
Pesta pun berakhir dengan selesai ,Erland mencari-cari gadis yang tengah merepotkan nya itu , dia sudah tidak enak lama-lama tinggal di keluarga Pratama ,terlebih nya lagi dia bikin muak oleh tingkah anak pertama dari Erik ,yang membuat Erland marah dia mencari sosok gadis yang sudah menjadi istrinya itu entah kemana.
"Tuan Erland duduk lah sebentar lagi ,ana bilang kalau anda suka dengan puding mangga ,makan lah dulu, sebelum anda pulang ." ucap Erik yang tengah ada di hadapan erland.
Erland tidak menghiraukan kan perkataan Erik ,mata nya tetap mencari ana ,dengan menahan amarah nya dia tidak bisa berbuat apapun di keluarga Pratama ,
"Apa yang di katakan suami saya benar tuan Erland makan lah puding ini ,Vika pagi-pagi sekali membuat kan puding mangga ini hanya untuk anda ," ucap Sintia dengan tersenyum puas .
"Erland adalah dewa kekayaan kami ,bagaimana pun juga dia harus menjadi milik Vika ,dan menjadi menantu ku ."
Lagi-lagi Erland tidak menghiraukan kedua paru baya itu ,di mata nya dia masih saja mencari sosok ana ,dengan amarah Erland yang tidak bisa di kendali ,dia memanggil ana dengan suara meninggi .
"Anastasya..."
Sintia dan juga Erik terlonjak kaget dengan suara Erland yang begitu menakutkan ,Erland yang tengah menahan amarah nya benar-benar tak bisa di kendali, dia sudah di buat muak oleh keluarga yang penuh drama itu ,dan yang membuat nya kian marah adalah ana sang istri nya .
"Anatasya Dirgantara." teriak Erland dengan suara yang menggoyahkan ruangan Pratama .
Ana yang tengah di dapur pun kaget dengan teriakan Erland yang begitu keras ,ana buru-buru menghampiri Erland yang tengah berdiri di ruangan itu ,ana yang melihat paman dan bibi nya hanya bisa mematung membuat nya paham apa yang telah terjadi .
"Ada apa Erland ,kenapa kau berteriak di rumah orang ." ucap ana menahan kekesalan nya .
"Pria ini kenapa lagi , apa dia sudah gila ,berteriak seperti toa ."
"Kemari dan duduk bantu aku untuk ambil makanan ."ucap Erland menatap ana dengan tatapan tajam nya .
Ana yang melihat Erland menatap nya di buat kesal ,pria yang tengah berdiri di hadapan Sintia dan juga Erik itu tidak tahu malu.
"Brengsek ,? dia mau membuat ku malu di depan keluarga Pratama, dan apa barusan dia bilang ,?aku di suruh ambil makanan yang tersaji di meja yang ada di hadapan nya itu ,dia menyuruh ku yang kakak ipar nya ini melayani nya ? sialan ,kau pikir aku pelayan mu apa ."
"Anatasya ,apa kau hanya akan melihat ku seperti itu hah ." ucap Erland dengan menatap tajam ana .
"Tuan, anda tidak perlu menyuruh ana, biar aku saja yang menyiapkan nya ," ucap Vika yang tengah berdiri dari kursi nya .
Erland sudah di buat kesal dengan gadis yang hanya berdiri itu ,kenapa gadis itu tidak mendengarkan teriakan nya dan tidak menuruti apa yang di perintahkan nya , Erland begitu kesal dengan putri pertama Erik yang begitu tidak tahu malu .
"Anatasya Dirgantara , apa kau tuli ? aku menyuruh mu untuk mengambilkan makanan untuk ku ,kenapa kau hanya berdiri saja ." ucap Erland yang lagi-lagi berteriak .
Vika yang sudah mengambil piring terlonjak kaget dengan suara Erland yang ketiga kalinya ,hingga sendok yang dia pegang jatuh ke lantai ,karna kaget , ana yang berdiri pun ikut kaget setelah apa yang dia lihat dari arah pandangan nya .
"Ana lakukan lah ,benar apa kata tuan Erland ,kau ambilkan makanan untuk nya ." ucap Erik yang tengah menatap ana , mau tak mau ana melangkah kan kaki nya ke arah meja makan .
"Ingin rasa nya piring ini ku lempar ke muka si pria sialan ini ."
__ADS_1
Ana sudah di buat kesal dengan prilaku Erland di keluarga Pratama ,mau bagaimana pun dia harus melayani pria yang tengah duduk itu , tanpa mereka sadari ada seseorang yang tengah menggepalkan kedua tangan nya .
"Sialan ,kenapa harus ana yang melakukan nya ,jika saja aku tadi tidak kaget dengan teriakan nya ,mungkin aku sudah mempersiapkan makanan itu untuk nya ,"
Vika melihat ke arah puding yang masih belum di makan juga oleh Erland ,Vika serasa kesal di buat nya ,dia melihat pria itu malah memakan yang tengah di masak oleh pelayan tadi , Vika pun beralih memandang ana yang tengah mepersiap kan air minum untuk Erland.
