Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Ide Irsan.


__ADS_3

"Kurang ajar , akan ku rebus dia ." ucap Erland yang berlari di mana Irsan berada .


tak butuh waktu lama , kini Erland tengah berada di tempat di mana ana dan Irsan berada , ana yang melihat Erland kini telah memanggil nya .


"Erland ,Erland aku di sini ," ucap ana yang bersembunyi di balik kursi .


Di saat Erland akan masuk , tiba-tiba ikatan anjing itu lepas dan berlari ke arah ana , di saat ana berteriak dan menutup mata nya , beruntung Erland cepat di menghalangi anjing itu,


"Erland hati-hati ,anjing itu lari ke hadapan kita ." teriak ana yang tengah memeluk Erland.


Erland menahan kepala anjing itu dan mengisyaratkan kan untuk berhenti dan kembali ke tuan nya ,anjing itu pun pergi ke hadapan Irsan, Irsan yang tengah tertawa kecil pun menutup penghalang pintu geruji besi itu, Erland yang melihat itu pun terkejut ,dia telah di jebak oleh sahabat nya sendiri .


"Sial ."


"Hahaha ...Erland oh Erland ? aku tidak menyangka kau akan mendapati sial seperti ini haha," ucap Irsan dengan tawa nya.


"Lepaskan aku dari sini sialan ." ucap Erland dengan amarah nya .


"Erland aku tidak akan melepaskan mu ,ayolah bersenang-senang lah bersama gadis mu itu ,Erland aku tidak menyangka kamu benar-benar mencintai gadis itu ,haha ,, ternyata kamu jatuh cinta ternyata ya ." ucap Irsan yang masih ketawa .


"Irsan sialan lepaskan aku dari tempat sialan ini ." ucap Erland dengan amarah nya ..


"Haha ,, yang benar saja ,ayok kibbes kita pergi dari tempat ini ." ucap Irsan pada anjing nya tanpa memperdulikan teriakan Erland .


Ana melihat pembicaraan mereka ,dalam pikiran nya ada yang aneh dengan kejadian yang barusan itu .


"apa yang terjadi ,seperti nya mereka saling mengenal satu sama lain ."


"Erland maaf kan aku ,karna aku kau jadi terjebak di sini ." ucap ana yang tengah melihat Erland .


"Aku benar-benar berterima kasih padanya ,Karna telah menyelamat kan ku , ? tapi ada apa dengan ekspresi dia yang sekarang ."


"Ini bukan karna kamu ana ,?! tapi mereka yang bersekongkol untuk mengerjai ku ." ucap Erland yang tengah besandar di Sofa dan menutup mata nya .


Ana melihat Erland dengan ekspresi yang tidak baik ,kini dia berjalan ke arah lain .


"Lebih baik tidak mengganggu nya ,aku akan mencari jalan keluar lain dari sini ."


Ana berjalan melihat ke arah di mana kamar itu tidak ada jendela sama sekali , Erland yang melihat ana mencari sesuatu membuat kening nya mengerut .


"Anatasya ,jangan menghabiskan tenaga mu itu ,di sini tidak ada jalan lain ." ucap Erland tanpa melihat ke arah ana ,


"Maaf ..." lirih nya .


"Walau pun aku merasa nyaman dengan kondisi sekarang ,Karna dia ada di sisi ku , tapi dia terseret ke sini Karna aku ."


"Kenapa kau meminta maaf ,sudah aku bilang ,ini tidak ada kaitan nya dengan mu ,? kau berdiri di situ terus apa tidak pegal , kemari dan duduk ." ucap Erland yang telah melihat ana .


"Aku _aku tidak pegal kok." ucap ana menundukan kepala nya .


Erland melirik ruang itu dengan seksama ,dia berpikir itu semua adalah ide konyol sahabat-sahabat nya karna Dimas.


"Aku tidak menyangka ,kak Dimas menyuruh mereka dengan cara buruk ini ."


"Erland ,aku rasa mereka mengenal mu ,jika kamu berbicara lagi pada mereka , mereka pasti akan mengeluarkan kita ."


Erland tidak menjawab pertanyaan ana ,dalam pikiran nya dia akan kasih pelajaran kepada ketiga sahabat nya itu , ana yang tengah melihat Erland diam da tak menjawab ,membuka suara lagi .


"Jika kita di sini terus ,a_aku takut orang-orang mansion akan khawatir pada kita ." ucap ana gelagapan.


"Anatasya ,apa kau sangat ingin keluar dari tempat ini ,apa itu Karna kau mengkhawatirkan kakak ku ,." ucap Erland dengan tampang dingin.


"Dia suami ku ,aku takut dia menunggu ku di rumah ." ucap ana menundukan kepala nya .


"Apa kau yakin akan setia selamanya pada kakak ku ,dan tidak akan pernah jatuh cinta pada pria lain ." ucap Erland dengan tampang dingin tanpa melihat ke arah ana .


Ana tertegun dengan ucapan pria yang tengah duduk itu ,dia mendongkakan kepalanya dan melihat ke arah Erland .


