
Erland dan ana sampai di mansion , Erland membawa Ana dengan menggendongnya , orang-orang mansion tengah menunggu kedatangan ana sedari tadi , omah si wanita paruh baya itu sudah menangis dan khawatir akan hal cucu menantunya itu setelah mendengar kabar hilangnya ana .
Erland melangkah tanpa melihat ke arah orang-orang yang melihatnya , dia membawa istrinya ke kamar ,Erland menurunkan ana dengan pelan, Erland lega saat kandungan ana baik-baik saja setelah dia membawa ana ke rumah sakit sebelum pulang ke mansion .
Ana khawatir akan hal kandungannya setelah tadi berlari untuk bersembunyi , walau larian itu dengan hati-hati ,tapi dia tetap takut dan meminta suaminya untuk mengantarkannya terlebih dahulu ke rumah sakit .
Erland melihat istrinya dan memegang tangannya yang sedikit bergetar .
"Sayang !! apa kau masih mengingat kejadian tadi .hmmm ...jangan takut lagi ,kau sekarang bersamaku ." ucap Erlang memeluk ana .
Ana hanya menganggukkan kepalanya, selang beberapa menit , Erland melepaskan pelukannya .
"Berbaringlah , aku akan mengambilkan air minum untukmu ." ucap Erland dengan di angguki ana .
Kini Erland melangkah ke arah pintu ,di saat dia membuka pintu Dimas berada di ambang pintu .
"Apa ana baik-baik saja ." ucap Dimas .
"Dia masih takut dengan kejadian tadi , sial ?! siapa yang melakukan itu." jawab Erland dengan menggepalkan tangannya .
Dimas pun berpikir dengan perkataan Erland barusan , siapa yang sudah merencanakan penculikan ana ,pikirannya berfikir ke satu orang ,yaitu Sahara .
"Apa dia ... tapi dia ada di sampingku dari tadi ,tidak mungkin wanita itu yang merencanakan penculikan ana ,tapi aku harus mencari tahu ."
"Apa kau akan mencari tahu ,siapa yang merencanakan itu ." ucap Dimas .
"Tentu ." jawab Erland.
Kini Erland melangkah ke arah meja makan untuk mengambil air minum untuk ana , sesampainya di meja makan Erland merogoh ponsel di saku Jaz nya ,dia melihat banyak panggilan tak terjawab dari bi Ani ,yah ! waktu tadi ponselnya dia silent hingga dia tidak menjawab telpon dari bi Ani .
Erland melangkah kembali ke kamarnya ,dia melihat istrinya yang tengah duduk dengan menundukan kepalanya ,Erland memberikan minum dan duduk di samping istrinya .
"Sayang kenapa .hmm .." ucap Erland .
"Mas .. punggung mu...
"Aku gapapa sayang, jangan khawatir kan aku , !! aku lebih khawatir akan hal dirimu ." gumam Erland .
"Aku ingin tahu punggungmu mas , karna dus itu menimpah punggungmu ." ucap ana khawatir .
Ana khawatir,dus yang menimpah punggung Erland tepat di bagian punggung yang terluka di beberapa bulan yang lalu dimana Erland melindungi ana dari hantaman Willy .
Terpaksa Erland pun membuka jaznya ,kini dia membuka kancing kemejanya satu persatu dengan duduk membelakangi ana ,ana membatu menarik kemeja Erland dari belakang ,ana terkejut saat melihat punggung Erland bengkak kembali ,ana yang melihat nya tidak berkata apa-apa hanya matanya yang berkaca-kaca ,
"Mas ... luka ini ....
kini dia melangkah untuk mengambil P3K yang berada di lemari kecil ,Ana masih berkaca-kaca dan menahan tangisnya tanpa Erland tahu, kini dirinya duduk kembali untuk mengobati luka lembab di punggung Erland .
"Luka mu yang dulu ,bengkak kembali !! apa tidak sakit ," gumam ana sedih .
"Tidak ..tidak sakit ." jawab Erland .
"Bagaimana mungkin luka lembab seperti ini kau tidak merasakan sakit mas ," ucap ana
__ADS_1
Ana merasa bersalah , lagi-lagi dia yang menyebabkan luka itu kembali , kini ana akan mengobati luka itu dengan pelan-pelan, Erland menahan perih dengan obat itu yang menyerap pada lukanya, ana melihat Erland yang menahan perih meniupkan luka di punggung erland dengan meneteskan air matanya .
"Semua salahku , dan luka ini lagi-lagi aku penyebabnya ." gumam ana .
Erland berbalik menghadap istrinya itu ,dia terkejut melihat ana menangis .
"Bagaimana bisa menyalahkan mu, sayang !! berhenti menangis ,aku tidak apa-apa ," ucapnya dengan menghapus air mata sang istri .
"Melindungi mu adalah tanggung jawabku " ucap Erland kembali .
