
Dimas yang kini keluar dari kamarnya melihat teman-temannya dengan aneh ,bahkan ke empat pria itu melihatnya dengan tanpa berkedip ,kini dia melangkah dimana dia akan ke ruang khusus ,di saat dia melangkah ,langkahnya terhenti dan melihat ke arah Bryan .
"Bryan ... ada yang ingin aku bicarakan." ucap Dimas melanjutkan langkahnya kembali .
Bryan pun berdiri dan mengikuti Dimas yang kini melangkah ke arah ruang pribadi di vila itu ,Erland serta dan yang lainnya kini akan membuat rencana ide yang sudah cair dalam otak irsan .
"Erland ?! menurutmu Dimas mencintai kakak ipar tidak ." ucap Irsan .
"Aku kurang tahu ,!! sepertinya di antara mereka belum ada benih-benih cinta " jawab Erland .
"Baiklah !! jika dia memang belum cinta pada kakak ipar ,akan aku buktikan gimana orang yang telah jatuh cinta itu , hmmm ... aku ingin tahu ekpresi si hati salju itu ."ucap Irsan .
Steven dan Erland serta Roy melihat ke arah Irsan ,mereka tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh sahabatnya itu , kini pandangan Irsan melihat ke arah Steven .
"Stev !! bukan kah kau membawa wine ku .. " ucap irsan.
"Ada !! kenapa ." jawab Steven heran .
"Hehe ... aku akan lakukan dengan cara meminum wine dan masuk ke kamar kakak ipar " ucap Irsan dengan tersenyum menyeringai .
"Sialan !! apa yang akan kau lakukan pada gadis itu ,kau yang ada dapat amukan dari omah ..." ucap Erland .
"Santai dulu dong !! aku bukan mau apa-apa ,hanya ingin salah masuk kamar saja ,dengan begitu kakak ipar akan lari ke pelukan Dimas ,tepatnya tidur satu kamar dengan Dimas ." ucap Irsan .
"Ingat Irsan !! masalah itu kau yang tanggung sendiri ,aku tidak ingin mendapat masalah sampai rencanamu itu gagal ." Jawab Erland .
"Santai saja kali ," ucap Irsan yang kini berjalan ke arah kamar para pria itu.
Selang beberapa menit Irsan pun keluar dengan membawa wine yang akan dia minum ,dan kebetulan dia pun berpasan dengan Dista yang kini akan melangkah ke arah dapur ,dengan berjalan santai ,Irsan membuka tutup botol wine itu sambil berjalan .
Irsan yang kini melangkah ke arah ruang tamu ,tidak melihat yang lainnya ,tapi dia tidak perduli ,kini dia melanjutkan meminum satu botol wine itu ,seteguk demi seteguk wine itu hingga kini hampir setengah ,matanya kini sudah memerah karna menghabiskan wine itu ,matanya melihat ke arah pintu kamar Dista ,bahkan gadis itu belum juga Kembali ke kamarnya .
Dengan langkah gontai dan stengah mabuk ,dia pun melangkah ke arah kamar Dista ,dia pun stengah sadar dengan apa yang dia lakukan ,bukan apa-apa ,tapi Irsan hanya ingin menunjukan rasa kepedulian Dimas pada Dista ,dengan begitu dia melakukan itu ,dan akan melakukan hal konyol yang dia buat .
Irsan sengaja membawa dua botol wine itu ke kamar Dista ,kini dia melihat ranjang dan berjalan mendekati ranjang tersebut ,tapi seketika Irsan berhenti dari langkahnya ,dia malah melihat pemandangan yang begitu hot bagi dirinya ,Irsan pun berdecak kesal saat melihat benda tersebut .
"Sialan !! kenapa ada benda itu di ranjang ."
Irsan menggelengkan kepalanya saat bra itu terpang-pang nyata di ranjang tersebut ,Bahkan dalam pikirannya matanya sudah ternodai dengan benda itu ,di saat irsan akan membuang bra itu dengan tongkat pemukul , tiba-tiba suara pintu terbuka membuat dirinya kaget.
"Kenapa bau alkohol begini ya ." gumam Dista .
Dista kini melangkah ke arah ranjang ,di saat dia sampai di ranjang ,Dista terkejut dengan apa yang dia lihat di ranjang itu ..
Aaaaaaaa.......Aaaaaaaa....
