
*
*
*
Di mansion Anggara .
Wanita paruh baya kini tengah mondar-mandir di ambang pintu ,dia khawatir akan hal cucunya itu ,wanita itu takut cucunya itu plin-plan lagi dengan pikirannya ,ana yang melihat omah mondar- mandir menghampirinya .
"Omah ... omah kenapa mondar-mandir begitu , " tanya ana .
Wanita paruh baya itu kini menggenggam tangan ana ,dia menghela nafasnya panjang dan tersenyum ke arah ana .
"Ana .. omah sedang menunggu Dimas dan Dista ,kau tau !? omah begitu khawatir cucu sialan itu bohong lagi pada omah untuk membawa Dista kesini ,dan yang lebih khawatirnya lagi ,omah takut dia membuat kontrak sialan itu untuk menipu omah ?! yang bikin khawatir omah saat ini , omah takut Dimas tidak membawa Dista kesini , bahkan beberapa hari yang lalu saja dia berbohong pada omah untuk membawa dista ,tapi nyatanya tidak ,dia hanya memberikan alasan belum muhrim ." ucap omah .
"Yang di katakan anak sialan itu benar !! belum muhrim ,tapi kan omah juga tidak bodoh dan tidak akan menyuruh mereka untuk tidur satu kamar , ana ?! omah khawatir anak itu tidak kesini ,bahkan Roy sudah dari tadi menjemputnya ." ucap omah dengan kuatir .
"Omah ... ?! omah jangan berdiri terus , ayo duduk dulu ,aku yakin kak Dimas dan juga Dista pasti datang kok ,omah jangan berfikir seperti itu ,kak Dimas gak mungkin membuat kontrak itu lagi ,apalagi sekarang sudah menjadi sah suami istri ,tidak mungkin kak Dimas mempermainkan pernikahan ." jawab ana .
Kini ana membawa omah untuk menunggu Dimas dan Dista sembari duduk di sofa ,ana tidak ingin melihat omah hanya mondar-mandir di ambang pintu .
'Omah .. nunggunya sambil duduk ya ." ucap ana dengan di angguki omah .
Wanita paruh baya itu mencerna perkataan ana barusan ,mungkin dengan perkataan ana ada Benarnya ,tidak mungkin Dimas melakukan itu ,apalagi mereka yang sudah sah menjadi suami istri ,Selang beberapa menit duduk di sofa wanita itu kini menikmati susu anlene yang di buat oleh ana .
Tin.... tin.......tin....
Di saat menikmati susu itu ,wanita paruh baya langsung berdiri dari duduknya dan melangkah ke ambang pintu , dia melihat Dimas yang kini turun dari mobil dan melangkah ke arah bagasi untuk menurunkan koper Dista , omah yang melihat Dista turun dari mobil tersenyum senang ,akhirnya yang di tunggu-tunggu dari tadi telah datang .
Kini Dimas membawa 2 koper Dista dan menyeret nya ke dalam ,Roy yang akan membantu di tahan oleh Dimas ,Roy pun langsung mengerti dan menganggukkan kepalanya .
Dista kini hanya menghela napasnya panjang ,dalam pikirannya ,mulai dari hari ini dia akan menjadi istri Dimas Anggara selamanya , di saat Dista akan melangkah dia melihat sang omah yang tengah berdiri di ambang pintu dengan tersenyum merekah ,Dimas yang sudah jalan terlebih dahulu hanya menampakan wajah biasa saja ,kini dia melihat omah yang tengah tersenyum ikut tersenyum juga .
"Dimas ... akhirnya kau pulang membawa cucu menantuku ." ucap omah memeluk Dimas .
"Hemm ... dia istriku ... pasti sudah aku bawa ...?! bukannya itu keinginan omah untuk membawanya kesini ." jawab Dimas dengan membalas pelukan omah .