"Anatasya, aku tidak akan membiarkan kamu terluka oleh orang lain ,dan aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan masalah saat di sisiku ,aku juga tidak ingin kau di sakiti orang lain di bawah pengawasanku ,"
"Ana ... kelak apapun yang terjadi, orang yang pertama kau pikirkan harus aku ,mengerti ." ucap Erland menangkup wajah ana .
Ana hanya mengangguk kan kepalanya tanpa menjawab perkataan Erland , ana kembali memoleskan salep untuk Erland di punggungnya .
"Mas kamu jangan mandi dulu biar...
"Jangan khawatir istriku, aku akan mendengarkan perkataan mu ." ucap Erland tersenyum .
"Istirahatlah , kau pasti lelah aku tidak ingin kau memikirkan apapun ,apalagi tentang kejadian tadi ,aku tidak ingin kau kenapa-napa dengan anak kita ." ucap Erland kembali dengan berbaring
Ana mengerutkan keningnya ,Erland tiba-tiba berbaring dengan telanjang dada dengan tersenyum ke arah ana .
"Kesini !! peluklah aku .." ucap Erland yang kini merentangkan tangannya .
Ana menganggukkan kepalanya dan ikut berbaring dengan di peluk Erland , keduanya berbaring sambil berpelukan .
Kini dia melangkah ke arah lemari ,di saat dia melangkah ,ponsel di saku celananya berdering ,sebelum menjawabnya Erland melangkah ke arah balkon untuk menerima telpon tersebut.
"Hallo , apa kau menemukan siapa dalang di balik penculikan istriku .... .
Orang di balik telpon pun mengatakan siapa yang merencanakan penculikan itu , Erland yang mendengar perkataan orang tersebut menggepalkan tangannya dan mematikan sambungan telpon itu .
"Kurang ajar !! berani mengganggu istriku ,!! kau belum tahu rasanya sakit oleh tanganku ."
Kini Erland melangkah kembali ke kamarnya dan menatap istrinya ,dia tidak ingin membiarkan ana masuk dalam masalah kehidupan dirinya , kini dia memakai bajunya dan melangkah ke arah pintu luar untuk pergi menemui Roy .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain , Banyak waktu yang Bryan dan nabila lalui di tempat yang jauh dari keramaian itu ,dan pagi ini dimana kedua manusia berbeda jenis kelamin itu memulai dari pertengkaran kecil karna hal makanan , Bryan yang akan makan ,makanannya semua habis tak tersisa Karna di makan oleh Nabila .
Bryan pun ingat dimana waktu dia baru datang ke vila itu dan memasak makanan hilang seketika, sebelumnya Nabila ketahuan memakan makanan yang di buat oleh Bryan ,tapi gadis itu tidak jujur dan tak mengaku malah menyalahkan kucing yang memakan makanannya , Bryan percaya Saja di saat Nabila bilang bahwa makanannya di makan kucing yang ada di vila itu ,maka berbeda dengan sekarang ,Nabila kepergok memakan masakan Bryan di ruang baca, yang membuatnya kesal bahkan gadis itu tak menyisakan makanan untuknya .
"Jadi itu semua ulah kucing ... dan kucing nya kucing besar , oh astaga bahkan kucing nya besar dan ceroboh ." cibir Bryan .
Kesal karna di cibir oleh pria 30 tahun itu akhirnya Nabila keluar dari ruang baca itu dengan menahan kekesalannya , cuma hanya makanan saja ,pria itu berkata pedas di hadapannya ,dia tidak tahu bahwa pria itu belum makan , kini dia melangkah ke arah dapur untuk membuat mie goreng untuk pria itu .
Dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ,dia mencoba memasak mie goreng dengan cara lihat di YouTube, beberapa menit kemudian Nabila pun memasukkan telurnya serta mienya .
Setelah itu Nabila tidak tahu harus di gimana lagi ,dia hanya mengaduk-aduk dengan panci yang penuh dengan berbusa dengan api yang memerah ,Bryan yang melihatnya pun dengan cepat mematikan tombol apinya .
"Sudah tahu gak bisa masak ,kau mau membuat vila ini kebakaran ya Karna ulah mu ," ucap Bryan dengan kesal .
__ADS_1
"Saya cuma mau menggantikan makananmu tuan ," jawab Nabila menunduk malu .
"Jangan banyak bertingkah ,cepat sanah siap-siap nanti ada yang mau jemput ." ucap Bryan kembali .
"Gagal deh bikin mie buatnya."
"Ya...ya.. saya pergi tuan ,bisa gak sih itu mata jangan melotot ,keluarin aja sekalian tuh bola mata ." ucap Nabila dengan melangkah pergi meninggalkan dapur .
Nabila pun bersiap-siap dengan koper yang berisi bajunya ,sesudahnya dia berjalan menuju ke luar dan duduk di kursi menunggu Bryan yang tengah mengobrol dengan penjaga vila , sebenarnya Bryan sudah siap sedari tadi ,hanya saja dia bikin kesal dan di repotkan oleh gadis ceroboh itu setelah seminggu ini , bahkan dia harus membersihkan dapur karna terkena cipratan bumbu mie yang di lakukannya dengan ceroboh oleh Nabila .
