meminum ramuan yang di buat oleh suamiku ." ucap Dista tersenyum .
"Kak Dimas !! karna aku sembuh dari rasa nyeri ku ,aku datang untuk menemani mu , dan akan berdansa malam ini dengan mu ." ucap Dista mengulurkan tangannya .
Dimas tersenyum dan menerima tangan Dista ,Dista terkejut saat Dimas menarik pinggangnya , Martin yang melihat Dista berdansa dengan Dimas terkejut ,dia tidak menyangka penampilan gadis itu berbeda di malam ini ,Martin yang melihat gadis itu berdansa dengan Dimas membuat dia menggepalkan tangannya ,
Tarian malam itu pun di mulai dengan para pasangan tari di malam acara lelang tersebut ,dengan alunan musik di acara malam itu ,sementara di sisi lain ,Nabila yang belum pernah berdansa harus mengikuti gerakan Bryan ,bahkan sesekali Nabila harus ada acara kaki yang menginjak kaki Bryan ,yang dimana membuat pria itu tersenyum saat gadis itu menginjak kakinya .
Nabila yang tidak bisa mengontrol dan mengikuti gaya tarian itu ,membuatnya berhenti dan menahan gerakan Bryan ,Nabila yang menahan Bryan membuat Bryan menghela napasnya ,langsung saja pria itu menarik pinggang Nabila dan menaikan tangan Nabila ke pundaknya .
"Cukup ikuti gerakan aku saja ,dan tatap wajahku ,dan jangan melihat ke bawah ," ucap Bryan .
Nabila hanya mengangguk kan Dan mengikuti apa perkataan Bryan ,Nabila yang di tatap Bryan memalingkan wajahnya ,seketika Bryan berhenti dari dansanya ,Nabila yang melihat Bryan berhenti melihat wajah pria itu , bryan melirik orang-orang yang tengah serius berdansa ,langsung mengecup bibir Nabila dengan menahan tengkuk gadis itu .
Nabila terkejut dengan apa yang di lakukan Bryan ,Bryan menempelkan bibirnya begitu lama ,meskipun hanya kecupan dan lampu gelap ,tetap saja membuat Nabila takut , dengan cepat Nabila mendorong Bryan dengan pelan .
Bryan tersenyum ,pikirnya ini kesempatan dimana orang-orang tengah serius berdansa dan lampu gelap ,dia bisa mencuri bibir gadis itu walau hanya kecupan saja .
.
.
.
Di sisi lain .
Wanita cantik bak model tengah berjalan ke arah ruangan dimana acara lelang tersebut ,kini dia melangkah ke arah dua wanita yang tengah membawa dokumen dan aset perusahaan yang akan di lelangkan .
"Tunggu " ucap nya .
"Nona Amalia." ucap kedua wanita tersebut .
"Serahkan padaku !! aku sendiri yang akan membawa aset ini untuk lelang malam ini ." ucap nya dengan di angguki kedua wanita tersebut .
Wanita itu pun juga melangkah ke arah dimana panggung yang akan mengadakan acara lelang tersebut , wanita yang berumur 26 itu kini tengah berjalan sembari tersenyum dengan membawa nampan yang berisi aset perusahaan yang akan di lelangkan .
Para tamu sudah bersiap untuk mengadakan lelang tersebut ,bahkan mereka tengah menunggu ,MC pun bersiap untuk menyambut orang yang akan naik panggung tersebut.
"Selamat malam di acara lelang yang akan di senggelarakan langsung malam ini ,lelang tanah untuk perusahan desainer bermerk ."
"Wahhh ... tanah perusahaan desainer bermerk ,!! sangat menakjubkan ,Aaa ... aku sangat menyukai desainer bermerk itu ." celetuk Dista .
Dimas yang melihat Dista berbinar mengerutkan keningnya ,tapi seketika Dista terdiam dengan wajah di tekuk ,dia tidak mungkin menawar tanah perusahaan itu yang mungkin harganya akan sangat tinggi ,dimas yang melihat Dista murung langsung mengerti ,dia akan menawar perusahaan itu untuk istrinya .
__ADS_1
"Baik .. lelang kali ini akan di tampilkan sendiri oleh penyelenggara dan juga sponsor dari acara lelang malam ini ,dia adalah desainer seni sekaligus desainer kecantikan yang baru kembali dari luar negri ,wanita cantik dan juga berbakat ,nona Amalia Ayunda ."
Dimas yang mendengar nama itu langsung mengalihkan pandangan nya ke arah tangga ,tepatnya melihat wanita yang tengah berjalan ke arah panggung ,bahkan Dimas melihat wanita itu berjalan dengan anggun ,Amalia pun melihat pria yang di bawah sana tengah menatapnya ,Amalia hanya tersenyum di saat pria itu menatapnya .