Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Menarik perjodohan lagi .


__ADS_3

Malam pun kini telah berganti pagi .


Pagi ini ,tepat pukul 5: 25 Nabila membuka matanya dengan perlahan ,dia melihat Jaz yang kini berada di kursi meja riasnya ,Nabila masih betah dengan kasurnya sembari melihat Jaz berwarna navy ,dia menatap Jaz itu seperti bukan nyata .


"Seperti mimpi ... tapi bukan?! itu kenyataan ,semalam dia menghampiriku dengan memakaikan Jaznya padaku , bahkan malam itu aku tidak bisa berkata apa-apa, bibirku Kelu saat melihat dia itu ada di depanku ."


Nabila mengingat dirinya di waktu pulang perjalanan , dia memakai jaz pria itu dengan tersenyum hangat , perasaannya dan tubuhnya serasa panas dan bergetar hebat , bahkan dirinya pun tidak menolak jaz pria itu .


Nabila bangun dari tidurnya dan berjalan ke arah kursi rias itu ,dia menatap Jaz bryan ,dia tidak tahu harus di gimana mencucinya ,dari kelihatanya Jaz itu bukan di cuci untuk sembarangan .


Kini Nabila lebih memilih melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri ,karana hari ini dia harus bersemangat lagi kerja .


15 menit kemudian ,Nabila selesai dengan ritual mandinya ,kini dia melangkah ke arah lemari untuk mengambil pakaian ,setelah bersiap dengan pakaiannya Nabila melangkah ke arah dapur untuk membuat susu hangat .


Setelah itu Nabila pun kembali ke kamarnya untuk membereskan kamar dirinya ,tak sampai menunggu lama ,Nabila pun selesai beberes .


Kini dia melangkah ke arah cermin dan menyisir rambutnya ,seperti biasa Nabila pasti melihat benda kecil itu ,dia pun memasukannya ke dalam saku blezer nya.


Kini Nabila melihat Jaz itu ,dia hanya menggantungkan Jaz itu di kastop pintu ,dia berniat untuk mengembalikannya di saat sempat main ke mansion menemui ana dan juga baby Kenzie .


Kini Nabila melangkah ke arah ruangan untuk membuka gorden ,di saat dia membuka gorden dia menghembuskan napasnya panjang setelah dia melihat di luar hujan gerimis .


"Pagi-pagi sekali sudah hujan ,aku gak mungkin berangkat pakai gojek ,"


Nabila pun melangkah kembali ke kamar mengambil tas untuk bersiap berangkat ,terpaksa dia harus berjalan memakai payung di komplek itu sampai ke pos untuk menunggu taksi .


Tak butuh waktu lama Nabila pun kini tengah menaiki taxi utuk menuju ke perusahaan , Nabila menyempatkan makan roti yang dia beli waktu pulang di bar .


20 menit perjalanan, Nabila pun sampai di perusahaan Erland , di saat akan turun Nabila merentangkan tangannya terlebih dahulu ,untuk merasakan air hujan .


"Cuma gerimis doang !! aku tidak perlu pakai payung " gumam Nabila turun dari taxi ..


Nabila pun kini turun dari taxi ,dia mengangkat tas ke kepalanya ,untuk menghindari air hujan itu ,di saat dia sudah menutup pintu mobil , tiba-tiba Nabila melihat bayangan seseorang di kaca mobil tengah berhenti di belakanganya dengan membawa payung ,Nabila pun membalikan tubuhnya dan melihat orang tersebut .


Deg ....


"Gadis ceroboh !! sudah tahu hujan ,kenapa gak persiapan untuk membawa payung ." ucap Bryan .


"Lagi-lagi dia panggil aku seperti itu ,dan kenapa dia ada di sini ."


Nabila mengerucutkan bibirnya ,dan berlalu pergi melangkah meninggalkan pria itu ,Bryan yang melihat Nabila melangkah mengikutinya dengan cepat , seketika tangan kirinya menarik tangan Nabila .


Nabila terkejut saat ini dia berada di dekapan pria itu , seketika Bryan pun langsung melepaskan tangan Nabila


"Jika kau hujan-hujanan ,kau akan flu .. hujan gerimis seperti ini berbahaya ," ucap Bryan berjalan dengan memegang pundak Nabila .


