Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Penculikan Dista .


__ADS_3

Dimas yang masih bercengkrama dengan rekan bisnisnya langsung teralihkan pada ponselnya yang berdering ,Dimas melihat nomor panggilan yang tidak di kenal ,tapi dia menghiraukan nya ,kini pandangannya beralih ke arah dimana ana berada ,tapi dia tidak melihat Dista yang seharusnya dengan ana .


Dimas berniat akan berdiri dan menghampiri ana untuk menanyakan dista ,di saat dia berdiri lagi-lagi ponselnya berdering dari nomor yang tak di kenal lagi ,Dimas menatap nomor tersebut dan menerima nya .


"Halo "


"Jika anda ingin istri anda selamat ,maka berikan kami tebusan 20 miliyar ,dan temukan istrimu di tempat kota terpencil dan masuk ke area hutan ,jangan sekali-kali kau membawa anak buah jika tidak akan ku pastikan istrimu akan menjadi milik kami ,bahkan dia begitu cantik dan menggoda " ucap seseorang di balik telepon.


Deg. .......


"Bedebah !!!!!!! apa yang kau lakukan pada istriku ,siapa kau .." ucap Dimas dengan suara meninggi dengan menahan amarah .


Tut.....Tut....


Orang tersebut mematikan Teleponnya tanpa menjawab jawaban Dimas yang tengah marah .


Erland ,Irsan serta Roy yang tengah bercengkrama dengan rekan bisnis Dimas seketika mereka semua berdiri dari duduknya .


"Tuan !! ada apa , apa yang terjadi ." ucap Roy .


"Dim... apa yang terjadi " ucap Irsan .


"Kak ......" ucap Erland .


"istriku hilang di culik ,ana terakhir kau bersama Dista kapan " ucap Dimas


"T_tadi Dista ,, ijin ke toilet dan aku juga menunggu dia kembali ,aku kira di toilet antri ,makannya aku tidak berpikiran jauh ,aku tidak tahu dis...


"Toilet !!!! " gumam dimas.


"Aku harus memeriksanya ." ucap Dimas melangkah ke arah dimana dia akan memeriksa cctv .


Ana yang mendengar teriakan Dimas membuat dirinya kaget ,apalagi mendengar nama Dista yang di katakan hilang ,Erland menghampiri ana yang kini tengah syok .


"Mas, ini semua salahku ,!! seharusnya aku antar Dista ke toilet ,aku malah asyik ngobrol ." ucap ana dengan penuh kekhwatiran .


"Sudah sayang !! ini bukan salah mu, kamu pulang duluan bersama Niken ya " ucap Erland sembari memeluk ana.


"Nik ...!! tolong antarkan istriku !! aku harus membantu kakakku untuk mencari Dista ." ucap Erland dengan di angguki Niken .


"Tapi mas !! aku akan ikut memban....


"Tidak sayang !! kamu harus pulang !! kasian Kenzie ,Niken cepat bawa istriku ." ucap Erland yang kini melangkah ke arah ruangan dimana Dimas berada


"Nyonya ana ... ayo ...??! kita harus yakin para lelaki pasti menemukan Nyonya Dista ,nyonya jangan khawatir , ini sudah malam ,tidak baik jika anda membantu mencarinya ." ucap Niken .


Ana hanya mengangguk dan melihat Erland yang sudah menghilang bersama Irsan ,ana terpaksa harus pulang , rekan bisnis Dimas kaget ,istrinya dari CEO Anggara menghilang di nyatakan hilang penculikan ,mereka hanya berdoa agar istri Dimas segera di temukan .


Di tempat lain ,Dimas kini tengah melihat rekaman cctv yang kian menyala dimana ,dia hanya melihat Dista dimana istrinya ikut mengobrol dengan ana di tempat tadi ,dan tak lama Dimas melihat ke jalan dimana Dista akan ke toilet ,Dimas melihat Dista menabrak seseorang yang entah tahu siapa ,tapi Dimas tidak menemukan rekan cctv yang berada di luar area toilet , yang dimana membuat dirinya marah .


