
"Bryan ,, apa kau sudah mempunyai pengganti Monalisa , "ucap omah yang kini mengelus punggung pria itu .
Bryan tidak menjawab pertanyaan wanita paruh baya itu ,dia berdiri tanpa mengikuti langkah wanita paruh baya yang tengah akan duduk itu dengan tersenyum, Erland yang akan melangkah ke arah lift bersama ana berhenti karna mendengarkan perkataan omah nya .
"Sayang ... ke atas duluan ya ..biar barang ini nanti aku yang bawa." ucap Erland dengan di angguki ana .
Erland melangkah menghampiri Bryan yang masih diam berdiri tanpa menjawab wanita paruh baya itu .
"Bryan kenapa berdiri ,ayo duduk , apa kau belum bisa menerima kepergian Monalisa ," ucap nya yang kini berdiri menyuruh Bryan untuk duduk .
"Eu...aku..
"Omah !! omah kan baru pulang ,lebih baik omah sekarang pergi mandi dan istirahat ,nanti ngobrol nya di lanjutkan lagi ." ucap Erland yang kini menuntun wanita paruh baya itu .
"Kau benar !! harus nya omah pergi untuk membersihkan tubuh omah dulu ?! Erland suruh Bryan menginap dan pilihkan kamar tamu untuk nya ." ucap wanita paruh baya itu dengan menahan tangan Erland dan di angguki Erland .
Tak butuh waktu lama Erland sampai di pintu kamar omah nya itu dengan menghela napas nya panjang ,Erland tahu perasaan Bryan jika sudah mengingat kejadian yang dulu ,akan berubah menjadi dingin , kini Erland menghampiri Bryan yang ada di ruang tamu .
"Pulang lah ,.. kau tidak perlu mendengarkan perkataan omah ," ucap Erland menepuk pundak Bryan .
"Bagaimana bisa kau mengusirku !!! omah sudah mencegah ku untuk pulang ,apa salah nya jika aku menginap semalam di sini ,toh sudah lama aku tidak tidur di kasur milik kita bertiga di kamar belakang ." ucap nya dengan merebahkan tubuh nya di sofa dengan memenjam kan mata nya .
"Mona... jika saat ini kau masih hidup , aku akan menjadi pria yang sangat bahagia yang sudah memperistri mu ,dan cincin itu ..cincin itu masih aku simpan ."
Erland menatap sahabat nya itu dengan tatapan sendu, dia mengerti dan melihat mimik wajah nya kembali menjadi pria yang dingin , baru saja beberapa jam lalu pria yang tengah berbaring itu banyak bicara ,tapi sekarang pria itu berubah ekpresi dimana dirinya kehilangan Monalisa .
"Ini masih sore ,apakah kau akan tidur disini ?! jika kau mengantuk pergi lah ke kamar belakang seperti apa yang kau katakan tadi ." ucap Erland berlalu pergi meninggalkan Bryan .
Bryan membuka mata nya melihat sahabat nya berjalan ke arah tangga ,perkataan omah yang tadi di lontarkan membuat nya teringat akan wanita yang di cintai nya, dia tidak bisa melupakan monalisa dalam hidup nya ,apalagi untuk mencari pengganti .
Kini Bryan bangun dari tidur nya, di saat dia berdiri ,dia di kaget kan dengan Roy yang tengah berdiri ,yang sedari tadi melihat Bryan tengah rebahan di sofa .
"Roy , apa yang kau lakukan di situ !! kau mengagetkan ku ," ucap Bryan dengan mengelus dada nya .
"Tuan apa yang anda kaget kan ,?! saya ini bukan hantu ,saya baru saja datang kebetulan saya melihat anda rebahan ,?! apa anda memikirkan sesuatu hingga melihat Saya sekaget itu ," ucap nya dengan melihat Bryan memijat pelipisnya .
"Roy ... aku bukan tuan mu ,?! bisakah kau memanggil ku layak nya ke sahabat ." ucap Bryan dengan berdecak .
"Yah baiklah ,?! ada apa , seperti nya kau sedang tidak baik hari ini ,apa pekerjaan kantor yang membuat mu seperti habis turun dari rollercoaster." ucap Roy dengan menatap pria di depan nya itu .
"Apa ada permainan yang bisa membuat mood ku lebih baik ,aku rasa butuh permainan yang bisa membuat ku menghilangkan mumet di otak ." ucap Bryan yang kini duduk kembali menyadarkan punggung nya di sofa dengan memijat pelipisnya .
Roy mengerutkan kening nya dengan ucapan yang di katakan Bryan ,Roy berpikir apa pria itu sedang ada yang di pikirkan .
