
"Apa kau gila Bryan, kau bekerja sama dengan kakak ku bagaimana dia bisa berbuat seperti ini ,dan kau ,? kau mengikuti apa yang di perintah kan nya ." ucap erland menatap tajam sahabat nya itu .
"Tidak ada kata berbuat dari Dimas ,? itu ide ku sendiri? Dimas hanya memerintah
kan ku gimana cara nya agar kau bisa membuat keponakan Erland kecil untuk kita? bersama istri mu itu ,itu alasan nya aku membawa istrimu itu kesini ke tempat surga mu bersama istri mu .,haha ." ucap Bryan dengan gelak tawa nya yang tengah menggoda Erland .
Erland tidak menghiraukan kan perkataan sahabat nya itu ,dia melangkah ke luar ,dan tak memperdulikan tawa Bryan , Stevan yang sedari tadi santai melihat pertunjukan mereka melihat Erland yang telah berjalan memberhentikan nya ..
"Hey beruang kutub ,? ayolah cairkan sedikit sifat super komplit mu itu ,? kau mau pergi kemana ,pergi begitu saja tanpa memperdulikan istri manis mu itu ,oke Jika kau tidak perduli dengan gadis itu ,biar kan aku yang akan memiliki nya malam ini ," ucap Stevan yang tengah duduk di kursi yang tak jauh dengan Bryan .
Erland memberhentikan langkah nya di saat Stevan mengatakan tentang istri nya ,kini dia berbalik melihat layar monitor, erland terkejut melihat pria yang tengah menghampiri istri nya itu dengan memakai tutup kepala .
"Irsan ,apa yang dia lakukan di sana ,? apa-apaan ini ."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Irsan berjalan ke arah area kamar yang di mana ana berada , Irsan mempersiap kan sarung penutup kepala dan akan menghampiri ana yang sudah berteriak minta tolong , di saat dia nyamperin ana gadis itu sudah di depan besi itu layak nya di penjara .
"Heyy siapa kau ... tolong lepaskan aku ." ucap ana dengan teriak nya pada Irsan .
Irsan tidak menjawab pertanyaan ana ,dia melihat ana dari bawah hingga atas, kini dia mengeluarkan ponsel milik ana dengan trik nya yang akan mengerjai istri teman nya itu .
"Nona manis , aku akan melepaskan mu setelah urusan ku selesai ,dan akan membiarkan mu pergi setelah kau membuat bayi dengan si beruang kutub itu ?, jangan terburu-buru nona manis ." ucap Irsan yang tengah memainkan ponsel ana .
Ana mengerutkan kening nya ,dan tak mengerti dengan apa yang pria itu maksud ,dia melihat ponsel nya tengah di pegang oleh pria itu , dia sudah ketakutan setelah apa yang di katakan Irsan ...
"Tidak .,? apa maksud dari perkataan nya ,? apa bos dia akan menodai ku ,apa maksud dari beruang kutub ,"
"Kembalikan ponsel ku ."ucap ana sembari meraih ponsel yang ada di tangan Irsan .
"Eittz ... hey kakak ipar? tangan kecil mu itu tidak akan bisa meraih ponsel mu ini ,, ? jangan berteriak-teriak ,itu akan membuang tenaga kecil mu itu ,? kau harus banyak tenaga untuk membuat keponakan untuk kami bersama si beruang kutub itu ." ucap Irsan dengan gelak tawa nya .
"Kakak ipar ."
Ana menatap pria yang memakai sarung kepala itu , kenapa dirinya di panggil kakak ipar oleh pria yang ada di depan nya itu .
"Siapa dia ,apa kerabat nya Dimas ,? apa tangan kanan tuan Willy.
"Tolong kembalikan ponsel ku " ucap ana yang masih meraih ponsel nya .
Irsan menyilangkan tangan nya di dada ,dan mendekat ke arah ana ,dan ana pun mundur setelah Irsan yang menghampiri nya .
"Karna kau adalah istri nya erland ,kemungkinan kebaikan ku akan melampau batas ,hehe ,,? huh bahkan si Erland itu menyembunyikan sesuatu dari kami ." ucap Irsan dengan berbalik menjauh dari ana
"Heyy kembalikan itu padaku ,apa yang kau katakan omong kosong mu itu ?!, aku bukan istri nya Erland ,aku adalah istri nya Dimas ," ucap ana berteriak.
"Heyy nona manis ,kau itu terlalu bodoh yah ,? bahkan sangat bodoh ,suami mu itu Erland bukan Dimas ,kau telah terperangkap dalam permainan nya ." ucap Irsan enteng dan duduk menonton ana yang tengah di depan pintu yang di halangi jeruji besi .
Deggggg ......