"Brengsek ...??! cctv di area toilet mati ." ucap Dimas dengan amarahnya .


Ting ...


Ponsel Dimas berbunyi tanda ada pesan padanya ,Dimas melihat isi pesan tersebut .


"Saya tunggu kedatangan anda , mungkin uang bukanlah segalanya buat anda ,bukanlah istri anda adalah harta anda yang paling berharga di banding uang , maka sekarang siapkan uang 20 milyar dan temukan istri anda ."


"Brengsek "


Dimas mencengkram ponselnya setelah membaca pesan tersebut ,di saat Dimas berbalik dan melangkah ! langkahnya terhenti saat dia mengingat Amalia , bahkan Dimas tertuju pada Amalia dimana istrinya menghilang .


"Amalia " gumam Dimas .


Irsan dan Erland saling pandang melihat ke arah Dimas yang dimana pria itu menyebut nama Amalia .


"Dimas ! apa yang kau katakan ,jangan bilang kau menganggap Amalia yang sudah menculik istrimu ." ucap irsan .


"Pasti dia !! dia yang sudah mengatakan padaku ,apapun yang akan dia lakukan untuk mendapatkan ku ,dengan cara apapun ,?! Amalia ?aku akan memberi pelajaran ." ucap Dimas dengan melangkah pergi .


"Kak tunggu !! jangan sembarangan dulu ?! belum tentu Amalia yang melakukannya , aku ingat betul dimana dia bilang sudah menyakiti kakak ipar dengan kata-katanya ,dimana kau memindahkan wanita itu ,kau menceritakan tentang perihal masa lalu yang membuat Amalia salah paham akan hal surat cinta itu ,bahkan setelah dia mengetahuinya ,Amalia langsung pergi ke kakak ipar ,dan wanita itu benar-benar minta maaf sama kakak ipar, dan itu tidak mungkin Amalia yang melakukannya ." ucap Erland menahan Dimas .


"Aku tidak perduli !! dia adalah wanita yang tak jauh dari Sahara , aku tidak akan mempercayai siapapun ,apalagi dengan maaf wanita itu pada istri ku ." ucap Dimas menepis tangan Erland dan melangkah pergi .


"Irsan !! cepat kejar kak Dimas ! dia pasti menemukan Amalia !! aku yakin wanita itu tidak mungkin melakukan itu pada istri kakakku ,kau harus menolong wanita yang kau cintai itu ,aku takut kak Dimas akan melakukan hal lebih ?! dia bukanlah kakakku yang dulu , cepat Irsan ." teriak Erland .


Irsan tercengang saat Erland mengatakan itu ,dia dengan cepat mengejar Dimas yang kini sudah di lantai bawah ,Irsan dengan cepat menekan tombol lift untuk ke lantai parkiran dan untuk mengikuti Dimas ,Erland menyuruh Roy untuk mengikutinya dan mengikuti Irsan dan juga Dimas ,


Dimas yang kini berada di rumah Amalia menekan bel nya dengan cepat ,bahkan pria itu lagi-lagi menekan bel detik demi detik ,setelah kian menunggu pintu itu terbuka dan terlihat art yang membukanya .


"Mohon maaf ada....


"Panggil nyonya mu ,bilang padanya ada yang ingin bertemu dengannya ." ucap Dimas dengan menahan amarahnya.


Art tersebut hanya mengangguk dan menurutinya dengan tubuh gemetar karna ketakutan oleh Dimas yang memberikan aura menakutkan .


Tak butuh waktu lama ,Amalia yang tengah baru keluar dari kamar mandi di kaget kan dengan ketukan suara pintu ,yang dimana membuatnya terkejut ,art itu mengatakan ada yang bertamu dengan berwajah seram dan ingin bertemu dengannya .