"Kenapa kau tidak main game saja ,kemungkinan itu akan menghilangkan mumet mu itu ." ucap Roy dengan melipatkan kedua tangan nya .
Bryan tidak menjawab pertanyaan pria yang tengah berdiri di samping nya itu ,semenjak sibuk dengan pekerjaan kantor ,Bryan tidak pernah lagi bermain hal yang di katakan oleh Roy .
"Baiklah ...asalkan kau temani aku Mabar di dekat kolam sana " ucap Bryan melihat ke arah kolam renang.
"Tapi sa..
"Ohh iya Roy ,, kau telpon Erland ,!! dia sedang bucin sama istrinya akhir-akhir ini , kali-kali kita gangguin dia ." bisik Bryan pada Roy dengan tersenyum jahil .
Roy terkejut dengan perkataan pria itu ,bagaimana bisa dia menyuruh nya untuk menelpon dan mengganggu tuan nya itu .
"Tidak ...aku tidak berani ?! aku pasti dapat gonel dari di...
"Roy kau tak perlu takut sama pria super komplit seperti erland ,kalau dia memakan mu, itu juga harus memakan ku ,ayo cepat telpon dia untuk Mabar di sana ." ucap Bryan kembali .
"Tidak .. aku tidak berani ," ucap Roy menolak .
Bryan melihat ke arah pria yang di samping nya itu dengan menghela napas nya berat ,Bryan tersenyum jahil dan dia sendiri yang akan menelpon nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di sisi lain ana baru beres dengan ritual mandi nya .. dia melihat Erland yang tengah duduk bersandar di ranjang , ana berjalan ke arah cermin untuk mengeringkan rambut nya ,Erland melihat istrinya yang sedang mengeringkan rambut turun dari ranjang menghampiri nya .
"Kau wangi sekali ." ucap Erland yang kini menahan tangan ana ,dan melanjutkan mengeringkan rambut ana .
"Mas sejak kapan ada Bryan di sini ." ucap ana melihat suami nya di cermin .
Erland meletakan hairdryer itu ,dan membalikan tubuh ana .
"Jangan menyebut pria lain di depan ku , aku tidak suka ." ucap Erland dengan menatap istri nya itu .
"Mas aku cuma bertanya aj
"Sama aja ,nama itu sudah terlontarkan dari bibir mu ,dan aku akan menghapus jejak nama yang kau sudah sebut barusan. " ucap Erland dengan membungkam bibir ana .
"Mas ... ada hal yang ingin aku katakan , ini mengenai sahara ." ucap ana yang kini mendorong Erland .
"Kenapa dengan dia sayang , apa dia mengganggu mu " ucap Erland menatap ana .
"Tidak .. tidak ... !! itu ...waktu aku di rumah sakit melihat Dimas , kenapa dia marah di saat aku dekat dengan Bryan ,?! dia seperti ..... mempunyai hati sama Bryan ,?!
"Tapi aku lebih marah lagi di saat kau bilang dekat dengan Bryan ," ucap Erland membungkam bibir ranum ana
"Jangan sebutkan pria lain lagi di depan ku ." ucap nya dengan membungkam bibir ana kembali .
"Lepaskan ... aku belum selesai mengeringkan rambut ." ucap ana mendorong Erland .
"Tunda !! suami lebih penting dengan rambut yang akan kau keringkan ini ." ucap Erland menggendong ana ke ranjang ..
Erland membaringkan ana di tempat tidur , dia melepaskan tali kimono yang di pakai istrinya , perlahan dia mencium kening ana dan hidung hingga ke bibir ana , tangan nya sudah bermain -main di sana ,Erland menelan salipnya dengan kasar saat dia melepaskan ciuman itu ,Erland melanjutkan penelusuran nya ke leher jenjang ana dengan tangan menyibakkan kimono yang ana pakai ,, di saat erland sampai dimana dia akan menyentuh benda yang membuat nya candu ponsel di samping nya berdering ..
Dreeettttt....
__ADS_1
Dreeettttt...
Dreeeetttt....
Ana yang mendengar ponsel itu mendorong dada Erland, tapi Erland menahan tangan ana agar istrinya itu diam , Erland yang sedang menikmati tubuh sang istri ,menahan amarah nya .
"Siapa yang sudah mengganggu ku ,?! akan ku bunuh siapapun itu , berani-beraninya menelpon ku "
Dreeeetttt .....
Dreeeetttt......
Dreeeetttt.....
"M_mas angkat dulu " ucap ana lirih .
