Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Perkataan Roy.


__ADS_3

Di rumah sakit Anggara ,wanita yang sudah lemas dan tidak bertenaga kini harus berusaha lagi untuk membangun kan Dimas yang masih saja belum membuka kedua mata nya.


"Dimas ... ??aku Sahara yang kau cintai ,,aku Sahara wanita yang kau sayangi ... ku mohon bangun Dimas , Dimas ku mohon bangun ya ,jika kau tidak bangun malam ini juga , aku bisa saja mati hari ini juga oleh sahabat dan adik mu ,"Ucap nya dengan sudah tidak bertenaga .


sepuluh jam lama nya Sahara masih saja duduk ,bahkan dia tidak berdiri dan bangun dari kursi itu ,dia tidak perduli dengan perkataan dokter yang menyuruh nya istirahat itu , tapi demi kesadaran Dimas dia ingin Bryan tetap bisa hidup , kini dia pun akan berusaha sekali lagi untuk menyadarkan Dimas .


"Dimas Anggara bangun .... bukan kah kau mencintai ku ...dan kau bilang padaku akan menikahi ku ... kau pembohong Dimas ." ucap Sahara dengan meninggi di depan Dimas yang tengah berbaring itu .


"Dimas ,aku melakukan ini untuk seseorang ,? aku tahu mungkin aku sudah begitu jahat dan mengecewakan mu , ? mungkin jika kau nanti sadar ,dan tahu siapa aku sebenarnya ,kau pasti akan membenci ku dan membuang ku ,bahkan kau juga pasti membunuh ku ,?tapi sekarang aku minta kau cepat bangun Dimas ."


Sudah sepuluh jam Sahara berusaha menyadarkan Dimas, Roy dan Bryan yang tengah menunggu nya di luar harus bolak balik melihat ke arah pintu untuk melihat perkembangan nya ,tapi apa yang mereka tunggu-tunggu Dimas tidak sadar juga .


"Sudah selama ini tuan Dimas tidak membuka mata nya ,"


"Roy ... apa kau melihat nya ...? gimana ,apa masih belum sadar juga ," ucap Bryan yang membuka mata nya .


Roy hanya menggeleng kan kepalanya ,dia seharian ini khawatir akan hal Dimas ,sudah beberapa balik dia melihat pintu tersebut , tapi tetap hasil nya sama ,dokter yang dikirim kan di luar negri juga menghela napas nya berat ,mereka silih berganti satu sama lain untuk berjaga , Sahara yang masih saja menggenggam tangan Dimas sudah terkulay lemas ,karna dia tidak berhenti berbicara tanpa makan dan minum .


Beberapa menit kemudian , Dimas menggerakkan jari jemari tangan nya dan mengerutkan kening nya ,tak butuh waktu lama Dimas membuka mata nya dengan perlahan ,dia melihat seseorang wanita yang ia rindukan tiga tahun ini ,


"Sa_sahara." ucap dimas dengan suara parau nya .


"Dimas ,,,Dimas akhir nya kau sadar ,"ucap Sahara mendongkak kan kepala nya melihat Dimas ..


Para dokter terkejut setelah melihat Dimas yang membuka mata nya ,kini ketiga dokter tersebut gerak cepat untuk memeriksa nya ,para dokter berdiskusi yang akan membawa Dimas ke ruang operasi yang telah di sediakan sejak waktu beberapa hari yang lalu .


"Dokter kita bawa pasien ke ruang operasi , suruh keluarga yang ada di luar jangan menghalangi jalan , kita harus pindahkan ke ruang lain, kondisi nya meningkat dengan baik sekarang ," ucap teriakan dokter luar negri tersebut ..


Brankas Dimas sudah di dorong oleh ketiga dokter itu keluar ,sementara Sahara dia masih duduk diam di kursi sedari tadi .


"Ak_akhir nya aku berhasil me_membangun kan nya ,"gumam Sahara kecil.


"Aku lemah ,aku gak kuat ."


Bruukkkkk.....