"A_aku yakin tidak akan jatuh cinta pada pria lain ." lirih ana .

__ADS_1


"Aku tidak percaya dengan perkataan mu itu ,bahkan kau tak pantas untuk merawat kakak ku ." ucap Erland menatap ana dengan sinis .


Ana melihat ke arah Erland ,dia di buat marah karna perkataan Erland ,kini ana menggepalkan tangan nya yang rasa ingin memukul pria itu .


"Erland kau sangat menjengkelkan ,? jika aku tidak memenuhi syarat untuk menjadi istri nya , maka orang lain pun tidak akan memenuhi syarat nya juga


Erland sedari tadi sudah di buat kesal dengan gadis yang tengah berdiri itu , lagi-lagi dia harus mendengar perkataan yang membuat nya nyesek dalam hati .


"Dia menekan ku lagi ,dan masih menganggap dirinya adalah istri kakak ku , cepat atau lambat aku akan bilang padamu anatasya bahwa aku suami mu yang sesungguh nya ."


"Kemari ." ucap Erland dingin tanpa melihat ana .


"Tidak ,? apa yang kau inginkan Erland ." ucap ana dengan kekesalan nya .


"Aku ingin memeluk mu ," ucap nya dan melihat ana dengan tersenyum jahil .


Ana terkejut dengan perkataan Erland ,bersama dengan nya akan membuat nya semakin bahaya , kesalahan yang terjadi hari ini membuat ana tidak bisa apa-apa .


"Kita dalam situasi seperti ini dia masih aja punya mood untuk bermain ."


Erland memikirkan sahabat nya itu yang pasti tengah melihat pertunjukan dirinya .


"Bryan ,dan si Irsan sialan itu sengaja melakukan ini dan mereka pasti menunggu pertunjukan ku bermain dengan gadis ini ."


"Anatasya aku menyuruh mu kemari ,kenpa kau masih tetap berdiri di situ hah ." ucap nya dengan suara meninggi .


Ana kaget dengan perkataan Erland yang barusan membuat nya terkejut dan gemetar, kini ana mengambil bantal sofa yang ada di samping nya .


"Lebih baik kau memeluk itu ." ucap ana melempar bantal sofa ke arah Erland , Erland di buat kesal dengan gadis yang tengah berdiri itu.


"Gadis ini selalu menolak ku , tidakkah dia tahu bahwa dengan begini akan meningkatkan keinginan ku untuk menaklukkan nya ."


"Ana apa kau ingin keluar ." ucap Erland dengan menatap ana dingin.


"Tentu saja aku ingin keluar ,apa kau sudah berpikir dan menemukan jalan keluar nya ." ucap ana yang menghampiri Erland .


Erland tersenyum jahil dia akan membuat gadis itu menjadi nurut pada nya .


"Sepertinya kak Dimas tidak akan lebih semangat lagi ,jika aku tidak melahirkan seseorang anak ."


"Tolong jangan membuat masalah Erland ,kakak mu sedang tidak sehat ,gimana jika dia mencari kita ,? kau jangan membuat perkataan aneh-aneh ,aku hanya ingin keluar cepat dari sini ." ucap ana menahan amarah nya .


"Kau begitu khawatir pada kakakku ." ucap Erland dengan menahan amarah nya.


"Ya iyalah tentu ,dia adalah suami ku ."


"Diam ?! jangan katakan itu lagi di hadapan ku Anatasya ," ucap Erland dengan amarah nya .


Ana terkejut dengan suara Erland ,seketika dia mundur kembali dari hadapan erland .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" oh..oho ... ayok cepat lakukan Erland ,dengan seperti ini Dimas akan yakin dia akan memiliki keponakan dari mu ." ucap Irsan yang telah melihat monitor itu ..


Bryan dan Stevan tidak menghiraukan celetohan Irsan ,mereka berpikir dengan pikiran nya masing-masing .


"Ini semua gara-gara wanita tidak tahu diri itu ."


"Keputusan apa lagi yang akan di rencanakan di hari lain, kenapa permainan ini sungguh membosan kan."


Di saat layar monitor itu mengarah wajah Erland ,anjing yang di pegang oleh Irsan lepas dan mengahmpiri Erland yang ada di monitor .


"Bryan ,tolong singkirkan anjing ku itu ,Kenapa dia begitu tergoda dengan si beruang kutub itu , aku pikir dia menyukai Erland ,sialan ,? anjing bodoh kemari ,kembali padaku ." ucap Irsan yang meneriaki nya .


Bryan tidak menghiraukan kan perkataan sahabat nya itu ,dia melihat ke arah Irsan yang tengah duduk di kursi yang tengah mengikat anjing nya .


"Kelompok para lelaki itu tidak punya hati ."


Stevan Bryan dan Irsan melihat ke arah monitor itu ,mereka bertiga terkejut saat mendengar perkataan Erland .

__ADS_1


"Apa-apaan dia ... bilang kita tidak punya hati ,apa yang kita lakukan benar-benar membosan kan ."ucap Stevan yang tengah akan berjalan itu .