Dimas yang baru keluar dari ruang pribadi dengan Bryan kaget saat mendengar teriakan seseorang ,begitu juga dengan para wanita ,mereka yang sudah menyelesaikan makan langsung mengalihkan pandangannya pada Dimas yang kini telah berlari ke arah kamarnya .
"Dista ada apa ." ucap Dimas .
Dimas terkejut saat melihat Irsan yang kini tengah tergeletak di kasur Dista dengan memegang botol wine ,bahkan seisi kamar Dista penuh dengan berbau alkohol ,Dimas yang melihat Irsan tergeletak di ranjang menggepalkan kedua tangannya ,tapi seketika Dimas berubah ekpresi ,dia mengingat Irsan yang sering mabuk-mabukan dan suka nyasar ke kemana pun dia mau ,dengan begitu Dimas juga tidak ingin menyalahkan sahabatnya itu .
"Apa dia mendapat masalah ,,Irsan mabuk di saat mendapat masalah ."
"Kak ... aku .. aku .. gak mau tidur lagi di sini .. di sini bau ... dan kak Irsan sudah menempati tempat tidurku ." ucap Dista .
"Sialan !! bahkan aku tidak sadar ,bahwa aku pisah ranjang ?! gimana jika di antara mereka ada yang lapor pada omah ."
"Aku tidak mungkin menyuruh Dista tidur di kamar yang lain ,bahkan di mansion pun aku tidak bisa pisah ranjang jika situasinya ada omah ,beruntung di kamar ku ada sofa ,jadi dia bisa tidur di sofa ?! tapi di sini ,,, akh sial ... bahkan gak ada sofa di kamar yang sekarang aku pakai ."gumam dimas kecil .
Kini Dimas melangkah ke arah Dista ,dan menarik tangannya hingga kepelukannya ,ada rasa kesal melihat Irsan yang kini tergeletak di ranjang Dista ,Dimas rasanya ingin memukul Irsan saat ini juga ,tapi dia tidak mungkin memukul Irsan di depan para wanita.
"Sialan Irsan !! bahkan dia berani meniduri ranjang istriku ."
"Jangan cengeng !! kau tidur di kamar ku ?! Irsan hanya mabuk dan dia salah kamar ,ayo ." ucap Dimas
Dimas terkejut saat melihat bra berwarna hitam tepat di atas kepala irsan , kini Dimas melihat ke arah Dista yang kini menatapnya dengan tajam .
"Gadis ini , bahkan menaruh itu sembrono ."
"Kalian !! kenapa berdiri di sana !! ke luar ..." ucap Dimas pada bandit-banditnya sang omah .
Setelah mereka keluar Dimas melangkah ke arah ranjang dan mengambil bra dimana bra itu berada ,Dista terkejut saat Dimas mengambil bra miliknya .
"Akh ... aku lupa bra ganti ku masih di ranjang ... kak Irsan mabuk di_dia tidak sadar ada bra di situ kan ."
"Adista ... kau bahkan menaruh ini sembarangan ,bahkan ini hampir tertidur oleh pria mesum itu ." ucap Dimas yang kini tengah menenteng benda hitam itu .
"Akh .. kembalikan padaku ?! yang mesum itu kak Dimas ,bahkan kakak berani menyentuh barang ku ." ketus Dista langsung merebut bra-nya .
"Eum... i_ituuuuu ... kak a_aku tidur di_dimana, tempat tidurku sudah di tiduri kak Irsan ." ucap Dista .
Dimas melihat ke arah Dista ,bahkan Dia mengerutkan keningnya saat gadis itu memanggil pria yang tak lain Irsan adalah kak , Dimas yang sudah kesal karna melihat Irsan terbaring di ranjang istrinya di tambah kesal lagi nama panggilan yang terlontar dari gadis itu , tapi kekesalan itu Dimas tidak ingin memperlihatkan pada gadis itu .
"Cepat bereskan barang-barang mu , kau pindah kamar, aku akan bantu" ucap Dimas
Kini Dimas dan Dista pun membereskan barang-barang Dista untuk pindah ke kamarnya dimas, sementara yang di ranjang sana ,dia mendengarkan Dista dan Dimas tersenyum senang di dalam hatinya , akhir dari idenya bisa berhasil membuat pasangan itu tidur bersama , setelah selesai membereskan barang ,Dista dan Dimas pun keluar .
__ADS_1
Dengan cepat Irsan pun bangun dari ranjang itu ,dan menyingkirkan tongkat pemukul yang tengah dia tiduri .
