Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Koma.


__ADS_3

Hari-hari telah terganti ,Minggu ke Minggu pun berganti bulan dan Kita lewatkan kisah cinta Dimas dan dista yang sudah menemukan kebahagiaan nya ,di lanjut dengan kisah Bryan dan Nabila yang kini dimana Nabila sudah memasuki hari-hari menuju persalinan ,menuju hari persalinannya Nabila sangat menjaga kesehatannya .


Ketakutan memang menyertainya ,di usia Nabila yang menginjak 21 tahun dia akan melahirkan anak pertamanya ,tak hanya Nabila yang takut ,tapi Bryan pun takut dan merasakan khawatir pada istrinya ,meski Nabila terlihat tenang ,tapi tidak dengan Bryan dia begitu cemas dan bahkan dia melihat akan kecemasan sang istri .


Di usia kandungannya yang sudah menginjak 9 bulan itu ,Nabila ingin Bu Ratih menemaninya ,karna hanya Bu ratih lah sosok yang sudah dia anggap seorang ibu .


Hari ini tepatnya pagi hari, Nabila bangun dari tidurnya dan tangannya meraba ke arah samping , Nabila langsung membuka matanya saat dia tidak menemukan sosok pria yang tak lain adalah suaminya, Nabila tahu suaminya itu Pagi-pagi suka bangun dan memasak untuk menyiapkan sarapan untuk istrinya ,meski ada art pria itu selalu mengutamakan istrinya oleh tangannya sendiri .


Bryan adalah pria idaman serba-serbi bisa apapun yang di lakukan oleh pria itu , bahkan pria itu perhatian dan paham dengan keinginan oleh istrinya .


Nabila bangun dari tidurnya dan duduk ,dia tersenyum dan mengusap perutnya yang sudah sangat buncit ,Nabila tersenyum Kembali saat di perutnya ada gerakan .


"Mami menunggu mu sayang ,cepatlah keluar ,mami dan papi menunggumu cantik ." ucap Nabila sambil mengusap perut buncitnya dengan sayang.


Nabila begitu bangga saat ini , sebentar lagi dia benar-benar akan menjadi seorang ibu di usianya yang muda ,tidak pernah Nabila bayangkan bahwa dirinya menikah muda dan sebantar lagi akan menjadi seorang ibu .


Kini Nabila berdiri dari duduknya dan akan keluar untuk mencari suaminya yang mungkin kini tengah di dapur ,tapi di saat dia melangkah beberapa langkah ,Nabila merasakan nyeri di bagian perutnya ,dia merasa ingin buang air besar ,tapi rasanya begitu sakit ,dan itupun membuat Nabila tidak bisa menahan rasa sakit yang dia rasakan .


"Maaaaassas" teriak Nabila yang kini tangannya tengah menahan ke arah meja nakas .


Bryan yang tengah menyiapkan sarapan bersama Bu Ratih langsung kaget saat mendengar teriakan istrinya ,dengan cepat Bryan berlari ke arah kamarnya .


"Sayang kenapa ?! ada apa ." ucap Bryan yang kini melihat wajah istrinya penuh dengan khawatir .


"Perut aku sakit mas " ucap Nabila mengelus perutnya dengan wajah sudah di penuhi keringat .


Seketika Bryan terkejut saat melihat cairan yang kini tengah mengalir di kaki istrinya ,Bryan tahu istrinya itu mau melahirkan ,dengan cepat Bryan menggendong Nabila dan melangkah ke luar ,dengan cepat Bryan membawa Nabila ke arah mobil dan menduduki nabila di jok belakang ,Bryan pun mengajak Bu Ratih untuk ikut segera ke rumah sakit .


Mobil melaju dengan cepat, Nabila menarik napasnya pelan ,lalu membuangnya lagi ,bahkan hal itu Nabila lakukan beberapa kali agar mengurangi rasa sakitnya .


"Mas ... sakitttt...sakit banget " ucap Nabila yang merasakan sakit yang semakin kian menerpa .