Sesampainya di depan pintu masuk ,Nabila segera menghindar dari tubuh pria itu .


"Terima kasih, tuan Jaz mu mas....


"Bryan kau sudah datang " ucap Niken yang kini melangkah ke arah pria itu .


"Hemm.. apa Erland sudah datang , aku membawa dokumen penting yang akan aku berikan padanya ." ucap Bryan.


"Belum !! kau kan tahu , pria itu suka telat beberapa menit ,sini serahkan padaku ." jawab Niken .


Nabila yang melihat mereka mengobrol lebih baik masuk jadi pada nanti dia melukai hatinya sendiri .


"Nabila !! mereka itu cuma sahabatan ,kau ini kenapa sih ."


Di saat Nabila sudah masuk , tiba-tiba pundaknya di tahan seseorang ,siapa lagi kalau bukan Bryan .


"Ini musim hujan ,jangan hanya memakai pakaian kantor saja ,pakaian kantor mu sungguh tipis , tetap harus hangat dong ," ucap Bryan menahan Nabila yang kini memakaikan syal coklat di leher Nabila .


"Hah .."


Bryan berpindah posisi menghadap Nabila dan membenarkan syal itu .


"Tuan !! tapi aku gak di...


"Sekarang gak dingin kan ." ucap Bryan membungkukkan kepalanya sedikit melihat wajah gadis itu .


"Hemm .. i_iya ." jawab nabila terbata .


Bryan menatap Nabila dengan tatapan dinginnya ,kini dia melangkah kembali ke luar meninggalkan gadis itu ,Nabila membalikan tubuhnya melihat pria itu yang kini tengah mengobrol dengan Erland yang baru saja datang .


"Aku gak tahu kamu seperti apa ,bahkan aku serasa mimpi setelah bertemu denganmu lagi ,kau memberikan perhatian padaku , Bryan ..!! apa kau benar-benar mencintaiku ."


"Dan ini ... ini syal yang dia pakai tadi di lehernya ."


Sejujurnya ,Nabila pun mencintai pria itu ,tapi hanya saja dia tidak berani untuk mengatakannya ,hanya bisa mengutarakan nya sendiri dalam hatinya ,Nabila melanjutkan langkahnya ke arah dimana dia kerja ,semetara di luar sana ,Erland kini tengah menggoda sahabatnya itu .


"Ck..ck...ck... Wow .. apa kau sudah paca...


"Omong kosong !" jawab Bryan cepat .


"Lalu tadi ." ucap Erland .


"Eu ....tadi ?! ,ahh tadi dia meminta nomor temannya yang kerja di kantor Dimas...


"A....a....a.. !? jelas-jelas aku melihat mu memasangkan sy....


"Niken ?! bilang pada bos mu ini ,dokumen sudah ada di tanganmu ..aku malas meladeni batu tumpul seperti dia ?! dan aku pergi ." ucap Bryan melangkah pergi .


"Bryan ... aku tahu kau sudah mencintai gadis itu rupanya ...ho....ho....ho... apa kau sudah mengatakan cintanya pada dia ...CK...CK..CK..tunggu !! gimana dengan Nabila ,apa dia mengatakan cintanya padamu ... !! Niken menurutmu bagaimana dengan Nabila ." ucap Erland yang memberhentikan langkah Bryan .


Niken hanya geleng kepala dengan ucapan sahabatnya itu ,dia berjalan tanpa menjawab perkataan bos sekaligus sahabatnya itu , sementara Bryan kini dia pun melanjutkan langkahnya dengan berfikir .


"Aku akan menunggu dia bilang suka padaku ,dan akan menunggu gadis ceroboh itu bilang bahwa dia mencintaiku."


Kini Bryan pun menyalakan mobilnya dan berlalu pergi untuk ke perusahaan Dimas ,Bryan berdecak dan mengusap wajahnya dengan kasar ,setelah apa yang dia lakukan tadi pada Nabila .


"Sial .. apa yang aku lakukan ?! Bryan ..Bryan ... Nabila gak mungkin berpikir berlebihan ka .ck."