__ADS_1
Ana melepaskan tangan nya dari jeruji besi itu ,apa maksud dari perkataan pria yang sedang duduk itu , bahkan ana mendengar suara nya seperti memberikan kebenaran .
"Tidak ... tidak mungkin ? pria itu hanya omong kosong belaka ,? orang ini sudah pasti gila .,tapi siapa dia ."
"Hey kakak ipar ,kenpa kau bengong .?! apa kau berpikir aku telah berbohong padamu ,dan apa kau yakin suami mu itu Dimas ." ucap Irsan yang menyilangkan kaki nya itu dengan bicara enteng .
"Ya tentu ,?! Dimas suami ku ,? bukan Erland ,sekarang tolong lepas kan aku ,?aku mohon dan aku harus merawat Dimas ." ucap ana dengan berharap di lepas kan .
"Yeeee .... gimana cerita nya ,?kenpa kau bisa jadi istri nya Dimas ,tidak masuk akal sekali ." ucap Irsan tengah berfikir dan menangkup dagu nya .
"Apa Erland menyembunyikan sesuatu lagi dari ini ,apa yang tengah di rahasiakan si mantan ketos sialan itu, bahkan gadis ini tidak begitu seksi ,dada rata ,bokong juga biasa aja ,kenapa si Erland menikahi gadis kecil ini , ??hehehe akan lebih menarik lagi nih ,untuk ngerjain si bungkus isi gado-gado itu ."
Ana yang melihat pria itu tertawa dan melihat ke arah jalan samping membuat nya bertanya-tanya, apa yang akan di lakukan pria itu .
"Kelihatan nya dia tidak begitu jahat , dan orang itu jauh lebih bisa di ajak bicara ?! tapi kenapa dia senyum-senyum begitu ,kaya nya ada yang salah dengan otak nya ."
"Baiklah kakak ipar ,?! mari kita bermain dulu sejenak bersama ku ,dan kita lakukan beberapa pertanyaan pilihan ganda terlebih dahulu ." ucap Irsan dengan menjentikan tangan nya ...
"Kakak ipar lagi , sebenarnya dia ini siapa sih ,?? apa dia kerabat Dimas ,tapi untuk apa menculik ku ,apa dia orang nya Willy ."
Ana masih berpikir tentang pria yang ada di luar itu ,dia takut setelah nya akan terjadi sesuatu padanya ,ana melihat pria itu yang tengah berjalan menghampiri nya .
"Tunggu ,?! kau dari tadi panggil aku kakak ipar ,apa kau mengenal dimas,? apa kau kerabat Dimas ,apa kau ini suruhan tuan Willy untuk menculik ku ." ucap ana yang tengah melangkah mundur .
Irsan mengerutkan kening nya ,gadis yang ada di jeruji besi itu menganggap dirinya penculik suruhan Willy paman dari Dimas.
Ana kaget dengan ucapan pria yang ada di depan nya itu ,ana melihat pria itu dengan menggepal kan tangan nya karna kesal ,pria yang ada di luar itu banyak bicara .
"Dia ini sedang menculik ku , atau sedang mengajakku bermain jadi pelawak sihh ."
Irsan tersenyum jahil dalam otak nya dia merencanakan sesuatu untuk mengerjai sahabat nya itu ,ini kesempatan bagi nya untuk Erland ,karna telah menyembunyikan rahasia pernikahan dari sahabat-sahabat nya , kini dia melihat ana kembali dengan senyum jahil .
"Gimana kakak ipar ,? Apa kau bersedia bermain trik ganda bersama ku ,pilihan nya sangat sederhana , jika kau ingin keluar dari sini panggil seseorang ,? dan dengarkan dengan baik-baik, ini kesempatan buat mu untuk lolos dari sini , kau panggil orang untuk menolong mu dengan membawa uang satu milyar kepadaku ." ucap Irsan dengan senyum jahil .
"Permainan akan di mulai ,hehehehe.."
"Ayo kakak ipar ,ponsel mu masih ada di tangan ku ,? kau tinggal sebut kan nomor untuk menelpon meminta bantuan sama orang yang dekat dengan mu ,dan aku akan memanggil nya pakai ponsel ku " ucap Irsan dengan tawa nya .
"Hey gadis manis ,? ayo...ayo... ,? aku yakin kau pasti akan menelpon Erland ,haha aku ingin lihat ekpresi si beruang kutub itu ."
"Baik aku akan menyebut kan nomor itu ...dan akan meminta bantuan untuk menolong ku ..08xxxxxxxxx....?!heyy pria berkepala kain tolong lebih dekat jarak nya dengan ku , biar aku jelas dan bisa mendengarkan nya ." ucap ana berbohong ,dia memberikan nomor palsu pada Irsan .