"Aku ada di sini sayang !! tenanglah ." ucap Bryan berusaha menenangkan istrinya .


"Mass....."


"Pak Burhan cepetan ,istri saya sedang menahan sakit. " ucap Bryan dengan rasa khawatir yang menggebu-gebu .


"Iya tuan .. saya sudah mengendari nya dengan kecepatan penuh ." jawab supir .


Bryan memeluk Nabila agar membuat istrinya tenang ,tapi saat ini Nabila benar-benar tidak bisa menahan rasa sakit itu ,Bryan mengusap kepala Nabila dengan penuh sayang dan terus dengan mengatakan kalimat "TENANG" pada istrinya ,meski dirinya juga cemas tapi Bryan mencoba untuk tegar dan tidak menangis agar istrinya tidak panik .


Setelah beberapa menit mobil yang membawa mereka akhirnya sampai di loby rumah sakit dengan cepat Bryan menggendong istrinya ke pelukannya dan tak lama kemudian salah satu dari perawat membawakan kursi roda .


Nabila duduk di kursi roda dengan di temani Bryan dan juga dua suster berjalan ke arah ruang persalinan ,sesampainya di ruang persalinan Nabila menggenggam tangan suaminya ,Nabila takut dan panik ,tapi dia tidak mengatakan satu hal kata pun ,Nabila diam dan menggenggam tangan Bryan seolah tak ingin melepaskan suaminya .


"Aku akan menemanimu sayang " ucap Bryan membalas pegangan tangan Nabila ,yang dimana membuat Nabila senang dan tersenyum .


Akhirnya keduanya masuk ,kini Nabila sudah berbaring di ranjang rumah sakit, Nabila akan lahir normal ,karna itu adalah impian lamanya ,dia ingin merasakan rasanya melahirkan normal .


Dokter memberi instruksi Nabila untuk mengeden ,dan itu pun Nabila menurutinya setiap yang di berikan instruksi dari dokter .


"Sabar ya tuan !! masih pembukaan 7 " ucap sang dokter .


Bryan hanya mengangguk kecil , dan menghela napasnya dengan menggenggam tangan Nabila .


Waktu pun berputar begitu cepat ,Bryan dan Nabila masih berada di ruang persalinan dan Bryan masih setia menemani dan menggenggam tangan Nabila ,bahkan pria itu tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan istri dan anaknya .


Waktu serasa begitu lambat bagi pria itu ,dia begitu cemas saat Nabila selalu meringis kesakitan , Nabila harus menahan rasa sakit yang luar biasa saat akan melahirkan ,Bryan yang semakin panik berteriak memanggil dokter .


"Tarik napas buang perlahan , tarik nafas lagi nyonya ,lalu dorong perlahan nyonya ." ucap sang dokter memberi arahan .


Nabila melakukannya dengan air mata yang membasahi pipinya ,dalam hal dengan kondisi sekarang ,Nabila memikirkan sosok ibu yang melahirkannya ,mungkin dia juga berjuang seperti nya , namun kenapa dia harus di buang sia-sia oleh ibunya ,


Bryan yang melihat istrinya berjuang benar-benar terharu .

__ADS_1


" Kamu kuat sayang !! aku yakin kamu bisa" bisik Bryan ke telinga Nabila .


"Mas aku takut ... aku sakit ,mass." ucap Nabila dengan deru napas nya dengan air mata terus mengalir .


Bryan hanya bisa memberikan ketenangan pada istrinya ,dia pun tidak tahu harus apa dan bagaimana ,dokter langsung memberikan arahan lagi ,bahkan kini kepala bayi sudah hampir kelihatan ,namun Karna tekanan perut ,membuat si bayi nya susah keluar .


Tubuh Nabila bergetar ,dia benar-benar sudah tidak kuat dan pasrah ,dia melihat ke arah suaminya yang kini tengah menenangkan nya ,Nabila pun tahu pria itu panik ,hanya saja Bryan tidak memperlihatkan pada istrinya , Di saat ke pasrahaan itu sudah Nabila lalui , tiba-tiba Nabila mengingat kembali dengan ingatan yang dimana dia di buang oleh orang tuanya .