Kini wanita paruh baya itu melepaskan pelukannya dan melihat ke arah Dista yang tengah tersenyum ,wanita paruh baya itupun memeluk gadis itu dengan sangat bahagia .
"Akhirnya ... kamu datang juga dan akan tinggal disini ?! dengan begitu ana ada teman nya nak ." ucap omah dengan di angguki Dista .
"Ayo omah masuk ,.... emmm ... dan kau juga ." ucap Dimas melihat ke arah Dista .
Omah dan Dista menganggukkan kepalanya dan mengikuti Dimas masuk ke dalam ,para pelayan kini tengah menyambut nyonya muda pertamanya itu ,Dista yang di perlakukan seperti itu hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
"Hey ... kalian tidak perlu melakukan itu kalie ... aku rakyat biasa ... ohh ya ampun ..."
Dista hanya menganggukkan kepalanya saja untuk menyapa mereka , dengan langkahnya yang kecil dia mengikuti Dimas ke arah pintu kamarnya ,Dista melihat Dimas yang menyeret kopernya membuat dirinya merasa bersalah .
"Kak .. biar aku ....
"Tidak apa ... " tolak Dimas .
"Kenapa barang-barang wanita banyak sekali ,, dan ini apa yang di bawa oleh gadis ini , kenapa aku bawanya rempong sekali ."
"Masuklah , kau jangan berdiri di situ saja ." teriak Dimas .
"Ah .. iya-iya aku masuk ." ucap Dista yang langsung masuk .
Dista masuk dan melihat-lihat kamar pria itu , kamar pria itu wangi parfum ..bukan ?! tapi pengharum ruangan yang beraroma lavender , Dista melihat kamar itu luas dan bernuansa cat warna smoke ,Hinga lemari ,nakas ,hingga seprai ,dan gorden pun semuanya sama warnanya hinga warna sofa pun sama dengan yang lainnya .
"Kenapa warna nya sama semua , dia suka warna begitu pucat sekali ,tapi sangat nyaman ." gumam Dista kecil .
"Kau ngomong apa ." tanya Dimas .
"A....a ... tidak .. aku tidak ngomong apa-apa ." jawab Dista cepat .
Dimas melihat ke arah Dista , Dista yang tatap oleh Dimas langsung memalingkan wajahnya dan melihat ke arah lain .
"Itu .... a_paa hanya satu ka_kamar saja ." ucap Dista terbata .
"Saat aku tidur di rumah mu ,tepatnya di kamarmu ,memangnya di rumah mu ada dua kamar gitu ," jawab Dimas .
"Aku memang tidak punya dua kamar .. eu ..itu ..maksudku ....Kau tidak menyediakan dua ranjang gitu , maksudnya buat ku .. u_untuk tidur ." ucap Dista .
"Dua ranjang ." jawab Dimas melangkah ke arah Dista .
"Kak.. jangan mendekat .." tahan Dista .
"Kak Dimas sudah berjanji untuk tidak menyentuhku ." ucap Dista kembali .
Dimas menghela napasnya berat dan mundur dua langkah ,kini dirinya melihat lagi ke arah Dista dan pandangannya ke arah sofa .
"Kamu tidur di sofa dan aku tidur di ranjang ." jawab Dimas .
Dista menengok sofa yang terhalang oleh tubuh Dimas dan melihatnya, Dista menghela napasnya dan melihat ke arah pria itu .
"Kenapa aku harus tidur di so...
"Karna aku pihak pertama , jadi itu terserah aku ." jawab Dimas .
"Kenapa kak Dimas sama sekali tidak bertindak seperti seorang pria sejati ,bahkan membiarkan gadis tidur di sofa , bukannya wanita di prioritaskan ."ucap Dista
"Tidak .." jawab Dimas singkat .
"Kenapa begitu , aku .. aku istrimu ." ucap Dista .
"Boleh saja jika kau ingin tidur di ranjang ,tapi dengan syarat kita akan mentanda tangani kontrak lagi dengan secara terbalik ,dari pacar kontrak jadi istri kontrak ," jawab Dimas .
