
Keesokan harinya ,
Seorang pria yang kini berada di kantor sedang sibuk dengan pekerjaan nya ,bukan pekerjaan yang dia sibukan , tapi pikiran nya yang kini tengah sibuk dan traveling memikirkan hal lain .
Sudah berapa kali dia melihat jam yang ada di tangan nya itu , waktu yang dia tunggu begitu lama baginya , pekerjaan yang seharusnya dia kerja kan pun tidak konsen ,
Sampai-sampai ketukan pintu pun Bryan hiraukan , pikirannya saat ini masih mengingat perkataan pria yang meminta bertemu dengan gadis ceroboh itu di taman .
Seseorang penanggung jawab perekrutan yang sedari tadi mengetuk pintu pun di buat heran dengan sekertaris yang tak lain adalah Bryan ,
"Ada apa dengan tuan Bryan ,dia tidak mungkin tidak mendengar ketukan pintu kan ."
Terpaksa , penanggung jawab perekrutan tersebut harus melangkah ke arah meja kerja pria itu .
"Permisi tuan Bryan ." ucap nya .
Seketika Bryan langsung membuka matanya ,dan mengerutkan keningnya .
"Kenapa kau tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk ." ucap Bryan .
"Helloow .... sedari tadi saya ketuk pintu kali ,apa saya harus tendang itu pintu hingga jebol ,agar anda sadar dari keanehan mu itu tuan ."
Wanita itu memaki-maki pria yang kini tengah memijat pelipisnya ,
"Katakan !! ada apa ." ucap Bryan dingin .
"Ini laporan CV magang tahun ini tuan ." ucap wanita itu .
"Hemmm ... biarkan di situ .. dan silahkan kembali ke luar ." ucap Bryan yang menyandarkan punggungnya .
Wanita itu pun pergi dengan memaki-maki pria itu ,di saat dia mengomel di perjalanan nya ,Erland melihat wanita itu yang tengah menginjak-injak bumi .
"Hey ... kau kenapa ...?! " ucap Erland .
Seketika wanita itu diam dan berbalik ke belakang , dengan kelakuannya barusan membuat dia jadi salting karna kepergok oleh Erland .
"Tidak apa tuan ,saya hanya pegal kaki saja ., permisi tuan ." ucap nya membungkukkan kepalanya .
Erland pun hanya mengerutkan keningnya ,dan berlalu pergi ke ruangan Bryan , sesampainya di ruangan tersebut ,dia hanya mematung di ambang pintu dan melihat sahabat nya yang kini tengah memejamkan matanya .
Erland melangkah mengahmpiri meja Bryan dengan sambil menyalakan lagu di ponselnya, dan memilih lagu wonder Boys ~ suatu hari , Bryan yang mendengar lagu itu langsung membuka matanya dan melihat ke arah Erland.
Bryan berdecak saat dia melihat Erland yang kini tengah mengikuti lagu itu ,kini dia melihat jam yang ada di tangannya tanpa menghiraukan Erland yang kini tengah duduk dengan asyik mendengar lagu tersebut .
"Ayo makan siang bareng !! istriku membuatkan makan sia....
"Tidak !! Erland ,aku akan ke restoran !! ada urusan penting "ucap Bryan berdiri dari duduk nya .
"Heyy ... kau ..
"Dan ini CV Anak magang yang di berikan oleh Mikha tadi ,kau periksalah ?! sorry aku harus pergi sekarang ." ucap Bryan berlalu pergi meninggalkan Erland .
Erland tercengang ,tidak biasanya Bryan pergi di jam siang ini dari kantor , padahal pria itu selalu serius dengan pekerjaan ,tapi tidak dengan sekarang , pria itu pergi begitu saja tanpa berbicara mengenai urusan pentingnya itu .
Sementara Bryan ,kini tengah berada di bawah dan menyalakan mobilnya ,beberapa menit kemudian ,dia pun sudah pergi meninggalkan perusahaan DA'Group .
Di perjalanan ,Bryan benar-benar sudah tidak bisa tenang , lagi-lagi dia harus melihat jam yang ada di tangan kekarnya itu , entah kenapa dia mengingat gadis itu ,hingga dia rela meninggalkan pekerjaan nya ,entah Karna khawatir akan hal Nabila akan menemui pria lain atau Karna dia ada urusan penting untuk pergi ke restoran .
