
"Roy ,kenapa gadis itu tidak membawa mobil yang ada di sini ,bukan kah kakakku memerintahkan nya untuk memakai mobil yang ada di mansion ini ,kenapa dia selalu pergi dengan gojek online itu , apa kau tidak mengatakan nya pada gadis itu.,memalukan ." ucap Erland dengan dingin nya .
"Maaf tuan , nyonya ana selalu menolak untuk memakai mobil itu ,bahkan saya menyuruh nya pergi dengan pak Urip ,tetap saja nyonya menolak tuan."
"Cih..bahkan kau lihat sendiri penampilan gadis itu ,sungguh kuno sekali ," ucap Erland sinis.
"Tapi gadis itu berpenampilan seperti itu manis juga ,haha walau kuno dia imut sekali jika aku kerjain ,haha ." batin Erland ,dengan senyum tipis nya .
Roy yang melihat tuan muda nya senyum, tercengang ,bahkan baru kali ini Roy melihat Erland tersenyum ,pasca terjadi nya kecelakaan itu, tuan muda nya tidak pernah melihat kan senyuman ,bahkan tuan muda nya itu barusan uring-uringan akan hal tentang istri nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ana berada dalam perjalan dengan ojek online nya ,dia berniat untuk pergi ke keluarga Pratama, di saat ana sampai tujuan ana di kaget kan dengan suara cempreng Sintia .
"Kau menikah dengan orang kaya ,tapi kau masih menggunakan ojek online itu untuk membawa mu kesini ,apa kau tidak di perlakukan baik oleh suami cacat mu itu ana ." ucap Sintia berlalu pergi
"Heyy ana ,kenapa kau kembali ,apa kau tidak nyaman tinggal bersama tuan dimas," timpal jenika yang berlalu pergi ke dalam
"Apa maksud mereka ini ,aku kesini kan cuman hanya ingin bermain , apa salah nya , jika aku tidak kesini kalian akan mengira aku ini sombong ,hah memang benar ,hanya paman Erik dan Dilla lah yang senang aku datang , kenapa lagi-lagi mereka tidak senang jika aku datang ," gumam ana yang melihat Sintia dan juga jenika .
Tiba-tiba Vika keluar dari rumah ,untuk menyambut ana .
" Aduh ana ayo cepat masuk , ana ayo ceritakan padaku tentang hidup tuan Erland, tipe wanita seperti apa sih dia ,hingga dia tidak tertarik ke pada diriku , bahkan pria di luaran sana tertarik padaku , tapi hanya dia yang tidak tertarik , ayo ana beri tahu aku apa hobinya dan juga tipe cewek kaya apa yang dia inginkan.
__ADS_1
Ana tercengang ,dengan perkataan Vika ,ana mengira Vika menyambut nya dengan hal baik-baik ,tapi dia menyambut nya hanya untuk mencari tahu hobi dan tipe cewek pria brengsek seperti Erland.
"Tidak ku sangka ,ternyata Vika menyukai pria brengsek itu datar seperti tembok , selera mu sungguh aneh Vika ,lalu kau kemana kan si Mike yang bajingan itu, cih , sama-sama brengsek nya dengan si datar tembok itu , sadar lah Vika ,kau telah salah memilih dan tertarik pada pria yang bajingan dan brengsek itu , apa tidak ada selera lagi dalam pandangan mu ,karna mereka tampan ." Batin ana dengan menghela nafas nya berat.
"Kak Vika ,orang seperi tuan Erland itu tidak perduli tipe yang seperti apa ,tapi yang jelas dia tidak suka dengan tipe kaya kakak yang hanya pemuas sama pria tampan ," ucap Dilla yang baru pulang dari sekolah nya .
"Kak ana , kau kembali apa kau akan menginap hari ini ," ucap nya lagi , bukan ana yang menjawab Dila ,melainkan Vika yang menimpali nya .
"Hey dila ,kau hanyalah bocah yang tidak tahu apa-apa ,kau muncul dari mana hingga kau nyambung seperti kabel listrik ," ucap Vika kesal.
Sintia yang melihat kakak beradik itu sudah membuat nya pusing , lagi-lagi masalah mereka hanyalah seorang pria .
