
Selang beberapa menit menggenggam tangan Nabila , Bryan mengambil jepitan itu dari tangan nabila , kini Bryan mendekati Nabila lebih dekat dan melihat rambut Nabila yang di ikat , Nabila terkejut saat Bryan lebih dekat dengannya ,bahkan dirinya tidak bisa bernafas saat dirinya kini tepat di dada bidang pria itu ,Bryan tersenyum tipis saat melihat wajah Nabila yang merah merona , dengan cepat Bryan memasangkan jepitan itu di rambut Nabila .
"Jangan takut ." ucap Bryan .
Nabila mendongkakan kepalanya melihat pria itu, dengan cepat Nabila menunduk lagi saat Bryan sudah memasangkan jepitan itu .
"Nabila ?! aku tidak butuh jawaban dari mu atas perasaan ku ,!! dan sekarang aku hanya ingin kau jangan menghindari ku lagi ,!! sebagai teman apa itu terlalu berlebihan ." ucap Bryan menatap Nabila yang kini tengah menunduk .
Nabila hanya memberi jawaban geleng kepala , dia saat ini benar-benar malu berada di hadapan pria itu ,Bryan mengerti dengan situasi saat ini , dengan cepat Bryan memotong sayuran kembali dengan tersenyum .
"Kalau kamu sudah bosen dengan jepitan itu , aku akan mencarikannya lagi dengan yang lebih bagu.....
"Enggak usah !! kelenci kecil ini aku ......" ucap Nabila terhenti melihat Bryan yang menatap Nabila .
"Aku suka banget kok ." ucap Nabila menundukan wajahnya kembali .
"Bilang gak suka juga gapapa kok ,kasih hadiah buat mu itu adalah kebebasanku , kalau kamu gak suka ,ya gak usah di simpan ," ucap Bryan.
"Tapi aku rasa ...... ?! kamu memang suka pemberian dariku , sampai-sampai kau mencium jepitan itu di waktu di bar ." ucap Bryan lagi .
Nabila terkejut saat Bryan mengatakan itu , Nabila berfikir ,apa Bryan ada di tempat ruang ganti saat dirinya mencium jepitan itu ,saat ini dia benar-benar lebih malu lagi , apalagi sekarang wajahnya merah merona ,Bryan menahan tawanya saat melihat gadis itu dari samping .
"Makasih ya .. udah menjaga jepitan itu dari ku ." ucap Bryan .
Dengan cepat Nabila memberi jawaban dengan hanya memberi anggukan kecil , kini keduanya melanjutkan untuk memasak sup permintaan wanita paruh baya itu, walau perasaan dan jantung mereka yang kini tidak baik-baik saja ,mereka tetap melakukan ritual masaknya .
.
.
Di tempat lain .
Kedua pasangan kontrak itu kini tengah berada di ruang tamu samping ,Dimas menahan amarahnya saat mengingat martin di beberapa jam yang lalu .
"Sudah ku bilang ,kau jangan mendekat dengan pria lain di saat menjadi pacar kontrak ku ." ucap Dimas .
"Dimas ... tapi itu di luar ,,bukan di mansion dan tidak dekat dengan om...Mmmm...
Dimas membungkam mulut Dista dengan tangannya dan melototkan matanya ke arah Dista.
"Kecilkan suaramu ,kau tahu kan ini di mana ." ucap Dimas dan melepaskan tangannya .
"Iya-iya ... tapi soal yang tadi aku tidak melanggar kontrak ,bukannya kau bilang di dalam kontrak itu ,bisa ngapa-ngapain aja ,mau main sama siapa aja juga boleh .." ucap Dista .
"Bahkan di kontrak yang ka...
"Apa maksud kalian ." ucap wanita paru Baya itu yang tak lain adalah omah .
Dimas dan Dista terkejut dan melihat ke arah asal suara ,wanita paruh baya itu memegang dadanya saat mendengar perkataan mereka .
"Dimas kau ...kau ...
"Omah ..." ucap Dista dan Dimas serentak .
