Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Kecurigaan ana .


__ADS_3

"Kamu tidak bisa mencintai nya ,atau kamu tidak akan mencintai nya ,lalu kenapa kemarin malam kau keluar dengan Erland." ucap nya dengan tidak puas.


"Aku ingin tahu juga ,jawaban apa yang akan dia berikan padaku ."


"Maaf ,waktu kemarin a_ku sengaja menggoda Erland ," ucap nya dengan menundukan kepala.


"Makanan yang aku makan di waktu malam itu ada obat nya , bahkan aku tidak sengaja dan tidak sadar merayu nya .


"Apa yang kamu lakukan dengan Erland ana ," ucap Erland menatap ana.


"A_aku salah Dimas ,aku salah ,? aku mohon jangan salah kan dia ,dia begitu sangat peduli padamu ." ucap ana dengan merasa bersalah nya .


"Aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan ana ,ini biasanya di mulai dari pria ,dia pasti menggertak mu ,kenapa kamu membela nya ? apa kamu jatuh cinta padanya ."


"Aku akan tetap memaksa nya untuk mengakui kalau dia jatuh cinta padaku ."


"Ini bukan salah nya Erland ,ini salah ku ? karna aku murahan , Dimas aku bukan wanita baik-baik dan wanita jahat ,maka dari itu ceraikan aku saja ."


"Tidak akan baik jika mereka bersaudara kakak beradik itu menjadi musuh karna aku ."


"Tutup mulut mu , bagaimana bisa kamu berbicara seperti itu ana ,apa karna aku pria cacat dan sudah membuat mu malu ." ucap Erland dengan menatap ana tajam .


"Tidak ... tidak....tidak ...kamu salah ." ucap ana tengah menangis dan memeluk Erland .


"Ana aku tidak akan mengabaikan mu ,menurut lah dan menjadi istri baik untukku. " ucap Erland yang melepaskan pelukan ana .


"Atau kau ingin bercerai dengan ku ,dan menikah dengan Erland ." ucap nya lagi .


"Ohh iya siapa Frans itu , siapa pria itu ?bahkan dia mengatakan nya dengan jujur dengan perasaan nya ,mungkinkah itu palsu ."


"Ba_bagaimana mungkin ." ucap ana terkejut dengan ucapan erland.


"Dimas biarkan aku merawat mu di ruang rawat ,? jadi , apa gunanya aku menjadi istri ." ucap ana melihat ke arah Erland.


"Ohh begitu kah ,kamu ingin menjadi istri yang sesungguh nya , kamu pasti tahu apa yang di lakukan sebagai suami istri ,tidak harus merawat saja ,tapi melakukan hal itu juga adalah kewajiban istri ."


Ana terkejut dengan perkataan pria yang ada di depan nya itu ,ana bingung harus bagaimana ,dengan keadaan nya yang sekarang dia tidak mungkin memberikan nya menjadi istri yang seutuh nya , di saat ana akan menjawab tiba-tiba ada suara ponsel berdering yang ana kenali, Erland terkejut dengan ponsel nya yang tengah berdering .


"Sial , siapa yang menelpon."


"bukan kah itu ponsel Erland ,dimana dia sekarang ." ucap ana yang tengah berdiri .


" Erland sedang marah padaku ,dia tadi lupa membawa ponsel nya ." ucap Erland dengan tenang nya .


"Lagi-lagi si bodoh itu yang telpon ,pasti ada sesuatu pada wanita sialan itu ."


"Ana , bisakah kau ke bawah untuk mengambilkan air minum untukku ." ucap Erland menyuruh ana agar merasa tidak canggung dengan keadaan yang barusan terjadi .


"Baiklah aku akan ke bawah ." ucap ana berjalan dan melihat Erland yang ada di belakang nya .


