Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Kedatangan Willy.


__ADS_3

"Siapa kalian, " ucap ana ketakutan.


Kini ana menaruh kan sayur sup itu ke meja makan dan berusaha tenang menghadapi orang tersebut .


"kenapa mereka menakutkan sekali , bahkan aku adalah seorang wanita ,badan ku juga kecil ,gimana cara menghadapi pria kekar itu ., bagaimana pun juga aku harus berani ,bahkan mereka datang tidak ada sopan nya sama sekali ." gumam ana dengan tubuh gemetaran.


"Kalian siapa ,kenapa kalian datang tanpa ketuk pintu dulu ,dan kenpa sembarangan masuk rumah orang ," ucap ana lantang .


Dari salah satu dari mereka tidak ada yang menjawab pertanyaan ana , tapi tiba-tiba seseorang pria baru baya masuk bersama wanita .


"siapa sebenernya mereka ,apa musuh nya keluarga Anggara, ah tidak-tidak ,jika musuh mana bisa masuk sembarangan ke rumah orang ." batin ana dengan takut nya ,


"Siapa gadis kecil ini ,apa pelayan baru di sini ,kenapa dia berani sekali menantang kedatangan kami ,minggir jangan menghalangi jalan ku ." ucap pria paru baya itu yang tak lain adalah Willy .


" Berhenti ,kenapa kalian tidak punya sopan santun sama sekali ,apa kalian tidak punya etika masuk rumah orang sembarangan ,dan aku bukan pelayan atau pun orang lain , aku adalah istri yang punya rumah ini , istri dari Dimas Anggara ., " ucap ana yang mencegah mereka untuk masuk .


"mereka ini siapa , kenapa aura nya menakutkan sekali ."


"rupanya kau gadis pemberani ya , Dimas itu pria yang bertubuh cacat , tidak ku sangka dia menikahi gadis manis seperti mu , haha apa kau di bayar uang dengan banyak oleh Dimas .", ucap wanita yang ada di kerumunan para lelaki kekar .


"Sudah Renata, kau tak perlu mengurusi anak bocah yang ada di depan mu itu , kita kesini bukan untuk meladeni nya " ucap Wily yang akan melangkah , tiba-tiba langkah nya terhenti di saat Roy menghadap ke arah Willy .


"Tuan Willy , apa yang kau lakukan disini, dan kenapa membuat keributan di dalam rumah ."


"Aku hanya ingin menjenguk keponakan ku saja , dan aku hanya ingin melihat gimna kondisi nya itu ,mungkin kah dia akan terus berlanjut di perusahaan itu untuk menjadi presedir , ." ucap Willy dengan tersenyum mengejek.


Roy tidak menyangka paman dari tuan nya itu tidak tahu malu , bahkan dia datang kesini hanya untuk menjenguknya ,untuk apa menjenguknya , bahkan yang bikin keponakan nya seperti itu adalah ulah nya .


"Saya tidak akan mengijinkan anda masuk tuan Willy , "ucap Roy yang siap memegang tongkat pemukul.


"Nyonya cepat lari langsung masuk ke lift itu untuk memanggil tuan Erland , " ucap bi Ani .


Saat ini keberadaan Erland berada di lantai tiga di mana dia berada bersama Dimas ,dan ruang yang di tempati Dimas ruangan kedap suara, jadi tidak mendengar yang terjadi di bawah sana .

__ADS_1


"Tangkap gadis itu, jangan sampai dia kabur untuk memberi tahukan Erland ."


Di saat ana akan melangkah, tangan nya ke tangkap oleh suruhan nya Willy .


"Aaaaaaaa, lepaskan aku , lepas .." brontak ana


Ana melihat Roy dan pak jarwo ,serta pak Urip yang menghadapi anak buah nya Wily yang begitu banyak merasa khawatir akan keselamatan mereka ..


"Berhenti ,kalian jangan sakiti mereka ,kalian melakukan ini dengan cara ilegal ,jika kalian menghadang orang yang ada di rumah ini terus , aku akan panggil polisi ." ucap ana berteriak .