Sesampainya di kantor ,Bryan dengan cepat memasuki area kantor ,dia takut Dimas keburu datang dan memberikan tatapan dingin ,setelah perubahan Dimas, Bryan menjadi ciut Dengan sikap Dimas yang sekarang .

__ADS_1


****


Di keluarga Abraham .


Kedua suami istri itu tengah berbincang akan hal putri semata wayangnya ,Rahma istri dari Abian menghawatirkan putrinya yang akan di jodohkan oleh Kaisam yang tak lain adalah mertuanya.


"Mas ... bukannya Ayah sudah membatalkan perjodohan itu ,kenapa ayah Harus menarik kembali perjodohan Dista ." ucap Rahma .


"Sudahlah ?! aku yakin , Ayah memilihkan pria yang terbaik untuk putri kita , kau tak perlu khawatir ." jawab Abian .


"Tapi mas ?! aku takut ." ucap Rahma .


"Takut kenapa " jawab Abian .


"Meski dia adalah kedua dari adiknya penguasa di kota Xxxx , Aku dengar pria itu sekarang sudah berubah menjadi pria dingin ." ucap Rahma.


"Dari isu yang beredar dia sekarang memiliki kekuasaan yang kuat dan sifat yang kejam , bahkan pamannya yang sudah menusuk dari belakangnya pun dia bisa langsung menghancurkannya ." ucap Rahma Kembali .


"Mas aku takut !! jika Dista menikah dengan pria itu di perlakukan dengan tidak baik ,Dista Kita masih berumur 20 tahun ,bahkan tingkahnya juga masih suka ceroboh ,bangun pun harus aku bangunkan ,menjadi istri itu tidak gampang mas , dia juga harus melayani suaminya dengan baik ,tapi dengan kepribadian dia yang masi ...


"Rahma !! aku yakin pria itu akan melakukan yang terbaik untuk Dista nanti ,kamu jangan memikirkan hal-hal seperti itu , kau dapat rumor dari mana ,rumor itu palsu ,sudah " ucap Abian menenangkan istrinya itu .


"Mas tapi aku benar-benar tidak setuju !! gimana jika Dista membuat kesalahan di bentak olehnya ,bahkan pria itu terpaut jauh berbeda dengan umur Dista , dia pria matang ,pria dewasa ,dan sudah berkepala tiga ." ucap Rahma .


"Aku mohon mas ,kamu bilang sama ayah untuk tidak menarik perjodohan itu ,aku khawatir pada Dista " ucap Rahma Kembali dengan raut wajah khawatir ..


"Rahma !! kamu terlalu memanjakan Dista ,makannya kamu terlalu berlebihan ,sudah jangan menangis , kita tunggu saja dan ikuti dulu kemauan ayah ." ucap Abian .


Yah! Kaisam memang menarik perjodohan itu lagi pada key ,bahkan pria paruh baya itu memberi tahu bahwa cucunya melamar kerja di perusahaan DA'GROUP ,meski awalnya dia tidak ingin melanjutkan ,tapi dia pun berfikir keras kembali untuk menjodohkan cucunya itu .


Dari obrolan Rahma dan Abian ,di balik anak tangga ada yang mendengarkan ucapan mereka ,Dista tidak menyangka bahwa kakeknya menarik perjodohannya Kembali .


"Kenapa kakek selalu memaksa ku ,!! aku tidak ingin di jodohkan ,bahkan aku kaget saat mami bilang bahwa pria itu kejam dan terpaut beda umurnya dari ku , kakek jahat ,kenapa kakek menjodohkan aku dengan pria tua ,bahkan aku belum mengetahuinya ."


Dengan langkah gontai ,Dista melangkah kembali ke anak tangga untuk ke kamarnya , dia menangis sejadi-jadinya , bahkan Abian sang papi mengikuti kemauan kakeknya itu .


Dengan tangisan yang kini sudah membanjiri bantalnya dengan air mata yang mengalir , dia tidak menyangka kehidupan masa mudanya harus terlepas dan menikah dengan pria yang di jodohkan sang kakek.


Dista menangis dengan posisi tiduran , karna kelelahan menangis dia pun sampai tertidur ,


Beberapa menit kemudian ,Rahma sang mami masuk ke dalam kabar putrinya ,dia melangkah menghampiri ranjang dan melihat dista , Rahma melihat jam di atas nakas sudah menunjukan pukul 15: 30 .