"ada seseuatu yang tidak beres dengan semua ini , kenapa semua nya pada aneh dan gak habis pikir ponsel Erland ada di kursi roda Dimas ,,??? ah tidak ... ana kau jangan berpikir yang aneh-aneh toh kata bi Ani kedua bersaudara itu tengah berantem ..mungkin apa yang di katakan dimas benar ,dia lupa membawa ponsel nya ."


Kini ana melangkah dengan memikirkan ponsel Erland yang tengah berbunyi dan berada di kursi roda yang di duduki erland ,di saat dia melangkah ke bawah dia berpasan dengan bi Ani yang tengah menaruh spageti di meja makan .


"Itu spageti untuk Erland ,dimana dia sekarang ."


"Bi Ani apa Erland sedang keluar , bi Ani menyiapkan spageti untuk nya tapi orang nya gak ada ." ucap ana melangkah untuk mengambil air .

__ADS_1


Bi Ani mengerutkan kening nya ,kenapa ana menanyakan Erland ada dimana .


"Bukan kah tuan Erland ada di kamar pengantin ,? ohh ... seperti nya tuan Erland sedang menggoda nyonya ana lagi ."


"Oh iya bi Ani ,apa tadi Dimas sudah makan ." ucap ana yang tengah memegang segelas air .


"Ohh belum nyonya ,tuan Dimas belum saya siapkan makan ." ucap bi Ani dengan tersenyum .


"Ohh baiklah ,kalau gitu biar aku bawa sekalian bubur ini untuk Dimas ," ucap ana yang tengah menuangkan nya ke dalam mangkuk .


Bi Ani yang melihat ana menuangkan bubur itu terkejut ,Erland tidak menyukai bubur itu ,bahkan bubur yang di tuangi itu adalah bubur Dimas .


"Nyonya ,lebih baik ini saja ,ini baru saya buat ,bubur belum saya hangat kan nyonya ." ucap bi ani yang memberikan spageti yang ada di piring .


"Bi Ani lupa ya ,Dimas hanya makan makanan cair ,mana bisa makan itu ." ucap ana bingung melihat Bi Ani .


"Hahaha ..iya ya ,anda benar ,? untung anda mengingatkan saya nyonya ,? ma'lum saya sudah tua ,hehehe ." ucap bi Ani gelagapan.


"Aduh ,tuan Erland tidak menyukai bubur dan tidak memakan bubur ."


Kini ana berjalan ke atas meninggalkan bi Ani yang masih bengong ,tak butuh waktu lama ,ana sampai di kamar pengantin dan berjalan ke arah Erland yang tengah duduk itu .


"Dimas ini air nya , ?kata bi Ani kau belum makan ,jadi tadi aku ke bawah sekalian membawa bubur untukmu ." ucap ana yang tengah memberi segelas air minum pada Erland ,Erland sendiri pun terkejut kenapa ana membawa bubur .


"Kau harus makan terlebih dahulu Dimas ." ucap ana yang akan menyuapi Erland .


"A_ku tidak ingin bubur ,a_ku ingin mie ..."ucap Erland gelagapan.


"Aku tidak bisa memberikan perutku ini dengan makanan yang salah. "


"Dimas ayo makan , a_ buka mulut mu , ini sangat bagus untuk pencernaan ." ucap ana yang menyuapi Erland


"Ana cukup .?! aku sudah kenyang , lebih baik kita istirahat ." ucap Erland yang tengah meminum .


"Apa maksud dari kita itu , apa aku dan dia akan tinggal di kamar ini ,"


"Dimas jika kau menganggap aku istri mu ,biarkan aku pergi ke ruang rawat untuk merawat mu ." ucap ana yang tengah menaruh mangkuk ke nampan


"Dan jika kau tidak menyetujui nya ,itu arti nya aku tidak pantas menjadi istrimu ,benarkah begitu ." ucap ana lagi .


"Ana ,aku lelah aku ingin tidur ,? kita bisa berbincang di atas ranjang ,ayo kita istirahat ." ucap erland yang memegang tangan ana .


