
Pagi telah tiba ,ana bangun dari tidur nya untuk siap-siap beraktivitas kembali ,ana tidak ingin bermanja-manja karna hanya sakit biasa ,dia berjalan ke arah di mana dia harus menjahit , dia melihat seseorang yang tengah menggosok tas kain yang untuk di kirim juga ke salah satu toko, Bu Inggit yang telah melihat ana turun dari tangga menghampiri nya.
"Ana ... kenapa kau turun ..? apa kau sudah jauh lebih baik ." ucap bi Inggit gelisah ...
"aku baik-baik aja kok Bu ,lagian kan aku gak sakit parah ,hanya mual saja .." ucap ana melangkah ke arah kursi yang akan ia duduki .
Bu Inggit melihat ana yang kini sudah mulai menjahit menghela napas nya berat ,kini Bu Inggit telah menyiap kan bahan-bahan yang harus ia siap kan untuk di jahit oleh para pekerja .
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi ,ana melihat ke arah Bu Inggit tengah berjalan ke arah salah satu pekerja ,ana kini berjalan menghampiri Bu Inggit .
"Bu tunggu ...hari ini sudah pukul sepuluh ,? bukan nya ada pengiriman barang ya..." ucap ana
"Iya ,yang pacing barang sudah siapin segala nya ,tinggal di masukan ke dalam mobil, ana apa kau sembuh benar ? ibu tidak ingin memaksa dirimu jika keadaan mu tidak baik ,biar pak Darmo saja yang mengantarkan nya sendiri ." ucap Bu Inggit memegang tangan ana ...
"Gak apa-apa Bu,, aku siap kok ? ibu gak perlu khawatir, aku sekarang enggak mual kok Bu ,mungkin kemarin hanya masuk angin aja ." ucap ana dengan tersenyum manis nya.
"Baiklah kalau begitu ,barang nya sudah di masukin ke mobil sama pak Darmo dan pak Budi sekarang kau harus siap-siap, pekerjaan biar yang lain nya yang urus , " ucap Bu Inggit yang berjalan ke arah luar di mana mobil box sudah siap untuk berangkat .
Kini ana pun sudah bersiap dan membawa kertas yang di berikan bu Inggit , dan tak butuh waktu lama mobil yang membawa ana telah pergi meninggalkan halaman konfeksi tersebut ,di perjalan ana tengah berpikir dengan kejadian kemarin di mana dirinya muntah-muntah...
"Enggk ... gak mungkin... ?? bahkan waktu Erland melakukan itu ,? aku segera meminum kontrasepsi itu dari bi Ani ,aku gak mungkin hamil ."
Di saat ana berbalik ke arah jendela mobil, dia melihat pedagang yang menjual gorengan tahu pedas yang membuat lidah nya tertarik memakan itu .
"Pak Darmo ,bisa berhenti sebentar , saya ingin membeli itu dulu ." ucap ana yang tengah menunjuk ke arah pedagang tersebut , pak Darmo pun menganggukkan kepalanya .
Tak butuh waktu lama ,ana kembali ke arah mobil dan membawa dua kantong kecil isi tahu pedas itu ,dan memberikan pada pak Darmo satu kantong yang berisi gorengan lain nya ,ana pun langsung memakan nya Hingga menikmati nya ,pak Darmo yang melihat ana memakan tahu tersebut di buat heran ,
"Eh neng ,, apa itu gak pedas ,neng ana suka yang pedas-pedas ya ." ucap pak Darmo yang tengah menyetir .
Ana tidak menjawab pertanyaan pak Darmo ,ana hanya menikmati tahu tersebut dengan tersenyum, karna saat ini dirinya memang ingin memakan yang pedas-pedas, dan tak butuh waktu lama ,mobil yang mereka tumpangi sampai di toko ,kini ana pun turun dari mobil itu untuk masuk ,sementara pak Darmo tengah membuka pintu belakang mobil untuk menurunkan box yang berisi pakaian .