Wanita paruh baya itu tak sadarkan diri, beruntung Dimas dan Dista cepat menahannya ,Dista khawatir akan hal omah ,mungkin dengan perkataannya tadi yang membuat omah mendengarnya .
"Dimas ..i_ini gimana... " ucap Dista .
"Aku harus membawa omah ke rumah sakit dulu ..." ucap Dimas khawatir .
Dengan cepat Dimas membawa omah , kini dia keluar dari ruang tamu itu ,dan berjalan ke arah luar ,Bryan dan Nabila yang melangkah dari arah dapur terkejut melihat Dimas yang menggendong sang omah ,Ana yang asyik mengajak Kenzie berbicara pun terkejut melihat Dimas keluar .
Dista hanya berdiri saja ,dia tidak tahu harus bagaimana ,kini dia melihat ke arah Nabila dan Bryan ,Nabila yang melihat ekspresi Dista membuatnya heran ,
"Dis ...ada apa .?! dan ... kenapa omah ." ucap Nabila .
"Na...Nabila .. ini ..ini semua salahku ..." ucap Dista yang kini melangkah ke arah luar .
Dista mengejar Dimas keluar mengikutinya ,dia melangkah cepat menghampiri dimas yang akan masuk mobil.
"Dimas tunggu ... aku ikut ..." ucap dista .
Dimas tidak menjawab pertanyaan Dista , kini perasaannya benar kalut akan hal keadaan omah , Dista melihat dimas yang tak menjawab pun membuat dirinya terpaksa segera masuk ke dalam mobil.
Sementara di ambang pintu sana ,Erland melihat kepergian Dimas ,dia tahu kakaknya itu begitu menyayangi wanita paruh baya itu ,bahkan ke pura-puraan omah pun Dimas tidak sadar .
"Erland apa kau yakin omah hanya pura-pura saja ." ucap Bryan .
"Benar !! aku tahu dia pasti pura-pura kaget akan hal kontrak mereka yang di buat itu ." jawab Erland .
"Ini semua salahku ." ucap Bryan .
"Salahmu apa ?! kau sudah membantu keras omah ?! mau gimana pun mereka melakukan kontrak ..tapi omah akan segera menikahkan mereka ." jawab Erland .
"Apa ?! menikah .." jawab Bryan dengan di angguki Erland .
Bryan tidak menyangka wanita paruh baya itu melakukan hal sampai ke pernikahan ,bahkan kini Erland menjelaskan apa yang sebenarnya ingin di lakukan oleh omahnya itu ,bahkan Erland pun mengatakan perihal perjodohan itu ,Bryan lagi-lagi tak menyangka bahwa pasangan itu adalah pasangan yang sudah di jodohkan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain .
Dimas sudah membawa omah ke rumah sakit bersama Dista , kini dia mondar mandir ke ruang pintu dimana omah di rawat .
"Dim....
"Ini semua salah mu ,kau berbicara tidak bisa pelan sedikit ,kau tahu omah ku mempunyai penyakit jantung , kau ...
"Tuan muda .." ucap dokter .
"Dokter gimana keadaannya ." ucap Dimas .
"Kondisi jantungnya tidak normal ,kemungkinan ini harus di operasi ." jelas dokter .
"Apa .. dokter bagaimana bisa jadi separah itu ,bahkan omah setiap hari rutin pengobatan ," ucap Dimas tak percaya .
"Tuan .. tenang kan dulu diri anda .. lebih baik anda temui dan lihat kondisi nyonya besar di dalam sana ." ucap dokter itu berlalu pergi .
Dista yang mendengar penjelasan dokter terkejut ,dia merasa bersalah akan hal ucapannya tadi hingga membuat wanita paruh baya itu di larikan ke rumah sakit dan kambuh Kembali ,Dista mengikuti Dimas ke dalam di mana wanita paru baya itu berada .
"Omah .. " lirih Dimas .
Dista melihat wanita paruh baya itu yang terbaring di brankas , lagi-lagi dia merasa bersalah dengan kejadian tadi .