20 menit perjalanan, akhirnya dia pun sampai di restoran tersebut , para karyawan restoran yang tengah melayani pelanggan pun terheran ,tidak biasanya pemilik restoran datang di siang hari ,bahkan sekalinya datang pun hanya melewati bulan ,
Bryan melihat jam nya Kembali ,dan celingak celinguk mencari seseorang ,tapi dia tidak menemukannya ,kini Bryan melangkah ke arah lantai dua ,dia berjalan dan terus melihat ruangan luas itu ,tapi tetap saja dia tidak menemukan Nabila ,yang dia lihat hanya pelayan yang lainnya ,
Kini Bryan melihat ke arah pelayan yang kini tengah berjalan ke arah bawah ,dengan cepat dia menahan pelayan itu .
"Apa Nabila masuk hari ini ." tanya Bryan .
Karyawan pria itu seketika diam ,dan melihat Bryan dengan berfikir .
"Rumor itu kaya nya benar !! mereka ini pacaran kah ."
"Nabila di lantai tiga tuan ." ucap pria tersebut dengan membungkukkan kepalanya .
Tanpa menjawab ,Bryan pun langsung melangkah ke arah lantai tiga ,sesampainya di lantai tiga , lagi-lagi dia tidak menemukan Nabila .
Dia melihat ruangan itu ,hanya orang-orang yang asik makan ,dan melihat karyawan lainnya tanpa melihat Nabila , kini dia melangkah ke arah ruang kosong yang bisa di pakai santai , di saat dia akan melangkah tiba-tiba dia melihat ke empat orang tengah tertawa dan menggoda seseorang gadis .
"Nabila .. ayo jujur sama kita !! kamu ada hubungan apa sama tuan Bryan ."
"Kalian ini ngomong apa sih , aku gak ada ap..
"Bohong !! kata ka Ferdi dia melihat mu di gendong tuan Bryan ,waktu dia mau menuju mini market ,kisaran jam sembilan malam..hayoh jujur ... emm...emmm.."
"Omong kosong apa yang kalian katakan itu ?! dia itu pria ga ..
"Tuh ... tuh ... wahh Nabila aku gak menyangka ya ,kamu bisa berpacaran dengan bos kami ."
"Itu betul !! bahkan anak di bagian shif malam juga bilang , hanya kamu yang lembur di waktu dua Minggu lalu ,dan masuk ke ruangan tuan Bryan ."
"Kalian salah paham , aku tidak ada apa-apa bersama bos restoran ini , " jawab nabila .
"Huss ... kalau di ibaratkan ya ... maling Mana mau ngaku , iya gak , ayo Nabila jujur kamu sedang dekat dengan tuan Bryan kan "
__ADS_1
Ke empat karyawan wanita dan lelaki itu terus saja mendesak Nabila dan mencibirnya , Bryan yang melihat Nabila terkalahkan oleh perkataan mereka ,membuat kakinya melangkah ke arah mereka ,tanpa basa-basi Bryan pun langsung duduk di bangku itu tepat di samping Nabila , Nabila terkejut saat melihat Bryan tiba-tiba tengah duduk di sampingnya .
Ke empat karyawan itu seketika bungkam saat melihat Bryan duduk santai di samping Nabila , apalagi kini Bryan tengah melihat ke arah empat karyawan itu .
"Kalian banyak waktu sekali rupanya , apa kalian ini tidak bekerja ,buat apa gosipin hal seperti itu , saya memberikan lembur padanya karna dia mempunyai hutang pada saya dan saya dekat dengannya karna mau menagih hutang ." ucap Bryan enteng .
"Bukan dia yang dekat dengan ku ,tapi aku yang mencari dia untuk menagih hutang ." ucap Bryan kembali melihat ke arah empat karyawan tersebut .
"Hah ...
Nabila terkejut dengan perkataan pria itu ,Nabila sudah berpikir jauh pada pria itu ,dia mengingat dimana dirinya terluka di klub ,dia di tolong dan di bawa ke rumah sakit olehnya .
"Apa dia mau menagih uang perobatan ,tapi kenapa harus sekarang mengatakannya ,kenapa gak waktu-waktu yang lalu ."
"Kalian jangan bengong di sini , jangan berpikiran yang lain , aku nyamperin ke sini ,Karna mau nagih hutang ,tidak ada salahnya kan ," ucap Bryan
"Ohhhhhhh ... cuman Karna itu ." ucap ke empat karyawan tersebut .
"Kenapa kalian menganggap dia adalah pacarku ." ucap Bryan melihat ke arah Nabila .
Nabila langsung melihat pria itu ,keduanya pun langsung saling pandang ,Bryan langsung mengalihkan pandangannya pada ke empat karyawan tersebut .