"Permisi ,apa Bu Rengganis nya ada ,saya pekerja di salah satu konfeksi dari ibu Inggit untuk mengirim barang kesini ," ucap ana bertanya pada penjaga toko tersebut .
"Mohon di tunggu sebentar ya ,saya masuk dulu untuk memberi tahu pada beliau ." ucap pekerja toko itu melangkah dengan di angguki ana .
Ana melihat punggung pria yang tengah duduk sedang membaca koran ,dia serasa asing dengan punggung pria tersebut.
Ana yang penasaran memberanikan diri menengok pria itu dari samping ,namun saat melangkah ,langkah nya terhenti di saat dia melihat wanita paruh baya tengah berjalan dengan tersenyum ke arah ana .
Ana yang sudah melihat wanita itu dia urungkan untuk melihat pria yang tengah membaca koran itu .
"Selamat siang Bu? saya Anatasya pekerja dari konfeksi ibu Inggit untuk mengirim barang ke sini ,mohon di lihat dulu takut nya ada yang salah ." ucap ana memberikan kertas yang berisi tulisan .
"Ayo duduk dulu ,jangan berdiri terus di situ ,? Maria tolong ambilkan air mineral untuk gadis cantik ini ," ucap rengganis yang tengah tersenyum mekar dan menyuruh ana untuk duduk .
"Dari pesanan saya tidak ada yang salah kok semua nya benar ,??ohh iya Anatasya tolong sampaikan pada Bu Inggit ya ,Minggu depan saya pesan barang lagi untuk kiriman ke kota Xxxx ...." ucap rengganis dengan melihat kertas yang tadi ana berikan.
Deg...
__ADS_1
Ana terkejut dengan perkataan wanita paruh baya yang ada di depan nya itu ,kota dimana dia dulu tinggal di keluarga Anggara , di saat ana akan menjawab dia di kaget kan dengan suara seseorang yang tengah duduk itu .
"Apa?! ..kenapa kau tidak memberi tahu ku dari kemarin hahh ... apa kau ini tidak menganggap aku ini sahabat ,?! baik aku akan segera kesana sekarang juga ." ucap pria yang tengah berdiri dari kursi dengan nada tinggi dan mematikan telpon nya .
Ana dan Bu Rengganis terlonjak kaget ,saat pria itu berbicara dengan nada yang sangat tinggi ,ana mendengar suara pria tersebut serasa asing di telinga nya .
"Mom aku harus ke kota Xxxx ... Dimas sekarang kondisi nya memburuk ,aku akan segera kesana dan mommy tidak harus lama-lama di sini biar Tante monik yang mengurus nya ." ucap pria itu tanpa melihat ke arah mommy nya karna sedang melihat ponsel nya tersebut .
Ana terkejut setelah mendengar nama Dimas, kini ana melihat pria yang tengah menundukan kepala nya itu berjalan ke arah tangga ,dan betapa terkejut nya ana melihat stevan yang masih menundukan kepala nya itu ,di saat Rengganis akan mengatakan sesuatu pada stevan ,ana tiba-tiba berdiri memanggil putra nya dia urungkan untuk bicara.
"Tu_tuan Stevan , " ucap ana yang berdiri dari kursi nya .
Stevan yang di panggil pun langsung berbalik dan melihat ke bawah ,Stevan terkejut melihat wanita yang tengah melihat nya itu .
"K_kau ... kenapa ada di sini ." ucap Stevan kebingungan.
"Katakan padaku ,apa yang telah terjadi pada Dimas tuan ,beri tahu aku ." ucap ana yang tengah menghampiri Stevan dengan menangis meminta jawaban .
Stevan mengerutkan kening nya ,kenapa istri dari sahabat nya berada di kota B dan jauh dari kota xxxx ,pasal nya Stevan tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi ,kini Stevan pun menceritakan semua nya hanya tentang perihal Dimas ,dia tidak tahu yang lain nya ,apalagi mengenai perihal wanita istri dari sahabat nya itu ,ana terkejut setelah mendengar bahwa Dimas tidak sadarkan diri .