Amalia yang mendengar itu pun sedikit berigidik ,dengan meminta bantuan art ,dia ingin di temani menemui tamu yang di katakan art itu .


Di saat Amalia dimana dia berjalan ke arah pintu ,dia di kagetkan dengan Dimas yang kini tengah menatapnya tajam di ambang pintu masuk .


"D_dimas , kenapa kau ada disini ." ucap Amalia .


Dimas tidak menjawab pertanyaan Amalia ,dia melangkah masuk tanpa ijin dan menghampiri Amalia dengan tatapan tajam yang begitu menakutkan .


"Dimana kau sembunyikan istriku .." ucap Dimas dengan mencengkram leher Amalia .


"Di..ma ..s.. a...apa M..


"Jangan belagu banyak akting ,kau pasti yang membawa istriku ,kau pasti yang menyembunyikan nya dari ku bukan ,katakan !! kenapa kau melakukannya .." ucap Dimas dengan nada tinggi .


"Apa maksudnya !! apa Dista menghilang , tapi kenapa dia menuduh ku ."


Amalia menahan tangan kekar Dimas yang kini tengah mencengkram lehernya ,bahkan dia susah untuk menjawab pria itu yang dimana membuatnya tidak bisa menjawab .


"Di...Dimas... aku ....aku ...


Dimas melepaskan cengkraman nya dan ingin tahu jawaban dari wanita itu .


"Ayo katakan !! kenapa kau melakukan itu ?! bahkan bandit-bandit mu menyuruh ku untuk menebus uang 20 milyar ,maka dari itu dan sebelum itu ,aku ingin memberikan pelajaran untukmu terlebih dahulu ." ucap Dimas dengan mencengkram wajah Amalia dengan menghempaskan nya .


"Uhuk ..uhuk ...


"Dimas ... aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan , aku tidak menculik istrimu ,aku tidak tahu apa-apa ,dan aku tidak melakukan penculikan mengenai istrimu ." jawab Amalia dengan terbatuk .


Dimas menggepalkan tangannya ,wanita itu tidak jauh penuh banyak drama sama halnya dengan Sahara ,kemarahan yang sudah menyelimutinya di masa lalu membuat dirinya tidak mempercayai wanita bermuka dua ,dengan amarahnya Dimas lagi-lagi mencengkram wajah Amalia dengan kuat ,Irsan yang baru datang langsung memberhentikan Dimas dengan menghajar nya .


" Kau kurang ajar Dimas !! apa yang kau lakukan pada Amalia ." ucap irsan menghantam Dimas .


"Cih ?! demi cinta kau rela memilih menjaga wanita ini Irsan " ucap Dimas dengan menghapus darah di sela bibirnya .


"Dimas !! aku bukannya mempercayai Amalia Karna cinta !! aku tidak percaya kau bisa melakukan itu pada wanita ,Dimas sadarlah ?! kau dulu tidak seperti ini ,kau dulu pria lembut dan tidak kasar pada wanita ,dim ingat Dista ,dia juga wanita ,gimana jika Dista di sakiti di luar sana oleh pria itu ,kau jangan tersulut emosi terlebih dahulu ,kita tanya baik-baik pada Amalia ,dia yang menculik nya atau bukan ." ucap Irsan yang kini menghalangi Amalia di belakangnya .


"Dim !! lupakanlah masa lalu yang membuat seperti ini ?! aku tahu apa yang terjadi pada mu ,tapi ku mohon cukup kau jangan memberikan kekerasan pada nya ,ingat Dista istrimu dim ... sebelum itu kita tanyakan terlebih dahulu pada Amalia yan....


"Irsan !! aku tidak tahu apa-apa , aku tidak tahu Dista di culik ,?! sumpah demi apapun ,aku tidak melakukanya " ucap Amalia yang kini berada di belakang Irsan .


