
Dua hari telah berlalu .
Nabila kini tengah melangkah ke arah meja makan ,art di rumah nya sudah menyiapkan sarapan pagi untuk majikannya itu ,
"Nyonya ,sarapannya sudah siap , tadi tuan Bryan menyuruh saya memasak cah sayur kesukaan anda , " ucap art tersebut .
"Iya Bi ,, makasih ya .", ucap Nabila dengan nada lemes
Nabila yang kini sampai di meja makan tengah memijat pelipisnya ,dengan satu tangan menarik kursi untuk duduk , kini dia membuka matanya sedikit dengan tangan masih memijat pelipisnya.
"Nyonya Nabila kenapa " tanya art
"Gapapa bi ," ucap Nabila yang kini duduk di kursi .
Nabila serasa berat untuk membuka matanya , perlahan dia pun sedikit-sedikit membuka matanya ,di saat dia membuka matanya dia melihat hidangan di meja makan membuatnya tak suka dan menghindari nya ,bukan hanya itu Nabila kini tengah berlari ke arah dapur untuk membuang rasa tak nyamannya di perut saat melihat hidangan di meja makan itu .
Art itu yang melihat majikannya berlari menjadi panik yang tiba-tiba berlari , Art itu langsung membantu Nabila memijat tengkuknya
"Nyonya !! anda kenapa ..." ucap art .
Huek ...
Huek ...
Nabila langsung membasuh mulutnya , setelah pusing dan melihat makanan di meja makan tadi membuat perutnya saat ini bikin tak nyaman .
"Gapapa Bi .. saya hanya tidak enak badan saja , bi saya tidak ingin sarapan , bibi bereskan saja ya sarapannya , kalau enggak bungkus untuk satpam di depan dan beri pada ibu-ibu yang sering ngemis di jalan arah belok sini ,bibi tidak apa-apa kan ," ucap Nabila .
"Tapi nyonya !! nyonya belum makan sedikit pun , gimana jika tuan Bryan marah nyonya ," ucap art .
"Dia tidak akan marah bi , percaya sama saya .,?! ohh iya Bi saya minta tolong untuk buatkan air lemon hangat ,saya ingin meminum itu. " ucap Nabila .
"Baik nya .." ucap art tersebut .
Dengan cepat art itu membuatkan permintaan majikannya itu ,Nabila kini berjalan dengan masih memijat pelipisnya ,semakin kesini kepalanya semakin pusing dan mual ,Nabila yang kini akan melangkah ke ruang tamu benar-benar tidak bisa menahan rasa pusing di kepalanya .
"Aku kenapa ya ... pusing banget , sudah beberapa hari ini pusing ini selalu terlihat dua bayangan "
Dengan kondisi Nabila yang begitu lemes ,dia benar-benar tidak bisa terkendali dan ingin segera duduk atau berbaring , tapi di saat dia akan duduk ,tubuh nya refleks jatuh ke lantai dan tak sadarkan diri .
Art yang kini melangkah ke arah ruang tamu terkejut saat melihat majikannya terdampar di bawah lantai , gelas yang berisi air lemon hangat itu seketika jatuh karna kaget melihat Nabila meringkuk di lantai .
"Nyonya ... nyonya Nabila ,apa yang terjadi ," ucap art yang kini berusaha membopong Nabila ke sofa .
"Tuan Bryan !! aku harus menelponnya ."
Kini art yang berumur 40 tahun itu menelpon tuannya untuk memberi tahu pada tuannya itu ,bahwa Nabila tak sadarkan diri .
Bryan yang tengah serius dengan pekerjaannya melihat ponsel dirinya yang berdering dan melihat nama panggilan tersebut .
"Bi Tina " gumam Bryan .
"Ada apa telpon ."
"Hallo ?! iya Bi ada apa ." ucap Bryan.
".....!! ....." ......
"Apa ?! baik ... saya akan segera pulang ." ucap Bryan langsung mematikan Telponnya .
Bryan langsung membereskan meja kerjanya dan mengambil berkas untuk di berikan pada Dimas ,kini dia melangkah ke ruang Dimas dengan tergesa-gesa .
"Dim ... aku harus pulang ?! maaf mungkin hari ini aku tidak kerja ,istriku sedang sakit ,dan sekarang Nabila tidak sadarkan diri , dan ini berkas yang harus kau tanda tangani ., aku pergi dulu ." ucap Bryan melangkah pergi tanpa menunggu jawaban dari Dimas.
