Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Cemburu Nya Dimas .


__ADS_3

Kesibukan menyertai kehidupan barunya ,Dimas dan Dista yang sudah memiliki kedua bayi kembar nampak tengah menjalani rutinitas nya sebagai seorang mama papa di setiap paginya .


Baby Armand dan baby Arnold adalah bukti dari cinta mereka ,adanya sang putra-putra mereka berubah warna di kehidupan keduanya , meski terkadang keduanya harus gadang sepanjang malam ,hanya menemani sang putra yang suka bangun di tengah malam .


Setelah membantu sang istri ,Dimas kini melangkah untuk mengganti pakaian kantornya ,semenjak kehadiran sang buah hati ,Dista terkadang suka lupa rutinitas untuk menyiapkan pakaian suaminya itu ,tapi dengan begitu Dimas pun mengerti dengan kesibukan baru Dista yang kini sudah menjadi ibu .


"Sayang Dimna dasinya ." teriak Dimas yang kini berada di ruang ganti .


"Di sofaa ." jawab Dista yang kini masih tengah mengajak main sang putra .


Dimas melangkah mengambil dasi nya di sofa ,dia menatap sang istri yang tengah sibuk dengan kedua putranya ,Dimas melangkah menghampiri ke tiganya dan Dimas pun mencium pipi Dista , karna merasa di cueki ,Dimas lagi-lagi mencium pipi Dista .


"Kak stop .. jangan cium aku terus " ucap Dista yang merasa risih dengan tingkah suaminya itu yang tak berhenti menciumnya .


Dimas tidak mendengarkan Dista , dia masih saja terus mencium pipi istrinya itu dan sesekali Dimas menarik dagu istrinya itu mengambil kesempatan untuk menautkan bibir keduanya ,dan alhasil Dista pun membalas ciuman suaminya .


Eaaaaakkk....eaaaakkk..


Tangisan baby Arnold membuat Dimas dan Dista melepaskan ciumannya ,keduanya saling melirik ,dan saat ini dista melihat ke arah Dimas dengan mengerucutkan bibirnya .


"Kamu si kak ... mereka pasti gak suka melihat kita itu .............."ucap Dista terhenti .


"Itu apa ,hmmm?! cuman Arnold doang sayang ,Armand tidak , kaya nya putra kedua kita tidak ingin melihat ....."ucap Dimas terhenti dan langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangan Dista .


"Jangan di bahas !! dan jangan di katakan " ucap Dista .


"Habisnya kamu nyuekin aku , dan aku gak tahan melihat wajah gemes kamu saat bermain dengan mereka ." ucap Dimas mencubit hidung Dista .


Selama kehadiran putra-putra nya ,Dimas merasa tersaingi ,dimana Dista yang setiap malam nya harus ngelonin anak-anaknya !? sedangkan dirinya bahkan untuk memeluk istrinya pun tidak bisa ,Dimas yang kini tengah melihat Dista memberikan asi pada putranya membuatnya diam dan mengerucutkan bibirnya .


"Sayang !! kaya nya disini ada yang cemburu deh." cibir Dista pada baby Arnold .


"Kamu benar !! masa hanya mereka aja yang di kasih ,bahkan kamu juga gak adil padaku , aku juga mau ." ucap Dimas dengan memasangkan wajah imutnya .


Dista langsung di buat melongo saat Dimas mengatakan itu , bisa-bisa nya pria itu cemburu pada kedua putranya yang masih bayi ,bahkan Dista di buat terkejut dengan perkataan Dimas ,jika Dimas meminum asi bisa-bisa kedua anaknya tidak akan kebagian .


Tanpa pikir panjang ,Dimas membenarkan posisi duduknya dan mendekati Dista ,Dista terkejut dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu ,Dista merasa melahirkan anak 3 kembar dan itupun yang membuat dista ngeri saat melihat bayi besar itu kini tengah menikmati asi .


"Kak , pelan-pelan ,kenapa kalian bertiga sama-sama rakusnya sih .." ucap Dista dengan wajah kesalnya .


"Dasar !! bayi besar ." decak Dista .


Dimas tersenyum senang saat sudah mendapatkan apa yang dia rasakan itu , kini pandangannya melihat ke arah baby mungil yang tengah menete .