"Dimas !! meski aku awalnya tidak suka dengan istrimu ,tapi dengan melakukan itu aku tidak berani ,aku tidak ingin masalah menjadi besar ,?! demi tuhan aku tidak melakukan hal penculikan. atas istrimu ." ucap Amalia kembali .

__ADS_1


"Wanita yang penuh berakting itu hebat bukan , pasti berbakat sekali jika harus masuk ke dunia hiburan .." ucap Dimas yang kini melangkah ke arah dimana Amalia yang berada dekat Irsan ,Irsan yang melihat Dimas melangkah langsung menahan Dimas .


"Cukup dim ?! apa yang akan kau lakukan lagi ?! apa kau barusan tidak dengar perkataan Amalia ." desak Irsan


"Aku tidak akan ..


Ting ..


Ponsel Dimas berbunyi , dia mengurungkan niat nya melangkah ke arah Amalia , irsan bernapas lega saat Dimas berhenti dari langkahnya , Dimas terkejut saat melihat pesan foto yang di kirimkan oleh seseorang dimana foto itu foto Dista yang kini tengah di ikat dengan bibir di tutup lakban .


Dimas melihat ke arah Amalia yang kini terduduk , lalu pandangannya ke arah irsan .


"Jika aku sudah menangkap bandit itu dan jika kau yang melakukannya ,aku akan melakukan pelajaran lebih padamu .", ucap Dimas berbalik dan melangkah pergi .


Disaat melangkah ,langkahnya terhenti yang dimana membuat Irsan khawatir akan pria itu untuk menyakiti Amalia .


"Irsan !! jangan beri tahu Bryan soal ini , aku tidak ingin dia tahu dan aku tidak ingin mengganggu kebahagiaannya ." ucap Dimas melanjutkan langkanya lagi .


Irsan bernapas lega ,dan kini melangkah pergi untuk mengikuti Dimas ,gimana pun juga pria itu adalah temannya dan dia pun harus membantu mencari istrinya ,tapi di saat dia melangkah ,langkahnya terhenti dan berbalik melihat ke arah wanita yang terduduk di lantai ,Amalia yang melihat Irsan menatapnya hanya diam tak bersuara ,Irsan pun berbalik Kembali dan pergi dari rumah Amalia .


"Irsan tunggu "


Irsan yang merasa di panggil berhenti tanpa melihat ke arah Amalia , Amalia berjalan ke arah Irsan dengan cepat .


"Aku ikut !! aku ikut mencari Dista ." ucap Amalia dengan suara seraknya .


"Tidak perlu !! ini sudah malam ,tidak baik jika kau harus ikut ,pergi lah " ucap Irsan melangkah cepat ke arah mobilnya .


"Tidak !! aku akan ikut dengan mu , aku ingin ikut mencari Dista ,aku tidak ingin membuat Dimas salah paham padaku " ucap Amalia mendahului Irsan ke arah mobilnya .


"Jika kamu tidak mengijinkan aku untuk ikut ?! aku akan menghalangi jalan m...


"Cepat masuk !! jangan cerewet ." ucap Irsan dengan berdecak .


Amalia pun masuk dengan tanpa alas kaki ,bahkan diapun tidak sadar akan hal itu ,irsan dengan cepat menyalakan mobilnya dengan cepat dan mengejar Dimas .


.


.


.


Di tempat lain .


Ketiga pria yang kini tengah menahan Dista tengah menunggu tuannya ,yang sebentar lagi akan datang ,bahkan saat ini Dista belum sadarkan diri karna biusan yang mereka berikan pada dista .


Beberapa menit kemudian, pria tampan dengan bertubuh tinggi dengan kulit putih kini tengah datang ,pria itu bahkan masuk dengan tersebut kecut melihat wanita yang kini tengah di ikat di tiang dengan tak sadarkan diri .


"Haha....haha.... haha ...." tawa pria itu dengan memandang Dista yang di ikat itu .


"Aku tidak menyangka kakak sepupu ku memiliki istri secantik ini ," ucap pria itu dengan menyentuh wajah Dista .