Selang beberapa menit mereka di ruangan wanita paruh baya itu ,seketika Dimas melihat sang omah membuka matanya dan melihat ke arah Dimas dan Dista .
"Omah ... omah akhirnya omah sadar ..?! " ucap Dimas .
"Dimas ...
"Omah .. omah jangan banyak bicara dulu .. omah istirahat ya , apa omah ingin sesuatu ,aku akan memanggil bi Ani untuk membuat kannya ." ucap Dimas
"Tidak ... !! Dista kemarilah ." ucap omah yang kini melihat ke arah Dista .
Dista pun menganggukkan kepalanya menghampiri omah di sebelah kirinya .
"Omah .. maafin Dista .. Dista tidak bermaksud un...
"Nak ..!! jangan membahas itu , !! kalau kalian merasa bersalah akan hal yang kalian lakukan itu ,omah ingin meminta permintaan dari kalian ." ucap omah .
Dista dan Dimas saling pandang ,dan kembali melihat ke arah wanita paruh baya itu .
"Apa ." jawab Dista dan Dimas .
Omah tersenyum dan menggenggam tangan Dista ,dan tangan satunya lagi menggenggam tangan Dimas .
"Dimas ... omah tahu apa yang kau lakukan itu mungkin demi menyenangkan omah ,tapi apa yang kau lakukan itu membuat omah kecewa sama kamu , ?! tapi sekarang omah tidak ingin kalian hanya jadi pacar kontrak saja ." ucap wanita paruh baya itu dengan menghela nafasnya berat .
Kini omah mengangkat tangan Dimas dan Dista di atas perutnya ,Dista dan Dimas terkejut dengan apa yang di lakukan oleh omah .
"Menikahlah ." ucap omah .
Dimas terkejut saat mendengar lirihan omah ,begitu juga dengan Dista ,di saat keduanya akan melepaskan tangannya , tiba-tiba omah menahannya .
"Uhuk...uhuk .... Dimas .. omah sudah tua ,bahkan penyakitan ,apa kamu tidak ingin melihat omah hidup dan mati mendad....
"Omah berhenti untuk bicara ... ?! baik .. aku akan menikah dengannya ." ucap Dimas melihat ke arah Dista .
"Kita lihat saja nanti ... aku akan membuat kontrak lagi sendiri tanpa bantuan Bryan ,"
Dista terkejut dengan apa yang di katakan Dimas , bagaimana bisa pria itu berkata enteng untuk menikahinya dan menyetujui ucapan omah .
"Eu .. o_omah .. aku .. aku ijin keluar untuk membeli air minum ." ucap Dista dengan di angguki omah .
"Omah aku akan menelpon Erland dulu .. omah gapapa kan di sini sendiri ." ucap Dimas .
"Pergilah ." ucap omah .
Dimas pun pergi dan meninggalkan omah sendiri ,wanita paruh baya itu cekikikan dan menutup mulutnya untuk menahan tawa .
"Jika aku tidak melakukan ini ,hemm ... mereka akan tetap begitu-begitu saja ,aku sudah menyuruh dokter Wilson untuk menghubungi bi Ani untuk memberi tahu keluarga Abraham bahwa aku di larikan ke rumah sakit ."
__ADS_1
Wanita paruh baya itu menghela napasnya panjang ,sementara di luar sana Dimas mengikuti Dista yang kini melangkah ke luar ,dengan cepat Dimas menahan tangan Dista .
"Ikut aku ." ucap Dimas membawa Dista ke ruang sang papa dulu .
"Hey kau mau membawa ku kemana ." jawab Dimas .
Sesampainya di ruangan , Dimas melepaskan tangan Dista dan menatap gadis itu dengan mengusap wajahnya dengan kasar .
"Menikahlah denganku ...
"Tidak ... aku tidak mau ,, aku belum siap menikah ..
"Ini demi omah ,bahkan omah menyukaimu ..baik .. aku akan membuat kontrak nikah .....
"Tidak .. aku tidak mau ,bahkan kontrak pacar pun sudah ketahuan ,gimana kontrak itu ketahuan lagi ...aku menolak ." ucap Dista .