Erland tidak menghiraukan perkataan ana ,dia meraba-raba ponsel nya yang tergeletak di ranjang dan mematikan panggilan itu , Erland masih saja melanjut kan bermain di kedua gunung itu , lagi-lagi ponsel nya berdering ,dan itu membuat ana melihat ke arah samping dimana ponsel Erland berada , terpaksa Erland memberhentikan ritual nya dan mengambil ponsel itu.
"Ada apa ?! Kau mengganggu ku ." ucap nya dengan suara meninggi .
"Wo ....wo ... gimana ? apa kau sudah sampai bukit ,hingga telpon ku lama kau angkat ,"ucap Bryan yang cekikikan di balik telpon ..
"Akan ku bunuh kau Bryan ." ucap Erland dengan mematikan telpon nya .
Erland melihat ke arah ana yang kini sudah memakai pakaian nya ,dia benar-benar marah saat ini karna telah di ganggu oleh sahabat nya itu .
"Sayang " ucap Erland memeluk ana dari belakang ...
"Mass .. mandi sanah ,? Mungkin Bryan butuh teman di bawah, aku akan menunggu mu untuk ke bawah dan aku akan membuat puding mangga untukmu ." ucap ana yang kini membalikan tubuh nya.
Erland menghela napas nya berat dan melepaskan pelukan nya , kini dia berjalan ke arah kamar mandi dengan wajah di tekuk nya ,ana melihat ekspresi suami nya hanya geleng kepala .
"Sayang Daddy mu sedang marah sama uncle Bryan ,Karna Daddy mu gagal nengokin kamu. " ucap ana mengelus perut nya dengan cekikan .
Dua puluh menit kemudian ,Erland keluar dari kamar mandi ,ana yang memainkan ponsel nya beralih pandangan nya ke arah suami , wajah nya masih saja di tekuk .. ana menghampiri suami nya itu yang kini tengah memakai baju tidur .
Erland terkejut saat ana mencium bibir nya ,tapi dia tidak memperlihatkan keterkejutan nya ,Erland masih saja memasang wajah kecewa .
"Jangan ngambek ... nanti malam terusin lagi ." bisik ana dan berlari ke luar.
Bagaikan mendapat mainan ,Erland tersenyum saat ana membisikan nya ,kini Erland mengikuti ana ke luar ,dan akan menemui sahabat yang telah mengganggu nya itu.
Tak butuh waktu lama mereka berdua sampai di lantai bawah ,ana melangkah ke arah dapur ,dan Erland melangkah mencari orang yang sudah membuat nya marah , Erland di buat heran dengan kedua orang yang kini telah bermain game dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas dengan ribut karna Bryan di kalahkan oleh pasukan Roy .
Bryan dan Roy yang sedang asyik bermain melihat Erland dengan tatapan tajam nya , tapi Bryan tidak menghiraukan nya ,dia melanjutkan main nya dan berdiri menarik tangan Erland untuk duduk .
"Ayolah , temani Mabar ?! lagian kan kita sudah lama gak begini ." ucap Bryan tanpa melihat ke arah erland.
Erland melihat sahabat nya itu yang cepat berubah ,pandangan nya beralih pada Roy dengan berbisik pada erland mengisyaratkan perkataan nya , Erland mengerti dengan apa yang di lakukan Roy , kini mereka berdua pun akhir nya menemani pria yang stengah galau itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bi nanti kalau puding nya udah jadi tolong berikan pada suami saya ya ." ucap ana dengan memijat pelipisnya yang di angguki pelayan.
Kini ana berjalan ke ruang tamu untuk duduk dengan memijat pelipisnya ,hari ini dia serasa ingin makan sesuatu yang lain
"Aku ingin seblak ."gumam ana yang kini melihat ke arah pelayan membawa puding mangga itu ke arah kolam renang .
Kini dirinya berjalan ke arah dimana Erland berada , ana melihat suami nya yang tengah main bersama kedua pria yang memiliki sifat bertolak belaka itu .
"Mas .... " panggil ana.
Erland melihat ke arah asal suara dimana ana memanggil nya ,di saat dia akan berdiri ,serangan dari Bryan membuat dirinya terkalahkan , Erland kembali duduk dan tak jadi menghampiri ana ,ana yang melihat nya pun mengerucutkan bibir nya dengan berteriak .
"Mas Erland ....", teriak ana .
Ketiga pria itu langsung melihat ke asal suara dimana ana ada di depan ke tiga pria itu.
"sayang kenapa ." ucap Erland yang kini masih memainkan game nya .