Rahma terkejut saat melihat mata terpejam Dista bengkak ,Rahma berfikir apa dista masih mengingat mantan pacarnya ,hingga dia kembali sakit hati dan menangis lagi


"Dista !! apa kamu masih mengingat pria brengsek itu ,dia sudah menyakitimu bahkan menghamili sahabat sekaligus adik sepupu mu , !! kenapa nasib mu tak beruntung nak ." gumam Rahma yang kini tengah mengelus rambut panjang Dista .


Kini Rahma mengingat perihal perjodohan itu ,kini dia melihat putrinya yang tertidur pulas.


"Jika Dista tahu ,akan hal perjodohan itu di tarik Kembali ,gimana dengan perasaannya ."


"Dista maafkan mami !! mami gak bisa membantu ,soal perjodohan ,kakekmu yang mengatur ,mami hanya berdoa ,jika memang jodohmu tuan muda Anggara ,mami harap dia memperlakukan mu dengan baik ." gumam Rahma .


Rahma pun berdiri dari duduknya dan melangkah kembali keluar dari kamar Dista .


Dista bangun dari tidurnya ,dia membuka mata dengan memegang kepalanya yang pusing ,kepalanya berat karna habis menangis , kini dia bangun dari tidurnya dan turun melangkah ke arah cermin .


"Mataku bengkak sekali ,kepalaku juga pusing banget ."


Kini Dista duduk di kursi meja rias dengan mengoleskan plascare di pelipisnya , mengingat ucapan orang tuanya ,dia kembali menangis .


Tok....tok ...


"Non ... non Dista ..." panggil art .


"Iya bi ....masuk aja ...gak di kunci ." jawab Dista .


"Maaf non !! bibi lancang ,bibi di suruh bangunin non Dista oleh nyonya ,eh taunya non sudah bangun ." ucap art.


"Ada apa bi ." jawab Dista tanpa melihat ke arah belakang .


"Tuan besar menunggu non Dista di bawah ,jika non Dista sudah mandi dan beres se....


"Aku akan kebawah bi setelah mandi ." jawab dista langsung .


"Baik non ." ucap art .


Dista langsung melihat dirinya di balik cermin dia menghela nafasnya panjang ,sebentar lagi dia akan melepaskan masa-masa mudanya menjadi istri ,dia tidak mungkin bisa kabur lagi ,dengan keinginan kakeknya menjodohkan dirinya dengan pria yang sudah berumur ,tepatnya sudah tua .pikirnya .


Dering ponsel Dista berdering nyaring dan membuyarkan lamunannya ,dengan cepat Dista berdiri dan melangkah ke arah ranjang , dia pun menerima telpon tersebut dengan suara lunglai.


"Dista !! aku sudah menunggu mu nih , kamu masih dimana ." ucap Nabila di sebrang telpon .


Dista terkejut ,dia lupa bahwa dia berjanji akan menjemput Nabila di sore pulang kerja sahabatnya itu .


"Bil ...maffin aku !! aku gak bisa jemput , aku lagi gak enak badan ,maafin aku ya .... " jawab Dista dengan mematikan telponnya .


"Akhh ... gara-gara ketiduran aku lupa akan janji aku untuk menjemput Nabila ." decak Dista .


Kini Dista melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri ,dia ingin melupakan dan menghapus pikiran yang membuat kepalanya berat seperti tertimpa karung beras.


Dengan waktu 20 menit , mandi pun selesai , setelah itu dia pun mengganti pakaian rumahan , Dista mengambil ponsel mengirimkan pesan pada Dista , setelah itu dia keluar untuk ke bawah .


Dista melangkah ke pintu luar berniat untuk ke halaman samping rumahnya ,di saat dia sampai luar dia di berhentikan langkahnya oleh sang papi .


"Dista ... mau kemana .!!" tanya Abian


"Halaman samping !! papi tenang aja , aku tidak akan kabur ." jawab Dista dengan tersenyum kecut .


"Kakek menunggu mu di ruang tivi ,, " ucap Abian .