"Sudah tau jawabannya kan , ?! jadi sekarang kalian pergi dan kembali bekerja ." ucap Bryan membubarkan mereka .
"Baik tuan ." ucap mereka serempak .
Nabila kini turun dari bangku dan akan melangkah mengikuti teman yang lainnya ,di saat dia melangkah satu langkah tangannya di tahan oleh Bryan .
"Gadis ceroboh ,!! bahkan kau tadi di desak oleh mereka dengan ekspresi takut , dan sekarang mereka sudah pergi !! cepat bilang terima kasih padaku ." ucap Bryan dengan tersenyum menyeringai .
"Terima kasih apanya , tuan kau sudah gila ya ,membicarakan soal hutang di depan mereka , jika kau menagih pengobatan ku waktu itu , kau tak perlu menggaji ku kerja di sini ," ucap Nabila dengan menahan kekesalan nya .
Bryan langsung menarik tangan Nabila , dia tidak ingin menjawab pertanyaan yang tidak sejalur dengan apa yang di ucapkan Nabila , dia melakukan itu agar semua orang tidak salah paham., bukan berarti dia mau menagih pengobatan luka di kaki Nabila waktu itu , tapi itu kebalikannya gadis itulah yang telah salah paham .
"Gadis ceroboh !! coba kasih aku alasan lain dalam 5 detik ." ucap Bryan menatap gadis itu .
Nabila hanya diam dan melihat wajah pria itu tanpa menjawab , dia tidak mengerti dengan apa yang di katakan pria itu ,bahkan dia tidak berpikir apa-apa ,di pikirannya hanya ada pria itu yang kini tengah menatapnya .
"Atau ....kamu mau mereka mengira kamu itu pacarku ." ucap Bryan kembali menatap Nabila dengan sendu .
Nabila langsung melepaskan Bryan yang tengah mencengkram tangan Nabila ,dia langsung memalingkan wajahnya ke arah lain .
"Maaf tuan !! pertanyaan anda sangat tidak lucu ,?! berhubung anda ada disini ,saya mau minta ijin pada anda untuk pulang lebih awal ,karna saya masuk jam kerja sekarang pagi ,bukan siang lagi ?! bolehkah saya minta ijin pada anda saya sudah ijin pada manajer di sini tapi tidak di ijinka....
"Aku tau ,kau mau bertemu seseorang bukan ." ucap Bryan.
"Bagaimana anda bisa tau tua..
"Apa kau bekerja di jam pagi hanya untuk memikirkan ijin untuk menemui seseorang ,kau tidak berniat kerja kah ,bahkan baru pertama masuk di jam pagi kerja pun kau tiba-tiba minta ijin untuk pergi keluar ." ucap Bryan memalingkan wajahnya
Lagi-lagi Nabila tidak mengerti dengan apa yang di maksud dengan ucapan pria di sampingnya itu ,
"Apa maksudmu tuan ,saya tidak mengerti dengan ucapan anda ,kenapa anda tiba-tiba membahas soal pertemuan ku degan teman ku , ucapan itu tidak masuk akal ,apa urusan nya dengan anda ,saya berhak bertemu dengan siapapun , " ucap Nabila ketus .
Bryan menatap Nabila dengan tatapan yang sulit di artikan ,begitu juga Nabila ,kini dia melihat mimik wajah pria itu .
"Kenapa aku tiba-tiba bilang seperti itu padamu, Karna .... !! dengar baik-baik "
"Karna aku.... !! mencintai mu ." ucap Bryan serius dengan tatapan sendu .
Deg ........
Nabila kaget setelah apa yang baru saja dia dengar dari pria itu ,dengan kekagetannya , dia berlari keluar dan pergi meninggalkan Bryan ,Bryan menatap Nabila yang kini berlari dengan tatapan sendu ,dia benar-benar tidak nyadar setelah apa yang barusan dia katakan di hadapan gadis itu .
"Sial .... sial !!... apa yang barusan aku katakan ." ucap Bryan dengan mengusap wajahnya dengan kasar
Bryan benar-benar tidak habis pikir bibirnya lepas mengatakan itu pada gadis yang barusan tengah berlari , kini dirinya paham apa yang barusan dia katakan pada gadis itu .
"Sekarang aku mengerti , dengan apa yang selama ini aku pendam ,bahwa aku mencintai gadis ceroboh itu ."
Sementara di sisi lain , Nabila masih saja berlari kecil ke arah belakang restoran itu ,dengan memegang dada nya yang berdetak sangat cepat.
"Aku gak bisa nafas , tanpa di sentuh pun jantung ku sudah berdegup sangat cepat ,
Hosh ... hosh ...hosh ..