Ana tidak bisa berkata apa-apa lagi ,dia mengalah dan tidak berbicara lagi ,kini ana mendorong kursi roda Erland dan juga membantu nya naik ke atas ranjang , dan ana pun mengikuti nya, ana terkejut saat tangan Erland memeluk nya .


"Dimas janga.....


"Jangan panggil aku Dimas ,panggil aku sayang ." bisik Erland yang telah menggigit telinga ana .


"Tunggu ...??? aku ingat Erland juga suka menggigit telinga ku di saat dia memperlakukan aku tidak baik , dan di waktu aku di culik ."


"Tidak ...tidak... kenapa aku memikirkan Erland ? jangan berpikir lagi ana ... jangan ... tidurlah .. tidur ..."


Kini ana berusaha menjalankan mata nya ,dia tidak perduli pria yang ada di belakang nya itu memeluk nya ,dia sedang berusaha utuk tenang dan tidur ,tanpa sadar ana pun tengah tertidur .


Erland yang mendengar kan deru napas ana kini melepaskan pelukan nya ,kini dia bangkit dari tidur nya dan melihat ana yang tengah tertidur pulas dan mengelus wajah ana dengan lembut.


"Aku tidak menyangka ,kak Dimas memilihkan istri untukku seperti anak-anak ,aku ingin memiliki anak dengan nya ,? dan saat ini aku sedang mempertimbangkan nya ."

__ADS_1


******


Pagi pun tiba ,Irsan yang tengah menelpon Roy pagi-pagi membuat pria yang sudah berkepala tiga itu harus bangun pagi-pagi menerima telpon ,dia menerima telpon dari Irsan dengan mata yang masih mengantuk ,di saat Irsan mengatakan sesuatu perihal Sahara ,Roy langsung bangun dari tidur nya dan mematikan telpon dari Irsan , kini dia telah keluar dan berjalan melangkah ke arah tangga memanggil erland .


"Tuan Erland...tuan Erland ," teriak Roy tanpa sadar karna masih dengan keadaan suasana bangun tidur ..


Erland terkejut setelah apa yang tengah dia dengar dari luar ,Roy telah memanggil erland dari suara sudut dari kamar nya , kini dia membuka mata nya dan melihat ana yang masih terlelap dari tidur nya.


Kini Erland pun cepat-cepat keluar dan melihat Roy yang berada di tangga., Erland menahan amarah nya dengan menatap tajam pada Roy .


"Bawa kursi roda itu ,setelah nya kau ikuti aku ke ruang kerja ." ucap Erland yang di angguki Roy .


Kini Roy pun mengikuti Erland ,dengan membawa kursi roda ke ruang kerja Erland ,Erland yang sudah menunggu Roy dengan menahan amarah nya.


"Katakan ada apa ,? apa kau tidak mengerti aku sedang tidur dengan keadaan penyamaran ,bahkan ini baru jam empat pagi ,kenpa kau berteriak-teriak."


"jangan permasalah kan soal itu dulu ,tadi tuan Irsan menelpon ku, ini menyangkut Nona Sahara ,bahkan kata nya dia menelpon anda tidak aktiv , tuan Irsan bilang nona Sahara tidak ingin makan dan minum ,sudah dua hari ini kondisi nya memburuk dan memanggil nama tuan Bryan ,tuan Irsan bilang nona Sahara tidak akan makan apapun sebelum bertemu dengan tuan Bryan ." ucap Roy dengan menjelaskan semua nya .


"Biarkan dia mati aku tidak perduli ." ucap Erland yang akan melangkah .


"Tuan Erland ,bukan kah anda akan membawa nona Sahara ke keluarga Anggara untuk tuan Dimas , apa anda sudah berubah pikiran melalui itu ." ucap Roy yang tengah memberhentikan Erland .


lagi-lagi Erland terkejut dengan perkataan yang sama dengan Irsan di gudang itu ,di mana dirinya akan mencekik sahara ,Irsan menahan nya.


"Aku mengerti ." ucap nya dingin dan melanjutkan jalan nya.