"Bahkan memiliki wajah yang begitu mulus ." ucap nya lagi .


Kini pria itu berbalik dan melihat ke tiga anak buahnya .


"Apa kalian sudah menyuruh Dimas untuk kemari ," ucap nya.


"Sudah tuan " jawab anak buahnya.


"Bagus !! aku ingin tahu apa dia membawa uang 20 milyar itu untuk menebus istri cantiknya itu , demi Istri dia tidak mungkin tidak membawa uang untuk menebus wanita ini ." ucap nya .


"Uhh ,,emmm..


Dista tersadar dan sedikit-sedikit membuka kedua matanya ,pria yang tadi bicara pun melihat Dista yang kini hampir sadar ,Dista yang sudah sepenuhnya sadar pun terkejut saat tangan dan tubuhnya di ikat di tiang tembok ,Dista pun melihat pria yang kini tengah duduk dengan tersenyum jahat ke arah Dista .


"Si_siapa kalian." ucap Dista .


"Tidak !! aku tidak tahu kalian siapa !! termasuk kamu dan aku tidak ingin tahu ,lepaskan aku ." ucap Dista dengan ketakutan.


"Hah ... lepaskan !! jika aku melepaskan mu ,aku tidak akan bisa bersenang-senang terlebih dahulu untuk menyiksa istri dari Dimas ." ucap nya dengan membelai wajah Dista .


"Menjijikan !! jangan sentuh aku ." teriak Dista .


"Mau berteriak sekencang apapun !! aku tidak akan melepaskan mu ," ucapnya dengan tersenyum jahat .


"Lepaskan aku !! sebenarnya siapa kalian ,kenapa kalian melakukan ini padaku , apa salahku ." ucap Dista .


"kak ... kak Dimas ?! tolong aku ."


Dista benar-benar takut ,bahkan dia semakin takut saat pria itu menatapnya tajam ,bahkan saat ini pria itu menjambak rambut panjang Dista dengan kuat.


"Akhhh ...." pekik Dista .


"Apa ? kenapa , sakit ... hahaha... sakit ini biar kau rasakan atas apa yang suamimu lakukan pada keluarga ku ." ucap pria tersebut .


"Apa maksud mu ?! aku tidak mengerti aku tidak tahu apa yang di lakukan oleh suamiku pada keluarga mu ." jawab Dista dengan meringis .


"Dia yang sudah menghancurkan keluar...


"Bos ... Dimas Anggara mengirimkan pesan ,dia saat ini sebentar lagi akan kemari ...apa yang kita lakukan ." ucap anak buahnya .


"Cepat lepas ikatan wanita ini ,bawa ke jalan belakang ,dan aku akan mengerjai dimas ,untuk bermain taktik ,,, cepat bawa ,ikuti aku " ucap pria itu .


Dista terkejut saat mendengar pria itu akan kembali membawanya ,bahkan Dista terkejut lagi dengan apa yang akan di rencanakan Sama pria itu ,Dista yang kini di lepaskan berusaha memberontak ,Dista membuka heels yang dia pakai untuk memukul pria itu ,tapi naas heels yang dia lepaskan di rebut oleh pria satu lagi dan melemparnya ke sebrang arah ,hingga hak heel itu terputus ,dan saat ini Dista berusaha membuka heel satu lagi yang terpasang di kaki kirinya untuk memukul pria itu Kembali .


tapi lagi-lagi dia gagal untuk melepaskan heels nya ,di Karna kan pria yang di belakang Dista menotok pundak Dista ,yang dimana Dista tak sadarkan diri Kembali .


Mereka pun meninggalkan tempat itu dengan mengikuti pria yang tak lain adalah bosnya ,Dista yang kini sudah di masuki kedalam mobil meninggalkan tas di dalam gudang itu dengan heel nya sebelah .


