
Dista berjalan ke arah ruang departemen pengembangan untuk memberikan laporan ,Dista berjalan ke arah pintu dan mengetuk pintu tersebut .
"Masuk " ucap seseorang .
Dista pun masuk dan melangkah dengan membawa laptop di tangannya, tapi di saat dia melangkah ,langkah nya terhenti saat melihat orang yang dia lihat itu , Amalia yang serius dengan laptopnya berhenti di saat dia juga melihat Dista yang tengah berdiri .
"Dista !! kemarilah " ucap Amalia .
Dista terkejut saat wanita itu memanggilnya ,dia pun melangkah menghampiri wanita itu ke arah mejanya ,bahkan Dista pun berfikir tentang wanita itu .
"Kenapa bisa dia !! bukankah ketua sebelumnya pak Johan "
Amalia tersenyum saat melihat langkah Dista dengan memandang wajahnya ,Dista duduk dengan menaruh laptopnya di atas meja Amalia .
"Eu ... bukannya ketua....
"Oh iya ,, kamu belum tahu !! dari kemarin aku sudah berada di sini menggantikan pak Johan ," ucap Amalia .
"Perkenalkan !! nama ku Amalia ketua departemen penelitian sekaligus departemen seni ." ucap Amalia merentangkan tangannya dengan di balas oleh Dista .
"Sebenarnya apa yang terjadi !! kenapa dia bisa jadi ketua departemen penelitian"
"Eu ... aku kesini untuk memberi tahu sketsa desain ku sudah selesai ,dan ini tinggal di periksa ,mungkin anda bisa membantu memeriksa nya ." ucap Dista .
Amalia terkejut , pasalnya tadi pagi dia hanya menyuruh Mikha untuk mendesain sketsa pada salah satu karyawan di bidang seni ,tapi tidak di sangka ,Mikha memberikan pekerjaan itu pada wanita yang kini berada di depannya .
"Jadi kamu yang mendesain itu , aku tidak menyangka kau cepat menyelesaikannya ." ucap Amalia .
"Dia melakukannya ,tidak di sangka gadis ini berbakat juga "
"Sebelum kesini apa kamu ke departemen produksi terlebih dahulu ," ucap Amalia .
"Sesuai permintaan kak Mikha tadi ,aku langsung menyelesaikannya sebelum waktu jam 10 ,dan memberikan hasil sketsa desain nya ", jawab dista .
"Oh !! baiklah ,biar aku periksa ." ucap Amalia menarik laptop Dista .
Amalia tercengang saat melihat hasil sketsa yang di buat Dista ,dia benar-benar tidak menyangka gadis di depannya itu terlihat polos tapi bisa melakukan apapun dalam pekerjaan nya .
"Bagus .. sketsa yang kau buat menarik ?! aku sangat menyukai nya ." ucap Amalia.
"Apa tidak ada kesalahan ,soalnya itu pertama aku melakukannya ,dan sebenarnya masih banyak yang belum aku untuk di mengerti , ucap Dista .
"Tidak apa , dengan begini juga kau sudah bekerja keras , hanya saja kau harus menyesuaikan nya sedikit lagi ".ucap Amalia .
"Oh iya , apa kau bisa tinggal disini ,agar aku bisa memperbaiki nya bersamamu , dengan begitu besok aku bisa membawanya ke ruang rapat ." ucap Amalia .
"Kenapa wanita ini menyuruhku untuk tinggal disini ,Dista ?! jangan menganggapnya remeh, kenapa tatapannya serasa akan ada yang ingin dia rencanakan ."
"Baiklah " ucap Dista .
"Oke !! silahkan duduk ." ucap Amalia .
"Aku harus bertanya nanti di saat jam kerja ku ,dengan bertanya sekarang aku tidak mungkin ?! tapi ... apa benar dia ini istrinya dimas ."
Dista pun duduk dan memeriksa sketsa yang dia buat bersama Amalia ,Amalia melihat Dista yang sekarang tengah serius mencatat hanya menatapnya dingin , dengan begitu dia pun memulai pekerjaannya , disaat mereka serius dengan pekerjaannya ponsel Dista bergetar dan dimana membuat dirinya memberhentikan pekerjaannya .