"Jika kau bersikeras ingin tidur di ranjang ,maka aku akan membuat kontrak kembali dengan secara diam-diam tanpa omah tahu , tapi jika kau menuruti apa kataku , aku tidak akan membuat kontrak konyol itu , " ucap Dimas kembali .
Dista menghela nafasnya panjang dan berbalik melihat ke arah lain dengan memaki pria yang sudah menjadi suaminya itu .
" Ituu ... itu kau .. kau sama saja menindas orang ,bukan orang tepatnya istri sendiri lagi .."ucap Dista .
"Sofa terlalu kecil ... dan tidak muat untukku tidur , sofa itu cocok untukmu dan pas di tubuhmu yang kecil dan pendek , tidurlah dengan apa adanya untuk beberapa hari ,nanti akan aku pikirkan untuk membeli kasur untukmu ." jawab Dimas .
Dista tidak menjawab pria itu ,pria itu sudah membuat dirinya kesal Karna hanya soal kasur ,Dista kini berbalik melihat ke arah pria yang sudah menjadi suaminya itu ,di saat dia berbalik ,sesuatu benda yang terjatuh ke lantai dari tasnya.
Dimas yang melihat itu pun refleks berjongkok dan melihat dua benda itu ,Dimas mengerutkan keningnya dan mengambil benda itu ,Dista terkejut saat Dimas berjongkok melihat dua benda itu .
"Apaan ini ?! soft.......
"Stop ?! jangan di baca .. kak Dimas terlalu lancang memegang barang ku ." ucap Dista merebut pembalut itu .
"Terus ini apa ... kenapa kau membawa barang tak penting ini ." ucap Dimas memegang senter kecil .
"Uuhhhh .... " kaget Dimas saat menekan tombol senter LED itu pada wajahnya .
__ADS_1
"I_ini ... ini ... barang-barang masa kuliah ku ," ucap Dista merebutnya kembali .
Dimas terkejut saat lampu LED menyorot pada wajahnya dan langsung menghindar.
"Sudahlah ?! kamu bereskan baju mu ke lemari yang ada di sebelahku.." ucap Dimas dengan menahan kekesalannya .
"Aku mandi dulu ." ucap Dimas kembali dengan melangkah ke arah kamar mandi dengan di angguki Dista .
Di saat Dimas melangkah ,langkahnya terhenti dan melihat ke arah Dista .
"Oh iya ..jangan sembarangan menyentuh barang ku ,terutama lemari ." ucap Dimas
"Aku paham .. hemm ." jawab Dista .
Dimas pun melangkah ke arah kamar mandi dengan menahan kekesalannya ,sementara Dista ,dia merutuki dirinya sendiri yang kini memegang pembalut "Softex daun sirih" ..Dista meremas pembalut perpaxs itu dengan kedua tangannya .
Kini Dista membereskan pakaiannya ke lemari dekat lemari pria itu ,dengan cepat Dista merapihkan barang-barangnya ,di saat pakaiannya sudah selesai di rapikan ,Dista melihat foto yang dia bawa di kopernya , Dista melihat foto dimana dirinya masih sekolah dengan Nabila ,ana dan juga dirinya .
Kehidupan singkat yang di alami oleh mereka bertiga benar-benar begitu cepat ,ana dan dirinya kini telah menjadi seorang istri ,bahkan dulu dimana mereka masih sekolah selalu mencibir Nabila yang akan menikah terlebih dahulu , tapi nyatanya merekalah yang menikah terlebih dahulu .
"Bila .. aku harap kamu juga nyusul kita juga , ?! tapi aku harap juga kamu tidak akan mengalami seperti aku ,aku harap nanti kamu bahagia dengan pasangan mu ." gumam Dista mengelus kaca wallpaper itu .