"Baik .. jika kau menolak ?! aku akan bilang pada om Abian ,kalau kita hanya pacaran kontrak , dan kemungkinan om Abian pun akan menarik Kembali perjodohanmu dengan pria tua itu .." ancam Dimas .
Seketika dista diam ,dia pun berpikir ,gimana jika sampai Dimas mengatakan itu pada sang papa ,apa yang sebenarnya yang mereka lakukan itu .
"Jika sampai dia bilang ke papa ,aku pasti di jodohkan Kembali oleh kakek dengan pria tua ...tidak ... aku tidak mau ."
"Baiklah aku ikut aja ,tapi gimana jika ketahuan lagi ." ucap Dista .
"Aku akan urus itu ... pergilah ... bukankah kau mau membeli minum ." ucap Dimas.
"Tidak ...?! aku hanya ingin menghindar dari omah aja ." jawab Dista .
Dimas mengerti dengan apa yang di katakan Dista ,dia juga tidak tahu harus gimana ,jika dia menolak kemungkinan omahnya Pasti kecewa lagi ,apalagi dengan kondisinya yang sekarang ..
Kini mereka pun keluar dari ruangan itu , para perawat yang lewat hanya membungkukkan kepalanya saat tuan muda pemilik rumah sakit itu keluar , di saat Dimas berjalan ,dokter wil memanggilnya ,Dimas yang di panggil pun memberhentikan langkahnya .
Dokter wil menjelaskan setelah bertemu dengan Dimas .. bahwa wanita paruh baya itu ingin pulang dan tak betah di rumah sakit , Dimas menolak ke inginan omahnya itu ,tapi Dimas berfikir kembali ,jika dia tidak menyetujui permintaan sang omah kemungkinan wanita paruh baya itu akan kambuh lagi, dengan cepat Dimas pun melangkah dimana omahnya berada ,dia berniat akan langsung membawanya pulang .
.
.
.
Siang berganti malam ,di sisi lain Nabila baru saja keluar dari kamar mandi ,dia melangkah ke arah kasur sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk , Nabila mengingat dirinya di waktu tadi di saat Bryan memaksa dirinya untuk mengantarkannya pulang .
Nabila hanya tersenyum , seketika dia menggelengkan kepalanya untuk tidak memikirkan lagi yang membuat wajahnya merona , dan kini dia membuka laptop untuk memeriksa pekerjaannya untuk besok ..setelah memeriksanya Nabila pun menutup laptopnya ,dan akan siap untuk tidur .
Di saat Nabila menyimpan laptopnya ,suara getar ponsel mengalihkan pandangannya ke arah ponsel yang tak jauh darinya , Nabila melihat isi pesan itu dan membacanya .
"Masih melek kah ,apa sudah tidur" Bryan
"Baru mau ?! kenapa ." balas Nabila lewat pesan .
"Gapapa ?! kamu pasti capek ,tidur gih ." Bryan.
"Good night ." Bryan.
Nabila melihat pesan yang di kirim Bryan Kembali ,Nabila tersenyum dan melihat pesan itu dengan menangkup dagunya .
"Balasan chat nya seperti dia ..yah memang dia .."
"Good night 😊" balas Nabila lewat pesan .
Kini Nabila pun menaruh ponselnya ke atas nakas , di saat Nabila merebahkan ponselnya , lagi-lagi Nabila melihat pesan singkat dari pria itu ..
"Aku belum bisa mengatakan perasaan ku , aku .. aku malu ."
Nabila melihat pesan itu dengan tersenyum ,setelah itu dia menyimpan ponselnya kembali ke atas nakas , selang beberapa menit berfikir ,Nabila pun tak terasa tertidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ke esokan harinya .
Hari ini hari Dista dimana dirinya akan mulai kerja ,tapi pikirannya sedari kemarin masih mengingat perkataan Dimas yang mengajaknya menikah ,kini dia pun melangkah ke arah bawah untuk sarapan ,dia tidak ingin mengingat itu lagi yang membuatnya pusing ,Dista sudah melihat keluarganya tengah menunggunya di meja makan .