Ana menyesali dirinya sendiri karna telah pergi meninggalkan keluarga Anggara,ana pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Stevan ,Stevan hanya menghela napas nya panjang ,dalam benak nya dia sudah menghitung kan di mana permainan Erland suatu hari pasti akan di ketahui oleh ana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di perjalanan lain ,Bryan dan Irsan akan menuju rumah sakit ,kini mereka telah membawa Sahara untuk di bawa ke hadapan Dimas ,tak butuh waktu lama ,mereka sampai di rumah sakit Anggara .
Bryan dan Irsan menyuruh Sahara untuk turun dari mobil ,tapi wanita itu enggan untuk turun ,apalagi menemui Dimas yang pernah menjalin hubungan dengan nya tanpa berakhirnya hubungan mereka .
Kini Sahara pun turun Karna terpaksa desakan dari Bryan , mau tak mau dia harus melihat keadaan Dimas , kini mereka pun tengah masuk ke lorong rumah sakit tersebut, Irsan yang melihat Erland duduk dari kursi tunggu menghela napas nya ,dirinya berpikir pada dirinya sendiri setelah menjaga Sahara, bahkan kondisi nya pun tidak seburuk seperti Erland yang kini begitu acak-acakan .
"Si beruang kutub itu kenapa seperti tak terurus ,kemana istri nya ,apa tidak merawat nya ,lihat lah pria super komplit itu sekarang tak berdaya karna Dimas .,ckckckck ... rata-rata pria yang frustasi begitu karna kehilangan wanita ,tapi lain dengan dia ."
"Erland ,aku sudah membawa Sahara ke sini ." ucap Bryan yang di ikuti Sahara dari belakang nya .
Erland mendongkakkan kepalanya ,rahang nya mengeras setelah melihat wanita yang sudah membuat kakak nya seperi saat ini , mata nya menatap penuh kebencian dan dendam pada wanita yang ada di belakang sahabat nya itu
"Aku akan membunuh mu sekarang juga wanita sialan , aku akan membunuh mu ," ucap Erland yang telah menjambak rambut Sahara
"Erland jangan gegabah dengan apa yang kau lakukan itu , bukankah kau membutuh kan wanita ini untuk memulihkan Dimas ,berhenti untuk hal konyol bodoh mu itu ." ucap Irsan menahan tubuh Erland .
"Erland benar apa yang di katakan Irsan ,kau jangan melakukan itu ,kita harus bawa Sahara ke dalam untuk melihat Dimas ,ini bukan saat nya kau marah-marah ,lihatlah dirimu layak nya pria yang sudah memiliki anak empat ." ucap Bryan ikut menahan Erland.
Deg ....
Di saat Bryan mengatakan anak ,Erland mengingat ana , dia mengingat ini sudah satu bulan lebih dia tidak bertemu dengan istri nya itu ,dirinya tidak terpikirkan soal anak ,tapi dia memikirkan ana sang istri , kini Erland melepaskan tangan sahabat nya itu dari tubuh nya , dia menatap tajam pada Sahara .
"Erland bukan nya kau ingin dimas sadar , jadi ? ijinkan aku untuk mencoba nya untuk dia sadar ." ucap Sahara yang merapikan rambut nya
"Jika kau melakukan hal lain lagi pada kakakku ,aku akan membunuh mu ," ucap Erland yang mencengkram wajah Sahara .
__ADS_1
"Erland cukup ,?? beri dia kesempatan untuk mencoba nya ,bahkan Dimas rela mati demi wanita tak tahu diri ini ." ucap Bryan yang melepaskan tangan Erland.
Kini erland mengambil jaz yang ada di kursi tersebut dan melangkah pergi meninggal kan tiga orang itu ,di saat dia melangkah ,dia memberhentikan langkah nya dan berbalik melihat ketiga orang itu .
