Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Kekacauan di klub.


__ADS_3

"Nyonya ana benar-benar datang ke klub ini bersama gadis ceroboh itu ,aku harus memotret nya dan mengrimkan pada Erland ." gumam Bryan dan memotret mereka berdua .


Fhoto itu pun sudah Bryan kirim kan ke Erland , kedua gadis itu masih santai dengan duduk nya dan menikmati minuman yang mereka pegang .


"Ana terima kasih udah menemani ku ."ucap Nabila yang tengah meminum air mineral itu .


"Tak masalah ,"ucap ana dengan tersenyum .


Bryan berdecak kesal melihat kedua gadis itu , dia seperti maling yang akan mencuri apalagi sekarang ini dia sedang mengikuti gadis itu, Bryan melihat ponsel nya dan melihat pesan yang baru saja dia kirim ke Erland belum juga di buka oleh sahabat nya itu , di saat Bryan melihat mereka ,ada seseorang yang memberikan uang kepada dua gadis itu , mungkin itu hasil uang yang mereka lakukan tadi , ana dan juga Nabila bersorak gembira setelah mendapatkan uang itu ..


"Yeaaaayyyyy , aku tidak menyangka dengan hanya menari saja ,bisa menghasilkan uang ,ya walau pun tidak banyak ,tapi tiga juta itu udah termasuk uang ," ucap Nabila dengan girang nya .


Ana hanya tersenyum melihat sahabat nya itu yang kegirangan , dia ikut bahagia melihat sahabat nya itu tertawa , dan tanpa mereka sadari Bryan sedari tadi melihat mereka .


"Sial , aku terjebak dengan kedua gadis itu .? sialan Erland ,bahkan dia belum membuka pesan ku juga , jika aku tinggalkan mereka di sini ,bakalan bahaya ." ucap Bryan yang tengah melihat ponsel nya itu dengan kekesalan nya .


Lagi-lagi Bryan masih di buat kesal dengan kedua gadis itu ,dari tadi gadis itu hanya diam duduk dan tertawa ,Bryan kesal dan sudah merasakan pegal pada kaki nya , di saat dia menyandarkan punggung nya ke dinding ,dia mendengar percakapan Nabila dan ana .


"Ana ayo kita menari lagi ,dan mendapatkan uang tiga juta lagi , ? dengan uang ini aku bisa bayar cicilan hp ku yang baru ,stengah nya aku mau belikan keperluan anak-anak panti ." ucap Nabila yang tengah menarik tangan ana .


Ana terkejut dengan perkataan Nabila ,bagaimana mungkin sahabat nya itu masih kuat untuk menari tiang .


"Nabila apa kau tidak lelah .? menari tiang itu menguras tenaga ,apa kau masih kuat untuk melakukan nya ,jika pun kau mau lanjut ,lanjut aja ,? aku mundur deh ,aku cuman nungguin dirimu aja ya ." ucap ana yang tengah meminum minuman nya itu .


"Ana bukan kah kau juga ingin punya uang , ini kesempatan kita ana ,lagian kan kita bukan menjual tubuh kita , kita hanya menari , dengan punya uang kita bisa menghidupi kita sendiri ."ucap Nabila yang tengah menarik tangan ana .


Ana berpikir dengan apa yang di katakan Nabila ,tidak ada salah nya dia ikuti perkataan Nabila untuk mencoba nya sekali lagi .


"Baiklah ,dengan penghasilan menari aku ,mungkin bisa punya uang sendiri ,? huh bahkan aku tidak ingin memakai uang dari pria tembok itu ."


"Baiklah kalau begitu ." ucap ana berdiri dari kursi nya .


Kini mereka kembali ke arah panggung untuk mulai menari lagi ,Nabila pun sudah akan memulai gerakan nya , Bryan di buat terkejut dengan keberanian gadis itu ,Bryan kembali ke tempat awal dia bersama Stevan ,Stevan yang melihat sahabat nya itu muncul entah dari mana membuat mengerutkan kening nya .