"Pagi semuanya ." ucap Dista .
"Pagi ... ?! ayo nak kamu harus sarapan dulu ." ucap Rahma .
Dista hanya menganggukkan kepalanya dan siap untuk sarapan , kakek yang melihat Dista makan jadi teringat akan hal key yang dikatakan sakit .
"Aku harus ke mansion sore ."
Kini dirinya pun melanjutkan makannya , Dista pun sudah selesai dengan sarapannya ,setelah itu dia pamit akan berangkat kerja .
"Mi ... Pi ... aku berangkat dulu ya ... kakek ..aku berangkat .. " ucap Dista .
"Emm .. baiklah .. kali-kali aku berangkat bareng papi ." jawab Dista.
Kini Dista tengah berada di mobil sang papi, dia menghembuskan napasnya dengan panjang , hari ini pikirannya sangatlah penuh ,semalam dimana dirinya pulang mengantarkan omah ke mansion dia teringat dimana Nabila memaksanya untuk bicara atara hubungan dirinya dan Dimas.
Abian pun kini menyalakan mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan halaman rumahnya , 15 menit di perjalan akhirnya Dista sampai di kantor Dimas ,Abian hanya tersenyum dan kembali menyalakan mobilnya .
Sesampainya di pintu masuk ,Dista berpasan dengan Dimas dan juga Bryan ,tapi Dimas tak menghiraukan gadis itu dan melanjutkan langkahnya .
Dimas melangkah ke arah lift khusus CEO bersama Bryan ,Bryan melihat Dimas dari samping ,awalnya dia bingung ,kenapa dengan Dista dia tiba-tiba cuek dan tak memperdulikannya .
Sesampainya di lantai atas keduanya melangkah ke ruangannya masing-masing ,di saat Bryan akan melangkah ke ruangannya ., tiba-tiba Dimas memanggilnya .
"Bryan .. ke ruangan ku ." ucap Dimas .
"Oh .. baik ." jawab Bryan melangkah mengikuti Dimas .
Sesampainya di ruangan Dimas ,Bryan hanya berdiri saja dan melihat Dimas yang kini tengah memijat pelipisnya .
"Ada apa ." ucap Bryan .
"Kau harus pergi menggantikan bisnis pekerjaan ku di kota B ..mulai besok ." jawab Dimas .
"Maksudmu aku sendiri ." ucap Bryan.
"Emmm ... " dehem Dimas .
"Kenapa harus ak...
"Bryan kau sekertaris ku ,apapun yang aku katakan harus kamu lakukan ." jawab Dimas langsung .
"Ya...ya.. baiklah ..." ucap Bryan pasrah .
"Kembali lah ,ke ruangan mu ." ucap Dimas .
Tanpa menjawab pun Bryan membalikan tubuhnya untuk kembali ke ruang kerjanya , Bryan saat ini di buat geram oleh kakak sahabatnya itu .
"Semenjak berubah ,,huh dia jadi seenaknya saja ."
Kini Bryan pun duduk di kursi kebesarannya , dengan perasaan yang dongkal dia memikirkan perkataan Dimas barusan ,mau tidak mau dia harus pergi ke kota B ..
Kini dia melihat ponselnya ..Bryan tersenyum tipis saat melihat foto wallpaper itu antara dirinya dan juga Nabila , seketika Bryan menghembuskan napasnya ,jika dia pergi ke kota B kemungkinan dia juga mungkin akan jauh dari kotanya dengan gadis itu yang tak lain adalah Nabila .
Kini Bryan menaruh ponselnya dan melakukan aktifitas kerjanya , dia berniat akan bilang nanti malam lewat pesan , sebenarnya dia ingin mengatakannya secara langsung di depan gadis itu , tali Bryan takut membuat Nabila menjadi malu lagi , karna dia tahu gadis itu di saat sudah bertemu dengannya selalu memasang wajah merah merona .
.
.
Waktu begitu berlalu cepat , siang ini dimana para karyawan tengah istirahat ,Dista yang kini melangkah ke arah kantin melihat Bryan yang tengah membawa roti goreng di tangannya ,Dista terheran ,tapi pria itu tidak biasanya berada di kantin .