Dimas yang kini sudah sampai tengah melangkah ke arah pintu gudang itu dengan mendobrak nya ,Erland dan Roy yang baru sampai pun mengikuti Dimas kedalam ,Dimas yang kini sudah berada di dalam tidak menemukan orang-orang itu .


"Brengsek , !! mereka mengerjai ku ." ucap Dimas dengan memukul tangannya ke tiang tembok.


Erlang berpikir dan melangkah ke arah pintu dimana pintu itu dari sudut yang kini tengah terbuka .


"Kemungkinan mereka membawa nyonya dista dari arah pintu ini ," ucap Roy .


Dimas yang kini masih dengan berposisi tangan di tiang tak memperdulikan rasa sakitnya , dia kini mengeluarkan ponsel yang ada di suka nya , melihat kontak dista yang terakhir di lihat beberapa jam yang lalu .


"Dista !! tunggu aku ... aku akan menjemputmu "


"Ehh tunggu !! bukan kah ini tas nya dista " ucap Irsan yang kini mengambil tas berwarna mocca tersebut .


Dimas langsung merebut dari tangan Irsan ,kini pandangannya ke arah heels dista yang sudah tidak bisa di kenakan .


Tolong beri aku makan ,tolong beri aku makan


Semua terkejut saat mendengar nada ponsel tersebut ,Dimas mengenali alarm ponsel Dista yang sudah hampir habis baterai nya .


Kini dia melangkah ke arah asal suara ponsel itu ,Dimas melihat ponsel itu dan berjongkok mengambilnya , dan benar saja ponsel Dista sudah tidak terisi baterai ,di saat dia akan berdiri , dia melihat noda darah bercipratan di bawah sana .


"Darah , ?! kurang ajar ?! apa yang telah mereka lakukan pada istriku ."


Roy melangkah ke arah Dimas dan ikut berjongkok ,dia melihat darah itu dan memperhatikannya .


"Darah ini masih terlihat segar !! kemungkinan mereka belum lama pergi , ?! tuan !! lebih baik anda istirahat .. biar saya dan anak buah yang akan mencarinya ." ucap Roy .


"Tidak !! aku akan mencari istriku , ." ucap Dimas yang kini berdiri

__ADS_1


Di saat dia akan melangkah dia melihat wanita yang kini berdiri ,wanita itu yang tak lain adalah Amalia .


'Kau ..


"Dim ... Amalia tidak bersalah !! bukan dia pelakunya !! bukankah tadi orang tadi bilang bos nya sudah menunggu mu ,jadi kau melihatnya bukan ,?! bukan dia yang melakukan itu ." ucap Irsan .


Dimas tidak menghiraukan perkataan Irsan ,dia melangkah pergi keluar dan melewati mereka ,pikiran dia saat ini adalah Dista yang membuatnya khawatir.


Amalia melihat tangan nya di genggam oleh Irsan , Irsan yang baru sadar langsung melepaskan tangannya .


"Ayo ikuti mereka ,seharusnya kami gak harus ikut ?! bahkan ini sudah pukul 2 dini ,kenapa kau tidak tidur tadi di mobil ku ."


"Aku tidak bisa tidur !! kalau Dista belum ketemu ,jika Dista belum ketemu Dimas pasti akan mengalahkan ku terus , maaf ,aku sudah merepotkan mu ." ucap Amalia menunduk .


"CK ... sudah ayo ...." decak Irsan menarik tangan Amalia .


Amalia lagi-lagi melihat tangannya yang dimana Irsan menariknya , Amalia berpikir ,jika Dimas tidak mengatakannya ,dia tidak akan tahu ,bahwa Irsan menyukainya .


Erland kini satu mobil dengan Dimas ,dia takut kakaknya itu berbuat apa-apa jadi dia memilih satu mobil dengan Dimas ,sementara Roy dia membawa mobil Erland .


"Kak ... lebih baik istirahat dulu ,kau terlihat begitu lelah ,aku gantikan yang nyeti...


Dreett....


Dreett....