Dista melihat pesan itu dari Dimas ,Dista tersenyum saat membaca pesan dari pria itu , dengan cepat Dista berdiri dari duduknya untuk undur diri.
"Nona Amalia , saya pamit undur diri ,saat ini saya harus ke ruangan CEO " ucap Dista berbalik dan melangkah .
"Tunggu ."
"Apa kamu benar istrinya Dimas ." ucap Amalia .
"Benar ,aku istrinya ?! kenapa ." jawab Dista .
Amalia tidak menjawab jawaban dari Dista di bawah sana tangannya sudah menggepal di saat dia mendengar dari perkataan Dista ,Dista melihat Amalia yang hanya diam saja undur diri dan melangkah lagi ,tapi di saat dia melangkah Amalia mencegah Dista dari langkahnya .
"Ketua Amalia , saya harus pergi ?! jika anda mencegah saya hanya karna Masalah pekerjaan ,nanti saya akan lanjutkan setelah habis makan siang ,dan maaf saya harus pergi sekarang ,Karna jam ini ,sudah jam istirahat ."ucap Dista melangkah melewati Amalia .
"Kamu tidak ingin tahu hubungan ku dengan Dimas ." ucap Amalia memberhentikan langkah Dista .
Deg.....
Seketika Dista menahan sakit di hatinya saat mendengar perkataan Amalia yang kini berada di belakangnya ,dengan menahan rasa sakitnya ,Dista berusaha berbalik dan menghadap Amalia dan memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan Amalia .
"Tidak " ucap Dista berbalik melihat ke arah Amalia .
"Aku tidak ingin tahu di antara hubungan kalian dulu ?! yang jelas suamiku sudah menjelaskan padaku ,bahwa kau adalah teman lama nya dia, dan itu pun sudah berlalu , jadi ?! aku tidak ingin tahu dari anda ,Karna aku sudah mengetahui nya dari suamiku sendiri ." ucap Dista berbalik dan melangkah lagi .
" Dista !! aku adalah orang yang pernah dia sukai dulu ,jika aku mengatakan ini ,kamu tidak apa-apa bukan ." lagi-lagi Amalia memberhentikan langkah Dista .
__ADS_1
Dista lagi-lagi harus menahan rasa sakit yang ia rasakan ,dia bernafas dengan sangat cepat saat mendengar perkataan Amalia yang di katakan nya ,bahwa Dimas pernah mencintai wanita itu .
"Dulu aku pergi Karna ada alasan ,dan sekarang aku kembali pun hanya untuk kembali pada Dimas ,?! tapi aku tidak menyangka dia menikah dengan wanita seperti mu yang masih bocah ,meskipun kamu sudah menjadi istrinya ,dia tidak mungkin lupa akan hal dengan kedatanganku ,karna kamu dan aku beda ?! kamu kira dengan merebutnya bisa mendapatkan Dimas selamanya ,dan kamu kira selama tinggal di keluarga anggara kamu bisa hidup selama nya di sisi dia ?! Dengarkan aku Dista ,orang yang Dimas cintai adalah aku ,dan di hatinya hanyalah aku yang dulu dia cintai ,bukan kamu , kamu hanyalah seorang istri tapi tidak di cintai ." jelas amanda dengan nada suara nya sedikit menahan kekesalan .
Dista menarik napasnya perlahan lalu dia hembuskan napasnya dengan berat ,kini dia harus memberanikan diri lagi menghadap Amalia untuk menjawab pertanyaan wanita itu .
"Orang yang ada di hatinya Dimas tidak tahu siapa ,bahkan kita berdua juga tidak tahu siapa yang ada di hati suamiku ,Karna hanya dialah yang tahu dan siapa orang yang ada di dalam hatinya itu ,suamiku sendiri Yang akan mengucapkan seseorang yang ada di dalam hatinya ,bukan kamu dan juga bukan aku ,kamu tidak perlu mengungkit masa lalu mu dengan suamiku padaku ." ucap Dista dengan menahan rasa sakit yang dia tahan .