Salah satu dokter yang akan keluar mengikuti brankas Dimas yang sudah di dorong ,kini mata nya melihat Sahara tergelatak di bawah ..


"Perawat ,,cepat bantu nona itu untuk di periksa ,mungkin keadaan nya sekarang dia tidak begitu baik ." teriak dokter yang akan melangkah mengikuti dokter yang mendorong brakas Dimas.


Bryan dan Roy yang melihat Sahara tergeletak membatu mengendong nya dan di tempat kan di brankas ,Bryan melihat Irsan yang tengah tertidur di kursi tunggu membuat nya kesal , kini dia berjalan ke arah Irsan dan membangunkan nya .


"Irsan ,, wanita tidak tahu diri itu tak sadarkan diri .. dia sedang di bawa ke ruang rawat ,dan dia berhasil membangun kan Dimas ,sekarang kau pergi dan awasi Sahara ,,aku akan menelpon Erland ."ucap Bryan yang tengah membangun kan Irsan.


Irsan yang bangun dari stengah sadar nya memijat pelipisnya nya. .


"Terjebak lagi ,sial .? bahkan hari-hari tidurku berkurang ."


Bryan sedari tadi menelpon Erland , lagi-lagi nomor nya tidak aktif ,di saat dia akan menakan tombol untuk memanggil ,Stevan datang dengan tergesa-gesa ..Bryan yang melihat Stevan bersama seseorang wanita yang ada di belakang nya dengan wajah sayu yang tengah menangis .


"Nyo_nyonya ..." ..


"Nyonya Anggara "


Bryan dan Roy melihat kedatangan ana bersama Stevan ,dengan wajah sayu habis menangis , ana melihat pintu ruang rawat yang tengah terbuka itu ,dia masuk ke ruang rawat tersebut ,tapi ruangan itu kosong dan tak ada pasien ,hanya ada suster yang tengah membereskan brankas.,Ana berlari ke arah Roy dan Bryan


"Bryan ,Roy? dimana suami ku ?? di mana Dimas ,aku ...aku ingin menemui nya .." ucap ana dengan suara serak nya.


Mereka berdua tidak menjawab pertanyaan ana ,dia tidak berhak memberi tahu ana ,karna Dimas bukan lah suami sesungguh nya ana ,ana menangis di sepanjang jalan yang ikut dengan Stevan , Stevan yang melihat ana terduduk kini membantu nya duduk di kursi ,di saat ana akan berdiri ,dia melihat dokter Wilson yang berjalan ke arah ruangan yang jauh dari mereka dengan berjalan tergesa-gesa ..


"Dokter wil_wilson."


Kini ana menepis tangan Stevan dan berlari untuk mengejar dokter Wilson untuk mengikutinya ,dia menangis dengan kesalahan nya .


"Dimas maafkan aku ?! ini semua salah ku ,salah ku Karna telah pergi dari keluarga Anggara ,"


Kini ana mencari-cari ruang rawat di mana Dimas di rawat ...tapi di setiap dia masuk ke ruangan rawat , lagi-lagi bukan dimas yang dia lihat ,ana berdiri diam dan menutup mulut nya dengan satu tangan ,dia berpikir pada ke dua orang kepercayaan di keluarga itu .


"Kenapa Bryan dan Roy tidak menjawab ku ,apa Dimas telah pergi selamanya ,?!Tidak ana ,tidak mungkin aku harus cepat mencari setiap ruang perawatan."

__ADS_1


Kini ana telah mencari dan melihat kiri kanan ,tapi tidak menemukan nya ,ana terduduk lemas di lantai ,para pengunjung rumah sakit melihat ana dengan nanar ,di saat ana menghapus air mata nya dia melihat ke arah kanan ,dia melihat dokter Wilson dari ruang operasi , ana berdiri dan memanggil dokter Wilson yang tak jauh dari nya .


"Do_Dokter. "


"Nyo_nyonya ana ,?! kenapa anda ada di sini ," ucap dokter Wilson terkejut .