Dimas mengerutkan keningnya mencerna perkataan Bryan yang dimana tadi pria itu mengatakan Nabila tengah sakit dan tak sadarkan diri .
"Sakit , "
"Apa jangan-jangan Nabila .... "
"Hamil ."
Dimas mengingat dimana dirinya beberapa bulan lalu dimana dirinya di telpon oleh bi Ani Karna istrinya itu sakit ,tapi yang dia dapati ternyata istrinya itu hamil, dengan pemikirannya sekarang Dimas paham ,pasti Nabila sakit tengah mengandung .
"Gercep juga pasangan itu ."
Di perjalanan sana ,Bryan yang kini membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi membuatnya ingin segera sampai tujuan dimana rumahnya itu berada.
Dan tak butuh waktu lama , Bryan pun kini sampai di halaman rumahnya , dengan cepat Bryan melangkah ke arah pintu masuk ,dia terkejut melihat Nabila yang kini berbaring di sofa dengan tak sadarkan diri dengan di temani art
"Sayang !! Nabila bangun ,ini aku .. aku pulang sayang ." ucap Bryan dengan di penuhi rasa khawatirnya.
"Bi .. apa yang sebenarnya terjadi pada istri saya ." ucap Bryan .
Art itu pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi , Bryan menghela napasnya dan melihat wajah pucat istrinya itu , dengan cepat dia menggendong Nabila ke luar untuk membawanya ke rumah sakit .
__ADS_1
Di saat Bryan sampai dimana dirinya di mobil ,Nabila bangun dan membuka kedua matanya .
"Mas " gumam Nabila .
"Sayang !! kita ke rumah sakit ya , aku takut kamu sakit parah ,aku gak mau kamu sakit " ucap Bryan memasuki Nabila ke dalam mobil .
Kini dirinya melangkah dan masuk ke arah kursi kemudi dan menyalakan mobilnya , Nabila yang kini berada di dalam mobil tidak kuat menahan rasa perutnya yang ingin memuntahkan rasa mual nya .
Nabila dengan cepat menutup mulutnya dan membuka pintu mobil ,Bryan yang melihat istrinya muntah di luar sana membuatnya semakin khawatir .
"Nabila , apa yang sebenarnya terjadi padamu sayang ," ucap Bryan dengan penuh khawatir .
Bryan melihat mimik wajah Nabila dengan pucat ,dan tubuh nya pun begitu lemas , lagi-lagi Nabila harus mengeluarkan cairan bening di luar tepatnya di halaman rumah mereka ,Bryan tak sanggup melihatnya dan langsung menggendong Nabila.
"Sayang !! kita ke rumah sakit ya ,aku khawatir sama kamu ." ucap Bryan dengan mata yang sudah memerah .
"Enggak ... enggak mas ,aku gak mau ke rumah sakit ,dan aku gak mau naik mobil ,, mobil mu bau ,, aku gak mau masuk mobil mas ,pliss ..jangan masukan aku ke dalam mobilmu ." ucap Nabila dengan nada suara lemasnya .
Bryan terheran , kenapa Nabila bilang mobilnya bau , yang padahal Bryan selalu menaruh pengharum mobil ,tapi kenapa istrinya bilang mobilnya bau .
"Mas .. aku lelah , aku ingin masuk dan aku gak mau di sini , mobilmu masih ke cium bau ." ucap Nabila dengan menyandarkan kepalanya ke dada bidang Bryan. .
"Iya-iya sayang , aku akan membawa mu masuk ." ucap Bryan yang kini melangkah masuk dengan pikiran penuh khawatir akan hal istrinya itu .
"Aku akan panggil kan dokter pribadi keluarga Anggara ya ,untuk memeriksa mu .' ucap Bryan dengan di angguki Nabila .
Bryan menidurkan Nabila di ranjangnya dengan pelan , kini dia merogoh saku Jaz nya untuk mengambil ponsel dan menelpon dokter Leon , pria itu melirik ke arah Nabila yang tidur dengan tubuh lemas nya , pria itu benar-benar khawatir dengan istrinya itu ,dari keanehan hingga kini mejadi mendadak lemah dan tak berdaya .
Setelah menelpon dokter Leon ,Bryan melangkah beberapa langkah menghampiri istrinya itu , dan duduk di samping Nabila .
"Sayang " panggil Bryan .