"Tak perlu ,?! biar aku yang menelpon dan yang berbicara ... Okay..??ucap Irsan yang tengah memencet nomor tersebut untuk di panggil , di saat dia akan menelpon ,dia melihat nomor itu tidak bernama Erland .
"Nomor siapa ini ,kok tidak ada nama Erland ,? ,ahh sial jangan bilang dia memberikan nomor palsu ."
Di saat Irsan memencet tombol untuk memanggil , tiba-tiba ponsel nya di rampas oleh ana ,Irsan yang akan menelpon terkejut ,ponsel milik nya kini berada di tangan ana.
"Sialan ,? gadis ini membohongi ku memberi nomor palsu ,dan berani merampas ponsel di tangan ku ."
__ADS_1
*****
Erland yang tengah melihat ana dan Irsan di monitor tersenyum kecil ,melihat istri nya dan sahabat nya itu sedang memainkan trik ulur .
"Cemerlang dan berani ,kau memang istri ku yang cerdas ,? Irsan kau sangat bodoh ."
Kini Erland melihat ana yang ada di monitor sedang mengutak-atik ponsel nya ,dan ana yang ketar ketir dengan tangan bergetar ,
"Polisi ...polisi ...." gumam ana yang mengetik nomor tersebut ..
Irsan terkejut saat ana mengucap kan nama polisi ...
"Gawat , dia akan menelpon polisi .."
"Blokir sinyal woyy ... cepat .. gadis ini akan menelpon polisi .." ucap Irsan yang tengah teriak melihat ke arah cctv ..
"Halo...haloo.." ....
Tut ..tut...Tut...
"Sialan. ,sinyal nya sudah di blokir para penculik pelawak itu.
Ana sudah menelpon polisi tersebut ,tapi tiba-tiba sinyal di ponsel nya tidak berfungsi ,ana melihat pria yang tengah tegak di luar itu dengan ekpresi sorot mata yang sedang menahan amarah ,Irsan menatap ana yang tidak seperti tadi .
"Si Erland sialan itu pasti sudah menertawakan ku ,tidak masalah jika aku memang selalu kalah dari mu , tapi sekarang aku pun kalah dengan istri mu ini ,dulu kau selalu usilin aku ,dan sekarang kau bekerja sama dengan istri mu ,usilin aku .,sialan."
Irsan tengah memanggil orang yang tengah membius ana di waktu di mana ana di culik , kini dia menyuruh anak buah nya yang kekar dan tinggi itu ,untuk masuk ke dalam kamar tersebut .
"Pergi dan ambil kembali ponsel yang ada di gadis itu ." ucap Irsan menatap ana tanpa harus menatap pria yang di suruh itu .
Ana yang sudah ketakutan melihat orang tersebut masuk ,membuat nya mundur dan berlari ,tapi tidak dengan Irsan ,pria itu membawa anjing peliharaan nya untuk ikut masuk ke kamar tersebut, ana yang melihat anjing itu ketakutan dan bersembunyi di balik belakang kursi .
"Aaaaa ,jangan ..? jangan mendekat ,to_tolong jangan mendekat ,aku mohon ." ucap ana melihat ke arah anjing itu
Irsan yang tengah masuk ke dalam kamar pun ,tersenyum jahil ,dia berhasil menakuti gadis yang telah bersembunyi di balik kursi itu .
"Kakak ipar ,? aku akan memberi mu satu peluang terakhir ,? jika kau berani bermain tipuan kepadaku ,maka kau akan menjadi makan malam santapan anjing ku ini ." ucap Irsan dengan membuat ide untuk mengerjai Erland .
Ana yang mendengar perkataan pria itu membuat nya semakin gemetar ,kini dia berinisiatif untuk menolong pada Erland .
"Apa yang harus aku lakukan sekarang .? anjing itu besar sekali ,dan kelihatan nya sedang kelaparan ,gimana jika dia menggigit ku ,satu gigitan pun aku bisa mati oleh nya ."
"Baik-baik ,a_ku akan memberi nomor nya untuk menolong ku dan akan bilang u_untuk membawa uang satu milyar ."
"Tunggu ,? kenpa aku harus memberikan nomor Erland ,dan meminta bantuan dia ,?,
yah suami ku Dimas tidak mungkin bisa menolong ku bahkan dia tidak bisa ke luar dari ruang rawat ,tidak salah kah aku memanggil Erland ."
Tanpa ana sadari pun, Erland telah menonton pertunjukan nya di ruangan lain bersama Bryan dan juga Stevan ,di saat Erland memegang ponsel nya tiba-tiba nomor dari Irsan menelpon nya .
__ADS_1