Kini Erland berjalan ke arah ruang Dimas ,dia melihat sang kakak tengah tertidur dia memikirkan perkataan Roy yang barusan di ucapkan ,jika bukan Karna Dimas ,dia sudah membunuh Sahara yang tengah menyakiti kakak nya itu .


"Apa aku harus menyeret Bryan dengan masalah ini ,tapi gimana jika dia menolak itu ,? sebab dia tidak ingin melihat wanita yang tengah membunuh kekasih nya itu ,? tapi gimana jika wanita sialan itu mati sebelum kakak ku sembuh dan semua kebusukan nya belum terbongkar ,? dan terpaksa aku harus memaksa Bryan , dengan begitu aku akan cepat-cepat bawa dia kesini ,dan aku akan tenang bilang pada ana yang sesungguhnya ."


Erland pun kembali keluar dan melangkah ke arah lift yang akan kebawah ,di saat di bawah ,Erland duduk di kursi dengan memijat pelipisnya , kini dia melangkah ke kamar lain untuk bersiap pergi ke apartemen Bryan ,tidak butuh waktu lama Erland sampai di apartemen Bryan dan masuk begitu saja ,dia mencari sosok sahabat nya itu di area ruang tamu dan kamar nya ,tapi tidak menemukan Bryan ,di saat dia akan melangkah ke dapur dia berpasan dengan Bryan yang muncul di arah dapur .


"Kau mengaget kan ku batu tumpul ." ucap Bryan yang tengah membawa roti goreng di tangan nya .


"Ikut dengan ku ." ucap Erland tanpa menghiraukan kekagetan sahabat nya .


" aku tahu apa maksud mu kesini , tadi Irsan menelpon ku memaksaku untuk pergi menemui Sahara , cih ... aku tidak akan pernah menemui wanita itu , dan kau kesini yang akan menyeret ku ke hadapan wanita tak tahu diri itu , ? mati ya mati saja , kenapa harus aku yang menemui wanita itu ." ucap Bryan menatap Erland dengan sinis .


Di saat menyangkut Sahara ,Bryan bisa berubah dengan ekspresi tatapan kejam dan tajam nya itu ,ke siapapun atau pun ke sahabat nya sendiri , Erland yang melihat ekspresi Bryan menepuk pundak nya .


"bantu aku ,? kau hanya perlu datang saja ,dengan begitu dia akan sehat kembali dan mengisi perut nya yang kosong itu ,setelah dia baikan aku akan menyeret nya ke hadapan kak Dimas ." ucap Erland menatap sahabat nya itu .


"Kenapa kau menyekap dia dan menyiksa nya Erland ,kenapa kau tidak seret langsung ke hadapan Dimas , permainan apa lagi yang kau lakukan terhadap wanita ," ucap Bryan tersenyum kecut .


"Aku menyekap nya untuk memberi pelajaran terhadap wanita itu ,setelah aku puas ,aku akan menyeret nya ke hadapan kakakku ,aku harap kau mengerti dengan apa yang aku lakukan ini ."


Bryan tahu Erland melakukan itu karena sedari dulu dia memang membenci sahara ,di saat apapun yang Sahara lakukan ,Erland berusaha untuk membujuk Dimas untuk menjauhi nya ,tapi dengan cinta Dimas yang sudah menempel dalam hati nya ,dia lebih mempercayai wanita itu ,ketimbang adik dan sahabat nya , kini Bryan menatap Erland yang tengah memijat pelipisnya itu ,mungkin untuk kali ini dia akan menghampiri wanita itu lagi semenjak lima tahun yang lalu .


.


.


.


.


Terserah ya kalian mau komen apapun ,mohon di tunggu aja dalam setiap episode nya ... Karna author yang membuat skenario takdir ana dan Erland .

__ADS_1


jangan lupa tinggal kan jejak nya ...πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»β˜ΊοΈβ˜ΊοΈβ˜ΊοΈβ˜ΊοΈ


__ADS_2