"Mas ... peluk aku .. " manja Nabila dengan nada lemesnya .
Bryan pun mengangguk dan tersenyum tipis ke arah istrinya , dengan cepat Bryan pun berbaring dan memeluk istrinya , lagi-lagi Bryan heran dengan tingkah istrinya yang suka membuka kancing kemejanya dan menelusupkan kepalanya ke dada bidang nya.
"Sayang !! aku bau keringat kenapa harus mesti masuk ke situ ." ucap Bryan .
"Enggak mas ?! aku suka dengan aroma tubuhmu dan nyaman hingga membuat pusing ku sedikit berkurang ." jawab Nabila dengan mengendus-endus kan hidungnya ke dada suaminya itu .
Kebalikannya ,pikirkan Bryan mengingat dimana Nabila tadi bilang bahwa mobilnya bau ,yang dimana mobil dirinya itu begitu wangi ,tapi kebalikannya dengan penciuman sang istri ,sekarang dia lebih heran lagi ,istrinya mencium dada nya dengan terlihat begitu nyaman ,tapi hal itu Bryan biarkan jika memang menurut Nabila nyaman .
Dering ponsel Bryan berbunyi ,dia mengambil ponselnya di atas nakas dan menerima telpon dokter Leon, Bryan melirik Nabila yang masih memeluknya dengan memejamkan mata,bryan langsung menaruh ponselnya di atas nakas ,tanpa mematikan telpon dari sang dokter .
"Sayang !! dokter Leon sudah datang , kamu harus di periksa dulu ya ." ucap Bryan dengan di angguki Nabila .
Dokter Leon tersenyum ke arah Bryan ,yang dimana membuat Bryan mengerutkan keningnya .
"Tolong periksa istriku ,aku takut ada penyakit lain yang menyangkut ,soalnya beberapa hari ini dia selalu bertingkah aneh , dan juga tadi mual nya benar-benar membuat istriku tak berdaya ." ucap Bryan dengan dokter Leon tersenyum tipis dan manggut-manggut saja .
"Aku rasa istrimu tengah hamil tuan "
Dokter Leon tersenyum dan geleng kepala , dua bulan lalu dia memeriksa istri tuan Dimas ,dan sekarang istri dari teman tuan Dimas , yang di buat lucunya ,Bryan begitu panik dan ketakutan saat gejala-gejala yang mempengaruhi istrinya itu .
Dokter Leon hanya memeriksa Nabila denyut nadinya saja , kini dia menatap Nabila dengan masih tersenyum , Nabila d buat heran kenapa dokter itu hanya tersenyum saja tanpa berbicara ,Nabila melihat ke arah sang suami yang berdiri melihat dokter Leon ,bukan hanya Nabila yang heran tapi Bryan pun heran melihat dokter Leon hanya senyam-senyum Saja .
"Nyonya ?! apa anda sedang menstruasi ." ucap dokter Leon dengan pertanyaan nya .
"Menstruasi " gumam Nabila dengan di angguki dokter .
"Belum dok ." ucap Nabila .
"Apa anda sudah telat " tanyanya lagi .
"Menstruasi saya tidak teratur dok " jawab Nabila .
Bryan mengerutkan keningnya melihat sang dokter hanya memeriksa Nabila dengan seperti itu .
"Dokter ,tolong periksa istri saya dengan jelas , kenapa anda memeriksa istri saya hanya bertanya-tanya pada istri saya Saja" desak Bryan .
"Tuan ?! anda tidak perlu cemas !! kemungkinan istri Anda hamil , saya akan memberikan vitamin untuk menghilangkan rasa mual dan juga pusing ." ucap dokter Leon
"Dokter tapi istri saya dia lema.......apa ?! ha_ Hamill .... maksud dokter ..." ucap Bryan seketika diam dari cemasnya .
"Yah istri Anda hamil , !! tapi jika ada ingin memastikannya ,anda bawa istri anda ke dokter kandungan ," ucap dokter Leon .
Nabila hanya tersenyum tipis melihat tingkah suaminya itu , Nabila yang kini sudah mengerti dengan penjelasan sang dokter mengerti ,dan kemungkinan dia memang tengah hamil .
"Mas !! kamu kenapa kaku begitu ." ucap Nabila meraih tangan Bryan.