"Erland ku mohon cepat turun , kenapa kau tidak dengar sama sekali dengan ke adaan sekarang , pelayan-pelayan di sini ketakutan termasuk aku ,"


"Hei kenapa kalian tidak becus cuman hanya untuk menjaga gadis kecil itu ,cepat tangkap gadis itu kembali ." ucap Wily berteriak .


"Tidak ,jika kalian menangkap ku ,aku akan hubungi polisi juga sekarang ,".


"Hey gadis kecil ,aku kesini cuman hanya melihat keadaan keponakan ku , kenapa kau akan menyerang ku dengan tongkat itu ,dan sekarang menyingkir lah ,kalau tidak aku akan menangkap dan membawa mu ..


"Tidak mau ,aku tidak akan pergi dari sini ,yang seharusnya menyingkir adalah kalian ,kalian pergi lah dari rumah ini ." ucap ana melangkah ketakutan .


"Jangan, jangan mendekat ,A_apa yang akan kau lakukan ," ucap ana yang memegang sebuah tongkat pemukul .


"Kau rupanya penakut juga ya gadis manis , jika kau takut ,kau jangan memberanikan diri seperi itu ,lihat tubuh mu gemetar ,haha "ucap Renata yang menatap ana dengan tertawa , kini langkah nya menghampiri ana ,


"Jangan mendekat ,jika tidak ...."


duukkkk.....


Ana memukul kepala Renata dengan tongkat pemukul kayu keras ,hingga membuat Renata mengeluarkan darah dan tak sadarkan diri .


Wily yang melihat pun berteriak ,memanggil istrinya itu .


Ana tertegun dia tidak menyangka memukul seseorang sampai tergeletak di bawah dengan darah yang mengalir ,mengotori rumah keluarga Anggara .

__ADS_1


"Renataaaaa..."


"Kurang ngajar , berani-beraninya kau melukai istri ku ," ucap Willy dengan mengeluarkan pisau yang ada di saku jas nya , dia melangkah ke arah ana untuk melukai gadis itu , ana mundur ketakutan dan berteriak ,tapi tiba-tiba seseorang menghalangi ana dari pisau itu .


"Awasss....aaakhhh..." pekik Erland menahan rasa sakit nya itu


Wily tercengang ,dia yang tadi nya akan menusuk ana ,kini beralih ke punggung pria yang menghalangi nya , yaitu Erland .


Erland berbalik menyerang Wily dan memukul nya ,dari arah belakang , dan menyerang anak buah nya Wily .


Di saat Erland akan memukul nya lagi, ana memeluk pinggang Erland dari belakang untuk memberhentikan nya ."


"Ku mohon ,jangan memukul nya lagi ,kau akan membunuh nya ," ucap ana yang menahan Erland ,di saat dia membuka mata nya dia melihat luka pundak Erland kena tusukan pisau , Karan menghalangi ana untuk melindungi nya .


Erland tidak memperdulikan luka yang ada di punggung nya ,kini dia berlari ke arah lift bersama ana untuk melihat Dimas .


" Dimas ," lirih ana


"Untunglah kakak ku masih belum membuka mata nya , jika tidak dia akan tahu semua ini ," gumam Erland ..


Ana yang melihat kondisi Dimas ,dengan berlinang air mata .


"Bagaimana bisa kondisimu memburuk seperti itu Dimas , semenjak kau tidur dengan ku ,aku baru melihat mu lagi ,tapi kenapa kondisi mu seperti ini ."


"Erland ,ana , kenapa kalian di sini , " lirih Dimas menatap ana .


"Ana apa kau takut dengan ku ," ucap Dimas ..


"Syuuuuttt , aku dari awal tidak takut dengan mu Dimas ,aku sama sekali tidak takut dengan suami ku sendiri ." ucap ana menatap Dimas .


" Walau sebenar nya ada yang aneh dengan kondisi mu dengan waktu itu ." batin ana .


Kini Dimas melihat pundak Erland yang terluka parah , sebenarnya Dimas tahu apa yang telah terjadi .

__ADS_1


"Ana kau pergi lah dengan Leon , untuk membalut luka Erland , dia cukup terluka parah ,aku takut pundak nya akan infeksi ..


__ADS_2