Dering ponsel Dimas berdering ,dia melihat nomor itu lagi dan menerima nya .


"Hallo ...


" .... ?! .... "


"Brengsek !! jangan sentuh istriku ...." teriak Dimas di dalam mobil .


Ckiiiitttt.


Dimas memberhentikan mobilnya dengan mendadak , bahkan pria yang menelponnya telah mematikan telponnya ,Dimas yang tadinya akan turun dari mobil dia urungkan di Karna kan ponselnya bergetar .


Dimas terkejut saat melihat foto Dista yang saat ini di mobil dengan tangan di borgol di setir , bandit-bandit itu pun mengirimkan lokasi pada Dimas dimana keberadaan Dista sekarang .


Dengan cepat dia melajukan mobilnya Kembali untuk menuju Dimana Dista berada .


"Apa kau menemukan dimana Dista berada ,," tanya Erland.


Dimas langsung memberikan ponselnya pada Erland untuk memberi tahukan lokasi yang di berikan pada orang tersebut .


"Inikan jalan kereta .,. Kak .. ini terlalu bahaya ?! lebih baik aku yang akan menyetir sekarang ." ucap Erland .


Dimas tidak menghiraukan perkataan Erland ,dia masih saja menyetir dengan pandangan mata yang tajam ,Erland menghela napasnya melihat Dimas yang tidak bisa terkontrol dengan amarahnya .


"Akan ku bunuh siapapun yang telah menyentuh istriku, "


Dimas mengingat darah yang di gudang tadi ,dia tidak tahu apa yang telah terjadi pada istrinya ,bahkan darah itu tepat dimana tas dan heels nya berada.


Waktu berlalu begitu cepat ,jam kini sudah hampir mau pagi ,Dimas khawatir dimana kereta itu akan muncul di jam 6 pagi ,Dimas tidak ingin terlambat untuk menolong Dista .


Selama beberapa jam di perjalan,Dimas kini sampai di lokasi tersebut , Dimas dan Erland turun dari mobilnya dan mencari mobil yang dimana Dista di sekat, kereta yang sudah bersuara membuat Dimas ketar ketir ,Dimas berlari mencari Dista di sisi tepi rel .


Di sisi lain .


Dista perlahan membuka matanya ,dia begitu terkejut saat tangannya kini tengah di borgol ,Dista lebih terkejut lagi saat suara kereta ,dia melihat ke arah kereta yang tengah melaju ke arahnya .


"Aaaaaaaaaa .........


Dista berteriak dan memberontak kan tangannya yang tengah di borgol , Dimas yang lihat mobil tepat di jalan kereta langsung berlari dan masuk ke rel kereta , dengan cepat dia berlari mendekati Dista ,beruntung kaca mobil itu tidak lah di tutup Dista yang melihat Dimas berlari meneriaki nya .


"Kak Dimas !!, tolong aku hiks ... kak ......


"Ya Allah !! aku tidak ingin mati tragis di sini ,aku tidak ingin mati !! tolong aku ya Allah , kak Dimas .. "


"Honey " ucap Dimas yang kini berusaha menarik borgol itu .


"Kak ... kakak lebih baik pergi kak ,, aku tidak bisa lepas kak ... " Isak tangis dista .


"Tidak honey ... aku akan melepaskan mu dari sini ,tenang ya aku ...


Ngeeeeeeeeengggg.........


Ngeeeeeeeeengggg.......


"Kak cepat minggir kak....


"Tidak Dista !! aku tidak akan minggir ,jika kau mati ,aku juga akan ikut mati ,aku tidak akan pergi .. aku tidak akan pergi " ucap Dimas dengan memeluk kepala Dista .


Dista mencengkram Jaz Dimas dengan satu tangannya dengan kuat, di benar-benar takut jika sampai menimpah mereka berdua di jalan kereta tersebut ,Dimas dan Dista memejamkan matanya saat suara kereta itu mendekat .


