Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Menyelediki Ana.


__ADS_3

"Bi Ani gimana pertunjukan dua insan itu , apa erland mengantarkan istri nya pulang ."


Bi ani hanya menghela nafasnya panjang ,mau di katakan apapun tetap lah tidak bisa di ubah .


" Sungguh di sayang kan tuan , mereka berdua hal nya seperti seekor kucing dan anjing , selalu berdebat , tuan muda Erland tidak mengantarkan nona ana ,yang mengantarkan ana hanya Roy.


"Anak sialan itu, berani-beraninya membatah perintah ku ." ucap Dimas dengan suara parau nya .


"Bi Ani , bolehkah saya minta tolong ,tolong panggilkan Bryan untuk datang kesini di saat pulang jam kantor .."


"Baik tuan ..."


...................


Di sisi lain seorang pria yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya ,kini harus melakukan rutinitas nya sebagai seorang sekertaris ,dia di sibukan pekerjaan perusahaan yang begitu numpuk di saat pasca kecelakaan itu, beruntung dia hanya luka kecil..di banding kan Dimas dan juga Erland ,tapi kini dia berpikir bagaimana bisa api itu memakan sahabat nya dengan begitu parah , dia juga mengingat bagaimana Erland menghadapi api sebesar itu untuk menyelamat kan Dimas, bahkan luka bakar di jari kaki dan punggung nya tidak di perdulikan oleh pria batu tumpul itu .


"Aku sungguh benar-benar tidak bisa melupakan semua itu .." ucap Bryan dengan nafas berat nya ,tanpa sadar suara dering ponsel yang ada di meja kerja nya membuyarkan lamunan nya .


"Iya halo bi Ani ."


"Iya tuan Bryan , mohon maaf sebelum nya saya mengganggu, saya di perintah kan untuk menelpon anda ,jika selesai pekerjaan kantor anda di suruh datang ke mansion oleh tuan Dimas."


"Baiklah , saya akan ke sana."


Di kediaman Pratama ...


Ana baru melangkah kan kaki nya yang di ikuti oleh roy.


Tidak di sangka kedatangan nya tidak di sambut oleh keluarga Pratama .


Roy yang melihat nona muda nya hanya duduk di kursi tanpa di pedulikan oleh nyonya Pratama.


"Nona muda rupanya tidak di perlakukan dengan baik ,tidak di sangka sikap nyonya Sintia seperti itu ." batin Roy


Roy mengingat perkataan tuan muda Erland , bagaimana keluarga Pratama yang hanya datang uang saja mereka akan bahagia, dengan mengingat itu Roy mengeluarkan kertas cek uang


"Nyonya Pratama mohon di terima , majikan saya sedang tidak nyaman untuk datang ke sini , dan memerintahkan saya untuk memberikan hadiah ini

__ADS_1


"Dalam cek ini ada uang seratus juta buat keluarga Pratama ."


Mata Sintia terperangah di saat Roy mengeluarkan cek uang itu .


bukan Sintia nama nya kalau sudah berurusan dengan uang ,dia begitu berbinar dan menerima cek uang itu.


"Oh ya ampun tuan Roy , saya menjadi merepotkan Anda ,


" Saya mengerti kok dengan keadaan keluarga Anggara." ucap Sintia yang di ikuti gelak tawa Roy ..


"Ternyata benar apa yang di katakan tuan Erland ,hanya cukup dengan uang saja mereka baru senang ." batin Roy ..


Roy menatap gadis yang sudah menjadi istri dari tuan muda nya hanya menundukkan kepala nya , dari sudut pandang ternyata nona muda nya beda dengan yang lain nya .


"Nona muda saya undur diri , nanti malam saya akan menjemput anda kembali setelah jam makan malam ."


"Roy jangan lakukan itu kau tak perlu menjemput ku , aku bisa pulang naik grab dari sini ."


" Mana bisa begitu nona muda, saya di tugas kan tuan Dimas untuk melakukan ini semua,


"Karna nona begitu berharga di keluarga Anggara , kalau begitu saya undur pamit dulu ."