"Sialan !! benda ini membuatku sakit punggung ,huh gara-gara cangkang gunung itu aku jadi salting bersama si tongkat ini ....akh. ...shiittt ....." Irsan pun membuang tongkat itu .
Sementara di ruang lain ,para bandit yang lainnya kini tengah menunggu Dimas dan Dista ke luar dari kamarnya ,kelakuan yang mereka perbuat pada sepasang suami-istri itu tidak ingin terlewatkan sebelum mereka kembali ke tanah air mereka ,Steven yang sudah melakukan aksinya membuat heran para wanita yang menyuruh menyiapkan dua piring makanan .
Steven berdecak kesal dengan para wanita yang hanya cengo saja ,kini dia sendiri yang menyiapkan makanan yang tersisa tadi bekas makan mereka ,karna Dimas dan Dista belum menikmati makan malamnya ,dengan cepat Steven pun melakukan hal konyol untuk kedua pasutri itu .
Dengan cepat , Steven menyiapkan dua piring itu di meja makan.. tapi tiba-tiba dia berpikir lagi , dua piring itu tidak termasuk romantis ,kini Steven hanya menambahkan makanan itu ke piring yang satunya lagi yang sudah di campuri racikan penuh energi .
Dengan cepat pria itu pun kembali ke ruang tamu melanjutkan mainnya dengan para pria somplak , di saat steven akan duduk ,Dimas ke luar dan berjalan ke arah dapur ,tepatnya pria itu mencari sisa makan malam ,karna dirinya dan Dista belum juga makan , para bandit itu melihat gerak gerik Dimas,di saat Dimas akan berbalik ,mereka dengan cepat melanjutkan aksi main gamenya.
"Kalian !! apa tidak menyisakan makan untuk ku dan gadis itu, aku terakhir melihat kalian yang makan terakhir setelah para wanita ." ucap Dimas .
"Oh ... jangan sewot dulu kakak ... tadi Steven sudah menyiapkan satu piring buat kalian berdua ... i_itu ... hooh itu dia makanannya ." ucap Erland menunjukan makanan yang di meja makan .
"Kenapa hanya satu piring ,kau tidak tahu aku dan Dista belum makan ." ketus Dimas .
"Dimas ... kau bahkan dulu tidak memperdulikan makanan di saat dengan Sahara ,,makanlah makanan yang di piring itu ,untuk makan satu piring berdua !! kenapa kau repot sekali sih ,,, gadis itu kan istrimu , !? biar lebih romantis gitu." teriak Steven yang kini tengah berada di ruang tamu .
Roy dan Bryan hanya memangut saja tanpa mengeluarkan suara, dia mengikuti saja dengan apa yang mereka rencanakan, sebenarnya Bryan tidak ingin ikut campur dengan hal ini ,bahkan pria itu kini tengah kacau dalam pikirannya .
Bryan yang melihat Steven berdiri langsung "TOS" dengan Roy karna mereka melihat Dimas membawa satu piring itu ke kamarnya ,Dimas pun terpaksa membawa satu piring itu ke kamarnya , dia lebih baik tidak makan jadi pada hanya satu piring berdua .
Dimas masuk ke kamar dan melihat gadis itu tengah membaca buku yang sering Dimas baca , melihat Dista yang membaca buku serasa damai dan kecantikan yang di miliki Dista membuat Dimas mematung di tempat , Dista yang melihat Dimas berdiri membuyarkan nya.
"Kak ... kenapa berdiri di situ ." ucap Dista .
"Ah ... hemmm ... kau makanlah ,tadi kan kamu bilang lapar ,nih makanlah ,aku pergi untuk memeriksa berkas ke ruang pribadi ." ucap Dimas.
"Kak .. apa kamu sudah makan.." tanya Dista .
"Udah ...!! kau makanlah .. ingat jangan menyisakan makanan ." ucap Dimas dengan di angguki dista.
Kini Dimas pun keluar dan melangkah ke ruang pribadi ,dia tidak ingin melihat tatapan para bandit itu yang aneh beberapa hari ini , mereka yang melihat Dimas keluar langsung mengikutinya ke arah ruang pribadi .
"Apa Dimas tidak makan , kenapa dia ke ruang kerja .." ucap Steven.
"Jangan-jangan tuan Dimas tidak makan ," ucap Roy.