Dista meninggalkan Amalia di ruang kerjanya ,Amalia yang melihat Dista pergi membuat dirinya menggepalkan tangannya ,kini dia berjalan ke arah meja nya dan mengobrak ambruk meja kerja nya ,dia melihat ponselnya dan membaca pesan seseorang .
Dengan cepat Amalia pun keluar dari ruangannya dengan perasaan marah dan juga kesal ,dia tidak menyangka Dista yang terlihat polos itu bisa melawannya , kini dirinya melangkah ke arah kantin dengan perasaan dongkal
Seseorang yang sudah menunggunya di area pintu masuk kantin melihat Amalia dengan ekspresi berbeda ,pria itu berniat memanggil Amalia yang tengah berdiri .
"Amalia ."
Amalia melihat pria yang tengah memanggilnya itu ,Amalia hanya melihat pria itu dengan wajah jemberut ,kini dia melangkah dimana Martin berada ,Martin mengajak makan siang bareng dengan Amalia, Amalia hanya mengangguk dan masuk ke arah kantin itu tanpa mengeluarkan suaranya .
Martin yang melihat ekspresi Amalia hanya melihatnya dari arah samping , bahkan Martin melihat Amalia yang kini tengah bernafas cepat ke arah depan ,tanpa mengeluarkan kata-kata .
"Apa pekerjaan mu padat lagi hari ini ." ucap Martin .
"Atau ...
"Aku kesal dengan seseorang !! dia adalah Dita Adista yang membuat aku kesal , !! aku tidak menyangka pada gadis itu ,di luar gadis itu terlihat lemah dan polos,tapi ternyata gadis itu berani melawanku ,dan tak ku sangka juga ,dia bisa bertahan dengan apa yang aku ucapakan padanya " ucap Amalia .
Martin tidak menyangka Amalia berani mengatakan hal itu di hadapan Dista , Martin hanya menghela napasnya dan mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu .
"Amalia !! berhenti untuk sakit hati ?! Dimas tidak pernah mencintaimu ,bahkan kau sedari dulu sampai sekarang masih mengejar cinta dia ,?! dengan keadaan sekarang kau tidak mungkin mendapatkan nya yang sudah beristri , jika kau terus memaksa dirimu seperti itu ,itu akan membuat mu sakit sendiri ." ucap Martin .
"Martin !! bukannya kau mencintai gadis itu , tapi kenapa kau seakan-akan tak berpihak padaku ," ucap Amalia .
"Amalia , aku memang menyukai gadis itu , seberusaha apapun untuk mendapatkannya kalau bukan milik kita tidak akan bisa di dapatkan ." ucap Martin
"Jika kau berpihak padaku ,kau tidak mungkin mengatakan itu padaku ,kau pasti mendukung ku Martin ,dan kau tidak mungkin menyuruh ku untuk berhenti mengejar Dimas ." ucap Amalia dengan nada kesalnya .
"Jika aku kalah dalam hal percintaan ini ,aku akan kehilangan semuanya ,aku tidak akan membiarkan Dimas selamanya berada di samping Dista ,dulu Sahara yang mendapatkan Dimas dan sekarang Dista gadis bocah itu dan aku tidak akan biarkan itu Martin ." ucap Amalia Kembali .
Martin tidak menjawab ucapan Amalia yang sedang marah itu ,dia hanya menyalakan mobilnya tanpa mengeluarkan kata-kata lagi .
.
.
.
Dista keluar dari lift dengan memikirkan perkataan Amalia ,dia berjalan melangkah ke arah ruang Dimas dengan mata berkaca-kaca dan menundukan kepalnya , sesampainya di pintu masuk ruangan Dimas ,dia berhenti dari langkahnya dengan menundukan kepalanya ,namun Dista melangkah lagi dengan menundukan kepalanya.
