Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Dia milikku.


__ADS_3

Di dalam mobil ,mereka hanya diam dan tak bersuara ,Erland menatap ana dengan tatapan yang sulit di artikan , kini dia berfikir akan hal pernikahan nya itu ,bagaimana pun juga dia adalah pria normal ,dia belum mendapat kan hak nya sebagai suami .


"Aku belum mendapatkan nya ,baiklah mungkin tidak akan lama lagi dia akan menjadi milikku , dia dan semua tubuh nya adalah milikku ."


Di saat Erland bersandar kembali ke kursi mobil , tiba-tiba selimut yang dia pakai untuk menutupi kaki nya melorot ke bawah ,dan semua itu terlihat oleh ana, tidak terlalu berpikir panjang ana langsung membenarkan selimut itu .


"Kenapa kaki nya tidak terluka sama sekali ,bukan kah tubuh nya terbakar semua , dan kenapa dia memakai kursi roda , ? ahh mungkin hanya kaki nya saja yang tidak terkena api ,pantas saja waktu itu dia sangat kuat di saat malam dimana aku tidur satu ranjang dengan nya ."


"Kenapa kau menunduk Anatasya, apa kau penasaran dengan tubuh ku ini ,jika kau penasaran dengan tubuh ku ,dengan senang hati ,aku akan membuka nya ?jika kau penasaran dengan tubuh ku ."


Ana tertegun dengan perkataan pria yang ada di samping nya itu , bisa-bisanya nya pria itu melontarkan perkataan seperti itu di depan pak Urip sang supir .


"Dia sudah terluka seperti itu pun masih bisa bercanda ,kenapa sifat nya sungguh mirip dengan adik kesayangan nya itu .,? memang bersaudara kandung dari satu ayah ,tapi kenapa dia bilang hanya anak haram ,apa ayah nya dulu menghamili ibu nya Erland ,? ah sudah lah bukan urusan ku ,"


Kini Erland memalingkan wajah nya ke arah jendela ,dia tidak bisa menunjukan kan sifat nya seperti Dimas, tapi dia tetap berusaha seakan-akan sekarang adalah Dimas ,dan mengikuti peran yang dia mainkan .


"Apa Erland selalu menindas mu ." ucap Erland dengan berusaha setenang mungkin .


Ana melihat pria yang ada di samping nya itu , kenapa dia harus menceritakan Erland yang sering mengganggu nya ,di hati ana ingin memberikan jawaban yang sebenarnya tentang Erland ,tapi mulut nya selalu kelu untuk mengatakan nya .


"Di_dia lumayan baik ," ucap ana bohong .


"Kenapa aku ada di pihak si brengsek itu ,dan kenpa aku terus saja melindungi dia dari Dimas ,"


Erland terkejut dengan perkataan gadis yang ada di samping nya itu ,kenapa dia tidak mengatakan yang sebenarnya ,kenyataan yang di alami dalam pernikahan nya itu .


"Aku dengar kau melindungi nya dari sup panas ,aku ingin melihat luka mu ,separah apa ,"


"Su_sudah membaik kok, kau tak perlu khawatir, luka di punggung ku juga tidak parah kok ," ucap ana gelagapan.


"jika itu terjadi , habis aku ,? malu dengan supir yang ada di depan kita ,bahkan dia enteng sekali berkata seperti itu, kenapa sifat nya hampir sama dengan si tembok cap brengsek itu ."


Erland menatap gadis yang ada di depan nya itu , kenapa dia sungguh takut untuk di lihat suami nya sendiri ,bahkan dirinya cuman hanya ingin melihat gimana keadaan punggung nya .

__ADS_1


"Meskipun dia mengatakan sudah membaik ,tapi aku hanya ingin melihat nya ,waktu itu terakhir kali nya aku mengoleskan punggung nya ,dan sekarang aku hanya ingin membuktikan nya jika dia benar-benar sembuh dari luka itu ."


Erland menatap gadis itu dengan sendu , dirinya khawatir akan istrinya , dia melihat ana yang duduk memalingkan wajah nya ke jendela mobil dengan penuh ketakutan .


"Ana ,jika aku tidak melihat nya aku tidak tenang. " ucap Erland dengan kekhawatiran nya .


Ana melihat keadaan di mobil itu , dia melirik pak Urip yang tengah menyetir ,dan melirik ke arah Erland ,dimana pria itu sungguh penasaran akan hal luka yang ada di punggung ana .


"Dimas aku sungguh sudah sembuh , kau tak perlu khawatir ,lagi pula jika kau melihat punggung ku ,aku tidak enak dengan pak Urip ." ucap ana dengan susah payah menelan salipnya dengan kasar.


"Ana kenapa kau melarang ku untuk melihat luka mu , aku suami mu , dan aku mengkhawatirkan mu , pak Urip kau tak perlu hirau kan dia , dia sedang pokus menyetir ."