Erland roy dan Irsan terkejut melihat kereta yang kini akan sampai dimana Dimas dan Dista berada .


Ngeeeeeeeeeenggg.....


Ngeeeeeeeeeenggg...


Dista semakin mencengkram jaz Dimas ,dia berpegangan dengan kuat dan tidak ingin membuka kedua matanya , kereta itu semakin dekat semakin bentrik di telinga , namun seketika angin menghempaskan mereka berdua ,dan angin itu angin kereta yang tengah lewat di jalan samping nya , bahkan suara kereta pun sudah berasa jauh lagi ,Dimas membuka kedua matanya ,dia terkejut melihat kereta yang sudah lewat jauh .


"Honey ... " panggil Dimas .


"Kak ... hikss.... hikss.... " Isak tangis Dista .


Erland bernapas lega saat kereta itu tidak mengarah ke rel yang dimana Dista dan Dimas berada .


Kini ketiga pria itu melangkah mengahmpiri dimas ,dai mencari sesuatu untuk cari cara agar borgol itu kebuka , Roy mengambil besi kecil untuk bisa menari kunci borgol tersebut .


Dengan susah payahnya ,Dimas masuk ke dalam mobil itu dari balik jendela mobil ,sebelum dia melakukan sesuatu dia mencoba menenangkan istrinya terlebih dahulu .


"Jangan buka mata !! aku akan membanting borgol ini ." ucap Dimas dengan di angguki Dista .


Treng.....


Satu pukulan ...


Treng...


Dua pukulan ....


Treng...


Ketiga bantingan langsung terbuka borgol itu ,Dimas memeluk Dista dengan erat ,Dista menitikkan air matanya dengan tubuh bergetar .


"Jangan takut !! ada aku !! maafkan aku !! maaf Karna telat menolongmu .. maafkan aku ." ucap dimas memeluk Dista dengan erat .


Dimas melepaskan pelukannya ,Dimas menyuruh Dista untuk turun terlebih dahulu di Karna kan Takut kereta lain akan datang lagi , setelah Dista turun ,Dimas pun turun dan meninggalkan mobil itu .


Dimas membawa Dista ke sisi lain untuk menghindari jalan rel kereta itu ,Dimas menangkup wajah Dista dan mencium bibir Dista tanpa memperdulikan Erland dan juga Roy ,Irsan .


Dimas dan Dista masih satu berpautan lidah di mana mereka kini berada ,dan benar saja tak selang lama kereta lain pun datang ke arah rek yang menetapkan mobil itu berada ,Dimas dan Dista melepaskan ciuman itu dan melihat ke arah kereta yang menabrak mobil itu hingga hancur .


Dista merasa bersyukur ,Dimas dengan tepat waktu datang menolongnya ,Dista berjinjit dan menarik dasi yang di pakai oleh Dimas ,Dista mencium bibir Dimas dengan perlahan namun pasti ,bahkan ciuman itu pun di balas oleh Dimas dengan menahan tengkuk Dista .


"Terima kasih ,kau sudah menyelamatkan aku "

__ADS_1


Tanpa mereka sadari di balik tembok besar ,seseorang telah menggepalkan tangannya saat Dimas berhasil menolong istrinya ,tapi baginya ini baru awal untuk menghancurkan Dimas ,tapi tidak dengan nanti ,pria itu berniat dengan cara lain untuk menghancurkan Dimas .


Ketiga pria itu masuk ke mobil Masing-masing Erland yang tadinya bersama Dimas ,kini menjadi dengan Roy satu mobil , Irsan pun kini masuk ke dalam mobilnya ,di saat dia sudah masuk ,dia melihat wanita di samping nya tengah tertidur pulas , hari masih pagi ,bahkan matahari pun sudah hampir terlihat ,Irsan dengan cepat membuka jaznya dan menyelimuti Amalia ,setelah melihat mobil Erland dan Dimas melaju , kini irsan pun menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan tempat tersebut .


__ADS_2