Bryan yang mendengar nya pun langsung tertuju pada Stevan ,Irsan yang melihat monitor itu mengerutkan kening nya ,tapi tiba-tiba ide di otak nya muncul kembali .


"Aha, kita harus lebih tega lagi ,memberikan sesuatu yang baik ." ucap Irsan yang tengah mengeluarkan ponsel nya, kini dia mengetik pesan kepada erland ,dan akan melakukan ide konyol yang terlintas di kepala nya .


Kini Irsan mencari sebuah Vidio yang akan membuat mereka tegang dan menyambungkan nya ke Tivi yang ada di kamar tersebut, Irsan kini tertawa terbahak -bahak melihat Tivi itu menyala dengan Vidio yang tengah dia sambungkan itu .


"Hahahaha ...,stev, yan ,bagaimana cukup menarik bukan ,ini akan ada pertunjukan menarik untuk di lihat ." ucap Irsan dengan tertawa nya .


Stev dan Bryan tidak menghiraukan kan sahabat nya itu ,mereka berdua hanya melihat tingkah Erland dan juga ana ,Stevan yang berpikir pun menyimak nya .


"Tidak buruk juga ,ini untuk membantu mendorong mereka ,lagian ini keinginan Dimas ."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Erland yang tengah menahan amarah nya pun mencabut kabel yang tersambung di Tivi itu ,tapi tiba-tiba ruangan itu mati dan gelap ,ana yang tengah kaget memanggil Erland dan berjalan ke arah pria itu .


"Erland kau di mana,a_aku takut gelap " ucap ana dengan meraba-raba dalam jalanan nya, Erland yang mendengar ana memanggil nya pun berdiri untuk berjalan ke arah ana.


"Sial ,apa Karna kabel yang aku cabut itu membuat lampu nya mati ."


Kini Erland telah berdiri di hadapan ana,di saat ana akan memanggil nya lagi , tiba-tiba mereka bertabrakan .


"Ohh ,,kau mau lari ke pelukan ku Anatasya ." ucap Erland dengan tersenyum tanpa kelihatan ana.


"Berhenti mendapatkan keuntungan dari ku Erland ." ucap ana yang mendorong tubuh Erland .


Erland tidak menghiraukan ana, dia berjalan ke arah ranjang dan membaringkan tubuh nya .


"E_erland ,kau di mana" ..


"I_ini gelap sekali ,aku .. aku sedikit takut ."


"Erland ," ...


"Tidurlah kemari ,kau jangan hanya berteriak aja,." ucap Erland yang tengah berbaring itu.


"Gimana ini ,tapi ini gelap sekali ,jika aku menghampiri nya ,dia tidak akan melakukan sesuatu padaku kan, sebaiknya aku tidak jauh-jauh dari nya ."


Ana menghampiri ranjang itu dengan meraba-raba karna keadaanya sedang gelap , ana tidak sadar bahwa dirinya sudah dekat dengan ranjang ,begitu dia melangkah ,dia tersandung oleh kaki ranjang itu dan menimpah tubuh Erland yang ada di ranjang , Erland kaget setelah apa yang dia rasakan ,ana menimpah tubuh Erland sampai kepala gadis itu terbentur oleh dada nya .


"Ma_maaf ,apa kau baik-baik saja ." ucap ana menjauh dari tubuh Erland .


Erland tidak menghiraukan ana ,kini dia menarik tangan ana dan memeluk nya .


"Berhenti bergerak ,aku tidak akan melakukan apapun, tidur lah. " ucap Erland tengah memeluk ana .


"Erland bisakah kau tidak menyentuhku ." ucap ana gelagapan .


"Udara nya sangat panas , dan jantung ku juga berdetak hebat ,tenang ana ,tenang ."


Ana terkejut saat Erland ******* bibir nya dan menggigit bibir ana


"Ahh ...sakit ." pekik ana .


" makan nya menurut lah sedikit ,jangan terus berbicara ,ayo tidur , jika kau bergerak lagi ,aku akan melakukan nya dari sekarang ." ucap Erland menggoda .


"Erland ,mari pikirkan dan cari cara agar kita keluar dari sini ,aku takut kakak mu akan khawatir padaku , tidak bisakah kamu memberi uang pada mereka ,agar kita bisa bebas sekarang juga ," ucap ana dengan tangan gemetar .


"Lalu ,kamu pikir kamu di hati ku bernilai satu milyar." ucap nya dengan sinis .


"Aku tahu ,kamu berpikir aku menikah dengan kakak mu ,karna aku mata duitan ." ucap ana menundukan kepalanya .


"Itu berarti kau menyukai wajah cacat kakak ku kan ." ucap Erland dengan dingin .


"Aku tidak semulia itu ." ucap ana yang meremas baju nya .


"Ohh benarkah ,aku ingin lihat bagaimana dirimu melindungi dirimu sendiri ." ucap Erland yang tengah menahan tengkuk ana .

__ADS_1


Erland membungkam bibir ana dan menidurkan nya ,Erland tidak perduli pada gadis yang tengah memukul nya itu ,Erland benar-benar kesal dengan gadis yang berstatus istri nya itu .


__ADS_2