"Aku rasa ... tiap pagi aku harus dapat energi dengan parian rasa baru ,agar aku semangat bekerja " ucap Dimas yang tak tahu malunya kini mencium baby Arnold.


"Kak dimasss ...." ucap Dista dengan wajah kesalnya .


Dimas hanya tersenyum penuh kemenangan ,dia melihat wajah masam istrinya masih nampak di wajah Dista ,dengan cepat Dimas mengecup bibir istrinya itu ,tapi tetap saja dista memasang wajah masamnya .


"Kenapa ,apa marah karna aku barusan ." tanya Dimas


"Gapapa kok ,berat badan ku naik kak ,aku jadi gendut. " ucap Dista menghela napasnya berat.


Dimas memandangi tubuh Dista , yang di katakan Dista benar ,istrinya itu sekarang lebih berisi ,tapi bagi Dimas ,Dista tetaplah dista istri yang di cintai nya dan ratu di hatinya


"Gapapa sayang !! aku lebih suka kamu yang seperti itu ,terlihat montok ,bohay dan seksi ." ucap Dimas sambil tersenyum menggoda dan yang membuat Dista menjadi merah merona di kedua pipinya.

__ADS_1


Dimas melangkah ke arah meja rias ,pria itu tengah memakai jaz nya dengan sembari bercermin ,tak lupa dia juga kini memakai jam di tangannya .


Dreett...


Dreett...


"Kak ... ponsel mu berdering ,Armand dan Arnold akan tidur lagi ,angkat telponnya agak jauhan ." titah Dista ,agar tidak membuat kedua anaknya harus terbangun .


Dimas dengan cepat mengambil ponselnya dan menerima telpon itu yang sedikit jauh dari ranjang dimana kedua anaknya berada ,Dimas berdecak kesal saat melihat nama panggilan itu .


"Ada apa .. pagi-pagi sudah telpon " decak Dimas yang kini sembari memasang dasi yang tadi dia taruh di lehernya .


"Aku sudah menunggu di luar , cepatlah ?! hari ini ada miteeng dadakan ."ucap Bryan di sebrang telpon .


"Disini yang bosnya siapa !! kenapa kau menyuruhku cepat-cepat ,tunggu 10 menit lagi ,aku masih siap-siap ." tegas Dimas yang dimana membuat dirinya berdecak , sekertaris sekaligus sahabatnya itu mungkin minta di hajar ,Dimana Bryan dengan nada bicara tidak ada sopan nya .


"Aku menunggu di luar ,cepatlah " ucap Bryan lagi ,Dimas tak menghiraukannya dan malah mematikan Telponnya sepihak .


Dista yang kini sudah berhasil menidurkan putra-putra nya menghampiri Dimas yang kini tengah merubah ekpresi wajahnya .


"Kenapa " tanya Dista yang kini menatap suaminya .


"Bryan menyuruhku untuk cepat-cepat karna ada miteeng dadakan , dia ingin di hajar rupanya ,dengan menyuruhku cepat-cepat ." ucap Dimas kesal .


Dista tersenyum ,dan membantu merapihkan Jaz yang di kenakan suaminya itu ,dia menggelengkan kepalanya melihat suaminya itu dengan raut wajah kesal .


"Dia melakukan pekerjaannya dengan baik kak ,jangan menyalahkan nya ,?! ayo keluar aku akan menyiapkan bekal ayam kecap spesial untukmu " ucap Dista dengan menggandeng tangan Dimas ,dan tak lupa Dista pun membawa tas suaminya .


"Sayang !! sudah jangan menyiapkan apa-apa , anak-anak di tinggal di kamar ." ucap Dimas yang tak ingin Dista meninggalkan putra-putra nya .


"Gapapa kak !! anak-anak tidur ,?! aku ingin melayani suami ku dulu ,lagian cuman nyiapin doang kok dan gak pake lama ." ucap Dista sembari tersenyum ,yang dimana membuat Dimas berhasil mencium pipi Dista .


Dimas melangkah ke arah ruang tamu sembari menunggu istrinya menyiapkan bekal ,matanya melihat ke arah pintu yang kini terbuka lebar ,dia melihat jam yang ada di tangan kekarnya sudah menunjukan pukul 07.15 ,dimas merasa ada yang aneh tepatnya bukan aneh ,dia merasa sepi saat Erland kini tengah pindah dan menempati rumah yang Dimas hadiah kan di waktu pernikahan Erland dan Ana ,yah! Erland dan ana memutuskan untuk pindah ke rumah nya satu Minggu yang lalu.