"Apa karna aku baru melihat dia ya ... ahh sudahlah kenapa mentingin calon pacarnya Nabila ....hais ..kau ini ."
Di saat dia akan melangkah ke arah kursi duduk ,Bryan melangkah ke arah dista , dengan cepat Dista membungkukkan kepalanya pada Bryan , Bryan pun hanya menganggukkan kepalanya kecil .
Dista kini duduk dan menikmati makan siangnya ,Bryan seketika berhenti dari langkah nya dan melihat ke arah Dista yang mendumel sendiri ,kini dia pun melangkah jalannya ke ruangan Dimas untuk memberikan roti goreng itu , sesampainya di ruangan Dimas ,Bryan melihat Dimas memejamkan matanya .
"Nih .. rotimu .." ucap Bryan .
"Hemmm...." jawab Dimas yang kini membuka matanya .
"Apa kau tidak menemani pacar mu ." ucap Bryan .
"Pacar kontrak ." jawab Dimas
"Ya .. itu maksudku ." ucap Bryan
Dimas tidak menjawab pertanyaan Bryan ,dia lebih menikmati roti goreng itu tanpa melihat ke arah Bryan ,Bryan yang hanya makan pun hanya geleng kepala melihat sahabatnya itu .
.
.
Di mansion Anggara .
Tepat pukul 16.00 sore ,wanita paruh baya itu tengah kedatangan tamu , wanita paruh baya itu kini tengah memeluk wanita cantik yang tak lain adalah ibu dari Dista ,
"Selamat sore nyonya key ,gimana keadaan Anda.." ucap Rahma .
__ADS_1
"Hais .. kenapa mesti panggil nyonya ,, panggil aku omah key .. seperti kau memanggil frety dulu , ayo ikut aku .." jawab omah membawa Rahma keluar dari kamarnya
Rahma mengerutkan keningnya ,bukannya wanita paruh baya itu tengah sakit ,tapi kenapa seperti sehat-sehat saja .pikirnya .
"Eu .. omah .. tidak apa-apa ,kita di sini saja ,kau harus istirahat." ucap Rahma .
"Tidak apa !! tidak baik rasanya jika menerima tamu di kamar , ", ucap omah yang kini melangkah ke ruang tamu ,
Wanita paruh baya itu kini tengah memanggil bi Ani untuk membuat jus dingin untuk calon besannya .
"Ehh Rahma .. dimana si kakek tua Bangka itu , bukannya kau bersama dia ." ucap omah .
"Dia di sana ." ucap Rahma yang menunjuk ke arah kolam renang .
"Dia sedang mengobrol kan apa dengan Roy ." gumam omah .
Kini keduanya mengobrol dan sesekali omah menceritakan Dimas ,Rahma hanya mendengarkannya saja dan menganggukkan kepalanya , dia sekarang mengerti dengan apa yang di katakan wanita paruh baya itu ,
"Jadi rumor itu palsu ,kalau Dimas tidak sekejam itu ,,, jika dia memang pria dingin ,tidak buruk juga sih ,tapi aku berharap Dimas bisa melupakan masa lalunya dan bersikap baik pada putri ku di saat dia sudah memperistrinya ."gumam Rahma kecil.
Satu jam berada di mansion ,mereka berdua hanya asyik mengobrol dan tertawa kecil , di saat dari obrolan mereka tiba-tiba kaisar yang tengah selesai mengobrol dengan Roy tengah masuk menghampiri key dan juga menantunya .
"Hey tua Bangka !! apa kau yakin akan menikahkan cucumu dengan cucuku .." ucap omah .
"Tentu saja !! itu adalah wasiat istriku dulu dimana Rahma melahirkan Dista ,untuk menjodohkan cucuku bersama cucumu ." jawab Kaisam .
"Oke baiklah ... tapi apa Rahma setuju dengan Abian ." ucap omah melihat ke arah Rahma .
"Eu... aku .. aku ngikut aja..