Nabila berlari dengan napas tersegel , kini dia duduk dengan perasaan senang sekaligus kaget , dia terkesima saat pria itu berkata dengan enteng ,dan saat ini Nabila tidak bisa mengendalikan detak jantungnya yang kini kian berdegup sangat kencang .
"Pria itu bilang apa barusan ,apa maksudnya ...Nabila ?! kenapa kamu berlari , seharunya senang bukan ,bahwa pria itu mencintai mu ..."
"Dia cinta padaku ,dan kalimat itu ,aku sudah menunggu kalimat itu beberapa bulan lalu hingga sekarang, !! tapi apa dia benar-benar mengatakan yang sebenarnya ."
"Tidak Nabila ... dia pasti bercanda ,dia orang nya menyebalkan ,dan tidak mungkin dia mencintai gadis yang tidak ada apa-apa nya seperti mu ."
"Di pikiranku saat ini , hanya ada wajah dan suaranya , bahkan yang dia katakan tadi dari suaranya menjadi samar , [ Aku mencintaimu ].. apa dia benar-benar mencintai ku ."
"Aku harus bagaimana ,?! tidak Nabila , dia tidak mungkin mencintaimu ,, dia pasti hanya bercanda ,?! tapi kenapa aku malah kabur ."gumam Nabila .
"Jika memang dia mencintaiku ,tapi kenapa sikap dia terkadang seakan -akan membenciku ,bisanya hanya marah ,dan memberikan tatapan mengerikan ,apa itu yang di namakan cinta ." gumam Nabila dengan mata berkaca-kaca .
"Bahkan kamu mengatakan hal itu dengan mudah ."
__ADS_1
Nabila saat ini antara senang , bingung dan tidak percaya ,gimana jika dirinya bertemu lagi dengan pria itu ,apa dia akan seperti biasanya bertemu dengan pria itu , jika memang pria itu mencintainya ,dia tidak ingin menemui pria itu dulu dan saat ini Nabila benar-benar masih menyentuh dadanya yang masih berdetak dengan kencang .
****
Sore pun tiba ,nabila kini tengah sampai di taman dimana dia akan menunggu kakak seniornya itu ,Nabila duduk di kursi panjang yang berada di taman .
Sepuluh menit ,lima belas menit , waktu berlalu begitu cepat ,tapi yang dia tunggu tak kunjung tiba , kini dia pun telah memberikan pesan pada dobier kakak seniornya itu .
sudah dua puluh menit Nabila menunggu , tapi seniornya pun belum datang juga ,Nabila berdiri dan melihat-lihat ,lalu dia duduk kembali .
"Kenapa kak dobier belum sampai juga ,?! sebenarnya apa yang akan dia katakan ,jika aku pergi sekarang tidak mungkin ,dia bilang akan sampai lima menit lagi ." gumam Nabila .
Tanpa Nabila sadari sedari tadi kepulangannya dari Restoran ada yang mengikuti dirinya ,kini dia berada di balik pohon besar dan melihat Nabila dari arah jauh .
"Bodoh !? pria itu menyuruhmu menunggu ,dan kau benar-benar menunggu ,ini hampir malam tahu ," decak Bryan.
Bryan melihat Nabila dari arah jauh ,tapi pria yang ingin bertemu Nabila belum juga datang ,dan Bryan masih betah di balik pohon besar itu ,tapi seketika dia berfikir sejenak .
"Kenapa aku akhir-akhir ini kaya pencuri "
Bryan Kembali melihat ke arah Nabila yang kini tengah berdiri , dia mengingat perkataan nya di beberapa jam yang lalu mengutarakan perasaannya pada gadis itu .
"Bodoh !! ada yang salah dengan otakku , sampai-sampai aku bilang mencintainya ."
Bryan seketika terdiam dengan tatapan yang sulit di artikan ,kini dia melihat pandangan nya ke arah Nabila yang kini tengah bersama pria yang baru datang itu .
"Nabila !! maaf aku lama , kamu sudah menunggu lama ya , apa kamu kedinginan ." ucap dobier .
"Enggk kok kak .." jawab Nabila .
"Tadi aku membantu papa ku di kantor ,jadi agak sedikit terlambat , terpaksa aku harus membatu nya terlebih dahulu ." ucap dobier .
"Hemm .. iya gapapa kak .!! kak sebenarnya apa yang akan kakak bicarakan " jawab Nabila .