Dista mengingat perkataan Nabila di saat pagi tadi , sahabat satunya itu menangis saat dirinya akan menikah ,bahkan Nabila berkata dia tidak punya teman lagi untuk curhat ,untuk tidur bersama ,Dista yang mengingat Nabila menangis ,dia pun ikut bersedih , tapi Dista berjanji tidak akan pernah melupakan sahabatnya itu ,meski sudah bersuami dia akan tetap bersahabat dengan para sahabatnya ,begitu pula dengan ana .
Dengan cepat Dista menyimpan foto itu ke dalam kopernya ,kini dia menyimpan kopernya di samping lemari ,setelah itu Dista melihat-lihat , pandangannya kini melihat ke arah Tivi di samping kaca .
Kini dia melihat kotak remot di sampingnya ,Dista bingung remote Tivi yang mana ,kini dia mengambil salah satu remot yang dia ambil ,di saat dia menekan tombol itu ,Yang nyala bukanlah Tivi .. melainkan gorden di balik Tivi itu ,kini Dista pun mengganti remot lagi , tapi lagi-lagi dia salah remot ,yang nyala hanyalah AC yang bersuhu tinggi , kini Dista pun berganti lagi remote , tapi di saat dia ganti semua ruangan itu mati dan gelap .
Dimas yang berada di kamar mandi mengerutkan keningnya saat Lampu kamar mandi mati , kini dengan cepat Dimas keluar dengan memakai handuk yang di lilitkan di pinggang .
"Dista .. kenapa lampunya mati .." ucap Dimas kini yang sudah berada di kamar .
"Kak .. aku tidak sengaja ,aku tidak tahu kenapa lampunya bisa mati ,bentar aku akan nyalakan lagi ..." ucap Dista .
Tapi Dista menekan tombol itu tidak nyala-nyala juga , kini dia berjalan untuk mencari tepat bagus untuk menekan tombol itu ,tapi kekeh tidak nyala juga , kini dia berpindah tempat lagi ,Dista terkejut saat remot itu terkena perut pria itu , bahkan tadi dia tidak begitu jelas dengan tubuh pria itu ,di karnakan kamarnya gelap .
Dimas yang terkena remot dan berhadapan dengan gadis itu seketika menyilangkan tangannya , Dista yang terkaget pun kini berbalik membelakangi Dimas .
"Ma_maaf ... aku ti_tidak sengaja , aku .. aku tidak melihat apapun ,tidak . ucap Dista .
"Cepat nyalakan lampunya Adista ." geram Dimas.
"Ohh ... lampu ... lampu ." ucap Dista yang kini menekannya Kembali .
Kini Dista mencari cara untuk bisa menyala kembali lampu itu ,dengan refleks Dista berbalik ke arah Dimas yang telanjang dada sekaligus lampu pun menyala, Dista terkejut saat melihat tubuh pria itu ,pandangan Dista kini ke arah perut kotak-kotak pria itu, bahkan pria itu tidak sadar bahwa Dista melihatnya
Dimas yang langsung melihat ke arah depan terkejut ,saat Dista berada di depannya ,dengan cepat Dimas membalikan tubuh gadis itu .
"Gadis bodoh !! apa yang kau lihat tadi ,apa kau tadi puas melihatnya ." ucap Dimas .
" Su_sudah sa_sangat puas ." jawab Dista gelagapan.
"Eu ... maksudku .. maksudku .. aaaa ...
Kini Dista berlari menutup mata dengan kedua tangannya ke arah dimana dia tadi berada ,Dimas yang melihat Dista berlari kecil dengan menutup wajahnya terkejut saat gadis itu hampir akan kena tembok , dengan cepat Dimas menghalangi tembok itu dengan telapak tangannya agar tidak mengenai kening gadis itu .
Dista terkejut saat keningnya serasa aneh ,kini dia membuka matanya dan melihat telapak tangan pria itu yang kini berada di tembok yang sudah menahan kepalanya .