Seketika Dista pun berhenti melangkah ,tanpa menjawab papinya dia pun berbalik melangkah ke arah dimana ruang Tivi berada , hati dan perasaannya sudah kesal , tapi apa boleh buat ,dia terpaksa harus menghampiri sang kakek .


"Dista !! duduk dulu ,jangan berdiri di situ nak ,ada yang akan kakek katakan padamu ," ucap Kaisam .


"Kakek mau mengatakan apa ." jawab Dista pasrah .

__ADS_1


"Besok kita kau ikut dengan kakek ,dan juga papi mu ke restoran Xxxx , kita akan bertemu dengan keluarga sahabat kakek ,sekaligus bertemu dengan calon su...


"Tidak ...!! Kakek ..dista tidak mau !! bukannya kakek sudah membatalkan perjodohan itu ,tapi kenapa kembali menjodohkan aku lagi .." jawab Dista berdiri dari duduknya .


"Dista !! Kakek memilihkan calon suami terbaik untuk mu , dia penanggung jawab ,dia juga baik ,dia juga pasti bisa mendidik mu sebagai istr...


"Tidak kek ,,, Dista menolak !! kakek.. dista sudah punya pacar dan dia akan segera menikahi ku ...." jawab Dista .


Pria paruh baya itu terkejut saat mendengar lontaran yang baru saja Dista katakan , begitu juga Abian dan Rahma mereka langsung melihat ke arah Dista .


"Pacar !! apa kau yakin , pria mana yang kau pilih Adista , papi tidak mau kau salah memilih pria lagi apalagi seperti fhatan ." ucap Abian .


"I_iya ... a_ku sudah punya pacar ." jawab Dista terbata .


"Baik ...pria mana yang kau pilih itu , kakek ingin tahu ,pria seperti apa pacarmu ,kalau bisa kau bawa langsung ke rumah dan kenalkan pada kami ." ucap pria paruh baya itu dan berdiri dari kursinya meninggalkan ruangan tersebut .


"Dista ,kamu tidak membohongi kami kan kalau kamu punya pacar ." ucap Abian .


"Pi.. aku sedikit pusing ... aku kembali ke kamar." jawab Dista melangkah meninggalkan kedua orangtuanya .


"Mas ...sudahlah ,kita tak perlu memaksa Dista ,biarlah dia mencari pasangannya sen..


"Rahma !! kau masih mengingat fhatan , dia adalah pria yang di dapati oleh Dista , kamu mendukung anak itu untuk mencari pasangan sendiri , ?! aku ingin tahu pria mana yang disebut pacar oleh Dista .", ucap Abian .


Sementara di atas sana... Dista kini tengah ketar ketir ,dia tidak menyangka bisa mengatakan bahwa dirinya mempunyai pacar ,dista pun tak menyangka bahwa kakek menyuruh nya untuk membawa pacar ke rumah .


"Mati aku !! ,Dista kau bodoh ,kenapa aku bisa bilang gitu .. aduh gimana ini ... gimana ." gumam Dista .


Dista berfikir sembari bolak balik di kamarnya memikirkan perkataan itu ,yang bikin dia risau adalah perkataan kakeknya yang menyuruhnya untuk mengenalkan , seketika Dista mengingat pria yang di perusahaan DA'GROUP minta untuk menjadi pacar kontrak nya .


"Dia .... iyaa ..pas banget !! aku harus kembali ke perusahaan itu ." ucap Dista .


"Iya ... dengan begitu !! aku dan dia sama-sama untuk menggunakan cara ini ., huhh jadi pada aku nikah sama pria kejam dan berumur tua ,, mending aku menjadi pacar kontrak pria itu ." ucap Dista yang sedikit tenang .


Dista menghembuskan napasnya berat ,kini dia melangkah ke arah balkon sembari mengirim pesan kembali pada Nabila ,untuk tidak lupa menginap di rumahnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tepat pukul 22.00 , jemputan Nabila yang tak lain adalah supir keluarga abraham kini tengah menunggu di depan perusahaan HW'Group, lima menit menunggu Nabila pun keluar ,begitu pula supir itu .


"Nona Nabila ,saya di perintahkan untuk menjemput anda ." ucapnya dengan di angguki Nabila .


