
Pagi pun telah tiba , hari ini hari pernikahan ana , gadis itu sedang di rias oleh salah satu MUA terkenal yang telah di siap kan oleh Bryan.
"Nona , jika nona menangis terus makeup nya akan luntur , bersikap manis lah " ucap MUA itu dengan menghela nafas nya panjang.
"Nona yang sabar ya , pernikahan ini pasti hanya desakan dari orang tua ,ya mau gimana pun dan di mana pun ,mana ada wanita yang ingin menikah dengan pria cacat , "
"Tapi nona harus tahu hal tengtang tuan Dimas , dia adalah pria baik dan juga lembut , saya harap nona tidak takut dengan rupa yang sekarang tuan Dimas miliki .."ucap MUA itu sambil merias wajah ana .
Ana hanya tersenyum getir , mendengar perkataan MUA itu , mau di rubah apapun itu dia tidak akan bisa lari dari kenyataan pahit ini .
"Wahh nona , kau sangat cantik sekali ."
"Tuan Dimas ,pasti senang melihat istri nya begitu cantik." ucap MUA yang di ikuti senyum tipis oleh ana
"Ana apakah kau sudah siap , ayo semua orang sudah menunggu mu di bawah ."
Ana diam tidak menjawab pertanyaan Vika, dia mengikuti Vika dari belakang .
pernikahan ini hanya di hadiri oleh keluarga Pratama dan juga suruhan Dimas untuk mewakil kan pernikahan
Tapi saat di bawah ,dia tidak melihat penghulu dan juga calon suami nya itu , dia hanya melihat pria yang kemarin berdiri di ruangan itu yang tak lain adalah Bryan.
"Ana sekarang kau sudah sah menjadi istri dari tuan Dimas Anggara , sekarang kau harus ikut dengan tuan Bryan ke mansion keluarga Anggara ."
__ADS_1
"Paman sudah menikah kan kamu ,tanpa kamu tahu akan hal itu , maaf kan paman yang tidak memberi tahu mu dengan pernikahan ini , hanya saja tuan Dimas tidak ingin kau melihat nya syok."
Ana tertegun bagaimana bisa pernikahan ini tanpa tahu dia , tiba-tiba dia sudah sah jadi seorang istri .
dimana paman nya menerima jabatan tangan pria itu yang sudah jadi suami nya , ana sudah lelah dia tidak ingin membahas semua itu , yang jelas sekarang dia sudah menjadi istri dari Dimas anggara
"Baiklah aku akan ikut dengan anda tuan Bryan ", ucap ana melihat Bryan dengan tatapan sendu nya
"Paman dan bibi ,aku pamit dari kalian ." ucap ana dengan senyum Terpaksa ,kini dia berjalan mengikuti Bryan
"Ana maaf kan paman ," lirih erik
Ana berhenti dari langkah nya melihat rumah yang selama dua puluh tahun itu tempati , rumah yang penuh dengan penekanan, kini dia harus pergi meninggalkan rumah itu
"jika pun aku pergi dari sini ,aku akan bebas dari jeratan orang rumah ini ." gumam ana .
"Ahh tidak ,tidak ada maksud ayo kita langsung berangkat sekarang tuan Bryan ." ucap ana yang di angguki Bryan.
Dalam perjalanan ana hanya memikir kan dirinya yang sudah menjadi istri dari tuan Dimas Anggara , dia belum tahu sosok Dimas Anggara itu seperti apa waktu sebelum kecelakaan itu pun dia tidak tahu rupanya, apalagi yang sekarang habis kecelakaan itu yang di rumor kan seperti Monster..
"Apa aku akan kabur ,setelah melihat wajah nya ,aku benar-benar takut menghadapi semua ini ."
"Gimana jika aku lari dari suami ku sendiri karna ketakutan , "
__ADS_1
"Ana mau gimana pun , takdir mu tidak bisa di ubah oleh siapapun ,terkecuali tuhan yang membuat skenario ini ." batin ana dengan tatapan yang sulit di artikan
Ana melihat pria yang menyetir di depan nya itu ,tidak ada satu kata yang di ucap kan oleh pria yang ada di depan nya .
"Tu_tuan, boleh kah saya bertanya."
"Silahkan nona."
"Apa setelah saya menjadi istri dari tuan Dimas ,bisa melakukan hal yang saya inginkan."
Bryan mengerinyit kan sebelah alis nya ,emang apa yang akan di lakukan gadis itu setelah menjadi istri dari Erland.
Bryan tidak menjawab pertanyaan ana , dia menyetir dengan serius tanpa memperdulikan jawaban ana, jawaban itu biarkan Erland yang akan menjawab nya nanti.
"Orang ini kenapa begitu datar, hanya bilang " silahkan nona" saja yang di keluar kan dari mulut nya ini ..setelah itu pertanyaan ku tidak dia jawab,"
"Apa nanti aku tidak di ijinkan untuk kuliah lagi , dan datang ke panti ." batin ana dengan penuh pertanyaan.
Beberapa menit kemudian mobil yang membawa ana sampai di mansion keluarga Anggara .
Ana terperangah ,begitu indah nya mansion keluarga Anggara itu , luas dan juga besar .
"Apa ini istana, ini lebih besar dari rumah paman ,apa penghuni di sini sungguh banyak ."batin ana melongo.
__ADS_1
"Ayo nona ikuti saya , " ucap Bryan yang di angguki ana.
Tanpa mereka sadari , ada seseorang yang melihat nya dari atas dengan tersenyum kecut , permulaan yang akan dia hadapi belum apa-apa untuk menakuti gadis itu .