Dista dan Dimas sama-sama memburu napasnya ,dengan cepat Dimas kembali lagi ke kamar mandi ,begitu pula dengan Dista yang kini berjalan ke arah dimana dirinya tadi berada .
Kini Dista lebih memilih ke luar untuk mencari ana dan juga Kenzie , di saat dia melangkah dia melihat ana yang kini keluar dari arah dapur .
"Hey ... sebentar ya... " ucap ana dengan di angguki Dista .
Kini ana keluar dari arah kamarnya dengan membawa Kenzie , ana pun menghampiri Dista yang kini tengah bersama omah di ruang tamu .
"Haii sayang ... uhh gemasnya .." ucap Dista yang kini mencolek pipi baby Kenzie .
"An ... kok mukanya kaya hamar gitu ya ." ucap Dista.
"He.eumm... Kenzie lagi gak enak badan ,?! tapi sekarang sih mendingan , ?! dis .. maffin aku ya .. tadi aku gak bisa ikut sama yang lain untuk ke nikahan kamu ,soalnya tadi pagi Ken rewel ,badannya panas ,jadi aku nyuruh suamiku aja deh yang ke sana ." ucap ana .
"Gapapa .. aku ngerti kok , ,ayo sa...
Tiba-tiba Kenzie menangis saat Dista merentangkan tangannya arah Kenzie untuk menggendongnya .
"Yah .. an .. kok menangis sih .. ?! sayang .. kok nangis gitu sih ,kan gak di apa-apa...
Tapi Kenzie malah tambah kencang nangisnya saat Dista pindah posisi duduknya ,omah yang melihat itu hanya tersenyum ,karna dia paham bayi yang sakit di usia seperti Kenzie sudah hal biasa bagi pada bayi umumnya .
"An .. kok ...
"Udah gapapa ... mungkin Kenzie akan memulai tumbuh baru ,biasa bayi memang seperti itu ." ucap omah .
"Cup... cup .. sayang .. anak mommy, Ken gak enak badan ..emmm .. gak enak badan ya .." ucap ana menenangkan baby Kenzie .
Erland yang mendengar Kenzie menangis langsung ke luar dari ruang kerjanya ,kini dia melangkah ke arah istrinya yang tengah menenangkan Kenzie .
"Sayang kenapa ." tanya Erland .
"Gapapa mas !! Kenzie lagi manja aja ." ucap ana .
"Apa panasnya sudah turun ." ucap Erland yang kini menyentuh kening sang putra .
"Mendingan ." gumam Erland .
"Olo...olo... anak Daddy kenapa sayang .hmm ..." ucap Erland mencium pipi gembul sang putra .
"Sayang !! sini biar aku yang gendong Kenzie ,, kau ngobrol lah dengan kakak ipar ." ucap Dimas .
"Apa kamu sudah selesai kerjanya ." tanya ana .
"Udah sayang ." ucap Erland mengambil alih Kenzie dari tangan ana .
Kini Erland membawa Kenzie ke arah ruangan samping untuk menimang-nimang agar Kenzie nyaman di pangkuannya ,Erland sengaja meluangkan waktu buat ana sang istri untuk mengobrol dengan sahabatnya sekaligus kakak iparnya ,dan benar saja .. omah ana dan juga Dista kini tengah ngobrol di ruang tamu , Dimas yang ke luar dari kamar melihat ke tiga wanita yang sedang mengobrol tak menghiraukannya ,dia langsung lurus saja jalan ke arah ruang kerjanya .
Dista dan ana kini sedang bercengkrama mengenai soal masak , Dista berbisik pada ana untuk meminta belajar masak , ana yang mendengarkannya pun terkejut sekaligus senang ,ana mengerti Dista yang sekarang ini ingin belajar masak karna sudah punya suami yang harus ia layani .
Kini keduanya pun ,masuk ke arah dapur berniat masak untuk makan malam ,para pelayan mundur saat ada nyonya pertama dan nyonya keduanya ,mereka hanya menonton nyonya keduanya yang tengah membelajari Dista masak .