Kini kedua pria itu melangkah ke arah kamar mereka dengan lesuh ,rencana yang mereka lakukan menjadi gagal total ,Erland yang melihat ekspresi Steven geleng kepala mengerti ,ya sudah mau gimana lagi ,mungkin jodoh mereka melakukan hal intim dengan suka cinta mereka ,dan bukan seperti apa yang mereka lakukan .pikirnya.
.
.
Di kamar Dimas.
"Hey apa yang kau laku.... !!!!!! Dista ada apa denganmu , kenapa wajah mu memerah ." ucap Dimas .
"Emmm ... ummm ... Dimas Anggara !! apa kamu tidak kepanasan ," ucap Dista dengan stengah sadar membelai dada bidang Dimas. ..
"A_aku akan membantumu melepaskannya .." ucap Dista yang kini membuka kancing piyama Dimas.
Dimas terkejut dengan apa yang terjadi pada Dista , kini dia melihat piring kosong bekas makan Dista.
"Shiiiiiitt ... para bandit itu yang sudah memasukan racun berbahaya ... sialan ."
"Adista singkirkan tanganmu itu....
"Dimas biar aku bantu membuka pakaianmu , apa kamu tidak kepanasan ..a_aku .. aku panas sekali Dimas. ", lirih Dista yang kini menarik baju Dimas .
"Tidak ... aku tidak mau ... Adista sadarlah .. kau sekarang tidak baik-baik saja ,aku tidak ingin melakukan itu di saat kau seperti ini , sadarlah ." ucap Dimas menepis tangan Dista.
"Dimas .. ba_bantu aku ... aku kepanasan ," ucap Dista mendorong tubuh Dimas ke ranjang.
"Sialan !! akan aku bunuh para bandit itu ."
"Adista menyingkirlah ." ucap Dimas yang kini berada di bawah.
"Sini biar aku bantu ."lirih Dista .
Dimas benar-benar sial dengan apa yang terjadi saat ini ,bahkan Dista yang berada di atasnya semakin memerah di balik wajahnya , Dimas meremes seprai saat Dista sudah melepaskan kancing piyama nya hampir selesai ,dengan cepat Dimas membalikan tubuh Dista hingga gadis itu berada di Kungkungan Dimas.
Dista membuka matanya melihat wajah pria itu dengan tersenyum ,Dimas menatap gadis itu dengan menelan salipnya dengan kasar , dista membalikan tubuhnya lagi hingga kini di atas Dimas , lagi-lagi Dista tersenyum yang membuat Dimas terkejut .
Dimas melihat Dista yang menutupkan matanya dan perlahan gadis itu sedikit menurunkan kepalanya , Dimas terkejut saat gadis itu menempelkan bibirnya di bibir Dimas ,setelah itu Dista pun tertidur di atas tubuh Dimas.
Dimas yang melihat Dista tertidur ,langsung membalikan tubuh gadis itu dan membenarkan tidurnya , dia menatap gadis itu yang sudah tertidur , bahkan Dimas memikirkan dimana tadi Dista membuka kancing piyama yang dia kenakan , dimana dista melakukan itu bukan berarti Dimas tidak tergoda ,dia adalah pria normal ,hanya saja dia menahan rasa hasratnya.
"Dista !! aku tidak ingin melakukan itu di saat kamu seperti tadi ,aku akan melakukannya disaat kamu sudah siap ,aku tahu kamu belum bisa menerima pernikahan ini ." gumam Dimas .
Kini Dimas beranjak dari ranjang dan pergi untuk menemui bandit-bandit itu ,tapi dia tidak menemukan pria-pria yang sudah membuatnya naik pitam ,Dimas melihat ke arah jam sudah menunjukan pukul 10 malam ,kini dia lebih memilih ke ruang pribadi dan mungkin dia hanya akan tidur di kursi dimana ruangan kerja itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain .
__ADS_1
Bryan yang kini tengah menerima telpon dari Andrian salah satu mantan anak buahnya, yang dimana Andrian telah mengurusi perusahaan Bryan yang berada di kota s.
Bahkan pengurusan perusahaan Dimas pun belum selesai ,dia tidak mungkin meninggalkan pekerjaan nya sebagai sekertaris , tapi di sisi lain dia juga tidak mungkin membiarkan Andrian mengelola perusahaan nya beberapa tahun ini .
Kini Bryan keluar dari kamarnya dengan memijat pelipisnya ,dia melangkah ke arah dapur untuk mengambil air minum ,di saat dia di dapur dia melihat Dimas yang kini tengah membuka kulkas ,Dimas yang sudah mengambil sebuah apel di kejutkan dengan Bryan yang kini berada di belakangnya .