Ana melangkah ke arah kamar nya yang dulu dia tepati , di saat akan melangkah dia di teriaki oleh Vika .
"Ana tunggu , aku ingin bicara pada mu ," ucap Vika yang mengikuti ana ke kamar nya .
Vika menghela nafas nya berat, karna dia berlari ke atas mengejar ana , kini dia bicara dengan deru nafas nya .
"Kenapa tuan Erland begitu datar dan dingin padaku ,waktu aku mengantarkan mu pulang ,apa dia tidak tertarik pada wanita ," ucap Vika yang memaksa ana untuk menjawab pertanyaan tentang Erland .
"Ayo ana jawab ,kau pasti tahu tentang dirinya ,bahkan dia seperti dekat dengan mu ,kau pasti mengetahui nya ,ayo jawab ..ayo "Desak Vika dalam hati .
"Kau salah Vika ,dia dingin dan datar bukan berarti dia tidak tertarik pada wanita , dia seperti itu karna masalah kebakaran itu yang menimpah suami ku , jadi ku harap kau jangan bertanya lagi tentang pria itu kepada ku , bahkan aku tidak tahu hobi dan tipe cewek dia seperti apa ." ucap ana berlalu pergi meninggal kan Vika.
__ADS_1
"Ana kau , kau kenapa pergi begitu saja di saat aku belum selesai berbicara , hey ana kau harus nya tahu diri di rumah ini ,kau jangan asal nyeloyong aja di rumah ini ," ucap Vika berteriak di depan pintu kamar ana berteriak ..
Ana menghela nafas nya berat , dia tidak mendengarkan teriakan Vika ,dia hanya tidak ingin mendengar dan menjelaskan tentang pria brengsek itu ,
Kini ana melangkah kan kaki nya ke bawah untuk pergi ke taman belakang melihat bunga-bunga yang dulu dia rawat , tapi tiba-tiba dia melihat seseorang menangis di taman itu .
"Aku benci pada ibu , kenapa dia pilih kasih terhadap kak Vika , bahkan di saat aku melihat tuan Erland waktu itu ,dia menghentikan tatapan itu hanya untuk kak Vika , jika masalah soal pria tampan ,kak Vika selalu saja paling terdepan .,hiks...hiks .."
"Apa jadi jenika juga menyukai pria brengsek itu ,kenapa dia sepopuler itu di keluarga ini ,aku baru melihat jenika menangis hanya karna bibi selalu ada di pihak Vika, tadi ajah dia Sewon padaku ,kenapa sekarang dia jadi cengeng begitu ." batin ana
"Kau tak perlu menguping di situ , aku sudah tahu kau ada di situ ana ," ucap jenika .
"Jen_jenika ,gimana kamu tahu aku ada di sini ,"ucap ana gelagapan .
"Apa kau bodoh ,aku ini di depan kaca itu ,Aya jelas aku melihat bayangan mu ,"ucap Jen kesal .
Ana benar-benar bodoh , dia tidak menyadari akan hal kaca itu ,dia terlalu serius mendengarkan perkataan jenika .
"Ana .." lirih jenika.
"Ya ." ucap ana simple
"Apakah aku bisa memperbaiki hidup ku ini ,aku menyesal telah menjadi seperti ini an, aku ingin hidup dengan baik lagi ,hidup tenang ,damai ,dan aku ingin menghapus kejadian yang pernah aku lakukan ,hidup seperti ini rasa nya aku selalu di jauhi orang-orang ," ucap jenika sambil menangis .
__ADS_1
Ana terkejut dengan apa yang di katakan jenika , dia senang jenika akan berubah ,ana menghampiri jenika dan menepuk punggung nya dengan pelan .
"Setiap orang pasti punya masa lalu, apalagi punya masalah pada diri nya sendiri ,jika niat mu akan menjadi jenika yang sekarang maka lakukan lah , dan Serang jenika yang dulu kelakuan nya yang hanya menghancur kan mu, dan kubur masa lalu dan hadirkan lah masa depan yang akan kau jalani ." ucap ana yang menenangkan jenika