Ana melihat mata manik suami nya itu , ada rasa kekhawatiran yang dia lihat dari pancaran matanya.


"Kenapa dia marah , bahkan di saat marah seperti itu aku mengingat sifat pria brengsek itu ."


Ana di buat kaget oleh Erland ,karna tangan nya di tarik ,dan kini dia telah berada di pangkuan Erland , hal itu membuat ana malu di depan pak Urip .


"Dim, , su_suami ku kau tak perlu begini ,jika kau memeluk ku ,aku takut luka mu kenapa-napa." ucap ana yang melirik ke arah pengemudi .


Erland tidak menjawab pertanyaan ana ,dia diam dan memeluk ana dengan erat ,semetara Pak Urip hanya menghela nafas nya berat, dia tidak mengerti pasangan itu selalu saja beradu mulut sedari tadi, di dalam hati pak Urip merasa ingin segara sampai di mansion .


"Haih ,, pasangan ini masih malu-malu kucing ,tuan dan nyonya apa kalian ini tidak melihat saya , jika ingin berbuat romantis jangan di belakang saya , meskipun di belakang tapi pendengaran ku ini sungguh teramat terbuka lebar ,"


"Suami ku ."


"Diam ,biarkan aku memeluk mu sebentar ," ucap Erland dengan menutup mata nya .


Kini mobil yang membawa mereka sampai di halaman mansion Anggara, ana membatu suami nya itu turun dengan hati-hati, di saat mereka sampai depan pintu ana ingin memberanikan diri bicara dengan suami nya itu .


"Suami ku biarkan aku masuk dan mengantarkan mu untuk ke ruang perawatan , aku tidak akan mengganggu mu ,aku hanya ingin merawat mu dan ingin menjadi istri yang baik dan tanggung jawab pada suami ku ,oke ." ucap ana memberhentikan kursi roda .


"Kenapa gadis ini selalu peduli dengan kakakku ,apa dia mencintai kakakku , kenapa dia begitu ingin melihat dan merawat kak Dimas, ke pura-puraan dia yang hebat ,apa dia memang menerima suami cacat seperti ku yang berperan kak dimas, apa dia memiliki perasaan pada suami yang memiliki tubuh dan wajah yang hancur ."

__ADS_1


Erland menatap wajah gadis yang ada di depan nya itu ,dia tersenyum jahil saat ini ,dia berpikir akan mengerjai gadis yang ada di depan nya itu .


"Apa kau kesepian , baiklah tunggu malam ini aku akan menemanimu ." ucap Erland dengan senyum jahil nya .


"Dimas aku tidak bermaksud seperti itu ,aku juga tidak kesepian kok ,aku hanya ingin menjagamu saja ,kau jangan salah paham ." ucap ana dengan ketar ketir dalam bicara nya .


"Dimas dengar kan aku , para pelayan di sini sangat sibuk ,bahkan bi Ani dan juga Roy sibuk ,terutama dengan Erland ,dia juga tidak mungkin berada di sisi mu terus ,dia juga akan berkeluarga , untuk apa kau memliki istri ,jika aku tidak menjagamu ." Ucap ana dengan serius.


Erland menatap gadis itu dengan sendu ,dia berpikir , gadis yang ada di depan nya ini benar-benar serius dari perkataan nya yang ingin merawat pria cacat seperti apa yang Erland perankan .


"Mungkin benar ,apa yang di katakan kak Dimas, wanita ini memiliki hati yang baik , tapi kenapa aku selalu jengkel di saat dia berkata "DIMAS" , baiklah hari ini aku akan meminta hak ku sebagai suami ,dan dia milikku malam ini ."


"Kalau begitu ijinkan aku bermalam di kamar mu malam ini ,dan aku akan meminta hak ku kepada istri ku ."


"Mereka benar-benar bersaudara ,dengan nada bicara nya pun hampir sama ,kelihatan nya rumor yang mengatakan Dimas lemah lembut itu hanyalah palsu ."


Ana tidak menjawab pertanyaan pria itu ,dia pergi ke kamar setelah Roy menghampiri mereka, ana berkecamuk sendiri di dalam kamar , dia benar-benar belum siap untuk melakukan hal itu.


"Haduh gimana ini ,apa aku benar-benar memberikan harta yang paling berharga dalam hidup ku malam ini ,tapi aku belum siap .? tapi dia suami ku , dan aku istri sah nya , pernikahan ini juga tidak mungkin seperti ini terus ,cepat atau lambat ,pasti akan terjadi ."


.


.


.


.


.


Komen ,vote, dan like juga ya😁


author baru ini menunggu orang yang baik untuk mampir ke 3 kata itu..hehe ,

__ADS_1


__ADS_2