"Rahma .. aku tahu ,kau pasti khawatir akan hal Dista ,cucuku tidak kejam seperti rumor-rumor yang mengatakan ,justru dia sangat memperlakukan wanita dengan baik ." Jawa. omah langsung .
"Maaf sebelumnya ,aku sebagai maminya Dista terlalu takut akan hal itu ." ucap Rahma .
"Aku mengerti ?! seorang ibu pasti akan sangat khawatir ." jawab omah .
"Ohh .. apa Dista sudah di kabarkan akan mampir kesini ." ucap Kaisam dengan di angguki cepat oleh omah .
"Tentu saja !! nanti dia pulang bersama Dimas .,aku sudah menghubungi Dimas untuk membawa Dista ." ucap omah .
Kaisam dan Rahma hanya menganggukkan kepalanya ,kini mereka pun melanjutkan obrolan Kembali mengenai pernikahan antara cucu-cucunya itu .
Di kantor Anggara group .
"Ikut aku ke mansion ." ucap Dimas menarik tangan Dista .
"Ahh .. tidak .. aku sedang menunggu taxi .. baru aja kemarin aku ke mansion ." jawab Dista menghempaskan tangannya .
"Apa kau ingin membuat omah ku sakit lagi saat aku tidak membawamu ke sana." ucap Dimas .
"Ya itu urusanmu dan...
"Urusanmu juga ,jika kau tidak ingin ikut dengan ku ,aku akan memberi tahu om Abian dengan pacar kon...
"Stop ?! aku ikut " jawab dista berjalan ke arah mobil Dimas .
Dimas tersenyum tipis saat gadis itu langsung masuk ke mobilnya dengan cepat dia pun ikut masuk dan menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan kantor itu .
20 menit perjalan ,Dista dan Dimas kini tengah sampai di mansion ,di saat Dista turun dia melihat mobil serasa familiar di matanya ,dia terkejut saat melihat flat mobil itu .
"Itu kan mobil pribadi rumah ."
Dimas yang baru turun pun melihat mobil yang terparkir di halaman mansion itu ,dengan cepat dia melihat pintu masuk yang terbuka .
"Ayo ... " ucap Dimas dengan di angguki Dista .
Dista dan Dimas pun berjalan ke arah pintu masuk , di saat mereka sampai ambang pintu ,Dista terkejut saat maminya tengah tersenyum mengobrol dengan omah ,Dimas pun terkejut saat melihat pria paruh baya itu berada di mansion .
"Kenapa ada di sini ,apa Dista si gadis ini memberi alamat mansion ini ."
"Ah Dimas ,Dista kalian sudah pulang , " ucap omah berdiri dari duduknya .
"Mami .. kakek .. ka_ kalian kenapa bisa di sini ." ucap dista .
"Tentu saja bisa ." ucap omah yang menjawabnya .
"Kita akan segera menikahkan kalian ." ucap kaisam .
"Apa ?! menikah .."ucap Dista dan Dimas .
"Kakek ... maksud kakek apa , dan kakek kenapa bis...
"Haha .. kamu itu lucu Dista !! kalian tidak tahu ya ... omah dan kakek Kaisam itu menjodohkan mu di beberapa bulan lalu .." timpal omah .
"Apa ?! ucap Dimas dan Dista yang kini saling pandang .
"Jadi yang mau di jodohkan denganku itu adalah gadis ini ,, dan bahkan dia menghina ku pria tua dengan perut berbuncit ." .Dimas .
"Hahh ... aku di jodohkan dengan dia !! i_ini bukan mimpi bukan ,bukankah mami bilang pria yang akan di jodohkan denganku itu ,pria kejam ,terus pria tua ,..ke napa jadi dia ..."
"Bahkan aku curhat pada pria ini ,bahwa yang di jodohkan aku itu pria tua dan perut buncit ,mati aku ... bahkan sekarang dia menatap tajam padaku .."
"Haha ... kita udah sepakat untuk segera menikahkan kalian .." ucap omah dengan di angguki Kaisam .
"Omah ..