"Bryan !! apa yang kau lakukan disini ." ucap Dimas .
Bryan tidak menjawab dia hanya berjalan dengan membawa segelas minum ke arah ruang tamu ,Dimas yang melihat Bryan tidak menjawab nya menghampiri pria itu dan duduk di sampingnya.
"Kau kenapa !! bosen menunggu Nabila yang belum menyatakan perasaanya ." ucap Dimas .
"Kau benar !! aku memikirkan itu ?! tapi gadis itu masih saja bungkam di balik bibirnya untuk mengatakan perasaan ,aku tidak mengerti ,kenapa gengsi yang di miliki gadis itu terlalu berat ,hingga untuk mengungkapkan saja susah sekali " jawab Bryan .
Bryan mengatakan itu bukan berarti semata-mata asal ceplos ,hanya saja dalam pikirannya kini ada dua yaitu dia memikirkan masalah perusahaan nya yang sekarang merugi di kota s ,kedua ! dalam pikirannya Bryan memang menunggu Nabila untuk mengatakan perasaannya ,bahkan dia berharap setelah Kembali dari Hongkong ingin mendapatkan jawaban dari Nabila ,Nabila yang dia harapkan tidaklah mungkin.
"Apa kau bosen menunggunya ." ucap Dimas .
"Tidak !! aku sama sekali tidak akan bosen menunggu gadis itu " jawab Bryan menghela napasnya .
Dimas melihat raut wajah pria yang ada di sampingnya itu seperti ada masalah lain yang di pikirkan ,bahkan bukan hanya gadis teman dari istrinya saja yang dia pikirkan .
"Apa kau memikirkan sesuatu selain gadis itu ." ucap Dimas .
"Tidak .." jawab Bryan dengan memejamkan matanya .
"Kau jangan membohongi ku..aku tidak percaya jika kau hanya memikirkan gadis itu saja ,katakanlah padaku apa ada sesuatu yang lain ." ucap Dimas .
Bryan membuka matanya dan melihat ke arah Dimas yang berada di sampingnya ,apa dia katakan sejujurnya pada pria itu ,bahwa dia harus pergi malam ini juga untuk pergi ke kota s .
"Dimas !! apa kau mengijinkan aku cuti tiga hari ." ucap Bryan .
"Cuti ." jawab Dimas heran .
"Cuti apa ." jawab Dimas lagi .
"Tepatnya bukan tiga hari ,paling lama empat hari ," ucap Bryan .
"Bryan ... jelaskan padaku dengan jelas !! kau mau cuti kemana ,jika kau hanya bilang cuti saja ,aku mana paham ." jawab Dimas .
"Aku harus ke kota s. perusahaan ku berada dalam masalah ,awalnya aku berniat sore tadi ,hanya saja tadi aku gak mungkin pergi begitu saja ,tanpa memberi tahu mu ." ucap Bryan.
Dimas menghela napasnya berat ,bahkan beberapa tahun ini Bryan sudah menemani nya di perusahaan ,tidak ada salahnya jika dia membiarkan Bryan pergi ,Karana suatu saat nanti Bryan pun tidak mungkin menjadi sekertaris nya selamanya ,Karna pria itu juga memiliki perusahaan hasil jerih payahnya.
"Pergilah !! bahkan kau harus turun tangan juga dari perusahaan mu ,tapi sebelum itu aku ingin bertanya ,masalah apa di dalam perusahaan mu ,hingga mendapatkan kerugian ." ucap Dimas .
Bryan menghela napasnya panjang dan menceritakan tentang perkataan apa yang di katakan Bryan ,Dimas terkejut dengan apa yang di katakan Bryan ,awalnya perusahaan sahabatnya itu tidak pernah terjadi sesuatu ,bahkan masalah apapun itu .
"Kenapa bisa sebesar itu ?! ini tidak beres ... pasti ada orang di balik semua ini , ?! Bryan aku akan menyuruh orang untuk membantumu menyelidiki dengan apa yang terjadi ," ucap Dimas .
"Lalu kapan kau akan pergi, bahkan sekarang kau masih di Hongkong ,
"Aku akan pergi malam ini ,dengan begitu aku sampai kesana jam 6 sore ." jawab Bryan .
"Malam ini !! ini tidak mungkin Bryan ,, apa kau sudah menyiapkan segalanya ." tanya Dimas .