"Dokter dimana suami saya dok, dimana Dimas ." ucap ana dengan tangis nya .


"Mohon maaf nyonya, saya harus segera pergi ,saya tidak ada waktu untuk menceritakan ini semua , permisi ." ucap dokter Wilson berlalu pergi .


Ana masih nangis dia melihat pintu ruang oprasi tersebut ,bahkan di ruang oprasi itu tidak ada yang bisa dia lihat terkecuali masuk ,di saat dia akan melihat ke arah pintu ruang oprasi ,Roy memanggil nya .


"Nyonya ana ,?! "


"Roy , apa Dimas baik-baik saja ,? ini semua salah ku ,aku telah pergi dari mansion , " ucap ana dengan menghapus air matanya yang terus mengalir .


"Nyonya , ini tidak ada sangkut paut nya dengan anda mengenai tuan dimas, ayo kembali ke ruang tunggu tadi ,nanti di sini ada yang jaga-jaga ,dan nanti saya akan jelaskan apa yang telah terjadi " ucap Roy yang di angguki ana


Sementara di sisi lain ,Stevan masih bertanya-tanya dengan apa yang telah terjadi , kini dia bertanya pada Bryan untuk tahu apa yang telah terjadi dengan Dimas .


"Bryan ,apa yang telah terjadi ,dimana Dimas , dia baik-baik saja kan ." ucap Stevan dengan napas berat .


"Stev ,,,?? wanita itu berhasil membangunkan Dimas ,dan Dimas di bawa ke ruang operasi ," ucap Bryan dengan menyandarkan punggung nya ke arah kursi dengan memijat pelipisnya .


"Sahara .?! ...apa Erland tahu ,? dimana dia ,kenapa aku tidak melihat nya ." ucap Stevan yang melihat ke arah Bryan.


"Aku tidak tahu ,setelah aku membawa Sahara kesini ,dia pergi ,kemungkinan dia mencari istri nya ,?? stev ,dimana kau bertemu dengan nyonya Anggara


Stevan mengerti dengan apa yang di katakan Bryan, dia memikirkan Erland yang tak kelihatan batang hidungnya di rumah sakit.


"Ceritanya panjang ,aku belum bisa bicarakan ini ," ucap Stevan yang melangkah pergi entah mau kemana.


Roy dan ana kini tengah sampai di ruang tunggu ,Bryan melihat nanar wanita yang duduk tak jauh dari nya .


"Kasihan sekali ,bahkan sampai saat ini dia belum tahu siapa suami yang sesungguh nya ."


"Tuan Bryan saya ijin untuk ke toilet sebentar ,Jika nona Sahara sadar tolong segera hubungi saya ." ucap Roy yang di angguki Bryan .


"Di_dia..


"Yah ... dia sudah kembali ..dan berhasil membuat Dimas bangun,?! ucap Bryan dingin .


Ana menundukan kepala nya , dia berpikir setelah Sahara kembali , mungkin dirinya akan bercerai dari Dimas dan setelah itu dia akan pergi dari orang-orang yang di sekitar keluarga Anggara.


"Setelah nya ,aku akan bercerai ,toh Sahara sudah kembali ,dan aku hanya istri di atas kertas ,setelah itu aku cerai dan menjadi janda muda. "


Kini ana berdiri dan akan melangkah ke luar ,dia ingin mencari minum karna sedari tadi tenggorokan nya terasa kering , di saat dia akan melangkah dia merasakan pusing di kepala nya dan membuat dirinya sempoyangan ,Bryan yang melihat nya pun langsung menahan pundak ana ,ana yang tengah sadar pun telah melepaskan tangan Bryan , tanpa mereka sadari ada seseorang wanita yang tengah melihat dan menggepalkan tangan nya ,kini dia masuk kembali kedalam ruang rawat dan menggepalkan tangan nya .


"Siapa wanita itu ,bahkan dia berani menyentuh Bryan."