"Bukan gitu sayang !! aku ... aku syok saat mendengar kamu hamil ,aku akan sangat sangat dan sangat bahagia jika kamu hamil sayang , aku pria yang sangat bahagia di dunia ini karna kamu hamil sayang ,kita periksa ke dokter kandungan ya ." ucap Bryan dengan ekpresi ,senang ,sedih ,sekaligus tertawa kecil .
" Enggak mau !! aku gak mau pergi ke rumah sakit , mendengar namanya saja sudah sebel , apalagi sampai sana ." ucap Nabila dengan penuh penolakan dan sambil menggelengkan kepalanya .
"Eu ... dokter kenapa istri saya aneh sekali , bahkan akhir-akhir ini dia selalu menolak makanan kesukaan nya terus dia bilang mobil saya pun bau ." ucap Bryan pada dokter Leon .
__ADS_1
"Itu sudah biasa pada ibu hamil , penciuman memang sangat sensitif , ?! karna nyonya Nabila tidak ingin ke rumah sakit dan jika anda ingin memastikan istri anda hamil atau tidak mending anda beli testpack di apotik terdekat ," ungkap dokter dengan di angguki Bryan .
"Baik kalau gitu saya permisi tuan ." ucap dokter dengan di angguki Bryan .
Bryan mengantarkan dokter sampai luar , di hatinya Bryan sungguh senang ,atas kabarnya Nabila hamil ,karna tidak sabarnya Bryan pun kini melangkah ke arah kamar untuk menemui istrinya itu .
"Sayang ,aku senang sekali mendengar kabar ini ," ucap Bryan langsung memeluk Nabila .
"Mas ... kita belum tahu benar apa enggak nya aku hamil ,kamu jangan terlalu berharap dulu ." jawab Nabila .
"Tapi aku yakin sayang ?! tunggu di sini ya ... aku akan membeli alat tes kehamilan untuk mu ." ucap Bryan mencium kening Nabila dan meninggalkan istrinya itu .
Nabila hanya geleng kepala melihat tingkah suaminya yang berubah ekpresi itu , tadi Bryan memberikan ekspresi khawatir dan cemas melihat dirinya lemah dan tak berdaya , sekarang setelah tahu penjelasan dari dokter membuat pria itu semangat untuk membeli tespack .
Di perjalanan ,Bryan begitu antusiasnya memikirkan tentang kehamilan sang istrinya , meski belum jelas benarnya ,Bryan begitu yakin kalau istrinya itu hamil ,kini dirinya memberhentikan mobilnya dan merogoh ponsel untuk melihat ciri-ciri wanita hamil muda .
Setelah puas mencari ciri-ciri hamil muda Bryan berpikir tentang kejadian aneh pada istrinya , bisa di bilang hampir sama dengan kemiripan sang istri , yang membuat Bryan bingung ,dia memikirkan keanehan nabila saat mencium tubuhnya , dan lagi istrinya itu ingin makan yang aneh di jam malam .
Karna rasa tidak puas dengan hasil pencariannya ,Bryan putar balik dan menuju jalan ke arah kiri dan melajukan mobilnya untuk pergi ke rumah sakit ,dalam pikirannya dia akan menyewa dokter kandungan yang ada di rumah sakit anggara ,untuk memastikan istrinya hamil atau tidak .
.
.
Dokter kandungan yang akan di sewa oleh Bryan seketika terkejut saat Bryan menyuruhnya untuk membawa peralatan medis untuk mendeteksi dan untuk memastikan kehamilan istrinya .
"Kalian tidak perlu khawatir ,aku sudah bilang sama pemilik rumah sakit ini , dan dia juga mengijinkan nya ," ucap Bryan kepada tiga dokter kandungan tersebut .
"Kalian tenang saja ?! aku akan membayar mahal " ucap Bryan lagi .
Ke tiga dokter itu menganggukkan kepalanya ,tapi seketika mereka saling pandang di antara mereka tidak tahu siapa yang akan ikut dengan sahabat pemilik rumah sakit tersebut .
"Jadi .... ?! gimana ,apa di antara kalian ada yang mau ,untuk ikut dengan saya. "ucap Bryan penuh harap .
"Dokter Wiwi ... dokter Wiwi yang ikut dengan tuan Bryan saja ,karna dokter Wiwi ....
"Lohh .. kok saya ?! tapi saya ada jadwal khusus tuan siang in...
"Seratus juta ?! bagaimana " ucap Bryan dengan menghela napasnya dengan penuh harap .
Seketika dokter tersebut menelan salipnya dengan kasar ,setelah mendengar perkataan pria yang ada di depan mereka .