Omah hanya geleng kepala melihat cucu-cucu mantunya itu ,yang kini tengah asyik di dapur .
Erland yang mendengar jeritan seseorang langsung keluar dari ruang samping ,dan melihat jeritan orang itu ,begitu juga Dimas dan Roy mereka pun keluar saat mendengar jeritan seseorang .
Ketiga pria itu kini tengah melihat dua wanita yang tengah di dapur ,tepatnya kini tengah berkutat dengan alat peralatan masak , Dimas hanya geleng kepala saat Dista langsung sembunyi di balik punggung ana saat menggoreng ikan basah .
Tidak dengan Erland ,pria itu tersenyum melihat sang istri yang kini tengah membelajari Dista untuk masak ,Erland beruntung mendapatkan istri seperti ana ,dia bisa melakukan apapun yang membuatnya senang ,termasuk memasak ,bahkan masakan apapun yang di masak ana selalu cocok dengan lidahnya .
Kini ketiga pria itu melangkah Kembali ke tempat masing-masing, tidak dengan Erland dia melangkah ke arah kamar dengan menggendong Kenzie yang tengah tertidur .
__ADS_1
Kini masak-masak pun tengah selesai , Dista mengerucutkan bibirnya , masakan yang dia masak tadi gosong dan kemungkinan tidak bisa di makan , ana selalu memberi semangat pada Dista agar tidak putus asa untuk belajar memasak .
10 menit berlalu , makanan yang tadi di buat ana kini tengah tersaji di meja makan ,Erland pun kini tengah melangkah ke arah meja makan ,bukan hanya itu ,Erland tidak tahu malunya mencium pipi ana di depan para pelayan bahkan di depan Dista juga , Dimas yang akan melangkah ke arah meja makan langsung berdehem .
"Kenapa ... iri ya ..?! ngapain harus iri ada istri , jika ingin kaya aku, tinggal lakukan saja , bukankah begitu kakak ipar ." cibir Erland pada Dimas dan menggoda Kakak iparnya itu .
Dista tersipu malu saat Erland mengatakan itu ,Dimas yang duduk kini melihat ke arah Dista , lalu pandangannya melihat ke arah hidangan di meja makan dengan menatapnya dingin, kini pandangannya beralih lagi ke arah Dista ,Dista yang di tatap pun mengerti ,kini dia mengambil makanannya ke piring untuk suaminya itu .
Kini mereka pun makan malam dengan hanya suara dentingan sendok dan garpu saja ,sesekali Dista melirik Dimas yang serius dengan makannya ,bahkan pria itu menatap piring yang ada di depannya pun degan memasang wajah dingin .
Makan malam pun kini tengah selesai ,Dimas menyuruh Dista untuk tidur terlebih dahulu , Dista hanya menganggukkan kepalanya dan melangkah ke arah kamar mereka ,Dimas kini melangkah ke arah ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya .
20 menit menyelesaikan pekerjaannya , Dimas kini melangkah keluar dan melihat ke arah jam sudah menunjukan pukul 20.39 ,kini dia pun melangkah ke arah kamarnya dengan membuka kacamata yang dia pakai tadi .
Dimas melihat ke arah Dista yang sudah tertidur di sofa ,ada rasa iba pada gadis itu ,saat dirinya menyuruh untuk tidur di sofa ,kini Dimas pun membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya ,tapi dia tidak bisa memejamkan matanya saat gerakan Dista yang berada di sofa selalu saja terusik .
Dimas terkejut saat selimut yang Dista pakai melorot ke lantai ,bahkan yang lebih terkejutnya lagi ,Dimas melihat gadis itu memakai piyama celana pendek yang memperlihatkan paha putihnya itu .