"Apa yang perlu di siapkan dim ... aku hanya tinggal siap dan berangkat bukan !! tapi ... apa kau benar membiarkan aku cuti dan tidak menanggung jawabkan lagi sebagai sekertaris ." ucap Bryan .
"Pergilah ... kau berhak tanggung jawab akan hal perusahaan mu ,aku akan ikut bantu dengan permasalahan itu ." ucap Dimas .
Bryan hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Dimas , kali ini dia memikirkan Nabila gadis yang dia tunggu-tunggu untuk menyatakan perasaanya, apa yang dia tunggu berbulan-bulan ini belum juga mendengarkannya .
"Dim ... aku lebih baik pergi sekarang .. " ucap Bryan berdiri dari duduknya .
"Apa kau tidak akan mengucapkan kata perpisahan pada kelenci kecilmu ." jawab Dimas .
"Tidak !! aku akan pergi langsung , " ucap Bryan melangkah .
"Apa kau yakin !! kau bahkan akan pergi dalam waktu jangka 4 hari ,dan kau pergi tanpa memberi tahunya ," ucap Dimas .
"Aku pergi kesini juga tidak memberi tahunya dim ,tapi aku tak menyangka gadis itu datang sendirinya kesini ,dan itu ..... itu membuat aku senang dia berada di sini ." jawab Bryan .
"Lalu kenapa kau tidak ingin memberi tahunya sekarang ,gadis itu tidak mungkin juga muncul ke kota s , seperti kau disini Bryan ." ucap Dimas .
"Aku sengaja melakukan itu ,dan untuk beberapa hari kepergian ku ,mungkin aku tidak akan memberinya kabar ,!! Jika nanti dia curhat pada nyonya ana atau pun istrimu ,apapun yang di katakan gadis itu ,apapun gadis itu bertanya ,beri tahulah di saat aku gak ada ,bahwa aku pergi ,." ucap Bryan .
"Kau tidak akan mengabarinya ,bahkan sekaligus kau tidak akan memberi salam perpisahan pada gadis itu ,apa kau tidak merasa menyakitinya ." ucap Dimas .
"Apanya yang menyakiti ,aku dan dia belum ada cinta layaknya seperti sepasang kekasih ,aku belum mendapatkan jawaban dari gadis itu ,dan untuk apa kamu bisa menjawab aku seperti menyakitinya ,?! aku melakukan ini sengaja aku lakukan ,di saat kepergian ku ,di saat tidak kabar dari ku ,aku berharap Nabila menemui ku menyatakan perasaanya di depanku ," ucap Bryan .
"Aku ingat dim !! dimana aku di kota B ,aku dalam jangan 4 hari tidak membalas pesan nya ,dimana aku bertemu dia ,dia seperti wanita kehilangan prianya ,dan itu membuat aku tersentuh ,bahkan aku melihat dari mata gadis itu ,dia penuh dengan kekhawatiran padaku ,!! aku akan melakukannya untuk kedua kalinya pada gadis itu dim ." ucap Bryan lagi .
Dimas menghela napasnya dan berdiri dari duduknya dengan menepuk pundak pria itu ,mungkin Bryan bisa melakukan apa yang akan dia lakukan untuk mendapatkan cintanya .
"Jika kau yakin !! maka lakukanlah , aku yakin Nabila akan mengutarakan cintanya padamu ." ucap Dimas .
"Jika kau akan pergi ,, pergi lah dengan jet pribadi ,, ?! aku harap kau cepat selesai dengan masalah perusahaan mu ,aku akan mengirimkan orang untuk menyelidiki semua itu ,?! pergilah ini hampir malam ." ucap Dimas dengan di angguki Bryan .
__ADS_1
Bryan pun kini berjalan melangkah ke kamarnya ,dia berencana pergi malam ini , sebenarnya dia berat untuk pergi untuk meninggalkan gadis itu ,Bryan berpikir dalam kehidupannya, mencintai gadis itu kenapa harus terpaut dalam pekerjaan nya yang harus lagi-lagi pergi meninggalkan gadis itu, Bryan mengambil ponselnya yang tergeletak di kasur dan mengambilnya ,kini dia menggeser layar kuncinya melihat foto wallpaper gadis itu ,dengan cepat Bryan pun mematikan kembali ponselnya ,dan dia pun berniat untuk keluar sekarang .
Dimas yang sudah menunggunya di luar untuk melihat kepergian Bryan ,bahkan Bryan pun tengah di tunggu supir pak Li untuk mengatakannya dimana jet pribadi itu berada .