"Enggak ... Nabila kamu jangan lemah !! bukankah ini kemauan kamu untuk lahir normal ,,,, aku yakin kamu pasti bisa Nabila ... pasti bisa"


Nabila menarik napasnya kembali ,Bryan semakin khawatir akan hal istrinya yang kini tengah berjuang kembali ,tapi dia tidak tega melihat istrinya menahan rasa sakit itu .


"Sayang !! aku gak tega melihat kamu kesakitan , kita oprasi aja ya ,, kamu lahiran sesar aja ,!! aku gak kuat melihat kamu kesakitan sayang " ucap Bryan


Pria itu tidak bisa menahan tangis nya ,dia benar-benar tidak ingin melihat istrinya kesakitan ,tapi Nabila menggelengkan kepalanya dengan sembari menghapus air mata suaminya dengan memberikan senyuman dan menahan rasa sakit .


"Enggak m...mas .. aku .. aku akan melakukannya .! aku bisa ma....." ucap Nabila terhenti ,Karna perutnya sudah mengajak untuk mengeden .


Aaaaaaaa!!!


Nabila mengeden dan dimana itu pun berhasil dia lakukan melahirkan normal ,dan selang beberapa menit suara tangisan bayi terdengar begitu sangat kencang .


"Sayang " ucap Bryan yang tidak bisa berkata-kata .


Nabila berasa lega ,saat dia melihat bayi yang baru saja dia lahir kan sedang di bersihkan oleh perawat ,pria yang sedari tadi menunggu di sampingnya terus saja mencium dan mengusap kepala istrinya dengan sayang ,rasa haru menyelimuti pria yang kini tengah memeluk kepala istrinya itu .


"Mas ... anakku mas ." gumam Nabila pelan .


"Iya sayang !! dia anak kita ." ucap Bryan yang kini masih menghujani ciuman dengan bergumam beberapa kali berterima kasih pada sosok wanita yang telah berjuang melahirkan putri pertamanya .


Tak lama setelah itu perawat membawa baby grils itu ke ibunya dan di taruh di dada Nabila ,tangan Nabila terulurkan untuk mengusap punggung putrinya .


"Sayangnya mami " gumam Nabila pada bayi yang kini tengah menangis di pelukannya itu .


Saat ketiga nya masih dalam haru, tiba-tiba Nabila pingsan dan hal itu membuat dokter dengan segera mengambil bayi yang ada pelukan ibunya itu .


"Apa yang terjadi dengan istri saya dok .", ucap Bryan dengan nada gemetar saat melihat istrinya tak sadarkan diri .


"Saya sarankan !! anda keluar dulu tuan ,saya akan memeriksa nyonya Nabila dulu ." ucap dokter .


Bryan tidak bisa berkata-kata dia pun hanya bisa keluar dengan pandangan masih ke arah Nabila ,Bryan mengingat dimana satu Minggu yang lalu , istrinya itu tengah menonton film drama romantis yang dimana wanita nya hamil dan melahirkan secara normal hingga membuat nya berujung meninggal dunia setelah pasca melahirkan .


Bryan masih saja memikirkan akan hal itu , apalagi dia begitu syok saat melihat Nabila yang kini tidak sadarkan diri .


"Sayang ... jangan tinggalkan aku dan juga anak kita , aku mohon ,tolong baik-baik saja ?! aku tidak akan memaafkan diriku kalau kamu pergi meninggalkanku , ku mohon sayang "


"Nak mana Nabila , " ucap Bu Ratih yang melihat Bryan keluar dengan perawat yang tengah menggendong bayi .


"Na_nabila di dalam Bu " ucap Bryan .


"Bu ... Nabila tidak sadarkan diri Bu .. aku takut Bu ...aku takut nabil....." ucap Bryan yang tidak ingin melanjutkan ucapannya .


"Apa yang terjadi sama Nabila nak ..." ucap Bu Ratih


"Nabila tidak sadarkan diri Bu ." ucap Bryan dengan pandangan yang sulit di artikan .