Dimas yang menunggu Dista membuatnya menunggu lama ,kini dia melihat ponselnya untuk memanggil istrinya itu ,di saat dia akan menelpon dia melihat Dista yang ternyata sudah datang ,Dimas berdiri dari duduknya dan menghampiri Dista dengan tersenyum ..
"Kenapa lama ,!! apa membuat sketsa desain begitu banyak ,lagian kan itu tidak untuk di buru-buru , aku menunggu mu sedari tadi ." ucap Dimas tersenyum dan menarik tangan Dista .
Namun yang di tarik hanya diam dan juga tidak berkutik sama sekali ,Dimas terheran dengan Dista yang hanya menundukan kepalanya saja Dimas pun kini melihat Dista yang menunduk dan meraih dagu nya, Dimas terkejut saat melihat mata Dista yang berkaca-kaca .
" Dista apa yang terjadi dan kenapa !! apa di dapartemen seni ada yang menindas mu ," ucap Dimas .
Dista melihat Dimas bahkan Dista pun tidak menjawab pertanyaan Dimas ,dia langsung melepaskan Dimas dengan menahan air matanya yang akan jatuh.
"Kak ... jika kamu masih mempunyai hubungan di masa lalu dengan Amalia , tolong selesaikan hubungan mu dengan dia ,?! setelah itu kak Dimas temui aku , aku tidak ingin tahu menahu tentang kalian ,dan aku tidak ingin tahu masa lalu di antara kalian dulu ,itu berarti dia adalah mantan pacar mu yang belum bisa melepaskan cintanya dari kamu kak ." ucap Dista menatap Dimas .
Dimas terkejut dengan perkataan Dista mengenai Amalia ,dia berpikir dalam pikirannya ,bahwa Amalia sudah mempengaruhi perasaan Dista saat ini .
"Amalia bukan mantan pacar ku Dista dan juga bukan siapa-siapa ,bukan kah aku sudah menjelaskan kan nya padamu ,dia hanya teman kuliah ku dan....
"Tapi tadi dia bilang !! kau adalah pria yang dulu mencintai nya kak ,dan perkataan itu begitu jelas dari mulutnya ." jawab Dista .
"Dista .... ku mohon percaya padaku !! dia bukan siapa-siapa aku dulu ,dia hanya teman kuliah dan juga anak magang dulu di kantor ini ,dia memang menyukai ku ,tapi aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa ,dan dia juga bukan mantan pacarku " ucap Dimas .
"jika kamu sudah bilang bukan !! maka aku akan berusaha mempercayaimu kak , tapi tidak semudah itu untuk aku percaya kak ,aku akan menunggu mu untuk menyelesaikan hubungan kalian dengan wanita itu ." jawab Dista dengan menatap Mata pria itu .
Dimas benar-benar sudah di buat kesal dengan apa yang terjadi saat ini ,apalagi dia melihat mata Dista yang sudah berkaca-kaca .
"Dista ... aku tidak memiliki hubungan sepesial atau pun itu !! percayalah sayang , dia bukan mantan ku ." ucap Dimas menangkup wajah Dista .
Dista tidak menjawab ucapan Dimas ,dia hanya melihat mata dan mimik wajah pria itu ,Dista berpikir mungkin dia harus lebih percaya suaminya ,ketimbang orang lain yang baru dia kenal ,Dista menatap mata Dimas dengan lekat-lekat ,tidak ada kebohongan dari dalam diri pria itu ,Dimas yang sudah tidak tenang membuatnya khawatir dengan Dista yang belum mempercayai nya .
"Jangan berpikir sembarangan oke ... percayalah ,aku tidak hubungan apa-apa sama Amalia ,baik !! jika kau tidak percaya aku akan menyuruh Bryan untuk memanggil wanita itu ,kita bicarakan baik-baik di ruangan ku ." ucap Dimas
"Tidak perlu !! aku percaya padamu ,, " ucap Dista menahan Dimas .
"Dista " gumam Dimas .
__ADS_1
"Kak ... aku percaya padamu ,!! sekarang aku akan lebih mempercayai mu ,dan tidak akan mendengarkan apa kata orang mau pun apa kata dari Amalia sendiri ." ucap Dista menatap Dimas dengan berkaca-kaca.