Sahara melihat Irsan yang tengah tidur di sofa dengan tatapan tajam nya ,sahara masih menggepalkan tangan nya dengan aura wajah membunuh .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini hari Minggu ,dimana Nabila menghabiskan waktu nya hanya untuk di rumah ,kini dia telah bersiap-siap untuk keluar dan membuka pintu . ...dia terkejut melihat Erland yang tergelatak di depan pintu .


"Tuan Erland ...tuan Erland ... astaga ...?! kenapa kau tidur di sini ,aku kira ini orang udah pergi dari semalam ." ucap Nabila melihat ke kiri kanan ,


"tuan Erland bangun ... bangun ..ini sudah siang ." ucap Nabila menggoyangkan tubuh Erland.


Erland tidak bangun sama sekali ,tapi mulut nya masih bisa berbicara menyebut nama ana , Nabila bingung harus apa ,bahkan Erland tidak bangun-bangun , sebelum ada orang yang lihat ,kini Nabila menyeret tangan Erland ke dalam .


"Hah ...hah .. gila ...berat banget ?! sialan .?! aku harus pergi biarkan dia bangun sendiri ,"ucap Nabila berdiri ..


Di saat Nabila berdiri ,Erland membuka mata nya dan mencengkram tangan Nabila , Nabila terkejut dengan bangun nya Erland


"Nabila di mana istri ku ... " ucap Erland dengan nada parau nya ...


"Dia masih setengah mabuk ,gawat aku harus pergi cepat-cepat .."

__ADS_1


"Tu_tuan ... saya benar-benar tidak tahu ana di mana ... lepaskan tangan saya tuan ,? oke begini ... jika tuan tidak percaya anda bisa mencari di kamar saya dan di sekitar ,, jika anda masih tidak percaya juga anda bisa menunggu di sini sampai ana kembali ,Ta_tapi ana .. dia ...dia memang tidak ada di sini dan tidak akan kembali ..."ucap Nabila dengan ketakutan.


Kini Erland melepaskan tangan Nabila ...Nabila yang ketakutan berlari pergi meninggalkan Erland yang masih stengah mabuk itu , Erland berjalan sempoyangan mencari ana di setiap penjuru ruangan kosan Nabila .


"Ana... Anatasya .... ku mohon kau jangan bersembunyi ,,maafkan aku ..? maaf..karna aku telah membuat kesalahan ,,ana.. ke luar lah ..aku merindukan mu ." ucap Erland dengan stengah sadar nya membuka pintu kamar Nabila .


"Ana dimana kau ,aku sudah beberapa kali ke tempat nabila ,tapi aku tidak menemukan mu ."


Kini Erland berjalan ke luar dengan pikiran kalut ,dia pergi ke arah mobil tanpa menutup pintu kosan Nabila ,dia masuk ke mobil dan menyala kan ponsel yang telah dia matikan sedari kemarin, erland menelpon seseorang untuk mencari keberadaan ana, setelah mematikan telepon nya dia menyandarkan punggung nya di kursi mobil


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Stevan dan Bryan duduk di ruang tunggu ,begitu juga dengan ana ,kepala ana merasakan pusing dan berat ,tapi dia tidak boleh lemah ,Roy berjalan dan melihat ana dengan wajah pucat nya ,


"Nyonya ,.lebih baik anda ikut pulang dulu ke keluarga Anggara bersama pak urip ," ucap Roy yang tiba-tiba datang .


"Benar nona ,anda harus istirahat Karna anda belum tidur sedari semalam ," ucap Stevan menimpali .


"Tidak apa-apa aku di sini ,akan menunggu Dimas kembali sadar ." ucap ana tersenyum .


Ketiga pria itu hanya bisa saling pandang ,dia tidak bisa memaksa nya ,sedari dari pun stevan dan Bryan tengah membujuk nya ,


"Kalau begitu saya akan ke luar untuk membeli makanan untuk anda ." ucap Roy yang di angguki ana .


lima belas menit kemudian, Bryan berjalan ke arah di mana dia akan ke toilet ,tak lama pun Stevan pun berdiri untuk pergi


"Nona ana ,saya ijin pulang dulu ,nanti saya akan ke sini lagi jika Dimas sadar kembali ," ucap Stevan yang di angguki ana .