"Sial ... kenapa dia berpakaian seperti itu ,dan kenapa harus yang pendek juga ... "
Kini Dimas turun dan menyelimuti gadis itu Kembali ,dia pun Kembali ke ranjang dan membaringkan tubuhnya , di saat dia akan memejamkan matanya , lagi-lagi Dista terusik dan menggarukan kakinya dengan kaki ,Dimas terkejut saat celana yang di pakai Dista terangkat sedikit .
Kini Dimas bangun dari tidurnya dan duduk di ranjang ,matanya melihat gadis yang tertidur di sofa itu dengan perasaan gusar ,sesekali Dimas menelan ludahnya dengan kasar ,bahkan dia pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Di saat Dimas akan berbaring kembali ,dia melihat Dista menggeliat dan akan terjatuh ke bawah ,dengan cepat Dimas turun dari ranjang dan menahan Dista yang akan jatuh ke lantai .
Kini Dimas pun menahan Dista seperti menggendong gadis itu di pangkuannya, Dimas memandang wajah gadis yang sudah menjadi istrinya itu ,dengan berusaha menelan salipnya dengan kasar , Dimas akui gadis itu memang cantik tanpa memakai makeup pun , kini Dimas melihat ke arah bibir Dista yang berwarna pink kemarahan karna ada bekas lipstik di bibirnya , dengan cepat Dimas langsung menidurkan Dista kembali , dia tidak ingin terlewat batas saat memandang gadis itu .
πΉ
πΉ
πΉ
Disisi lain .
Pria yang kini baru pulang dan turun dari mobilnya dengan menenteng jaz di tangannya ,kini dia melangkah ke arah pintu masuk sembari dimana dia dengan sesekali memijat tengkuknya .
Bryan kini tepat di depan pintu apartemennya, setelah masuk dia menarik dasi Yang ada di lehernya dan melempar Jaz nya ke arah sofa , kini dia merogoh ponselnya dan melihat pesan yang di kirimkan sahabatnya sahabatnya .
"Irsan .. dia mengirimkan apa." gumam Bryan dengan menekannya .
Bryan terkejut saat melihat foto yang di kirim oleh Irsan ,Bryan tersenyum melihat foto Nabila yang tengah memakan kue dengan penuh di mulut ,Bryan duduk di sofa dengan mata yang masih melihat foto itu ,bahkan foto itu dia besarkan hanya untuk melihat wajah imut gadis itu .
"Andai aku tadi ada di mansion dan menghadiri pernikahan Dimas ,mungkin aku bisa melihatmu asli kelenci kecil ." gumam Bryan dengan gemas .
"Tapi dengan begini juga kau sangat lucu memakan kue begitu gemul." gumamnya kembali tersenyum .
Bryan menghela napasnya berat ,kini pandangannya melihat ke arah foto mantan kekasihnya yang berada di atas nakas ,Bryan berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah nakas tersebut .
"Mona ...!! aku sudah menemukan orang yang aku cintai ,?! apa kau disana mengijinkan aku untuk mencintai gadis itu ." ucap Bryan yang kini menyentuh wajah foto mantan kekasihnya .
"Andai aku sekarang bisa melihat mu dan bertemu dengan mu ,aku ingin berkata di depanmu ,bahwa aku mencintai gadis itu ,,gadis yang mengantikan mu di hatiku ,gadis yang selalu menghantui pikiranku ." ucapnya yang kini membawa foto Mona ke arah sofa .
Bryan duduk di sofa menyandarkan punggung dengan memejamkan matanya ,Bryan mengangkat foto itu dan memeluknya tepat di dadanya , tak terasa dia tertidur di sofa itu dengan terlelap sembari memeluk bingkai foto Mona.
.
.
.
"Bryan ."
"Bryan ."
"Bryan .. aku di sini ... " panggil seseorang .
"Bryan ... Bryan ..... lihat aku ..." ucapnya Kemabli dengan tertawa kecil .
Bryan pun membuka kain yang menutup matanya ,dia membuka matanya dan melihat ke arah gadis cantik yang memanggilnya .