Dimas memeluk Dista , setelah itu dia mengusap mata istrinya itu dengan lembut , Dimas tidak ingin melihat air mata yang mungkin itu adalah kesalahan darinya yang membuatnya menangis .
"Kita makan ya... aku tadi menyuruh Bryan membelikan takoyaki dan juga roti bakar kesukaan mu ," ucap Dimas dengan di angguki Dista .
Dista menganggukkan kepalanya ,Dimas tersenyum tipis dengan menarik tangan dista untuk makan siang dimana dia yang sudah menyiapkan makan siang itu di tempat yang tak jauh dari meja kerja nya, mereka pun makan siang bersama dengan Dimas sembari menggenggam tangan dista untuk menenangkan istrinya , Dista hanya tersenyum tipis melihat tangannya yang di genggam oleh pria itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tepat pukul 18:00 ..
Waktu dimana mereka selesai dari pekerjaannya , seorang gadis yang menyelesaikan pekerjaan nya tengah menggeliat dengan menghela napas panjang .
Nabila hari ini tidak bertemu dengan Dista ,bahkan makan siang pun dia tak melihat , bahkan Nabila kini melihat ponselnya dan melihat kotak pesan dari dista , bahkan sahabatnya itu tidak juga kirim pesan atau pun telpon .
Nabila yang kini siap untuk keluar dari ruangannya melihat pria yang berada di pintu masuk tengah menunggunya dengan sembari menampilkan senyuman , Nabila menghampiri pria itu dengan melangkah cepat.
"Kenapa ada di sini ." tanya Nabila
"Sayang hari ini aku tidak pulang dengan cepat , karna ada pekerjaan ,tidak apa-apa kan pulang sendiri. "ucap Bryan dengan menangkup wajah Nabila .
"Emm ... iya gapapa , aku bisa pulang sendiri. " jawab Nabila dengan melepaskan tangan Bryan dari wajahnya .
Dreett....
Dreett ...
Dering ponsel Nabila berbunyi di karnakan ada telpon ,dia melihat nama panggilan itu dan menerimanya , Nabila melihat Bryan yang tengah tersenyum hanya menganggukkan kepalanya ,Nabila pun menerima telpon di depan pria itu ,bahkan Bryan hanya melihat dan mendengarkan ucapan Nabila dengan seseorang ,sampai dimana Nabila selesai menelpon pria itu masih saja melihat mimik wajah gadis itu .
"Bryan !! aku harus cepat pulang ,Bu Ratih menyuruhku pulang dan ada yang ingin dia katakan padaku ,aku pulang ya......
"Ayo ... aku antarkan sampai luar " ucap Bryan menarik tangan Dista .
"Bryan tidak perlu !! bukankah kau banyak pekerjaan. " ucap Nabila .
"Tidak apa ,aku hanya ingin mengantarkan mu saja ." jawab Bryan tanpa melihat ke arah Nabila .
Kini mereka berjalan ke arah pintu luar , dan benar saja Bryan mengantarkannya dengan menunggu taxi dimana nabila yang saat ini tengah masuk ,sampai pria itu menunggu nya hingga mobil itu melaju.
Di perjalanan Nabila hanya tersenyum sendiri dan mengingat pria itu setia menunggu dirinya dimana dia tadi masih di ruangan kerjanya ,Nabila tidak menyangka kisah cintanya akan sampai ke pernikahan Dengan secepat ini .
Sebelum ke panti ,Nabila menyempatkan turun membeli makanan untuk anak-anak panti ,serta makanan kesukaan Bu Ratih dan juga pak Darmanto.
Tak butuh waktu lama ,Nabila pun sampai dimana dia kini berada di panti ,dengan berjalan pelan sembari menenteng kantong makanan yang dia tadi beli , sesampainya di ambang pintu ,ternyata pak Darmanto sudah menunggu Nabila .
Nabila yang melihat pak darmanto tersenyum dia pun hanya langsung memberikan salam pada pak tua itu dan juga Bu Ratih .