"Dari mana kau ,datang gak keliatan ,pergi pun sekilat ,tidak melihat langkah jejak nya sama sekali ."ucap Stevan tanpa melihat Bryan ,karna mata nya tertuju pada gadis yang tengah menari tiang itu .


Bryan tidak menghiraukan Stevan , dia melihat ponsel nya untuk melihat pesan yang dia kirim ke Erland , lagi-lagi Bryan di buat kesal ,sahabat nya itu hanya membuka pesan saja tanpa membalas ,bahkan saat ini pun Erland tak muncul-muncul.


"Sialan ,apa di sini aku harus menjaga istri orang ." gumam Bryan .


Sementara Stevan masih saja melihat pertunjukan menari itu ,para penonton pun bersorak gembira dan bertepuk tangan ,tidak dengan Bryan ,pria itu menelpon Erland yang tak menjawab nya sama sekali .


"Si batu tumpul itu kemana ,jika aku tidak ada di sini ,apa stev akan melakukan hal yang sama seperti ku untuk memberi tahukan pada Erland ."

__ADS_1


Di saat Bryan akan menelpon lagi pada Erland ,suara riuh penonton membuat dia melihat ke arah panggung ,dan terkejut melihat gadis yang menari tiang itu di lempar botol bir oleh salah satu penonton yang tengah mabuk ,Stevan yang melihat pun tak kalah terkejut ,Stevan dan Bryan melihat ana yang menghampiri Nabila semakin terkejut .


Ana mengahmpiri Nabila yang telah terluka ,dan memeluk Nabila .


"Nabila apa kau tidak apa-apa ,? astaga Nabila kau terluka ." ucap ana dengan khawatir.


"A_aku baik-bai.....


"Heyy ayo lanjut kan nari nya lanjut kan ,"


"Hey kenapa kau bengong ayo lanjut kan ."


"Ayo sekali lagi menari ,sekali lagi ."


"Ayo menari untuk kami , kenapa kau hanya bengong hah ."


Para penonton sudah gila ,dan melempar botol ke atas panggung ,ana terkejut dengan orang yang tengah menonton itu benar-benar sudah menggila , Bryan dan Stevan terkejut dengan apa yang mereka lihat , Bryan menyuruh Stevan untuk menelpon Erland dan dia berlari ke arah panggung ,tanpa Bryan suruh pun Stevan sudah menghubungi Erland sedari tadi .


"Hei ,ayo menari lagi ,kami akan membayar mahal untuk mu ,dengan satu kali menari ," ucap pria stengah mabuk itu .


Di saat pria itu akan menjambak rambut Nabila tiba-tiba Bryan datang dan membugem dan menghantam pria yang stengah mabuk itu .


"Bajingan ," ucap Bryan yang telah menghantam habis pria itu .


Nabila dan ana terkejut di saat dia melihat Bryan yang tiba-tiba ada di atas panggung dan mengahajar pria stengah mabuk itu .


"Dia."


Para penonton berteriak histeris melihat Bryan yang tengah membugem pria-pria itu ,di saat Bryan akan memukul lagi , tiba-tiba dari arah belakang dia ada yang memukul nya dengan botol bir , Nabila dan ana terkejut dan berteriak ..


"Awaaaassss." ucap Nabila dan ana bersamaan


Duggghhh ....prangg..


Stevan yang melihat nya itu mengeras rahang nya dan menghampiri panggung untuk mengajar pria mabuk itu .


"Cemen kau Bryan , biar ku hajar pria kepala licin itu ," ucap Stevan yang tengah melihat Bryan


"Sialan ? si pria bekepala licin ini mengundang bandit bandot nya ,"


Stevan menghajar pria yang berkepala botak itu sampai tak bisa melawan nya lagi ,di saat dia mengajar yang lain nya seseorang tengah menjambak rambut ana dan Nabila dari belakang ,Bryan yang merasakan sakit di kepala nya pun berusaha bangun dari tidur nya .