Dista kini melangkah ke arah suaminya dengan membawa kotak bekal ,Dimas meraih kotak bekal itu dengan memberikan senyuman hangat pada istrinya, Dimas pamit pada Dista untuk segera berangkat ke kantor ,hal itu pun langsung di angguki Dista yang tengah mengikuti langkah Dimas ke arah depan rumah ,Dimas melihat Bryan yang kini tengah masuk ke dalam mobil .


Dimas masuk mobil tanpa membuka suara ,dia melihat Bryan di balik kaca spion ,yang dimana pria itu kemarin mengatakan tentang Radit yang sekarang tengah di tahan di balik geruji besi ,dan hal itu pun pikirannya mengingat dimana Erland beberapa hari yang lalu telah menghajar Radit ,tapi Dimas tidak memperdulikan itu dia sekarang lebih tenang ,semoga di kehidupan kedepannya tidak akan ada musuh lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam pun tiba .


Seorang pria yang kini turun dari mobilnya melihat jam yang ada di tangan kekarnya ,jam pun sudah menunjukan pukul 19.00 ,dia melangkah ke arah pintu masuk ,di saat di akan membuka pintu wanita cantik di depannya kini tengah membuka pintu dan tersenyum manis di hadapannya .


Bryan menatap istri cantiknya itu ,dia bersyukur dengan kehamilan Nabila yang tidak banyak permintaan aneh-aneh seperti istri-istri dari para sahabatnya ,Nabila yang melihat Bryan diam saja membuyarkan tatapan pria itu .


"Mas ! kenapa diam ?! ayo masuk ." ucap Nabila yang kini meraih Jaz yang ada di tangan Bryan.


Bryan tersenyum dan memeluk Nabila ,hal itu membuat Nabila pun membalas pelukan sang suami ,Bryan melepaskan pelukannya dan menatap Nabila dengan lekat ,Bryan mengecup bibir istrinya dengan singkat ,Nabila yang di cium tidak diam saja dan langsung membalas kecupan singkat ke bibir suaminya itu .


Sampai akhirnya Bryan menarik tengkuk Nabila dan mencium Kembali bibir istrinya itu ,keduanya pun larut dalam ciuman yang di buatnya, sampai akhirnya ciuman itu terlepas ,Bryan membawa Nabila ke arah sofa untuk duduk ,dia sedikit membungkukkan kepalanya dan mengelus perut buncit Nabila yang semakin membuncit itu .


"Hai baby grils ..sedang apa ?! kau tahu ,mami mu adalah wanita yang paling tercantik di mata papi ,kelak kamu harus mirip juga dengan mami mu ya ." ucap Bryan mengajak anaknya mengobrol .


"Gombal " cibir Nabila ,tapi dalam hatinya Nabila begitu senang di perlakukan manis oleh pria itu .


"Sayang !! lihat mami mu malah tidak percaya dengan perkataan papi ,kaya nya papi harus memasang seribu cermin di setiap sudut rumah ,bahkan setiap sudut kamar ,agar mami mu sadar kalau mami itu cantik ." ucap Bryan dengan mengelus perut buncit Nabila .

__ADS_1


Bryan merasakan sebuah penggerakan di dalam perut istrinya ,yang dimana membuat pria itu langsung tersenyum dan menatapnya dengan lembut ke arah perut Nabila .


"Ohh good baby !! kau mendengar suara papi mu ini sayang " ucap Bryan yang langsung berjongkok dan memberikan ciuman di perut istrinya dengan bertubi-tubi .


" Mas... geli ?jangan lakukan itu lagi, kebiasaan ." ucap Nabila yang merasa kegelian karna tingkah suaminya.


"Tidak !! putri kita senang aku melakukan ini sayang " jawab bryan santai dengan apa yang di lakukannya .


Nabila menghela napasnya panjang ,dia hanya geleng kepala dengan mengerucutkan bibirnya,dan melihat tingkah bryan yang selalu gemas akan hal perutnya.


"Baby grils !! lihat lah mami malah memberikan ekspresi bibir yang ingin minta di cium lagi ." Bryan tertawa kecil dan melihat ke atas dan menatap bibir Nabila yang sangat menggoda untuk di cium .