Sesudah Roy pergi ,seseorang gadis menuruni anak tangga mengahmpiri ibu nya , dia tahu keluarga Anggara memberikan uang .


"Ibu bagikan aku uang ,aku ada keperluan untuk membeli sesuatu ."


" hus hus ... uang ini untuk modal keperluan ibu , pergi sana kembali ke kamar mu , uang khusus mu sudah di atasi oleh ayah mu ." ucap Sintia.


"Ibu , apa keperluan ibu sekaligus menghabis kan uang seratus juta itu akan habis semua.." ucap Jen .


"Sudah-sudah menyingkirlah Jen , kau pergi ke dapur suruh pelayan untuk membuat kan makan siang untuk hari ini ."


Jen kaget apa yang di katakan sang ibu ,kenapa ibu nya menyuruh nya tidak biasa nya .


"Apaa ... kenapa mesti aku bu., ibu tidak lihat di samping ibu ada siapa, ana sudah kembali Bu ,kenapa gak dia saja yang memasak makan siang ."


"Dia pikir bakalan hidup enak setelah menikah dengan pria cacat itu " ucap jeni dengan tatapan sinis nya

__ADS_1


Ana mengerti dengan maksud nya jenika ,dia berdiri dari duduk nya untuk melakukan apa yang harus ia lakukan di waktu masih tinggal di keluarga Pratama.


" Biarkan aku saja Bi yang memasak makan siang ."


"Aku tidak menyuruh mu untuk memasak ana , tenang saja aku akan menyuruh pelayan yang akan melakukan nya ." ucap Sintia.


Mansion Anggara .


Bryan berjalan menuju lift untuk menuju ke tempat di mana Dimas di tempatkan di ruang khusus ,tak berlangsung lama pun Bryan sampai di tempat di mana Dimas berbaring di brankas.


"Bryan kau sudah datang ."


"Seperti yang kau lihat ,apa ada yang ingin kau bicarakan dim.."


"Istirahat lah dulu , maaf aku selalu merepotkan mu . " ucap Dimas


"Kau tak perlu sungkan dengan ku dim , ada apa katakan saja ,aku tidak merasa di repot kan ."


"Selidiki gadis yang sudah menjadi istri Erland , siapa dia sebenarnya ."


"Kau tak perlu khawatir , aku sudah menyelesaikan nya ,dan aku sudah selidiki gadis itu ." ucap Bryan dengan menghela nafas nya


Dimas melihat sahabat nya itu ,Bryan emang selalu tepat dalam masalah hal seperti itu , dia tidak menyangka akan kalah langkah dari sahabat nya .


"Lalu , apa yang kau tahu dari gadis itu ."


"Sebelum aku menyelediki nya , aku sudah punya hal lain tentang gadis itu ,"


"Ternyata dia bukan anak dari tuan Erik Pratama , melain kan keponakan nya sendiri untuk di jadikan uang hanya demi perusahaannya,"


"Gadis itu sudah dua puluh tahun hidup dengan tuan Erik ,bahkan gadis itu tidak di perlakukan baik oleh istri dari tuan Erik tanpa sepengetahuan tuan Erik."


"Ayah dari gadis itu bernama Yudha Pratama , dan ibu nya Nadia Ervina Dirgantara mereka meninggal karna sebuah kecelakaan pesawat."


"Bahkan gadis itu sebelum menikah dengan Erland dia kuliah di universitas ternama karna beasiswa yang ia miliki ,dan dia juga sering datang ke panti .."


"Gadis itu menerima pernikahan dengan Erland demi balas Budi nya karna sang paman telah membesar kan nya ..."ucap Bryan menceritakan semua tentang kehidupan ana .

__ADS_1


Dimas hanya mendengar kan penjelasan dari Bryan , cukup dia yang tahu akan hal ini , tak perlu Erland yang tahu , Dimas hanya ingin dia merasakan nya sendiri bahwa gadis itu berbeda dengan yang lainya .


__ADS_2