"Hei wanita sialan ,berani sekali kau menolak hah ,haha lihat penolong malam mu sudah tidak berdaya ," ucap pria yang tengah baru datang itu ,dan menjambak rambut ana .

__ADS_1


Stevan yang melihat itu dia harus melawan para bandit itu satu persatu ,dia melihat ke arah Bryan yang tengah berdiri dan berusaha untuk melawan pria mabuk itu ,dari arah jauh sana Erland tengah melihat pria yang telah menjabak istri itu di buat marah dan menggepalkan tangan nya , ana yang sudah ketakutan membuat nya gemeteran dan menahan sakit karna rambut nya di Jambak .


"Tolong ,siapapun tolong aku ."


Buakkkk....dughh ...


Hantaman dari tangan Erland membuat pria klub itu tersungkur ke arah bawah panggung , ana yang melihat Erland terkejut .


"E_erland kenapa dia di sini ,apa mereka juga dari tadi di sini ."


Ana melihat Bryan dan Stevan menghajar pria stengah gila itu dengan hantaman nya , Erland melihat ana yang tengah gemetar itu dia menghampiri ana dan menggendong nya , Erland membawa ana ke kamar mandi yang ada di klub .


"Kenapa kau datang ke tempat ini untuk menari ? pria itu bisa saja akan melahap mu Anatasya ."ucap Bryan dengan amarah nya .


"Aku di sini hanya untuk menemani Nabila dan juga ingin menghasil kan uang ,terlebih nya aku juga ingin keluar senang-senang ,toh di rumah pun aku hanya diam ,punya suami tak seperti punya suami ,jadi aku luangin hari-hari mumet ku ini "


Ana tidak menjawab pertanyaan Erland ,dia menundukan kepalanya karna masih gemetaran ,dia hanya mengalihkan pembicaraan erland .


"Ma_maaf ,? Erland ayo pulang dan bicarakan ini nanti di rumah ." ucap ana yang masih ketakutan dan akan melangkah pergi


"Tidak , jelaskan terlebih dahulu padaku , kenapa kau kesini untuk menari , apa kau akan menggoda pria di sini ,apa aku belum


cukup memuaskan mu ." ucap Erland yang tengah menahan tangan ana ,dan satu tangan lagi membuka sabuk celana nya .


Ana terkejut setelah apa yang dia lihat ,di saat seperti ini dia lebih ketakutan lagi Karna melihat Erland tengah membuka sabuk celana nya ,dan mendekatkan tubuh nya ke tubuh ana.


"Tidak ,apa yang akan di lakukan Erland ."


"Erland ,apa yang akan kau lakukan padaku, jangan seperti ini ,kau jangan lakukan itu padaku .".ucap ana yang ketakutan.


"Kenapa tidak ,aku melakukan ini untuk hak ku Anatasya ,jika kau tidak ingin bicara apa tujuan mu kesini maka aku akan melakukan nya di sini ." ucap Erland dengan amarah nya


Ana terkejut apa maksud dari perkataan Erland ,hak apa yang dia maksud , apa karna kemarahan nya yang membuat pria itu salah bicara .


"Tidak ,? dia pasti hanya terbawa emosi ."


"Erland berhenti ,tolong jangan lakukan itu padaku ,kau brengsek ...." ucap ana yang tengah terkejut dengan kelakuan Erland.


Erland tidak menghiraukan perkataan ana ,dia sudah di buat kesal dengan gadis itu , dan terlebih nya lagi dia hampir keceplosan dengan bicara yang tadi ia lontarkan .


"Siall.


"Ingat Anatasya , kau baru saja melihat nya ? jika para pria itu menggila ,mereka akan lebih mengerikan dari pada aku yang sekarang ."ucap Erland dengan menahan amarah nya .

__ADS_1


"Tapi kau saat ini yang lebih mengerikan , bahkan aku takut padamu ."


Ana menangis setelah apa yang telah terjadi pada nya ,ana sadari memang itu salah nya telah pergi dengan kemauan nya sendiri .


__ADS_2