"Mas !! kamu tuh baru pulang !! kamu gak capek , dari tadi hanya main perut dengan cara berjongkok seperti itu ." ucap Nabila yang lagi-lagi mengerucutkan bibirnya .


"Rupanya mami mu benar-benar ingin minta di cium sayang ." ucap Bryan yang kini menatap istrinya dengan senyum menggoda .


Nabila yang mendengar itu seketika langsung membungkam bibirnya dengan kedua tangannya ,Bryan yang melihat itu pun tentu saja tidak tinggal diam ,Bryan menarik tangan Nabila dan langsung membungkam bibir Nabila dengan bibirnya ,Bryan mencium Nabila dengan meraba dan mengelus perut istrinya dengan lembut , tapi seketika Bryan mendapatkan gerakan lagi di dalam perut Nabila ,hingga kini ciumannya terlepas dan menatap Nabila lalu menatap perut buncit istrinya .


"Sayang!! kayanya putri kita ingin bertemu dengan ku , secara semalam aku tidak menengoknya ." ucap Bryan dengan wajah santainya .


"Apaan sih mas !! kamu tadi pagi olahraga dan sudah nengokin baby grils .. " ucap Nabila .


"Ya kan malam nya enggak sayang !! dan sekarang harus dong , putri kita ingin bertemu papi nya ." ucap Bryan dengan meraba paha Nabila .


Plakk ...


Sebuah pukulan dari tangan Nabila melayang di lengan suaminya itu ,tapi Bryan tidak menghiraukan nya dia masih saja asyik bermain di bawah sana .


"Bukan anak kita yang ingin bertemu dengan mu !! tapi kamu nya aja yang mau ." ucap Nabila sambil menahan agar dirinya tidak mendesah .


Nabila di buat heran dengan suaminya itu ,yang padahal pria itu baru saja pulang kerja ,tapi kenapa tingkah nya semakin mesum ,Bryan masih saja terus meraba kedua paha Nabila yang dimana membuat Nabila memejamkan matanya dengan menggigit bibir bawahnya .


"Yakin !! cuma aku nya aja yang mau ." ucap Bryan dengan tersenyum miring ,yang dimana membuat Nabila membuka kedua matanya .


Nabila menghela napasnya panjang ,dia tidak menjawab pertanyaan suaminya itu ,jelas dia sudah terangsang dengan perlakukan suami mesumnya itu ,Bryan yang melihat raut wajah nabila langsung menggendongnya ke arah kamar mereka .


Sesampainya di kamar ,Bryan menaruh nabila dengan pelan di ranjang nya ,Nabila menghela napasnya panjang ,mau tak mau dia kini harus melayani suaminya itu ,bahkan Nabila pun menarik kerah kemeja Bryan dan membuka kancing kemejanya ,yang dimana membuat pria itu tersenyum smirk .


" Kau menggoda ku sayang ." ucap Bryan dengan tersenyum sumringah saat Nabila kini tengah membuka kancing kemeja nya .


Persetan dengan kata menggoda ,Nabila memaki-maki suaminya itu di dalam hati ,bahkan pria itu yang sudah memancingnya hingga dia menjadi terangsang ,Nabila tidak menjawab Bryan dia membuka kemeja Bryan dan membuang nya ke sebrang arah ,Nabila memberikan kode agar suaminya itu cepat untuk melakukannya ,Karna dia mau membantu art untuk menyiapkan makan malamnya .


"Long time " ucap Bryan dengan tersenyum menyeringai .


"Tidak mas !! aku harus menyiapkan makan malam dan juga membatu bi tina ,dan kamu juga harus mandi ,kita lakukan dengan beberapa menit saja" jawab Nabila .


"Kau yakin sayang ." ucap bryan dengan menaikan alisnya sebelah .


Nabila hanya menggelengkan kepalanya dan menghela napasnya panjang .


"Mas ayo !! kamu ngerjain aku ya ." ucap Nabila yang kini melihat Bryan yang tengah menatapnya .


Bryan tertawa senang ,Karna dia berhasil menggoda dan membuat istrinya terangsang ,dan maka dari itu Bryan pun tidak ingin menunggu waktu lama ,dan dia pun langsung ke inti nya saja dan melakukannya .


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2