"Aku ingin makan seblak ." ucap ana dengan mengerucutkan bibir nya .
Seketika ketiga pria itu mendongkakan kepalanya melihat ke arah ana , Bryan dan Roy saling pandang melihat ke arah Erland yang kini berada di tengah-tengah mereka .
"Seblak ." ucap serempak ketiga pria itu langsung melihat ke arah ana yang berdiri di depan nya
"Sayang ... makanan apa itu " ucap Erland berdiri menghampiri ana .
"Pokonya seblak ,jajanan dimasa aku SMA dan aku ingin makan itu ." ucap ana dengan nada kesal nya .
"Iya tapi kan aku gak tau , apa itu seblak .?! sayang kau ngidam nya jangan aneh-an..
"Aku gak aneh ,, justru itu kemauan anakmu bukan aku ." ucap ana dengan menahan amarah nya .
"Ya udah aku akan membeli nya dan mencari nya ."ucap Erland menenangkan istrinya yang sedang kesal itu .
Kedua pria yang menonton suami istri itu menaruh tangan nya di dagu ,mereka tidak mengerti dengan apa yang di inginkan istri nyonya Anggara itu .
"Roy apa kau tahu apa itu somplak .." ucap Bryan melihat ke arah suami istri itu .
"Seblak bukan somplak ?! Aku juga tidak tahu makanan aneh itu ."jawab Roy dengan melihat ana yang merajuk pada Erland.
"Oh iya itu maksud ku ." ucap Bryan yang melihat kedua pasutri itu .
Erland melihat kedua sahabat nya itu hanya menonton tanpa membatu memikirkan makanan itu .
"Hey kalian berdua tahu makanan itu gak ." ucap Erland ke arah Bryan dan Roy .
__ADS_1
"Cari di Google aja, kita juga penasaran dengan makanan it....
"Baiklah sayang ... aku akan membeli nya sekara....
"Tidak mas ... aku berubah pikiran ." ucap ana dengan tersenyum
Kedua pria itu semakin heran dengan tingkah istri sahabat nya itu .
"Aku ingin makan seblak buatan Nabila ." ucap ana merengek bergelayut ke tangan Erland .
"Itu bagus sayang ,kau tinggal menyuruh Nabila membuatkan nya lalu antarkan kesini ," ucap Erland tersenyum membelai wajah ana .
"Tidak ....?!aku ingin Nabila membuat kan seblak di sini ,aku ingin Nabila kesini mas ..." rengek ana .
"Itu akan lebih bagus lagi sayang ,kau tinggal hubungi Nabila kesini ." ucap Erland kembali .
"Enggak ... Nabila gak boleh kesini sendirian ,aku ingin Nabila di jemput ." ucap ana kembali dengan mengerecut kan bibir nya
"Siap ibu Negera ,aku akan menyuruh pak Urip untuk menjemput nya .."ucap Erland dengan membalikan tubuh nya ..
"Aku gak ngijinin pak Urip untuk menjemput nya ," ucap ana memberhentikan langkah Erland .
Lagi-lagi Bryan dan Roy di buat heran ,begitu juga dengan Erland .
"Sayang terus di jemput sama siapa .?! kamu gak mungkin menyuruh aku untuk menjemput wanita lain kan ." ucap Erland menghampiri ana lagi .
Ana tersenyum mengerinyai dia melihat ke arah Bryan dan beralih pandangan nya ke Erland .
"Aku ingin Bryan yang menjemput Nabila ." ucap ana merengek .
Bryan terkejut dengan apa yang di katakan ana ,dia menelan salipnya dengan kasar ,kini pandangan nya ke arah Erland yang melihat nya .
"Bryan lakukan apa yang istriku katakan ." ucap Erland yang melihat ke arah Bryan .
"Nyonya Anggara yang terhormat , kenapa mesti saya , saya men..
"Karna kamu yang tahu dimana tempat teman ku ,kau pernah mengantarkan nya pulang sehabis pulang dari klub , maka dari itu aku menyuruh mu ." ucap ana dengan tersenyum .
Erland menggerakan alis nya melihat ke arah Bryan untuk segera pergi menjemput Nabila ,Roy menepuk pundak Bryan agar segera berdiri .
"Cepat segera lakukan ,nyonya ana sedang mengidam ." bisik Roy pada Bryan .
"Apa?! ..ohh ..ahh .. baiklah aku akan menjemput nya ." ucap Bryan langsung berdiri dari kursi .
Kini Bryan pun terpaksa harus menjemput gadis yang menurutnya ceroboh itu ,dia langsung menyalakan mobil nya untuk segera pergi meninggalkan mansion , Bryan membawa mobil dengan sangat cepat ,agar segera sampai di tempat gadis ceroboh itu .