"Ayo masuk nak ,sini ibu bantu bawakan ." ucap Bu Ratih mengambil kantong yang ada di tangan Nabila .
Nabila menganggukkan kepalanya dan melangkah masuk , di saat dia masuk Nabila tercengang saat melihat barang begitu banyak di ruangan tersebut , kini pandangannya melihat ke arah Bu Ratih dan juga pak Darmanto .
"Pak ... Bu ... ini punya siapa ." ucap Nabila melihat seserahan yang begitu banyak .
Pak Darmanto dan juga Bu Ratih saling pandang lalu melihat ke arah Nabila yang tengah melihat seserahan tersebut .
"Nabila ?! kenapa kamu tidak bilang sama kami bahwa ada seorang pria yang melamar mu ,dan kau tahu !! seserahan itu dari nak Bryan waktu malam kemarin ,ibu sengaja menghubungimu untuk kesini hanya untuk bertanya padamu ." ucap Bu Ratih .
Nabila terkejut setelah bu Ratih mengatakan apa yang wanita paruh baya itu katakan ,dia tidak menyangka ,bahkan secepat itu Bryan memberikan seserahan dimana dia dengan waktu beberapa hari akan sampai ke pernikahan .
"Ibu ... sejujurnya hari ini aku akan mengatakan itu padamu ,maafkan aku yang telat memberi tahu mu ,?! aku tidak menyangka Bu .. dia secepat ini melamar ku ." ucap Nabila dengan Isak tangis bahagia .
"Itu akan lebih bagus nak ?! itu tandanya dia sudah siap dan Matang untuk memperistri mu ,bapak harap nak Bryan bisa menjaga mu dan menjadi suami yang baik ,serta menyayangi mu dan mencintaimu ?! sekarang kau sudah jadi lebih dewasa , akhirnya kamu akan menikah juga nak ." ucap pak Darmanto mengelus punggung Nabila dengan pelan .
Nabila menatap seserahan itu , dia tidak menyangka akan secepat ini , kebahagiaan yang dia rasakan kini harus terdiam dan memikirkan sesuatu , kini pandangannya melihat ke arah orang yang merawatnya sejak kecil , hanya mereka lah yang menjaganya sampai dia dewasa dan bisa menjadi gadis yang lebih mandiri , saat ini Nabila mengingat orang tua nya yang entah dimana .
"Aku akan menikah !! tapi aku tidak bertemu dengan orang tua ku , kenapa mereka tega menitipkan aku di panti ini ,aku selalu berkata sendiri dalam hati , bahwa aku adalah gadis yatim piatu "
Nabila melihat ke arah Bu Ratih dan berjalan menghampiri wanita paruh baya itu , kini dia memeluk Bu Ratih dengan menitikkan air matanya .
"Ibu makasih !! selama aku kecil kau yang merawat ku hingga dewasa ,maafkan Nabila Bu yang mungkin dulu Nabila kecil nakal dan keras kepala !! sampai saat ini pun Nabila tidak punya siapa-siapa Bu ..Nabila hanya punya ibu dan juga bapak ,," ucap Nabila dengan tangisnya .
"Nabila ,sudah jangan menangis ?! kau masih banyak orang di sisi mu , ada ibu dan juga bapak , begitu pula dengan anak-anak panti , dan juga ana sahabatmu ,kamu jangan merasa punya ibu dan bapak saja ,bahkan sebentar lagi Bryan calon suami mu akan slalu ada di sampingmu selamanya , jadi kamu jangan berpikir untuk tidak punya siapa-siapa ." jawab Bu Ratih dengan mengelus punggung Nabila .
Nabila menganggukkan kepalanya dan menghapus air matanya ,kini kedua nya pun melepaskan pelukannya ,bunyi getar ponselnya Nabila berbunyi ,dia melihat isi pesan dari seorang pria tepatnya calon suaminya itu ,Nabila tersenyum tipis dan membalas pesan pria itu dengan masih Isak tangisnya , karna hari ini dia benar-benar bahagia .
*
*
*
__ADS_1