"Nabila ." ucap Bryan ..
Nabila hanya tersenyum tanpa berkata lagi ,di saat Bryan akan menghampiri Nabila ,seseorang wanita cantik berada di samping arah yang tak jauh darinya , kini tengah melihat Bryan dengan tersenyum ,Bryan pun langsung melihat ke arah wanita itu ,bahkan wanita itu tersenyum manis ke arahnya ,Bryan yang melihat wanita itu melangkah mundur membuatnya ikut melangkah menghampiri .
"Monalisa ." ucap Bryan .
"Bryan ... jangan mendekat ,dan jangan mengikuti ku , lihatlah gadis yang di sana dia sedang menunggumu ." ucap Mona .
"Mona kau mau kemana , jangan tinggalkan aku ." jawab Bryan.
Bryan terus saja melangkah ,tapi di saat dia melangkah Mona semakin menjauh ,di saat Bryan berhenti Mona pun ikut berhenti .
"Mona ." panggil Bryan .
"Bryan kau ikuti langkah gadis itu ,dia sedang menunggumu ,ikutilah ..jika kau mengikuti arahku ,kau akan menyakiti perasaan gadis itu ." ucap Mona .
"Bryan .. ?! bukankah kau mencintainya ,jika kau mencintainya ikuti jejak langkah gadis itu ,dia sedang menunggumu ,dia juga mencintaimu Bryan ." ucap Mona dengan sinar yang membuat Bryan silau .
"Bryan jika kau mengikuti ku ,kau tidak akan mendapatkan gadis itu ,dan kau akan kehilangan dia seperti kau kehilangan ku ,?! Bryan pergi lah dan ikuti gadis itu dia sedang kesepian dan dia membutuhkanmu , " ucap Mona .
Seketika Bryan berhenti dari langkahnya saat Mona mengatakan itu ,kini dia melihat Nabila yang tengah berjalan sendiri menelusuri jalan ,lalu dia melihat ke arah wanita cantik yang tak lain adalah Mona.
"Lindungilah dia ,dan jadikanlah dia menjadi teman hidupmu , Bryan aku minta padamu ,cintai lah dia seperti kau mencintaiku ,pergi dan kejarlah dia sebelum menghilang ." ucap Mona
Bryan melihat ke arah Nabila kembali ,bahkan gadis itu sudah semakin jauh dari pandangannya , seketika Bryan berbalik dan melangkah mengejar Nabila yang hampir hilang dari pandangan matanya.
"Nabila ... ..
"Nabila.....
"Nabila ... tunggu aku ...
Bryan berlari mengejar nabila yang hampir hilang dari pandangannya itu ,dengan cepat Bryan berlari untuk mendapatkan gadis itu .
"Nabila ..
Nabila yang mendengar suara seseorang memanggilnya berhenti dari langkahnya dan melihat ke arah asal suara ,dia berbalik dan melihat pria yang tengah berlari ke hadapannya , dengan cepat Bryan langsung memeluk Nabila dengan erat .
"Nabila .. aku mencintaimu ,?! jangan tinggalkan aku ." ucap Bryan .
"Aku juga mencintaimu ,sangat mencintaimu ." ucap Nabila membalas pelukan Bryan .
Wanita yang melihat mereka bersatu tersenyum senang ,sedikit demi sedikit dia pun menghilang dari tempat itu, Bryan yang melihat ke arah dimana Mona berada, kini wanita itu sudah menghilang ,dia sadar bahwa Mona sudah tidak ada dalam kehidupannya ,Bryan kini memeluk Nabila dengan erat .
"Nabila aku mencintaimu ... " ucapnya dengan membuka matanya ..
Bryan terkejut di saat dia membuka matanya , bahwa itu hanyalah mimpi , kini Bryan melihat foto Mona , dengan cepat Bryan membereskan kenang-kenangan nya di masa lalu dan akan melupakan seperti apa yang di inginkan Monalisa .
__ADS_1