Dobier menatap nabila dengan tatapan sendu ,dengan menarik nafasnya berat dia akan mengatakan perasaannya yang selama ini dia pendam di waktu SMA , Nabila yang melihat wajah pria itu ,seketika ingat dengan pria yang mengatakan cinta beberapa jam yang lalu .
"Ekspresi ini ,kenapa sama dengan ekspresi Bryan di saat dia mengatakan cinta padaku ."
"Nabila ... apa yang aku pikirkan dan apa yang akan aku katakan sekarang adalah .!!
"Ini tentang perasaan ku ,perasaan yang terpendam di waktu masa-masa SMA ,dan aku menyuruhmu untuk bertemu di sini hanya karna aku akan mengatakan yang sejujurnya ...."
"Nabila aku Mencintai mu ." ucap dobier dengan serius .
Nabila terkejut dengan perkataan pria yang ada di depannya itu ,pria itu mengatakan cinta ,dan cinta itu cinta yang terpendam di waktu sekolah .
"Dia ... dia suka padaku ."
"Aku hanya bisa gemetar ,tak ada satu pun yang keluar dari mulutku ,"
"Tapi kegembiraan ini dan saat ini , bercampur dengan rasa tidak tenang ,semua perasaan ku menjadi campur aduk "
"Sehari ini sekaligus dua pria mengatakan cinta padaku ,kak dobier dan dia mengatakannya di hari yang sama ,"
"Tapi di hatiku cuman hanya satu orang ,dia yang selalu hadir dalam pikiran ku ,dia yang selalu membuatku jengkel ,dia yang selalu membuat ku cemburu , Bryan aku mencintai mu ."
Seketika Nabila meneteskan air matanya ,dia tidak tahu harus menjawab apa ,di sisi lain dia tidak bisa menerima kakak seniornya , karna di hatinya sudah ada nama lain yang tertulis .
Dobier terkejut saat melihat Nabila menangis ,dia merasa tidak enak telah mengatakan nya ,tapi sekarang dia jauh lebih tenang di saat mengutarakan cintanya ,dia tinggal menunggu jawaban dari Nabila ,di terima atau tidaknya ,yang penting dia sudah mengutarakan cintanya .
"Nabila maafkan aku !! kamu pasti kaget ya .. aku ngomong langsung begini Karna aku takut kamu keburu di ambil orang ." ucap dobier menghapus air mata Nabila .
"Aku terlalu lancang ya ,maaf !! kamu gak perlu jawab sekarang kok ,aku akan tunggu kamu sampai kamu tenang , aku antar kamu pulang ya ." ucap dobier
"Iya ." jawab Nabila dengan menghapus air matanya .
Kini mereka pun pergi dari taman itu ,Nabila sudah berniat untuk tidak kerja ke bar malam ini ,Karna perasaannya sedang tidak membaik .
Sementara di balik pohon besar ,pria yang kini tengah bersandar itu hanya bisa diam dan tak ingin melihat kepergian mereka ,kini dia melihat foto dirinya dengan Nabila di restoran waktu itu ,dia menatap foto itu dengan perasaan tak menentu ., dia bingung foto itu harus hapus atau di simpan saja .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain tepatnya di mansion Anggara ,seorang pria kini tengah sampai di pintu gerbang dengan menyeret kopernya ,dengan langkah gontai pria itu kini tengah membuka masker yang terpasang di wajahnya.
Sesampainya di pintu dia di sambut para pelayan dan juga sang omah termasuk Erland yang kini tengah tersenyum kepada pria yang kini pun membalas senyumannya .
"Selamat datang kembali kak ." ucap Erland
"Hemm ... apa kau senang aku datang kembali ," jawab Dimas .
"Tentu !! kami telah menunggumu untuk kembali ." ucap Erland.
"Apa kau sudah tidak betah di perusahaan ku ." cibir Dimas .
Erland tidak menjawab pertanyaan kakaknya itu ,dia hanya tersenyum tipis , Dimas pun sudah mengerti dengan jawaban Erland ,kini pandangan nya menatap wanita paruh baya yang kini tengah berdiri dengan bi Ani .
"Omah !! gimana kabar omah ," ucap Dimas .
Wanita paruh baya itu tidak menjawab Dimas ,dia hanya menghembuskan napasnya panjang ,Dimas tahu dengan ekspresi sang omah ,wanita paruh baya itu pasti kecewa dengan penolakan dirinya untuk mengenalkan pada gadis untuk menjadi pacar atau pun istri ,Dimas menghela napasnya panjang ,wanita paruh baya itu selalu menelpon dirinya hanya mengatakan perihal perjodohan nya .
*
__ADS_1
*
*