Nabila menghela nafasnya berat , dia berpikir ,hidup menjadi orang kaya benar-benar luar biasa ,bahkan Dista sahabatnya menyuruhnya menjemput dirinya di jam malam .


Tak butuh waktu lama.. Nabila pun sampai di halaman kelurga abraham , Nabila turun dan melangkah ke arah pintu ,di saat dia melangkah ,pintu masuk itu terbuka dan menampakan pria paruh baya .


"Ma_malam kakek." ucap Nabila .


"Masuklah .. " ucapnya dengan tersenyum .


Nabila pun hanya mengangguk kan kepalanya ,dan melangkah ke arah tangga menuju kamar Dista , dengan cepat Nabila pun mengetuk pintu kamar sahabatnya itu .


"Sudah aku bilang ,,, aku tidak ingin di ganggu !! " ucap Dista di dalam sana .


"Ohh oke ... aku balik lagi ...awas saja kalau kau memanggilku lagi .' jawab Nabila .


Dista yang di dalam sana terkejut saat mendengar suara sahabatnya itu ,dengan cepat dia membuka pintu ,dengan cengengesan.


"Cepat-cepat masuk ." tarik Dista .


"Kenapa sih ..." ketus Nabila .


"Aku hanya ingin...


"Aku ingin bersihin dulu tubuh nih ,kamu ngebiarin aku bau badan masuk kamar mu ." ucap Nabila


Dista pun menghela nafasnya dan melangkah untuk mengambil baju ganti untuk sahabatnya itu, Nabila pun menaruh tasnya di sofa dan berlalu pergi ke kamar mandi membawa ganti baju yang di berikan Dista .


Tak butuh waktu lama ,Nabila kini telah selesai dan keluar dari kamar mandi mengenakan piyama dista .


"Ceritakan padaku .. kenapa kau tidak jadi kerja di DA'Group." tanya Nabila .


"Sebelum aku menjawab ,aku mau bertanya dulu ,!! Nabila bukannya kamu bilang di perusahaan itu CEO nya adalah suaminya ana ..tapi kemarin aku wawancara tidak melihat Erland ,?! dan apa coba ." ujar Dista .


"Apa ..' jawab Nabila yang kini ngemil .


"Aku bertemu dengan pria aneh di ruangan CEO itu ," ucap Dista .


"Aneh gimana ,orang kak Dimas tampan gitu kok di bilang aneh Jawab Nabila .


"Tampan sih tampan ,huh muka berkerut gitu ,tidak ada manis-manisnya sama sekali ." ketus Dista .


"Ehh ?! apa kau bilang ... Dimas .,Dimas siapa maksud mu ." jawab Dista kembali .


"Ya CEO disana ,kamu tuh perusahaan sangat terkenal tidak tahu sama sekali dengan CEO itu ... ck ... sungguh kuno sekali ." ucap Nabila .


"Bukannya Dimas itu mengalami luka bakar ..." jawab Dista .


"Oprasi ..." ucap Nabila .


"Huh tampan oplas ... tidak tahu aslinya seperti apa ." ketus Dista .


Nabila mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan foto pada sahabatnya itu , Karana Nabila memang tahu sedari dulu ,Karan dirinya memang selalu tahu tentang berita ..


"Foto siapa ini ." ucap Dista .


"Ya itu aslinya sebelum mengalami luka bakar ."jawab Nabila .


Dista melihat foto itu dengan mengetuk-ngetuk dagunya ..


"Tampan ... tapi kenapa tampan yang asli dari pada yang palsu , huh dengan wajahnya yang sekarang benar-benar tidak ada manis-manisnya .. tapi kenapa dengan foto yang ini dia terlihat damai sekali ."


"Sudah jangan di lihatin lagi ,, nanti cintrong lagi.." ujar Nabila merebut ponselnya .


Dista hanya melihat Nabila dengan jengah ,kini keduanya tengah tiduran sembari menceritakan kisah cinta mereka berdua , Dista yang sudah tahu mengenai perasaan Nabila pada Bryan tidak bisa berkata apa-apa ,dia hanya bisa mengusap kepala sahabatnya itu ,bahkan dirinya pun ngalamin rasanya jatuh cinta pada pria pertama yang kini sudah bukan miliknya lagi.

__ADS_1


__ADS_2