Nabila memasukan ponselnya ke tas ,dan kini pandangannya melihat ke arah Bryan ,Nabila merentangkan kakinya dan tidak sengaja menyenggol meja hingga gelas yang berisi kopi di meja itu tertumpah dan terkena ke jaz blezer Bryan , tanpa Nabila sadari Bryan berjalan menghampiri Nabila dengan melihat kopi yang tertumpah itu .
"Gadis ceroboh ,apa yang kau lakukan " ucap Bryan dengan wajah kesalnya .
"Cepat bersihkan meja itu dan ambil blezer ku yang penuh dengan sepah kopi itu ." ucap Bryan kembali dengan nada kesalnya
Nabila saat ini tidak menghiraukan perkataan pria itu ,apalagi dengan mata melotot nya ,dia berpikir akan hal jaket yang sembarangan menaruhnya , Nabila kini hanya tersenyum kecut tanpa melihat ke arah Bryan .
"Gak mau ,!! suruh siapa menaruh Jaz blazer di meja ini , ngapain aku harus bersihin meja ini dan mengambil blezer mu ,itu bukan salahku ya ," ucap Nabila cempreng .
Bryan sudah jengah dengan kecerobohan gadis yang ada di depannya itu ,sering sekali Nabila membuat kecerobohan pada dirinya sendiri dan juga Bryan , selama satu Minggu ini dia dibikin pusing dengan kebodohan gadis itu .
Bryan pun ingat dimana dia pertama bertemu dengan gadis itu yang menumpahkan minuman ke jaz nya di restoran ,tapi jauh di luar dugaannya seorang gadis pekerja bar yang pintar meracik minuman itu ternyata punya sisi yang banyak sekali tingkah cerobohnya .
"Gadis ceroboh , cepat bereskan meja itu ,bahkan tadi kau mengotori dapur ,sekarang kau mengotori meja ini dengan air kopi ,cepat bersihkan ." ucap Bryan penuh penekanan .
"Tuan ,meja kotor ini bukan salahku ,tapi kau yang menaruh blazer mu sembarangan , !! dan aku itu punya nama ,bukan gadis ceroboh seperti apa yang kau katakan ." ucap Nabila dengan menatap Bryan sinis.
"Dan aku tidak mau Titik." ucap Nabila Kemabli .
Bryan sudah di buat kesal oleh gadis yang sedang duduk itu ,Tiba-tiba Bryan mendekatkan tubuhnya ke hadapan Nabila dengan tatapan yang sulit di artikan ,seketika Nabila menegang ,pikiran di kepalanya sudah menghantui otaknya.
"Heyy ... mau ngapain ,jangan mencoba-coba mencium saya ya tuan ." ucap Nabila dengan enteng .
Bryan terkejut dengan perkataan gadis itu ,Bryan menduga gadis itu memikirkan bahwa dia akan menciumnya ,padahal dia hanya akan mengambil ponselnya yang berada di samping Nabila , dengan tersenyum jahil Bryan pun akan mengerjai gadis itu .
"Kau sudah berkata seperti itu ,berarti kau yang menginginkannya ." ucap Bryan seraya mendekatkan wajahnya .
Bryan sudah di buat hilang kesabaran dengan tingkah gadis itu ,Bryan semakin dekat ke wajah Nabila dan tak hanya itu Bryan mengecup bibir Nabila dengan wajah datar .
Satu tendangan di kaki Bryan berhasil Nabila layangkan untuk pria yang Sudah berani menciumnya itu .
"Beraninya kau tuan ." ucap Nabila dengan menahan amarahnya .
"Aku hanya mengecup mu , tapi ekpresi wajahmu sudah seperti itu ,seharusnya aku tadi tidak harus menempelkan bibirku saja ,tapi langsung mencium mu ",ucap Bryan dengan tersenyum kecut .
Tin...tin....
Suara klakson mobil mengalihkan pandangan mereka yang hampir saja membuat Nabila akan memaki-maki Bryan ,keduanya kini berjalan ke arah mobil jemputan mereka dengan dua koper yang berisi baju mereka masing-masing , setelah masuk mobil mereka hanya memalingkan wajahnya ke arah pintu mobil dengan melihat pemandangan di luaran sana , Bryan mengingat kejadian yang baru saja dia lakukan .
"Sial ,kenapa aku mencium gadis ceroboh itu ,ini baru pertama kali aku mencium wanita , bahkan dengan Mona ,Mona selalu menjaga bibirnya dariku ,
Bryan merutuki dirinya setelah apa yang dia lakukan beberapa menit yang lalu ,ini pengalaman pertamanya mencium seorang wanita ,Bahkan dengan wanita yang dulu dia cintainya tidak memberikannya ,terkecuali memeluk wanita yang dia cintai itu .
__ADS_1