"Apa ana menipu ku ,dia bilang Erland suka makan puding mangga ,lalu apa itu? dia tidak menyentuh nya sama sekali ,"
Erland yang tengah makan menatap Vika yang tengah menatap nya ,dan menatap puding mangga yang tak jauh dengan gelas yang ada di dekat nya itu.
"Gak cuman hanya mengundang ku ke sini ,ternyata wanita pecicilan itu ada maksud tertentu terhadap ku ..cih ."
Erland tidak memperdulikan puding yang ada di depan nya itu,dia lebih memakan makanan yang ada di piring nya , di saat dia makan dia masih saja di pandangi oleh Vika .
"Kenapa dia begitu tampan di saat lagi makan juga ,uhh rasa nya aku ingin merekam dia di waktu sedang makan seperti itu ,"
"Tuan Erland , gimana ke adaan kakak anda tuan Dimas ,saya sungguh berterima kasih sebelum nya sudah bekerja sama dengan perusahaan ku ." ucap Erik yang tengah menghilangkan ke canggungan .
Erland menatap Erik ,lalu pandangan nya menatap ana yang tengah duduk di samping nya itu .
"Anda sudah begitu baik tuan Erik ,setelah menjaga Anatasya, sebagai istri dari keluarga Anggara dia rela menikah dengan kakakku Karna perusahaan mu ." ucap Erland dengan tatapan sinis nya
Erik yang mendengarkan nya pun tidak bisa berkata apa-apa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini acara makan-makan pun selesai .
"Ana kau jarang kemari , bagaimana kalau malam ini nginap ,ini juga sudah terlalu malam ." ucap Jen .
Baru saja ana akan mengatakan pertanyaan jenika ,Erland sudah meneriaki ana dengan nada tinggi .
"Anatasya ayo pulang ." teriak Erland dengan melihat ana dengan Jenika
"Pria ini tidak sadar apa teriakan mu itu melebihi suara speaker , bajingan gilaa."
Ana tidak menghiraukan teriakan Erland ,dia malah menarik tangan Jen untuk segera pergi dari ruang itu .
"Ayo Jen, lebih baik kita naik ke atas ." ucap ana yang tengah menarik tangan Jen .
Erland begitu kesal dengan gadis yang tengah di teriaki itu ,terpaksa dia harus mengikuti nya dan melangkah ke arah tangga dan mencengkram tangan ana dengan kuat .
"Akhh ,,, Jen .."
__ADS_1
"Ana lebih baik kau pulang ke keluarga Anggara ,lagi pula ini sudah malam , baik-baik lah menjaga suami mu itu." ucap Sintia
Ana hanya menundukkan kepalanya ,kenapa hidup nya seperti itu dan dia hanya menerima takdir nya yang telah terjadi pada nya sekarang ini .
" Bahkan bibi pun menyuruh ku pulang ,dengan satu kalimat dari mulut Erland ,mereka benar-benar tidak ingin menetap kan aku di keluarga Pratama, aku hanya bisa menerima nasib ini ."
Ana melihat Erik yang tengah berdiri di samping Vika ,dan ana menghampiri nya .
"Paman aku ingin menginap di sini ,satu hari saja." ucap ana memohon.
"Ana apa yang di katakan bibi mu benar ,ini sudah malam ,dan kau harus menjaga suami mu baik-baik."
"Bahkan paman pun ada di pihak Erland ,apa beda nya aku datang kesini dengan secara paksa oleh pria brengsek itu tanpa harus merawat Dimas ,baiklah ? ternyata begitu, aku hanya bisa mengikuti apa yang di katakan si pria brengsek itu ."
Ana kini melangkah kan kaki nya mengikuti Erland ke luar ,dan naik masuk ke mobil , dia melihat Erland ,pria itu masih dengan tampang dingin nya .
"Anatasya ,kau memaksa ku untuk hadir di pesta ulang tahun putri Erik itu ,tapi kau berusaha pergi menghindari ku di saat makan tadi ,apa tujuan mu memaksa ku itu untuk membantu mendekat kan aku dengan putri nya itu ." ucap Erland dengan menatap tajam pada ana .
Ana tidak menghiraukan perkataan Erland ,dia lebih memilih memejamkan mata nya , Erland yang melihat ana tidak menjawab nya pun dia tidak ingin bertanya lagi, di saat Erland menatap ana kembali, dering ponsel Erland berbunyi .
"Hallo ."
"Erland ,aku sudah mendapat kan kabar tentang wanita yang kau cari itu ."
"Baiklah aku akan segera kesana ,"ucap Erland menutup telpon nya .
"Ada masalah apa ,jika kau mau pergi ? aku bisa turun di sini Erland ." ucap Ana yang melihat ke arah Erland .
"Tidak ,? aku tidak akan menurunkan mu di sini , aku khawatir ." ucap Erland dengan nada khawatir nya.
Ana mengerutkan kening nya ,apa yang di katakan pria itu pada nya .
"Khawatir , khawatir padaku ? hey pria tembok justru akulah yang khawatir apa yang akan kau lakukan lagi padaku ."
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya ya ,tekan favorit nya juga 😁😁