"Hanya untuk sehari saja ,untuk memastikan doang ?! Istri saya akhir-akhir ini aneh ?! dokter Leon bilang ,istri saya hamil dan harus di periksa ke dokter kandungan ?! istri saya tidak ingin ke rumah sakit di Karna kan dia tidak ingin mencium bau-bau yang ada di rum......
Belum sempat Bryan menyelesaikan ucapannya ,salah satu dokter melangkah dan membereskan peralatan nya dan menyuruh perawat mempersiapkan alat-alat untuk di bawa ke rumah si tuan yang kini tengah memaksa nya ,demi uang 100 juta mereka siap untuk satu hari saja.
"Ayo tuan ?! saya siap ... dan alat-alat ini akan di bawa oleh perawat laki-laki yang bertugas supir ambulance ." ucap dokter kandungan .
Dengan cepat Bryan pun menganggukkan kepalanya dan langsung pergi keluar setelah dia memaksa ke tiga para dokter tersebut ,kedua dokter kandungan itu saling pandang ,dokter Wiwi dengan gercep nya langsung siap .
Peralatan pun sudah di angkut seperti apa yang di minta Bryan ,pria itu begitu lega saat dokter kandungan itu akhirnya setuju untuk di sewa sehari ,bahkan tidak untuk sehari .
Sesampainya di halaman rumah Bryan ,penjaga pintu gerbang di buat heran kenapa ada ambulance ,apa sakit istri dari majikannya itu sakit parah ,pikirnya .
Nabila yang sedari tadi di kamar seketika di kejutkan dengan dokter wanita paruh baya itu masuk dengan pria yang tidak di kenali ,tapi seketika Bryan muncul setelah mereka .
"M_mas ... ini apa maksudnya ."tanya Nabila yang penuh bertanya-tanya .
"Sayang !! karna kamu tidak ingin ke rumah sakit , aku menyuruh dokter ini untuk melihat dan memeriksa kamu dengan jelas ", ucap Bryan membelai istrinya .
"Tapi mas ... kenapa kamu ...
"Syuutt sudah sayang ,ini kemauanku ,kamu diam saja ya ?! ayo dok , mulai dari sekarang .." ucap Bryan menyuruh dokter tersebut .
"Kalian sudah memasangkan monitor nya kan ," tanya Bryan pada salah satu pria tersebut.
"Sudah tuan."
"Baik ... kalian boleh keluar.", ucap Bryan dengan di angguki kedua pria itu .
"Mas ....
"Ayo dok ,di mulai .." ucap Bryan dengan tak sabar nya .
Perawat pun membantu dokter untuk memasang jel di perut Nabila , Nabila menatap suaminya yang kini tersenyum padanya ,Nabila berpikir bukannya suaminya itu tadi berniat untuk beli tespack ,tapi kenapa membawa dokter kesini dengan alat-alat USG .
"Nyonya !! anda saat ini memang fositif hamil ,usia kandungan anda sudah 4 Minggu , ?! dan untuk anda tuan , bisa di lihat dengan jelas calon anak anda di monitor ini , " tunjuk dokter tersebut .
Dengan antusiasnya Bryan mendekat ke arah monitor itu ,senyuman mekar di bibir pria itu melihatkan pancaran kebahagiaan di wajah tampannya itu ,dokter yang melihat pria itu hanya geleng kepala dengan ikut terharu ,sebahagia itukah saat mendengar istrinya itu hamil , bahkan rela mengeluarkan uang 100 juta untuk beberapa menit saja .
"Sungguh suami beda dengan yang lain , istri tidak ingin ke rumah sakit ,rela menyewa dokter dengan uang 100 juta ,sungguh kaya sekali "
Dokter tersebut sungguh tidak menyangka pada pria yang kini tengah berbahagia itu ,Bryan yang sudah melihat monitor tersebut langsung membanjiri ciuman pada istrinya itu yang membuat nabila tidak bisa berkata-kata .
"Sayang !! akhirnya aku akan menjadi seorang ayah ?! aku benar-benar sangat bahagia .. sangat bahagia ,, terima kasih sayang !! terima kasih .." ucap Bryan dengan menitikkan air matanya .
__ADS_1
Nabila tidak menjawab perkataan suaminya itu ,dia hanya diam dan tersenyum tipis melihat suaminya itu menciumnya yang tak henti-henti.