Kini Bryan pun tengah keluar dan berjalan untuk keruang tunggu ,di saat dia berjalan dia berpasan dengan Roy yang tengah membawa makanan .


"Tuan Bryan ,tunggu sebentar ,? bisa kasih sarapan ini buat nyonya ana ,di kantin saya lupa untuk membawa air mineral ." ucap Roy yang di angguki Bryan.


Kini Bryan pun berada di kursi tunggu dan memberikan makanan kantin yang dekat rumah sakit Anggara .


Sementara di sisi lain Sahara bangun dari tidur nya ,kini dia turun dari brankas itu ,dia melihat Irsan yang masih saja tertidur ,dia berjalan ke arah luar ,dia melihat Bryan dan ana , Sahara melihat Bryan tengah tersenyum pada ana membuat nya menggepalkan tangan nya ,kini dia menghampiri mereka dengan amarah yang memuncak .


"Wanita tak tahu malu ,lepaskan tangan mu dari Bryan ." ucap Sahara dengan teriakan nya .


Kini Sahara menjambak rambut ana di depan Bryan ,Bryan terkejut dengan apa yang di lakukan Sahara .


"Sahara apa yang kau lakukan pada nya lepaskan dia ." ucap Bryan yang menahan tangan Sahara .


"Bryan wanita ini siapa ,?! ohh .. selama kau di tinggalkan oleh Monalisa kau sudah mendapatkan pengganti ," ucap Sahara dengan menahan leher ana .


"Akhhh ..." pekik ana .


"Bryan jangan mendekat ,?! jika kau mendekat aku akan membunuh wanita ini sekarang juga dengan cara ku sendiri ." ucap Sahara yang masih menahan leher ana.


"Sahara ,lepaskan dia ... kau benar-benar sudah gila ." ucap Bryan dengan melangkah ke depan .


"Jangan mendekat kalau tidak ,aku akan bunuh dia sekarang juga ?! tiga ,jangan mendekat ,?? Bryan dengarkan aku ,siapapun wanita yang ada di dekat mu ,akan menjadi musuh ku ,termasuk wanita ini ,aku akan melakukan nya seperti ke Monalisa ,dua ... jika kau mendekat aku akan melakukan nya dan.....


"Nona Sahara lepaskan nyonya ana ,apa yang kau lakukan padanya .," ucap Roy yang kini telah datang .


"Diam kau bujang lapuk ,kalian berdua jangan mende..


"Nona Sahara ,apa yang kau lakukan pada nyonya ana ,jika kau menyakiti istri tuan Erland kau akan di bunuh oleh nya ." ucap Roy yang kini mendorong Sahara ..


Deg ....


Ana terkejut dengan apa yang di katakan Roy , baru saja dia mendengar ..bahwa dirinya adalah istri Erland , dia melihat Roy dan Bryan yang tengah menahan Sahara , pria tangan kanan keluarga Anggara baru saja mengatakan dengan yang di lontarkan nya ,


"Apa yang di maksud Roy ,di_dia tidak mungkin berbohong .. Karna dia tangan kepercayaan keluarga Anggara ,dari perkataan Roy pun tidak lah memberikan jawaban palsu ,tapi jawaban yang sesungguhnya .. sebenarnya aku ini siapa ,dan istri siapa ."


Ana memikirkan perkataan orang-orang yang tengah menyebut dirinya adalah istri dari Erland ,bahkan ana pun mengingat perkataan penculik itu dengan memanggil nya istri Erland ,dan dia pun mengingat Stevan yang memanggil nya istri Erland juga ,ana mengingat di mana dia akan membatu erland mandi ,menyuruh Roy dan bi Ani para pelayan yang lain nya ,termasuk pak Urip dan pak Jarwo yang menolak untuk membatu memandikan nya ,itu alasan nya mereka menolak ,bahwa dirinya lah yang harus mengurus Erland suami nya sendiri .


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2