Bu Ratih membawa pria itu untuk duduk di kursi tunggu , dia ingin menenangkan menantunya untuk tidak memikirkan hal tentang buruk pada istrinya , Bryan yang kini mengingat akal hal kejadian Dista beberapa bulan lalu membuatnya takut ,apalagi saat mengingat dimana Nabila menonton drama yang di tonton oleh istrinya itu .


"Kamu tenang nak !! mungkin Nabila hanya pingsan biasa !! ibu yakin Nabila akan pulih kembali , dan dokter juga pasti tengah menangani Nabila ." ucap Bu Ratih .


Bryan tidak menjawab ,dia menahan kesedihan ,ketakutan ,kecemasan ,tentunya pria itu benar-benar gelisah , di saat kegelisahan itu menerpa nya , seorang wanita paruh baya kini tengah mengahmpiri Bryan dan juga Bu Ratih .


Wanita itu yang tak lain adalah omah ,dia datang di beri tahu oleh Dimas yang dimana Bryan sebelumnya ijin untuk tidak ke kantor di karnakan Nabila akan melahirkan ,omah menghampiri Bryan yang terduduk dengan deraian air mata ,dia pun melihat Bu Ratih yang tengah menenangkannya .


"Bryan !! apa yang terjadi kenapa kau menangis !! dimana Nabila ." ucap omah .

__ADS_1


"Omah ... Nabila omah .." ucap Bryan tidak ingin menjelaskannya .


Di saat omah akan menjawab tiba-tiba dokter membuka pintu dan melihat ke arah pria yang kini duduk di kursi tunggu ,belum sempat dokter itu bicara ,Bryan langsung mengeluarkan suaranya dan menghampiri dokter yang tengah di ambang pintu .


" Dokter .. gimana ke adaan istri saya dok ...dokter apa istri saya masih hidup dok.. katakan pada saya dok ,katakan !! katakan bahwa istri saya baik-baik saja ." ucap Bryan dengan tak sabar nya ingin mengetahui keadaan Nabila .


"Nyonya Nabila pendarahan hebat tuan !! dan nyonya nabila meminta anda untuk kembali kedalam ,karna beliau ingin di temani oleh anda ." ucap dokter .


Bryan terkejut setelah mendengar itu ,lemah tentu ,dia saat ini lemas dan lembek setelah mendengar istrinya tengah pendarahan hebat ,Bu Ratih dan omah menutupkan kedua bibir mereka dengan tangannya masing-masing


Dengan cepat Bryan pun masuk dan melihat Nabila yang tengah meringis menahan sakit ,hatinya bagai teriris melihat wanita yang dia cintai nya tengah menangis menahan sakit ,Bryan mengingkari janjinya untuk tidak membuat istrinya itu menangis lagi ,tapi sekarang dia melihat istrinya menangis setelah melahirkan putrinya .


Bryan menahan kesakitan pada dirinya yang dimana dia melihat Nabila yang berteriak merasakan kesakitan .


"Mas sakiiitttt ....!!!!


"Sayang !! aku disini ,,aku disini ." ucap Bryan menggenggam tangan sang istri dengan menahan tangis .


"Mas ,aku tidak kuatt .. aku sakit mas."


Bryan tidak tahu harus apa dan bagaimana ,jika secara ajaib dia ingin menukar tubuhnya dengan sang istri ,Bryan ingin merasakan sakit yang di alami istrinya saat ini ,biar dia yang merasakan sakit itu ,biar dia yang menanggung rasa sakit itu untuk istrinya .


Dokter yang melihat Nabila terus saja berteriak menahan sakit membuatnya langsung gerak cepat untuk membius Nabila dengan lewat suntikan di tangannya .


"Tuan !! istri anda harus di periksa lebih detail lagi ,dan mohon maaf anda terpaksa harus ke luar lagi ." ucap dokter .


Nabila yang kini sudah lemes seketika pegangan erat tadi di tangan suaminya perlahan melepaskannya ,namun Nabila tetap meraih tangan Bryan untuk tidak pergi di sampingnya .