"Omah .. kayanya ini sangat sore ,kita pamit undur diri dulu ya , Dista ayo ikut mami pulang ." ucap Rahma .
"Rahma !! kau ini ... biarkan sajalah dista di sini dulu , nanti Dimas mengantarkan Dista, iyakan Dim ." ucap omah .
"Ah .. eu... iya Tante bi_biar dista di antar oleh ku ." ucap Dimas gelagapan.
"Ya sudah !! kalau gitu jaga cucuku ya Dimas ." ucap kaisam penepuk pundak Dimas dengan di angguki pria itu .
Kini kedua manusia berbeda kelamin itu tengah pergi meninggalkan ruangan tersebut , omah yang sudah mengantar sampai depan masuk kembali dan melihat Dimas dan Dista yang hanya berdiri saja .
Omah duduk di sofa dengan santai dan melihat ke arah Dimas dan Dista .
"Ah .. haha .. Dimas ... hari ini kau membawa Dista kemari ,hari pernikahan kalian harus segera di putuskan , lusa ,besok , atau Minggu depan ." ucap sang omah enteng .
Dimas dan Dista saling pandang , kenapa omahnya begitu berbicara enteng ,bagaimana bisa secepat itu menikahkan mereka , Dimas menghela napasnya panjang ,dan melihat ke arah omah ..
"Ah ... Dista kamu pindah dan tinggal di sini .," ucap omah .
"Apa ?! " ucap Dista dan Dimas .
"Kenapa aku harus pindah ." ucap Dista .
"Tentu saja ?! kau akan menikah dengan Dimas ,itu berarti kalian tinggal bersama .", Jawab omah .
"Tapi di antara aku dan Dimas .....
Seketika dimas langsung menggenggam tangan Dista ,Dista berusaha memberontak dari tangan Dimas ,tapi nihil ,Dimas malah menarik tangan Dista ke arah belakang ,kini Dimas menatap Dista dengan tatapannya itu , Dista yang melihat tatapan Dimas membuatnya diam dan tak berkutik .
"Omah , walaupun kita akan menikah ,tapi tidak harus secepat itu kan , lagian kan kita juga butuh persiapan." ucap Dimas .
"Aduh ... apalagi yang harus di siapkan ." ucap omah .
"Tapi omah ....
"Akh ...uhuk ... uhuk .. bi Ani kayanya penyakit ku kambuh lagi .
"Nyonya .....
Dista dan Dimas khawatir seketika ,mereka berdua tidak tahu harus berbuat apa .
"Baiklah ... baiklah ... besok saja ... besok .." ucap Dimas .
"Besok aku akan menjemput mu untuk tinggal di sini .
"Di_dimas .. apa yang kau katakan ini .. kau gila ya .. mau menjemputku untuk tinggal disini , kau pikir aku ini sudah jadi istrimu apa ." bisik Dista .
Dimas tidak menghiraukan perkataan Dista , kini dia menyeret Dista keluar dengan menahan kekesalannya , wanita paruh baya itu kini tengah tersenyum menang dan girang saat mendengar perkataan Dimas.
"Lepaskan !! Dimas Adelard Anggara ,kau sudah gila ya ." ucap dista .
"Bagaimana mungkin aku pindah besok ." ucap Dista lagi .
"Tapi aku sudah berjanji pada omah ,
"Tapi aku tidak setuju !! dalam kontrak itu tidak tertulis untuk aku tinggal bersamamu ." Jawab Dista berbalik .
Di saat berbalik ,Dimas menahan Dista ke dinding tembok ,dista terkejut saat Dimas menahannya.
"Di dalam kontrak tertulis jelas , mengenai pihak pertama yang tak terduga ,dan pihak kedua harus bisa menerima kerja sama itu .. !! ingat .. besok akan aku jemput ."
"Kau pulanglah ,aku akan memanggil pak Urip untuk mengantarmu ."ucap Dimas .
"Kenapa harus terjerat pernikahan sih .. aku tidak menyangka pria yang akan di jodohkan oleh kakek , adalah dia ."
*
__ADS_1
*
*