"Baiklah aku akan ijinkan wanita itu masuk ,dan aku minta dokter tetap di samping kakakku ,aku tidak ingin hal terjadi apapun lagi pada kakakku ,?? Bryan tolong jaga kakak ku ,Roy pun sebentar lagi juga datang ," ucap Erland melangkah pergi dengan tampilan acak-acakan .
Tak butuh waktu lama Sahara pun masuk dan melihat Dimas ,Sahara terkejut melihat Dimas yang tak berdaya penuh di baluti dengan perban di seluruh tubuh nya .
"Kenapa mesti hidup ,kalau separah ini dia harus nya mati ,merepotkan orang saja ."
Kini Sahara berusaha untuk berakting di depan dokter dan pria yang tengah berbaring itu ,kini Sahara duduk di kursi dan menatap Dimas .
"Dimas ... Dimas ini aku Sahara ,Sahara yang kamu cintai .. aku mohon kau segeralah bangun ,kau selalu menuruti ku apapun itu , dengan ini kau harus segera bangun ,aku datang padamu Dimas ,aku telah kembali ." ucap Sahara dengan tangis nya .
Sudah beberapa jam Sahara memanggil dan menunggu Dimas untuk sadar , tapi kerja keras nya tidak membuat Dimas sadar, dia telah gagal dan menggepal kan tangan di bawah sanah ,
"Kenapa pria ini tidak bangun juga ,mati justru lebih bagus ,sialan ?? kalau bukan karna Bryan aku tidak ingin mau melakukan ini ."
"Dimasss... aku mohon kau bangun dari tidur mu , bukan kah kau merindukan ku , maafkan aku karna telah meninggalkan mu , jika kau mati adik dan teman mu akan menyesali semasa hidup nya ,bukan hanya itu ,jika kau mati aku juga tidak bisa di selamatkan ," ucap Sahara dengan nada suara nya meninggi .
"Dim_dimas lihat lah aku ,lihatlah tanganku dan wajah ku ,adik mu telah mengikatku beberapa Minggu dan aku telah di siksa oleh adik kesayangan mu itu ,? Dimas bangun lah ,lihatlah aku yang di sini menunggu mu ,sadarlah ." ucap Sahara dengan lemas nya .
sudah tiga jam lebih Sahara masih saja duduk di kursi dan terus berbicara di depan pria yang tengah berbaring itu ,Bryan yang melihat dari luar menghela napas nya berat.
"Kenapa tidak ada perkembangan sama sekali , ini udah hampir mau empat jam ,bahkan Sahara belum berhasil membuat nya sadar ."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara disisi lain Erland tengah berada di klub Irsan ,dengan keadaan nya yang berubah drastis membuat nya tidak perduli dengan penampilan nya itu , lagi-lagi pria itu memesan minuman untuk menghilangkan setres yang ada dalam pikiran nya ,setelah bosan di klub Erland pergi ke kosan Nabila ,tak butuh waktu lama Erland sampai di kosan Nabila ,dengan membawa satu botol wine.
Kini Erland berjalan sambil sempoyangan dan menggedor-gedor pintu kosan Nabila ,Nabila yang sedang tidur di kaget kan dengan suara teriak seseorang .
"Anatasya ,,,, Anatasya....kembali lah padaku ,,ana ....." ucap Erland dengan nada stengah mabuk ..
Nabila yang mendengar itu pun melihat di balik kaca ,dia terkejut melihat Erland yang tengah menggedor-gedor pintu masuk .
"Nabila buka pintu nya ,aku yakin Anatasya berada di dalam ,aku ingin bertemu dengan nya ,aku ingin bertemu dengan istri ku , kau jangan menyembunyikan nya ." ucap Erland dengan meminum wine itu .
Nabila terkejut setelah Erland mengatakan ana adalah istri nya ,dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi bahkan ana tidak bercerita apapun tentang sahabat nya itu .,,Nabila sungguh miris melihat Erland yang benar-benar kacau ,dia tidak tahu pergi nya ana kemana.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke novel kedua aku ," Suami ku dewa penolong ku "