"Jangan pergi !! jangan tinggalkan aku .. aku ingi kamu di sini terus ........" ucap Nabila terhenti saat dia kini sudah terpengaruh oleh biusan yang di suntikan oleh dokter .


Pria itu tidak bisa meninggalkan istrinya ,namun dokter memaksa nya untuk keluar lagi ,tapi bryan tidak mau dan ingin menemani istrinya ,seperti perkataan Nabila barusan .


"Silahkan tuan !! anda keluar lagi ," ucap dokter .


"Tidak !! saya tidak akan keluar ,istri saya membutuhkan saya dok " ucap Bryan dengan melihat Nabila yang kini terpejam .


"Pemeriksaan nyonya nabila akan berlanjut Tuan ,mohon kerja sama nya dengan kami ,dan sekarang tolong anda keluar ." ucap sang dokter .


"Jika sampai terjadi apa-apa pada istriku ,aku akan meminta pada pemilik rumah sakit ini untuk memecat kalian ." ucap Bryan dengan menatapnya tajam .


Seketika dokter dan perawat itu di buat takut saat melihat tatapan Bryan begitu juga dengan ucapannya ,yah! mereka tahu pria yang ada di hadapan mereka adalah sahabat Dimas sekaligus anak angkat dari nyonya besar Anggara .


"Mo_mohon kerja sama nya tuan ,kami pihak medis akan melakukan semampu kami dan semua itu tergantung yang di atas ." ucap dokter itu gelagapan.


"Pokonya aku tidak mau tahu !! dan kalian harus membuat istriku kembali sehat , jika tidak aku akan menulis nama kalian ke daftar hitam " ucap Bryan dengan tersulut amarah .


"Tuan________" ucap dokter terhenti di karnakan mereka melihat nyonya besar pemilik rumah sakit itu tengah menahan Bryan .


"Bryan !! ayo keluar dulu ,biarkan dokter melakukan tugasnya ,jika kamu seperti ini mereka tidak akan bisa dengan cepat melakukannya seperti apa yang kau pinta ,bersabarlah dulu ." ucap omah masuk dan menarik tangan Bryan .


"Omah ... Nabila omah .. istriku "


"Sabarlah tenanglah nak ,ibu yakin nabila akan sembuh ,jika kamu tadi menahan dokter itu ,kamu hanya membuang kesempatan Nabila untuk sembuh ,jadi kamu tunggu dulu ,dan tenang ." sambung Bu Ratih .


"Benar Bryan !! Tenanglah , omah yakin Nabila pasti kuat ,dia akan kembali sehat dan menjaga putrimu dan juga kamu ." ucap omah menenangkannya .


Bryan tidak menjawab ,dia lagi-lagi menangis Karna Nabila istri yang dia cintai nya menahan rasa sakit, kedua wanita paruh baya itu tidak menyangka dengan pria yang kini tengah rapuh ,dalam pikiran mereka ,pria sedingin dia bisa menampakan sisi tangisnya juga


20 menit pun berlalu ,dokter keluar dari ruangan itu ,yang dimana Bryan ,omah serta Bu Ratih langsung berdiri dari duduknya.


"Bagaimana kondisi istri saya dok ." ucap Bryan.


"Kami sudah melakukan yang terbaik untuk nyonya Nabila ,karna pasca melahirkan dia sempat berhenti mengeden dimana itu akan membuat bayi keluar ,ketakutan yang ada di dalam dirinya membuat tekanan darahnya naik ,dengan rasa ketakutannya nyonya Nabila menolak untuk bangun tuan ,dan nyonya Nabila di nyatakan koma ." ungkap dokter menjelaskan .


"A....apa "

__ADS_1


Jantung Bryan serasa akan copot seketika ,dia lemas terkulay langsung terduduk ,tidak hanya dia ,Kedua wanita paruh baya yang tengah menemaninya juga terkejut saat mendengar penjelasan dokter tersebut .


__ADS_2