Tak butuh waktu lama Bryan kini telah sampai dimana tempat gadis itu , dia melihat pintu masuk itu dari dalam mobil .
"Aku gak tau apa gadis itu ada atau gak nya ." ucap Bryan dengan melepaskan sabuk pengaman nya .
Kini Bryan turun dari mobil nya dan berjalan ke depan rumah yang di tepati Nabila ,dengan menghela napas nya berat Bryan mengetuk pintu itu .
Nabila yang baru saja akan memakai earphone mendengar ketukan pintu dari luar ,dia berdiri dan berjalan melihat siapa yang datang ,Nabila melihat ke arah jendela mata nya tertuju pada pria yang tengah membelakangi nya .
"Dari punggung nya seperti kenal .?! tapi siapa .. !! ahh tidak ..itu pasti rampok ..eh kalau rampok gak mungkin di jam segini ..ini masih jam tujuh malam gak malam-malam amat ." gumam Nabila melihat ke arah jendela .
Di saat Bryan akan mengetuk kembali pintu itu ,dia berpasan melihat Nabila yang di balik kaca , Nabila terkejut siapa yang dia lihat ,kini Nabila membuka pintu itu .
"Ada apa tuan plizer ,anda mau nagih bayaran biaya luka ku waktu di klub itu , tenang aku akan memb....
"Ikut aku ?! kau di suruh datang ke mansion oleh nyonya Anggara ." ucap Bryan menarik tangan Nabila .
"Hey....heyy ... apa yang kau katakan ,untuk apa aku di suruh ke sana ,lepaskan tangan ku plizer .. " ucap Nabila menggigit tangan Bryan .
"Aww ... kau pemakan daging ya .?! aku kesini di suruh nyonya ana untuk menjemput mu hanya untuk membuat seblak ." ucap nya dengan menarik tangan Nabila kembali .
Nabila mengerutkan kening nya ,dengan apa yang di katakan Bryan ,dalam pikiran nya ,tidak masuk akal sekali membuat seblak harus memanggil dirinya.
"Heyy ... kau pasti bohong ya .. mana mungkin ana menyuruh ku untuk kesana hanya untuk membuat seblak ,di mansion banyak para pelayan dan aku tidak bisa cara nya memasak sebla....
"Ahhh ... hey apa yang kau lakukan turunkan aku brengsek .... " ucap ana yang memberontak ,
Bryan memasukan Nabila ke mobil nya dengan di paksa ,kini dirinya berlari ke arah pintu rumah untuk menguncinya ,dan kembali ke arah mobil ,setelah itu dia melempar kunci pintu rumah itu ke Nabila ..
"Hey turun kan aku , mana mungkin aku berpakaian seperti ini ." ucap nabila melihat dirinya hanya memakai celana pendek dan memakai kaos lengan pendek .
"Gadis ceroboh ,bisa tidak kau jangan berteriak ," ucap Bryan dengan nada tinggi ..
Kini Bryan mendekati Nabila yang duduk di samping nya ,Nabila yang melihat Bryan mendekati nya membuat dirinya takut ..
"Heyy ... apa yang akan kau lakukan ." ucap Nabila dengan memejamkan mata nya .
Klik .
"Kau pikir apa yang akan aku lakukan ." ucap Bryan yang sudah memasang sabuk pengaman untuk Nabila .
Deg....deg....deg....
Detak jantung Nabila berdegup sangat kencang saat pria itu sangat dekat dengan wajah nya ,wangi parfum yang di pakai pria itu tercium semilir di hidung Nabila , kini Bryan menyalakan mobil nya dengan kecepatan sedang , Bryan melirik ke gadis yang ada di samping nya itu dengan menghela napas nya panjang ,
"Tutupi paha mu " ucap Bryan yang melepaskan switer nya dan melempar nya ke Nabila .
Nabila tidak menjawab pria itu ,mau menjawab pun dia menjadi kaku karna kejadian beberapa menit yang lalu membuat jantung nya belum juga berhenti berdetak .
"Kenapa dengan jantung ku ."
Nabila menutupi paha nya dengan switer yang di berikan Bryan ,tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka hanya hening dengan suara deruman mobil saja yang terdengar , Nabila begitu heran dengan ana yang ingin membuatkan seblak oleh dirinya ,meskipun Nabila tahu ana tengah hamil ,tapi dirinya berpikir gak mungkin karena mengidam meminta permintaan konyol seperti itu .
__ADS_1